TEKS BERITA
Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi Pokok : Teks Berita
Kelas/Semester : VIII/I
KOMPETENSI INTI
Tujuan pembelajaran sebagaimana dinyatakan dalam kurikulum, berbentuk
kompetensi yang terdiri atas (1) kompetensi sikap spiritual, (2) kompetensi
sikap sosial, (3) kompetensi pengetahuan, dan (4) kompetensi keterampilan.
Rumusan kompetensi sikap spiritual, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”; kompetensi sikap sosial, “Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleransi, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menetapkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”,
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran seta kebutuhan dan kondisi peserta titik.
Penumbuhan dan penembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang
proses pembelajaran berlangsung, dan digunakan sebagai dasar bagi guru
dalam menumbuhkan dan mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.
KI3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan perdaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta, menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minantnya untuk memecahkan masalah.
KI4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR
3.1 Mengidentifikasi unsur-unsur teks berita (membanggakan dan
memotivasi) yang didengar dan dibaca.
3.2 Menelaah Struktur dan kebahasaan teks berita yang didengar atau dibaca.
4.1 Menyimpulkan isi dari berita (membanggakan dan memotivasi) yang
didengar dan dibaca.
4.2 Menyajikan data, informasi dalam bentuk berita secara lisan dan tulis
dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan (lafal,
intonasi, mimik, kinesik).
A.Orientasi
Tentu Ananda pernah membaca berita bukan? Atau Ananda sendiri
yang mengalami hal yang diberitakan disebuah media cetak bahkan media
elektronik? Banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan kita. Ada kejadian
yang membuat kita senang dan ada juga sebaliknya kejadian yang membuat
kita jadi bersedih. Kejadian atau peristiwa yang kita alami pun terkadang kita
sudah menyangka bahwa itu akan terjadi pada kita nantinya. Contohnya,
mendapatkan penghargaan mengikuti ujian akhir nasional diumumkan ketika
upacara memperingati 17 Agustus yang diikuti oleh bebrapa instansi, baik
instansi pemeritahan dan instansi swasta, mulai dari siswa pendidikan usia
dini sampai mahasiswa perguruan tinggi.
Tahukan Ananda bahwa banyak berita di dalam kehidupan ini.
Sebuah berita itu bersifatnya nyata tidak boleh berupa rekaan. Pada materi
kali ini kita akan membicarakan secara bersama-sama tentang teks berita.
Teks berita adalah teks yang berisikan reportase dari suatu peristiwa,
baik itu baru saja terjadi maupun sudah lama terjadi. Di dalam teks berita
terdapat unsur penting yang harus ada, yakni what, when, where, why, who,
dan how (5W + 1H).
Pengaplikasian unsur itu berbeda pada tiap genre teks berita. Pada
teks berita daring atau online dan berita cetak biasanya mengadopsi kelima
unsur tersebut, sedangkan untuk teks berita analisis dan investigasi biasanya
mengedepankan dua sampai tiga unsur tersebut, tidak semuanya.
Teks berita tidak dibuat sembarangan namun penuh dengan unsur-
unsur berita yang membuat daya tarik kepada masyarakat, sehingga dapat
mempengaruhi masyarakat umum secara tidak langsung. Pembuatan teks
berita ada aturan khusus yang harus diikuti karena teks berita berbeda dengan
teks nonberita kebanyakan.
B. Materi
1. Memahami
Setelah membaca, memahami, dan mengerjakan latihan-latihan yang
ada dalam LKS dan materi ini, Ananda diharapkan akan lebih memahami
mengenai: (1) pengertian teks berita, (2) fungsi teks berita, (3) unsur-unsur teks
berita, (4) struktur teks berita, dan (5) ciri kebahasaan teks berita.
Pengertian Teks Berita
Berita di dalam kamus bahasa indonesia berarti kabar, informasi
(terutama yang resmi), atau laporan pers. Teks berita adalah teks yang berisi
rangkaian informasi tentang suatu hal atau peristiwa, baik yang disampaikan
secara lisan maupun tertulis. Teks berita berisi informasi penting yang
bermanfaat bagi pembaca. Informasi penting dalam berita tersebut dapat
diperoleh dengan mudah oleh pembaca dengan mengidentifikasi unsur-usur teks
berita.
Berita merupakan sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai
terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja
terjadi dan disampaikan oleh wartawan di media massa.
Unsur-unsur Teks Berita
Teks berita memiliki enam unsur penting di dalam penceritaan
peristiwa yang terdapat di dalamnya. Unsur-unsur itu adalah 5W+1H. Apa
yang dimaksud dengan 5W+1H itu? 5W+1H adalah rangkaian pertanyaan-
pertanyaan dasar mengenai kejadian yang sedang dibicarakan di dalam
berita. Pertanyaan-pertanyaan dasar tersebut yaitu, what, where, when,
who, why, dan how. Nah, agar ananda dapat lebih memahami mengenai
unsur pembentuk berita, di bawah ini akan dijelaskan mengenai 5W+1H.
a. What
What merupakan pertanyaan mengenai peristiwa apa yang
diinformasikan. Jadi, berita yang baik adalah berita yang dapat
menjelaskan peristiwa apa yang sedang terjadi.
b. Where
Where merupakan pertanyaan tentang tempat dimana peristiwa itu
terjadi. Jadi, berita yang baik adalah berita yang dapat memberikan
informasi yang jelas mengenai lokasi terjadinya peristiwa.
c. When
When merupakan pertanyaan tentang kapan peristiwa itu terjadi.
d. Who
Who merupakan pertanyaan mengenai siapa saja yang terlibat di
dalam peristiwa yang sedang diberitakan.
e. Why
Why merupakan pertanyaan tentang mengapa peristiwa di dalam
berita itu dapat terjadi.
f. How
How merupakan pertanyaan tentang bagaimana peristiwa di dalam
berita itu terjadi.
Nah, berdasarkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di ataslah
sebuah berita yang baik dapat terbentuk.
Struktur Teks Berita
Struktur adalah sesuatu yang dibangun dengan pola-pola tertentu.
Nah, perlu ananda ketahui bahwa struktur teks berita adalah pola
penyusunan suatu berita. Berikut ini akan dijelaskan mengenai struktur
yang terdapat di dalam teks berita.
a. Orientasi Berita
Orientasi berita merupakan pembuka tentang peristiwa yang akan
dibicarakan.
b. Peristiwa
Peristiwa merupakan tahap inti dari berita. Pada bagian ini berita
dinarasikan dengan sedemikian rupa. Setiap peristiwa yang terjadi akan
dijelaskan pada tahap ini dari awal sampai akhir hingga tersajilah
beberapa fakta di dalam teks berita.
c. Sumber Berita
Sumber berita merupakan bagian teks berita yang berisi mengenai asal
didapatnya informasi yang diberitakan. Sumber berita biasanya terletak
di akhir teks berita, tapi tidak jarang pula ia bisa terletak di dalam berita
itu sendiri.
Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Di samping memiliki struktur, berita dibentuk oleh kaidah-kaidah
seperti berikut. Informasi yang disajikan bersifat aktual dan terbuka untuk
umum. Apabila diturunkan beberapa waktu setelahnya, teks itu tidak lagi
disebut berita, melainkan hanya bacaan biasa.bahasa yang digunakan
bersifat standar (baku). Agar lebih mudah dipahami oleh semua orang
(umum). Bahasa-bahasa yang bersifat populer maupun yang kedaerahan
akan dihindari oleh media-media nasional.
Ciri kebahasan yang menjadi karateristik teks berita adalah sebagai
berikut.
a. Adanya penggunaan kalimat langsung sebagai varian dari kalimat tidak
langsungnya. Hal itu berkaitan dengan pengutipan pernyataan-
pernyataan yang digunakan oleh narasumber berita.
Contoh:
Kalimat Tidak Langsung Kalimat Langsung
1) Ketika ditanya nomor telepon 1) “Kepala kantor sudah pulang
Kepala Sekolah, semua staf dari tadi,” ujar seorang
pengajar yang berada saat itu pegawai.
mengatakan tidak mengetahui 2) “Bagaimana bisa kapal
nomor telepon pimpinannya. diizinkan berlayar jika kepala
2) Menurut Kapolsek, saat ini Syahbandar tidak berada di
tempat?” tanya John Laoh,
terjadi peningkatan
penumpang sekitar 50 persen salah satu wartawan cetak di
dibandingka dengan hari biasa. Manado.
b. Adanya pengunaan konjungsi bahwa yang berfungsi sebagai penerang
kata yang diikutinya. Hal itu terkait dengan pengubahan bentuk kalimat
langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh :
1) Sejumlah staf PLN Padang mengatakan bahwa Kepala PLN
Padang sudah pulang.
2) Ary mengatakan bahwa ibunya tengah dalam keadaan pingsan
dan tidak ada satu pun orang di rumah yang bisa membawa ke
rumah sakit.
c. Banyaknya penggunaan kata kerja mental, seperti mengatakan,
menyebutkan, menjelaskan, menanyakan, memikirkan, mengutarakan,
membantah, mengkritik, menolak, berkelik.
Contoh :
1) Warga Pekanbaru pun menyambut hujan ini dengan bahagia. Ada
kelegaan bagi mereka setelah sekian lama diselimuti kabut asap.
2) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan
status Gunung Slamet meningkat ke level waspada. Masyarakat
dihimbau untuk mewaspadai aktivitas gunung tersebut.
d. Adanya penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat sebagai
konsekuensi dari perlunya kelengkapan suatu berita yang mencakup
unsur kapan (when) dan di mana (where).
Contoh :
1) Sekitar pukul 12.45 WIB (15/3/2015), langit Riau tampak
mendung.
2) Gempa dengan kekuatan 5,4 Skala richter (SR) menerjang
Maluku pagi ini (Ahad, 16/3).
e. Adanya penggunaan konjungsi yang bermakna kronologis (temporal)
atau penjumlahan, seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya.
Hal ini terkait dengan pola penyajian berita yang umumnya mengikuti
pola kronologis (urutan waktu).
Contoh :
1) Sekitar pukul 12.45 WIB, Sabtu (15/3/2014), langit Riau tampak
mendung. Tak lama kemudian, hujan yang diharapkan semua
masyarakat akhirnya pun turun.hujan yang turun di siang bolong ini
memang tidak terlalu deras.
2) Siang ini hujan turun di Pekanbaru, Riau, setelah dua bulan kering
dan disertai kabut asap akibat kebakaran hutan. Hujan ini turun
berkat garam yang ditabur di langit Pekanbaru.
3) Peningkatan kegempaan sudah berlangsung sejak 2 maret 2014
hingga sekarang.
Contoh Teks Berita
ITB Pakai Aplikasi AMARI untuk Memantau Risiko
Penularan COVID-19 Saat PTM
Fahri Zulfikar - detikEdu
Jakarta - Institut Teknologi Bandung (ITB) telah membuka kembali
kampus untuk kegiatan akademik. Sejak dimulainya mulai semester
kedua tahun ajaran 2021/2022, kegiatan perkuliahan dilakukan secara
terbatas.
Mengutip laman resmi ITB, kegiatan luring 100 persen dilakukan pada
perkuliahan yang bersifat pembelajaran berbasis pengalaman
(experiential learning), antara lain praktikum, workshop, studio, kuliah
lapangan, dan sejenisnya.
Adapun dalam memantau risiko penularan COVID-19 di wilayah
kampus, ITB menyediakan aplikasi bernama AMARI.
Salah satu perwakilan Tim AMARI ITB, Teguh, mengatakan bahwa pada
tahun 2021 lalu, tim AMARI ITB telah melakukan beberapa upaya guna
pencegahan penularan COVID 19 di lingkungan ITB, yaitu terkait
telemedicine (bekerja sama dengan Unpad), tele-edukasi, dan pengadaan
self-questionnaire untuk self-awareness responden terkait kondisi
responden.
"Dari tiga kegiatan tersebut, saya bertugas untuk melakukan analisis
spasial dari data yang terkumpul, khususnya dari self-questionnaire yang
menjadi syarat masuk ke kampus ITB," katanya dikutip dari laman resmi
ITB, Rabu (26/1/2022).
Gedung dengan Aktivitas Tinggi Terpantau
Teguh menjelaskan bahwa hasil analisa spasial tersebut dapat
dijadikan acuan bagi pihak yang berkepentingan seperti rektorat
untuk melihat perilaku aktivitas kampus pada level gedung.
Hal ini nantinya akan berkaitan dengan regulasi pembatasan aktivitas di
mana salah satunya adalah pembatasan jumlah orang yang beraktivitas
di tempat yang sama.
AMARI ITB juga bekerja memberikan informasi gedung-gedung mana di
ITB dengan indikasi aktivitas tinggi atau rendah sehingga dapat
mengestimasi tingkat risiko penularan COVID 19 pada satu gedung akibat
tingginya aktivitas di sana.
Di sisi lain, informasi ini juga bermanfaat untuk pengaturan kebijakan di ITB
terkait efektivitas peraturan yang sudah dikeluarkan.
Diterapkan Kembali untuk PTM 2022
Teguh mengatakan bahwa untuk tahun 2022 ini, pemantauan
menggunakan aplikasi AMARI masih akan tetap dilakukan walaupun
dengan banyak penyesuaian.
Meski menurutnya program vaksinasi sudah berjalan dengan baik, tetapi
masa pandemi masih belum berakhir dan masih berpotensi untuk kembali
merebak.
Untuk itu, Tim Amari ITB menegaskan bahwa protokol kesehatan
COVID-19 harus terus dilakukan, khususnya pada masa perkuliahan
hybrid (bauran) yang saat ini sudah mulai dilakukan.
https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-5916023/itb-pakai-aplikasi-amari-
untuk-memantau-risiko-penularan-covid-19-saat-ptm?tag_from=wpm_nhl_2
Sembilan Puluh Sekolah Tutup Imbas Kasus COVID-19, P2G
Minta Anies Stop PTM 100 Persen
Trisna Wulandari - detikEdu
Jakarta - Sebanyak sembilan puluh sekolah menutup pembelajaran tatap
muka (PTM) 100 persen imbas temuan kasus COVID-19 pada siswa hingga
guru. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak Gubernur DKI
Jakarta, Anies Baswedan, dan kepala daerah sekitar wilayah aglomerasi
menghentikan skema PTM 100 persen demi keselamatan dan kesehatan
warga sekolah.
"Kami memohon agar Pak Anies mengembalikan kepada skema PTM
Terbatas 50 persen. Dengan metode belajar blended learning, sebagian
siswa belajar dari rumah, dan sebagian dari sekolah. Metode ini cukup
efektif mencegah learning loss sekaligus life loss," kata Koordinator
Nasional P2G, Satriwan Salim, dalam keterangan tertulis, Rabu
(26/1/2022).
Satriwan mengatakan, saran P2G tersebut mempertimbangkan guru-guru
dan siswa di DKI Jakarta yang sudah berpengalaman menggunakan skema
PTM terbatas 50 persen dengan metode blended learning. Ia menambahkan,
pendampingan orang tua selama PJJ juga akan membantu siswa yang relatif
sudah didukung dukungan gawai pintar, komputer, sinyal internet, dan
infrastruktur digital.
Di sisi lain, sambungnya, P2G menilai penerapan PTM 100 persen tidak
sepenuhnya aman, lancar, dan efektif. Satriwan mengatakan, P2G
menemukan banyak pelanggaran selama PTM 100 persen.
Ia menjelaskan, beberapa pelanggaran PTM 100 persen tersebut di
antaranya jarak satu meter dalam kelas sulit dilakukan karena ruang kelas
relatif kecil ketimbang jumlah siswa dan ruang sirkulasi udara tidak ada
atau ventilasi udara tidak dibuka karena kelas ber-AC. Di samping itu, siswa
masih berkerumun dan nongkrong bersama sepulang sekolah, serta masih
ada kantin sekolah buka secara diam-diam.
Kondisi tersebut, sambungnya, membuat para guru, orang tua, dan siswa
merasa cemas dalam melaksanakan PTM 100 persen yang masih berjalan.
Sebab, PTM 100 persen di tengah kasus COVID-19 DKI tidak aman bagi
guru dan siswa.
Pelanggaran sepanjang PTM 100 persen menurutnya muncul akibat
lemahnya pengawasan dari Satgas Covid-19 termasuk dinas terkait. Ia
menekankan, kedisiplinan terhadap prokes harus digaungkan terus mulai
dari rumah, di jalan, angkutan umum, di sekolah, dan pulang sekolah.
Satriwan menambahkan, P2G berharap Pemprov DKI Jakarta tidak
meremehkan kondisi tersebut dan menunggu hingga gelombang ketiga
kasus Covid-19 memuncak.
"Coba rasakan bagaimana guru dan siswa berinteraksi kayak sekolah
normal, sebab 100 persen siswa masuk setiap hari. Sementara itu angka
kasus meningkat tajam tiap hari. Ini mengganggu pikiran dan kenyamanan
belajar di sekolah," kata Satriwan.
Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri mengatakan, P2G
meminta dinas kesehatan provinsi juga gencar mendeteksi dan mitigasi
kasus COVID-19. Iman mengatakan, tindakan tersebut penting mengingat
Jakarta belum satu bulan menerapkan PTM 100 persen.
"P2G meyakini, sebenarnya yang tutup lebih dari 90 sekolah. Sebab ada
orang tua yang belum lapor ke sekolah dan Disdik," kata Iman.
"Kami meminta Dinas Kesehatan provinsi gencar melakukan swab PCR
dan active case finding kepada sekolah, siswa, dan guru, untuk mendeteksi
dan memitigasi kenaikan kasus," imbuhnya.
https://www.detik.com/edu/sekolah/d-5915313/90-sekolah-tutup-imbas-kasus-covid-
19-p2g-minta-anies-stop-ptm-100-persen?tag_from=wpm_nhl_16
Membandingkan Teks Berita dengan Teks Sejarah
Teks berita dan teks sejarah sama-sama tergolong dalam genre
faktual, yakni teks yang mengutamakan kebenaran fakta. Hanya saja teks
berita menyajikan fakta-fakta aktual, terbaru, dan terpopuler, teks sejarah
menyajikan fakta-fakta masa lampau. Kedua teks itu pasa umumnya
disusun dengan pola kronologis ataupun hubungan sebab akibat.
a. Pola kronologis ditandai oleh penggunaan konjungsi yang bermakna
urutan waktu, seperti kemudian, lalu, serta, mulanya, akhirnya.
b. Pola sebab akibat atau kausatlitas ditandai oleh penggunaan
konjungsi kausalitas, seperti karena, sebab, sebab itu, sehingga.
Teks sejarah tergolong ke dalam jenis teks faktual recount. Isinya
menceritakan kembali kejadian masa lampau dengan susunan setting
(orientasi), kejadian penting dan komentar tau kesimpulan. Sedangkan teks
berita dengan pola ADIKSIMBA (5W+1H) dengan bentuk piramida
terbalik.
Uji Pemahaman
Baca dan pahamilah berita di bawah ini. Setelah
Ananda selesai membaca berita berikut,
analisislah unsur 5W+1H yang terdapat di dalam
berita dan ceritakan kembali isi berita tersebut!
Siswa Perlu Hati-Hati, Ini Tiga Risiko Lolos
SNMPTN tapi Tidak Diambil
Fahri Zulfikar - detikEdu
Jakarta - Jelang pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi
Negeri (SNMPTN) pada 14-28 Februari 2022, siswa perlu memperhatikan
beberapa hal. Mulai dari persyaratan pemilihan program studi (prodi)
hingga tahapan setelah dinyatakan diterima.
Misalnya saat pemilihan program studi, setiap siswa bisa memilih dua prodi
di satu PTN atau dua PTN. Apabila memilih dua prodi, maka salah satunya
harus ada di PTN pada dua provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK
asal. Apabila memilih satu prodi saja, maka bisa memilih PTN yang ada di
provinsi manapun.
Kemudian, siswa juga disarankan tidak memilih lintas minat (bergantung
pada ketentuan PTN yang dituju.
Selain itu, bagi siswa yang dinyatakan lolos nantinya juga wajib diambil.
Karena jika tidak diambil ada beberapa risiko yang ditanggung. Di
antaranya adalah sebagai berikut.
1. Tidak Bisa Daftar UTBK-SBMPTN
Dalam "Sosialisasi SNMPTN, UTBK SBMPTN, dan Jalur Masuk UI
2022", Kamis (6/1/2022) lalu, Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk
Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo Widyobroto, mengatakan siswa
yang diterima di jalur SNMPTN sudah tidak bisa lagi mendaftar SBMPTN.
"Adik-adik yang sudah diterima di jalur SNMPTN yang akan diumumkan
pada tanggal 29 Maret 2022 sudah tidak diizinkan lagi mendaftar UTBK
SBMPTN," ucapnya dikutip dari akun YouTube Universitas Indonesia
(UI).
2. Tidak Bisa Mendaftar ke Sekolah Kedinasan
Selain itu, risiko lolos SNMPTN 2022 yang tidak diambil juga dijelaskan
Ketua Umum LTMPT Mochamad Ashari terkait peluang mendaftarkan diri
di sekolah kedinasan.
2. Tidak Bisa Mendaftar ke Sekolah Kedinasan
Selain itu, risiko lolos SNMPTN 2022 yang tidak diambil juga dijelaskan
Ketua Umum LTMPT Mochamad Ashari terkait peluang mendaftarkan diri
di sekolah kedinasan.
Ashari mengatakan, siswa yang lolos SNMPTN 2022 tidak dapat lolos
seleksi perguruan tinggi kedinasan yang menggunakan nilai UTBK. Sebab,
siswa yang lolos SNMPTN tidak dapat mengikuti ujian UTBK yang digelar
di SBMPTN.
"Siswa yang telah lulus SNMPTN, secara sistem di-setting tidak dapat
mengikuti tes UTBK sehingga siswa tersebut tidak akan lulus di SBMPTN
yang seleksinya berdasarkan hasil nilai UTBK. Beberapa PT (perguruan
tinggi) Kedinasan bekerjasama dengan LTMPT untuk menggunakan nilai
UTBK sebagai seleksi mahasiswa baru sehingga siswa tersebut tidak
memiliki nilai UTBK, yang artinya tidak akan lulus masuk seleksi," terang
Ashari pada detikEdu, Jumat (21/1/2022) lalu.
Dengan risiko ini, diharapkan siswa berpikir matang sebelum ikut
SNMPTN 2022. Jika tidak akan diambil maka sebaiknya jangan ikut
SNMPTN.
3. Sekolah Bisa Terkena Blacklist
Risiko lainnya adalah sekolah bisa masuk daftar hitam atau blacklist PTN
jika peserta didik yang lolos SNMPTN 2022 tidak melakukan daftar ulang.
Ashari menyampaikan bahwa calon mahasiswa yang sudah diterima
melalui jalur SNMPTN namun tidak segera melakukan daftar ulang, maka
dampak buruk kepada sekolah.
Salah satu kemungkinan yang sering terjadi yakni PTN melakukan blacklist
pada sekolah tersebut.
"Kalau sudah masuk tapi tidak melakukan daftar ulang, sehingga berikutnya
ada perguruan tinggi yang melakukan blacklist. Tapi tidak semua PTN
melakukan itu," kata Ashari mengutip CNN Indonesia.
https://www.detik.com/edu/seleksi-masuk-pt/d-5915411/siswa-perlu-hati-hati-ini-3-
risiko-lolos-snmptn-tapi-tidak-diambil?tag_from=wpm_nhl_14
2. Memproduksi
Pada kegiatan memproduksi teks berita, Ananda akan melalui beberapa
tahap berikut: (1) membuat rancangan teks berita; (2) menyusun teks berita;
(3) merevisi teks berita; dan (4) mengkomunikasikan teks berita.
Membuat Rancangan Teks Berita
Membuat rancangan merupakan kegiatan awal dalam menulis berita. Pada
kegiatan merancang berita ini hal yang sangat penting untuk dipersiapkan adalah
unsur 5W+1H, dari unsur 5W+1H inilah berita-berita ini disusun. Sebuah berita
yang baik adalah berita yang memiliki kelengkapan keenam unsur berita
tersebut.
a. Peristiwa apa yang terjadi dalam berita? (What)
Pameran karya inovasi ilmiah sains dan teknologi tingkat SMP se-provinsi
Sumatera Barat.
b. Siapa sajakah yang terlibat dalam peristiwa tersebut?
Seluruh siswa SMP tingkat Provinsi Sumatera Barat, gubernur, dan pejabat
yang terkait.
c. Kapan peristiwa tersebut berlangsung?
Bertepatan dengan hari pendidikan nasional.
d. Dimana peristiwa itu berlangsung?
Di aula kantor Depdiknas Provinsi Sumatera Barat.
e. Mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan?
Sebagai sarana mengekspresikan kreativitas, komunikasi antar sekolah, dan
perkembangan iptek.
f. Bagaimana kelangsungan peristiwa tersebut?
Sangat menarik perhatian dan mendapat respons positif dari banyak pihak.
Menyusun Teks Berita
Kegiatan menyusun berita dapat dilakukan setelah Ananda selesai
mengumpulkan berbagai informasi penting yang diperlukan. Nah, setelah Ananda
selesai mencatat informasi dalam bentuk 5W+1H seperti contoh sebelumnya,
Ananda dapat menyusun berita tersebut seperti contoh yang Ananda temukan pada
halaman sebelumnya. .
Berdasarkan contoh berita yang Ananda temukan, dapat disimpulkan langkah-
langkah menulis teks berita adalah sebagai berikut.
a. Penemuan peristiwa atau kejadian
Isi berita berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual. Jika tidak muncul
peristiwa seperti perampokan, bencana alam, kebakaran, dan kejadian
mendadak lainnya, pencari berita perlu mencari dan menangkap kegiatan-
kegiatan unik yang muncul di masyarakat.
b. Pencarian sumber berita
Agar isi berita akurat, penulis berita harus dapat menemukan tokoh yang
mampu memberikan informasi secara tepat peristiwa yang akan diberitakan.
Sebagai contoh untuk mendapatkan informasi tentang data korban dan
proses kejadian, penulis dapat mewawancarai pihak kepolisian setempat.
c. Pewawancaraan
Wawancara dilakukan penulis berita untuk memperoleh fakta tentang suatu
kejadian, data korban, atau proses kejadian.
d. Pencatatan hal-hal penting
Selama proses pencarian informasi, penulis dapat dipandu dengan
pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana proses
terjadinya peristiwa.
e. Penyusunan berita
Penyusunan berita pada hakikatnya harus menggunakan bahasa yang
singkat dan jelas.
Menelaah dan Merevisi Teks Berita
Menelaah menurut KBBI adalah mempelajari atau meneliti. Sedangkan
merevisi adalah memperbaiki atau memperbarui. Berarti menelah dan merevisi
teks adalah kegiatan mempelajari atau meneliti kesalahan dan kekurangan teks
dan terampil memperbaiki atau memperharui teks tersebut menjadi teks yang
lebih sempurna. Dalam pembelajaran kali ini, Ananda sekalian dituntut untuk
bisa menemukan kesalahan dalam teks berita. Setelah Ananda menemukan
berbagai bentuk kesalahan di dalam teks berita, Ananda dituntut untuk bisa
merevisi kesalahan tersebut. Sehingga setelah melalui proses menelaah dan
merevisi yang Ananda lakukan pada teks, teks tersebut bisa menjadi lebih baik.
Untuk menelaah dan merevisi sebuah teks, Ananda harus memiliki pedoman
atau rambu-rambu sebagai acuan dalam menelaah sebuah teks. Pedoman atau
rambu-rambu tersebut bisa Ananda dapatkan dalam Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia (PUEBI) yang Ananda miliki. Adapaun yang akan Ananda
telaah dan revisi dari teks adalah sebagai berikut.
a. Pemakaian Huruf Kapital atau Huruf Besar
Terdapat tiga belas aturan dalam pemakaian huruf kapiptal yang
dpat Ananda lihat pada laman website PUEBI Daring. Berikut
beberapa contoh pemakaian huruf kapital yang sesuai dengan
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
1. Polres Merauke, Papua mengungkap kasus pemerkosaan di bawah
umur.
2. “Karena saat itu pelaku sudah dendam, karena curiga Jupriyadi
selingkuh dengan istri pelaku. Maka pelaku bermaksud untuk
melakukan penganiayaan sehingga waktu itu pelaku berpura-pura
pulang ke rumah untuk mematikan waktu rumah,” terang Ariawan.
3. Indira Harsa, S.H
b. Penulisan Huruf Miring
c. Penulisan Kata Depan di, ke, dan dari
d. Penulisan Angka dan Bilangan
e. Pemakaian Tanda Baca
1) Tanda Titik (.)
2) Tanda Koma (,)
1) Penulisan Huruf Miring
Terdapat tiga aturan penulisan huruf miring yang dapat Ananda
pelajari pada laman website PUEBI Daring. Berikut beberapa contoh
pemakaian huruf miring yang sesuai dengan pedoman.
1. Bejat! Pria di Makassar Cabuli Bocah Tetangga Modus Game
Online
2. “Dengan mengajak para korban ini iming-iming main game di
handphone dari pengakuan dari korban kemudian diberi uang juga,”
3. Nama ilmiah buah manggis adalah Garcinia mangostana.
2) Penulisan Kata Depan di, ke, dan dari
Kata depan di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang
mengikutinya. Berikut beberapa contoh penulisan kata depan di, ke,
dan dari yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
1. Saat itu, pelaku sempat memanggil korban yang sedang berjualan
di sebelah utara konter pulsa milik istrinya.
2. Setelah mengobrol, pelaku kemudian mengaku akan pulang ke
rumah.
3. Korban berangkat dari kediamannya dengan menaiki angkutan
umum jurusan Serang-Balaraja.
3) Penulisan Angka dan Bilangan
Terdapat dua belas aturan penulisan angka dan bilangan yang
dapat Ananda pelajari pada laman website PUEBI daring. Berikut
beberapa contoh penulisan angka dan bilangan yang sesuai dengan
pedoman.
1. Sebanyak delapan saksi telah diperiksa.
2. Jalan Tanah Abang I No. 15
3. 5 kilogram
f. Pemakaian Tanda Baca
4) Tanda Titik (.)
Terdapat lima aturan pemakaian tanda titik yang dapat anada
pelajari pada laman website PUEBI daring. Berikut beberapa
contoh pemakaian tanda titik yang sesuai dengan pedoman.
a) Polisi pun melakukan penyelidikan.
b) Pada pukul 19.00 WITA, pelaku dating ke konter pulsa milik
istrinya di Jl Pasekan Nomor 16, Banjar Kapal, Desa
Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
5) Tanda Koma (,)
Terdapat tiga belas aturan pemakaian tanda koma yang dapat
ananda pelajari pada laman website PUEBI daring. Berikut
beberapa contoh pemakaian tanda koma yang sesuai dengan
pedoman.
a) Namun, ternyata dua orang membawa pisau sehingga AA
meminta maaf dan sempat dibawa ke kantor RW 007 Tugu
Selatan, Koja, untuk dimediasi.
b) Seorang pengusaha kayu di Karawaci, Dede Samunandar, harus
rela kehilangan motornya.
6) Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan
yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan
kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Berikut
beberapa contoh pemakaian tanda seru yang sesuai dengan
pedoman.
a) Bejat! Pelatih Karate di Bengkulu Cabuli Muridnya Saat
Latihan
b) Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia!
Langkah-langkah Menelaah dan Merevisi
Untuk dapat menelaah dan merevisi teks dengan benar, Ananda tentu
harus tahu terlebih dahulu bagaimana langkah-langkah dalam menelaah dan
merevisi sebuah teks. Berikut ini langkah-langkah dalam menelaah dan merevisi
teks.
a. Membaca teks
Sebelum melakukan kegiatan menelaah dan merevisi, kamu harus membaca
dengan seksama teks secara keseluruhan beberapa kali untuk mengetahui
kesalahan dan kekurangan teks.
b. Mencari kesalahan
Kegiatan selanjutnya adalah mencari kesalahan teks, baik dilihat dari
ketepatan judul, kebenaran pengantar, ketepatan argumen, dan ketepatan
simpulan serta kesalahan bahasa, ejaan, dan tanda baca.
c. Menelaah kesalahan
Setelah menemukan kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam teks,
maka kegiatan selanjutnya adalah mempelajari atau meneliti kesalahan. Dalam
kegiatan ini, kamu juga harus mencari solusi dari kesalahan yang telah
ditemukan.
d. Merevisi teks
Setelah menelaah dan mencari solusi dari kesalahan, maka kegiatan
selanjutnya adalah merevisi teks. Kesalahan dan kekurangan yang telah ditelaah,
maka kamu harus memperbaiki atau memperbaharui teks dengan
menuliskannya kembali sehingga menjadi teks yang lebih sempurna.
Mengomunikasikan Teks Berita
Mengomunikasikan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
berarti pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih
sehingga pesan yang dimaksudkan dapat dipahamin. Berdasarkan pengertian di
atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan mengkomunikasikan teks berita
adalah kegiatan menyampaikan informasi yang terdapat di dalam berita kepada
khalayak ramai.
Dalam mengkomunikasikan berita secara lisan, terdapat enal hal yang perlu
diperhatikan.
a. Membaca dengan menggunakan lafal ucapan, yang tepat dan jelas
b. Menggunakan intonasi yang baik
c. Membaca dengan memperhatikan tanda baca
d. Membaca dengan jelas kalimat kalimat dalam teks berita
e. Pandangan kadang kadang ditunjukan ke arah penyimak berita
C. Rangkuman
1. Teks berita adalah teks yang menyampaikan kabar atau informasi ke pada
masyarakat. Teks berita juga dapat diartikan sebagai teks yang berisi suatu
peristiwa atau kejadian fakta/faktual yang diinformasikan secara tulis.
2. Teks berita berfungsi untuk menyampaiakan informasi kepada khalayak.
3. Teks berita memiliki unsur 5W+1H yaitu what, where, when, who, why,
dan how.
4. Teks berita terdiri atas tiga struktur dalam pembentukanya, yaitu orientasi
berita, peristiwa, dan sumber berita.
5. Dalam memproduksi teks berita perlu diperhatikan langkah-langkah
sebagai berikut.
a. Temukan peristiwa atau kejadian penting
b. Lakukan pencarian sumber berita
c. Lakukan wawancara dengan beberapa narasumber
d. Catat hal-hal penting
e. Susun berita sesuai dengan kaidah penulisan
D. Evaluasi
Untuk mengikat pemahaman Ananda tentang materi teks berita,
jawablah dengan singkat, padat, jelas, dan menggunakan kalimat Ananda
sendiri. Jangan meniru kalimat atau penggunaan bahasa yang ada dalam
uraian materi ajar. Selain itu, tampilkanlah contoh atas jawaban Ananda jika
diperlukan.
1. Apakah yang dimaksudkan dengan teks berita? Apakah perbedaan
antara teks berita (critical review) dengan teks cerita ulang sejarah
(recount)? Berilah contoh!
2. Jelaskan kembali unsur-unsur yang terdapat di dalam teks berita!
3. Jelaskan kembali struktur teks berita!
4. Bagaimana karakteristik penggunaan bahasa dalam teks berita!
5. Buatlah sebuah teks berita tentang pendidikan!
Buatlah kerangka teks berita yang akan dibuat sesuai topik yang telah
ditentukan!
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban
yang benar!
Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu (15/11), Pelabuhan Penyebrangan Merak mulai
1
dipadati truk-truk yang mengangkut barang bahan pokok. Tingginya arus truk daam dua
hari terakhir berkaitan dengan adanya larangan melintas bagi truk nonsembilan bahan
pokok (sembako) pada 21-25 November. Larangan itu berlaku bagi truk bersumbu lebih
dari dua, truk gandeng, truk tempelan dan truk kontainer. Akhirnya macet yang sangat
panjang tidak terelakkan oleh para pengemudi. Karena tidak hanya truk saja yang
menggunakan Pelabuhan Penyebrangan Merak tersebut.
1. Apa yang diinformasikan di dalam berita di atas?
a. Kondisi pelabuhan penyeberangan merak sepuluh hari menjelang lebaran.
b. Jumlah truk yang masuk ke pelabuhan merak.
c. Berbagai larangan yang terdapat di pelabuhan merak.
d. Penyebab kemacetan di pelabuhan merak.
e. Kondisi pelabuhan penyeberangan merak.
2. Cuplikan berita di atas dikategorikan ke dalam….
a. Judul berita
b. Kepala berita
c. Tubuh berita
d. Bagian berita
e. Ekor berita
3. Kaidah kebahasaan yang menjadi karakteristik berita dalam cuplikan di atas
adalah….
a. Penggunaan konjungsi temporal
b. Penggunaan konjungsi kausalitas
c. Penggunaan konjungsi kronologis
d. Penggunaan kalimat tidak langsung
e. Penggunaan keterangan waktu dan tempat
4. Kalimat yang menerangkan waktu pada kalimat….
a. Pertama
b. Kedua
c. Pertama dan Kelima
d. Keempat
e. Ketiga
5. Pertanyaan yang tidak sesuai dengan cuplikan berita di atas adalah….
a. Siapa yang mengalami peristiwa itu?
b. Di mana terjadinya peristiwa itu?
c. Kapan terjadinya peristiwa itu?
d. Mengapa peristiwa itu terjadi?
e. Bagaimana proses peristiwanya?
6. Bagian awal cuplikan di atas merupakan uraian dari jawaban atas pernyataan….
a. Menjelaskan peristiwa apa?
b. Kapan peristiwa itu terjadi?
c. Di mana peristiwa itu terjadi?
d. Siapa yang mengalami kejadian itu?
e. Mengapa peristiwa itu terjadi?
7. Pembuka tentang hal yang akan diberitakan disebut….
a. Peristiwa
b. Sumber berita
c. Orientasi berita
d. Referensi berita
e. Nilai berita
8. Berikut yang merupakan contoh konjungsi temporal, kecuali….
a. Kemudian
b. Setelah
c. Sejak
d. Awalnya
e. Di mana
9. Kalimat yang digunakan dalam teks berita adalah….
a. Efektif
b. Berlebihan
c. Bergaya Bahasa
d. Ambigu
e. Spontan
10. Fungsi fakta dalam berita adalah…
a. Untuk menguatkan kebenaran informasi dalam berita
b. Untuk memengaruhi pembaca agar percaya pada isi berita
c. Untuk menunjukan kinerja pada wartawan pembuat berita
d. Untuk menguatkan dokumentasi yang termuat dalam berita
e. Untuk menghilangkan keraguan pembaca
1) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Seribu menyita 5 kg
narkotika jenis sabu di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 2) Satu orang
tersangka inisial BP ditangkap polisi di kasus ini. 3) "Pengungkapan kasus ini berawal
tentunya dari adanya informasi dari masyarakat kepada Polres Kepulauan Seribu bahwa
adanya peredaran sabu di daerah Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara," kata
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat konferensi pers di Polda Metro
Jaya, Selasa (25/1/2022). 4) Dalam kasus penangkapan ini, polisi menyita setidaknya
5,028 kg narkotika jenis sabu. 5) Sabu tersebut terbagi dalam beberapa paket dengan
berat yang berbeda
11. Kesalahan penggunaan tanda koma pada kutipan di atas terdapat pada nomor…
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
12. Kesalahan penggunaan tanda titik pada kutipan di atas terdapat pada nomor…
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
13. Kutipan berita yang menggunakan ejaan sesuai dengan PUEBI adalah nomor…
a. 1, 2, 4
b. 1, 3, 4
c. 1, 2, 5
d. 2, 3, 5
e. 3, 4, 5
14. Berikut ini yang merupakan penggunaan tanda koma yang benar adalah…
a. Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau, mengatakan
b. Kasat Reskrim Polres, Bengkulu AKP Welliwanto Malau, mengatakan
c. Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP, Welliwanto Malau mengatakan
d. Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau mengatakan,
e. Kasat Reskrim, Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau, mengatakan
15. Di bawah ini merupakan contoh penggunaan huruf kapital yang sesuai dengan
PUEBI, kecuali…
a. Adik sedang membaca buku.
b. Harsa Indira, s.h
c. Kabid Humas Polda Metro Jaya
d. Kombes E Zulpan
e. Indira Harsa, S.H
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jelaskan pengertian teks berita 1menurut pemahamann Ananda!
2. Bagaimana penulisan kata depan ke, di, dan dari yang sesuai dengan PUEBI?
Berikan contohnya!
3. Bagaimana penggunaan tanda seru yang sesuai dengan PUEBI? Berikan
contohnya!
4. Tuliskan lima contoh penggunaan tanda koma yang sesuai dengan PUEBI!
5. Jelaskan dua contoh penulisan angka dan bilangan yang sesuai dengan PUEBI
Kunci Jawaban!
A. Pilihan Ganda 1 11. C
12. E
1. A 6. B 13. A
2. C 7. C 14. A
3. E 8. E 15. B
4. A 9. A
5. A 10. A
B. Jawaban uraian singkat!
1. Teks berita adalah teks yang berisi rangkaian informasi tentang suatu hal atau
peristiwa, baik yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. Teks berita
berisi informasi penting yang bermanfaat bagi pembaca. Informasi penting
dalam berita tersebut dapat diperoleh dengan mudah oleh pembaca dengan
mengidentifikasi unsur-usur teks berita.
2. Kata depan di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh: di sebelah, ke rumah, dari kediamannya.
3. Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang
berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan,
ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.
Contoh: Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia!
4. Terdapat tiga belas aturan pemakaian tanda koma yang dapat ananda
pelajari pada laman website PUEBI daring. Contoh-contoh tersebut
dapat disesuaikan dengan ketentuan PUEBI.
5. Terdapat dua belas aturan penulisan angka dan bilangan yang dapat
Ananda pelajari pada laman website PUEBI daring. Contoh-contoh
tersebut dapat disesuaikan dengan ketentuan PUEBI.
Catatan: Jawaban pertanyaan uraian singkat disesuaikan dengan jawaban ananda.
Apakah jawaban ananda tersebut sudah sesuai dengan materi yang Ananda pelajari
ataukah belum.