The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ruswan.bks, 2021-07-20 23:27:22

Dasar - Dasat Pertolongan Pertama pada Korban Bencana

First Aid

Keywords: First Aid

Dasar-Dasar Pertolongan Pertama pada
Korban Bencana

dr Iin Inayah

 Definisi bencana ?
 Klasifikasi bencana ?
 Unsur terjadinya bencana ?
 Fase bencana ?

Akibat bencana

 Sakit
 Luka
 Cacat
 Meninggal
 Gangguan psikologi

MEREKA ………………!

MENINGGAL dan CACAT
TANPA

PENATALAKSANAAN KURANG
OPTIMAL

SKILL PERSONAL

4 TOT DIKLAT RSIJPK

SKEMA PERJALANAN PASIEN GAWAT DARURAT

Awam Khusus PERAWAT : (BTCLS, BNLS, BPLS,
PPGD)
(Polisi, Paramedic
DOKTER : (ATLS, ACLS, ANLS, APLS)
Petugas (Emergency MANAJEMEN PENANGGULANGAN

BENCANA

Pemadam Ambulance

Kebakaran, Service) Code blue

Awam Satpam, Palang (PHTLS/PHCLS)
(BLS)
Merah) Bangsal
_ IGD ICU Perawatan
(MFR & BTCLS)

Benc
ana

Akses Pusat Rehabilitasi
Emergency Kesehatan
Telp. Number Masyarak

? at

Fase Pre-Hospital Fase Hospital

“ The right patient, to the right hospital, by the right ambulance and the right
time “

5 TOT DIKLAT RSIJPK

First Aid



Intoksikasi ?

 Masuknya suatu zat kedalam tubuh kita yang dapat mengganggu
kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian

 Keracunan merupakan keadaan gawat darurat medis, dan harus
mendapat pertolongan segera

Seseorang dicurigai mengalami ini bila

 Mendadak sakit
 Gejala tidak sesuai dgn patologik tertentu
 Gejala mjd cepat karena dosis yg besar
 Anamnesa menunjukkan kearah intoksikasi : kasus bunuh diri

Intoksikasi terjadi dgn cara :

 Tertelan
 Terhisap
 Terserap
 Suntikan

Sifat zat racun dpt dibagi :

 Korosif
 Non Korosif

Bentuk zat :
• Padat
• Gas
• Cair

Secara umum kasus
Keracunan, penanganannya
berdasarkan penilaian Airway,
Breathing dan
Sirkulasi (ABC). Jangan tunda
penanggulangannya

Jenis Intoksikasi

 Intoksikasi Makanan
 Intoksikasi zat kimia dan obat - obatan

Prinsip Penatalaksanaan Intoksikasi

 Prinsip aman diri sendiri dan penilaian ABC
1 Mencegah dan menghentikan penyerapan racun

a. Bila racun tertelan
- encerkan racun yg ada dalam lambung dengan
cara lavage lambung
- Upayakan emesis
- Bawa hasil muntahan untuk diperiksa dilab
- Jgn melakukan muntah buatan pd penderita
dgn intoksikasi zat korosif/ps tdk sadar

b. Bila racun melalui kulit / mata
- Pakaian yg terkontaminasi dilepas
- Cuci / bilas bagian yg terkena dgn air yg mengalir,
bila racun berbentuk serbuk, sapuh dulu serbuknya
lalu bilas dgn air
- Perhatikan jgn sampai penolong terkena

c. Bila racun inhalasi
- Pindahkan penderita ke tempat yg aman
berlawanan dgn arah mata angin

- Beri oksigen oksigen konsentrasi tinggi
- Jangan lakukan pernafasan buatan dr mulut ke

mulut

2. Pengobatan Simtomatik
- Bila ada gangguan pernafasan lakukan resusitasi
- Pemberian antidot
- Pemberian obat diuresis dan cuci darah bila
diperlukan
- Rasa nyeri berikan obat penghilang rasa nyeri

3. Segera evakuasi penderita ke rumah sakit

GIGITAN BINATANG

 Gigitan binatang termasuk dalam kategori racun yang masuk
kedalam tubuh melalui suntikan

 Gigitan atau sengatan binatang dpt menimbulkan reaksi alergi yg
hebat dan bahkan bisa fatal

 Pengetahuan tentang penanganan yg cepat dpt mengurangi
parahnya cedera dan menjaga penderita dari sakit parah

Jenis Gigitan Binatang

 Gigitan Binatang Darat
1. Gigitan Anjing, kucing, kera dll
luka memar, infeksi serta robekan jaringan
Tanda dan gejala :
Sakit kepala, demam, kejang dan
kemungkinan
rabies
2. Gigitan ular
Ular berbisa atau tidak, bisa ular dpt menyebabkan
reaksi toksik pd syaraf, darah dan jantung

Tanda dan gejala lokal :
 Lokal

Ada 2 lubang bekas gigitan. Kemerahan, bengkak,
nyeri dan timbul dlm 10 menit
 Umum
Demam, mual muntah, kelemahan, mimisan, nadi
cepatdan kecil, mati rasa, kejang, pingsan, gangguan
pernafasan

3. Gigitan Arthropoda (laba-laba, tawon, kelabang, kala)

Dapat menimbulkan reaksi alergi yg gawat dan dpt
berakibat fatal

Tanda dan gejala :

Bengkak dan kemerahan, gatal-gatal, nyeri dan terasa panas,
demam, menggigil, kadang disertai sulit tidur, dpt terjadi
syok

 Gigitan Binatang air
1. Gigitan Trigonid (Duri babi)
laut dangkal akibat dr menginjak atau bersentuhan
Tanda dan Gejala :
Timbul nyeri dlm 90 menit, rasa panas di daerah
gigitan, pusing kadang bisa pingsan
2. Gigitan ubur-ubur
Dpt menimbulkan cedera dari tentakel

Tanda dan gejala
Rasa panas terbakar serta sedikit perdarahan kulit, urtikaria,
mual, muntah, kejang otot, syok, kesulitan
bernafas
3. Gigitan ikan pari

Racun disuntikan melaui duri-duri/jarum-jarumnya
Tanda dan gejala :
Pembengkakan, mual, muntah, diare , kejang dpt
disertai kelumpuhan otot

4. Gigitan gurita
Gurita tdk menggigit kecuali terinjak atau diganggu
Gigitannya sangat beracun dan dpt menimbulkan kematian
Tanda dan Gejala :
Kegagalan nafas scr progresif dlm 10-15 mnt, ada luka
gigitan, hilang rasa raba, mual muntah, sulit menelan ,
lumpuh otot, henti nafas, henti jantung

Prinsip penatalaksanaan gigitan
binatang

 Aman diri dan lingkungan sekitar
 Nilai ABC
 Untuk luka gigitan binatang darat bersihkan dgn air mengalir

dan luka gigitan binatang air bersihkan dgn air hangat
 Lakukan kompres dingin pd luka gigitan ular atau antropoda
 Berikan serum antinya
 Immobilisasi daerah gigitan

 Monitor tanda-tanda vital
 Lakukan RJP jika diperlukan
 Segera bawa ke Rumah Sakit



Luka bakar

 Luka kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang terjadi
akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda- benda yang
menghasilkan panas ataupun atau zat-zat yang bersifat
membakar

 Penyebab dari terjadinya luka bakar dapat dikelompokkan
dalam beberapa jenis, yaitu :
1. Sumber panas seperti api, air panas dan uap panas.
2. Sumber listrik
3. Bahan kimiawi ( asam kuat,basa kuat ).
4. Sinar matahari dan radiasi

Komplikasi

 Shock
 Infeksi
 Ketidak seimbangan elektrolit (inbalance elektrolit)
 Distress pernapasan
 Distress emosional

Tindakan Penting

 Mencegah atau mengatasi syok.
 Mecegah dan mengobati infeksi.
 Untuk luka bakar daerah wajah dan leher atau bila terjadi

inhalasi asap,perhatikan bahaya edema larings.

PERTOLONGAN PERTAMA (1)

 Matikan api dengan memutuskan hubungan ( suplai ) dengan
oksigen dengan menutup tubuh penderita dengan selimut,
handuk, sprei dll.

 hentikan (stop), jatuhkan (drop), dan gulingkan (roll) orang
itu agar api segera padam

 Perhatikan keadaan umum penderita.

PERTOLONGAN PERTAMA (2)

 Pedinginan :

 Membuka pakaian penderita.
 Siram dg air mengalir selama 20 -30 menit, untuk daerah wajah

cukup dikompres dengan air.
 Bila disebabkan oleh zat kimia selain air dapat digunakan Nacl

fisiologik ( untuk zat korosif ).
 Pendinginan ini tak berguna lagi untuk luka bakar > 1 jam

 Mencegah infeksi

 Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering dan tak
dapat melekat pada luka.

 Penderita dikerudungi/ditutup kain bersih.
 Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti

mentega,minyak, kecap.

PERTOLONGAN PERTAMA (3)

 Transportasi ke fasilitas yang lebih lengkap sebaiknya
dilakukan dalam 1 jam : bila tak mungkin, masih dapat
dilakukan dalam 24 – 48 jam, pertama dengan pengawasan
ketat selama perjalanan. Lebih dari 48 jam sebaiknya ditunda
sampai hari ke 4-5 setela keadaan umum stabil.



LUKA LISTRIK

 Dapat disebabkan oleh aliran listrik atau petir. Beratnya gejala
yang timbul tergantung dari :

1. Jenis arus – arus searah(DC) kurang berbahayadari pada arus
bolak balik(AC).

2. Sifat arus – kuat arus, tegangan dan frekuensi.
3. Tahanan tubuh – kulit yang lembab/basah sangat

merendahkan tahanan setempat.
4. Bagian tubuh yang dialiri arus – sangat berbahaya bila melalui

jantung.
5. Lama terkena arus.

GEJALA DAN TANDA

 Gejala yang timbul bermacam-macam, dari yang teringan :

1. Terjatuh dan terkejut.
2. Spasme otot.
3. Kejang.
4. Penurunan kesadaran.
5. Apnea dan fibrilasi ventrikel
6. Pada kulit tempat kontakdapat terjadi luka yang dalamnya

bervariasi;sambaran petir mungkin memberikan gambaran
aboresent mark (gambarancabang ranting pohon ).

PERTOLONGAN PERTAMA

 Putuskan hubungan aliran listrik dengan penderita.

1. Matikan aliran listrik atau putuskan kawat dengan alat
terisolasi ( misal kapak bertangkai kayu.

2. Jauhkan /lepaskan penderita dari sumber aliran listrik.
3. Penolong sebelumnya harus yakin bahwa dirinya terisolasi

dengan baik dari tanah (gunakan alas kaki yang kering )
4. Gunakan benda yang tak dapat dialiri listrik (kain, kayu

kering, karet atau sabuk kulit) untuk menarik tubuh
penderita/ menjauhkan sumber listrik.

PERTOLONGAN PERTAMA (2)

 Perhatikan fungsi vital bila perlu lakukan resusitasi.
 Cari dan atasi komplikasi lain yang mungkin ada :

 Luka bakar dan nekrosis jaringan.
 Patah tulang atau dislokasi.
 Perdarahan.
 Syok dan asidosis.



LUKA BAKAR KIMIA

 Pada luka bakar kimia, kerusakan dapat terjadi lama setelah
agen kontaminan dibersihkan, bila terjadi reaksi
berkelanjutan antara zat kimia tersebut dengan sel dan
jaringan yang lebih dalam. Untuk itu, usaha penghilangan
agen kontaminan segera mungkin harus dilakukan, yang
terbaik adalah dengan memberikan antidotumnya. Namn bila
tidak tersedia dapat dilarutkan dengan air atau cairan buffer.
Bila zat kimia berupa tepung (powder), yang pertama kali
dilakukan adalah menghilangkan sebanyak mungkin bentuk
powdernya dengan sikat halus, bila sudah minimal baru
dilarutkan degan air, cairan buffer, atau antidotumnya.



Perhatikan

 PENYELAMATAN SEGERA
 CARI PENYEBAB
 CARI KOMPLIKASI/PENYULIT

Patofisiologi

 Saat awal korban akan menahan nafas atau panik
 Selanjutnya respiratory drive menyebabkan pernafasan

involunter  tampak gasping for breathing
 Aspirasi  cairan masuk paru2
 Kejang  akibat gangg elektrolit darah
 Kematian -> akibat kurang oksigen

AKIBAT TENGGELAM :

 transient hemodilution, hemolysis and hyponatremia

 Air laut/salt water

 hemoconcentration, hypernatremia, and hyperkalemia

KLASIFIKASI

 Berdasarkan Peristiwa

1. Tenggelam dalam air tawar.
2. Tenggelam dalam air laut.

Fresh water

hyponatremia

Change blood
chemistry

Dilutes the blood

Affect blood cells and
tissue membranes

hemolysis

Salt water

Hiper natremia
Hiperkalemia

Hemokonsentrasi

shock

Massive pulmonary
oedem

Manajemen awal prehospital

 Penyelamatan cepat mengeluarkan korban dari air
 Korban yg sadar diposisikan menelungkup/tiarap  mencegah

kolaps sirkulasi krn perubahan tekanan yg mendadak
 Pemeriksaan ABC + kontrol C spine
 Cek nadi karotis  Lakukan CPR jika nadi tdk teraba
 Berikan oksigen
 Pasang akses intravena (jika peralatan tersedia).

 Atasi hipotermi (Buka pakaian yg basah ganti
kering/selimuti, bila tdk memungkinkn utk membuka
pakaian  tutupi badan dan kepala dgn selimut/jaket,
mnm air hangat tdk membantu atasi hipotermi!)

 Jgn lakukan heimlich manuver atau kompresi
perut utk mengeluarkan air resiko aspirasi
paru2

TINDAKAN DARURAT

 Tindakan terpenting dalam setiap peristiwa tenggelam adalah
mengembalikan fungsi ventilasi yang efektif dan
mempertahankan sirkulasi. Resusitasi harus segera dilakukan
sekalipun korban masih dalam air.Tak perlu bersaha
mengeluarkan air dari paru atau lambung. Pada peristiwa
yang tidak berat pernafasan spontan dapat segera timbul
dalam 30 menit.


Click to View FlipBook Version