The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Peserta memahami Penyusunan Renkon Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ruswan.bks, 2022-04-15 16:59:03

Draft Final 1 - Renkon Tsunami Akibat Gempa Bumi Megathrust Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Peserta memahami Penyusunan Renkon Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Keywords: Penyusunan Renkon,Tsunami,Gempa Bumi,Pandemi Covid-19

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Lampiran 8. Peta-Peta

Peta Operasi

79

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
79

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya
Peta Bahaya Tsunami Provinsi Jawa Timur

80

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
80

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai Muncar - Kab. Banyuwangi

81

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
81

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai Pancer - Kab. Banyuwangi

82

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
82

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai Serang - Kabupaten Blitar

83

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
83

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai Tambakrejo - Kabupaten Blitar

84

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
84

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Rendaman Tsunami Pantai Puger - Kabupaten Jember

85

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
85

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai Pasirian - Kab. Lumajang

86

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
86

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai TPI Tempursari - Kab. Lumajang

87

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
87

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai Sendang Biru - Kab. Malang

88

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
88

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Teluk Pacitan - Kab. Pacitan

89

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
89

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Teluk Sumbreng - Kab. Trenggalek

90

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
90

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai Prigi - Kab. Trenggalek

91

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
91

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

Peta Bahaya Tsunami Pantai Popoh - Kab. Tulungagung

92

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
92

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam Situasi
Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

Lampiran 9. Prosedur Tetap / SOP

1. SOP Evakuasi berdasarkan Kondisi Pandemi Covid-19

Hal-hal pokok:

● Evakuasi tsunami harus diutamakan untuk menyelamatkan jiwa masyarakat.
● Jika masyarakat merasakan guncangan yang kuat atau gempa yang berayun lemah

tapi lama (sekitar 20 detik), atau terjadi gempa kuat sehingga orang kesulitan berdiri,
masyarakat agar segera melakukan evakuasi mandiri (mempunyai waktu 20 menit)
menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau tempat yang lebih tinggi minimal 30
meter dari permukaan laut (sesuai dengan peta bahaya tsunami BMKG), yaitu tempat
aman yang sudah ditetapkan sebagai lokasi evakuasi tsunami, seperti dataran tinggi,
dataran/hamparan yang jauh dari pantai, atau gedung/bangunan yang sudah
disepakati sebagai tempat evakuasi yang aman.
● Setelah ancaman tsunami berakhir, maka dengan arahan dan petunjuk dari pihak
berwenang, masyarakat dapat pindah menuju Tempat Evakuasi Akhir (TEA), atau jika
tidak terjadi tsunami masyarakat bisa kembali ke rumah.
● Jika masyarakat harus tinggal di TEA lebih lama, pihak berwenang harus memberikan
dukungan fasilitas dan medis yang lebih baik.

SOP kesiapsiagaan tsunami dalam masa pandemi Covid-19 setidaknya meliputi:

a. Peninjauan lokasi Rumah Sakit. Melakukan evaluasi apakah rumah sakit yang menangani
pasien Covid-19 berada di daerah rendaman tsunami atau tidak. Jika demikian, agar
mempertimbangkan untuk dipindahkan ke rumah sakit lain yang tahan gempa dan jauh
dari kemungkinan rendaman tsunami.

b. Penyiapan TES dan TEA. Kapasitas TES dan TEA yang sudah ditentukan perlu ditinjau
kembali agar masyarakat tetap bisa menerapkan jaga jarak. Bila diperlukan, TES dan TEA
diperbanyak dan dilakukan desinfeksi secara rutin sebelum terjadi bencana. TES dan TEA
yang ditambahkan harus berlokasi di daerah aman dari ancaman tsunami. BPBD,
pemerintah daerah, bersama masyarakat harus menyiapkan lokasi pengungsian dengan
memastikan ketersediaan sarana kebersihan seperti air bersih, peralatan cuci tangan,
sabun dan/atau hand sanitizer.

c. Sarana, prasarana, dan protokol pekerja sosial. BPBD bersama pemerintah daerah dan
masyarakat perlu menyiapkan sarana, prasarana, dan protokol agar pekerja sosial yang
akan memberikan dukungan evakuasi (sebisa mungkin relawan dari masyarakat) tetap
terproteksi. Caranya dengan menyediakan cadangan APD yang dipakai saat membantu
evakuasi dan termometer sebagai bagian dari peralatan P3K. Relawan dan pekerja sosial
merupakan individu yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 dan dalam kondisi sehat serta
menunjukkan surat hasil minimal rapid test antigen.

d. Rencana evakuasi dan protokol kesehatan. BPBD perlu menyiapkan rencana evakuasi
dan protokol kesehatan bagi masyarakat. Masyarakat secara umum diharapkan tetap
memastikan menjaga jarak (physical distancing), menggunakan masker, dan menjaga
kebersihan diri dan sekitarnya pada saat evakuasi. Untuk itu, BPBD perlu melakukan
sosialisasi terkait hal ini sejak dini, sebelum terjadi ancaman tsunami.

93

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam Situasi
Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

e. Evakuasi berdasarkan penggolongan orang terdampak Covid-19, sebagai berikut:

1) Pasien terkonfirmasi positif:

Mereka umumnya adalah pasien yang sedang dirawat di rumah sakit khusus untuk
Covid-19. Sebaiknya pasien Covid-19 tidak dirawat di daerah dengan risiko bencana
tinggi agar tidak perlu dilakukan mobilisasi pasien pada saat bencana terjadi karena ini
dapat mengakibatkan penyebaran terjadi.

Apabila rumah sakit terletak di daerah ancaman tsunami, maka BPBD dan pemerintah
daerah perlu menyiapkan protokol evakuasi khusus untuk melakukan evakuasi pasien
dan pekerja medisnya.
• Periksa kembali kode bangunan Rumah Sakit supaya memenuhi kode bangunan

tahan gempa yang terkini;
• Apabila rumah sakit memiliki beberapa lantai, tempatkan pasien terkonfirmasi positif

di lantai atas yang sekiranya tidak terkena sapuan gelombang tsunami;
• Memberikan tanda khusus bagi pasien terkonfirmasi positif, seperti gelang dengan

warna khusus;
• Jika dievakuasi ke TES dan TEA tempatkan perawatan pasien terkonfirmasi positif di

tempat / ruang yang terpisah dari yang lain;
• Petugas medis perlu diberitahu tempat dan jalur evakuasi masing-masing untuk

pasien terkonfirmasi positif dan pasien non-pasien terkonfirmasi positif serta diberikan
pelatihan merawat pasien dalam situasi darurat;
• Pasien terkonfirmasi positif diberi tanda pita atau gelang berwarna merah;
• Memastikan ketersedian peralatan higienitas dan sanitasi sehingga dapat
memberlakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tempat perawatan di
lokasi evakuasi.

2) Suspek dan probable:
• Mereka umumnya adalah orang yang diperintahkan melakukan karantina mandiri
(isolasi diri) dirumah.
• BPBD perlu berkoordinasi dengan Dinkes agar memiliki data dan mengetahui lokasi-
lokasi Suspek dan probable yang tinggal di zona tergenang tsunami;
• Memberi tanda khusus bagi orang-orang dengan status suspek dan probable saat
evakuasi, seperti memberikan pita, gelang atau masker dengan warna ungu untuk
supek dan kuning untuk probable;
• Perlu ditetapkan TES dan TEA untuk suspek dan probable, dengan memastikan
berada di satu tempat evakuasi dengan menyiapkan tempat khusus bagi mereka
sehingga terpisah dari masyarakat yang sehat;
• Suspek dan probable perlu diberi tahu tempat dan jalur evakuasi mereka;
• Memastikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat evakuasi.

94

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam Situasi
Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

2. SOP Manajemen Masa Krisis Evakuasi Tsunami saat Pandemi Covid-19

Penataan awal ini dimaksudkan untuk transisi dari masa krisis evakuasi mandiri menuju ke
pengungsian (TEA) yang lebih terstruktur. Hal-hal yang dilakukan adalah:

- Memastikan dan mendukung pendirian posko SKPDB dan pos lapangan
pendamping.

- Memastikan dan mendukung SKPDB kabupaten dalam pengerahan petugas yang
sehat dan negatif Covid-19.

- Memastikan dan mendukung SKPDB kabupaten dalam pencarian dan pertolongan
korban.

- Memastikan dan mendukung SKPDB kabupaten dalam keamanan dan keselamatan
penyintas.

- Memastikan dan mendukung SKPDB kabupaten secepatnya hadir dalam masa krisis
evakuasi untuk mengarahkan penyintas mengakhiri masa panik dengan
pengorganisasian identifikasi penyintas dalam penyatuan keluarga.

- Memastikan dan mendukung SKPDB kabupaten mengarahkan penyintas mematuhi
protokol kesehatan 3M.

- Memastikan dan mendukung SKPDB kabupaten dalam pemenuhan kebutuhan dasar
penyintas.

- Saat situasi mulai kondusif, memastikan dan mendukung SKPDB kabupaten dalam
pemilahan penyintas dengan melakukan pemisahan suspek dengan orang yang
sehat dilanjutkan dengan melakukan tes antigen.

3. SOP Petugas serta Penyintas di Pos atau Pengungsian Pasca Evakuasi

SKPDB provinsi mendukung dan memastikan pada setiap aktivitas penyintas dan petugas
atau relawan harus menerapkan protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan
menghindari kerumunan serta mencuci tangan menggunakan sabun (Satgas Covid-19, 2021).
Penerapan protokol kesehatan 3M dapat lebih efektif bila didukung oleh sosialisasi dan
informasi yang terus menerus seperti pembuka dan penutup semua acara/kegiatan di pos atau
pengungsian serta tempelan poster-banner. Penerjemahan protokol kesehatan 3M
dilaksanakan dengan:

a. Saat memasuki Pos atau Lokasi Pengungsian, dilakukan:
● Pengecekan suhu tubuh (suhu dibawah 37,3’C) dan pengukuran saturasi oksigen
(tidak kurang dari 95%) berlaku untuk petugas/relawan yang datang serta penyintas
yang melakukan aktivitas diluar pengungsian.
● Mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer ditempat yang telah disediakan
sebelum memasuki pos/pengungsian.
● Bila antri, menjaga jarak antrian minimal 2 meter antar orang .
● Wajib gunakan minimal masker medis dan masker kain, atau masker N95.
● Petugas atau relawan dapat menunjukkan keterangan vaksinasi serta minimal tes
antigen.
● Semua personil petugas/relawan diberikan surat izin masuk Pos/pengungsian berupa
label kartu tanda pengenal.

b. Saat berada di dalam Pos atau Lokasi Pengungsian, individu-individu melakukan:

95

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam Situasi
Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

● Menggunakan minimal satu masker medis.
● Sebelum dan sesudah beraktifitas, untuk selalu mencuci tangan atau menggunakan

hand sanitizer.
● Dalam setiap aktivitas yang melibatkan beberapa personel, tiap orang wajib menjaga

jarak minimal 2 meter antar orang.
● 1 Barak/ruangan untuk tiap keluarga penyintas dipisahkan baik dengan sekat

maupun dalam ruang-ruang, dengan ketentuan ruang untuk satu individu minimal xx
m persegi.
● Tiap barak disediakan hand sanitizer.

c. Saat makan dan minum bersama, individu-individu melakukan:
● Sebelum dan sesudah beraktifitas, untuk selalu mencuci tangan.
● Menjaga jarak, terutama minimal 2 meter antar keluarga.
● Masker dilepas hanya pada kondisi makan dan minum, setelah selesai diwajibkan
untuk dipakai kembali

4. SOP Skrining Mandiri Protokol Kesehatan

SKPDB provinsi mendukung dan memastikan adanya sosialisasi dan papan informasi di setiap
pos atau pengungsian agar petugas atau relawan serta penyintas dapat melakukan skrining
mandiri protokol kesehatan (Satgas Covid-19, 2021) meliputi:

a. Individu dengan usia dibawah 5 tahun atau diatas 60 tahun disarankan tetap di sekitar
barak dan menghindari kerumunan massa termasuk tempat ibadah.

b. Orang dengan gejala berikut tidak diperbolehkan memasuki kumpulan atau kerumunan
termasuk tempat ibadah yaitu:
- batuk (kering),
- demam,
- sakit tenggorokan,
- lemas,
- nyeri sendi seluruh tubuh,
- pilek/flu,
- sesak nafas,
- bersin-bersin, dan
- diare

c. Untuk menghindari penularan virus yang dapat menyebar cepat, pengidap penyakit
berikut disarankan membatasi bepergian ke kerumunan meliputi:
- Tekanan darah tinggi,
- Penyakit jantung,
- Kencing manis/diabetes,
- Penyakit asma,
- Penyakit ginjal,
- Penyakit yang menyebabkan imunitas rendah

d. Individu yang merasakan gejala seperti pada point (b) dapat melakukan isolasi pada
tempat yang telah ditentukan atau dapat meminta untuk tes antigen.

e. Individu yang dinyatakan konfirmasi positif dengan kondisi kesehatan yang masih
cukup baik diwajibkan untuk isolasi di tempat yang telah ditentukan.

f. Individu yang dinyatakan konfirmasi positif dengan kondisi kesehatan yang mulai
menurun, secepatnya dibawa ke rumah sakit rujukan tiap kabupaten.

96

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam Situasi
Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

g. SKPDB Provinsi mendukung dan memastikan tersedianya tempat isolasi yang layak
lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan serta kebutuhan APD bagi petugasnya.

97

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

5. SOP Kaji Cepat Bencana Tsunami yang Dipicu Oleh Gempa

98

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

a M 8,7-8,8 Megathrust Jawa Timur

98

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

6. SOP Tata Cara Pemberian Bantuan Pemenuhan Kebutuhan

99

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

n Dasar

99

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

7. SOP Pengarahan SDM, Peralatan Dan Logistik

10

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
00

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus

8. SOP Tanggap Darurat Bencana Tsunami yang Dipicu Oleh G

10

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

Gempa M 8,7-8,8 Megathrust Jawa Timur

01

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus
10

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
02

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrus
10

st Jawa Timur dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur
03

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam Situasi
Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

Lampiran 10. Lembar Komitmen

104

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam Situasi
Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

Lampiran 11. Lembar Berita Acara Penyusunan Renkon

105

Draft - Rencana Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam Situasi
Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

Lampiran 12. Profil Lembaga/Organisasi

106

Penyusunan “Perencanaan Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur dalam
Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur” ini merupakan inisiatif dari Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka mendukung dan memperkuat kapasitas
penanggulangan bencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Proses penyusunan dilaksanakan
melalui proses serangkaian kegiatan secara daring (online), meliputi pengumpulan data/informasi
termasuk berkoordinasi dan perancangan draf dokumen dengan BPBD Provinsi Jawa Timur,
pemaparan kepada parapihak dalam kegiatan Konsultasi Publik pada 4 November 2021, dan
penyempurnaan/finalisasi berdasarkan masukan dan umpan balik dalam konsultasi publik.

Perencanaan Kontingensi Tsunami Akibat Gempabumi Megathrust Jawa Timur
dalam Situasi Pandemi Covid-19 Provinsi Jawa Timur

2021

PENGARAH
Pangarso Suryotomo, Direktur Kesiapsiagaan BNPB
Budi Santosa, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur
Liadi Saputra, UNDP Restore Project

PENANGGUNG JAWAB
Gatot Soebroto, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur

PENYUSUN
Dadang Iqwandy (BPBD Jawa Timur), Andika Candra Pratama (Kodam V/Brawijaya), Didit Setyawan
(Kodam V/Brawijaya), M. Hidayatul Adha (Dinas Pendidikan Jawa Timur), PKSBA Dinas Sosial Jawa
Timur, Endira Siti Rahmasari (Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya
Jawa Timur), Yulius Dharmawan, S.Ap (BPBD Kab Malang), Intan Rizkyta Devi, (Bappeda Kab
Malang), Yulia Kresnawati (Bappeda Kab Malang), Achmad Chusairi (FPRB Jawa Timur), Rachmad
Subekti Kimiawan, SRPB Jawa Timur, Ahmad Rifai (PMI Jawa Timur), Candra Adi Cahyono (PMI
Jawa Timur), Ninil Jannah (Perkumpulan Lingkar), Setya Haksama (Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Airlangga), Sukmwanti AN. (CORE ORARI Jawa Timur), Ismu Buhana (ORARI Daerah
Jawa Timur), Armynila Hardianto (Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur)

FASILITATOR
Eko Teguh Paripurno, Catur Sudiro, Sumino, Yugyasmono, Yunan Isnainy

PENDUKUNG
Dyah Rusmiasih, Dian Oktiari, Ardhy Abetriawan, Gandar Mahojwala, Arif Jauhari, Ficky Adi
Kurniawan, Inggit Fandayati, Jimmy Jati, Wana Kristanto, Slamet Haryanto, Wiratama Putra, Wahyu
Sugeng Triadi, Meliawati, Indah Fitrianasari, Mochamad Andrian, Rini Ambarwati, Gita Tamba O.,
Faiz Damayanti.


Click to View FlipBook Version