MANAJEMEN
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
PASCABENCANA
“Menuju Build Back Better Safer and Suistainable”
Disampaikan pada
“Senior Management Training Tahun 2021”
Jarwansah, S.Pd, M.A.P, M.M
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB
7 PERINTAH PRESIDEN
UNTUK KABINET INDONESIA MAJU
1 Jangan korupsi! ciptakan sitem yang 2 Tidak ada visi misi Menteri, yang ada 3 Kerja cepat! Kerja keras!
menutup celah terjadinya korupsi visi misi Presiden-Wakil Presiden! Kerja produktif!
4 5Jangan terjebak rutinitas yang Kerja berorientasi pada hasil 6 Selalu cek masalah di lapangan dan 7 Semua harus serius dalam bekerja. Tidak
monoton! nyata! Tidak menjamin sent, tapi temukan solusinya! bersungguh-sungguh, tidak serius, dicopot
di tengah jalan!
delivered.
REGULASI
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
Undang-Undang • Penanggung jawab utama Penanggulangan Bencana adalah Pemerintah dan
No. 24 Tahun 2007 Pemerintah Daerah.
Peraturan Pemerintah • Koordinasi tingkat pusat oleh BNPB dan tingkat daerah oleh BPBD
(PP)
• PP No.21/2008, tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
Peraturan Kepala • PP No.22/2008, tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan
BNPB • PP No.23/2008, tentang Peran Serta Lembaga Internasional
• Peraturan BNPB No. 05/2017, Penyusunan Rencana RR Pascabencana
• Peraturan BNPB No. 06/2017, Penyelenggaraan RR Pascabencana
• Perka BNPB No. 04/2015, Hibah Dari Pemerintah Pusat Kepada Pemerintah Daerah
Dalam Rangka Bantuan Pendanaan RR Pascabencana
• Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) Hibah Dari Pemerintah Pusat Kepada Pemerintah
Daerah Dalam Rangka Bantuan Pendanaan rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Mulai tahun 2015
“Hibah Pemerintah Daerah dalam Rangka Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana”
PP Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah
PMK Nomor 224/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Hibah dari Pemerintah Pusat Kepada Pemerintah Daerah
3
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 21 TAHUN 2008
Tanggap Darurat
Pasal 21, ayat (a):
pengkajian secara cepat, tepat terhadap lokasi, kerusakan, kerugian dan sumberdaya;
Pasal 22, ayat (3):
pengkajian secara cepat dan tepat, dilakukan melalui identifkasi terhadap cakupan lokasi, jumlah korban, kerusakan
prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan, kemampuan sumberdaya alam maupun buatan.
Pascabencana
Pasal 56, ayat (2) & (3):
Pemerintah daerah menetapkan prioritas dari kegiatan rehabilitasi yang didasarkan pada analisis kerusakan dan
kerugian akibat bencana.
Pasal 57, ayat (2):
Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyusun rencana rehabilitasi yang didasarkan pada analisis kerusakan
dan kerugian akibat bencana.
Pasal 75, ayat (2) & (3):
Pemerintah daerah menetapkan prioritas dari kegiatan rekonstruksi yang didasarkan pada analisis kerusakan dan
kerugian akibat bencana.
Pasal 76, ayat (2)
Pemerintah daerah menyusun rencana rekonstruksi yang merupakan satu kesatuan dari rencana rehabilitasi
sebagaimana dimaksud dalam pasal 57 ayat 2.
Manajemen Penyelenggaraan
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
HITUNG INPUT PROSES OUTPUT
CEPAT (HASIL)
JITUPASNA Rencana Usulan P
Akibat: RR* Pemda OUTCOME e
Dampak: (MANFAAT) m
Kerusakan Verifikasi b
Kerugian • ekonomi dan IMPACT a
Gangguan fiskal Alokasi (PENCAPAIAN n
sumberdaya g
Akses • sosial- budaya, TUJUAN ) u
Gangguan politik & dana n
Indeks a
Fungsi • pembangunan Pemulihan n
Peningkatan manusia Pasca bencana
(Ina-PDRI) B
Risiko • kualitas e
lingkungan “Build Back Better Safer r
and Sustainable” k
Sektor : Kebutuhan: Pelaksanan e
& l
1. Permukiman Pembangunan a
2. Infrastruktur Penggantian Pelaporan n
3. Ekonomi Penyediaan j
4. Sosial u
5. Lintas Sektor Bantuan t
Pemulihan a
Monev n
Fungsi
Pengurangan 5
Risiko
* Sumber Pendanaan: APBD, APBN (K/L, Hibah RR, Dana Desa, DAK), Dunia Usaha, dll
EVOLUSI METODOLOGI
- JITUPASNA -
Metodologi pertama Diadaptasikan untuk Metode DaLA Pendekatan
dikembangkan pada penggunaan global diperkuat oleh JITUPASNA
oleh WORLD BANK UNDP melalui menggabungkan
1970 oleh ECLAC dan dikenal dengan pendekatan analisis konten, efek,
sosial dan ekonomi dampak dan
nama DaLA serta dampak
(Damage and Losses) terhadap manusia, strategi
yang dikenal dengan pemulihan daerah
nama HRNA
(Human Recovery /wilayah
Needs Asessment) pascabencana.
Perka BNPB No.15 Tahun 2011
Jitupasna
Pengkajian kebutuhan pascabencana adalah suatu
rangkaian kegiatan dari pengkajian dan penilaian AKIBAT,
analisis DAMPAK dan perkiraan KEBUTUHAN, yang
menjadi dasar bagi penyusunan rencana aksi rehabilitasi
dan rekonstruksi pascabencana
Sektor: JITUPASNA
- Permukiman
- Infrastruktur Akibat 1. Kerusakan
- Ekonomi Bencana 2. Kerugian
- Sosial
- Lintas sektor Dampak 1. Ekonomi &
Bencana Fiskal
1. Focus kajian kepada aset fisik
Perkiraan 1. Pembangunan
Konsep 2. Kebutuhan adalah Kebutuhan 2. Penggantian
transformasi langsung dari
perhitungan nilai (uang)
kerusakan & kerugian
Akibat 1. Gangguan Akses
Bencana 2. Gangguan Fungsi
3. Peningkatan Risiko
1. Focus kajian manusia (individu, Dampak 1. Sosial Budaya & Politik
komunitas, pemerintah) Bencana 2. Pembangunan Manusia
3. Lingkungan
2. Kebutuhan adalah analisa dari Perkiraan
akibat dan dampak, dan kemudian Kebutuhan 1. Penyedian Akses
dihitung dalam satuan keuangan, 2. Pemulihan Fungsi
dengan formula tersendiri 3. Pengurangan Resiko
REHABILITASI REKONSTRUKSI
“Perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat “Pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada
sampai tingkat yang memadai pada wilayah pascabencana dengan sasaran utama wilayah pascabencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat
untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial
kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana.” dan budaya, tegaknya hukum dan ketertiban dan bangkitanya peran serta
- UU RI No. 24 Tahun 2007 Pasal 1 masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah
Public Housing pascabencana.
facilities - UU RI No. 24 Tahun 2007 Pasal 1
Environ Social Public Service
ment Psycology
Rehabilitation Health Economy
Public Better Rp
service
Government building
Government
Safety Conflict and Social, culture
Resolution organization
Social, role
Economi and
Reconstruction
culture
PP RI No. 21 Tahun 2008 Pasal 56 PP RI No. 21 Tahun 2008 Pasal 75
Perbaikan lingkungan daerah Rekonsiliasi dan resolusi konflik 6 1 Pembangunan kembali 5 Peningkatan kondisi
7 prasarana dan sarana sosial, ekonomi, dan budaya
1pascabencana Pemulihan sosial, ekonomi dan 8
budaya 2 Pembangunan kembali sarana 6 Peningkatan fungsi
Perbaikan prasarana dan sosial masyarakat pelayanan publik
Pemulihan keamanan dan
2sarana umum ketertiban 3 Pembangkitan kembali 7 Peningkatan pelayanan utama
kehidupan sosial budaya dalam masyarakat
Pemberian bantuan perbaikan masyarakat
8 Partisipasi dan peran serta Lembaga
3rumah masyarakat Penerapan rancang bangun dan organisasi kemasyarakatan,
dunia usaha dan masyarakat
4 9Pemulihan sosial psikologis 4 yang tepat dan penggunaan
Pemulihan fungsi pemerintahan peralatan yang lebih baik dan
tahan bencana
Pelayanan kesehatan 5 10Pemulihan fungsi pelayanan
publik
KONSEP PENGELOLAAN
RISIKO BENCANA
BENCANA TANGGAP DARURAT
RISIKO PENGAWASAN PEMULIHAN
STABIL BERISIKO
KESIAPAN “INVESTASI DRR”
REHABILITASI
PEMELIHARAAN REKONSTRUKSI
“MEMBANGUN KEMBALI DENGAN LEBIH BAIK
DAN LEBIH AMAN”
“PERBAIKAN”
PERENCANAAN
MILESTONE
PENYELENGGARAAN RR 2020-2024
BUILD BACK BETTER, SAVER
AND SUISTAINABLE
PEMULIHANYANG LEBIH BAIK, Internalisasi RR
AMAN DAN BERKELANJUTAN
dengan standar
PADA DAERAH TERDAMPAK pembangunan berkelanjutan
PASCABENCANA
Peningkatan Indeks
Pemulihan
Peningkatan
Kapasitas
PERATURAN BADAN NASIONAL Merupakan
PENANGGULANGAN BENCANA REPUBLIK Amanat PP 21/2008 Tentang
INDONESIA Penyelenggaraan
NOMOR 05 TAHUN 2017 Penanggulangan Bencana
Pasal 57 ayat (4) dan Pasal 76
TENTANG
PENYUSUNAN RENCANA ayat (4)
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
PASCABENCANA
2017
Peraturan BNPB Nomor 05 Tahun 2017
Tentang Penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pascabencana
Ditetapkan pada 07 Nov 2017 dan diundangkan pada 08 November 2017
Peraturan ini mencabut Perka BNPB Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pedoman
Umum Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 1553)
Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Skala nasional : penanggungjawab dan penetapan oleh Kepala BNPB
Skala provinsi : penanggungjawab dan penetapan oleh Gubernur
Skala kabupaten/kota : penanggungjawab dan penetapan oleh Bupati/Walikota
Kedudukan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
yaitu sebagai acuan penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, dokumen
perencanaan dan acuan untuk penganggaran.
Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
mencakup kondisi wilayah, kejadian bencana, Jitupasna, prinsip
kebijakan dan strategi penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Ruang lingkup rencana rehabilitasi dan rekonstruksi meliputi sektor
permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor
Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana merupakan suatu
dokumen perencanaan penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi
yang disusun untuk jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun.
Sumber dana untuk penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi
pascabencana dapat berasal dari APBN dan APBD serta sumber lain.
Penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
paling lama 90 hari, dapat dimulai pada saat tanggap darurat dan
dilaksanakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah.
OUTLINE R3P
Penetapan oleh Kepala Daerah
Kata pengantar
Ringkasan Eksekutif
Bab I Pendahuluan (Latar Belakang, Maksud Tujuan, Ruang Lingkup & Sistematika)
Bab II Kondisi Wilayah dan Kejadian Bencana
Bab III Pengkajian Kebutuhan Wilayah Pascabencana (5 sektor) -R3P-
- Akibat
- Dampak Gempabumi, tsunami
- Kebutuhan dan likuifaksi kota Palu
Bab IV Prisip.Kebijakan dan Strategi Rehab Rekons
Bab V Penyelenggaraan Rehab Rekons
- Kelembagaan
- Identifikasi Sumber Pendanaan
- Pelaksanaan
- Monev dan Pelaporan
- Kesinambungan Pemulihan Berbasis PRB
Bab VI Penutup
PERENCANAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCABENCANA
Tim Kaji Cepat - Untuk Tanggap Darurat
Tim Jitupasna - untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi
KAJIAN KEBUTUHAN RENCANA
PASCABENCANA REHABILITASI DAN
(jitupasna)
REKONSTRUKSI
Akibat : Dampak : Kebutuhan: Koordinasi oleh BNPB/BPBD, Kondisi umum wilayah
Kerusakan Ekonomi & Pembangunan bersama K/L/SKPD, Aparat Desa, Hasil jitupasna
Kerugian Penggantian Kebijakan, Strategi
Gangguan fiskal Penyediaan Masyarakat dan Pihak Lain Penetapan Prioritas
Sosbudpol Penyelenggaraan RR
Akses Pemb. Bantuan
Pemulihan Fungsi (kegiatan, pendanaan,
Gangguan manusia Pengurangan pelaksanaan, pelaporan, jadwal)
Fungsi Kualitas lingk Jangka waktu max 3 th
Risisko Ditetapkan oleh Kepala BNPB
Peningkatan atau kepala daerah sesuai
Risiko dengan tingkatan bencana
5 Sektor : Pemukiman, Infrastruktur, Sosial, Ekonomi, Lintas sektor
BNPB/BPBD Bertindak Cepat, Tepat, Efektif dan Efisien
- Pengalokasian Sumber Daya & Dana
- Pelaksanaan RR
PEMERINTAH o APBN (K/L, BA-BUN, DAK) STIMULAN BDR
o APBD
16
DUNIA MASYARAKAT
USAHA o SWADAYA
o DANA CSR
KEBUTUHAN BERDASARKAN KEWENANGAN
Kewenangan
No. Wilayah Kebutuhan K/L Masyarakat Dunia Usaha
Kab/Kota Provinsi
Total
IDENTIFIKASI SUMBER PENDANAAN
Identifikasi Sumber Pendanaan
No. Wilayah Kebutuhan APBD APBD K/L DSP BNPB Usulan Masyarakat dan
Hibah RR Dunia Usaha
Kab/Kota Provinsi
Total
KEBUTUHAN DAN PENDANAAN
INDIKASI KEBUTUHAN IDENTIFIKASI SUMBER PENDANAAN
SEKTOR, SUB SEKTOR, KEGIATAN
JUMLAH LOKASI/ INDIKASI APBN APBD Prov APBD Kab/Kota Sumber Lain
(Unit) SASARAN BIAYA
PERUMAHAN
INFRASTRUKTUR
SOSIAL
EKONOMI
LINTAS -SEKTOR
JUMLAH
Diverifikasi dan divalidasi Diusulkan sesuai kewenangan,
konsistensinya terhadap data untuk diproses lebih lanjut sesuai
kerusakan mekanisme perencanaan dan
penganggaran
Rencana RR disepakati bersama antara BNPB/BPBD, K/L/SKPD wilayah terpapar dan ditetapkan oleh Kepala Daerah
Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala BNPB
APBN-K/L : sesuai dengan kewenangan (Pusat)
APBN-Hibah : hanya untuk kewenangan daerah, prioritas dan menutup gap yg tidak dapat didanai APBD
Jangka Waktu Rencana RR maksimal 3 tahun.
SUMBER PENDANAAN
Kebutuhan Pendanaan
Pemerintah - APBN Pemerintah Daerah – APBD
(Kemen/Lembaga Negara) (Prov./ Kabupaten/ Kota)
Hibah Dalam Negeri
Masyarakat
INGO / NGO / LSM
Dunia Usaha
Sumber Lain
Hibah Luar Negeri
Pemerintah
Masyarakat Dunia Usaha
Pentahelix
Media Akademisi
nrk
RENCANA REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCABENCANA
Tanggap Rangkuman
Darurat
Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Penyelenggaraan Rehab & Rekon
Peraturan BNPB No 6/2017
Jitupasna Rencana Alokasi sumberdaya Pembangunan
RR & dana berkelanjutan
Pelaksanaan
Rehab & Rekon
Monitoring &
Evaluasi
Prinsip: membangun kembali menjadi lebih baik, lebih aman
dan berkelanjutan berbasis PRB
TERIMA KASIH