Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
1
Laporan Pelaksanaan Kegiatan Program Penyelenggaraan Training of Trainer Perencanaan
Kontingensi Angkatan II Pelatihan Teknis PB
Pengarah
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana
Penulis
Roswanto
Kontributor
Joko Sri Wismoko, Marlina Adisty, Alam Maulana, Nurhasanah, Iksan Lutfi, Devi Cyntia Selina,
Imam, Rivaldi Wijaya
Design Cover
Roswanto
Foto Dokumentasi
Roswanto, Iksan Lutfi.
Diterbitkan oleh
Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB
Kawasan Indonesia Peace dan Security Center (IPSC)
Sentul, Bogor, Jawa Barat
ISBN .........................................
Hak Cipta @2022
Hak Cipta dilindungi Undang – Undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi karya
tulis penelitian ilmiah tanpa izin penulis dan penerbit.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
2
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan program
penyelenggaran Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan II.
Terima kasih saya ucapkan kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana yang telah membantu kami baik secara moral maupun materi. Terima
kasih juga saya ucapkan kepada teman teman seperjuangan yang telah mendukung kami sehingga
kami bisa menyelesaikan tugas ini tepat waktu.
Kami menyadari, bahwa laporan kegiatan pelaksanaan ToT (Training of Trainer)
Perencanaan Kontingensi secara e – learning yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna
baik segi penyusunan, bahasam maupun penulisannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca guna menjadi acuan agar penulis bisa
menjadi lebih baik di masa mendatang.
Semoga laporan kegiatan pelaksanaan ToT (Training of Trainer) Perencanaan Kontingensi
Angkatan 2 ini bisa menambah wawasan para pembaca dan bisa bermanfaat untuk perkembangan
dan peningkatan ilmu pengetahuan.
Sentul, Februari 2022
Penulis.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
3
DAFTAR ISI
Kata Pengantar 3
Daftar Isi 4
Lampiran 41
Bab I Pendahuluan 6
1.1 Latar Belakang 6
`Bab II 1.2 Dasar Hukum 7
Bab III 1.3 Tujuan dan Sasaran Pelatihan 7
1.4 Kompetensi Pelatihan 7
Bab IV 1.5 Tempat Penyelenggaraan 8
Bab V 1.6 Jadwal Pelatihan 9
Bab VI 1.7 Jumlah Peserta Pelatihan 11
Bab VII 1.8 Penyelenggaraan 11
BAB VIII 1.9 Pengajar Pelatihan/Widyaiswara/Instruktur
12
Struktur Kruikulum, Mata Pelatihan dan Ringkas 12
Materi 12
A Struktur Kurikulum
B Mata Pelatihan 14
C Jumlah dan Pembelajaran 14
15
Proses Pelaksanaan Pelatihan 15
A Pembukaan 18
B Pengarahan Program 23
C Pre test 26
D Pembelajaran H-1 28
E Pembelajaran H-2
F Pembelajaran H-3 33
G Pembelajaran H-4
H Pembelajaran H-5 34
34
Peserta
A Persyaratan Peserta 35
35
Tenaga Pelatihan
A Tenaga Pendidik 36
B Persyaratan Tenaga Pelatihan 36
36
Fasilitas Pelatihan
A Prasarana 37
B Sarana 37
37
Pembinaan dan Anggaran
A Perencanaan
B Pembinaan
C Pembiayaan
Evaluasi
A Evaluasi Terhadap Peserta
B Evaluasi Terhadap pengajar /Widyaiswara
C Evaluasi Terhadap Penyelenggaraan Pelatihan
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
4
BAB IX D Evaluasi Pembelajaran 37
BAB X E Evaluasi Akhir 38
F Evaluasi Dampak Pelatihan 38
STTP 39
A Surat Tanda Tamat Pelatihan 39
B Registrasi 40
Kesimpulan
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pengembangan bahan ajar merupakan upaya kongkrit yang dilakukan oleh trainer untuk
mendukung pembelajaran yang dilakukan. Pengembangan bahan ajar memiliki fungsi
strategis terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Dampak positif yang diperoleh jika
trainer mampu mengembangkan bahan ajar adalah selain optimalisasi proses pembelajaran.
Juga dapat menggantikan sebagian peran trainer dan mendukung pembelajaran individual
sehingga trainer dapat mencurahkan sebagian waktunya untuk membimbing belajar peserta
pelatihan. Selian itu, dampak positifnya bagi trainer adalah dapat mengurangi
ketergantungan pada trainer dan membiasakan belajar mandiri. Hal ini juga mendukung
prinsip belajar sepanjang hanyat (long life education)
Trainer adalah mereka yang dapat mengantarkan peserta pelatihan menguasai ilmu
pengetahuan. Untuk itu setiap trainer dituntut ilmu pengetahuan yang terus berkembang
dengan cepat yang salah satunya adalah kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar.
Terkait dengan hal tersebut diatas, disadari bahwa pengembangan profesional trainer perlu
dilakukan secara terencana dan konsisten. Hal ini dilakukan agar trainer dapat mengatasi
berbagai tantangan dan permasalahan di dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.
Sehubungan dengan hal ini, dipandang perlu melakukan kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan melalui kegiatan TOT Perencanaan Kontingensi.
Ditengah merebaknya wabah Covid-19 belakang ini, Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) menerapkan pembelajaran berbasis digital atau e-
learning sangat bermanfaat untuk melindungi peserta pelatihan dari penyebaran virus Covid-
19.
1.2. Dasar Hukum:
Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
Undang – Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantina Kesehatan;
Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Manajemen ASN;
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan
Bencana;
Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan
Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang
Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Keuangan;
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
6
Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 4 Tahun 2019
tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana;
Peraturan Kepala LAN Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Pembinaan
Penyelenggaraan Diklat Teknis.
1.3. Tujuan dan Sasaran Pelatihan
Tujuan Training of Trainer Perencanaan Kontingensi
Mempersiapkan Tenaga – tenaga Trainer yang mampu menguasai pembelajaran
Penyusunan Perencanaan Kontingensi Penanggulangan Bencana sehingga mampu
melalukan Training/Workshop Pembelajaran di Wilayah kerja masing – masing;
Sebagai wadah bagi trainer untuk mengembangkan kemampuannya dalam
pengembangan bahan ajar penyusunan rencana kontingensi penanggulangan bencana;
Untuk meningkatkan kemampuan trainer dalam melakukan inovasi pembelajaran;
Memotivasi dan menginspirasi trainer untuk menemukan model – model pembelajaran
terbaik;
Sasaran Pelatihan
Tersedianya Tenaga – tenaga Trainer Perencanaan Kontingensi yang mampu menguasai
dan Mengajarkan Program Pembelajaran berbasis penyusunan rencana kontingensi
penanggulangan bencana;
Terciptanya budaya yang kondusif dalam pengembangan trainer penanggulangan
bencana secara berkelanjutan yang berdampak kepada peningkatan prestasi belajar
peserta pelatihan;
Terhimpunya berbagai hasil pengembangan bahan ajar dan model – model pembelajaran
serta karya inovatif.
1.4. Kompetensi Pelatihan
Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti Training of Trainer (ToT) Perencanaan Kontingensi secara e-learning ini
diharapkan peserta pelatihan sebagaian trainer memiliki kemampuan dalam menyusun
rencanaan kontingensi, serta memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan sebagai peserta
Training of Trainer (TOT) Perencanaan Kontingensi.
1.5. Tempat Penyelengaraan
Pelatihan Training of Trainer (TOT) Perencanaan Kontingensi dilaksanakan oleh Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) selaku lembaga
terakreditasi bidang penanggulangan bencana dengan waktu 14 s.d 18 Februari 2022
dengan metode e-learning.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
7
1.6. Jadwal Pelatihan
WAKTU ACARA NARASUMBER Nama Pengampu JP
/FASILITATOR
Senin 14 Februari 2022
Panitia
07.00 – 08.00 Registrasi Kepala Pusdiklat PB
Kabid. Penyelenggara
08.00 – 08.45 Pembukaan 1
08.45 – 09.30 Pengarahan Program Evaluator 1
09.30 – 09.45 Coffee Break WI Pusdiklat PB
09.45 – 10.30 Pre-test Nurhasanah 1
10.30 – 12.00 Dinamika Kelompok WI Pusdiklat PB 2
12.00 – 13.00 ISHOMA WI Pusdiklat PB
13.00 – 13.45 Dinamika Kelompok Nurhasanah 1
13.45 – 15.15 RBPMD/RP WI Pusdiklat PB Marlina Adisty 2
15.15 – 15.30 Coffee Break Peserta
WI Pusdiklat PB
15.30 – 17.00 Konsep Rencana Kontingensi(8) Alam Maulana 2 (10)
WI Pusdiklat PB
Selasa 15 Februari 2022
WI Pusdiklat PB
07.30 – 08.00 Review Hari 1 WI Pusdiklat PB
08.00 – 09.30 Konsep Rencana Kontingensi(8) WI Pusdiklat PB Alam Maulana 2
WI Pusdiklat PB
09.30 – 09.45 Coffee Break
Peserta
09.45 – 12.00 Konsep Rencana Kontingensi(8) WI Pusdiklat PB Marlina Adisty 3
12.00 – 13.00 ISHOMA WI Pusdiklat PB
WI Pusdiklat PB
13.00 – 13.45 Konsep Rencana Kontingensi(8) Marlina Adisty 1
Alam Maulana 2
13.45 – 15.15 Karakteristik Bahaya, Skenario
Kejadian dan Asumsi Dampak Bencana
(3)
15.15 – 15.30 Coffee Break
15.30 – 16.15 Karakteristik Bahaya, Skenario Alam Maulana 1
16.15 – 17.00 Kejadian dan Asumsi Dampak Bencana Nurhasanah 1(10)
(3)
Pelaksanaan Operasi Penanganan
Darurat Bencana (4)
Rabu, 16 Februari 2022
07.30 – 08.00 Review Hari 2 Nurhasanah 2
08.00 – 09.30
09.30 – 09.45 Pelaksanaan Operasi Penanganan Nurhasanah 1
09.45- 10.30 Darurat Bencana (4) Alam Maulana 2
10.30 – 12.00 Marlina Adisty 3
Coffee Break
Pelaksanaan Operasi Penanganan
Darurat Bencana (4)
Data dan Informasi
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 15.15 Dokumen Rencana Kontingensi (4)
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
8
WAKTU ACARA NARASUMBER Nama Pengampu JP
/FASILITATOR
15.15 – 15.30 Coffee Break WI Pusdiklat PB
15.30 – 17.00 Dokumen Rencana Kontingensi (4) Peserta Marlina Adisty 2(10)
Kamis, 17 Februari 2022 WI Pusdiklat PB
Marlina Adisty 2
07.30 – 08.00 Review Hari 3 WI Pusdiklat PB 3
08.00 – 09.30 Teknik Fasilitasi Marlina Adisty,
09.30 – 09.45 Coffee Break WI Pusdiklat PB Alam Maulana, 1
WI Pusdiklat PB 2
09.45 – 12.00 Persiapan Micro Teaching Nurhasanah
WI Pusdiklat PB 3(11)
12.00 – 13.00 ISHOMA Marlina Adisty,
Peserta Alam Maulana,
13.00 – 13.45 Persiapan Micro Teaching Evaluator
Evaluator Nurhasanah
13.45 – 15.15 Micro Teaching Marlina Adisty,
15.15 – 15.30 Coffee Break Kepala pusdiklat PB Alam Maulana,
15.30 – 17.45 Micro Teaching
Nurhasanah
Marlina Adisty,
Alam Maulana,
Nurhasanah
Jum’at 18 Februari 2022 On-line 1
07.30 – 08.00 Review Hari 4 Zoom 1
08.00 – 08.45 Post Test
08.45 – 09.30 Rencana Tindak Lanjut Zoom 1(3)
09.30 – 09.45 Coffee Break 44
09.45 – 10.30 Penutupan
1.7. Jumlah Peserta Pelatihan
Peserta Pelatihan Training of Trainer (ToT) Perencanaan Kontingensi berjumlah 30 orang
dengan catatan sebagai berikut:
30 Peserta Sesuai Publikasi Pusdiklat Pendaftaran Secara Online;
3 Peserta Mengundurkan diri (terlampir bukti digital)
NO NAMA LENGKAP INSTANSI JABATAN
1 Yadi Kusmayadi, S.IP
2 Mustakim, ST,MT BPBD Kab Taksikmalaya Analis Kebencanaan Ahli Muda
BPBD Prov NTB Penyelidik Geologi
3 Jumena Sukmawijaya, ST, M.Si
BPBD Prov Banten Kepala Seksi Pencegahan Bidang
4 Rediska Paramita Putri, S. Psi Dinsos Prov DKI Pencegahan dan Kesiapsiagaan
5 Fajar Septian, S. Pd
Penyuluh Sosial Ahli Pertama
Suku Dinas Penanggulanga Staf Operasional Tingkat Ahli
Kebakaran dan Penyelamatan
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
9
NO NAMA LENGKAP INSTANSI JABATAN
Administrasi Prov DKI
6 Dr. Stepanus, S. Hut, MP
7 Yoyon Haryanto, SIP BPSDM Prov Kalimantan Widyaiswara Ahli Madya
8 Hendra Herianto, S,SE, M. Si Tengah
9 Mardiah, S. Sos BPBD Kab Tasikmalaya Analis Kebencanaan
10 Budi Budiman Wahyu, ST,MT BPBD Kota Tebing Tinggi Kepala Bidang Pencegahan dan
11 Zulifli Kesiapsiagaan
12 Syarif Ahmad,SE BPBD Prov Kepri Penata Penanggulangan Bencana
13 Dr. Harson Gasim, SH, M.Si BPBD Prov Jawa Barat Kepala Seksi Pencegahan
14 Evan Stanley Siby, SSTP Polda Sumut Kanit 3 Sipammat Dit Samapta Polda
Sumut
15 Tekson, S. Sos BPBD Kab Kepulauan Kepala Pelaksana
Anambas
BPSDM Prov Gorontalo Widyaiswara Ahli Madya
Satuan Polisi Pamong Praja Pelaksana Seksi Penyelamatan, Evakuasi
dan Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Daerah Prov Papua
BPBD Pulau Pisau Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan
16 Saman BPBD Prov Lampung Pengadministrasian Umum Pada Bidang
17 Wahmud Abudrachman BPBD Prov Jawa Barat Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Analis Bencana
18 Moh Tahir Laendeng, S. Sos BPBD Prov Gorontalo Kasie Logistik dan Peralatan
19 Vurty Maria, S. SKM, Mkes BPBD Prov Sumatera Utara Plh. Kasubbid Pemberdayaan Masyarakat
20 Drs. Dariyus M Sinulingga BPBD Prov Sumatera Utara Kepala Sub Bidang Pengurangan Risiko
Bencana
21 Normati Berutu, S. Sos BPBD Prov Sumatera Utara Penyusun Rencana Kebutuhan Logistik
22 Dra. Dewiwati Marsaulina Shitie, BPBD Prov Sumatera Utara Kasubbid Pengendalian BPBD
M. SP
23 Nursia Hashim, SE BPBD Kab Boalemo Prov Kasubag Perencanaan
Gorontalo
24 Fitriadi, SE BPBD Kab Wakatobi Analis Kebencanaan
25 Drs. R Hendi Herdayana, M. Si BPSDM Jawa Barat Widyaiswara Ahli Madya
26 Arief Gunawan Lanudal Tanjungpinang Kasiminlog
27 M Syukur, SE BPBD Prov Bengkulu Analis Kebencanaan Ahli Madya
28 Masyhuri Amzah, S. Kom Prov DKI Pelaksana
29 Achmad Choirur Rochim, SE BPBD Kota Batu Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik
30 Khristian Hermansyah BPBD Prov Bengkulu Kepala Bidang Tanggap Darurat
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
10
Bukti Peserta Mengundurkan Diri (Rekam digital)
1.8. Penyelenggaraan
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Tahun Anggaran 2022
1.9. Pengajar Pelatihan/ Widyaiswara/Instruktur
Narasumber Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana;
Widyaiswara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
11
BAB II
STRUKTUR KURIKULUM, MATA PELATIHAN DAN RINGKAS MATERI
Struktur Kurikulum
Kurikulum menjadi hal yang sangat penting. Tanpa adanya kurikulum yang tepat, para peserta pelatihan
tak akan memperoleh target pembelajaran yang sesuai. Seiring berkembangnya zaman kurikulum dalam
pendidikan dan pelatihan pun terus mengalami perubahan. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan
peserta pelatihan di eranya masing – masing, berikut kurikulum Training of Trainer Perencanaan
Kontingensi:
No Mata Pelatihan Alokasi JP
1 Dinamika Kelompok 1
2 RBPMP/RP 2
3 Konsep Rencana Kontingensi 9
4 Karakteristik Bahaya, Skenario Kejadian 3
dan Asumsi Dampak Bencana
5 Pelaksanaan Operasi Penanganan 4
Darurat Bencana
6 Data dan Informasi 2
7 Dokumen Rencana Kontingensi 5
8 Teknik Fasilitasi 2
9 Persiapan Micro Teaching 4
10 Micro Teaching 5
Hari Waktu Mata Pelatihan Synchronous Asynchronous JP Pengajar
Senin 10. 30 – 12.00 Dinamika Kelompok Zoom - 2 Nurhasanah
Zoom - 2 Marlina Adisty
13.00 – 14.30 RBPMP/RP - 1 Alam Mualana
14.30 – 15.15 Konsep Rencana LMS
Kontingensi Zoom 1 Alam Maulana
15.30 – 16.15 Konsep Rencana -
Kontingensi - 2 Marlina Adisty
Selasa 08.00 – 09.30 Konsep Rencana LMS
Kontingensi Zoom 3 Marlina Adisty
09.45 – 12.00 Konsep Rencana -
Kontingensi Zoom 2 Alam Maulana
13.00 – 14.30 Karakteristik, Bahaya, -
Skenario Kejadian Zoom 2 Nurhasanah
14.30 – 15.45 Asumsi Dampak -
Bencana Zoom (1) 2 Nurhasanah
16.00 – 17.30 Kebijakan dan LMS (1)
Kerangka Penanganan
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
12
Rabu 08.00 – 09.30 Darurat Zoom - 2 Nurhasanah
Pelaksanaan Operasi
09.45 – 10.30 Penanganan Darurat Zoom - 1 Nurhasanah
Bencana
10.30 – 12.00 Pelaksanaan Operasi Zoom - 2 Alam Maulana
13.00 – 15.15 Penanganan Darurat Zoom 3 Marlina Adisty
15.30 – 17.00 Bencana Zoom
Kamis 08.00 – 09.30 Data dan Informasi Zoom - 2 Marlina Adisty
09.45 – 12.00 Dokumen Rencana Zoom
Kontingensi - 2 Marlina Adisty
13.00 – 13.45 Dokumen Rencana Zoom
Kontingensi - 3 TIM (Alam,
13.45 – 15.15 Pembelajaran Orang Zoom Marlina,
Dewasa Nurhasanah)
15.30 – 18.00 Persiapan Zoom
Microteaching - 1 TIM (Alam,
Jumat 08.00 – 12. 00 Zoom Marlina,
16.00 – 16.45 Persiapan Zoom Nurhasanah)
Microteaching
- 2 TIM (ALam,
Persiapan Marlina,
Microteaching Nurhasanah)
Persiapan - 4 TIM (Alam,
Microteaching Marlina,
Nurhasanah)
Microteaching
Microteaching - 6 TIM
- 4 Tim
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
13
BAB III
PROSES PELAKSANAAN PELATIHAN
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi
PEMBUKAAN
Senin, 14 Februari 2021. 08.00 – 08.45
Sentul – Berlokasi di Pusat Pendidikan dan Pelatihan
pada hari senin, 14 Februari 2022, Pusdiklat PB
melaksanakan kegiatan pembukaan pelatihan ToT
Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 Tahun Anggaran
2022. Pembukaan dilaksanakan secara daring/online
via zoom meeting dan acara secara resmi dibuka oleh
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Berton Suar
Pelita Panjaitan. Laporan pelatihan disampaikan oleh
Kepala Bidang Penyelenggara, ditengah acara hadir
pula pengajar/Widyaiswara dan tentunya peserta
pelatihan. Menjadi tenaga trainer pada pelatihan ToT Perencanaan Kontingensi merupakan bagian
dari tujuan dilaksanakannya pelatihan ini, dengan kembali menggunakan distance learning full
online yang mengacu pada pedoman pelatihan dimasa pandemi. Zoom meeting juga kembali
menjadi andalan media yang digunakan dalam menunjang sepenuhnya pelatihan ini.
Dilaksanakannya pelatihan Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 pada tanggal
14 s.d 18 Februari 2022 ini ialah salah satu upaya Pusdiklat PB dalam rangka memenuhi kebutuhan
SDM Penanggulangan Bencana yang memiliki kompetensi penyusunan rencana kontingensi
penanggulangan bencana
Pengarahan Program
Senin, 14 Februari 2022, 08.45 – 09.30
Sentul- Rangkaian kegiatan pembukaan dilanjutkan
dengan pengarahan program yang disampaikan oleh
Kepala Bidang Penyelenggaraan Joko Sri Wismoko.
Melalui pengarahan program, peserta mengetahui hak
dan kewajiban selama menjalani Pelatihan Training of
Trainer Perencanaan Kontingensi. Lebih kurang 15
menit setelahnya, para peserta beranjak ke pretest yang
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
14
dilakukan cukup berada dengan pelatihan – pelatihan lain yang diselenggarakan oleh Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana.
Pre-Test
Senin, 14 Februari 2021, 09.45 – 10.30
Sentul – Sebelum melaksanakan pembelajaran secara
ful peserta pelatihan diarahkan untuk mengikuti Pre-
Test dimana penyelenggara kegiatan akan mengevaluasi
nilai peserta saat akan mengikuti pelatihan hingga
pelatihan ini berakhir. Nilai Pre test sebagai berikut
Dinamika Kelompok
Senin, 14 Februari 2021, 10.30 – 12.00
Sentul – Dinamika kelompok sebagai upaya untuk
mempermudah bagi peserta Pelatihan Training of Trainer
Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 dalam mengikuti
kegiatan proses pembelajaran di Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Penanggulangan Bencana secara e – learning.
Ujar “Nurhasanah”.
Dinamika kelompok menyiapkan peserta agar dapat
saling percaya mempercayai dengan lain (trust), memiliki
sikap keterbukaan (openness), memiliki rasa tanggung
jawab (responsibility) dan merasa bahwa dirinya bagian integrasi dari yang lain (interdependency).
Tingkat kesiapan peserta untuk memulai proses pembelajaran e –learning sangat ditentukan oleh
Dinamika Kelompok ini, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan program Pelatihan secara
keseluruhan. Dengan dinamika ini kelompok, diharapkan hubungan antar peserta akrab walapun
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
15
secara virtual, hubungan antar peserta dengan panitia dan widyaiswara terbina dengan baik. Situasi
semacam ini merupakan syarat mutlak bagi terciptanya proses pembelajaran yang kondusif. Dan
setelah pelatihan Training of Trainer Perencanaan Kontingensi selesai peserta diharapkan dapat
menerapkan hal semacam ini dalam pelaksanaan tugas sehari – hari.
RBPMP/RP
Senin, 14 Februari 2021, 13.00 – 14.30
Sentul – Rancang bangun pelatihan pada prinsipnya
mengikuti alur suatu disain pembelajaran. Komponen
dasar yang dirumuskan Kemp,et.al.dkk (tujuan, peserta
diklat, metode, dan evaluasi) dapat dijadikan acuan bagi
rancangan bangun program pelatihan. Pada prinsipnya
suatu pelatihan berskala besar dan luas, sistem pelatihan
dan alur kerja tadi dikembangkan dengan menambahkan
subsistem analisis kebutuhan yang mengkaji karakteristik
peserta dan analisis pembelajaran, strategi pembelajaran
dan evaluasi pelatihan yang lebih rinci lagi. Seluruh
komponen tersebut diramu dan diatur agar dapat bersinergi dan menjalankan fungsi masing –
masing secara maksimal. Ujar “ Marlina Adisty”
Dalam melalukan satu rancang bangun satu mata pelatihan memerlukan pemahaman yang baik
mengenai landasan teori dan model disain pembelajaran, kategorisasi pengetahuan, serta jenjang
pengetahuan atau jenjang kompetensinya diharapkan akan dicapai oleh setiap peserta pelatihan.
Rumusan kompetensi serta analisis kebutuhan pelatihan menjadi kunci untuk membuat satu
rancangan pelatihan, hal ini terkait dengan menentukan siapa peserta pelatihan beserta
karakteristiknya, tujuan pembelajaran atau jenjang kompetensi yang diharapkan akan dicapai,
metode pembelajaran yang sesuai untuk mencapai jenjang kompetensi tersebut, media
pembelajaran yang cocok, sampai bagaimana melakukan evaluasi belajar, ‘Ungkapnya
Kontek lingkup bahan ajar dibatasi pada 3 (tiga) jenis yaitu : Materi Pelengkap Modul (atau sering
disingkat dengan MPM), Bahan Tayang (slide/tranparansi) serta Rancangan Bangun Pembelajaran
Mata Pelatihan dan Rencana Pembelajaran Mata Pelatihan (RBPMP/RP), dengan kemampuan yang
dimiliki Trainer untuk menyusun bahan ajar maka secara tidak langusng akan berdampak terhadap
keberhasilan.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
16
Konsep Rencana Kontingensi
Senin, 14 Feberuari 2021, 15.30 –16.15
Sentul – Alam Maulana Widyaiswara Ahli Muda
mengatakan Rencana kontinjensi merupakan suatu
dokumen yang disusun dan disepakati yang akan
didayagunakan untuk mencegah atau menanggulangi
secara lebih baik dalam situasi kritis atau darurat. Hal
yang disepakati antara lain adalah skenario, tujuan,
tindakan teknis dan manajerial, serta pengerahan
potensi sumber daya.
Dalam manajemen risiko bencana pengelolaan yang sistematis dan terencana dalam penerapan
strategi dan kebijakan penanggulangan bencana menekankan pada aspek – aspek pengurangan
risiko bencana. Perhatian utamanya adalah mencegah atau mengurangi dampak bencana melalui
serangkaian kegiatan dan tindakan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan perencanaan pada
hakikatnya adalah alat yang digunakan untuk memastikan masa depan yang lebih baik.”Ujarnya.
Perencanaan kontingensi merupakan salah satu dari berbagai rencana yang digunakan dalam siklus
manajemen risiko. Perencanaan kontingensi dilakukan ketika terdapat potensi untuk terjadinya
bencana atau pada tahap aktivitas kesiapsiagaan. Siklus manajemen risiko tersebut (termasuk
perencana kontingensi) digunakan dalam pengelolaan bencana berbasis kewilayahaan.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
17
PEMBELAJARAN HARI KE 2
Konsep Rencana Kontingensi
Sedang Menge
Selasa, 15 Februari 2021, 09.45 – 12.00
Sentul, Lanjut di sesi pembelajaran konsep rencana
kontingensi merupakan identifikasi dan penyusunan
rencana yang didasarkan pada keadaan yang
kemungkinan besar Akan terjadi, namun juga belum tentu
terjadi. Suatu rencana kontingensi mungkin tidak selalu
pernah diaktifkan jika keadaan yang diperkirakan, tidak
pernah terjadi.’ Ujar Marlina Adisty.
Penyusunan rencana kontingensi ini dilakukan secara
bersama antar lembaga dan pelaku penanggulangan bencana, baik pemerintah maupun non –
pemerintah. Melihat sejarah terbitnya UU Nomor 24 tahun 2007 mendefinsikan bencana sebagai
peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan
penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun
faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan,
kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Rangkaian bencana yang dialami Indonesia, khususnya pada beberapa tahun terakhir, telah
mengembangkan kesadaran mengenai kerawanan dan kerentanan masyarakat. Sikap reaktif dan
pola penanggulangan bencana yang dilakukan dirasakan tidak lagi memadai. Dirasakan kebutuhan
untuk mengembangkan sikap baru yang lebih proaktif, menyeluruh dan mendasar dalam menyikapi
bencana. Menyikapi hal tersebut diperlukan suatu penataan atau perencanaan yang matang dalam
penanggulangan bencana, sehingga dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu. Penanggulangan
yang dilakukan selama ini belum didasarkan pada langkah – langkah yang sistematis dan terencana,
sehingga seringkali terjadi tumpang tindih dan bahkan terdapat langkah – langkah upaya yang
penting tidak tertangani.
Kebijakan yang telah ditempuh melalui pendirian Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) pada Tingkat Pusat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah pada Tingkat
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab terhadap proses pengembangan kebijakan. Proses
berikutnya tidak kalah penting adalah memastikan bahwa provinsi dan kabupaten/kota mulai
mengembangkan kebijakan, strategi dan operasi penanggulangan bencana sesuai dengan arah
pengembangan kebijakan di tingkat nasional.
Perencanaan dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia, merupakan salah satu pilar
membangun ketangguhan bangsa terhadap bencana. Peraturan perundang – undangan telah
menyebutkan sejumlah perencanaan di dalam sistem penanggulangan bencana.
Kajian Risiko Bencana (KRB) merupakan dasar penyusunan Rencana Induk Penanggulangan
Bencana (RIPB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB). RPB memuat perencanaan
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
18
penanggulangan bencana secara strategis yang meliputi tahap pra bencana, tahap penanganan
darurat hingga tatap rehabilitasi dan rekonstruksi. “ Tegas Marlina
Karakteristik Bahaya, Skenario Kejadian
Selasa, 15 Februari 2021, 13.00 – 14.30
Sentul – Alam Maulana mengatakan karekteristik bahaya
bencana, setiap jenis risiko bencana mempunyai karakterisk
yang berkaitan dengan masalah yang diakibatkan dimana
indikatornta ditentukan oleh komponen pembagunan
bencana itu sendiri dan dampak yang ditimbulkan. Setiap
ancaman mempunyai karakteristik yang khas yang
dipengaruhi oleh posisi geologis, posisi astronomis,
sumberdaya yang tersedia di lokasi tersebut (lingkungan,
infrastruktur, ekonomi, sosial-budaya, kebijakan) dan
perilaku manusianya.” Ujar Widyaiswara Ahli Muda.
Selain itu bertujuan untuk membangun persepsi dan pemahaman tentang gambaran bahaya dan
potensi risiko akibar bencana di daerah. Karakteristik bahaya disusun dengan membangun genesa
keterjadian bencana yang meliputi lokasi, waktu,asal/penyebab, durasi, frekuensi, durasi, periode,
luasan, terdampak, intestitas, kecapatan kejadian, jarak, proses, serta potensi bahaya lanjutan atau
ikutannya.
Hal yang termasuk dalam suatu kajian karaktersitik bencana meliputi faktor – fator yang
menyebabkan suatu wilayah berpotensi terjadi bencana diantaranya kondisi geologi, kondisi
morfologi faktor iklim, cuaca, vegetasi, perilaku manusia serta catatan sejarah kejadian bencana
begitupun hal gambaran wilayan yang berpotensi terdampak bencana. “Ujarnya.
Terkait pengembangan skenario adalah prakiraan kejadian yang mungkin timbul akibat suatu
bencana yang melanda. Skenario disusun berdasarkan data/kajian ilmiah dengan memperhatikan
masukan dari Narasumber atau pakar yang kompeten atau berasal dari instansi berwenang/memilki
otoritas di bidangnya untuk memberikan perspektif, pertimbangan, dan arahan tentang bahaya dan
faktor/elemen risiko bencana di daerah/kawasan. Selain itu, skenario dapat merujuk atau
mempertimbangkan sejarah kebencanaan terburuk yang pernah dialami. Skenario kejadian dapat
disusun dengan mempertimbangkan waktu kejadian, lokasi, aspal/penyebab, intensitas, kecepatan
kejadian, jarak, proses luasan terdampak, serta potensi bahaya lanjuran atau ikutannya.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
19
Asumsi Dampak Bencana
Sedang Menge Selasa, 15 Februari 2021, 14.30 – 15.45
Sentul – Asumsi dampak adalah prakiraan/proyeksi
dampak negatif yang mungkin timbul akibat suatu bencana
yang melanda. Proyeksi akibat langsung dikembangkan
berdasarkan skenario kejadian dan peta risiko atau peta
bahaya dengan mempertimbangkan aspek kerentanan dan
kapasitas publik/swasta/komunitas yang terkena dampak
bencana. Asumsi dampak diklasifikasikan dalam aspek –
aspek sebagai berikut lingkungan, kependudukan, ekonomi,
infrastruktur/fisik, dan layanan sipil pemerintahan,” Tegas
Nurhasanah.
Indentifikasi akibat/ dampak langsung dituangkan dalam 5 aspek, yaitu kependudukan,
fisik/infrastruktur, ekonomi, lingkungan, dan layanan publik/pemerintahan. Identifikasi dampak
langsung menjadi pertimbangan penyusunan sektor – sektor atau bidang dan kegiatan penanganan
kedaruratan. Point –point 5 aspek dituangkan dalam narasi singkat sebagai berikut:
Aspek kependudukan, yaitu perkiraan tentang jumlah dan kondisi (meninggal, luka,
mengungsi). Detail data terpilah sebaiknya dirincikan dalam Lampiran Proyeksi Wilayah
dan Penduduk Terdampak. Data pilah penduduk dapat disajikan berdasarkan jenis kelamin,
usia, kerentanan, bayi, balita, bumil, busui, sakit, lansia, difabel, maupun penduduk dengan
komorbid.
Aspek Fisik/Infrasturktur, yaitu perkiraan jenis dan jumlah kerusakan atau perubahan fisik
infrastruktur. Selain permukiman penduduk, bagian ini juga merincikan jenis infrastruktur
publik vital yang mengalami kerusakan, seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, jaringan air,
fasilitasi energi, jaringan komunikasi, tempat ibadah, sarana pendidikam, tempat pelayanan
kesehatan, dan lainnya. Bentuk kerusakan dinilai dalam 3 kategori, yaitu ringan, sedang dan
berat/hilang.
Aspek ekonomi, yaitu perkiraan bentuk – bentuk kehilangan aset dan gangguan fungsi
ekonomi yang rusak atau tidak berfungsi.
Aspek lingkungan, yaitu bentuk kerusakan/gangguan lingkungan hidup, baik kuantitas
maupun kualitasnya. Elemen lingkungan, meliputi air, udara, tanah, vegetasi dan lainnya.
Aspek layanan Publik/Pemerintahan, yaitu perkiraan gangguan fungsi layanan publik vital.
Layanan administrasi pemerintahan desa/kelurahan/daerah, layanan kesehatan, layanan
pendidikan, layanan ibadah dan lainnya.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
20
Kebijakan dan Kerangka Penanganan Darurat Bencana
Selasa, 15 Februari 2021, 16.00 – 17.30
Sentul – Bagi daerah yang sudah memiliki dokumen
rencana penanggulangan bencana (RPKB), penanganan
kedaruratan dapat merujuk pada kebijakan dan stategi yang
telah ditetapkan,” Tegas Nurhasanah
Kebijakan tanggap darurat memujudkan pemberian hak
masyarakat (yang dijamin dalam UU PB), yakni
mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman,
khususnya bagi kelompok masyarakat rentan bencana,
dimana setiap orang yang terkena bencana berhak
mendapatkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar.
Prinsip – prinsip penanggulangan bencana yakni cepat dan tepat, prioritas, koordinasi dan
keterpaduan, berdaya guna dan berhasil guna, transparansi dan akuntabilitas, kemitraan,
pemberdayaan, nondiskriminatif, dan nonproseliti.
Strategi, Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat meliputi: pengkajian
secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, dan sumber daya, penentuan status keadaan
darurat bencana, penyelamatan dan evakuasi masyrakat terkena bencana, pemenuhan kebutuhan
dasar, perlindungan terhadap kelompok rentan, dan pemulihan dengan segera prasarana dan sarana
vital.” Ujar Nurhasanah
Kebijakan penanganan darurat bencana adalah arahan/pedoman umum yang bersifat mengikat bagi
para pihak yang terlibat sesuai dengan tugas dan fungsinya serta sturktur komando. Penanganan
darurat bencana dalam melaksanakan tugas pokok dan operasinya. Kebijakan – kebijakan tersebut
adalah sebagai berikut:
Menetapkan koordinasi pelaksanaan Penanggulangan Bencana (PB) secara terencanaan,
terpadu dan menyeluruh;
Memberikan perlindungan pada masyarakat terdampak;
Optimalisasi pos anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD tahun berjalan untuk
penanggulangan kedaruratan bencana (PKB);
Mengajukan pendampingan dan fasilitas Dana Siap Pakai (DSP) kepada Pemerintah Pusat
melalui BNPB;
Membuka jejaring bantuan dari masyarakat, swasta, lembaga non pemerintah, dan luar
negeri;
Melibatkan masyarakat, relawan dan pemberi bantuan dalam pencarian dan pertolongan;
Membebaskan seluruh biaya pelayanan kesehatan untuk masyarakat terdampak bencana;
Melaksanakan sosialisasi dan pendampingan pemenuhan kebutuhan masyarakat pasca
bencana;
Melakukan monitoring dan evaluasi penanganan penanggulangan bencana.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
21
Strategi penanganan kedaruratan bencana adalah pedoman pelaksanaan umum bagaimana
kebijakan diimplementasikan selama operasi guna mencapai efektifitas kebijakan. Strategi tersebut:
Mengaktifkan sistem komando penanggulangan bencana (SKPDB);
Meningkatkan akses informasi satu data dalam penanganan penanggulangan bencana;
Melaksanakakn pencarian dan pertolongan jiwa yang terdampak;
Perbaikan sarpras vital serta pemulihan fungsi layanan umum dan layanan pemerintahan
diwilayah terdampak bencana;
Pembuatan pos bantuan;
Pengerahan personil pencarian dan pertolongan yang terlatih, sarana pencarian dan evakuasi
yang mencukupi dengan melibatkan masyarakat, relawan dan pemberian bantuan;
Pemanfataan semua fasilitas umum yang aman milik pemerintah atau masyarakat sebagai
tempat evakuasi;
Pengobaran gratis bagi korban bencana dan Psychological First Aid;
Mendistribusikan cadangan logistik untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat
terdampak bencana;
Monitoring dan evaluasi penanganan penanggulangan bencana disemua sektor.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
22
PEMBELAJARAN HARI KE 3
Pelaksanaan Operasi Penanganan Darurat
Rabu, 16 Februari 2021, 08.00 – 09.30
Sentul – Rencana operasi darurat merupakan suatu proses
perencanaan tindakan operasi darurat bencana dengan
menyepakati tujuan operasi dan ketetapan tindakan teknis
dan manajerial untuk penanganan darurat bencana dan
disusun berdasarkan berbagai masukan penanganan
bencana termasuk rencana kontingensi dan informasi
bencana untuk mencapai tujuan penanganan darurat
bencana secara aman, efektif dan akuntabel,” Kata
Nurhasanah.
Dalam menyusun tugas pokok organisasi penanggulangan darurat bencana, operasi penanganan
darurat bencana ditentukan dan dipedomani oleh dokumen renkon dimaksud. Disusun sebagai
narasi (satu paragraf) yang memuat tugas dari organisasi penanggulangan bencana di suatu wilayah
operasi, serta tujuan operasi penanganan darurat bencana (pada umumnya, dan tujuan khusus sesuai
kebijakan daerah) yang sesuai skenario kejadian, yang dilakukan dalam kerangka waktu yang
ditentukan (periode operasi).” Ujar beliau.
Apabila masa penanganan darurat bencana telah berakhir, maka akan dilanjutkan ke masa transisi
darurat pemulihan. Tujuan ditetapkannya masa transisi darurat agar sarana prasarana vital serta
kegiatan sosial ekonomi masyarakat segera berfungsi kembali, yang dilakukan sejak
berlangsungnya penanganan darurat bencana, sampai dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Selama masa transisi darurat ke pemulihan, maka bantuan kebutuhan lanjutan yang belum dapat
diselesaikan pada saat penanganan darurat bencana dapat diteruskan.
Pelakasanaan Operasi Penanganan Darurat Bencana
Rabu, 16 Februari 2021, 09.45 – 10.30
Sentul – Pada sesi ini pelaksanaan operasi
penanganan darurat yang disampaikan secara e-
learning oleh Nurhasanah, tujuan penanganan
bencana dapat melindungi segenap masyarakat.
Pengembangan bidang operasi dilakukan sebagai
fungsi manajemen penanganan bencana dengan
melakukan kajian terhadap tingkatan ancaman dan
kerentanan, prinsip evakuasi pengungsian untuk
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
23
melindungi masyarakat dan menata kembali kehidupan setelah terjadi bencana.” Tegas Nurhasanah.
Perencanaan bidang operasi dimaksud untuk dapat mengakomodasi kebutuhan dari warga
terdampak mulai dari kebutuhan dasar warga sampai kebutuhan khusus. Juga dapat sebagai acuan
pihak terkait saat respon agar tepat waktu, tepat, sasaran, tepat, jenis, dan waktu. Dari hal tersebut
bidang operasi penanganan darurat sudah mulai tersusun dengan adanya bidang yang mengayomi
kegiatan pelaksanaan antara lain Management Posko, PPE (pencarian pertolongan dan evakuasi),
keselamatan dan psikolososial, dapur umum, barak/pengungsian, pendidikan, ekonomi, kominfo
serta kemananan.” Ujar Nurhasanah.
Data dan Informasi
Rabu, 16 Februari 2021, 10.30 – 12.00
Sentul – Data dan informasi merupakan proses
pengumpulan, pengorganisasian dan analis data maupun
informasi yang diperlukan untuk seluruh kegiatan
penanggulangan kedaruratan”Tegas Alam Maulana.
Data informasi meliputi gambaran bahaya bencana
dimana semua dokumen mengacu pada dokumen kajian
risiko bencana yang tersedia ataupun kajian kerawanan
bencana yang dikeluarkan oleh lembaga terkait. Selain
gambaran bahaya bencana data informasi disajikan dalam sebuah aturan atau peraturan yang
mengikat diantara nya peraturan dan kebijakan daerah terkait kebencana (RPB, RPKB, dan
peraturan – peraturan di daerah, kebijakan kepala daerah).” Kata Alam Maulana
Membahas informasi tersebut beliau sampaikan pula bahwa prosedur tetap instansi terkait (kalo ini
diarahkan pada Layanan/BCP mungkin sesuai, tapi jika ini adalah SOP tanggap darurat/kritis
mungkin tidak cocok untuk manajemen 1 komando ini) serta ketersediaan sumber daya maupun
sarana – sarana vital sesuai dengan pelaku penanggulangan bencana dalam memberikan kekuatan
penanganan darurat bencana.
Dokumen Rencana Kontingensi
Rabu, 16 Februari 2021, 13.00 – 17.00
Sentul – Dokumen rencana kontingensi disusun sebagai
dasar, acuan utama oleh pihak – pihak terkait dalam
operasi penanganan darurat bencana.” Tegas Marlina
Dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi banyak
berbagai hal yang harus dipelajari demi terlaksananya
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
24
sebuah proses penyusunan, dimana hal tersebut harus didasarkan pada pembentukan tim kerja
rencana yang bertugas menyusun kegiatan, selain itu berorientasi dan penyamaan persepsi tentang
pentingnya rencana kontingensi bagi semua pelaku penanggulangan bencana, pengumpulan dan
pengelolaan pemutakhiran data menjadi tanggung jawab lintas administrasi.” Ujar Marlina.
Dari penyiapan dokumen ini peserta dapat memahami betapa penting sebuah penyusunan rencana
kontingensi harus diawali dengan bagaimana pemahaman rencana kontingensi
dioperasionalisasikan menjadi sebuah rencanan operasi, tugas masing – masing instansi
berdasarkan kesepakatan bersama, pembentukan pos komando penanganan darurat bencana dan pos
lapangan penaganan darurat bencana, serta mengetahui kebutuhan warga terdampak berdasarkan
rancangan di setiap bidang operasi.
Untuk memahami dokumen rencana kontingensi sekaligus bagian dari langkah awal penyusunan
rencana operasi maka dapat dilakukan simulasi guna memahami secara operasional bagaimana
SKPDB dibentuk dan bagaimana komanda ditunjuk serta bagaimana operasi penanganan darurat
bencana berjalan dengan menggunakan rencana operasi. Catatan proses operasi penanganan darurat
akan ditulis dan menjadi bahan perbaikan draft Prosedur Tetap Peringatan Dini (Penyebaran
Informasi Bencana) dan Prosedur Tetap Operasi Penanganan Darurat Bencana yang disusun.
Dokumen rencana kontingensi disusun dengan maksud menjadi pedoman, acuan utama bagi semua
pihak terkait pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam pelaksanaan operasi gawat darurat
bencan.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
25
PEMBELAJARAN HARI KE 4
Pembelajaran Orang Dewasa
Kami, 17 Februari 2021, 08.00 – 09.30
Sentul – Berbicara metode pembelajaran kita tidak dapat
lepas dari berbagai istilah seperti model, pendekatan
strategi, metode dan teknik pembelajaran terdapat
perbedaan pengertian istilah tersebut. Isitilah pendekatan
pembelajaran adalah merujuk pada orientasi pembelajaran
yang mengkategorikan pembelajaran berpusat pada
Trainer atau pada peserta.”Tegas Marlina
Strategi merupakan implementasi dari pendekatan
misalnya strategi ekspositori atau inkuiri, individu atau
kelompok, setelah menentukan strategi maka diputuskan mode sebagai bentuk implementasi atau
acara untuk mencapai tujuan pembelajaran misalnya dengan metode ceramah, demostrasi, diskusi
atau simulasi dan lebih spesifik metode dapat dijabarkan menjadi teknik pembelajaran.
Tapi, tahukan Anda? Training of Trainer yang sukses tidak terselenggara bagitu saja. Ada
rahasianya agar pelaksanaan pelatihan menjadi Trainer ini berhasil baik dan efektif. Sertakan kiat –
kiat berikut dalam pelatihan TOT yang akan Anda lakukan. Calon – calon trainer yang’lulus’ dari
training of trainer renkon angkatan 2 dipastikan dapat menstranfer pengetahuan dan keterampilan
baru mereka kepada rekan – rekannya yang lain sesegara mungkin.” Ujar Marina.
Umumnya menjadi traniner terbagi menjadi tiga tahapan, tahapan pertama calon trainer dilatih
untuk memiliki keterampilan melatih atau menyampaikan mata pelatihan. Kemudian calon trainer
diajarkan menyusun dan mendesain mata pelatihan. Peserta harus mampu mengidentifikasi
kebutuhan pelatihan, mendefinisikan tujuan pelatihan, menyampaikan mata pelatihan dan
merumuskan metode untuk mengevaluasi pelatihan.
Tahapan terakhir adalah merancang kurikulum pelatihan (curiculum training). Sesuai namanya,
calon trainer dilatih agar mereka mampu membuat silabus training, dimulai dari kemampuan apa
yang diingin pelatih dari para trainernya untuk bertambah atau menguat, apa saja ukuran – ukuran
yang dipakai, sampai bagaimana mengurutkan mata pelatihan secara sistematis.
Persiapan Micro Teaching
Kamis, 17 Februari 2021, 09.45 – 18.00
Sentul, Persiapan Kompetensi Mengajar (Micro Teaching) sering disebut dengan microteaching.
Agar peserta latih renkon memiliki persepsi yang sama maka diuraikan terlebih dahulu makna dari
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
26
persipaan microteaching, kompetensi mengajar dan microteaching,”Ujar Tim Microteaching dari
Widyaiswara Pusdiklat.
Dengan Persiapan microteaching, maka tujuan yang hendak dicapai yaitu untuk memperbaiki
efektivitas kerja seorang trainer dalam mencapai hasil yang ditetapkan. Sehingga proses belajar
mengajar dapat berjalan dengan lebih baik, dan trainer tersebut dapat menjadi seorang yang
profesional dalam melaksanakan tugasnya.’ Jelas Tim Microteaching Widyaiswara Pusdiklat.
Micro teaching merupakan kegiatan mengajar yang dilakukan oleh trainer renkon dengan
menyederhanakan cara mengajar. Secara epistemologis, micro teaching menempatkan dirinya
dalam teori – teori pembelajaran yang terletak berdasarkan pengalaman dan paradigma praktik
reflektif (Ledger Fischetti,2019). Pengajaran mikro ini bertujuan untuk memberikan pengalaman
mengajar yang nyata kepada peserta latih renkon dan sebagai wadah untuk mengembangkan
keterampilan mengajar yang dimilikinya.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
27
PEMBELAJARAN HARI KE 5
Ujian Microteaching
Jumat, 18 Februari 2021, 08.00 – 16.00
Sentul – Setelah 4 hari menjalani pembelajaran perencanaan kontingensi secara virtual di Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB), sebanyak 27 peserta Training
of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 Tahun Anggaran 2022 melaksanakan ujian akhir
Microteaching.” Tegas TIM Uji Kompetensi Microteaching.
Dalam pengajaran mikro, para peserta Trainer of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
dibagi menjadi 2 kelas besar dalam sesi ujian mikro yang di fasilitasi oleh para Widyaiswara
Pusdiklat yang mengujinya. Pengajaran Mikro ini berdurasi 15 menit per peserta pelatihan.
Praktiknya, para calon Trainer mengajar dengan menggunakan berbagai media pembelajran berupa
media pembelajaran yang berbasis Teknologi. Media Teknologi yang digunakan pada ujian
pengajaran Mikro ini disarankan memanfaatkan Video Blog (Vlog) dan lain sebagainya.
Diharapkan , di era revolusi 4.0 ini, semua peserta Training of Trainer Perencanaan Kontingensi
Penanggulangan Bencana sudah mahir memanfaatkan Teknologi Pembelajaran sebagai penunjang
pembelajaran di Kelas, dalam posisinya sebagai calon trainer yang akan melaksanakan Praktik
Keterampilan Mengajar di Wilayah Kerja masing – masing.
Kelompok 1
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
28
Kelompok 2
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
29
Kelompok 3
Rencana Tindak Lanjut
Jumat, 18 Februari 2021, 16.00 – 16.45
Sentul – Setelah peserta pelatihan Training of Trainer
Perencanaan Kontingensi Penanggulangan Bencana
dibekali pengetahuan dan keterampilan, maka sesi akhir
dalam pelatihan ini adalah menyusun Rencana Tindak
Lanjut (RTL). Dalam penyusunan RTL disini
seyogyanya diarahkan kepada pencapaian tujuan agar
Quality Control diterapkan pada setiap pelatihan yang
telah terakreditasi. Hal ini merupakan salah satu kegiatan
yang harus dilakukan dalam menjamin mutu pelatihan.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
30
Karena RTL itu merupakan suatu perencanaan suatu kegiatan, maka kita mulai dengan pengertian
perencanaan terlebih dahulu,” Tegas Tim Evaluasi
Perencanaan merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen yang bertujuan untuk
memecahkan masalah melalui suatu proses sistematis yang memiliki urutan logis dari langkah
sebelumnya.
Oleh karena perencanaan adalah suatu proses pemecahan masalah, maka langkah awal dalam
perencanaan adalah menguraikan masalah secara jelas, sedangkan langkah akhir adalah
menghasilkan suatu dokumen rencana yang siap dilaksanakan.
Post – Test
Jumat, 18 Februari 2021, 16.45 – 17.15
Sentul – Pelaksanaan post – test dimaksud untuk
mengetahui sejauhmana pemahaman akhir peserta
terhadap materi yang telah diberikan pada proses
pembelajaran. Tujuannya adalah mengetahui seberapa
besar peningkatan point dari pre ke post test. Kenaikan
point post – test mengambarkan keberhasilan proses
pembelajaran selama pelatihan Training of Trainer
Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 berlangsung
sehingga dapat menjadi feedback bagi peserta,
penyelenggaraan dan fasilitator sebagai bahan evaluasi
dan masukan untuk perbaikan ke depan.” Ujar Tim Evaluasi
Penutupan
Jumat, 18 Februari 2021, 17.15 – 17.30
Sentul – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB), pada hari jumat
tanggal 18 Februari 2022 Pukul 09,45 – 10.30 WIB mengadakan kegiatan Penutupan Pelatihan
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Tahun 2022 yang diikuti oleh 27 orang peserta,
secara resmi ditutup oleh Berton Suar Pelita Panjaitan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana.
Dalam sambutan acara penutupan pelatihan yang berlangsung secara virtual Berton Suar Pelita
Panjaitan menyampaikan kepada peserta tentang tujuan penyelenggaraan pelatihan ini.
“Training of Trainer Perencanaan Kontinegensi Angakatan 2 ini merupakan pelatihan teknis untuk
meningkatkan ASN agar mampu menjadi instruktur dalam rangak mencetak tenaga penyusunan
rencana kontingjensi penanggulangan bencana.” Jelas Berton.
Ia pun berharap, setiap ilmu dan pengetahuan yang didapat dari pelatihan akan berguna saat
melaksanakan tugas sebagai penyusun rencana kontingensi, dan dalam memberikan bantun teknis
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
31
kepada organisasi perangkat daerah (OPD) serta adanya satu persepsi yang sama bagi
pengampu/Narasumber dalam pemberian mata pelatihan.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
32
BAB IV
PESERTA
Persyaratan Peserta Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
1. Peserta sudah mendaftarkan melalui registrasi online dan dipanggil berdasarkan surat
penetapan peserta oleh panitia;
2. Pembelajaran online dilakukan dengan dua metode, secara e-learning, dam distance
learning. E- learning adalah pembelajaran online dengan menggunakan aplikasi dari Web
Pusdiklat BNPB. Distance Learning adalah metode pembelajaran tatap muka secara online
dengan aplikasi Video Conference seperti zoom meeting;
3. Peserta akan diberikan link baik e-learning maupun distance learning setelah namanya
disapprove oleh panitia pelaksana;
4. Tidak sembarang memberikan link zoom di luar peserta yang sudah ditetapkan;
5. Peserta sudah siap di ruang virtual zoom meeting 30 menit sebelum pelajaran dimulai;
6. Pada saat mulai masuk ruang virtual, peserta diwajibkan menghidupkan fitur kamera (video)
serta mematikan fitur mikrofon;
7. Berdiri pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BNPB;
8. Jika ada pertanyaan yang akan diajukan pada saat materi sudah dimulai, peserta bisa
menuliskan pertanyaan via online zoom chat untuk narasumber terkait dengan format :
Nama – no.Urut – Pertanyaan;
9. Jika peserta ada kepentingan mendesak, beribadah atau ke kamar kecil, peserta wajib ijin
terlebih dahulu pada online zoom chat atau WA grup.
10. Selama kegiatan berlangsung, peserta harus berpakaian rapih dan sopan dengan ketentuan
selama kegiatan pembelajaran mengenakan :
a) Dinas PDH (Senin & Kamis)
b) Batik (Selasa, Rabu, Jumat)
11. Setiap akhir pembelajaran, peserta wajin mengisi formulir evaluasi terhadap materi dan
Widyaiswara/tenaga pengajar secara online yang diberikan oleh Tim Evaluasi;
12. Sebelum penutupan di akhir program penyelenggara, peserta wajib mengisi form evaluasi
terhadap penyelenggara pelatihan secara online oleh Tim Evaluasi;
13. Bagi Peserta yang kehadirannya kurang dari 90 % dari total Jam Pelajaran dan tidak
disertai Surat Ijin/Surat Keterangan Sakit dari Dokter, maka yang bersangkutan dinyatakan
gugur (tidak lulus)
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
33
BAB V
TENAGA PELATIHAN
A. Tenaga Pendidik
Tenaga Kediklatan pada Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 e-
learning adalah:
1. Penceramah/narasumber adalah orang yang memberikan wawasan pengetahuan dan/atau
berbagi pengalaman sesuai dengan keahliannya kepada peserta Pelatihan pada kegiatan
pendidikan dan pelatihan
2. Pengajar adalah orang yang memberikan informasi dan pengetahuan kepada peserta
dalam suatu kegiatan pembelajaran yang terdiri dari pengampu materi (Widyaiswara) dan
penguji;
3. Pengelola dan Penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan
Bencana yaitu Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional Tertentu Widyaiswara yang
bertugas pada Lembaga Pelatihan.
B. Persyaratan Tenaga Pelatihan
Tenaga pengajar pada Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 adalah
Widyaiswara, pakar, praktisi dan narasumber yang memiliki kompetensi.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
34
BAB VI
FASILITAS PELATIHAN
A. Fasilitas Pelatihan
Fasilitas Pelatihan yang diperlukan meliputi:
1. Prasarana
1) Ruang Kantor;
2) Ruang telecoeference;
2. Sarana
1) Komputer/Laptop;
2) Jaringan Wireless Fidelity (Wi-fi);
3) Buku referensi;
4) Bahan Ajar;
5) Bank Kasus;
6) Teknologi Multimedia.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
35
BAB VII
PEMBINAAN DAN ANGGARAN
A. Perencanaan
Perencanaan Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 e-learning diatur sebagai
berikut:
1. Pusdiklat Penanggulangan Bencana menyiapkan Term of Reference (TOR) pelatihan yang
akan diadakan, alokasi biaya dan sumber daya manusia (susunan kepanitian) yang diperlukan
termasuk media pembelajaran;
2. Pusdiklat Penanggulangan Bencana membentuk Tim Penyelenggara dan Tim Pengajar
dengan penugasan masing – masing termasuk pemantauan, penilaian dan pembimbingan
terhadap peserta Pelatihan;
3. Dalam perencanaan, pengelola dan penyelenggara pelatihan merencanakan kebutuhan
penyelenggaraan pelatihan yang meliputi jadwal pembelajaran, tenaga kediklatan, pengelola
dan penyelenggara, sarana dan prasarana selama pelatihan.
B. Pembinaan
Pembinaan Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 diatur oleh Pusdiklat
Penanggulangan Bencana dengan melakukan monitoring dan/atau evaluasi terhadap setiap
penyelenggaraan Training of Trainer Angkatan 2, dan menyampaikan rekomendasi peningkatan
kualitas penyelenggaraannya kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan
Bencana
C. Pembiayaan
1. Biaya program Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 dibebankan pada
anggaran Pusdiklat Penanggulangan Bencana;
2. Indek biaya program Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 ditetapkan
oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
36
BAB VIII
EVALUASI
A. Evaluasi Terhadap Peserta
Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan keterampilan
terhadap pemahaman materi pelatihan Training of Trainer Perencanaan Kontingensi
Angkatan 2, meliputi:
1. Pre Test
2. Post Test
3. Microteaching
B. Evaluasi terhadap pengajar/Widyaiswara
Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh penilain yang menggambarkan
tingkat kepuasan peserta terhadap kemampuan pengajar/Widyaiswara dalam menyampaikan
pengetahuan dan atau keterampilan kepada peserta dengan baik, dapat dipahami dan diserap
oleh peserta, meliputi:
1. Penguasaan materi;
2. Ketepatan waktu;
3. Sistematika penyajian;
4. Penggunaan metode dan alat bantu pelatihan;
5. Empati, gaya dan sikap terhadap peserta;
6. Penggunaan bahasa dan volume suara;
7. Pemberian motivasi belajar kepada peserta;
8. Hubungan interpersonal dengan peserta;
9. Motivasi;
10. Kesempatan tanya jawab;
11. Kemapuan menyajikan;
12. Kerapihan berpakaian;
13. Kerjasama tim pengajar.
C. Evaluasi Terhadap Penyelenggaraa Pelatihan
Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan Pelatihan. Obyek evaluasi adalah
pelaksanaan administrasi dan akademis, yang meliput:
1. Tujuan pelatihan;
2. Revelansi program pelatihan dengan tugas;
3. Manfaat setiap materi bagi pelaksanaan tugas peserta di tempat kerja;
4. Manfaat pelatihan bagi peserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD);
5. Hubungan peserta dengan pelaksanaan pelatihan;
6. Pelayanan sekretaris terhadap peserta;
7. Pelayanan komunikasi dan informasi.
D. Evaluasi Pembelajaran
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
37
Evaluasi terhadap Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2 dilakukan
melalui proses Microteaching diakhir pembelajaran yang terdiri dari:
1. Sistem penyelenggaraan
a. Kompetensi yang dibangun (5%)
b. Desain Kurikulum (5%)
c. Sistem evaluasi peserta (5%)
2. Pembelajaran Mata Pelatihan
a. Variasi bahan ajar (15%)
b. Desain pembelajaran (30%)
c. Metode Pembelajaran yang digunakan (30%)
d. Evaluasi pembelajaran (10%)
E. Evaluasi Akhir
Untuk evaluasi akhir ditetapkan nilai konversi dari masing – masing level sebagai berikut:
91,00 – 100 : Baik Sekali Kompeten
81,00 – 90,99 : Baik
71,00 – 80,99 : Cukup Belum Kompeten (ditunda
61,00 – 70,99 : Kurang kelulusannya)
51,00 – 60,99 : Kurang sekali
Evaluasi akhir dilakukan untuk menentukan kualifikasi kelulusan peserta Training of
Trainer Perencanaan Kon tingensi Angkatan 2 oleh Tim Evaluator yang telah
ditetapkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana
F. Evaluasi Dampak Pelatihan (Pasca Pelatihan)
Evaluasi ini dilakukan untuk melihat seberapa besar dampak pelatihan terhadap organisasi,
dilakukan sekurang – kurangnya 1 (satu) tahun setelah pelatihan dilaksanakan. Pelaksanaan
evaluasi pasca pelatihan mengacu pada pedoman evaluasi pasca pelatihan
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
38
BAB IX
STTP
A. Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP)
1. STTP diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan
dinyatakan lulus;
2. Jenis dan bentuk, serta ukuran STTP ditetapkan oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana;
3. STTP ditandatangani oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana.
B. Registrasi
Setiap STTP harus memiliki kode registrasi dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana. Prosedur untuk mendapatkan kode registrasi adalah sebagai berikut:
1. Penyelenggara Pelatihan mengajukan permohonan penerbitan kode registrasi kepada
penanggungjawab Simdiklat dengan melampirkan nama peserta;
2. Penanggungjawab Simdiklat memverifikasi terhadap data peserta;
3. Penanggungjawab Simdiklat menerbitkan kode registrasi.
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
39
BAB X
KESIMPULAN
Adapun hasil yang ingin dicapai dari pelatihan Training of Trainer Perencanaan Kontingensi
Angkatan 2 Tahun Anggaran 2022 ini antara lain :
1. Terwujudnya peserta Training of Trainer Perencanaan Kontingensi yang mampu menguasai
dan mengajarkan program pembelajaran berbasis penyusunan rencana kontingensi
penanggulangan bencana;
2. Terwujudnya budaya yang kondusif dalam pengembangan trainer penanggulangan bencanas
secara berkelanjuran yang berdampak kepada peningkatan prestasi belajar;
3. Terhimpunnya berbagai hasil pengembangan bahan ajar dan model – model pembelajaran
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
40
Training of Trainer Perencanaan Kontingensi Angkatan 2
41