`
`
BUPATI LABUHANBATU
SAMBUTAN
Daya saing daerah merupakan kemampuan perekonomian daerah
dalam mencapai pertumbuhan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan
berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik dan
international. Kabupaten Labuhanbatu kaya akan sumber daya alam
sebagai salah satu keunggulan komparatif dalam meningkatkan daya
saing dan telah menetapkan beberapa Produk Unggulan Daerah agar
lebih fokus dalam pengembangannya.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersama akademisi, dunia
usaha, masyarakat dan media selaku penggerak inovasi (Innovation-
driven) di daerah berperan sebagailokomotif komersialisasi inovasi dan
melahirkan pertumbuhan investasi bisnis serta menciptakan iklim usaha
yang kondusif bersinergi untuk membuka jaringan, difusi teknologi dan
penetrasi pasar produk.
Untuk meningkatkan keunggulan komparatif dan daya saing
daerah, diperlukan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan
pembangunanan ekonomi melalui model kolaborasi Penta Helix dalam
Sistem Inovasi Daerah dengan penekanan pada kebijakan-kebijakan
pembangunan berbasis kearifan lokal dan kekhasan daerah.
Saya berharap agar laporan IDSD Kabupaten Labuhanbatu Tahun
2021, dapat menjadi perhatian dan tolak ukur bagi semua pihak terkait
yang melaksanakan aktifitas/kegiatan pembangunan di Kabupaten
Labuhanbatu, sehingga kita dapat mewujudkan pembangunan daerah
yang berdaya saing tinggi secara berkesinambungan dan berwawasan
lingkungan.
Rantauprapat, September 2021
i
BUKU LAPORAN INDEKS DAYA SAING DAERAH (IDSD)
KABUPATEN LABUHANBATU 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala
karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penyusunan Laporan Indeks
Daya Saing Daerah (IDSD) dalam rangka mengikuti kegiatan Anugerah
Budhipraja Tahun 2021 dapat diselesaikan.
Dengan terselesaikannya Laporan IDSD ini, kami mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak para
pemangku kepentingan yang telah berkontribusi memberikan bantuan
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari
sempurna, sehingga masukan, kritik dan saran yang bersifat konstruktif
dari semua pihak sangat kami harapkan untuk perbaikan laporan IDSD
ditahun-tahun mendatang.
Semoga laporan IDSD Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2021 ini
dapat menjadi bahan refleksi dan motivasi bagi kita untuk bersama-sama
berjuang mewujudkan Labuhanbatu berdaya saing yang membawa
manfaat dan dampak bagi kita semua..
ii
BUKU LAPORAN INDEKS DAYA SAING DAERAH (IDSD)
KABUPATEN LABUHANBATU 2021
DAFTAR ISI
halaman
SAMBUTAN ……………………………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………. iii
DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………. iv
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………………. v
DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………………………. vi
BAGIAN I KEADAAN TERKINI…………………………………………………………. 1
A. Identifikasi Peluang/Kendala dan Inventarisasi Urgensi……………………… 1
B. Pemetaan Sektor/Komponen Pembentuk Andalan…………………………… 4
BAGIAN II ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN…………………………………….. 5
A. Formulasi Kebijakan Melalui Dokumen Perencanaan Pembangunan……… 5
B. Terobosan Strategi Melalui Perencanaan Berbasis Penelitian dan 5
Pembangunan Berbasis Perencanaan…………………………………………. 7
8
C. Kerangka Kebijakan Terintegrasi Pembangunan……………………………… 8
BAGIAN III SOLUSI MENYELURUH……………………………………………………
A. Agenda Kerjasama dan Kolaborasi……………………………………………..
B. Prioritas Progam Penguatan Daya Saing Daerah……………………………. 8
C. Konektivitas Antar Kelembagaan dan Kewenangan Pemerintahan………… 8
BAGIAN IV TATA KELOLA DAN DUKUNGAN……………………………………….. 9
A. Agenda Kerja Pelaksanaan Penguatan Daya Saing Daerah………………… 9
B. Anggaran, Kelembagaan dan SDM, Inovasi…………………………………… 9
LAMPIRAN………………………………………………………………………………… 11
iii
BUKU LAPORAN INDEKS DAYA SAING DAERAH (IDSD)
KABUPATEN LABUHANBATU 2021
DAFTAR TABEL
halaman
Tabel 4.1. Rencana Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah
Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2021…………………………………… 9
Tabel 4.2. Rencana Anggaran Program dan Kegiatan Penelitian dan
Pengembangan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2021……… 10
iv
BUKU LAPORAN INDEKS DAYA SAING DAERAH (IDSD)
KABUPATEN LABUHANBATU 2021
DAFTAR GAMBAR
halaman
Gambar 1.1. Profil Kabupaten Labuhanbatu………………………………………… 1
Gambar 1.2. Produksi Perikanan dan Peternakan Kabupaten Labuhanbatu…… 2
Gambar 1.3. Peta Administrasi Kabupaten Labuhanbatu…………………………. 3
Gambar 2.1. Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Labuhanbatu Berdasarkan
Aspek …………………………………………………………………….. 6
Gambar 2.2. Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Labuhanbatu Berdasarkan
Pilar ………………………………………………………………………. 6
Gambar 2.3. Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Labuhanbatu Berdasarkan
Dimensi ………………………………………………………………….. 7
v
BUKU LAPORAN INDEKS DAYA SAING DAERAH (IDSD)
KABUPATEN LABUHANBATU 2021
DAFTAR LAMIPIRAN
halaman
Lampiran I. Produktifitas Perkebunan di Kabupaten Labuhanbatu………………. 11
Lampiran II. Grafik Beberapa Aspek/indicator Pembangunan di Kabupaten
Labuhanbatu……………………………………………………………… 13
Lampiran III. Tabel Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten
Labuhanbatu …………………………………………………………….. 17
Lampiran IV. Link Dokumen Laporan IDSD Kabupaten Labuhanbatu Tahun
2021 ………………………………………………………………………. 26
vi
BUKU LAPORAN INDEKS DAYA SAING DAERAH (IDSD)
KABUPATEN LABUHANBATU 2021
BAGIAN I
KEADAAN TERKINI
A. Identifikasi Peluang/Kendala dan Inventarisasi Urgensi
Kabupaten Labuhanbatu dengan Ibukota Rantauprapat merupakan salah satu
kabupaten yang berada pada kawasan pantai timur Propinsi Sumatera Utara yang
terletak pada koordinat 1°41’ - 2°44’ Lintang Utara dan 99°33’ - 100°22’ Bujur Timur
dengan ketinggian 0 - 700 meter diatas permukaan laut dengan batas wilayah sebagai
berikut:
Sebelah barat : Kabupaten Labuhanbatu Utara
Sebelah utara : Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Selat Malaka
Sebelah timur : Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Rokan Hilir
(Riau)
Sebelah selatan : Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Padang Lawas
Utara
Kabupaten Labuhanbatu mempunyai kedudukan yang cukup strategis yaitu
berada pada jalur lintas timur Sumatera pada persimpangan menuju Propinsi
Sumatera Barat dan Riau, yang menghubungkan pusat-pusat perkembangan wilayah
di Sumatera dan Jawa serta mempunyai akses yang memadai ke luar negeri karena
berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Kawasan Kabupaten Labuhanbatu terdiri
dari kawasan perkotaan, kawasan pesisir/pantai dan kawasan
perbatasan/pedalaman. Kondisi geografis Kabupaten Labuhanbatu merupakan salah
satu daerah yang memiliki keanekaeragaman potensi yang apabila dikelola dengan
tepat dan bijaksana, dapat menjadi salah satu sektor penopang perekonomian daerah
pada umumnya dan masyarakat pada khususnya.
Gambar 1.1: Profil Kabupaten Labuhanbatu
1
Potensi daerah :
a. Potensi Pertanian/Perkebunan
Kabupaten Labuhanbatu mempunyai potensi sumber daya utama Perkebunan
Kelapa Sawit dan Karet. Perkebunan Sawit Rakyat/Petani Sawit: 39.943 Ha
dengan produksi: 590.798 Ton serta luas Perusahaan Perkebunan: 72.870, 64
Ha dengan produksi: 1.411. 099 Ton TBS.
Perkebunan Karet Rakyat/Petani Karet: 1.143 Ha dengan produksi: 18.302,92
Ton serta luas Perusahaan Perkebunan: 3.326,09 Ha dengan produksi: 133. 560
Ton.
Selain itu masih terdapat Kelapa dengan luas: 1.050 Ha produksi: 2.471,70 Ton,
Kakao dengan luas: 706,01 Ha produksi: 263,34 Ton dan Aren serta Pinang
dalam jumlah yang lebih kecil.
b. Perikanan dan Peternakan
Perikanan dan Peternakan juga merupakan salah satu asset potensial di
Kabupaten Labuhanbatu yang masih membutuhkan dalam pengembangan
membutuhkan inovasi dan sentuhan teknologi.
Gambar 1.2: Produksi Perikanan dan Peternakan Kabupaten Labuhanbatu
Sumber: Labuhanbatu Dalam Angka Tahun 2021
2
c. Pariwisata
Keberadaan Kabupaten Labuhanbatu dapat dijadikan sebagai Kawasan Wisata
Lingkungan. seperti:
- Hutan mangrove yang masih terpelihara dengan keanekaragaman flora dan
fauna sebagai wisata lingkungan.
- Bentangan alam sebagai pagar hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai
Wisata Petualangan dan Rekreasi Geowisata.
Gambar 1.3: Peta Administratif Kabupaten Labuhanbatu
Konteks Pembangunan Daerah Secara Umum dan Spesifik
Peluang dan kendala penting/strategis
Peluang strategis bagi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk
meningkatkan Indeks Daya Saing Daerah adalah dengan adanya regulasi yang
menjadi acuan bagi Organisasi Perangkat Daerah dan masyarakat dalam
mengembangkan inovasi daerah diantaranya:
- Peraturan Bupati Labuhanbatu Nomor 34 Tahun 2018 tentang Roadmap
Penguatan Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2018-2021
dan tahun ini sedang penyusunan Roadmap SIDa Kabupaten Labuhanbatu
2021-2026.
3
- Rencana Induk Kelitbangan Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2020-2024
Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2020 tentang Rinduk Kelitbangan Tahun
2020-2024
- Laboratorium Inovasi melalui Perjanjian Kerjasama antara Badan Penelitian dan
Pengembangan Kabupaten Labuhanbatu dengan Lembaga Administrasi Negara
(LAN) RI Nomor: 070/14/LITBANG/1/2019 dan 4/D.1.3/HKM03.02 pada Tahun
2019
- Peraturan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Nomor 2 Tahun 2021 tentang Inovasi
Daerah.
- Inkubator Bisnis dan Teknologi Pabolo, yang didirikan berdasarkan SK Bupati
Labuhanbatu Nomor 070/129.1LITBANG/I/2019
Sedangkan kendala yang dirasakan dalam upaya peningkatan daya saing daerah
Kabupaten Labuhanbatu adalah sebagai berikut:
- Sumber Daya Manusia
Kurangnya sumber daya manusia dalam pengembangan inovasi dan teknologi
mulai dari penciptaan produk-produk inovatif sampai kepada hilirisasi, komunitas
inovatif dan kesadaran perlindungan kekayaan intelektual.
- Kolaborasi antara stake holder yang belum sesuai harapan.
Upaya pembangunan sinergi dalam Sistem Inovasi Daerah (SIDa) baru dimulai
pada tahun 2017 dengan berdirinya Badan Penelitian dan Pengembangan dan
perlu peningkatan terutama menjadi bagian dalam penyusunan RPJMD 2021-
2026.
B. Pemetaan Sektor/Komponen Pembentuk Andalan
Program Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam menumbuhkembangkan
budaya inovasi diantaranya dengan penyusunan Roadmap SIDa sebagaimana
tertuang dalam Peraturan Bupati Labuhanbatu Nomor 34 Tahun 2018 tentang
Roadmap Penguatan Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2018-
2021.
Terkait dengan hal tersebut di atas, Badan Penelitian dan Pengembangan
Kabupaten Labuhanbatu telah menyusun Roadmap Penguatan Sistem Inovasi
Daerah (SIDa) Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2018-2021 di mana sistem inovasi
daerah ini menjadi strategi dan kebijakan yang efektif guna membangun pola pikir
untuk peningkatan pembangunan daya saing melalui kolaborasi dengan membangun
networking antara pemerintah pusat dan daerah, pemangku usaha bisnis dan
perguruan tinggi. Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang pada
hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing
bangsa sejalan dengan paradigma baru di era globalisasi. Iptek menjadi faktor yang
memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas hidup suatu bangsa,
implikasi paradigma ini adalah terjadinya proses transisi perekonomian dunia yang
semula berbasis pada sumber daya alam menjadi perekonomian yang berbasiskan
pengetahuan Knowledge Based Economy (KBE).
4
BAGIAN II
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
A. Formulasi Kebijakan Melalui Dokumen Perencanaan Pembangunan.
Arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam upaya peningkatan daya saing
daerah telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah Kabupaten
Labuhanbatu RPJMD Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2016 – 2021. Adapun visi
Kabupaten Labuhanbatu yang terdapat dalam RPJMD Kabupaten Labuhanbatu Tahun
2016-2021 adalah “Satu Tekad Bersama Rakyat Menuju Sejahtera 2021, Labuhanbatu
Semakin Hebat Lebih Berdaya”. Untuk mewujudkan visi tersebut misi yang dilakukan
adalah: 1) Menyelenggarakan Pemerintahan yang tanggap dan peduli untuk melayani
masyarakat serta membantu aparat hukum dalam memberantas KKN, mencegah tindak
kriminal dan menegakkan HAM secara profesional, berdedikasi, bersih dan berwibawa, 2)
Menciptakan SDM berkualitas yang mampu menguasai dan menerapkan ilmu
pengetahuan dan teknologi/IPTEK yang mempunyai integritas, beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan dilandasi akhlak mulia sebagai kunci untuk
keberhasilan pelaksanaan program yang mandiri guna membentuk karakter masyarakat
Labuhanbatu yang mempunyai ciri khas berbudaya Labuhanbatu, ramah, santun dan
beretika, 3) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjamin/assurance,
terjangkau, merata dan berkeadilan sesuai dengan standart Internasional, 4) Membangun
Perekonomian yang kuat untuk menjamin pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui
Perluasan Lapangan Kerja, peningkatan kuantitas dan kualitas produksi pertanian,
perkebunan, perikanan, peternakan, penguatan lembaga keuangan dan koperasi serta
pengembangan potensi kawasan wisata, 5) Menciptakan sinergi pembangunan di bidang
infrastruktur, pengendalian pemanfaatan ruang yang berkualitas dan berwawasan
lingkungan.
Perumusan sasaran strategis yang merupakan tingkat prioritas tertinggi dalam
RPJMD Kabupaten Labuhanbatu 2016-2021 dituliskan dalam tujuan dan sasaran. tujuan
dan sasaran berpedoman pada visi dan misi serta mengakomodir isu-isu strategis. Tujuan
dan Sasaran yang akan dicapai dan dihasilkan dalam jangka lima tahun ini menjadi dasar
penyusunan peformance (kinerja) pembangunan daerah secara menyeluruh dan
konfrehensip. Berdasarkan visi dan misi serta isu-isu strategis yang ada, ditetapkan tujuan
dan sasaran dalam jangka waktu lima tahun. Adapun strategi dan arah kebijakan
pembangunan Kabupaten Labuhanbatu berdasarkan kelima misi tersebut dapat
dijabarkan seperti pada pada Lampiran I laporan ini.
B. Terobosan Strategi Melalui Perencanaan Berbasis Penelitian dan Pembangunan
Berbasis Perencanaan.
Tahapan perencanaan kesejahteraan dan keberlanjutan pembangunan daerah perlu
mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan daya saing daerah. Indeks daya
saing daerah dihitung dari empat aspek yaitu faktor penguat, sumber daya manusia, faktor
pasar dan ekosistem inovasi. Keempat aspek ini didukung oleh 12 pilar dan 23 dimensi (97
indikator).
1. Ekosistem Inovasi
Aspek ekosistem inovasi Kabupaten Labuhanbatu memperoleh indeks 2,1194. Pilar
Dinamika bisnis menjadi pendorong ekosistem inovasi dengan indeks 2,625. Selanjutnya
pilar kapasitas inovasi dengan indeks 1,733 dan pilar kesiapan teknologi dengan indeks
2,0.
2. Penguat
Pada aspek penguat Kabupaten Labuhanbatu memperoleh indeks 3,1663 dengan
masing-masing nilai untuk setiap pilar adalah kelembagaan dengan nilai indeks 3,6, pilar
infrastruktur dengan nilai indeks 3,4167, dan pilar perekonomian daerah dengan nilai
indeks 2,4821.
5
3. Sumber daya manusia
Aspek sumber daya manusia memperoleh nilai indeks yang paling tinggi diantara
semua aspek yaitu 3,375, dengan nilai masing-masing pilar pembentuknya yaitu pilar
kesehatan dengan indeks 3,625 dan pilar pendidikan dan keterampilan dengan indeks
3,125.
4. Pasar
Aspek pasar memperoleh nilai indeks 2,3125 dengan nilai masing-masing pilar
penyusunya yaitu efesiensi pasar produk dengan nilai 3,08, ketenagakerjaan dengan nilai
3,333, akses keuangan dengan nilai 1,333 dan ukuran pasar dengan nilai 1,500.
Hasil penilai indeks daya saing daerah Kabupaten Labuhanbatu dapat dilihat pada
Gambar 2.1, 2.2, dan 2.3. berikut:
Gambar 2.1. Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Labuhanbatu berdasarkan Aspek
Gambar 2.2. Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Labuhanbatu berdasarkan Pilar
6
Gambar 2.3. Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Labuhanbatu berdasarkan
Dimensi
Peningkatan daya saing melalui inovasi perencanaan dan pengembangan wilayah
dari hasil IDSD terkait dengan kelitbangan sebagai fungsi penunjang pemerintahan perlu
untuk meningkatkan kebutuhan terhadap hasil-hasil penelitian dan pengembangan dan
peningkatan daya saing daerah dihadapkan permasalahan:
a. Pemanfaatan hasil litbang guna mendukung kebutuhan perencanaan pembangunan
masih belum optimal
b. Hilirisasi hasil litbang dan inovasi belum optimal untuk mendukung daya saing daerah.
Keunggulan daya saing Kabupaten Tegal Labuhanbatu dari indikator berimplikasi
pada beberapa agenda kebijakan dan pengembangan terkait penguatan daya saing
Kabupaten Labuhanbatu. Faktor input pembentuk daya saing daerah merupakan variabel
yang merefleksikan kinerja input sesuai dengan sasaran strategisnya. Sasaran strategis
untuk meningkatkan daya saing berdasar indikator adalah mendorong aktivitas
perekonomian daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ketenagakerjaan,
menciptakan lingkungan usaha produktif yang dapat menarik minat dunia usaha untuk
melakukan kegiatan usaha (investasi), membangun konektivitas yang terintegrasi antara
sistem transportasi, logistik serta komunikasi dan informasi dalam rangka membuka akses
daerah seluas-luasnya, meningkatkan aktivitas perbankan dan lembaga keuangan.
C. Kerangka Kebijakan Terintegrasi Pembangunan
Kerangka kebijakan terintegrasi penelitian diantaranya penguatan kapasitas fiskal
daerah dan tata kelola keuangan daerah yang mendorong daya saing daerah; prioritas
sasaran strategis dalam mencapai kinerja daya saing; peningkatan kinerja faktor output
pembentuk daya saing; fokus pada sasaran strategis pencapaian daya saing; kinerja
mendorong aktivitas perekonomian daerah dan meningkatkan kualitas SDM agar lebih
ditingkatkan; sinergi antara penganggaran dan capaian strategi dan kinerja; harmonisasi
peraturan dan kebijakan antara pusat dan daerah serta antar daerah dan penyedian lahan
untuk industri terpadu.
Menindaklanjuti hasil pengukuran IDSD selanjutnya ditetapkan arah kebijakan
pembangunan serta identifikasi kebutuhan penelitian seperti berikut:
7
BAGIAN III
SOLUSI MENYELURUH
A. Agenda Kerjasama dan Kolaborasi.
Peningkatan daya saing daerah merupakan tanggung jawab bersama yang tentunya
juga harus diupayakan secara sadar, terencana dan melibatkan seluruh pihak terkait.
Tanpa adanya Kerjasama dan kolaborasi maka upaya peningkatan daya saing daerah
Kabupaten Labuhanbatu akan menjadi agenda saja. Sehubungungan dengan hal tersebut
telah disusun program Kerjasama dan kolaborasi khususnya untuk intervensi pada dimensi
IDSD yang bernilai rendah.
Program lintas perangkat daerah ini terkait dengan peningkatan sumber daya
manusia, penelitian dan pengembangan serta komersialisasi. Program-program tersebut
antara lain:
a. Program Literasi Keuangan bagi peserta didik dan pelaku UMKM
b. Program Expo dan Digital marketing bagi pelaku UMKM
c. Kapasitas Inovasi (SDM) Program Pemagangan/Diklat bagi ASN
d. Perbaikan iklim usaha secara terus menerus dengan tujuan meningkatkan investasi di
Kabupaten Labuhanbatu dilakukan dengan memberikan insentif dan fasilitas bagi
stratup/industri.
e. Perekonomian daerah (Pajak) Program literasi pajak bagi seluruh lapisan masyarakat
dan pelaku usaha di Kabupaten Labuhanbatu
B. Prioritas Program Penguatan Daya Saing Daerah.
Dalam kerangka mewujudkan program/kegiatan untuk meningkatkan daya saing
daerah Kabupaten Labuhanbatu diperlukan langkah-langkah melalui beberapa
program/kegiatan antara lain:
a. Program Penyiapan potensi sumberdaya, sarana dan prasarana daerah
b. Program Peningkatan kapasitas
c. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
d. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata
e. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
f. Program Pengembangan Industri Kecil & Menengah
g. Program Pengembangan sentra-sentra industri
h. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan
i. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan
j. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Perikanan
C. Konektivitas Antar kelembagaan dan Kewenangan Pemerintahan.
Meningkatkan daya saing daerah memerlukan sinkronisasi kewenangan antar
tingkatan pemerintahan, dan kerjasama secara regional dan nasional, serta sharing akses
terhadap sumberdaya, teknologi dan inovasi, yang diwujudkan melalui koordinasi yang
lebih baik antara kabupaten/kota maupun provinsi dan swasta. Kemitraan yang telah
dijalin dalam berbagai bidang yaitu dengan : Kementerian, Pemerintah Kabupaten/Kota
di Provinsi Sumatera Utara maupun Kabupaten/Kota di Luar Provinsi Sumatera Utara,
CSR, Universitas, LSM, Bidang Kesehatan, Koperasi, Bidang Teknologi dan Desa di
Kabupaten Labuhanbatu.
8
BAB IV
TATA KELOLA DAN DUKUNGAN
A. Agenda Kerja Pelaksanaan Penguatan Daya Saing Daerah
Dalam rangka mendorong penguatan daya saing daerah dan melaksanakan agenda
kerja, di Kabupaten Labuhanbatu telah diterbitkan Peraturan Daerah Kabupaten
Labuhanbatu No.2 Tahun 2021 Tentang Inovasi Daerah dan Perda Inovasi Bab XI Pasal
29 tentang Penguatan SIDa. Upaya meningkatkan daya saing daerah saat ini merujuk
pada Rencana Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan sebagai berikut:
Tabel 4.1: Rencana Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten
Labuhanbatu Tahun 2021
No Program/Kegiatan Indikator Kerja Target
1 Dokumen SIDa
1 Program Penelitian dan Penguatan Sistem
Pengembangan Daerah Inovasi Daerah
Rencana pembuatan regulasi strategis dan taktis dari Pemerintah Daerah Kabupaten
Labuhanbatu untuk Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) diperlukan upaya inovatif
yang terstruktur dalam periode lima tahunan dengan menggali potensi yang dimiliki secara
internal dan eksternal dalam integrasi bersama. Dengan mengacu pada Rancangan
RPJMD Tahun 2021-2026 yang memuat lima sektor unggulan, meliputi:
1) Penataan Kawasan Pertanian Integrasi,
2) Kawasan Kampung Nelayan Maju,
3) Penataan Kawasan Desa Inovasi,
4) Panai Natural and Historical Park,
5) Pengembangan Kawasan Ekowisata.
Kawasan tersebut memiliki karakter dan potensi yang dapat menjadi unggulan yang
dapat mendongkrak daya saing Kabupaten Labuhanbatu.
B. Anggaran, Kelembagaan dan SDM, Inovasi
Kegiatan Inovasi Daerah yang sudah ditetapkan oleh Bupati sebagaimana dimaksud
dalam Perda Nomor 2 Tahun 2021 Pasal 20 dan Pasal 23 dituangkan dalan Rencan Kerja
Pemerintah Daerah dan dianggarkan dalam APBD serta pendanaan lain sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam rangka peningkatan daya saing daerah Kabupaten Labuhanbatu diperlukan
optimalisasi anggaran pembangunan daerah untuk melaksanakan berbagai
program/kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta upaya mendorong
implementasi inovasi di berbagai sektor pembangunan. Fokus anggaran yang perlu
dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing Kabupaten Labuhanbatu, yaitu:
1. Melaksanan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten yang terdiri
dari urusan wajib dan urusan pilihan yang diterapkan berdasarkan ketentuan
perundangan-undangan.
2. Mengoptimalkan belanja lansung untuk membiayai belanja inovatif yang dapat
memberikan dampak berganda untuk pengisian IDSD.
3. Proyeksi belanja hibah diberikan untuk Badan/Lembaga/Organisasi yang berdampak
peningkatan IDSD, seperti sekolah gratis, beasiswa, serta hibah lain yang mendukung
pencapaian target pembangunan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
4. Meningkatkan sinergi anggaran melalui dana sharing antara APBN, APBD provinsi dan
APBD kabupaten/kota.
Anggaran pembangunan daerah melalui berbagai program/kegiatan peningkatan
kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, serta upaya mendorong implementasi
inovasi di berbagai sektor pembangunan dalam rangka mendukung peningkatan daya
saing daerah pada tahun 2021 diuraikan pada tabel berikut:
9
Tabel 4.2: Rencana Anggaran Program dan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan
Daerah Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2021
No Program/Kegiatan Anggaran
Program Penelitian dan Pengembangan Daerah
1. Penyusunan Roadmap Penguatan SIDa Rp 12.250.800
10
Lampiran I. Produktifitas Perkebunan di Kabupaten Labuhanbatu
11
12
Lampiran II. Grafik beberapa aspek/indikator pembangunan di Kabupaten
Labuhanbatu
13
14
15
16
Lampiran III. Tabel strategi dan arah kebijakan pembangunan Kabupaten
Labuhanbatu
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 Menyelenggarakan Terciptanya tata Terciptanya Meningkatkan Peningkatan
Pemerintahan kelola tata kelola kapasitas SDM kapasitas dan
yang tanggap dan pemerintahan pemerintahan aparatur kinerja aparatur
peduli untuk yang baik, yang baik dan pemerintah
melayani bersih, bersih (good & daerah
masyarakat serta transparan, dan clean Menciptakan Peningkatan
membantu aparat akuntabel governance) sistem birokrasi akuntabilitas tata
hukum dalam yang transparan kelola
memberantas dan akuntabel pemerintahan dan
KKN, mencegah pelaporannya serta
tindak kriminal dan kualitas
menegakkan HAM implementasi
secara profesional, sistem
berdedikasi, bersih akuntabilitas
dan berwibawa kinerja di
lingkungan instansi
pemerintah
(Sistem AKIP)
Peningkatan
efesiensi, efektifita
dan akuntabilitas
penyelenggaraan
pemerintah melalui
penerapan e-
Goverment
Meningkatkan Penyelenggaraan
efektifitas dan Sistem
efisiensi Pengendalian
pengawasan Intern Pemerintah
melekat & (SPIP)
fungsional
Mewujudkan Penyelenggaraan
tertib sistem administrasi
administrasi kependudukan
kependudukan
Terwujudnya Terwujudnya Meningkatkan Peningkatan
kualitas kualitas kualitas kualitas pelayanan
pelayanan publik pelayanan pelayanan publik publik
terhadap publik yang sesuai dengan
masyarakat tanggap dan Standar
peduli Pelayanan
Minimal (SPM)
Meningkatkan Peningkatan
partisipasi partisipasi
masyarakat masyarakat dalam
dalam perencanaan
pembangunan pembangunan
Meningkatnya Meningkatkan Pemeliharaan dan
kondisi kondisi peningkatan
keamanan dan keamanan dan kondisi keamanan
ketertiban ketertiban dan ketertiban
masyarakat di masyarakat masyarakat
wilayah tempat
tinggalnya
17
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Meningkatnya Meningkatkan Meningkatkan
partisipasi partisipasi politik partisipasi
masyarakat masyarakat masyarakat dalam
dalam berpolitik menggunakan hak
suaranya
Meningkatkan Meningkatnya
keterwakilan keterwakilan
perempuan di perempuan di
dalam politik dalam politik
Meningkatnya Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan
penerapan persentase efektifitas perlindungan
kebijakan kasus layanan bagi perempuan dan
perlindungan kekerasan perempuan dan anak dari berbagai
perempuan dan terhadap anak korban tindak kekerasan
anak dari tindak perempuan dan kekerasan
kekerasan anak yang
mendapat
layanan
konfrehensif
Menciptakan SDM Meningkatkan Meningkatnya Peningkatan Peningkatan
2 berkualitas yang pelayanan kualitas dan profesionalism pemenuhan
mampu menguasai pendidikan yang kuantitas e dan kebutuhan
dan menerapkan berkualitas tenaga pendidik pemerataan tenaga pendidik
ilmu pengetahuan disemua jenjang distribusi guru dan kompetensi
dan pendidikan baik dan tenaga tenaga pendidik
teknologi/IPTEK formal maupun kependidikan. melalui
yang mempunyai non formal pengembangan
integritas, beriman secara merata di profesional
dan bertaqwa seluruh wilayah berkelanjutan.
kepada Tuhan kabupaten Meningkatnya Pemenuhan Pembangunan
Yang Maha Esa Labuhanbatu kualitas dan kebutuhan dan
dengan dilandasi kuantitas prasarana dan peningkatan
akhlak mulia prasarana dan sarana prasarana
sebagai kunci sarana pendidikan. gedung dan
untuk keberhasilan pendidikan bangunan
pelaksanaan pelengkapnya.
program yang Meningkatnya Peningkatan Meningkatkan
mandiri guna kualitas dan mutu pendidikan kurikulum dan
membentuk mutu di Kabupaten kualitas pendidikan
karakter pendidikan di Labuhanbatu
masyarakat Kabupaten Peningkatan Pelaksanaan
Labuhanbatu yang Labuhanbatu akses kepada kegiatan paket A,
mempunyai ciri masyarakat yang B dan C serta
khas berbudaya tidak kursus-kursus
Labuhanbatu, memperoleh ketrampilan.
ramah, santun dan pendidikan.
beretika Peningkatan Pelaksanaan
standarisasi evaluasi,
kualitas dan pengendalian dan
mutu pendidikan. pengawasan
penyelenggaraan
pendidikan.
Mewujudkan Terwujudnya Pengembangan Peningkatan
generasi yang kehidupan pendidikan kualitas kurikulum
toleran dalam harmoni, agama di bermuatan agama
beragama internal dan sekolah di sekolah
18
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
antar umat
beragama
Mewujudkan Terwujudnya Pengembangan Peningkatan
generasi yang masyarakat pendidikan kualitas kurikulum
berkarakter dan Labuhanbatu berbasis budaya bermuatan budaya
berbudaya yang daerah di lokal di sekolah
berbudaya sekolah
3 Menyelenggarakan Meningkatkan Meningkatnya Mengembangkan Pengembangan
pelayanan status kesehatan status upaya dan pelayanan
kesehatan yang masyarakat kesehatan, fasilitas kesehatan ibu dan
bermutu, akses dan pelayanan anak, remaja,
terjamin/assurance kualitas kesehatan yang lansia, kesehatan
, terjangkau, pelayanan komprehensif reproduksi dan
merata dan kesehatan bagi ibu keluarga
berkeadilan sesuai terhadap ibu, maternal, bayi, berencana
dengan standart bayi, balita, balita, remaja, dipelayanan
Internasional remaja, usia usia produkif dan kesehatan dasar
produkif dan usia lanjut
usia lanjut Meningkatkan Meningkatkan
upaya perbaikan penanganan kasus
gizi masyarakat gizi buruk dan
kurang dan
penyediaan
makanan
tambahan,
pendampingan
kasus serta
pemantauan/survei
lans status gizi.
Meningkatkan Meningkatnya Melaksanakan Pemenuhan
akses dan mutu standar tahapan persyaratan
fasilitas pelayanan di akreditasi versi akreditasi versi
pelayanan Rumah Sakit 2012 dan Joint 2012 dan Joint
kesehatan dan Umum Daerah Commision Commision
mewujudkan sesuai standar International International (JCI)
Rumah Sakit internasional (JCI)
Umum Daerah dengan
berstandar sertifikasi
Internasional akreditasi versi
dengan sertifikasi 2012 dan Joint
akreditasi versi Commision
2012 dan Joint International
Commision (JCI)
International Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan mutu
(JCI) akses dan mutu mutu fasilitas fasilitas Pelayanan
fasilitas Pelayanan Kesehatan sesuai
pelayanan Kesehatan standar
kesehatan sesuai standar
dasar dan Peningkatan dan Peningkatan
rujukan serta perbaikan sarana kualitas dan
informasi dan prasarana kuantitas sarana
kesehatan kesehatan dan prasarana
pelayanan
kesehatan
Meningkatkan Menurunnya Meningkatkan Meningkatkan
akses dan mutu angka sistem pengendalian
fasilitas kesakitan dan pengendalian penyakit menular
19
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
pelayanan kamatian akibat dan dan penyakit tidak
kesehatan dan penyakit pemberantasan menular
mewujudkan menular dan penyakit
Rumah Sakit tidak menular
Umum Daerah
berstandar
Internasional
dengan sertifikasi
akreditasi versi
2012 dan Joint
Commision
International
(JCI)
Memberdayakan Meningkatnya Meningkatkan Meningkatkan
Individu, perilaku hidup perilaku hidup promosi kesehatan
keluarga dan bersih dan bersih dan sehat dan
masyarakat sehat di setiap tatanan pemberdayaan
untuk berperilaku masyarakat
hidup bersih dan
sehat
Meningkatkan Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan upaya
kesehatan akses pemeriksaan dan dan fasilitasi
lingkungan masyarakat penyediaan Penyehatan
terhadap air sanitasi dasar Lingkungan dan
bersih dan air serta advokasi sanitasi total
minum pembangunan berbasis
berkualitas berwawasan masyarakat
serta sanitasi kesehatan
dasar
Meningkatkan Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan dan
perlindungan perlindungan jaminan perluasan jaminan
jaminan jaminan pemeliharaan pemeliharaan
kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan
masyarakat masyarakat masyarakat masyarakat untuk
mencapai
universal coverage
Menguatkan Menurunnya Penguatan dan Penguatan dan
akses pelayanan Angka Pemaduan pemaduan
Keluarga Kelahiran total Kebijakan pelayanan KB
Berencana dan (TFR) per WUS Pelayanan KB dan yang merata dan
Kesehatan (15-49 tahun) Reproduksi yang berkualitas, baik
Reproduksi yang Merata dan antar sektor
merata dan Berkualitas. maupun antar
berkualitas pusat dan daerah.
Meningkatnya Penyediaan Peningkatan
Pembinaan sarana dan strategi yang
Peserta KB prasarana serta komprehensif dan
Aktif jaminan terpadu, antar
ketersediaan alat sektor dan antar
dan obat pusat - daerah,
kontrasepsi yang tentang KIE dan
memadai di konseling
setiap fasilitas kesehatan
kesehatan KB reproduksi remaja
dan jejaring
pelayanan, serta
pendayagunaan
20
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
fasilitas
Meningkatnya kesehatan untuk Penguatan dan
Peserta KB pelayanan KB.
Baru pengembangan
Peningkatan
Mewujudkan Pelayanan KB Strategi advokasi-
perekonomian dengan
yang maju dan penggunaan KIE tentang KB
mandiri MKJP untuk
mengurangi dan kespro yang
resiko drop-out
maupun sinergi antar sektor
penggunaan non
MKJP. dan anatara pusat
Peningkatan
pertumbuhan dan daerah yang
ekonomi.
lebih efektif dan
efesien.
4 Membangun Meningkatnya Peningkatan dan
Perekonomian Kondisi perluasan
yang kuat untuk Perekonomian pengelolaan
menjamin Makro Sumber daya
pemerataan ekonomi potensial
kesejahteraan dan Penelahaan
masyarakat terhadap laju
melalui Perluasan harga.
Lapangan Kerja,
peningkatan
kuantitas dan
kualitas produksi
pertanian,
perkebunan, Meningkatnya Meningkatnya Pemenuhan Terpenuhinya
perikanan, perekonomian produksi kebutuhan
peternakan, yang berbasis pertanian, pangan daerah kebutuhan dan
penguatan potensi daerah perkebunan,
lembaga keuangan peternakan dan Peningkatan ketersediaan
perikanan produksi sentra-
sentra pangan daerah
perkebunan
dan koperasi serta untuk membangun
pengembangan kedaulatan pangan
potensi kawasan berbasis agribisnis
wisata Kerakyatan
Peningkatan
produktifitas dan
daya saing
perkebunan.
Meningkatnya Peningkatan Peningkatan akses
kesejahteraan pendapatan
petani, petani, peternak produksi dan
peternak dan dan nelayan
nelayan. kemempuan daya
beli masyarakat.
Meningkatkan Peningkatan Penerapan
kualitas dan pengetahuan teknologi tepat
kuantitas serta pengelolaan guna
daya saing pertanian,
produksi perkebunan, Meningkatkan
pertanian, peternakan, intensifikasi lahan
perkebunan, perikanan
peternakan, Optimalisasi
perikanan penggunaan
lahan
pertanian,perkeb
unan
21
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Meningkatnya Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan peran
perekonomian Kualitas dan kualitas serta masyarakat
melalui Kuantitas kelembagaan dalam usaha
pengembangan koperasi dan dan usaha peningkatan
Koperasi, UMKM UMKM koperasi dan ekonomi rakyat
dan industri kecil UMKM serta melalui lembaga
menengah perlindungan dan koperasi dan
dukungan usaha UMKM
bagi koperasi
dan UMKM
Berkembangny Meningkatnya Peningkatan
a sentra peran industri jumlah komunitas
industri kecil dan klaster industri
potensial, menengah,sentra kecil dan
ekonomi kreatif produksi menengah
dan industri potensial, dan berbasis industri
kecil menengah Ekonomi kreatif kreatif dan pelaku
usaha kreatif
Meningkatnya Meningkatkan Fasilitasi pelaku
keinginan dukungan usaha untuk
masayarakat informasi, mendapatkan
untuk formalisasi dan bantuan
berwirausaha di fasilitasi usaha permodalan
sektor usaha bagi pelaku
mikro dan IKM usaha
Meningkatnya Penyusunan Peningkatan pasar
pasar rencana tradisional
tradisional pengembangan
pasar tradisional
Pembangunan Tersedianya Peningkatan Pembangunan
industri berbasis industri turunan teknologi industri industri hilir
potensi daerah berbasis /turunan
potensi daerah Penyusunan Peningkatan
rencana standarisasi mutu
pengembangan bahan baku
industri berbasis industri
potensi daerah
Memperluas Menurunnya Perluasan Memperluas
lapangan tingkat kesempatan kesempatan kerja
pekerjaan pengangguran kerja yang di
terbuka dukung
peningkatan
kompetensi,
kemandirian, dan
optimalisasi
peluang kerja
Meningkatnya Peningkatan Peningkatan
kualitas dan kemampuan dan kualitas sumber
produktifitas profesionalisme daya manusia
tenaga kerja tenaga kerja. tenaga kerja
Mengembangkan Meningkatnya Optimalisasi Optimalisasi daya
potensi wisata Objek Wisata potensi wisata dukung potensi
daerah yang daerah yang daerah yang wisata
berdaya saing mampu mampu bersaing
global. bersaing secara global
secara global Penyusuanan
Rencana Induk
22
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Pembangunan
5 Menciptakan Meningkatnya Kepariwisataan Pengembangan
sinergi nilai wisata (RIPPAR) destinasi baru dan
pembangunan di sektor bahari Meningkatkan akses promosi
bidang dan budaya Pemasaran wisata
infrastruktur, yang didukung potensi wisata
pengendalian promosi yang daerah
pemanfaatan efektif, kreatif,
ruang yang terpadu dan
berkualitas dan berkelanjutan.
berwawasan
lingkungan Meningkatnya Pembentukan Menciptakan Penciptaan iklim
sarana dan Kemitraan iklim yang investasi yang
prasarana dengan pihak kondusif bagi sehat dan
infrastruktur ke-3 dalam pertumbuhan kemudahan
pendukung pengembangan investasi perizinan
perekonomian potensi wisata parawisata
daerah daerah Peningkatan
Meningkatnya Terwujudnya Meningkatkan pembangunan dan
sistem sarana dan kapasitas dan pemeliharaan jalan
transportasi prasarana kualitas jalan dan Peningkatan
infrastruktur jembatan pembangunan
Meningkatkan jembatan
sarana dan Meningkatnya Pengembangan
prasarana kualitas dan sistem Penyediaan
pelayanan umum ketersediaan manajemen, sarana dan
sarana keterpaduan prasarana dasar
prasarana antar jaringan perhubungan
sistem dan konektivitas Mengembangkan
transportasi ke daerah sistem transportasi
perbatasan, yang terpadu dan
Meningkatnya terpencil dan berkelanjutan
ketersediaan pinggiran berbasis angkutan
dan massal
pemeliharaan Meningkatkan Peningkatan
prasarana jalur sarana kelaikan
dasar berupa transportasi pengoperasian
air minum, udara dan laut kendaraan
sanitasi, Meningkatkan bermotor
pengelolaan pelayanan air Peningkatan
persampahan, minum, sanitasi, konektivitas
pengelolaan transportasi udara
persampahan dan laut
yang memadai Mendorong
Mendorong peningkatan
pengelolaan layanan dan akses
sampah padat masyarakat
perkotaan secara terhadap air
berkelanjutan minum
Peningkatan
sarana dan
prasarana
pengelolaan
sampah
23
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
drainase dan melalui
permukiman pengurangan
sampah pada
sumbernya
Mengembangkan Peningkatan
dan kapasitas dan
Meningkatkan kualitas saluran
sarana dan drainase melalui
prasarana pembangunan
sistem drainase saluran/ drainase
dan dan gorong-
pengendalian gorong
banjir
Meningkatkan Penataan
kondisi sarana lingkungan
dan prasarana permukiman
dasar perkotaan
permukiman
Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan
sarana dan pengelolaan dan sarana dan
prasarana pengembangan prasarana jaringan
jaringan jaringan irigasi/rawa, air
irigasi/rawa, air irigasi/rawa, air baku dan jaringan
baku dan baku dan pengairan lainnya
jaringan jaringan
pengairan pengairan
lainnya lainnya.
Mewujudkan Meningkatnya Peningkatan Menambah luasan
pengelolaan kondisi sarana ruang terbuka RTH dan
lingkungan hidup dan prasarana hijau publik dan Memelihara RTH
berkelanjutan RTH privat yang sudah ada
dan Meningkatnya Peningkatan Meningkatkan
penanggulangan Pengelolaan pelestarian cakupan
bencana yang lingkungan sumber daya pelayanan
handal hidup yang alam,kualitas kebakaran dan
berkualitas dan lingkungan hidup bencana
tertanggulangin yang Seluruh pengelola
sumber daya alam
ya bencana berkelanjutan mensejahterakan
secara dini dan
kesiapsiagaan masyarakat
dalam disekitarnya dan
menghadapi dijaga
bencana kelestariannya
Berkurangnya Peningkatan
kawasan terkena pembangunan
dampak tanah tembok perkuatan
longsor pada tebing dan
kawasan bronjong
perbukitan dan
abrasi pada
kawasan sungai
dan pantai
Meningkatkan Meningkatkan Meningkatkan Penyusunan
penataan ruang perencanaan, proses instrumen
kota yang pemanfaatan perencanaan, pengawasan dan
terpadu dan dan pemanfaatan dan pengendalian yang
berkelanjutan pengendalian pengendalian
24
No Misi Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
tata ruang kota pemanfaatan mengacu kepada
yang konsisten ruang untuk rencana tata ruang
mewujudkan tata
ruang wilayah
yang efisien,
berkelanjutan
dan konsisten.
25
Lampiran IV.
https://drive.google.com/drive/folders/1Cz9gC5RLiLVnPVI6fcZOjuiVRMv-
i9XN?usp=sharing
26