GTA Government
Transformation
Academy
Pembuatan
VIDEO PEMBELAJARAN
Pelatihan WI-LENIAL – Government Transformation Academy
Digital Talent i
Scholarship
KATA PENGANTAR
Modul Pembuatan Video Pembelajaran ini dibuat dengan
tujuan agar peserta mampu membuat media pembelajaran
berbentuk video sesuai kebutuhan. Atas nama Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika, kami
mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim
penyusun yaitu Nur Azizah, S.Si, M.Si dan Rizky Permana, S.Si, MM
yang telah bekerja keras menyusun modul ini. Kami sangat
menyadari bahwa modul ini jauh dari sempurna. Atas segala
kekurangan yang ada pada modul ini, mohon kesediaan pembaca
untuk dapat memberikan masukan yang konstruktif guna
penyempurnaan selanjutnya. Semoga modul ini bermanfaat bagi
pembaca.
Semua pihak yang telah membantu proses pembuatan
Modul Pembuatan Video Pembelajaran ini disampaikan
penghargaan dan terima kasih atas kerja sama dan partisipasinya.
Jakarta, Juni 2021
Plt. Kepala Pusat Diklat,
Isnaldi Digitally
signed by
Isnaldi
Isnaldi
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………..……………………………….. Ii
DAFTAR ISI……………………………..……………………………..……………. iii
DAFTAR INFORMASI VISUAL……..………….……..………….……..…… v
DAFTAR TABEL……..………….……..………….……..………….……..…….. vii
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL……..………….……..……………. viii
BAB I. PENDAHULUAN ……………………………..…………….……..….. 1
A. Latar Belakang……..………….……..………….……..………… 1
B. Deskripsi Singkat……..………….……..………….……..…….. 1
C. Tujuan Pembelajaran……..………….……..………….…….. 1
1. Hasil Belajar……..………….……..………….……..……… 1
2. Indikator Hasil Belajar……..………….……..………….. 2
D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok……..…………….. 2
BAB II. PENGENALAN DAN KONSEP PEMBUATAN MEDIA
PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO……..………….……..……………. 3
A. Klasifikasi Media Pembelajaran……………………………. 3
B. Kelebihan dan Kelemahan Media Video
Pembelajaran………………………………………………………. 6
iii
C. Tahapan Pembuatan Video Pembelajaran…………… 7
D. Latihan……………………………..……………………………….. 7
E. Rangkuman.……………………..……………………………….. 7
F. Evaluasi Materi.………………..……………………………….. 8
G. Umpan Balik Dan Tindak Lanjut…………………………. 8
BAB III. STORYBOARD DAN TEKNIK PENGAMBILAN
GAMBAR………………………………….………………………………….……… 9
A. Pengertian Storyboard…………………………………………. 9
B. Pembuatan Storyboard…………..…………………………… 10
C. Konsep, Strategi dan Perancangan Grafis…………….. 12
D. Teknik Pengambilan Gambar………………………………. 13
E. Latihan……………………………..……………………………….. 19
F. Rangkuman.……………………..……………………………….. 19
G. Evaluasi Materi.………………..……………………………….. 20
H. Umpan Balik Dan Tindak Lanjut…………………………. 20
iv
BAB IV. DASAR-DASAR EDITING VIDEO MENGGUNAKAN
SMARTPHONE…………………………………………………………………….. 21
A. Editing Video……………………..…………………………..……. 21
B. Editing Video Menggunakan Kine Master…………….. 22
C. Editing Video Menggunakan Camtasia…………………. 31
D. Latihan……………………………..…………………………………. 38
E. Rangkuman.……………………..…………………………………. 38
F. Evaluasi Materi.………………..………………………………… 38
G. Umpan Balik Dan Tindak Lanjut………………………….. 38
BAB V. PENUTUP……………………………..……………………………..…. 39
A. Evaluasi Kegiatan Belajar ……………………………..……… 40
B. Umpan Balik dan Tindak Lanjut……………………………. 40
KUNCI JAWABAN……..………….……..………….……..…………………… 41
DAFTAR PUSTAKA……..………….……..………….……..………….……… 42
v
DAFTAR INFORMASI VISUAL
Gambar 1. Contoh Story Board.……..……………………………..…. 32
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Klasifikasi Media Pembelajaran…………………………………….. 5
Tabel 2. Kelebihan dan Kelemahan Media Video Pembelajaran..… 6
vii
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Agar proses pembelajaran berlangsung dengan lancar dan tujuan
pembelajaran tercapai dengan baik, dianjurkan untuk melaksanakan
beberapa hal sebagai berikut:
1. Bacalah secara cermat semua materi yang ada dan pahami tujuan
pembelajaran yang tertera pada setiap awal bab, apabila ada yang
hal-hal yang kurang jelas dapat dilakukan tanya jawab dengan
fasilitator dalam kegiatan pembelajaran di kelas;
2. Cobalah untuk mengerjakan latihan dan evaluasi yang ada pada
setiap akhir bab pada modul ini;
3. Bentuklah kelompok diskusi untuk membahas materi-materi tertentu
dan studi kasus yang diberikan untuk memperdalam pemahaman
materi;
4. Untuk memperluas wawasan, disarankan untuk mempelajari bahan-
bahan dari sumber lain seperti yang tertera pada daftar pustaka di
akhir modul ini;
viii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penulisan modul ini disebabkan pentingnya kemampuan
dalam membuat media pembelajaran berbentuk video sesuai
kebutuhan. Seorang pengajar harus mampu berkreasi dengan
menggunakan IT. Salah satunya dengan membuat video
pembelajaran.
Video pembelajaran adalah suatu media yang dirancang
secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang
berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-
prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan
peserta pelatihan mencemati materi pelajaran secara lebih mudah
dan menarik.
B. DESKRIPSI SINGKAT
Modul Pembuatan Video Pembelajaran berisi tentang
Pengenalan dan Konsep Pembuatan Video; Pembuatan Storyboard
dan Teknik Pengambilan Gambar; dan Pengenalan Dasar Editing,
Transisi dan Suara; serta Pembuatan Title, Efek Video, Audio dan
Final Video. Pada setiap akhir bab terdapat sub bab evaluasi, umpan
balik dan tindak lanjut. Diharapkan kepada peserta pelatihan untuk
menyelesaikan evaluasi sebelum meneruskan ke bab berikutnya.
Begitu juga untuk umpan balik dan tindak lanjut diharapkan dipatuhi
sebelum meneruskan ke bab berikutnya.
Pembelajaran disajikan melalui metode ceramah, tanya
jawab, curah pendapat, demonstrasi dan praktek, dengan
penekanan pada pembuatan produk pembelajaran berupa video
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.
1
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Hasil Belajar
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu
membuat media pembejaran berbentuk video sesuai dengan
kebutuhan.
2. Indikator Hasil Belajar
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan dapat:
a. Menjelaskan pengenalan dan konsep pembuatan video
pembelajaran berbasis video;
b. Menerapkan pembuatan storyboard dan teknik
pengambilan gambar;
c. Melakukan dasar-dasar editing, transisi dan suara;
d. Membuat title, efek video, audio dan final video.
D. MATERI POKOK DAN SUB MATERI POKOK
1. Materi Pokok
a. Pengenalan dan Konsep Pembuatan Media Pembelajaran
Berbasis Video;
b. Storyboard dan Teknik Pengambilan Gambar;
c. Dasar-Dasar Editing, Transisi dan Suara;
d. Title, Efek, Video dan Audio.
2. Sub Materi Pokok
a. Klasifikasi Media Pembelajaran;
b. Kelebihan dan Kelemahan Media Video Pembelajaran;
c. Tahapan Pembuatan Video Pembelajaran;
d. Pengertian Storyboard;
e. Pembuatan Storyboard;
f. Konsep, Strategi dan Perancangan Grafis;
g. Editing Video;
h. Editing Video Menggunakan Kinemaster;
i. Editing Video Menggunakan Camtasia;
2
BAB II
PENGENALAN DAN KONSEP PEMBUATAN
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO
Indikator Hasil Belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta pelatihan dapat
menjelaskan pengenalan dan konsep pembuatan video pembelajaran
berbasis video.
A. KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
Media merupakan bentuk jamak dari medium, yang
mempunyai makna kata metode komunikasi dan sumber informasi.
Suatu media bisa disebut sebagai media pembelajaran jika media
tersebut menyediakan pesan dan informasi untuk keperluan
pembelajaran. Brigs (Rusman, 2009) menyatakan media
pembelajaran sebagai “the physical means of conveying
instructional content” atau cara fisik untuk menyampaikan materi
pembelajaran. Sedangkan Rusman (2012) menyatakan bahwa media
pembelajar merupakan suatu teknologi pembawa pesan yang dapat
digunakan untuk keperluan
Media pembelajaran merupakan penyampai materi
pembelajaran dari sumber belajar kepada pembelajar. Media
pembelajaran mempunyai kedudukan penting sejajar dengan
metode pembelajaran karena media pembelajaran adalah salah satu
komponen dalam pembelajaran. Menurut Kemp & Dayton (Rusman,
2009), kontribusi media terhadap pembelajaran adalah: (1)
penyampaian pesan dapat lebih terstpesertar; (2) pembelajaran
dapat menarik; (3) pembelajaran menjadi lebih interaktif; (4) waktu
pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek; (5) kualitas
3
pembelajaran dapat ditingkatkan; (6) proses pembelajaran dapat
berlangsung kapan pun dan di mana pun diperlukan; (7) sikap positif
siswa materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat
ditingkatkan; (8) peran fasilitator berubah ke Fungsi mendasar suatu
media pembelajaran adalah sebagai penyampai materi
pembelajaran dari sumber belajar ke pembelajar.
Rusman (2012) menyebutkan rincian fungsi media
pembelajaran, yaitu: (1) sebagai alat bantu yang mampu
memperjelas, mempermudah, dan mempercepat penyampaian
materi pembelajaran; (2) sebagai komponen dari sub sistem
pembelajaran; (3) sebagai pengarah pembelajaran; (4 motivasi dan
perhatian; (5) meningkatkan hasil pembelajaran; (6) mengurangi
terjadinya verbalisme; dan (7) mengatasi keterbatasan ruang,
waktu, tenaga, dan daya indra. Berdasarkan pernyataan-pernyatan
di atas, dapat diketahui bahwa media mempunyai kedudukan
penting sebagai salah satu komponen pembelajaran dan unsur
lingkungan pembelajaran. Adapun fungsi media pembelajaran
secara mendasar adalah untuk menyampaikan materi pembelajaran
dari sumber belajar ke pembelajar sehingga pembelajaran menjadi
lebih jelas dan mudah dipahami. Selain itu, media pembelajaran pun
berfungsi untuk mengarahkan proses pembelajaran,
membangkitkan motivasi pembelajar, mengurangi verbalisme, dan
mengatasi keterbatasan-keterbatasan. Tanpa media penyampaian
materi pembelajaran tidak berlangsung secara optimal.
Perkembangan teknologi media pembelajaran dikelompokkan
ke dalam empat kelompok dapat dilihat di tabel berikut ini.
4
Tabel 1. Klasifikasi Media Pembelajaran
Media Pembelajaran Jenis Media
1. Visual ● Media gambar dan grafis (grafik,
chart, peta, diagram, poster, karikatur,
gambar mati, photo)
● Media papan (papan tulis, papan flanel)
● Media proyeksi (slide, film strips,
transparansi, mikrofilm dan
mikrofische)
2. Audio Radio, kaset dan tape recorder
3. Audio-Visual Televisi dan video
4.Benda asli atau orang Specimen dan Mocks-up
Dalam hal ini, media pembelajaran yang akan dikembangkan
adalah media pembelajaran berjenis video. Video berkenaan
dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup
(bergerak), proses perekamannya, dan penayangannya yang
tentunya melibatkan teknologi. Video dapat diartikan sebagai
rekaman gambar hidup yang ditayangkan dan sebagai teknologi,
yaitu teknologi pemrosesan sinyal elektronik mewakilkan gambar
bergerak. Media video pembelajaran dapat digunakan sebagai
penyampai pesan dari pembelajar kepada siswa. Berikut kelebihan
dan kelemahan media video pembelajaran dapat dilihat dalam
tabel di bawah ini.
5
B. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
Tabel 2. Kelebihan dan kelemahan media video pembelajaran
Kelebihan Kelemahan
1. Mengatasi jarak dan waktu 1. Video terlalu menekankan
2. Mampu menggambarkan pentingnya materi
peristiwa-peristiwa masa lalu ketimbang proses
secara realistis dalam waktu pengembangan materi
yang singkat tersebut
3. Dapat membawa siswa 2. Pemanfaatan media ini juga
berpetualang dari negara satu terkesan memakan biaya
ke negara lainnya,dan dari masa tidak murah
yang satu ke masa yang lain
4. Dapat diulang-ulang bila perlu 3. Penayangannya juga terkait
peralatan lainnya seperti
untuk menambah kejelasan video player, layar bagi
5. Pesan yang disampaikannya
cepat dan mudah diingat kelas besar beserta LCDnya,
dan lain-lain.
6. Mengembangkan pikiran dan
pendapat para siswa
7. Mengembangkan imajinasi
8. Memperjelas hal-hal yang
abstrak dan memberikan
penjelasan yang lebih realistik
C. TAHAPAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN
Dalam pembuatan media video pembelajaran ini terdapat beberapa
tahapan. Tahapan pembuatan media video adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan (pra produksi)
Pada tahapan ini, kita menyiapkan keperluan dalam pembuatan
media video pembelajaran. Hal-hal yang perlu disiapkan adalah
alat dan bahan, materi pembelajaran, dan storyboard.
6
Storyboard adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai
dengan naskah, dengan storyboard kita dapat menyampaikan
ide cerita kita kepada orang lain dengan lebih mudah, karena
kita dapat menggiring khayalan seseor gambar yang tersaji,
sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide cerita kita
2. Tahap produksi
Pada dasarnya yang dimaksud tahap produksi adalah tahap
(shooting).
3. Tahap penyelesaian akhir
Tahap ini meliputi kegiatan penyuntingan gambar (editing),
pemaduan gambar dengan suara dan musik (mixing), dan
kegiatan pengisian suara (dubbing).
D. LATIHAN
Buatlah kelompok yang terdiri dari tiga orang dan coba masing –
masing anggota ceritakan ulang mengenai tahapan, klasifikasi dan
tahapan proses produksi video dengan lengkap dan berikan input
atau masukan kepada masing – masing penyampaian teman satu
kelompok.
E. RANGKUMAN
1. Media merupakan bentuk jamak dari medium, yang mempunyai
makna kata metode komunikasi dan sumber informasi. Suatu
media bisa disebut sebagai media pembelajaran jika media
tersebut menyediakan pesan dan informasi untuk keperluan
pembelajaran
2. Video dapat diartikan sebagai rekaman gambar hidup yang
ditayangkan dan sebagai teknologi, yaitu teknologi pemrosesan
sinyal elektronik mewakilkan gambar bergerak.
7
3. Dalam pembuatan media video pembelajaran ini terdapat
beberapa tahapan. Tahapan pembuatan media video adalah
Tahap Persiapan (pra produksi), Tahap produksi, dan Tahap
penyelesaian akhir
F. EVALUASI MATERI
Jawablah dengan singkat dan tepat pada pertanyaan-pertanyaan
di bawah ini!
1. Sebutkan 3 kontribusi media terhadap pembelajaran
2. Jelaskan yang dimaksud tahap akhir dalam proses pembuatan
video !
G. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Sejauh mana Peserta dapat menyelesaikan Latihan dan Evaluasi
Materi yang ada pada bab ini? Apabila Peserta telah mampu
menjawab Latihan dan Evaluasi Materi pada Bab ini, berarti Peserta
telah menguasai topik ini dengan baik. Akan tetapi, jika Peserta
masih merasa ragu dengan pemahaman Peserta mengenai materi
yang terdapat dalam Bab ini serta adanya keraguan dan kesalahan
dalam menjawab Latihan dan Evaluasi Materi, maka disarankan
Peserta melakukan pembelajaran kembali secara lebih intensif
dengan membaca ulang materi, membaca bahan referensi,
berdiskusi dengan pengajar/fasilitator dan juga dengan sesama
peserta pelatihan lainnya
8
BAB III
STORYBOARD DAN TEKNIK
PENGAMBILAN GAMBAR
Indikator Hasil Belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta pelatihan dapat
menerapkan pembuatan storyboard dan teknik pengambilan gambar.
A. PENGERTIAN STORYBOARD
Storyboard adalah sebuah sebuah desain sketsa gambar yang
disusun secara berurutan sesuai dengan naskah cerita yang telah
dibuat. Dengan pembuatan storyboard sendiri, maka pembuat
cerita atau naskah dapat menyampaikan pesan atau ide dengan
lebih mudah kepada orang lain.
Dengan membuat cerita yang tersusun rapi, maka penonton
dapat menangkap maksud dan tujuan dari cerita tersebut. Sehingga
pesan dan dari content creator tersebut dapat tersampaikan dan
dapat mempengaruhi orang tersebut sesuai dengan naskah yang
dibuat. Storyboard sendiri dimulai pada tahun 1930. Dimana, untuk
pertama kali dibuat oleh Studio Walt Disney dengan mulai
berkembangnya revolusi buku komik yang terbentuk sketsa cerita.
Tujuan sebenarnya dari pembuatan sebuah storyboard adalah
sebagai berikut:
● Sebagai sebuah panduan untuk pihak yang terlibat dalam
penyusunan naskah. Mulai dari sutradara, produser, penulis
cerita, kameramen, hingga lighting.
● Untuk dapat memvisualisasikan ide yang dirancang oleh
pembuat film.
● Sebagai alat untuk dapat mengkomunikasikan ide atau gagasan
dalam suatu film.
● Untuk dapat menjelaskan alur atau jalannya narasi cerita.
9
● Untuk menjelaskan proses pergantian, perpindahan setiap
frame atau elemen, serta berperan dalam pengaturan waktu
atau timing pada setiap sequence.
B. PEMBUATAN STORYBOARD
Didalam pembuatan storyboard, terdapat beberapa hal yang perlu
diperhatikan, yang pertama adalah Storyboard dapat digambarkan
dengan tangan, tidak perlu bagus dilihat asalkan cukup jelas sebagai
panduan bagi anggota tim lainnya. Mengingat storyboard adalah
detail dari rangkaian video maka semua rincian yang penting harus
ditunjukan . Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah teks dan
narasi bisa sangat panjang karena itu boleh ditulis pada kertas
terpisah (script document) asalkan disertai nomor layar storyboard
yang jelas. Dan yang ketiga yang terpenting adalah pastikan setiap
anggota tim produksi mempunyai salinan storyboard atau dapat
mengakses storyboard dengan sangat mudah.
10
Sumber : Binus, (2019)
Gambar 1. Contoh Storyboard
1. Langkah-langkah Membuat Storyboard (Binus,2019)
a. Menetapkan tujuan pembelajaran. Peserta dapat
berdiskusi untuk merumuskan hasil akhir yang akan dicapai.
b. Mengumpulkan materi. Peserta dapat bekerjasama untuk
melakukan analisis kebutuhan, identifikasi pengetahuan
yang harus dimiliki oleh pengguna, dan identifikasi
kesulitan-kesulitan yang mungkin akan dihadapi.
11
c. Menetapkan learning objective yang akan menjadi panduan
selama proses pengembangan multimedia untuk konten
eLearning.
d. Membuat kriteria asesmen. Setiap learning objective harus
sejalan dengan level dari Taksonomi Bloom. Dengan
demikian, akan membantu Peserta dalam memeriksa
pengetahuan yang akan dicapai atau skenario untuk menilai
pebelajar.
e. Gunakan template storyboard yang sudah ada, lebih baik
jika template tersebut gratis.
f. Pilih model atau metode desain tertentu yang dapat
menyampaikan konten eLearning Peserta secara efektif dan
mudah dipahami oleh pebelajar. Ada beberapa model yang
dapat Peserta gunakan: ADDIE, Knirk and Gustafson, SAM,
The Action Mapping Process, Gagne’s 9 Principles, CCAF,
dan lain-lain.
g. Pilih element desain yang akan digunakan seperti gambar-
gambar, video, interaktif, dan kuis-kuis.
h. Pilih authoring tools yang sesuai dengan kemampuan
Peserta. Authoring tools merupakan alat yang digunakan
untuk mengembangkan multimedia khususnya konten
eLearning. Alat yang dapat Peserta gunakan seperti:
Articulate storyline, Articulate Studio ‘13, Lectora, Adobe
Captivate, Moodle, Claro, Udutu, dan lain-lain.
C. KONSEP, STRATEGI DAN PERANCANGAN GRAFIS
1. Konsep
Konsep 5W + 1H = what, why, who, which, where, how
a. Materi pembelajaran dan pesan apa yang akan disampaikan
b. Apa saja jenis dan cakupan materi pembelajaran
12
c. Apa keunggulannya dan bagaimana konsep
membawakannya
d. Kepada siapa materi tersebut diperuntukkan
e. Bagaimana cara pendekatan
f. Apa peluang dan target dari pembelajaran tersebut
g. Apa yang diperlukan untuk menggali potensi audience
h. Kebiasaan, pola dan cara masyarakat dalam belajar
i. Pendekatan komunikasi dan kreatif apa yang tepat untuk
itu
2. Strategi
Strategi diperlukan dalam upaya proses menyampaikan pesan
secara efektif dan efisien. Cara yang biasa dipergunakan yaitu:
a. Merancang strategi komunikasi
b. Menyusun strategi kreatif
3. Proses perancangan
Proses perancangan selalu dimulai dengan penelitian, yaitu:
a. Scanning, data coll
b. Formulasi, data dasar dianalisa untuk proses pemilahan,
pengelompokan (klasifikasi) lalu dirumuskan.
c. Implementasi, perwujudan visual kreatif ke dalam media yang
telah dipilih berdasar pada kesesuaian dengan visi, misi,
maksud, tujuan, sasaran pesan agar efisien, efektif,
komunikatif serta keindahannya. Pada proses implementasi ini
diperlukan strategi serta pemikiran proses produksi media dan
penerapan pada media serta penyebarannya, serta
pemasangan di lokasi yang tepat
d. Biasanya dilakukan pretest (uji coba sebelum storyboard yang
peserta tulis dituangkan dalam bentuk visual dan audio )
D. TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR MENGGUNAKAN SMARTPHONE
Membuat video di era modern seperti sekarang dapat di-
lakukan oleh siapapun. Tidak harus bermodal perangkat yang mahal
13
maupun lengkap. Cukup dengan menggunakan kamera yang
terdapat pada smartphone maka sudah bisa menghasilkan karya
video tutorial pembelajaran. Namun meski begitu, untuk
mendapatkan hasil video yang bagus dan nampak seperti buatan
profesional dan membutuhkan tips dan langkah yang tak boleh
diabaikan.
Teknik yang perlu diperhatikan dalam pengambilan video
menggunakan smartphone adalah sebagai berikut:
1. Mengaktifkan Stabilizer
Hal yang paling penting dalam merekam video adalah kesta-
bilan gambar yang dihasilkan. Bila video yang hasilkan memiliki
gambar yang jernih na- mun terlalu goyang kesana kemari tentu
akan mengurai minat penonton video tersebut. Tentunya akan
pusing melihat gambar yang terlalu goyang tanpa kestabilan.
Video akan gagal menyampaikan nilai seni maupun informasi
yang terdapat pada didalamnya. Maka dari itu sangat perlu
untuk mengaktifkan stabilizer yang sudah tersedia pada
pengaturan kamera handphone android saat akan memulai
merekam video. Dengan begitu, smartphone akan otomatis
meredam guncangan yang terjadi saat perekaman. Sehingga
video yang dihasilkan tampak lebih stabil dan halus dalam segi
perpindahannya.
2. Mengatur White Balance
Banyak para awam yang menggunakan kamera perekam
smartphone secara instan tanpa memperhatikan warna yang
dihasilkan dari bidikannya tersebut. Maka tak jarang bila peserta
sering mendapati video dengan hasil yang berwarna terlalu
kuning atau kebiruan. Untuk menghasilkan video yang bagus
dengan war na real seperti yang terlihat oleh mata kita maka
harus mengatur white balance dari kamera. Biasanya terdapat
14
pada menu setting kamera kemudian peserta bisa
membandingkannya antara yang terlihat di viewfinder dengan
yang tampak oleh mata. Apakah gambar bidikan sudah memi-
liki warna yang serupa. Selain itu, kami juga bisa mengatur white
balance dengan cara yang sederhana yaitu arahkan kamera
smartphone peserta ke benda apapun yang berwarna putih
polos. Maka kamera smartphone akan menyesuaikan hasil
bidikan mendekati warna normal.
3. Mengatur Gunakan Headset atau Mic Eksternal
Salah satu kelemahan dalam merekam video menggunakan
smartphone adalah suara yang dihasilkan kurang jernih bahkan
tercampur dengan bisingnya suara latar belakang atau
lingkungan sekitar. Karena bukan kamera profesional maka
dapat mengakali pengambilan video dengan kamera
smartphone melalui bantuan headset guna memfokuskan
suara yang ingin diambil. Sehingga akan meminimalisir
bocornya suara- suara dari lingkungan sekitar.
4. Menggunakan Tripod
Pakailah tripod agar video yang peserta hasilkan memiliki hasil
yang lebih stabil. Terutama bila peserta merekam tanpa
berpindah-pindah. Lebih baik menggunakan tripod agar gambar
yang peserta buat tidak memiliki guncangan atau perubahan
posisi yang sangat terlihat. Bagi pemakai smartphone yang
memiliki tangan bertremor atau bergetar ketika memegang
suatu benda, maka sangat disarankan untuk memakai tripod
untuk menghasilkan video yang sesuai harapan. Agar peserta
bisa membuat suatu karya video yang sederhana namun enak
ditonton dan bergaya profesional.
5. Menggerakkan Dengan Halus
Jika peserta ingin mengambil video dalam situasi bergerak
15
ataupun mengikuti objek yang akan peserta rekam, maka usa-
hakanlah untuk bergerak secara halus. Karena yang peserta
gunakan adalah kamera stpesertar yang tersemat pada
handphone android sehingga memiliki sensitifitas tinggi pada
perubahan gerak. Janganlah mengambil gambar secara cepat
perpindahan satu objek ke objek lainnya.
6. Hindari Penggunaan Zoom
Ingatlah bahwa yang peserta pakai hanyalah kamera hand
phone android. Tentunya ba nyak sekali batasan-batasan yang
dapat dilakukan dengan kamera tersebut. Salah satunya adalah
zoom, sangat tidak disarankan bagi peserta memakai zoom
pada kamera smartphone. Karena zooming pada kamera
smartphone lebih banyak membuat noise pada
gambar dibandingkan untuk memperjelas. Jadi bila memang
peserta ingin memperlihatkan objek lebih dekat, maka langkah
terbaik adalah dengan mende kati objek tersebut. Dengan
begitu akan mendapatkan gambar yang lebih jelas dan jernih
dibandingkan dengan zoom yang beresiko membuat video
menjadi pecah.
7. Perhatikan Angle
Angle merupakan titik tempat membidik objek. Angle sangat
berhubungan dengan posisi tinggi atau rendahnya mengambil
suatu shot. Angle sangat berguna dalam segi psikologis yang
akan tercipta pada video yang dibuat. Setiap angle memiliki
kriteria psikologis masing-masing. Seperti low angle membuat
kesan tinggi, berwibawa atau seram. High angle akan membuat
objek dippesertang secara psikologis menyedihkan, tak berdaya
maupun kecil dan lebih rendah. Sedangkan angle eye level
memiliki kesan normal yang santai dan menyenangkan. Jadi bila
membuat video dengan adegan seseorang yang sedang marah,
16
maka ambillah dengan posisi low angle sehingga seseorang yang
sedang marah tersebut lebih terlihat sisi psikologis amarahnya
karena tampak lebih menyeramkan dengan posisi yang
menjulang. Maka bila yang diambil adalah adegan menangis,
gunakanlah High Angle.
8. Perhatikan Penempatan Objek
Penempatan objek juga menjadi hal yang penting. Tak harus
melulu meletakkan objek pada sisi tengah. Meletakkan objek
pada sisi samping dengan diiringi background yang indah justru
akan memberikan nilai artistik yang lebih tinggi dalam karya
video. Bereksperiman un tuk penempatan objek yang terkesan
lebih berseni dan tidak monoton. Namun jangan sampai
membuat viewfinder menjadi tampang terlalu kosong.
Videografer harus pintar-pintar mengkombinasikan objek deng-
an suasana lingkungan sekitar namun jangan lebih dominan dari
objek utama yang ditargetkan.
9. Shot secara Simetris
Seringkali pengguna kamera video smartphone mengambil shot
namun mengabaikan kondisi dan posisi kamera. Tanpa sadar
sebenarnya membidik gambar dengan posisi smartphone yang
miring alias tidak simetris. Hal ini akan sangat mengganggu hasil
akhir video. Karena saat memutar ulang hasil rekaman tersebut
akan sangat terlihat bahwa video yang ditonton sebenarnya
miring. Memang kemiringan smartphone sangat tidak terasa
saat kita sedang merekam karena kita terlalu fokus pada objek
yang direkam. Maka dari itu haruslah membiasakan diri untuk
mengatur posisi smartphone sebelum memulai merekam,
apakah dirasa sudah simetris atau belum.
10. Jangan Menutupi Microphone
Pengguna smartphone telah sangat terbiasa untuk memotret
17
menggunakan kamera. Hal ini akan terbawa pada saat
mengambil video menggunakan kamera smartphone. Yaitu
kebiasaan untuk hanya fokus pada gambar yang sedang dibidik
sehingga tak sadar bahwa pada perekaman video diperlukan
kombinasi dengan suara. Kebiasaan pengguna smartphone yang
memegang HPnya dengan berbagai cara akan terbawa pada
saat merekam video sehingga tak sadar bahwa telah menutupi
bagian mirophone yang terdapat pada smartphone. Mulailah
membiasakan diri dan menghafal bagian microphone
smartphone peserta untuk meminimalisir terjadinya kega- galan
dalam merekam suara.
11. Membersihkan Lensa
Bagi mereka yang bukan merupakan seseorang profesional
dalam hal fotografi ataupun videografi pastinya akan sangat
menghiraukan bahkan melupakan kebersihan kamera. Padahal
kamera merupakan modal utama untuk pembuatan video.
Tentulah peserta harus selalu menjaga kebersihan lensa
terutama saat akan memulai untuk membuat video. Agar
gambar pada video yang dibuat nampak jernih tanpa ada
penghalang debu ataupun gambar yang kabur karena bercak
kotor pada lensa, bersihkan dengan menggunakan tisu halus
atau yang paling baik adalah menggunakan kain berbahan
lembut. Hal ini diperlukan guna menghindari terjadinya goresan
pada lensa kamera. Maka dalam membersihkan kamerapun
harus berhati-hati menjaga aset .
12. Utamakan Pencahayaan Alam
Pencahayaan juga merupakan hal penting dalam perekaman
video. Akan sangat tidak menarik jika video yang diambil
memiliki pencahayaan yang kurang sehingga mengaburkan
ppesertangan bahkan membuat gagal menunjukkan objek
18
utama. Kecuali bila video yang dibuat memang menginginkan
nuansa gelap ataupun sillhouette. Jika memang yang
dibutuhkan adalah video dengan kecerahan normal, maka harus
perhatikan pencahayaan dalam videonya. Terlebih lagi setiap
kamera memiliki kemampuan menangkap cahaya yang berbeda
- beda. Maka sebisa mungkin ambillah gambar ditempat yang
cukup bercahaya dan tidak membidik pada posisi membelakangi
cahaya. Namun harus tau bahwa video terbaik merupakan video
dengan pencahayaan alami yaitu menggunakan cahaya alam
alias matahari. Hal ini akan membuat video me miliki cahaya
yang natural. Akan sangat jauh berbeda bila hanya
mengpesertalkan cahaya lampu yang berbeda-beda tingkat
warna yang akan dihasilkan dalam video. Kecuali bila
menggunakan lighting profesional seperti di studio perekaman.
E. LATIHAN
Lakukan secara mandiri beberapa latihan sebagai berikut
1. Cek cpesifikasi smartphone anda
2. Lakukan 11 langkah dalam Teknik pengambilan gambar
F. RANGKUMAN
1. Storyboard adalah sebuah sebuah desain sketsa gambar yang
disusun secara berurutan sesuai dengan naskah cerita yang telah
dibuat. Dengan pembuatan storyboard sendiri, maka pembuat
cerita atau naskah dapat menyampaikan pesan atau ide dengan
lebih mudah kepada orang lain.
2. Didalam pembuatan storyboard, terdapat beberapa hal yang
perlu diperhatikan, yang pertama adalah Storyboard dapat
digambarkan dengan tangan, tidak perlu bagus dilihat asalkan
cukup jelas sebagai panduan bagi anggota tim lainnya
19
G. EVALUASI MATERI
1. Pencahayaan juga merupakan hal penting dalam perekaman
video. Mengapa pencahayaan begitu penting ?
2. Angle sangat berguna dalam segi psikologis. Jelaskan pernyataan
tersebut !
H. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Sejauh mana Peserta dapat menyelesaikan Latihan dan Evaluasi
Materi yang ada pada bab ini? Apabila Peserta telah mampu
menjawab Latihan dan Evaluasi Materi pada Bab ini, berarti Peserta
telah menguasai topik ini dengan baik. Akan tetapi, jika Peserta
masih merasa ragu dengan pemahaman Peserta mengenai materi
yang terdapat dalam Bab ini serta adanya keraguan dan kesalahan
dalam menjawab Latihan dan Evaluasi Materi, maka disarankan
Peserta melakukan pembelajaran kembali secara lebih intensif
dengan membaca ulang materi, membaca bahan referensi,
berdiskusi dengan pengajar/fasilitator dan juga dengan sesama
peserta pelatihan lainnya
20
BAB IV
DASAR-DASAR EDITING VIDEO
MENGGUNAKAN SMARTPHONE
Indikator Hasil Belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta pelatihan dapat
melakukan dasar-dasar editing video menggunakan smartphone
Cara edit video di handphone smartphone pada dasarnya
sama dengan di komputer, namun diubah sedemikian sehingga
mudah dilakukan di layar sentuh. Dengan kata lain, menggunakan jari
tangan. Untuk mencoba edit video di handphone android, ada
baiknya mempersiapkan minimal dua data video. Selain itu boleh juga
mempersiapkan file audio untuk musik latar. Perhatikan bahwa tiap
aplikasi akan memiliki tampilan, fitur, dan proses yang berbeda.
Sesuaikan langkah di bawah ini dengan aplikasi yang kita gunakan.
Ada beberapa aplikasi yang meminta membuat project baru terlebih
dulu, juga bisa menambah klip video lainnya nanti.
A. EDITING VIDEO
Secara umum editing video menggunakan smartphone ada 4 hal
yaitu Potong, Tambah, Atur, dan Menambahkan
1. Potong (Trim) Klip Video
a. Tap klip video di timeline untuk mengaktifkannya.
b. Lihat video tersebut, dan perhatikan bagian mana yang
ingin dipotong (trim)
c. Pilih tool trim.
21
d. Tekan dan geser ujung kanan kiri klip video untuk
memotong klip tersebut di bagian awal dan akhir.
e. Tekan Done (selesai)
2. Tambah Klip Video
a. Tekan tpeserta plus di sebelah klip yang sudah diedit (ter-
gantung aplikasi yang digu- nakan).
b. Edit klip video ini seperti langkah sebelumnya.
3. Atur Urutan Klip Video
a. Tap klip video untuk meng- aktifkannya.
b. Tekan dan geser klip untuk memindahnya.
4. Menambah musik atau audio lain
a. Kalau kita ingin tidak ada suara asli dari video rekamanmu,
tap klip video, dan cari kontrol untuk mengu- rangi volume
atau mute audio dari klip video bersangkutan.
b. Tekan tool sound /audio, dan pilih file audio yang
diinginkan.
c. Atur posisi audio seperti cara memotong dan meng- atur
urutan klip video
B. EDITING VIDEO MENGGUNAKAN APLIKASI KINEMASTER
KineMaster merupakan salah satu aplikasi edit
video profesional yang kini populer di kalangan pengguna perangkat
mobile. Salah satu fiturnya yang sering dipakai
Youtuber gaming adalah chroma key. Selain itu, di aplikasi ini juga
bisa menggabungkan frame, memberikan efek suara, tambahan
effect keren, dan tutorial KineMaster lainnya.
Dalam layanannya, KineMaster menyediakan opsi gratis dan
berbayar. Meskipun begitu, untuk versi gratisnya pun kita tetap bisa
melakukan berbagai cara menggunakan KineMaster; Mulai dari
menambahkan backsound, teks, dan masih banyak lagi.
22
1. Membuat File Project Video Baru
Sebelum lanjut ke cara membuat video tulisan di KineMaster
dan lain sebagainya, tentu hal paling basic yang perlu kita
ketahui adalah membuat file project video baru.
a. Download dan instal aplikasi KineMaster Buka aplikasi
KineMaster.
b. Pilih ikon menu Create yang ada di bagian tengah.
c. Pilih resolusi video yang hendak kita bikin. Mulai
dari 16:9, 9:16, atau 1:1.
23
2. Memasukkan Video ke Dalam Project
Setelah file project berhasil dibuat, maka selanjutnya kita akan
dibawa masuk ke halaman Edit KineMaster. Namun, di sini kita
belum bisa melakukan pengeditan apapun karena diharuskan
untuk terlebih dulu memilih file video yang akan diedit. Kita bisa
memilih video lucu atau apapun sesuka hati. Agar lebih jelasnya
mengenai cara menggunakan KineMaster untuk memasukkaan
video ke dalam project, kita bisa simak langkah-langkah berikut:
a. Pada halaman Edit KineMaster, nantinya opsi Media akan
langsung terbuka.
b. Kita tinggal cari dan pilih file video yang hendak diedit.
c. Kemudian tekan ikon centang yang terdapat di pojok kanan
atas.
24
3. Memotong Frame yang Tidak Diinginkan
Kita merasa videomu terlalu panjang, atau kita ingin memotong
bagian video yang dirasa tak penting? Kalau gitu, berarti saatnya
kita melakukan cara mengedit video di KineMaster untuk meng-
cut bagian tersebut!
a. Tap video yang hendak kita edit hingga
muncul frame berwarna kuning pada file video.
b. Lalu pilih simbol Gunting pada sisi kanan atas.
25
3. Perhatikan baik-baik opsi pemotongan yang akan kita pilih
sebelum meng-cut video agar tidak salah potong.
26
Pengertian masing – masing sebagai berikut :
● Trim to left of playhead. Kalau kita memilih opsi ini, video di
sebelah kiri garis crop akan terhapus, menyisakan video di
sebelah kanan garis crop.
● Trim to right of playhead. Kalau kita memilih opsi ini, video di
sebelah kanan garis crop akan terhapus, menyisakan video di
sebelah kiri garis crop.
● Split at playhead. Kalau kita memilih opsi ini, video
akan terpotong menjadi dua tepat pada garis crop.
● Split and Insert Freeze Frame. Kalau kita memilih opsi ini, video
akan terpotong menjadi dua tepat pada garis crop, sementara
tepat pada garis crop akan muncul new frame untuk
memasukkan video baru.
4. Mengatur Kecepatan Video
a. Tap video yang hendak diatur tingkat kecepatannya.
b. Setelah itu, tap menu Speed yang memiliki simbol
spedometer.
c. Silakan atur kecepatan video sesuai yang kita inginkan.
27
5. Menambahkan Teks
Biasanya fitur teks ini difungsikan saat hendak membuat video
Literasi menggunakan KineMaster.
1. Tap menu 'Layer' lalu kita pilih menu 'Text'.
2. Tulis teks yang kita inginkan, jika sudah tekan tombol 'OK'.
3. Jangan lupa untuk mengatur warna dan font style pada
teks tersebut. Semakin unik rupanya, semakin menarik
video yang kita bikin.
28
6. Menambahkan Lagu
Mengedit video pastinya tidak lepas dari penggunaan lagu
sebagai backsound video agar lebih estetik. Kita bisa
menggunakan lagu romantis, pop, atau bisa juga cuma sekadar
instrumen.
a. Untuk menambah musik-musik hits, silakan tap opsi
menu Audio di lingkaran Menu yang ada di sebelah kanan.
b. Pilih lagu yang hendak kita masukkan ke dalam video.
c. Tap tpeserta Plus (+) untuk menambahkan lagu tersebut.
29
7. Menambahkan Effect
Teks dan lagu sudah berhasil ditambahkan, tentunya kita mau
dong hasil editan video semakin estetik dan menarik untuk
dipsoting di Instagram atau YouTube?
a. Kita tap pada menu 'Layer' lalu pilih 'Effect' pada lingkaran
menu.
b. Pilih effect yang hendak kita masukkan ke dalam video.
c. Kalau sudah, tap effect tersebut, dan bakal langsung masuk
ke dalam kolom edit video.
8. Export dan share video.
a. Tap ikon menu Export pada pojok kanan atas.
30
b. Atur dengan bebas resolusi dan kecepatan frame videomu.
c. Kalau sudah, tap Export.
C. EDITING VIDEO MENGGUNAKAN APLIKASI CAMTASIA
Camtasia Studio adalah salah perangkat lunak yang
dikembangkan oleh TechSmith Coorporation. Camtasia
digunakan unutk merekam semua aktifitas yang ada pada
desktop computer. Perangkat lunak ini juga bisa dimanfaatkan
untuk membuat media pembelajaran berbasis multimedia dan
e- learning yaitu dengan membuat video tutorial atau
pelatihan dan membuat video presentasi dikenal dengan
istilah screencast
31
1. Memulai Camtasia
Pada saat membuka Camtasia, akan muncul pertama kali Welcome
Window seperti di bawah ini
1. Record the Screen: Untuk langsung membuka Camtasia
Recorder dan merekam aktivitas desktop computer.
2. Import Media: Memilih video, audio, maupun gambar untuk
dimasukkan ke dalam area kerja.
3. Recent Projects: Menampilkan tiga proyek terakhir yang
sudah dibuka. Untuk membuka projek lain bisa dengan klik
pada more.
4. Community: klik pada panah kanan dan kiri untuk melihat
aktivitas dari komunitas TechSmith.
5. Free Training: beberapa pilihan untuk mengakses video
tutorial Camtasia maupun layanan bantuan.
32
2. Area Kerja Camtasia
1. Area untuk mengakses tiga fitur penting Editor: Record the
Screen, Import Media, dan Produce and Share video yang
dibuat.
2. Menu Options, mengakses pengaturan dan pilihan program,
fitur impor dan ekspor serta beberapa fitur lainnya.
3. Editing Dimensions, pada bagian ini untuk mengatur
dimensi/resolusi dari video yang dibuat. Klik untuk membuka
pilihan Editing Dimension pada dialog box yang nanti akan
muncul.
4. Magnification View Options, klik untuk memilih tingkat
perbesaran video pada layar. Ini dilakukan agar lebih detail
dalam pengeditan. Jika memilih Shrink to Fit maka video akan
mengikuti ukuran area preview.
5. Fitur untuk mengakses bantuan menggunakan Camtasia
Studio.
6. Preview Window, ada beberapa pilihan
33
7. Canvas, bagian ini adalah tempat melihat video yang sedang
diedit. Objek di dalamnya dapat diubah posisi maupun
ukurannya.
8. Playback Controls, tombol-tombol ini digunakan untuk
menjalankan video.
9. Task Tabs, untuk pilihan dalam menambahkan callouts,
transitions, zoom and pan animations, dan lain- lain.
10. Library, kumpulan video dan audio yang sudah disiapkan oleh
Camtasia Studio agar dapat dipaka secara langsung.
11. Clip Bin, kumpulan file yang dipakai dalam timeline.
12. Timeline, area kerja utama yang digunakan untuk mengatur
video yang sedang diedit.
13. Timeline Toolbar, tombol-tombol dasar pengeditan seperti
paste, cut, split, zoom dan sebagainya.
14. Timeline Tracks, rangkaian video, audio, maupun gambar
yang dimasukkan ke dalam timeline.
15. Stiched Media, celah ya ada dimana bila dua bagian file
disatukan.
3. Recording
1. Buka presentasi yang akan direkam.
2. Pada tab ADD-INS, pilih Record
3. Aplikasi langsung aktif, namun pada tahap ini belum terekam. Klik
34
pada tombol Click to begin recording
4. Jika ingin jeda sejenak (pause) ketika merekam bisa menekan
CTRL+SHIFT+F9, lalu untuk berhenti bisa menekan CTRL+SHIFT+F10
atau ESC.
5. Setelah selesai akan muncul dialog Box, untuk memastikan apakah
video sudah selesai. Lalu simpan ke folder yang diinginkan. Klik
tombol Save.
6. Lalu akan muncul kembali Albert Box untuk memproduksi langsung
jadi output video, atau akan disunting terlebih dulu. Pada modul ini
memilih untuk disunting (edit) terlebih dulu. Dan langkah
perekaman selesai.
4. Editing dan Rendering
Bagian ini menjelaskan tools untuk memproduksi rekaman
menjadi output video.
35
1. Tools Editing
a. Clip Bin: berisi semua media hasil impor dari rekaman
atau media lain.
b. Library: berisi Ike pustaka yang dapat digunakan untuk
menambahkan isi dari video, contoh yang terdapat di
dalam library yaitu sound effect, stamp, gambar bergerak
dan lain-lain. Isi library dapat dimodifikasi, dihapus dan
ditambahkan melalui impor sesuai kebutuhan.
c. Callouts: menambahkan shape, area fokus, teks, dan
skecth motion
d. Zoom-n-pan: digunakan untuk memperbesar objek atau
mengarahkan fokus.
36
e. Audio: untuk mengolah audio, Camtasia bisa mereduksi
suara yang menggangu (noise).
f. Spit: Untuk memberikan efek perubahan/pemindahan
video antar France (transition).
g. Cursor Effect: memberikan efek pada kursor.
h. Visual Properties: memberikan efek animasi pada objek.
i. Voice Narations: menambahkan materi audio pada video
yang sedang disunting.
j. Record Camera: menambahkan video pada materi.
2. Rendering
a. Klik pada tombol
b. Pilih tipe output video sesuai yang diinginkan. Misal
dipilih Custom production settings, untuk kebutuhan
diupload pada website. Klik Next.
c. Muncul pilihan berikut, pilih MP4-Smart Player, klik
Next.
d. Muncul kembali pilihan, biarkan default dulu. Klik
Next.
e. Lalu muncul pilihan lain. Agar dapat masuk ke dalam
LMS maka pilih format SCORM. Pilih Option untuk
melihat format SCORM yang akan dipakai, klik Next
bila sudah.
f. Klik Next terus sampai muncul pilihan berikut, beri
nama file output dan pilih folder untuk
menyimpannya.
g. Klik Finish maka, maka rendering bar akan muncul.
Dan selesai
37
D. LATIHAN
Buatlah video pembelajaran menggunakan Kinemaster dan
Camtasia
E. RANGKUMAN
1. Cara edit video di handphone smartphone pada dasarnya sama
dengan di komputer, namun diubah sedemikian sehingga
mudah dilakukan di layar sentuh
2. Secara umum editing video menggunakan smartphone ada 4 hal
yaitu Potong, Tambah, Atur, dan Menambahkan
F. EVALUASI MATERI
1. Cek hasil pembuatan video anda, apakah sudah sesuai dan
memenuhi standar media pembelajaran yang dibutuhkan
dalam pekerjaan anda ?
2. Apabila belum tuliskan apa yang kurang dan memerlukan
koreksi dan ulangi lagi
G. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Sejauh mana Peserta dapat menyelesaikan Latihan dan Evaluasi
Materi yang ada pada bab ini? Apabila Peserta telah mampu
menjawab Latihan dan Evaluasi Materi pada Bab ini, berarti Peserta
telah menguasai topik ini dengan baik. Akan tetapi, jika Peserta
masih merasa ragu dengan pemahaman Peserta mengenai materi
yang terdapat dalam Bab ini serta adanya keraguan dan kesalahan
dalam menjawab Latihan dan Evaluasi Materi, maka disarankan
Peserta melakukan pembelajaran kembali secara lebih intensif
dengan membaca ulang materi, membaca bahan referensi,
berdiskusi dengan pengajar/fasilitator dan juga dengan sesama
peserta pelatihan lainnya
38
BAB V
PENUTUP
A. EVALUASI KEGIATAN BELAJAR
Modul ini memuat seperangkat pengalaman belajar yang didesain
untuk membantu peserta menguasai tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Kegiatan belajar dikatakan berhasil apabila tujuan
pembelajaran tercapai yaitu bahwa, setelah menyelesaikan modul
ini peserta mampu (kompetensi dasar), yang diindikasikan dengan
peserta dapat:
1. Menjelaskan pengenalan dan konsep pembuatan video
pembelajaran berbasis video;
2. Menerapkan pembuatan storyboard dan teknik pengambilan
gambar;
3. Melakukan dasar-dasar editing, transisi dan suara;
4. Membuat title, efek video, audio dan final video.
Secara spesifik, gambaran tingkat kemampuan peserta dapat
diperoleh melalui penyelesaian soal-soal latihan, evaluasi yang
terdapat pada tiap akhir Bab dalam modul ini, serta hands-on
praktek pada setiap Latihan yang diberikan fasiltator. Kesulitan atau
kendala yang ditemui dalam penyelesaian latihan-latihan tersebut
hendaknya menjadi tolak ukur pencapaian tujuan pembelajaran,
sehingga bila diperlukan ditindaklanjuti dengan upaya-upaya yaitu
membaca ulang materi, praktik mengerjakan latihan kembali,
berkonsultasi dengan pengajar/fasilitator dan juga dengan sesama
peserta pelatihan lainnya.
39
B. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Materi yang diberikan dalam modul ini merupakan konsep dan
praktik. Untuk dapat membuat presentasi yang menarik sesuai
dengan kebutuhan, maka peserta perlu mengikuti keseluruhan
materi dalam program Pelatihan WI-LENIAL. Selain itu, diharapkan
peserta selalu mengembangkan diri dengan praktik, praktik dan
praktik.
40
KUNCI JAWABAN
A. KUNCI JAWABAN BAB II: PENGENALAN DAN KONSEP PEMBUATAN
VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO
1. Kontribusi media terhadap pembelajaran adalah: (1)
penyampaian pesan dapat lebih terstpesertar; (2) pembelajaran
dapat menarik; (3) pembelajaran menjadi lebih interaktif; (4)
waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek; (5)
kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan; (6) proses
pembelajaran dapat berlangsung kapan pun dan di mana pun
diperlukan; (7) sikap positif siswa materi pembelajaran serta
proses pembelajaran dapat ditingkatkan; (8) peran fasilitator
berubah ke Fungsi mendasar suatu media pembelajaran adalah
sebagai penyampai materi pembelajaran dari sumber belajar ke
pembelajar.
2. Tahap ini meliputi kegiatan penyuntingan gambar (editing),
pemaduan gambar dengan suara dan musik (mixing), dan
kegiatan pengisian suara (dubbing).
41
DAFTAR PUSTAKA
Agnes, Elisabeth, 1999. Format Program TV/Video, Pustekkom,
Depdiknas. –
Bittner, John R., 1991. Broadcasting and Telecommunication, third
edition, Prentice- Hall.
Comber, Peter & Tiffin, John, 1978. TV Production for Educational, Focus
Press, London. –
Fathurrohman, P., (2009), Strategi Belajar Mengajar, PT Refika Aditama,
Bandung
Fatunmbi, O.O., (2005), Effect of Video Tape Presentation on Senior
Secondary School Student Attitudes Towards Physical Education,
Journal of Teacher Education, 8 (1) : 56-64.
Hancokck, Alan, 1976. Producing for Educational Mass Media, Unesco
Press Paris. –
Kusnandar, 1999. Perencanaan Produksi Media Televisi/Video,
Pustekkom, Depdiknas.
Rusman, 2012. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan
Profesionalisme Guru, RajaGrafindo Persada, Jakarta
Surmanek, Jim, 1986. Media Planning, NTC Business Books, Lincolnwood
Illionis USA.
42