The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara sebaiknya mendapat perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara NKRI serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ruswan.bks, 2021-03-31 20:30:06

Buku Wawasan Kebangsaan

Berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara sebaiknya mendapat perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara NKRI serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan

Keywords: Wawasan Kebangsaan,Pancasila,Prinsip Wawasan Nusantara

WAWASAN KEBANGSAAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena atas rahmat dan ridha-Nya, telah selesai disusun
Ringkasan Materi yang merupakan bagian terpenting dari
sebuah dokumen. Ringkasan Materi “Wawasan
Kebangsaan” sebagai upaya untuk mempermudah peserta
Diklat Bela Negara dalam mengikuti kegiatan proses
pembelajaran di Pusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan.

Dengan Ringkasan Materi ini, diharapkan proses
pembelajaran dapat berlangsung dengan baik sehingga
dapat mencapai tujuan dan sasaran Diklat. Ringkasan Materi
ini masih perlu terus disempurnakan agar sesuai dengan
kemajuan pengetahuan dan teknologi serta perkembangan
organisasi. Untuk itu, selain membaca Ringkasan Materi ini,
para peserta Diklat diharapkan dapat membaca referensi lain
yang relevan, serta berusaha aktif berinteraksi selama
mengikuti pembelajaran di kelas yang di fasilitasi oleh
Widyaiswara/Narasumber.

Selamat belajar dan semoga Tuhan Yang Maha Esa
selalu memberikan bimbingan agar peserta Diklat sukses
dalam mengikuti Diklat Bela Negara di Pusdiklat Bela
Negara Badiklat Kemhan.
Aamin dan terima kasih.

Jakarta, 2019

Kepala

Bidang Operasional

Ade Kurnianto
Kolonel Inf Nrp. 32623

WAWASAN KEBANGSAAN 2
c. Memiliki kesadaran atas tanggungjawab sebagai
1. Pendahuluan
Kesadaran berbangsa dan bernegara berarti sikap warga negara Indonesia yang menghormati
dan tingkah laku yang harus sesuai dengan lambang-lambang negara dan mentaati peraturan
kepribadian bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya perundang-undangan.
dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia Berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran
sesuai dengan amanah yang ada didalam Pembukaan berbangsa dan bernegara sudah seharusnya mendapat
UUD 1945, yaitu : perhatian dan menjadi tanggung jawab kita semua.
a. Menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan Sehingga amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan
bangsa dan negara Indonesia yang terdiri dari memelihara Negara Kesatuan wilayah Republik
beberapa sukubangsa yang mendiami Indonesia serta kesejahteraan rakyat Indonesia segera
banyak pulau yang membentang dari Sabang dapat terwujud.
sampai Merauke, dengan beragam bahasa
dan adat istiadat kebudayaan yang berbeda- 2. Sistematika. Tulisan ini merupakan ringkasan dari
beda. pengetahuan dan wawasan bagi warga negara tentang
landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, bentuk
b. Menumbuhkan rasa memiliki jiwa besar dan dan makna negara kesatuan serta pengetahuan
patriotisme untuk menjaga kelangsungan hidup terhadap lambang-lambang negara, ketaatan kepada
bangsa dan negara. peraturan perundang-undangan, pembinan kerukunan
dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan
sistematika sebagai berikut :

3 4
a. Pendahuluan. bernegara. Kita menyadari bahwa Negara
b. Sistematika. Indonesia adalah negara yang besar, wilayahnya
c. Landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. cukup luas seluas daratan Eropa yang terdiri atas
d. Bentuk dan makna negara kesatuan. berpuluh negara, membentang dari barat ke timur
e. Lambang-lambang negara. dari Sabang sampai Merauke, dari utara ke
f. Membina kerukunan, menjaga persatuan dan selatan dari pulau Miangas sampai pulau Rote,
meliputi ribuan kilometer. Indonesia merupakan
kesatuan bangsa. negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki
g. Kesimpulan. 17.000 pulau lebih, terdiri atas berbagai suku
h. Daftar Pustaka. bangsa yang memiliki beraneka adat dan budaya,
serta memeluk berbagai agama dan keyakinan,
3. Landasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara maka belief system yang dijadikan pilar harus
a. Pancasila. sesuai dengan kondisi negara dan bangsa
Landasan pertama bagi tegak kokoh berdirinya tersebut.
negara Indonesia adalah Pancasila. Timbul Pancasila dinilai memenuhi syarat sebagai pilar
pertanyaan, mengapa Pancasila ditetapkan bagi bangsa Indonesia yang pluralistik dan cukup
sebagai pilar bangsa Indonesia. Perlu dasar luas dan besar ini. Pancasila mampu
pemikiran yang kuat dan dapat dipertanggung mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat
jawabkan sehingga dapat diterima oleh seluruh dalam kehidupan bangsa Indonesia.
bangsa, mengapa bangsa Indonesia menetapkan
Pancasila sebagai pilar kehidupan berbangsa dan

5 6
b. Undang-Undang Dasar 1945. Pembukaan UUD 1945 sebagai dokumen yang
ditempatkan di bagian depan UUD 1945,
Landasan kedua kehidupan berbangsa dan merupakan tempat dicanangkannya berbagai
bernegara bagi bangsa Indonesia adalah Undang- norma dasar yang melatar belakangi, kandungan
Undang Dasar 1945. Dalam rangka memahami cita-cita luhur dari Pernyataan Proklamasi
dan mendalami UUD 1945, diperlukan Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan oleh karena
pemahaman terlebih dahulu tentang makna itu tidak akan berubah atau dirubah, merupakan
undang-undang dasar dalam kehidupan dasar dan sumber hukum bagi Batang-tubuh
berbangsa dan bernegara dan prinsip-prinsip UUD 1945 maupun bagi Undang-Undang
yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Dasar Negara Republik Indonesia apapun yang
Konstitusi atau UUD, yang bagi Negara Kesatuan akan atau mungkin dibuat. Norma-norma dasar
Republik Indonesia disebut UUD 1945 hasil yang merupakan cita-cita luhur bagi Republik
Amandemen I, II, III dan IV terakhir pada tahun Indonesia dalam penyelenggaraan berbangsa dan
2002 (UUD 1945) merupakan hukum dasar bernegara tersebut dapat ditelusur pada
tertulis dan sumber hukum tertinggi dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut yang terdiri dari
hierarkhi peraturan perundang-undangan empat (4) alinea.
Republik Indonesia. Atas dasar itu,
penyelenggaraan negara harus dilakukan untuk c. Negara Kesatuan Republik Indonesia.
disesuaikan dengan arah dan kebijakan Kesepakatan yang juga perlu ditegaskan dalam
penyelenggaraan negara yang berlandaskan pembangunan karakter bangsa adalah komitmen
Pancasila dan konstitusi negara, yaitu UUD 1945.

7 8
terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bukunya Sutasoma, pujangga agung
(NKRI). Karakter yang dibangun pada manusia kerajaan Majapahit yang hidup dalam masa
dan bangsa Indonesia adalah karakter yang pemerintahan Raja Hayamwuruk, di abad ke
memperkuat dan memperkukuh komitmen empatbelas (1350-1389). Sesanti tersebut
terhadap NKRI, bukan karakter yang berkembang memiliki dalam karyanya, kakawin Sutasoma yang
secara tidak terkendali, apalagi menggoyahkan berbunyi “Bhinna Ika Tunggal Ika, Tan Hana
NKRI. Oleh karena itu, rasa cinta terhadap tanah Dharma Mangrwa, ” yang artinya “Berbeda-beda
air (patriotisme) perlu dikembangkan dalam itu, 1 itu, tak ada pengabdian yang mendua.“
pembangunan karakter bangsa. Pengembangan Semboyan yang kemudian dijadikan prinsip dalam
sikap demokratis dan menjunjung tinggi HAM kehidupan dalam pemerintahan kerajaan
sebagai bagian dari pembangunan karakter harus Majapahit itu bagi mengantisipasi adanya
diletakkan dalam bingkai menjunjung tinggi keaneka-ragaman petunjuk yang dipeluk oleh
persatuan dan kesatuan bangsa (nasionalisme), kaum Majapahit pada waktu tersebut. Meskipun
bukan untuk memecah belah bangsa dan NKRI. mereka berbeda petunjuk tetapi mereka tetap 1
Oleh karena itu, landasan keempat yang harus dalam pengabdian.
menjadi pijakan dalam pembangunan karakter
bangsa adalah komitmen terhadap NKRI. 4. Bentuk dan Makna Negara Kesatuan
d. Bhinneka Tunggal Ika. a. Bentuk Negara Berdasarkan UUD Negara
Sesanti atau semboyan Bhinneka Tunggal Ika Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagaimana
diungkapkan pertama kali oleh mPu Tantular disebutkan dalam Bab I, pasal 1 UUD Negara

9 10
Republik Indonesia Tahun 1945, “Negara
Filosofi dasar persatuan dan kesatuan bangsa

Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk dapat ditemukan pertama kali dalam kitab

Republik”. Ini berarti bahwa Organisasi Sutasoma karya Mpu Tantular. Dalam kitab itu
ada tulisan berbunyi “BhinnekaTunggal Ika tan
Pemerintahan Negara Republik Indonesia bersifat hana dharma mangrwa”, yang berarti “berbeda-

unitaris, walaupun dalam penyelenggaraan

pemerintahan kemudian terdesentralisasikan. beda tetapi tetap satu, tak ada kebenaran yang
mendua”. Frasa inilah yang kemudian diadopsi
Sejalan dengan hal tersebut, maka Negara

kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah- sebagai semboyan yang tertera dalam lambing

daerah provinsi dan provinsi itu dibagi atas negara Garuda Pancasila.

kabupaten dan kota. Jauh sebelum Indonesia mencapai

b. Makna Kesatuan dalam Sistem Penyelenggaraan kemerdekaannya, misalnya, para pemuda pada

Negara tahun 1928 telah memiliki pandangan sangat

Sebagai sebuah negara kesatuan, sudah visioner dengan mencita-citakan dan
selayaknya dipahami benar makna “kesatuan”
mendeklarasikan diri sebagai bangsa yang

tersebut. Dengan memahami secara benar makna berbangsa dan bertanah air Indonesia, serta

kesatuan, diharapkan seluruh komponen bangsa berbahasa persatuan bahasa Indonesia. Selain

Indonesia memiliki pandangan, tekat, dan mimpi kesatuan kejiwaaan berupa Sumpah Pemuda tadi,

yang sama untuk terus mempertahankan dan bangsa Indonesia juga terikat oleh kesatuan

memperkuat kesatuan bangsa dan negara. politik kenegaraan yang terbentuk dari pernyataan

kemerdekaan yang dibacakan Soekarno-Hatta

11 12
atas nama rakyat Indonesia pada tanggal 17 merah dan bagian bawah berwarna putih yang
Agustus 1945. Sejak saat itulah Indonesia kedua bagiannya berukuran sama.
secara resmi menjadi entitas politik yang Bendera Indonesia memiliki makna filosofis.
merdeka, berdaulat, dan berkedudukan sejajar Merah berarti keberanian, putih berarti kesucian.
dengan negara merdeka lainnya. Merah melambangkan raga manusia, sedangkan
putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya
5. Lambang Negara saling melengkapi dan menyempurnakan jiwa
a. Bendera Negara. dan raga manusia untuk membangun Indonesia.
Bendera negara diatur menurut UUD '45 pasal 35, b. Bahasa Negara
UU No 24/2009, dan Peraturan Pemerintah Sebagai lambang kebanggaan kebangsaan,
No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Bahasa Indonesia mencerminkan nilai- nilai
Republik Indonesia.Bendera Negara Republik sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan
Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera kita. Atas dasar kebanggaan ini, Bahasa
Negara, adalah Sang Saka Merah Putih, Sang Indonesia kita pelihara dan kita kembangkan serta
Merah Putih, Merah Putih, atau kadang rasa kebanggaan pemakainya senantiasa kita
disebut Sang Dwiwarna (dua warna). Bendera bina.
Negara Sang Merah Putih berbentuk empat Sebagai lambang identitas nasional, Bahasa
persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua- Indonesia kita junjung disamping bendera
pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah putih dan lambang negara kita. Di dalam
melaksanakan fungsi ini Bahasa Indonesia

13 14
tentulah harus memiliki identitasnya sendiri pula memungkinkan terlaksananya penyatuan
sehingga serasi dengan lambang kebangsaan kita berbagaisuku bangsa yang memiliki latar
yang lain. Bahasa Indonesia dapat memiliki belakang sosial budaya dan bahasa yang
identitasnya hanya apabila masyarakat berbeda- beda kedalam satu kesatuan
pemakainya membina dan mengembangkannya kebangsaan yang bulat. Didalam hubungan ini
sedemikian rupa sehingga bersih dari unsur-unsur Bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku
bahasa lain. bangsa itu mencapai keserasian hidup sebagai
Sebagai bahasa nasional adalah sebagai alat ban gsa yang bersatu dengan tidak perlu
penghubung antar warga, antar daerah, dan antar meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan
suku bangsa. Berkat adanya bahasa nasional kita kepada nilai-nilai sosial budaya serta latar
dapat berhubungan satu dengan yang lain belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman Lebih dari itu, dengan bahasa nasional itu kita
sebagai akibat perbedaan latar belakang sosial dapat meletakkan kepentingan nasional jauh
budaya dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan. Kita diatas kepentingan daerah atau golongan.
dapat bepergian dari pelosok yang satu ke Dalam kedudukan sebagai bahasa resmi, bahasa
pelosok yang lain di tanah air dengan hanya Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi
memanfaatkan Bahasa Indonesia sebagai satu- kenegaraan, bahasa pengantar di lembaga
satunya alat komunikasi. pendidikan, bahasa perhubungan dalam
Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan
adalah sebagai alat yang tingkat nasional,

15 16
dan bahasa pengantar dalam pengembangan d. Lagu Kebangsaan.
ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya yang
c. Lambang Negara digubah oleh Wage Rudolf Supratman.
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Penggunaan Lagu Kebangsaan wajib
Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:
Ika. Lambang negara Indonesia berbentuk 1) Untuk menghormati Presiden dan/atau Wakil
burung Garuda yang kepalanya menoleh ke
sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), Presiden;
perisai berbentuk menyerupai jantung yang 2) Untuk menghormati Bendera Negara pada
digantung dengan rantai pada leher
Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika waktu pengibaran atau penurunan
yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” Bendera Negara yang diadakan dalam
ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. upacara;
Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari 3) Dalam acara resmi yang diselenggarakan
Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh pemerintah;
oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan 4) Dalam acara pembukaan sidang
pemakaiannya sebagai lambang negara paripurna Majelis Permusyawaratan
pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950. Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan
Perwakilan Daerah;

17 18
5) Untuk menghormati kepala negara atau untuk diterapkan. Demikian pula ketika konsep ini
masuk ke Indonesia, yang dikenal dengan sosok
kepala pemerintahan negara sahabat dalam keberagamannya (Harahap, 2008). Upaya- upaya
kunjungan resmi; yang berkaitan dengan kegiatan kerukunan
6) Dalam acara atau kegiatan olahraga masyarakat tersebut merupakan sebuah proses
internasional;dan tahap demi tahap yang harus dilalui secara terus
7) Dalam acara ataupun kompetisi ilmu menerus agar perwujudan kerukunan
pengetahuan, teknologi, dan seni bermasyarakat benar-benar dapat tercapai. Di
internasional yang diselenggarakan di samping itu, kerukunan juga merupakan upaya
Indonesia. terus-menerus tanpa henti dan hasilnya tidak
diperoleh secara instan.
6. Membina Kerukunan dan Menjaga Persatuan dan b. Kerukunan dalam beragama.
Kesatuan Bangsa Undang Undang Dasar 1945 bab IX Pasal 19 Ayat
a. Kerukunan dalam berbudaya (1) menyiratkan bahwa agama dan syariat agama
Di dalam membangun, memelihara, membina, dihormati dan didudukkan dalam nilai asasi
mempertahankan, serta memberdayakan kehidupan bangsa dan negara. Dan setiap
kerukunan bermasyarakat yang multikultur. pemeluk agama bebas menganut agamnya dan
Konsep tentang mutikulturalisme, sebagaimana beribadat menurut agama dan kepercayaannya
konsep ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan yang itu. Dari berbagai kondisi yang mendukung
tidak bebas nilai (value free), tidak luput dari kerukunan hidup beragama maupun hambatan-
pengayaan maupun penyesuaian ketika dikaji

19 20
c. Makna dan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan
hambatan yang ada, agar kerukunan umat
Bangsa
beragama dapat terpelihara maka pemeritah Kesatuan bangsa Indonesia yang kita rasakan
saat ini, itu terjadi dalam proses yang dinamis dan
dengan kebijaksanaannya memberikan berlangsung lama, karena persatuan dan
kesatuan bangsa terbentuk dari proses yang
pembinaan yang intinya bahwa masalah tumbuh dari unsur-unsur sosial budaya
masyarakat Indonesia sendiri, yang ditempa
kebebasan beragama tidak membenarkan orang dalam jangkauan waktu yang lama sekali.Unsur-
unsur sosial budaya itu antara lain seperti sifat
yang beragama dijadikan sasaran dakwah dari kekeluargaan dan jiwa gotong-royong. Kedua
unsur itu merupakan sifat-sifat pokok bangsa
agama lain, pendirian rumah ibadah, hubungan Indonesia yang dituntun oleh asas kemanusiaan
dan kebudayaan. Karena masuknya kebudayaan
dakwah dengan politik, dakwah dan kuliah subuh, dari luar, maka terjadi proses akulturasi
(percampuran kebudayaan). Kebudayaan dari
bantuan luar negeri kepada lembaga-lembaga luar itu adalah kebudayaan Hindu, Islam, Kristen
dan unsur-unsur kebudayaan lain yang beraneka
keagamaan di Indonesia, peringatan hari-hari ragam.

besar agama, penggunaan tanah kuburan,

pendidikan agama dan perkawinan campuran.

Jika kerukunan intern, antar umat beragama, dan

antara umat beragama dengan pemerintah dapat

direalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat

dan bernegara secara harmonis, niscaya

perhatian dan konsentrasi pemerintah

membangun Indonesia menuju masyarakat adil

dan makmur yang diridhai Allah SWT akan segera

terwujud.

21 22
Semua unsur-unsur kebudayaan dari luar dari berbagai suku, bahasa, agama dan adat
yang masuk diseleksi oleh bangsa Indonesia. kebiasaan yang majemuk. Hal ini
Kemudian sifat-sifat lain terlihat dalam setiap mewajibkan kita bersatu sebagai bangsa
pengambilan keputusan yang menyangkut Indonesia.
kehidupan bersama yang senantiasa dilakukan 2) Prinsip Nasionalisme Indonesia. Kita
dengan jalan musyawarah dan mufakat. Hal itulah mencintai bangsa kita, tidak berarti bahwa
yang mendorong terwujudnya persatuan bangsa kita mengagung-agungkan bangsa kita
Indonesia. Jadi makna dan pentingnya persatuan sendiri. Nasionalisme Indonesia tidak berarti
dan kesatuan bangsa dapat mewujudkan sifat bahwa kita merasa lebih unggul daripada
kekeluargaan, jiwa gotong-royong, musyawarah bangsa lain. Kita tidak ingin memaksakan
dan lain sebagainya. kehendak kita kepada bangsa lain, sebab
pandangan semacam ini hanya
d. Prinsip-Prinsip Persatuan Dan Kesatuan Bangsa mencelakakan kita. Selain tidak realistis,
Hal-hal yang berhubungan dengan arti dan makna sikap seperti itu juga bertentangan dengan
persatuan Indonesia apabila dikaji lebih jauh, sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan
terdapat beberapa prinsip yang juga harus kita Kemanusiaan yang adil dan beradab.
hayati serta kita pahami lalu kita amalkan. 3) Prinsip Kebebasan yang Bertanggungjawab.
1) Prinsip Bhineka Tunggal Ika. Prinsip ini Manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan
mengharuskan kita mengakui bahwa bangsa Tuhan Yang Maha Esa. Ia memiliki
Indonesia merupakan bangsa yang terdiri kebebasan dan tanggung jawab tertentu

23 24
terhadap dirinya, terhadap sesamanya dan 7. Kesimpulan.
dalam hubungannya dengan Tuhan Yang
maha Esa. Berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran
4) Prinsip Wawasan Nusantara. Dengan berbangsa dan bernegara sebaiknya mendapat
wawasan itu, kedudukan manusia Indonesia perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga
ditempatkan dalam kerangka kesatuan amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan
politik, sosial, budaya, ekonomi, serta memelihara Negara Kesatuan wilayah Republik
pertahanan keamanan. Dengan wawasan itu Indonesia serta kesejahteraan rakyat dapat
manusia Indonesia merasa satu, senasib diwujudkan.
sepenanggungan, sebangsa dan setanah Kehidupan bangsa Indonesia akan semakin kukuh,
air, serta mempunyai satu tekad dalam apabila segenap komponen bangsa, di samping
mencapai cita-cita pembangunan nasional. memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara
5) Prinsip Persatuan Pembangunan untuk konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni
Mewujudkan Cita-cita Reformasi. Dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
semangat persatuan Indonesia kita harus Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia
dapat mengisi kemerdekaan serta serta Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan
melanjutkan pembangunan menuju kehidupan berbangsa dan bernegara.
masyarakat yang adil dan makmur. Pengaturan bendera, bahasa, dan lambang negara,
serta lagu kebangsaan bertujuan untuk memperkuat
persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia, menjaga kehormatan yang

25 26
menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan saling bertoleransi. Oleh karena itu marilah dimulai
Republik Indonesia; dan menciptakan ketertiban, setiap dari kita bersedia berkomitmen untuk mau
kepastian, dan standardisasi penggunaan bendera, mengusahakan kehidupan bermasyarakat yang rukun
bahasa, dan lambang negara, serta lagu dan damai.
kebangsaan.
Orang yang mempunyai kesadaran terhadap berbagai
aturan hukum akan mematuhi apa yang menjadi
tuntutan peraturan tersebut.. Peraturan adalah petunjuk
tentang tingkah laku yang harus dilakukan atau tidak
boleh dilakukan. Sedangkan Peraturan perundang-
undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh
lembaga Negara atau pejabat yang berwenang dan
mempunyai kekuatan mengikat.
Kerukunan dalam kehidupan dapat mencakup 4 hal,
yaitu: Kerukunan dalam rumah tangga, kerukunan
dalam beragama, kerukunan dalam masyarakat, dan
kerukunan dalam berbudaya. Indonesia yang sangat
luas ini terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan
agama serta sangat rawan akan terjadinya konflik
pertikaian jika seandainya saja setiap pribadi tidak mau

27
8. Daftar Pustaka

a. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
beserta Amandemennya.

b. Drs. Eddie Siregar, M.Si,: Empat Pilar Kehidupan
Berbangsa dan Bernegara, Jakarta, 2012.

c. Dr. Agus Subagyo., S.I.P., Bela Negara : Peluang
dan Tantangan di Era Globalisasi, Graha Ilmu,
2017.

d. Prof. Dr. Made Warka, S.H., M.Hum., Wawasan
Kebangsaan dalam NKRI, Andi Yogyakarta, 2016.

e. S. Toto Pandoyo, S.H., Wawasan Nusantara dan
Implementasinya dalam UUD 1945 serta
Pembangunan Nasional, Aneka Cipta – Jakarta,
2015.

f. Akhmad Zamroni, Partisipasi dalam Upaya Bela
Negara, Yrama Widya, 2016.


Click to View FlipBook Version