MANAJEMEN
LOGISTIK
&
PERALATAN
PENANGGULANGAN BENCANA
Pusdiklat BNPB
SENTUL, JAWA BARAT
Buku Pengantar Manajemen Logistik dan Peralatan Penanggulangan
Bencana
Pengarah
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana
Penulis
Roswanto
Kontributor
R. Theodora Eva Y.A, Rizky Khusuyassin, Ariyanti Ratnaningsih, Sridewanto Edi Pinuji, Wahyu
Indriyadi, Anita, Saini, Bagus Tjahjono, Ir. R. Utomo, Dr. Marlina Adisty, Ario Akbar, Sri Hastuti,
Apriyuanda G B Pradana, Alam Maulana, Jajat Suarjat, Nurhasanah, Neri Egi Rusmana, Slamet
Riyadi.
Design
Roswanto
Foto
Sumber lainnya
Diterbitkan oleh
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana
Kawasan Indonesia Peace dan Security Center (IPSC)
Sentul, Bogor, Jawa Barat
ISBN : .....................................
Hak Cipta@2020
Hak Cipta dilindungi Undang - Undang . Dilarang memperbanyak tanpa izin penulis dan
penerbit.
2
Daftar isi
Sambutan ................................................................................................. 4
Kata Pengantar ........................................................................................ 5
Daftar Isi .................................................................................................. 3
Bab I : Pengantar Logistik
Kolaboratif Pentahelix Bencana Indonesia .......................................... 7
Hidup Harmonis dengan Bencana ...................................................... 8
Gambaran Umum Logistik Menurut Ahli .............................................. 9
Bab II : Perencanaan
1 5Gambaran Umum ...............................................................................
1 6Perban 4 Tahun 2018 ..........................................................................
Bab III : Pergudangan
2 4Gambaran Umum ...............................................................................
2 5Menurut Ahli .......................................................................................
2 6Perban 4 Tahun 2018 ..........................................................................
Bab IV : Pendistribusian
2 8Gambaran Umum ...............................................................................
3 0Perban 4 Tahun 2018 ..........................................................................
Bab V : Penghapusan
3 2Gambaran Umum ...............................................................................
3 3Perban 4 Tahun 2018 ..........................................................................
Bab VI : Pola Penyelenggaraan ................................................................ 35
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 41
3
Sambutan
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan PB
Puji syukur ke hadirat Tuhan, berkat rahmat dan
karunia-Nya, terlahir buku " Pengantar
Manajemen Logistik dan Peralatan
Penanggulangan Bencana", sebagai acuan
pengetahuan logistik yang ada di BNPB. Buku ini
sejalan dengan Perka 13 Tahun 2008 tentang
Pedoman Manajemen Logistik dan Peralatan
Penanggulangan Bencana yang diperbaharui
menjadi Perban 4 Tahu 2018 tentang Sistem
Manajemen Logistik dan Peralatan
Saya menyampaikan perhargaan yang setinggi-
tingginya kepada penulis yang dengan senang
hati memprakarsai pembuatan buku ini agar
menjadi wawasan khalayak. Saya menilai buku
ini bermanfaat tidak hanya bagi peserta diklat
manajemen kebencanaan, tetapi juga bagi
stakeholder lainnya.
Saya mengenal penulis sebagai Widyaiswara
penanggulangan bencana yang aktif menulis
kebencanaan. Visualisasi yang menarik dan gaya
penulis yang cukup sistematis dalam buku ini
diharapkan berdampak nyata pada pemahaman
yang semakin baik mengenai ilmu logistik
kemanusiaan.
Jakarta, September 2020
Kapusdiklat PB
Berton Suar Panjaitan, SKM. MHM, Ph.D
4
Kata Pengantar
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan
kehadirat Allat SWT karena buku ini telah selesai disusun.
Buku ini disusun agar dapat membantu para peserta Diklat
kebencanaan dalam mempelajari pengantar manajemen
logistik dan peralatan penanggulangan bencana beserta
mempermudah memperlajari materi manajemen logistik
dan peralatan penanggulangan bencana terutama bagi kaum
awan yang belum mengenal manajemen logistik dan
peralatan penanggulangan bencana itu sendiri.
Penulis pun menyadari jika didalam penyusunan buku ini
mempunyai kekurangan, namun penulis menyakini
sepenuhnya bahwa sekecil apapun buku ini tetap akan
memberikan sebuah manfaat bagi pembaca.
Akhir kata untuk penyempurnaan buku ini, maka kritik dan
saran dari pembaca sangatlah berguna untuk penulis
kedepannya.
Salam Hangat,
Roswanto
5
LOGISTIK & PERALATAN
Penanggulangan Bencana
Mengenal Logistik di Indonesia Pembahasan:
PENGANTAR Perencanaan
PAGE 13
Manajemen logistik penting untuk diperhatikan saat terjadi
bencana, bantuan yang datang berlimpah sementara di satu sisi Pengadaan
koordinasi untuk manajemen logistik tersebut sering sekali PAGE 18
bermasalah. Misalnya belajar dari pengalaman bencana yang
terjadi di Indonesia, kerap sekali ditemukan bantuan logistik Pergudangan
berupa obat - obatan sudah mendekati masa kadaluarsa, kemudian PAGE 22
ada juga yang menggunakan bahasa asing dan menerima semua
jenis bantuan yang datang sementara tidak dibutuhkan lagi. Hal - Pendistribusian
hal tersebut tentu berakibat fatal dalam penanganan bencana. Jika PAGE 25
bantuan yang datang menggunakan bahasa lain dan dalam jumlah
banyak maka penerima bantuan harus mengeluarkan biaya besar Penghapusan
untuk menghanguskan bantuan kemanusiaan tersebut. PAGE 29
Pola Penyelenggaraan
PAGE 33
6
Rakornas PB Sentul "Kolaboratif,
Pentahelix
KITA JAGA ALAM, ALAM JAGA KITA Bencana
Indonesia."
Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa kejadian bencana
yang semakin meningkat. Hal tersebut disampaikan Presiden
Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana
(Rakornas PB) 2020 yang berlangsung di Sentul International
Convention Center, Beberapa poin berikut ini perintah Presiden
Jokowi :
Pertama, Seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah harus
bersama-sama, bersinergi untuk upaya pencegahan, mitigasi dan
meningkatkan kesiapsiagaan. Kedua, Setiap gubernur, bupati dan
walikota harus segera menyusun rencana kontinjensi termasuk
penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan yang dapat betul-
betul dilaksanakan semua pihak dan harus siap menangani
bencana secara tuntas. Ketiga, penanggulangan bencana harus
dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif, ‘Pentahelix’.
Keempat, Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus
meningkatkan kepemimpinan dan pengembangan sumberdaya
manusia yang handal dalam penanggulangan bencana, penataan
kelembagaan yang mumpuni. Kelima, Panglima TNI dan Kapolri
untuk turut serta dalam mendukung upaya penanggulangan
bencana termasuk penegakan hukum.
7
Hidup harmonis dengan Belum lagi kekayaan lautnya yang luar
bencana biasa dan sumber alamnya yang
melimpah. Tak salah jika Indonesia
Sadar bencana mendapat julukan Zamrud
Khatulistiwa
Letak geografis Indonesia yang berada di garis
khatulistiwa menjadi anugerah yang tiada tara Namun dibalik itu semua, posisi
dari Tuhan Yang Maha Esa. Tanah subur Indonesia diapit oleh tiga lempeng
hamparan permadani indah yang terbentang tektonik besar sekaligus yaitu lempeng
dari Sabang sampai Merauke. Indo - Australia, Erusia, dan Pasifik,
yang membuat negeri kita tercinta ini
kerap ditimpa bencana sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut maka
mindset yang harus kita kembangkan
ke depan idealnya bukan lagi hidup
bebas dari bencana, melainkan hidup
harmoni bersama bencana (living
harmony with disaster). Harapan kita
bahwa dengan terus-menerus
melakukan kampanye sadar bencana,
maka diharapkan kesiapsiagan
masyarakat dalam menghadapi
bencana kian meningkat menuju negeri
tangguh bencana.
living harmony with
disaster
8
Gambaran Umum "Selamatkan
Logistik Jiwa!"
Apa yang dimaksud dengan manajemen logistik (logistics 9
management)? Secara umum, pengertian manajemen
logistik adalah suatu penerapan prinsip-prinsip
manajemen dalam kegiatan logistik dengan tujuan agar
pergerakan personil dan barang dapat dilakukan secara
efektif dan efisien.
Logistik merupakan seni dan ilmu, barang, energi,
informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk,
jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar
dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal .
Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa
dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi
informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse
logistics dan pemaketan.
Menurut para ahli
Menurut Gattorna dan Walters menyatakan dalam buku
Managing Supply Chain: A Strategic Perpective, logistik
merupakan aspek manajemen strategis yang bertanggung
jawab mengelola akuisisi, pergerakan dan penyimpanan
barang mentah, bahan setengah jadi dan informasi-
informasi yang menyertainya dalam suatu organisasi
dan saluran pemasaran untuk memenuhi harapan
pelanggan sehingga dapat mencapai aspek keuntungan
perusahaan.
Menurut Yolanda M. Siagian (2005), logistik
didefinisikan sebagai bagian dari proses rantai suplai
(supply chain) yang berfungsi merencanakan,
melaksanakan, mengontrol secara efektif, efisien proses
pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang,
pelayanan dan informasi mulai dari titik awal (point of
origin) hingga titik konsumsi (point of consumption)
dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen
Council of Logistic Management (Ballou, 1992). Logistik
didefinisikan sebagai proses perencanaan, implementasi,
dan pengendalian efisiensi, aliran biaya yang efektif dan
penyimpanan bahan mentah, bahan setengah jadi,
barang jadi dan informasi-informasi yang berhubungan
dari asal titik konsumsi dengan tujuan memenuhi
kebutuhan.
PERBAN 4/2018
Sistim Manajemen Logistik dan Peralatan
Terjadinya bencana alam merupakan fenomena yang tidak dapat diprediksi. Oleh
karena itu, diperlukan kesiapan baik untuk mencegah bencana alam yang masih dapat
diprediksi, maupun menanggulangi bencana alam yang telah terjadi. Diperlukan sistem
yang reaktif untuk mencegah maupun menanggulangi bencana.
"Bisa jadi bencana merupakan bagian dari kehidupan
bangsa Indonesia. Bangsa yang ditakdirkan lahir,
hidup, dan besar di tanah air Indonesia yang rawan
terhadap bencana."
"Logistik adalah barang untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang,
papan, dan turunannya dalam rangka penanggulangan bencana.
Peralatan adalah segala bentuk alat yang dapat dipergunakan untuk melakukan,
pencarian, penyelamatan, dan evakuasi masyarakat terdampak bencana, membantu
pemenuhan kebutuhan dasar untuk pemulihan segera sarana prasarana vital. "
10
MAKAN TAMBAH GIZI
Koktail Buah dalam Sirup
Kadaluarsa (Min. 1 (satu) tahun,
terhitung produksi)
Berat (Min. 400 gram)
Kemasan (Kemasan retort pouch
dengan label warna orange)
SELIMUT
Packaging Tas Selimut
Bahan (Polymicropolar Flace)
Warna (Biru Benhur Kombinasi List
Warna Biru Turkis)
Ukuran (Min (165cm x 135cm))
Bahan (Woven Gramasi 75gr Warna
Biru)
Model (Ukuran Tas P=29cm T=35cm
L=5cm, Bahan Woven kombinasi mika
dengan Sablon Logo BNPB)
TENDA GULUNG
Ukuran (.Min panjang = 600cm x
Lebar = min 400cm, dengan lipatan
samping min 3 cm)
Berat (min. 125gr)
Warna Bahan (Bahan sisi atas
berwarna orange, dan sisi dalam
berwarna silver)
Speksifikasi (Diberi cincin / ring mata
ayam dengan embos bertuliskan
BNPB (Total min. 10 buah). Metode
Jahitan Lipatan samping 11
menggunakan teknologi panas dan
anti air ( water proof).
S7MIAPSRNTIIANMJSEIMP EN
LPOERGAISLTAITKADNAN
CTEETPAAPT DAN Sistem Manajemen Logistik dan
Peralatan diharapkan memiliki
Dalam beberapa pekan ini, di kemampuan dalam memberikan
beberapa daerah mengalami bantuan kemanusiaan yang cepat
bencana. Indonesia sebagai negara dan tepat sehingga 7 prinsip yang
yang rawan bencana, seperti terkandung dalam Sistem
bencana banjir, tanah longsor, Manajemen Logistik Peralatan ini
gempa bumi, tsunami, erupsi gunung mampu mendukung proses
berapi, kebakaran hutan, kemanusiaan diantara : Tepat jenis,
kekeringan, dan angin puting tepat jumlah, Tepat kualitas, Tepat
beliung, kerap menghampiri kita. waktu, Tepat sasaran, Tepat biaya,
serta pelaporan.
12
SISTEMMANAJEMEN LOGPAL
Memerlukan perhatian dengan mempertimbangkan
Logistik berperan penting dalam Dari hal tersebut diperlukan suatu
setiap fase penanggulangan perhatian khusus dengan
bencana. Dampak korban bencana pertimbangkan berbagai aspek
seringkali semakin parah bila kebutuhan diantara,
manajemen logistik tidak cukup mempertimbangkan keterbatasan
efektif untuk secara cepat dan tepat sarana transportasi, sebaran
menanggulangi bencana. kejadian, lokasi, serta, kecepatan
respon di lapangan.
Ketika bencana terjadi diperlukan
tanggap darurat. Logistik bencana Pertimbangan
akan memastikan distribusi Mengoptimalkan koordinasi dan
bantuan kemanusiaan peran serta
(humanitarian aids) dan peralatan Kementerian/Lembaga, dunia
dapat menjangkau secara cepat ke usaha, masyarakat, dan instansi
sasaran. terkait
Memperhatikan dinamika
pergerakan masyarakat korban
bencana
Memperhatikan faktor budaya,
sosial ekonomi dan masyarakat.
13
1
PERENCANAAN
LOGISTIK DAN PERALATAN
PENANGGULANGAN BENCANA
14
PERENCANAAN
LOGISTIK DAN PERALATAN PB
PERENCANAAN PERENCANAAN
Gambaran Umum LOGISTIK
Perencanaan merupakan dasar aktifitas
manajemen yang lain. Dalam kegiatan
perencanaan ini dilakukan proses analisis,
pemikiran, penelitian dan perhitungan dalam
upaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan
logistik. Untuk itu diperlukan sumber daya
manusia yang mumpuni di bidang
perencanaan logistik ini sehingga dapat
mengambil keputusan secara tepat dan
cepat.
15
Perencanaan Logistik ?
Apakah yang dimaksud dengan Siagian (1992) menyatakan manajemen
perencanaan logistik ? Perencanaan adalah seni memperoleh hasil melalui
dapat diartikan sebagai merumuskan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh
segala sesuatu sebelum dilaksanakan. orang lain, sedangkan logistik adalah
Perencanaan dapat juga dipahami bahan untuk kegiatan operasional yang
sebagai penentuan berbagai tindakan sifatnya habis pakai. manajemen logistik
yang dapat dilakukan untuk mencapai adalah suatu ilmu pengetahuan dan atau
tujuan yang telah ditentukan. seni serta proses mengenai perencanaan
Sedangkan istilah logistik dapat dan penentuan kebutuhan pengadaan,
diartikan sebagai berbagai barang- penyimpanan, penyaluran dan
barang yang dibutuhkan pemeliharaan serta penghapusan
material/alat-alat.
"Manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk
merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienandan keefektifan penyimpanan
dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan (point of origin
hingga titik konsumsi) point of consumption dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan
para pelanggan "
16
PERENCANAAN
LOGISTIK PENANGGULANGAN BENCANA
MENURUT PERBAN 4/2018
Perencanaan Logistik ?
Merupakan kegiatan melalui
identifikasi kebutuhan investarisasi
ketersediaan, pengumpulan data,
dan analisis untuk menghasilkan
standar minimal kebutuhan dalam
penanggulangan bencana
Maksud dan Tujuan Perencanaan
untuk
Mengetahui jumlah dan jenis
bantuan kemanusiaan dan
peralatan yang dibutuhkan
Mengetahui jumlah korban
terkena bencana yang
membutuhkan metode
pendistribusiaan
Mengetahui sasaran penerima
bantuan dan
Menentukan waktu
penyampaian bantuan
17
LANGKAH Suatu rencana harus "Perencanaan
didukung oleh semua pihak. Logistisk
Perencanaan Rencana yang dipaksakan dilakukan jauh -
akan sulit mendapatkan jauh hari sebelum
Pengelolaan logistik dukungan bahkan akan barang itu
cenderung semakin kompleks berakibat tidak lancar dalam dibutuhkan."
dalam pelaksanannya pelaksanaannya.
sehingga akan sangat sulit 18
dalam pengendalian apabila Dalam suatu kegiatan dari
tidak didasari oleh tahap persiapan,
perencanaan yang baik. pelaksanaan sampai dengan
Perencanaan yang baik pencapaian tujuan (sasaran)
menuntut adanya Penyusunan diperlukan kerjasama yang
Standar Kebutuhan Minimal, terus menerus antara
Identifikasi kebutuhan, pimpinan, perencana,
Penyusunan Kebutuhan pelaksana dan pengawas
Jangka Pendek Menengah dan dengan masing-masing
Panjang, yang memadai dan kegiatan yang dilakukan
berfungsi sebagai umpan balik sesuai dengan uraian tugas
untuk tindakan pengandalian masing-masing. Seluruh
terhadap sesuatu hal yang kegiatan diarahkan pada
terjadi. pencapaian tujuan untuk
mencapai sasaran organisasi
2
PENGADAAN
LOGISTIK DAN PERALATAN
PENANGGULANGAN BENCANA
19
PENGADAAN
LOGISTIK DAN PERALATAN PB
Gambaran Umum
PENGADAAN Pengadaan logistik merupakan fungsi
LOGISTIK
operasional pertama dalam manajemen
Penanggulangan
Bencana ? logistik. Fungsi ini pada hakikatnya
merupakan serangkaian kegiatan untuk
menyediakan Logistik sesuai kebutuhan, baik
berkaitan dengan jenis dan spesifikasi jumlah
waktu maupun tempat, dengan harga dan
sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Serangkaian kegiatan pengadaan logistik
dimulai dari kegiatan perencanaan dan
penentuan kebutuhan sampai dengan 20
penerimaan logistik.
OCTOBER 2020 | ISSUE 21
MENURUT AHLI Dengan demikian tujuan
pengadaan barang adalah untuk
Dwiantara dan Sumarto (2004) memperoleh barang atau jasa
dengan harga yang dapat
menyatakan bahwa fungsi pengadaan ini dipertanggungjawabkan, dengan
pada hakikatnya merupakan serangkaian jumlah dan mutu yang sesuai,
kegiatan untuk menyediakan logistik serta selesai tepat waktu.
sesuai dengan kebutuhan, baik berkaitan
dengan jenis dan spesifikasi, jumlah, Pengadaan logistik ini dapat
waktu maupun tempat, dengan harga dan dilakukan setelah serangkaian
sumber yang dapat dipertanggung perencanaan logistik selesai
jawabkan. dilakukan dan diputuskan oleh
manajer puncak. Dalam kegiatan
pengadaan logistik terdapat
berbagai macam cara maupun
sistem yang dapat ditempuh.
Namun untuk menggunakan
cara maupun sistem mana yang
paling efektif dan efisien tentu
sangat tergantung pada situasi
dan kondisi organisasi masing-
masing.
"Conformance
to requirement,
sesuai dengan
yang
disyaratkan/
distandarkan
21
Pengadaan "Perban
4/2018 ."
PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL
PENANGGULANGAN BENCANA BNPB
Merupakan kegiatan pemenuhan atau penyediaan
kebutuhan melalui perencanaan kebutuhan sampai
dengan perolehan. Tujuan pengadaan untuk
memenuhi kebutuhan logistik dan peralatan
Pengadaan Logistik dan Peralatan berasal dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau
sumber resmi lainnya yang tidak mengikat. Proses
pengadaan Logistik dan Peralatan dilaksanakan
secara terencana sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang - undangan.
22
3
PERGUDANGAN
LOGISTIK DAN PERALATAN
PENANGGULANGAN BENCANA
23
PERGUDANGAN
LOGISTIK DAN PERALATAN PB
GAMBARAN UMUM 24
PERGUDANGAN
Menurut Ahli
Menurut Meyers and Stephens (2002), warehouse atau
gudang merupakan tempat penyimpanan barang, baik
bahan baku yang akan digunakan dalam proses
manufaktur maupun barang jadi yang siap dikirimkan.
Sedangkan kegiatan pergudangan (warehousing) tidak
hanya kegiatan penyimpanan barang saja melainkan
proses penanganan barang mulai dari penerimaan
barang, pencatatan, penyimpanan, pemilihan,
penyortiran, pemberian label sampai proses pengiriman
barang.
Menurut Ahli "Selamatkan
Jiwa!"
Sedangkan menurut Lembaga
Manajemen Pergudangan (2008), gudang 25
atau pergudangan adalah suatu tempat
penyimpanan yang berfungsi untuk
menyimpan persediaan sebelum diproses
lebih lanjut. Pengadaan gudang dalam
suatu perusahaan menandakan bahwa
hasil produksi dari perusahaan tersebut
cukup besar sehingga arus keluar masuk
dan stok penyimpanan barang harus
dikendalikan. Oleh karena itu, gudang
merupakan solusi dalam penanganan
secara efektif dan efisien dalam
perencanaan kesediaan hasil produksi
sebuah perusahaan.
Manajemen Pergudangan
Warehouse management atau
manajemen gudang dapat diartikan
sebagai pengelolaan dari aktifitas yang
saling terkait dalam aktifitas
penyimpanan barang sementara.
Sedangkan Warehouse Management
System (WMS) atau sistem manajemen
pergudangan merupakan kunci utama
dalam supply chain (rantai pasok),
dimana yang menjadi tujuan utama
adalah mengontrol segala proses yang
terjadi di dalamnya seperti shipping
(pengiriman), receiving (penerimaan),
putaway (penyimpanan), move
(pergerakan) dan picking (pengambilan).
Pergudangan Logistik PB
PERBAN 4/ 2018
Merupakan pengelolaan penerimaan, Tujuan pergudangan untuk
penyimpanan, pemeliharaan, dan Mencatat jenis, jumlah, kualitas, kondisi
pengeluaran logistik dan peralatan di logistik dan peralatan, waktu dan
gudang. Prosedur pergudangan terdiri atas identitas petugas
lokasi, kemudahaan akses, jenis gudang, Menjaga kondisi logistik dan peralatan
kapasitas dan fasilitas penyimpanan, sistim dari kerusakan dan kehilangan atau
pengamanan dan keselamatan, sesuai berkurangnya standar mutu
dengan kententuan dengan ketentuan Memudahkan pendistribusian logistik
peraturan perundang - undangan dan peralatan, dengan menggunakan
metode pertama masuk - pertama
keluar (frist - in first - out) dan pertama
kadaluarsa - pertama keluar (fist -
expired first - out) dan
Menjamin ketersediaan logistik dan
peralatan setiap waktu
"Untuk - mu Indonesia Ku,
Mari kita jaga
kesiapsiagaan dalam
menghadapi bencana ."
26
4
PENDISTRIBUSIAN
LOGISTIK DAN PERALATAN
PENANGGULANGAN BENCANA
27
DISTRIBUSI
LOGISTIK DAN PERALATAN PB
GAMBARAN UMUM
Distribusi Logistik ?
Distribution adalah salah satu aspek dari
pemasaran. Distribusi juga dapat diartikan
sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha
memperlancar dan mempermudah
penyampaian barang dan jasa dari
produsen kepada konsumen, sehingga
penggunaanya sesuai dengan yang
diperlukan (Jenis, jumlah, harga, tempat,
dan saat dibutuhkan)
28
Distribusi Delivery proses pengiriman barang
atau paket yang sudah terdaftar
Menurut Wikipedia dalam manifest, yang kemudian
dikirim sesuai kota tujuan.
Distribusi adalah salah satu aspek
dari pemasaran. Distribusi juga Secara umum pengiriman barang
dapat diartikan sebagai kegiatan
pemasaran yang berusaha adalah segala upaya yang
memperlancar dan mempermudah
penyampaian barang atau jasa dari diselenggarakan secara sendiri atau
produsen kepada konsumen.
“Wikipedia“. kegiatan distribusi bersama-sama dalam suatu
adalah suatu aktivitas perpindahan
barang dan jasa dari sumbernya ke organisasi untuk memberikan
pelanggan atau konsumen akhir
melalui jalur distribusi secara tepat pelayanan jasa berupa pengiriman
waktu.
barang.
Kegiatan pengiriman barang adalah
satu faktor yang penting untuk
diperhatikan dalam menjalankan
kegiatan bisnis. kegiatan ini dapat
berjalan baik jika ada koordinasi
antara supplier dan customernya.
dengan begitu akan terjalin
hubungan yang baik antara
konsumen dan supplier dan kegiatan
bisnis pun dapat berjalan dengan
lancar. 29
"Bencana menjadi
urusan kita
bersama"
MENURUT PERBAN 4/2018 Pemilihan moda
angkutan berdasarkan
DISTRIBUSI pertimbangan:
Merupakan sistem penyaluran dan penyerahan Situasi dan kondisi
logistik dan peralatan dari daerah asal ke daerah keadaan darurat
tujuan sampai pada sasarannya dituju. Kecepatan distribusi
Pendistribusian logistik dan peralatan dengan Ketersediaan alat
menggunakan moda transportasi angkutan dan
infrastuktur yang ada
Jenis moda transportasi terdiri dari atas angkutan Kondisi wilayah asal
darat, laut, sungai, danau dan udara, baik secara dan tujuan
komersial maupun nonkomersial sesuai dengan Efektifitas dan efisiensi
kebutuhan efektifitas distribusi dan
Keamanan dan
keselamatan
Tujuan Pendistribusian
untuk:
Menyerahkan bantuan
logistik dan peralatan
ke penerima
Menjamin keamanan,
keselamatan, dan
keutuhan bantuan
logistik dan peralatan
selama proses
transportasi dari
gudang ke tujuan
penerima
Mempercepat
penyampaian bantuan
logistik dan peralatan
dengan biaya yang
paling efisien.
30
5
PENGHAPUSAN
LOGISTIK DAN PERALATAN
PENANGGULANGAN BENCANA
31
PENGHAPUSAN
LOGISTIK DAN PERALATAN PB
GAMBARAN UMUM KESIAPSIAGAAN DALAM
MENGHADAPI BENCANA
Penghapusan logistik ? sadar akan bencana
Penghapusan logistik merupakan kegiatan 32
pembebasan barang dari tanggungjawab yang
berlaku dengan alasan yang dapat
dipertanggungjawabkan. Secara lebih operasional,
penghapusan logistik merupakan pengakhiran fungsi
logistik dengan pertimbangan - pertimbangan dan
argumentasi - argumentasi tertentu yang dapat
dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, dalam
kegiatan penghapusan logistik harus
mempertimbangkan alasan - alasan normative
(Dwiantara & Sumarto,2005)
PERBAN 4/2018
Logistik dan Peralatan PB
Penghapusan DILAKUKAN:
Penghapusan barang milik negara dari daftar Penyerahan kepada pengguna
barang dengan menerbitkan keputusan dari barang
pejabat yang berwenang untuk membebaskan Pemindahtanganan
pengelola barang, pengguna barang dan/atau Adanya putusan pengadilan
kuasa pengguna barang dan/atau kuasa pengguna yang telah memperoleh
barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik kekuatan hukum tetap dan
atas barang yang berada dalam penguasaannya. sudah tidak ada upaya hukum
Karena melaksanakan
ketentuan peraturan
perundangan dan
pemusnahan
33
Penghapusan logistik
Penghapusan logistik merupakan Ada beberapa alasan yang mendasari
kegiatan pembebasan barang dari dilakukannya penghapusan logistik.
pertanggung jawaban yang berlaku Salah satunya adalah terkait alasan
dengan alasan yang dapat atau syarat penghapusan logistik
dipertanggungjawabkan. yang dikemukakan oleh ibnu syamsi,
antara lain: Perlengkapan dalam
kondisi rusak berat, Perlengkapan
sudah tidak efisien/ketinggalan
zaman , dan Jumlahnya berlebihan
(excess stock). Ada beberapa cara
yang dapat digunakan suatu
organisasi untuk melakukan
penghapusan barang-barang logistik.
Menurut Lukas dan Rumsari cara-cara
yang dapat dilakukan tersebut, antara
lain: lelang, ditukarkan, dipindahkan,
dihibahkan, pemanfaatan kembali,
dan pemusnahan.
34
6
POLA
PENYELENGGARAAN
LOGISTIK DAN PERALATAN
PENANGGULANGAN BENCANA
35
POLA PENYELENGGARAAN
LOGISTIK DAN PERALATAN PB
BAGAIMANA POLA
PENYELENGGARAAN
Logistik dan Peralatan PB
Pedoman manajemen logistik dan peralatan
penanggulangan bencana menganut pola
penyelenggaraan suatu sistem yang melibatkan beberapa
lembaga atau sistem kelembagaan dalam berbagai
tingkatan territorial wilayah, mulai dari:
Tingkat Nasional
Tingkat Provinsi
Tingkat Kabupaten/Kota
36
Pola
Penyelenggaraan
Logistisk
Peralatan PB
TINGKATAN Masing-masing tingkat
WILAYAH kelembagaan dalam
melaksanakan manajemen
Dengan melibatkan logistik dan peralatan
banyak kelembagaan ini penanggulangan bencana
berbagai konsekuensi menggunakan pedoman
akan terjadi termasuk di delapan tahapan manajemen
dalamnya adalah sistem logistik dan peralatan, yang
manajemen yang pada masing-masing tingkat
mengikuti fungsinya, lembaga penyelenggara
sistem komando, sistem memiliki ciri-ciri khusus
operasi, sistem sebagai konsekuensi sesuai
perencanaan, system dengan tingkat
administrasi dan kewenangannya.
keuangan, sistem
komunikasi dan sistem
transportasi.
37
TINGKAT NASIONAL Fungsi Penyelenggaraan Manajemen
Logistik dan Peralatan Tingkat
Otoritas pemerintah pusat dalam Nasional adalah:
penanggulangan bencana diwakili
oleh Badan Nasional Seluruh komponen kelembagaan
Penanggulangan Bencana (BNPB). mematuhi dan melaksanakan
Dalam menjalankan peran tersebut sistem manajemen logistik dan
BNPB mempunyai kemudahan akses peralatan yang telah ditetapkan,
dan koordinasi dengan organisasi baik dalam keadaan prabencana,
yang dapat membantu system keadaan terjadi bencana, dan
manajemen logistik dan peralatan pascabencana.
untuk bencana. Dukungan pemerintah,
pemerintah tingkat provinsi,
kabupaten/kota atau atau
lembaga lain dapat
dikoordinasikan sesuai dengan
sistem manajemen logistik dan
peralatan.
Menghimpun fakta dan informasi
yang diperlukan oleh masyarakat
dari berbagai sumber yang dapat
dipertanggung jawabkan, dalam
bentuk informasi melalui media
massa yang mudah diakses.
38
Menjalankan Pedoman Manajemen Logistik TINGKAT PROVINSI
dan Peralatan Penanggulangan Bencana Fungsi Penyelenggaraan
secara konsisten. Manajemen Logistik dan
Berfungsi sebagai penanggung jawab atas Peralatan Tingkat Provinsi
tugas dan koordinasi seluruh sumberdaya adalah :
dalam penanggulangan bencana yang
berkaitan dengan logistik dan peralatan yang Penyelenggara
dipergunakan. manajemen logistik dan
Bertanggung jawab atas pengelolaan dan peralatan tingkat provinsi
pendistribusian bantuan dari luar negeri, memiliki tanggung jawab,
dengan sistem satu pintu. tugas dan wewenang di
Menjadi koordinator dalam hal informasi dan wilayahnya.
komunikasi dalam penanggulangan bencana. Sebagai titik kontak
Dalam hal ini jaringan komunikasi antar utama bagi operasional di
tingkatan organisasi pendukung sistem area bencana yang
logistik dan peralatan harus terjalin dengan meliputi dua atau lebih
baik. kabupaten/kota yang
Sistem logistik dan peralatan tingkat berbatasan.
nasional merupakan pemegang sistem Mengkoordinasikan semua
komando bencana dalam hal logistik dan pelayanan dan
peralatan. pendistribusian bantuan
logistik dan peralatan di
area bencana.
Sebagai pusat informasi,
verifikasi dan evaluasi
situasi di area bencana.
Memelihara hubungan
dan mengkoordinasikan
semua lembaga yang
terlibat dalam
penanggulangan bencana
dan melaporkannya
secara periodik kepada
kepala BNPB.
Membantu dan memandu
operasi di area bencana
pada setiap tahapan
manajemen logistik dan
peralatan.
Menjalankan pedoman
manajemen logistik dan
peralatan
penanggulangan bencana
secara konsisten.
39
TINGKAT
KABUPATEN/KOTA
Penyelenggaraan Tingkat
Kab/Kota
Penyelenggaraan Manajemen Logistik dan
Peralatan Tingkat Kabupaten/Kota adalah :
Mengelola dan mengkoordinasikan
seluruh aktifitas manajemen logistik dan
peralatan, terutama pada masa siaga
darurat, tanggap darurat dan pemulihan
darurat.
Bertanggung jawab atas dukungan
fasilitas, pelayanan, personil, peralatan
dan bahan atau material lain yang
dibutuhkan oleh pusat-pusat operasi (pos
komando) di area bencana.
Berkoordinasi dengan instansi/lembaga
terkait di pusat operasi BPBD.
Menjalankan pedoman manajemen
logistik dan peralatan penanggulangan
bencana secara konsisten.
40
DAFTAR PUSTAKA
UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana
1
Perka 13 Tahun 2008 Tentang Pedoman Manajemen Logistik dan Peralatan
2 Penanggulangan Bencana
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 Tentang
3 Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
Perban 4 Tahun 2018 Tentang Sistem Manajemen Logistik dan Peralatan
4 Penanggulangan Bencana
SUMBER LAINYA
Gattorna dan Walters dalam buku Managing Supply Chain: A Strategic Perpective.
1
Yolanda M. Siagian (2005), logistik didefinisikan sebagai bagian dari proses rantai
2 suplai (supply chain)
Council of Logistic Management (Ballou, 1992). Logistik didefinisikan sebagai proses
perencanaan, implementasi, dan pengendalian efisiensi, aliran biaya yang efektif dan
3 penyimpanan bahan mentah, bahan setengah jadi, barang jadi dan informasi-informasi
yang berhubungan dari asal titik konsumsi dengan tujuan memenuhi kebutuhan.
Siagian (1992) menyatakan manajemen adalah seni memperoleh hasil melalui berbagai
4 kegiatan yang dilakukan oleh orang lain, sedangkan logistik adalah bahan untuk
kegiatan operasional yang sifatnya habis pakai
Lembaga Manajemen Pergudangan (2008), gudang atau pergudangan adalah suatu
5 tempat penyimpanan yang berfungsi untuk menyimpan persediaan sebelum diproses
lebih lanjut.
https://supplychainindonesia.com/manajemen-logistik-penanggulangan-bencana-
6 bagian-1/
id.wikipedia.org
7
41
Manajemen
Logistik
Peralatan
Pusat Pendidikan dan Pelatihan PB
Jl. Anyer Desa Tangkil Sentul, Kabupaten Bogor – Provinsi Jawa
Barat 16180