KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN
DIREKTORAT RUMAH KHUSUS
DUKUNGAN DITJEN PERUMAHAN
DALAM PENYEDIAAN HUNIAN
PENANGANAN PASCA BENCANA
Rapat Koordinasi Nasional Penangggulangan Bencana
Tahun 2022
Oleh:
Direktur Jenderal Perumahan
Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat
Selasa, 22 Februari 2022
01 KEBIJAKAN PERUMAHAN
DALAM MENDUKUNG
PENANGANAN PASCA
BENCANA
“Rehabilitasi dan rekonstruksi pada
wilayah terdampak bencana tidak hanya
membangun kembali rumah yang rusak,
tetapi sebagai upaya untuk membangun
kembali permukiman baru yang tangguh
terhadap bencana”
PETA INDEKS RAWAN BENCANA INDONESIA
Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia,
Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic
arc). Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah
longsor. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari
10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat
Sumber: https://www.bnpb.go.id/potensi-ancaman-bencana
DEFENISI & SIKLUS PENANGGULANGAN BENCANA
Bencana Siklus Penanggulangan
“UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan bencana” “PP No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana”
Peristiwa/rangkaian peristiwa yang ➢ Pemerintah Pusat ➢ Pemerintah Pusat
mengancam dan mengganggu kehidupan ➢ Pemerintah Daerah ➢ Pemerintah Daerah
dan penghidupan masyarakat yang ➢ Masyarakat
disebabkan, baik oleh faktor alam
dan/atau faktor non alam maupun
faktor manusia sehingga mengakibatkan
timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta
benda, dan dampak psikologis
➢ BNPB ➢ Pemerintah,
➢ BPBD pemerintah daerah
dan dilaksanakan
bersama-sama
masyarakat dan
lembaga usaha.
ALTERNATIF MEKANISME PENYEDIAAN HUNIAN
DALAM PENANGANAN BENCANA
Tingkat Kerusakan Identifikasi Resiko Mekanisme Penanganan PIC
Insitu Bantuan Stimulan Pemda / BNPB
Harus ada instrumen Baku & Terstandar → Peraturan → Penilaian Keandalan Relokasi CSR dikoordinasi Pemda/BNPB
Bangunan (Memerlukan Huntara)
Rusak Ringan lahan disiapkan Pemda
CSR dikoordinasi oleh Pemda/BNPB
Lahan disiapkan Pemda
Pembangunan baru di lokasi baru dikoordinasi oleh Pemda/BNPB
Rusak Sedang Insitu Bantuan Stimulan Pemda / BNPB
CSR dikoordinasi Pemda/BNPB
Relokasi lahan disiapkan Pemda
(Memerlukan Huntara) CSR dikoordinasi oleh Pemda/BNPB
lahan disiapkan Pemda
Pembangunan baru di lokasi baru dilaksanakan oleh Pemda/BNPB
atau penugasan kepada Kementerian PUPR
Bantuan Stimulan Pemda / BNPB
Insitu CSR lahan disiapkan Pemda
dikoordinasi oleh Pemda/BNPB
Relokasi
(Memerlukan Huntara) Rekonstruksi atau penugasan kepada Kementerian PUPR
Rusak Berat lahan disiapkan Pemda
CSR dikoordinasi oleh Pemda/BNPB
lahan disiapkan Pemda
Pembangunan baru di lokasi baru dilaksanakan oleh Pemda/BNPB
atau penugasan kepada Kementerian PUPR
Hunian Syarat Ketentuan Aspek Teknis
HUNIAN TERDAMPAK BENCANA HUNTARA apabila proses pemberian bantuan lebih Perlu ada standarisasi dalam tipe dan
HUNTAP dari 3 bulan ukuran
harus direlokasi dari lokasi terdampak a. Tipe Barak / Tenda ( kurang dari 3
buah)
lokasi huntara disediakan Pemda b. Tipe Hunian (lebih dari 3 buah)
Sewa/Pinjam - Pakai) - Individual
- Deret
Relokasi Perlu ada standarisasi dalam tipologi
bangunan
Kerusakan Berat ukuran ditetapkan Tipe 36 ( ukuran lain
(kategori rekonstruksi) diperbolehkan sesuai diskresi dari
Presiden/Menteri)
bila dibangun masyarakat berpotensi
akan mengalami kerusakan serupa, Tipe :
terutama apabila terjadi bencana a. Pracetak (RISHA atau RUSPIN)
(gempa) b. Konvensional
lahan disiapkan Pemda lokasi harus zona aman ( tahan gempa,
(clean and clear) tidak terdapat letusan/erupsi, tsunami
dll
TAHAPAN
PENGADAAN
BARANG/JASA
DALAM
PENANGANAN
DARURAT
Perka LKPP No. 13/2018
KETENTUAN KONTRAK PENANGANAN DARURAT Untuk Jasa Konsultansi,
berdasarkan persentase
(SE Menteri PUPR No. 17/SE/M/2021 tentang Mekanisme Pembayaran Pengadaan bobot dari nilai perkiraan
Jasa Konstruksi dalam Penanganan Keadaan Darurat Di Kementerian PUPR) kebutuhan remunerasi
personel dan biaya langsung
JENIS KONTRAK Pengadaan Lumpsum diutamakan
Pekerjaan diutamakan nonpersonel untuk
KONTRAK Konstruksi Harga satuan keseluruhan pekerjaan di luar
PENANGANAN Gabungan
Pengadaan Jasa PPN
KEADAAT Konsultansi Lumsum dan
DARURAT Harga Satuan Untuk Pekerjaan Konstruksi,
Bulanan Biaya plus imbalan dihitung sebagai persentase
TATA CARA
PEMBAYARAN Termin Lumsum bobot dari nilai perkiraan
Waktu Penugasan keseluruhan pekerjaan di
Sekaligus
Lainnya Besaran luar PPN
termin
ditentukan Penagihan termin dilakukan
setelah kemajuan pelaksanaan
PPK pekerjaan mencapai besaran
diutamakan termin yang ditentukan
SPMK dan SPPBJ Untuk Pekerjaan Konstruksi,
mencantumkan besaran Retensi Masa Pemeliharaan
retensi untuk setiap termin dan 5% & antisipasi kelebihan
pembayaran sekaligus pembayaran
(ditentukan oleh PPK)
Untuk Jasa Konsultansi,
antsisipasi kelebihan
pembayaran
TAHAPAN PEMBAYARAN SECARA TERMIN & SEKALIGUS
1 2 3 5 6 9 TERMIN
Sesuai kemajuan Perhitungan Pemeriksaan Pembayaran Serah terima hasil Serah terima hasil
pekerjaan dan bersama Pekerjaan termin pekerjaan pekerjaan
besaran termin
Penyampaian 4 7 8
Tagihan Biaya dengan
Penandatanganan Audit hasil Tindak Lanjut terhadap
dokumentasi & Kontrak pekerjaan Rekomendasi Hasil
administrasi Audit
pelaksanaan oleh
Penyedia
1 2 3 5 6 9 SEKALIGUS
Setelah Pemeriksaan Penelaahan terhadap Serah terima hasil Pembayaran Pembayaran
penyelesaian pekerjaan dan bukti dukung rincian pekerjaan sekaligus sekaligus
seluruh pekerjaan perhitungan bersama
biaya
(SE Menteri PUPR No. : 17/SE/M/2021 tentang Mekanisme Pembayaran Pengadaan Jasa Konstruksi dalam Penanganan Keadaan Darurat Di Kementerian PUPR)
SKEMATIK PENYEDIAAN HUNIAN PASCA BENCANA MASA PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI DAPAT DILAKUKAN
DIREKTORAT RUMAH KHUSUS PADA TRANSISI PEMULIHAN HINGGA MASA REHABILITASI DAN
REKONSTRUKSI
Hasil Kajian Geologis Masa Transisi Pemulihan Sosialisasi kepada Masa
Lahan Relokasi bahwa warga terkait Rehabilitasi
lahan berada di area Penyusunan Rencana Tapak
bebas bencana oleh dan DED Huntap relokasi dan huntap dan
oleh Pemda Rekonstruksi
instansi berwenang ( Direktorat Rumah Khusus ) Pengusul
6
4b 5
1 23 4
Surat 4a
Permohonan
Bantuan Rumah Dokumen Serah SK Penetapan Tembusan : SK Calon Penghuni
Terima Aset / Lokasi Menteri PUPR sebagai Warga
Khusus
Kepemilikan Lahan Oleh Pematangan Lahan Terdampak Bencana
Oleh Bupati/Walikota (clean and clear) oleh Pemda Pengusul
Bupati/Walikota Sertifikat Lahan Hak Oleh Pemda Pengusul
Milik Pemda Pengusul Isi :
Pengusul - Daftar Calon Penghuni
Isi : - Lahan Relokasi tujuan
Tujuan : - Daftar Lahan Relokasi
Menteri PUPR - Status Kepemilikan
lahan
PEMBANGUNAN RUMAH KHUSUS TAHUN 2021
RUMAH KHUSUS RUMAH KHUSUS RUMAH KHUSUS RUMAH KHUSUS
TERDAMPAK BENCANA TERDAMPAK PROGRAM DI DAERAH 3T DI KAWASAN PERBATASAN
PEMERINTAH
4.060 UNIT 497 UNIT 459 UNIT 325 UNIT
(76%) (9,32%) (8,59%) (6,08%)
TOTAL 5.341 UNIT
Trend Penyediaan Rumah Khusus ke depan akan semakin besar porsinya untuk
Penanggulangan Bencana
02 STANDARISASI
HUNIAN TETAP DAN
HUNIAN SEMENTARA
DALAM PENANGANAN PASCA BENCANA
ACUAN NORMATIF
Pembangunan Bangunan Gedung , Perumahan
Undang – Undang
• Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman
• Undang-undang No. 28/2002, Tentang Bangunan Gedung
Peraturan Pelaksanaan
• PP Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2014 Tentang Pembinaan Penyelenggaraan
Perumahan Dan Kawasan Permukiman
• PP Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman
• PP Nomor 64 Tahun 2016 Tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
• PP Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 28/2002 Tentang Bangunan Gedung
Permen/ Kepmen
• Keputusan Menteri Permukiman Dan Prasarana Wilayah Nomor: 403/KPTS/M/2002 Tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Rumah Sederhana Sehat
• Permen PU No. 29/PRT/M/2006, Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung
• Permen PUPR Nomor 05/PRT/M/2016 Tentang Izin Mendirikan Bangunan Gedung
• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan
Kemudahan Bangunan Gedung
HUNIAN UNTUK PENANGANAN BENCANA
MASA DARURAT MASA TRANSISI MASA REKONSTRUKSI
TENDA HUNTARA HUNTAP
✓ Perlu Aman (Memiliki Kekuatan Struktur Bangunan)
✓ Perlu Kenyamanan (Ruang Gerak, Getaran, Kondisi Udara)
✓ Perlu Sehat (Penghawaan, Pencahayaan, Pengelolaan Air Dan Sampah)
✓ Perlu Kemudahan Akses
Persyaratan Bangunan
Rumah Termasuk Bangunan Gedung Sehingga Harus Terpenuhi
KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG
APA ITU KEANDALAN BANGUNAN ?
..Ketentuan keandalan Bangunan Gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b meliputi
ketentuan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan Bangunan Gedung…
- Pasal 27, Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2021 -
Keselamatan Kesehatan Kenyamanan Kemudahan
..... 15
Persyaratan Bangunan ✓ Bangunan Tahan Gempa dan angin
✓ Aman terhadap kebakaran
1. KESELAMATAN
Acuan rumah tahan gempa
2. KESEHATAN
Permen PUPR No. 5 / PRT / M / 2016
Lamp. II : PERSYARATAN POKOK TAHAN GEMPA DAN DESAIN
PROTOTIPE BANGUNAN GEDUNG SEDERHANA 1 (SATU) LANTAI
Ketinggian elevasi Lantai
mempertimbangkan:
• Jarak tinggi dari Muka Tanah ± 10 Cm
untuk bangunan tapak/ landed , untuk
bangunan panggung kayu/bambu
dengan tinggi ± 75 cm
• Jarak ± 10 Cm dari Tinggi Muka Banjir
(Apabila pernah terjadi banjir
sebelumnya)
Persyaratan Bangunan
3. KENYAMANAN Orientasi Ideal mempertimbangkan
posisi koordinat lokasi untuk melihat
pergerakan matahari tahunan ASPEK KENYAMANAN BANGUNAN:
1. kenyamanan ruang gerak dalam Bangunan
2. kenyamanan kondisi udara dalam ruang
3. kenyamanan pandangan dari dan ke dalam
Bangunan Gedung
4. kenyamanan terhadap tingkat getaran dan
kebisingan dalam Bangunan Gedung
4. KEMUDAHAN
Kesesuaian perencanaan hubungan kemudahan hubungan
ke, dari, dan di dalam bangunan gedung serta kelengkapan
prasarana dan sarana dalam pemanfaatan bangunan
gedung, serta menjamin aksesibilitas bagi kelompok rentan
termasuk penyandang disabilitas.
03 HUNIAN TETAP
DENGAN
TEKNOLOGI RISHA
MENDUKUNG PERCEPATAN PENYEDIAAN
HUNIAN PASCA BENCANA
Teknologi RISHA Tulangan
Komponen
RISHA merupakan sistem struktur pra-cetak kecil yang dapat dikerjakan RISHA
oleh masyarakat secara umum. Risha terdiri dari tiga buah panel, yakni Panel P1,
Panel P2, dan Panel P3 atau Simpul. Masing-masing panel memiliki berat kurang
dari 47 kg, sehingga dapat diangkat oleh satu orang tenaga kerja serta tidak
memerlukan peralatan yang digunakan pada saat perakitan.
Mutu beton yang dipersyaratkan pada teknologi Risha adalah minimal 21,7
MPa (setara K-250), dengan rangka baja tulangan utama diameter 8 mm dan
sengkang diameter 6 mm, dengan menggunakan system sambungan kering mur
baut diameter 12 mm dan plat ketebalan 3 mm. Dengan menggunakan bahan
galvanis atau pelapis anti karat.
Modul RISHA
1. Modul 1.80 x 1.80
2. Modul 1.80 x 3.00 3. Modul 3.00 x 3.00
Rumah dengan Struktur RISHA 1 Komponen Pondasi lubang angkur Pla
untuk setiap ber
Komponen Rumah RISHA Terdiri dari: Ps Bt kali , camp 1 : 5 simpul
1. PONDASI Pas
2. STRUKTUR RISHA (detail dengan penyambungan) 3 Komponen Non Struktural 70 D Cam
3. NON STRUKTURAL 60 10 C
4. ATAP
B
2 Komponen Struktural RISHA
7A0
Detail Pondasi Setempat
4 Komponen Atap
Modul RISHA Detail Penyambungan
Panel Sat Jlh
Panel P1 Bh 78
Panel P2 Bh 30
Panel P3 Bh 30
Bh 138
TOTAL
Installment RISHA lubang angkurPlat beton untuk setiap simpul
bertulang
❑ Panel P1 sebagai sloof dan Kombinasi Kolom
❑ Panel P2 sebagai Kombinasi Kolom 70 D Pondasi Bt kali ,Pas batu belah,
❑ Panel P3 sebagai Panel Penghubung/Simpul 60 10 C
Camp 1 : 5.
P3 camp 1 : 5
B
A70 P1
Detail Pondasi Setempat Pengaturan Panel P1
dengan P3, dikunci
Struktur panel P3 dengan
dipasang di atas Pondasi menggunakan mur
yang diperkuat dengan dan baut
mur ke dalam Pondasi
P3
Setelah struktur panel P1
Pondasi lengkap,
dilanjutkan pemasangan
panel kolom struktur P2
dan P1, disambung dengan
mur, baut dan pelat
P2
Untuk struktur atas,
Perakitan dilakukan
erat dengan Perakitan
struktur Pondasi
PEMBANGUNAN HUNTAP PASCA BENCANA BADAI
SIKLON TROPIS DI NTT (2021-2022)
DESA SAOSINA DESA NELELAMADIKE DESA TANAH MERAH
DESA PODU DESA OYANGBARANG Unit
DESA WAISESA, LEMBATA 700
Lokasi 300
Kab. Lembata 173
Kab. Flores Timur 194
Kota Kupang 386
Kab. Sumba Timur 169
Kab. Alor 1.922
Kab. Kupang
TOTAL
PEMBANGUNAN HUNTAP PASCA BENCANA BADAI
SIKLON TROPIS DI NTB (2021-2022)
NUSA TENGGARA BARAT KABUPATEN BIMA
1. KABUPATEN BIMA
(185 unit)
2. KABUPATEN DOMPU
(107 unit)
Status 07 Februari 2022 KABUPATEN DOMPU 23
DESAIN HUNTAP PASCA BENCANA BADAI SIKLON TROPIS DI
NTT & NTB (menggunakan Struktur RISHA)
RISHA TUNGGAL T36 Denah
Tampak Depan
Tampak
SEBARAN UNIT PEMBANGUNAN HUNTAP TA. 2022
DENGAN TEKNOLOGI RISHA
Loan CSRRP - Huntap Pasca
Bencana Sulteng (2.460 Unit)
2.460 SULAWESI
unit TENGAH
JAWA 30 1.951 JAWA
BARAT unit unit TIMUR
Huntap Pasca Bencana di Huntap Pasca bencana Kab.
Kab. Sumedang (30 Unit) Lumajang (1.951 unit)
HUNTAP PASCA BENCANA ERUPSI GUNUNG SEMERU, LUMAJANG
DATA KERUSAKAN
Selasa, 07 Desember 2021 – Kunjungan
Presiden RI dan MPU ke lokasi bencana,
menginstruksikan pembangunan hunian tetap
04 Desember 2021 PROGRES PELAKSANAAN KONSTRUKSI – 22 Februari 2022
Kejadian Erupsi Gunung Semeru Huntap 1951 unit PROGRES 27 Desember 2021 - Rapat
yang berlokasi di Kabupaten
Lumajang Jawa Timur 841 unit PENGERJAAN UNIT Koordinasi dengan Pemkab Lumajang
Februari 2022 - KONSTRUKSI HUNIAN TETAP 1110 unit • 1.016 Unit Hunian52%
Desain Hunian Tetap Pengiriman RISHA dr Bandung Tertangani
Panel : 830 set
Visualisasi 3 Dimensi dan Detail Pemilihan Aksesoris 399 set • 681 Panel telah ter3- 5%
7 Komposisi Warna Desain Pabrikasi RISHA on Site install
Brantas Abipraya : 25 Set
Hutama Karya : 399 Set • 1 unit hunian telah
0,05%
terbangun
Progres Aktual : 6 %
Januari 2022 - Masa Persiapan Konstruksi
26
DESAIN HUNTAP PASCA BENCANA ERUPSI GUNUNG SEMERU,
LUMAJANG Denah
Spesifikasi bahan / material
NO URAIAN MATERIAL SPESIFIKASI
PRODUSEN / MERK SETARA
1 Pondasi Pondasi setempat batu kali
2 Komponen RISHA Sloof, kolom, balok, panel beton (sesuai RKS dan Gambar)
Asesories pelengkap : baut dan plat
3 Dinding pengisi Bata Ringan
4 Rangka atap Baja Ringan CR 75-065
5 Penutup Atap, Nok Spandek
6 Kusen dan Pintu Jendela UPVC Kends Tampak A
Tampak C
7 Finishing Lantai Keramik Mulia, KIA, Asia Tile Tampak D
8 Plafond
a. Teras luar Kalsiboard 6mm Elephant, GRC Board, MKG
b. Umum / dalam Gypsumboard 9mm Jayaboard, Elephant, Knauff
c. Toilet Kalsiboard 6mm Elephant, GRC Board, MKG
9 Finishing Dinding
a. Interior Cat Interior, Acrilic Emulsion Mowilex, Propan, Catilac
b. Eksterior Cat Exterior, Wheatershield Mowilex, Propan, Catilac
c. Toilet keramik 20x20cm + cat glossy
10 Hardware
a. Pengunci pintu
b. Engsel pintu termasuk dalam set Pintu Panel uPVC dan Set kends
c. Engsel Jendela Jendela uPVC
d. Pengunci jendela
11 Sanitary
a. Kloset Kloset Jongkok keramik INA, Amstad, Toto
b. Kran air Stainless Stell Onda, Washer, San Ei
c. Floor drain Stainless Stell Onda, Washer, San Ei
12 Plumbing
a. Pipa Air Bersih PVC 1 “, ½” dan ¾” kelas AW Wavin, Rucika, Vinilon
b. Pipa Air Kotor PVC 3” dan 4” kelas D Wavin, Rucika, Vinilon
c. Fitting Wavin, Rucika, Vinilon
d. Toren Air Fiber 500L, anti mikroba, UV20+ Excel, Penquin, Biotech
e. Bio Septik Septic tank bio, 2M3 Biotech, Biofill, Biocell
13 Elektrikal
a. Kabel tegangan rendah NYM 3 x 2,5 mm Supreme, Kabelindo
NYM, NYA
b. Armature lampu Artolite, Philips
c. Stok kontak, saklar Clipsal, Pacasonic, ATT Potongan
Pembangunan Hunian Tetap Pasca Bencana
Banjir Bandang & Longsor di Kab. Sumedang
Detail Lokasi Ds. Sindanggalih, Kec. Area Perumahan SBG
Cimanggung, Kab. Sumedang,
Tipologi Prov. Jawa Barat Luas Lahan: ± 4.972 m2
Jumlah Unit
Luas Lahan T-36 RISHA Deret
30 Unit
± 4.972 m2
• Pagu Fisik : Rp 5.002.080.000,-
PEKERJAAN SAAT INI Overlay Kondisi
Pasca Tanah Longsor
● Dalam proses lelang Tahap Pembuktian
Kualifikasi
• Terdapat jaringan SUTET yang melintang diagonal di
tengah jalan dengan ketinggian ± 12 m;
• Sudah dilengkapi dengan Surat Pernyataan Kesesuaian
RTRW (No. B/4870/PUPR.02/VII/2021) dan SK Izin
Penggunaan Pemanfaatan Tanah (No. 503/KEP.349F4336-
PTSP/2021);
• Pemda telah Menyusun siteplan dengan luasan kavling 7 x
10 m (70 m2) untuk 28 unit Rumah Khusus
DESAIN HUNTAP Pasca Bencana Banjir Bandang & Longsor
di Kab. Sumedang
Potongan
TIPE 36 DERET – 30 unit
Tampak
PEMBANGUNAN HUNIAN TETAP PASCA BENCANA DI SULAWESI TENGAH
TA. 2020-2021 LOAN NSUP-CERC TA. 2022
HUNIAN TETAP PASCA BENCANA SULAWESI TENGAH – 1A
TAHAP 2A
POMBEWE : 400 UNIT TOTAL : 630 UNIT 1.411 Unit (Rp132,37 M)
DUYU : 230 UNIT Proses Serah Terima Kunci (LOAN CSRRP)
RENCANA LOKASI TA. 2022:
1. Tondo – Talise : 502 Unit
2. Kota Palu : Lokasi Mandiri (501 unit)
3. Kab. Sigi : Pombewe (40 unit)
4. Kab. Donggala :Lende (69 unit), Wani 1 (70 unit),
Tompe 1 (65 unit), Tompe 2 (54 unit), dan Tompe 3
(110 unit)
HUNIAN TETAP PASCA BENCANA SULAWESI TENGAH – 1B PROGRES LELANG TAHAP 2A:
Dalam proses lelang Tahap Upload Dokumen
SIGI : 330 UNIT TOTAL : 1.049 UNIT
DONGGALA: 621 UNIT Penawaran Jumlah 712 unit berdasarkan revisi LAP
PALU : 107 UNIT Mulai Kontrak : 09 Okt 2020
Selesai Kontrak : 31 Des 2021 sesuai respon WB tanggal 3 Agustus 2021.
add sd Maret 2022 Rencana kontrak:
28 Okt. – 01 Nov. 2022
PROGRES AKTUAL : 80,89 %
TIPE 36 RISHA - Tunggal
04 PROTOTIPE
HUNIAN SEMENTARA
(HUNTARA)
DALAM MASA TRANSISI BENCANA
KONSEP RANCANGAN HUNTARA
ATAP PLAFOND
RANGKA BAJA RINGAN VENTILASI ATAP
DINDING GRC X 0C = 34 S.D 37 0C
RANGKA BAJA RINGAN
> X 0C
VENTILASI ATAP BERFUNGSI UNTUK MENGELUARKAN SUHU PANAS DARI ATAP < X 0C
VENTILASI DINDING BERFUNGSI UNTUK MENDAPATKAN SENSASI ANGIN
SUHU DAPAT DICAPAI < 27 0C
PONDASI PASANGAN BATA
LANTAI RABAT BETON UNTUK MENEURUNKAN SUHU PERMUKAAN, DISARANKAN
PENGHUNI MEMELIHARA TANAMAN DALAM POT,
TANAMAN SEBAIKNYA JENIS YANG DAPAT DIKUMSUMSI
OLEH PENGHUNI, BEKERJASAMA DENGAN DINAS
PERTANIAN
ATAP
RANGKA BAJA RINGAN
DINDING GRC
RANGKA BAJA RINGAN
TAMPAK I TAMPAK II TAMPAK III PONDASI PASANGAN BATA
LANTAI RABAT BETON
DAPUR
R. TIDUR POTONGAN I-I
R. SERBA 6.00 80 8.00 Modul satu
GUNA unit hunian
TEPAS 1.20 SEMENTARA
3.00
3.00 ISOMETRI
DENAH
DENAH ATAP
Spesifikasi
1. Pondasi 2. Balok Sloof
Pondasi rollag Balok sloof menggunakan bahan baja
dengan pasangan batu ringan/baja canai dingin C 75, 7.5,
bata, dibuat pada 0.75. direkatkan ke pondasi dengan
sisi keliling baut dynabolt ramset, dengan
bangunan, kedalaman kedalaman minmal 75 mm. dilengkapi
pondasi minimum 25 dengan ring.
cm, dengan adukan 1
Pc : 3 Psr.
MT Min 20 cm
5 cm
3. Rangka Baja Ringan/ Canai Dingin
Bahan baku baja ringan yang digunakan adalah baja mutu tinggi PROFIL BAJA RINGAN
dengan standar high tensile strength 550 Mpa (5500 kg/cm2).
Kekuatan ini merupakan elemen dasar untuk kekuatan tarik baja BAUT RAMSET
ringan saat ini. Dengan kekuatan minimum G550, baja ringan tersebut
memiliki kekuatan leleh minimum 550 Mpa. Dibuktikan dalam uji
laboratorium tidak boleh putus saat ditarik dengan kekuatan 500
Mpa. Selain itu, baja tersebut juga memiliki modulus geser 80.000
Mpa dan modulus elastisnya 200.000 Mpa.
Jenis coating pada rangka baja ringan yang digunakan
adalah Galvanized, Galvalume, atau sering juga disebut
sebagai zincalume, menggunakan lapisan pelindung yang terdiri dari :
96% zinc, 6% alumunium, dan 3% magnesium
Modular Komponen
3.1. Rangka Dinding Masif 3.2. Rangka Dinding Pintu-Jendela 3.3. Rangka Dinding Masif
eksterior interior
Rangka untuk dinding massif Rangka untuk dinding massif Rangka untuk dinding massif
menggunakan rangka baja ringan menggunakan rangka baja ringan menggunakan rangka baja ringan
dengan ukuran 75, 7.5, 0.75. ditutup dengan ukuran 75, 7.5, 0.75. ditutup dengan ukuran 75, 7.5, 0.75.
dengan panel GRC tebal 6 mm. Panel dengan panel GRC tebal 6 mm, untuk ditutup dengan kayu lapis
GRC disambung ke rangka dengan bagian masif. Bidang transparan minimal 4 mm, disambung ke
menggunakan skrup. menggunakan bahan penutup rangka dengan menggunakan
wiremesh dan kawat nyamuk. Kusen skrup.
daun pintu menggunakan bahan rangka
baja ringan
Join Mekanik
Panel Modular
4. Rangka Kuda-kuda Baja Ringan
DETAIL 1
DETAIL 2
60
6.00
RANGKA ATAP KUDA-KUDA
123 4
5
Pembersihan site Pekerjaan pondasi Pekerjaan rangka 6
Pekerkaan panel dinding GRC
SISTEM KNOCKDOWN Pekerjaan panel pintu dan jenedela
Pekerjaan ampig
Pekerjaan kuda-kuda
Pekerjaan goring
Pekerjaan penutup atap
987
10 11
TAMPAK MUKA BARAK 6 UNIT
FR
TERIMA KASIH 42
DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT
Add a footer