Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
1
Laporan Pelaksanaan Kegiatan Program Penyelenggaraan Perencanaan Kontingensi
Angkatan III Pelatihan Teknis PB
Pengarah
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana
Penulis
Roswanto
Kontributor
Joko Sri Wismoko, Ario Akbar Lomban, AG Bayu Pradana, Sri Hastuti, Jajat Suarjat, Neri Egi
Rusmana, Nuraini,Berly, Noviana, Ramah.
Design Cover
Roswanto
Foto Dokumentasi
Roswanto, Berly
Diterbitkan oleh
Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB
Kawasan Indonesia Peace dan Security Center (IPSC)
Sentul, Bogor, Jawa Barat
ISBN .........................................
Hak Cipta @2022
Hak Cipta dilindungi Undang – Undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi karya
tulis penelitian ilmiah tanpa izin penulis dan penerbit.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
2
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan program
penyelenggaran Perencanaan Kontingensi Angkatan III.
Terima kasih saya ucapkan kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana yang telah membantu kami baik secara moral maupun materi. Terima
kasih juga saya ucapkan kepada teman teman seperjuangan yang telah mendukung kami sehingga
kami bisa menyelesaikan tugas ini tepat waktu.
Kami menyadari, bahwa laporan kegiatan pelaksanaan Perencanaan Kontingensi Angkatan
3 secara e – learning yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna baik segi penyusunan,
bahasa maupun penulisannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua pembaca guna menjadi acuan agar penulis bisa menjadi lebih baik di masa
mendatang.
Semoga laporan kegiatan pelaksanaan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 ini bisa
menambah wawasan para pembaca dan bisa bermanfaat untuk perkembangan dan peningkatan ilmu
pengetahuan.
Sentul, Maret 2022
Joko Sri Wismoko, S.E,M.M
Nip. 1967112511995021001
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
3
DAFTAR ISI
Kata Pengantar 3
Daftar Isi 4
Lampiran
6
Bab I Pendahuluan 6
1.1 Latar Belakang 7
`Bab II 1.2 Dasar Hukum 7
Bab III 1.3 Tujuan dan Sasaran Pelatihan 7
1.4 Kompetensi Pelatihan 7
Bab IV 1.5 Tempat Penyelenggaraan 9
Bab V 1.6 Jadwal Pelatihan 10
Bab VI 1.7 Jumlah Peserta Pelatihan 10
Bab VII 1.8 Penyelenggaraan
BAB VIII 1.9 Pengajar Pelatihan/Widyaiswara/Instruktur 12
12
Struktur Kruikulum, Mata Pelatihan dan Ringkas 12
Materi
A Struktur Kurikulum 13
B Mata Pelatihan 13
C Jumlah dan Pembelajaran 14
Proses Pelaksanaan Pelatihan 15
A Pembukaan 17
B Pengarahan Program 20
C Pre test 23
D Pembelajaran H-1 25
E Pembelajaran H-2
F Pembelajaran H-3 28
G Pembelajaran H-4
H Pembelajaran H-5 29
Peserta 29
A Persyaratan Peserta
Tenaga Pelatihan 30
A Tenaga Pendidik 30
B Persyaratan Tenaga Pelatihan
Fasilitas Pelatihan 31
A Prasarana 31
B Sarana 31
Pembinaan dan Anggaran
A Perencanaan 32
B Pembinaan
C Pembiayaan
Evaluasi
A Evaluasi Penyelenggaraan
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
4
BAB IX B Evaluasi Terhadap pengajar /Widyaiswara 32
BAB X C Evaluasi Sikap dan Keterampilan Peserta 33
STTP 34
A Surat Tanda Tamat Pelatihan 34
B Registrasi 34
C Hasil Kelulusan 35
Kesimpulan & Saran
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kejadian bencana meningkat dalam satu dekade ini di seluruh dunia. Indonesia merupakan
negara yang paling rawan bencana alam di dunia. United Nations International Stategy for
Disaster Reduction (UNISDR; Badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko
Bencana) menyatakan ini disebabkan oleh berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia
mulai gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan
kebakaran hutan.
Kejadian bencana yang meningkat harusnya menjadi alarm buat birokrasi kabupaten/kota
dan masyarakatnya untuk menaikkan status kewaspadaan pada level lebih tinggi.
Kabupaten/kota seharusnya sudah memiliki standar-standar penyelamatan yang memadai
sebagai kesiapan menjamin keselamatan penduduknya. Terlebih bagi wilayah indonesia
yang berada dalam negara rawan bencana yang dikenal sebagai cincin api (ring of fire).
Sayangnya belum banyak kabupaten/kota yang memiliki perencanaan kontingensi.
Ditengah merebaknya Covid – 19 ini, Pusdiklat PB menyelenggarakan pembelejaran
berbasis digital atau e -learning penyusunan rencana kontingensi. Hal tersebut diharapkan
bahwa dalam pelatihan penyusunan perencanaan kontingensi nantinya menjadi pedoman
nasional penyelenggaraan penanggulangan bencana, sehingga dapat meningkatkan kualitas
penanggulangan bencana yang berkontribusi dalam proses pembangunan nasional.
1.2. Dasar Hukum:
• Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
• Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
• Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
• Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
• Undang – Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantina Kesehatan;
• Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Manajemen ASN;
• Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan
Bencana;
• Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan
Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang
Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Keuangan;
• Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 4 Tahun 2019
tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana;
• Peraturan Kepala LAN Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Pembinaan
Penyelenggaraan Diklat Teknis.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
6
1.3. Tujuan dan Sasaran Pelatihan
Tujuan
Memberikan pengetahuan kepada peserta pelatihan terkait penyusunan rencana kontingensi
yang berbasis scenario risiko bencana yang disusun dan disepakati bersama oleh pelaku
tanggap darurat dengan mempertimbangkan perkiraan kebutuhan dan sumber daya dan
disusun dalam suatu kerangka kerja tanggap darurat serta siap untuk diativasi menjadi
rencana operasi penanganan darurat bencana.
Sasaran
Sasaran penyelenggaran pelatihan perencanaan kontingensi adalah Pejabat minimal Eselon
IV atau Jabatan Fungsional Tertentu pada BPBD Provinsi, Kab/Kota Banten.
1.4. Kompetensi Pelatihan
Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti Perencanaan Kontingensi secara e-learning ini diharapkan peserta
pelatihan memiliki kemampuan dalam menyusun rencanaan kontingensi, serta memiliki
kualifikasi yang dipersyaratkan.
1.5. Tempat Penyelengaraan
Pelatihan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) selaku lembaga terakreditasi bidang
penanggulangan bencana dengan waktu 21 – 25 Maret 2022 dengan metode e-learning.
1.6. Jadwal Pelatihan
TANGGAL MATERI JP TENAGA PENGAJAR
SENIN Pembukaan 1 Kapusdiklat PB
21/3/22 Pre-Test 1 Evaluator
08.00 – 09.00 Pengarahan Program 1 Pusdiklat PB BNPB
09.00 – 09.30 Rehat
09.30 – 10.15 Dinamika Kelompok 2 Widyaiswara Kementerian
10.15 – 10.30 Agama
Materi Anti Korupsi
10.30 – 12.00 3 Widyaiswara Kementerian
REHAT Agama
13.00 – 15.15 Konsep Rencana Kontingensi
3 Widyaiswara Pusdiklat PB
15.15 – 15.30 Review
15.30 – 17.45 Konsep Rencana KONTINGENSI 3 Widyaiswara Pusdiklat PB
SELASA 22/3/22 REHAT
08.00 – 08.30
08.30 – 10.45
10.45 – 11.00
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
7
11.00 – 11.45 Konsep Perencanaan Kontingensi 1 Widyaiswara Pusdiklat PB
(Tatalaksana) 1 Widyaiswara Pusdiklat PB
11.45 – 12.45 ISHOMA
Konsep Perencanaan Kontingensi Widyaiswara Pusdiklat PB
12.45 – 13.30 (Tatalaksana) 3
Konsep Rencana Kontingensi
13.30 – 15.45 (Tahapan Penyusunan Dokumen 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
Renkon)
15.45 – 16.00 REHAT 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
3 Widyaiswara Pusdiklat PB
16.00 - 17.30 Penentuan & Karakteristik Bahaya 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
RABU 3 Widyaiswara Pusdiklat PB
23/3/22 Review
Data, Informasi dan Komunikasi 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
08.00 – 08.30 REHAT 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
08.30 – 10.00 Skenario dan Asumsi Dampak
10.00 - 10.15 ISHOMA Widyaiswara Pusdiklat PB
10.15 – 12.30 Pelaksanaan Operasi PDB 3
12.30 – 13.30 Rehat 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
13.30 – 15.00 Pelaksanaan Operasi PDB
15.00 – 15.15 3 Widyaiswara Pusdiklat PB
15.15 – 17.30 Review 1
Pengenalan Dokumen Perencanaan 1
Kamis Kontingensi 1
24/3/22 Rehat
08.00 – 08.30 Keterampilan Menyusun (Perencanan
Kontingensi)
08.30 – 10.00 ISOMA
10.00 – 10.15 Keterampilan Menyusun (Perencsanaan
Kontingensi)
10.15 – 11.45 REHAT
Keterampilan Menyususn
11.45 – 13.00
Keterampilan Menyusun (kelompok)
13.00 – 15.15 Rehat
RTL
15.15 – 15.30 Post Test
15.30 – 17.00 Penutupan
JUMAT
25/3/22
08.00 – 10.15
10.15 – 10.30
10.30 – 11.15
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
8
1.7. Jumlah Peserta Pelatihan
Peserta Pelatihan Perencanaan Kontingensi berjumlah 30 orang dengan catatan sebagai
berikut:
NO NAMA LENGKAP INSTANSI
1 Encep BPBD Provinsi Banten
2 Saripudin BPBD Provinsi Banten
3 Giman BPBD Provinsi Banten
4 Bactiar BPBD Provinsi Banten
5 Yandri Arisandi BPBD Provinsi Banten
6 Sarip BPBD Provinsi Banten
7 M Tofan Wiguna BPBD Kota Serang
8 Hasnaini BPBD Kota Serang
9 Tb Edwin Junior BPBD Kota Serang
10 Adrian Ibnuddin BPBD Kota Cilegon
11 Haeriyati BPBD Kota Cilegon
12 M Rois Mujahidin BPBD Kota Cilegon
13 Muchammad Sulaemi BPBD Kab Lebak
14 Muhammad Reza Fauzan BPBD Kab Lebak
15 Rahmat Zultika BPBD Kab Pandeglang
16 Lilis Sulistiawati BPBD Kab Pandeglang
17 Abdul Latif BPBD Kab Pandeglang
18 Agus Suryana BPBD Kabupaten Pandeglang
19 H Elih Khaerona BPBD Kab Tanggerang
20 Baruno Rachmadi BPBD Kab Tanggerang
21 Selfanus HD Manuhutu BPBD Kab Tanggerang
22 Asep Suryadi BPBD Kab Serang
23 Joni Efendi BPBD Kab Serang
24 Nanda Bachtiar BPBD Kab Serang
25 Ismu Hartono BPBD Kota Tanggerang
26 Indera Purwono BPBD Kota Tanggerang
27 Lian Hartati BPBD Kota Tanggerang
28 Aceng Asep Sopandi BPBD Kota Tanggerang Selatan
29 Dodi Harianto BPBD Kota Tanggerang Selatan
30 Yusril Fauzi BPBD Kota Tanggerang Selatan
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
9
1.8. Penyelenggaraan
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Tahun Anggaran 2022
1.9. Pengajar Pelatihan/ Widyaiswara/Instruktur
• Narasumber Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana;
• Widyaiswara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana.
• Widyaiswara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama
• KADIN Indonesia
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
10
BAB II
STRUKTUR KURIKULUM, MATA PELATIHAN DAN RINGKAS MATERI
Struktur Kurikulum
Kurikulum menjadi hal yang sangat penting. Tanpa adanya kurikulum yang tepat, para peserta pelatihan
tak akan memperoleh target pembelajaran yang sesuai. Seiring berkembangnya zaman kurikulum dalam
pendidikan dan pelatihan pun terus mengalami perubahan. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan
peserta pelatihan di eranya masing – masing, berikut kurikulum Perencanaan Kontingensi:
No Mata Pelatihan Alokasi JP
1 Dinamika Kelompok 2
2 Anti Korupsi 3
3 Konsep Rencana Kontingensi 6
4 Tatalaksana 2
5 Tahapan Penyusunan Dokumen 3
6 Penentuan Karakteristik Bahaya 2
7 Data, Informasi dan Komunikasi 2
8 Skenario dan Asumsi Dampak 3
9 Pelaksanaan Operasi PDB 5
10 Pengenalan Dokumen Perencanaan 2
Kontingensi
11 Keterampilan Menyusun 10
TANGGAL MATERI JP TENAGA PENGAJAR
SENIN Pembukaan 1 Kapusdiklat PB
21/3/22 Pre-Test 1 Evaluator
08.00 – 09.00 Pengarahan Program 1 Pusdiklat PB BNPB
09.00 – 09.30 Rehat
09.30 – 10.15 Dinamika Kelompok 2 Widyaiswara Kementerian
10.15 – 10.30 Agama
Materi Anti Korupsi
10.30 – 12.00 3 Widyaiswara Kementerian
REHAT Agama
13.00 – 15.15 Konsep Rencana Kontingensi
3 Widyaiswara Pusdiklat PB
15.15 – 15.30 Review
15.30 – 17.45 Konsep Rencana KONTINGENSI 3 Widyaiswara Pusdiklat PB
SELASA 22/3/22 REHAT
08.00 – 08.30
08.30 – 10.45
10.45 – 11.00
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
11
11.00 – 11.45 Konsep Perencanaan Kontingensi 1 Widyaiswara Pusdiklat PB
(Tatalaksana) 1 Widyaiswara Pusdiklat PB
11.45 – 12.45 ISHOMA
Konsep Perencanaan Kontingensi Widyaiswara Pusdiklat PB
12.45 – 13.30 (Tatalaksana) 3
Konsep Rencana Kontingensi
13.30 – 15.45 (Tahapan Penyusunan Dokumen 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
Renkon)
15.45 – 16.00 REHAT 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
3 Widyaiswara Pusdiklat PB
16.00 - 17.30 Penentuan & Karakteristik Bahaya 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
RABU 3 Widyaiswara Pusdiklat PB
23/3/22 Review
Data, Informasi dan Komunikasi 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
08.00 – 08.30 REHAT 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
08.30 – 10.00 Skenario dan Asumsi Dampak
10.00 - 10.15 ISHOMA Widyaiswara Pusdiklat PB
10.15 – 12.30 Pelaksanaan Operasi PDB 3
12.30 – 13.30 Rehat 2 Widyaiswara Pusdiklat PB
13.30 – 15.00 Pelaksanaan Operasi PDB
15.00 – 15.15 3 Widyaiswara Pusdiklat PB
15.15 – 17.30 Review 1
Pengenalan Dokumen Perencanaan 1
Kamis Kontingensi 1
24/3/22 Rehat
08.00 – 08.30 Keterampilan Menyusun (Perencanan
Kontingensi)
08.30 – 10.00 ISOMA
10.00 – 10.15 Keterampilan Menyusun (Perencsanaan
Kontingensi)
10.15 – 11.45 REHAT
Keterampilan Menyususn
11.45 – 13.00
Keterampilan Menyusun (kelompok)
13.00 – 15.15 Rehat
RTL
15.15 – 15.30 Post Test
15.30 – 17.00 Penutupan
JUMAT
25/3/22
08.00 – 10.15
10.15 – 10.30
10.30 – 11.15
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
12
BAB III
PROSES PELAKSANAAN PELATIHAN
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
PEMBUKAAN
Senin, 21 Maret 2021. 08.00 – 08.45
Sentul – Berlokasi di Pusat Pendidikan dan Pelatihan
pada hari senin, 14 Maret 2022, Pusdiklat PB
melaksanakan kegiatan pembukaan pelatihan
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 Tahun Anggaran
2022. Pembukaan dilaksanakan secara daring/online
via zoom meeting dan acara secara resmi dibuka oleh
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Berton Suar
Pelita Panjaitan. Laporan pelatihan disampaikan oleh
Kepala Bidang Penyelenggara, ditengah acara hadir
pula pengajar/Widyaiswara dan tentunya peserta
pelatihan. Tujuan pelatihan ini memberikan pegangan/panduan kepada peserta pelatihan dalam
melakukan perencanaan kontingensi menyeluruh, terarah dan terpadu di tingkat
Provinsi/Kabupaten/Kota atau unit pemerintahan lainnya (kecamatan/desa), perguruan tinggi,
swasta serta organisasi masyarakat dan organisasi kemanusiaan di Provinsi Banten dengan
penyesuaian pada karakter kelembagaan, mandat dan lingkup kewenangan masing -masing, “Ujar
Kapusdikat.
Dilaksanakannya pelatihan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 pada tanggal 21 – 25 Maret 2022
ini ialah salah satu upaya Pusdiklat PB dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM Penanggulangan
Bencana yang memiliki kompetensi penyusunan rencana kontingensi penanggulangan bencana di
Provinsi Banten.
Pengarahan Program
Senin, 21 Maret 2022, 08.45 – 09.30
Sentul- Rangkaian kegiatan pembukaan dilanjutkan
dengan pengarahan program yang disampaikan oleh
Kepala Bidang Penyelenggaraan Joko Sri Wismoko.
Melalui pengarahan program, peserta mengetahui hak
dan kewajiban selama menjalani Pelatihan Perencanaan
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
13
Kontingensi. Lebih kurang 15 menit setelahnya, para peserta beranjak ke pretest yang dilakukan
cukup berada dengan pelatihan – pelatihan lain yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Penanggulangan Bencana.
Pre-Test
Senin, 21 Maret 2021, 09.45 – 10.30
Sentul – Sebelum melaksanakan pembelajaran secara ful peserta pelatihan diarahkan untuk
mengikuti Pre- Test dimana penyelenggara kegiatan akan mengevaluasi nilai peserta saat akan
mengikuti pelatihan hingga pelatihan ini berakhir. Nilai Pre test sebagai berikut
Jumlah peserta yang mengikuti pretest sebanyak 26 peserta dari 30 peserta. Dari hasil pretest
didapatkan bahwa nilai tertinggi sebesar 86,67 dapat disimpulkan bahwa beberapa peserta telah
memiliki cukup pengetahuan dasar tentang Perencanaan Kontingensi yang baik. Hasil pretest ini
diharapkan menjadi masukan dalam pembelajaran sehingga pada saat post test / ujian akhir dapat
memiliki nilai yang lebih baik atau mengalami peningkatan. Dari hasil nilai ujian akhir diikuti oleh
26 peserta dari 30 peserta, dengan nilai tertinggi 100,00, rata-rata 72,56 dan nilai terendah 36,67.
Sedangkan nilai terendah yaitu sebesar 10,00 dan memiliki rata-rata keseluruhan sebesar 57,18.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
14
Dinamika Kelompok
Senin, 21 Maret 2021, 10.30 – 12.00
Sentul – Dinamika kelompok menjadi materi penunjang
dalam Penyusunan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3.
Materi tersebut bertujuan agar peserta mengenal diri
sendiri dan memahami orang lain sehingga muncul
kesadaran diri pada peserta bahwa mereka sama – sama
menjalani proses pembelajaran secara e-learning. Dari
materi tersebut diharapkan terbentuk sikap saling
mendukung, bekerja sama, saling menghormati dan
tercipta kohesivitas kelompok. Demikian penjelasan,
Widyaiswara Pusdiklat Kementerian Agama.” Ujar Aini
Materi tersebut disampaikan dengan sedikit ceramah, dilanjutkan dengan beragam permainan,
dimulai dari permainan untuk melatih konsentrasi, daya ingat, kecekatan dan permainan lain yang
bersifat kolaboratif dengan membagi peserta menjadi kelompok kecil. Dari beragam permainan
tersebut peserta lebih mudah kenal dengan peserta lain, muncul interaksi yang lebih baik dan
tercipta kebersamaan dan kekompakan.
Rata – rata peserta menyatakan bahwa dinamika kelompok e-learning ini membuat mereka fresh,
enjoy dan seru. Peserta merasa bahwa suasana seperti itu yang akan mendukung keberhasilan
proses pembelajaran e-learning penyusunan perencanaan kontingensi Angkatan 3 ini.
Anti Korupsi
Senin, 21 Maret 2021, 13.00 – 15.15
Sentul – Berdasarkan Intruksi Presiden RI nomor 1 tahun
2013 tentang Aksi Pencegahan Pemberantasan Korupsi
Tahun 2013, dan dalam upaya pelaksanaan, pencegahan
dan pemberantasan korupsi sebagaimana diamanatkan
dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012.
Keputusan tersebut merupakan salah satu upaya strategi
komunikasi pendidikan dan budaya anti korupsi yang
dilakukan melalui Pelatihan Perencanaan Kontingensi
Angkatan 3 Tahun 2022 dengan menambahkan materi
anti korupsi pada setiap pelatihan di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan
Bencana (Pusdiklat PB).
Aini selaku pemateri dalam paparanya menyampaikan pentingnya mengimplementasi nilai
Antikorupsi kepada peserta pelatihan perencanaan kontingensi sebagai salah satu cara pembentukan
karakter generasi.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
15
Selain itu Aini juga mengajak para peserta pelatihan perencanaan kontingensi untuk melawan
segala bentuk perilaku koruptif.
Konsep Rencana Kontingensi
Senin, 21 Maret 2021, 15.30 –16.15
Sentul – Perencanaan kontingensi saat ini nampaknya
sedang menjadi agenda utama di berbagai Lembaga dan
menjadi salah satu kegiatan utama di Indonesia, disertai
dengan diskusi – diskusi tentang konsep dan
metodologi yang diterapkan. Sayangnya masih
ambiguitas dalam proses tersebut, karena masih
terdapat perbedaan interpratasi dan pemahaman tentang
ruang lingkup dan cara pendekatan terhadap
perencanaan kontingensi dalam konteks penanggulangan bencana. Apalagi ketika membahas jenis
bahaya maka persoalannya menjadi kompleks karena ancaman local di Indonesia memerlukan
pendekatan yang sangat spesifik. Namun demikian sebenarnya sudah banyak unsur – unsur di
dalam rencana kontingensi yang telah dikembangkan, tetapi hamper tidak ada contoh yang
menunjukkan bagaimana menyatukan hal tersebut secara bersama – sama. “Ujar Bayu.
Bayu Widyaiswara Pusdiklat PB sekaligus sebagai pengampu materi, mewakili paparannya dengan
menyampaikan bahwa kontingensi adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera
terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi. Oleh karena itu, rencana kontingensi adalah suatu
proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontingensi atau yang
belum tentu tersebut. Suatu rencana kontingensi mungkin tidak selalu pernah diaktifkan, jika
keadaan yang diperkirakan tidak terjadi. “Tegasnya.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
16
PEMBELAJARAN HARI KE 2
Konsep Rencana Kontingensi
Sedang Menge
Selasa, 22 Maret 2021, 08.30 – 10.45
Sentul, Paradigma PB saat ini menitik beratkan pada
pengurangan risiko bencana. Berdasarkan hal tersebut
diperlukan suatu rencana kontingensi dalam mencapai hal
tersebut.” Ujar Bagus Tjahjono.
Kegiatan penyusunan rencana kontingensi ini juga
merupakan strategi pencegahan bencana, dimana sesuai
dengan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Penanggulangan Bencana, Penyelenggaraan PB harus
mengimplementasikan tahapannya dari berbagai aspek meliputi penetapan kebijakan pembangunan
yang berisiko timbulnya bencana. Penyusunan rencana kontingensi pada hakikatnya dalah suatu
proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada ancaman yang mungkin terjadi
dari potensi bencana yang ada, sehingga penyusunan rekon ini merupakan proses untuk
menentukan prosedur operasional dalam merepon kejadian khusus dengan memaksimalkan
sumberdaya dan kapasitas yang dimiliki oleh daerah terdampak dalam merespion secara tepat
waktu, efektif dan sesuai prosedur. Tujuan utama dari penyusunan renkon adalah untuk
meminimalisasi dampak ketidakpastian dengan melakukan pengembangan scenario dan proyeksi
kebutuhan saat keadaan darurat yang harus dipahami dan disepakti oleh seluruh stakeholder yanga
ada,” Tegas beliau.
Rencana kontingensi (Renkon) memuat scenario kejadian dan dampak bencana serta rencana tindak
lanjut. Rencana kontingesi ini diaktivasi menjadi rencana operasi saat penanganan darurat bencana.
Untuk itu dokumen renkon harus diperbaharui secara berkala. Para pihak yang terlibat agar
menindaklanjuti dengan pembuatan Standar Prosedur Operasi.
Pengenalan Dokumen Renkon
Selasa, 22 Maret 2021, 10.30 – 12.00
Sentul – Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon)
merupakan sebuah dokumen yang memuat proses
identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada
keadaan yang kemungkinan besar akan terjadi, namun juga
belum tentu terjadi. “Ujar Bagus Tjahjono.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
17
Penyusunan Dokumen Rencanaan Kontingensi pada tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota Banten ini
berfokus pada jenis ancaman bencana yang berada dalam lingkup tersebut. Kegiatan penyusunan
dokumen bertujuan untuk menyiapkan pemerintahan daerah khususnya BPBD, Lembaga, dan OPD
dalam merespon dengan benar keadaan darurat serta potensi dampak yang dapat ditimbulkan akibat
bencana. “Tegas beliau.
Dokumen rencana kontingensi merupakan suatu komitmen bersama yang harus dijalankan seluruh
pemangku kepentingan dan perlu kolaborasi bersama terutama memetakan sumber daya yang
dimiliki.
“Pengalaman terjadi bencana gempabumi dan tsunami tahun terakhir memaksa pemangku
kepentingan di Provinsi Banten, untuk memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman
bencana gempabumi dan tsunami.” Tambahnya.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah perlu menyusun rencana kontingensi sebagai
pedoman dalam penanganan darurat bencana. Rencana kontingensi yang dilengkapi dengan
scenario kejadian dan asumsi dampak diharapkan mampu mendeskripsikan kondisi yang
sebenarnya dari kejadian serta dampaknya terhadap aspek kependudukan, sosial ekonomi,
lingkungan dan sarana prasarana.
Perencanaan dan Aktivasi Renkon
Sedang Menge Selasa, 22 Maret 2021, 13.00 – 16.00
Sentul – Salah satu upaya kesiapsiagaan yang sangat
penting adalah adanya dokumen perencanaan kontingensi
dalam menghadapi kemungkinan terjadi
bencana/kedaruratan. “Ujar Anton.
Anton mengatakan, perencanaan kontingensi dapat
mengurangi ketidakpastian melalui pengembangan scenario
dan asumsi – asumsi proyeksi kebutuhan untuk dijadikan
rencana operasi pada masa tanggap darurat. Rencana
kontingensi merupakan dokumen hidup (living document)
yang harus direview dan diupdate secara berkala oleh
pengambil kebijakan.
Dokumen tersebut pada prinsipnya adalah komitmen atau kesepakatan bersama seluruh pemangku
kepentingan dalam penanggulangan bencana baik pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha,
khsusnya dalam penanganan darurat bencana yang diformalisasikan, “Tegas beliau.
Dalam hal bencana terjadi, maka TIM Penanggulangan Bencana melakukan kaji cepat bencan dan
hasil kaji cepat (rapid assessment) tersebut digunakan untuk update dan aktivasi Rencana
Kontingensi berubah menjadi Rencana Operasi Tanggap Darurat (Operational Plan).
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
18
Mengingat pentingnya nilai – nilai dasar rencana kontingensi, maka akan menghasilkan beberapa
point penting dalam perencanaan kontingensi diantara:
▪ Rencana kontingensi disusun berdasarkan asas kemanusiaan untuk menyelawatkan jiwa.
Rencana kontingensi dibuat menyiapkan individu mampu menyelamatkan hidup mereka sendiri
pada fase sebelum dan selama bencana, dan dibuat untuk menyiapkan para pelaku kunci
memberikan bantuan darurat pada fase setelah bencana;
▪ Rencana kontingensi disusun secara spesifik untuk 1(satu) jenis hazard/ancaman;
▪ Rencana kontingensi memproyeksikan kemandirian, dimana rencana yang disusun akan
memberdayakan masyarakat sekaligus lembaga terlibat untuk dapat mandiri. Di satu sisi,
masyarakat tidak selalu menggantungkan diri pada bantuan dan Tangguh (resillien) di sisi lain
lembaga terlibat menggunakan renkon sebagai alat bantu dalam meningkatkan kemampuan
mereka
▪ Renkon menjadi operasional pada rencana operasi.
Karakteristik Bahaya
Selasa, 22 Maret 2021, 16.00 – 17.30
Sentul – Provinsi banten masuk sebagai salah satu daerah
yang rawan terjadi bencana alam. Dari 14 jenis potensi
bencana yang ada di Indonesia, 13 jenis itu berpotensi
terjadi di provinsi yang terletak paling ujung barat Pulau
Jawa ini. “Tegas Sukmawijaya
Jenis bencana tersebut diantaranya, banjir, banjir bandang,
longsor, gempa bumi, gunung berapi, putting beliung,
kekeringan, bencana gagal industry, penyakit endemic, dan
kebakaran,” Yang paling dominan itu banjir, longsor dan
kemungkinan banjri bandang,” Himbau beliau.
Selain banjir dan longsor, gempa bumi juga menjadi salah satu jenis potensi bencana yang
memungkinkan terjadi di banten. Penyebabnya, karena wilayah laut di Banten menjadi tempat
bertemuanya lempeng eruasia. “Ujung banten ada lempengan yang saling berhubungan sambung
menyambung yang sesaat bisa terjadi gempa.” Kata beliau.
Keberadaan zona megathrust Selatan Jawa di sebelah Selatan Provinsi Banten aktivitas Gunung
Anak Krakatau di Selat Sunda di sebelah Barat Provinsi Banten. Perlu adanya pemahaman bersama
tentang persoalan ini. Gempa bisa terjadi kapan saja dan memiliki tsunami, kewaspadaaan dan
sosilasisasi bersama perlu ditingkatkan bentuk mitigasi bencana.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
19
PEMBELAJARAN HARI KE 3
Data dan Informasi
Rabu, 23 Maret 2021, 08.30 – 10.00
Sentul – Bencana yang terjadi akhir – akhir ini
menyadarkan pentingnya mitigasi yang Tangguh. Dalam
hal ini, Data dan Informasi dapat mewujudkan mitigasi
untuk mengurangi risiko bencana, “Ujar Neri Egi
Terjadinya bencana di Indonesia tidak dapat dicegah,
namun masyarakat bisa meminimalisir kerugian akibat
bencana, baik kerugian materi maupun kerugian jiwa.
Disinilah Teknologi Informasi berperan penting dalam
menanggulangi bahkan memberikan peringatan awal
sebelum terjadinya bencana. Beberapa pengalaman informasi narasumber sampaikan pemanfataan
teknologi informasi dalam memudahkan penanggulangan bencana di Indonesia sendiri sehingga
dalam proses penyusunan rencana kontingensi memberikan sebuah solusi penulis sebuah rencana
kontingensi yang telah disepakati oleh para pemangku kebijakan OPD yang terlibat
penanggulangan bencana,” Tegasnya.
Inilah yang mungkin harus bisa juga dikembangkan di Indonesia, mengingat negara kita merupakan
negara kepulauan dimana gempa, tsunami dan potensi meletusnya gunung berapi merupakan
sebuah ancaman bencana, yaitu mengingkatkan peran teknologi informasi dalam memberikan
informasi lebih awal tentang potensi bencana di daerah tertentu. Karena selain akan meminimalisir
kerugian negara, hal tersebut juga menyelamatkan jiwa masyarakat yang berada di wilayah tersebut
dalam suatu rangkaian Rencana Kontingensi Penanggulangan Bencana hingga menjadikan sebuah
Rencana Operasi Penanganan Darurat Bencana.
Skenario dan Asumsi Dampak
Rabu, 23 Maret 2021, 10.15 – 12.30
Sentul – Beberapa skenario dikembangkan dengan
mempertimbangkan berbagai bentuk kejadian darurat
bencana yang diramalkan menggunakan dimensi –
dimensi waktu dan ruang, Skenario ini haru juga
memproyeksi dampak bencana pada jiwa manusia,
perumahan, harta benda, mata pencarian dan
infrastruktur.” Tegas Neri Egi
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
20
Untuk dapat membuat rencana pengembangan scenario kejadian, maka perlu diidentifikasi
masyarakat dan daerah yang terancam berdasarkan peta bahaya kekeringam, sehingga besaran atau
luasan dampak yang diakibatkannya dapat diperdiksi dengan tepat. Beberapa factor yang perlu
ditinjau dalam pengembangan scenario (waktu kejadian, lokasi kejadian, intensitas kejadian,
lamanya kejadian, area yang terkena dampak, hal – hal lain yang berpengaruh).” Ujar beliau
Pengembangan scenario kejadian ini, akan menggunakan metode FGD (Focus Groups Discussion)
dengan mendasarkan pada data dan peta sebaran bahaya. Dalam FD, secara berkelompok partisipan
FGD akan membuat 3 skenario kejadian dan dampak. Ada scenario yang kecil, sedang dan berat.
Hasil diskusi kelompok akan disepakati dalam forum FGD untuk memilih scenario mana yang akan
dipakai dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi bencana kekeringan.
Pelaksanaan Operasi PDB
Rabu, 23 Maret 2021, 13.30 – 15.00
Sentul – Pada saat status keadaan darurat bencana
kabupaten/kota ditetapkan, Kepala BPBD
Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya mempunyai
kemudahan akses berupa komando memerintahkan
sector/lembaga dalam satu pengendalian untuk
menanggulangi dampak keadaan darurat bencana.” Ujar
Bayu.
“Oleh karena itu, diperlukan mekanisme penyelenggaraan
sistem komando yang dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan di dalam upaya – upaya
penangan darurat bencana yang terjadi. Sebagai pelaksanakan fungsi komando di tingkat
kabupaten/kota, Pemerintah Kabupaten/Kota menunjuk seorang Komandan Pos Komando
Penanganan Darurat Bencana (Posko PDB) beserta kelengkapan organisasinya melalui surat
keputusan yang dapat ditetapkan oleh Bupati/Walikota atau Kepala BPBD Kabupaten/Kota. Secara
operasional Komandan Posko PDB bertanggungjawab kepada Kepala BPBD Kabupaten/Kota.
Sistem komando penanganan darurat untuk bencana diaktivasi sesuai dengan status keadaan darurat
bencana yang ditetapkan yaitu status siaga darurat, status tanggap darurat dan status transisi darurat
ke pemulihan. Dalam setiap kejadian/peristiwa yang ditetapkan status keadaan darurat bencananya
maka hanya ada satu sistem komando penanganan darurat bencana yang diaktivasi.” Tegas beliau.
Dalam hal kejadian ancaman bencana dengan dampak ringan dan waktu penanganan yang singkat
(kurang dari 72 jam), maka sistem komando penanganan bencana dapat tidak diaktifkan. Akan
tetapi penanganan darurat bencana dilakukan dengan mekanisme koordinasi antar instansi/lembaga
terkait di bawah koordinasi BPBD melalui peningkatan peran Pusat Pengendalian Operasi
Penanggulangan Bencana Kabupaten/Kota dalam operasi penanganan darurat bencan tersebut.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
21
Pelaksanaan Operasi PDB
Rabu, 23 Maret 2021, 15.20 – 17.10
Sentul – Untuk pelaksanaan operasio bencana dengan
status kedaruratan bencana Prov/Kab/Kota, maka
pelaksanaan operasional sistem komando penanganan
darurat bencana menjadi kewenangan pemerintah
Prov/Kab/Kota yang terdampak. Dalam pelaksanaannya
di koordinasikan oleh BPBD Prov/Kab/Kota
bersangkutan dengan melibatkan seluruh potensi sumber
daya perangkat kerja daerah/lembaga terkait, dunia usaha
dan organisasi kemasyarakatan yang ada,” Tegas Ario.
Dalam kejadian bencana waktunya bersamaan dan cakupan wilayahnya lebih dari satu Kab/Kota
dalam satu provinsi dan atau beberapa provinsi, maka selama status keadaan darurat bencana yang
diberlakukan merupakan status keadaan darurat bencana kabupaten/kota masing – masing tentunya
tanggungjawab penyelenggaraan sistem komando penanganan darurat bencananya berada di
pemerintahan kabupaten/kota masing – masing yang terdampak. Sedangkan peran pemerintah
provinsi dan pusat adalah melakukan pendampingan penanganan darurat bencana bilamana
diperlukan.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
22
PEMBELAJARAN HARI KE 4
Pengenalan Dokumen Perencanaan Kontingensi
Kami, 24 Maret 2021, 08.00 – 10.00
Sentul – Penanggulangan bencana akan semakin baik jika
didukung dengan kemampuan dalam memetakan potensi
bencana, sehingga kondisi prabencana, bencana, hingga
pasca bencana dapat terkondisikan dengan baik dan
benar,” Tegas Neri
Struktur dokumen rencana kontingensi merupakan
rencana dokumen yang harus disepakati stakeholder
bidang kebencanaan di satuan perangkat daerah. Harapan
dalam sesi ini peserta pelatihan dapat
gambaran/pandangan dalam proses penyusunan dokumen rencana kontingensi terkait kebutuhan
dasar manusia yang terarah dan terpadu oleh seluruh stakeholder.” Ujar beliau
“Hal yang disepakati dalam perencanaan kontingensi antara lain adalah scenario, tujuan, Tindakan
teknis dan manajerial, serta pengerahan potensi sumber daya”. Pelatihan ini meningkatkan
kompetensi personil dalam penyelenggaraan dan antisipasi terhadap kebencanaan khususnya di
Provinsi Banten dan sekitarnya dalam lingkup pemerintahan daerah maupun kotamadya”. Terang
Neri.
Keterampilan Menyusun
Kamis, 24 Maret 2021, 10.15 – 11.45
Sentul, Rencana kontingensi yang lebih dikenal
dengan istilah rencana tanggap darurat sangat
bermanfaat untuk mengantisipasi terjadinya hal – hal
yang mengakibatkan terhentinya kegiatan
operasional. Dalam mengelola organisasi, berbagai
risiko mungkin benar – benar terjadi dimulai dari
ganggun teknis,” Ujar Sri Hastuti.
Hal utama ketika keterampilan menyusun yang
menjadi penting bagi penulis rencana kontingensi
sebagai berikut Pertama, lakukan persiapan sebelum menyusun rencana kontingensi. Tujuan utama
penyusunan rencana kontigensi adalah mempertahankan kesinambungan kegiatan operasional
organisasi apabila terjadi bencana. Kedua, buatlah rencana kontingensi dengan menjawab tiga hal
pertanya penting (peristiwa apa yang mungkin terjadi, Tindakan apa yang akan kita lakukan untuk
mengatasinya, apa yang perlu kita lakukan untuk mempersiapkan diri), tahapan ketiga, Cari tahu
risiko apa saja yang kemungkinan besar akan dihadapi oleh organisasi yang Anda Kelola.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
23
Menentukan risiko yang mungkin terjadi merupakan salah satu aspek penting dalam menyusun
rencana kontingensi. Akan tetapi prosesnya akan berbeda sesuai situasi dan kondisi setiap
organisasi. Anda juga harus mempertimbangkan situasi dan kondisi organisasi anda sendiri saat
menentukan risiko. Terakhir, Pertimbangan risiko sesuai prioritas. Tentukan peringkat risiko
berdasarkan peluang terjadinya risiko. Pada umumnya, rencana kontingensi tidak bisa
mengantisipasi semua risiko sebab peluang terjadinya tidak sama. Berusahala mencari tahu risiko
yang peluang terjadinya paling besar dan sangat mempengaruhi kegiatan operasional.” Tegas
beliau.
Keterampilan Menyusun
Kamis, 24 Maret 2021, 13.00 – 17.00
Sentul, Proses penyusunan rencana kontingensi
tersebut terdiri dari tujuh tahap,yaitu : 1. Penilaian
bahaya. Tahap ini melakukan pengumpulan informasi
yang cukup mengenai bahaya, risiko dan kerentanan
yang terkait dengan kejadian kedaruratan yang
diperdisikan 2. Penentuan kejadian. Menentukan akar
penyebab kejadian yang akan terjadi. 3.
Pengembangan scenario. Beberapa scenario
dikembangkan dengan mempertimbangkan berbagai
bentuk kejadian darurat bencana yang diramalkan
menggunakan dimensi – dimensi waktu, ruang dan magnitut sebagai parameter. Skenario ini harus
juga memperhitungkan dampak bencana pada nyawa manusia, perumahan, harta bencana. 4
Penetapan kebijakan dan strategi. Kegiatan tanggap bahaya kontingensi memerlukan sebuah visi.
Pada tingkat nasional, terdapat kebijakan dasar untuk penanggulangan bencana yang juga
memberikan platform yang dibutuhkan bagi perencanaan kontingensi. 5 Analisis kesenjangan.
Tahapan ini berfokus pada analisis dan pengaturan diantara sector – sector, menjawab pertanyaan
tentang penampilan setiap sector saat kedaruratan terjadi, menetapkan tujuan sector, menentukan
indicator diantara sector, menentukan kebutuhan dengan membandingkan sumber daya yang ada
dengan kebutuhan uang diperlukan, dan menggambarkan bagan arus untuk kegiatan sector dan cara
tugas – tugas disebarkan kepada anggota sector. 6 Rencana tindak lanjut. Tahap ini merupakan
rangkaian konsolida simulasi dari menyusun draft sampai merampungkan rencana kontingensi.
Rencana kontingensi yang baik harus membatasi tugas dan fungsi dan memperjelasnya sendini
mungkin 7. Formalisasi aktifiasi. Rencana akhir harus diserahkan kepada otoritas yang terkait.
Pengesahan sedemikian sangat penting untuk memastikan komitmen kelembagaan daripada pihak
yang terlibat dan menjadikan rencana kerja tidak sekedar bersifat akademis tetapi menjadi rencana
Tindakan resmi’Ujar Bayu
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
24
PEMBELAJARAN HARI KE 5
Keterampilan Menyusun
Jumat, 25 Maret 2021, 08.00 – 10.00
Sentul – Setelah 4 hari menjalani pembelajaran perencanaan kontingensi secara virtual di Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB), sebanyak 30 peserta
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 Tahun Anggaran 2022 yang terbagi 4 kelompok
melaksanakan persentasi hal tugas kelompok dalam penyusunan perencanaan kontingensi yang
disesuaikan dengan teman disaster oleh pengampuh mata pelatihan.
Dalam persentasi hasil kelompok, praktiknya para peserta dengan menggunakan berbagai media
pembelajran berupa media pembelajaran yang berbasis Teknologi. Hasil presentasi sebagai berikut:
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
25
Rencana Tindak Lanjut
Jumat, 25 Februari 2021, 10.15 – 10.30
Sentul – Setelah peserta pelatihan Perencanaan
Kontingensi Angkatan 3 Penanggulangan Bencana
dibekali pengetahuan dan keterampilan, maka sesi akhir
dalam pelatihan ini adalah menyusun Rencana Tindak
Lanjut (RTL). Dalam penyusunan RTL disini
seyogyanya diarahkan kepada pencapaian tujuan agar
Quality Control diterapkan pada setiap pelatihan yang
telah terakreditasi. Hal ini merupakan salah satu kegiatan
yang harus dilakukan dalam menjamin mutu pelatihan.
Karena RTL itu merupakan suatu perencanaan suatu kegiatan, maka kita mulai dengan pengertian
perencanaan terlebih dahulu,” Tegas Tim Evaluasi
Perencanaan merupakan salah satu fungsi organik dari manajemen yang bertujuan untuk
memecahkan masalah melalui suatu proses sistematis yang memiliki urutan logis dari langkah
sebelumnya.
Oleh karena perencanaan adalah suatu proses pemecahan masalah, maka langkah awal dalam
perencanaan adalah menguraikan masalah secara jelas, sedangkan langkah akhir adalah
menghasilkan suatu dokumen rencana yang siap dilaksanakan.
Post – Test
Jumat, 23 Maret 2021, 10.30 – 11.15
Sentul – Pelaksanaan post – test dimaksud untuk mengetahui sejauhmana pemahaman akhir peserta
terhadap materi yang telah diberikan pada proses pembelajaran. Tujuannya adalah mengetahui
seberapa besar peningkatan point dari pre ke post test. Kenaikan point post – test mengambarkan
keberhasilan proses pembelajaran selama pelatihan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
berlangsung sehingga dapat menjadi feedback bagi peserta, penyelenggaraan dan fasilitator sebagai
bahan evaluasi dan masukan untuk perbaikan ke depan.” Ujar Tim Evaluasi
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
26
Penutupan
Jumat, 23 Maret 2021, 13.00 - selesai
Sentul – Kapala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Berton Panjaitan secara
resmi menutup kegiatan pelatihan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 secara virtual, Jumat
(25/3/2021) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana.
Sebelum acara penutupan dilaksanakan para peserta diharuskan untuk membuat RTL (Rencana
Tindak Lanjut) guna untuk mempraktekan ilmu yang mereka dapatkan selama kegiatan pelatihan di
satuan kerja masing – masing.
Berton Panjaitan dalam sambutannya Pelatihan ini sangat penting sekali. Memberikan
panduang/pengangan kepada peserta pelatihan dalam melakukan perencanaan kontingensi
menyeluruh, terarah dan terpadu di tingkat provinsi/kabupaten/kota dengan penyesuaian pada
karakter kelembagaan, mandate dan lingkup kewenang masing – masing.
Dalam kaitan tersebut, saya mengharapkan agar peserta mampu menegaskan bahwa rencana
kontingensi, alih – alih sebagai daftar kebutuhan, merupakan proyeksi kapasitas daerah di dalam
merespon kebutuhan masyarakat berisiko di situasi darurat secara tepat waktu dan efektif, dan
menjawab kekuartiran bahwa renkon tidak digunakan atau diabaikan pada saat pengembangan
rencana operasi.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
27
BAB IV
PESERTA
Persyaratan Peserta Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
1. Peserta sudah mendaftarkan melalui registrasi online dan dipanggil berdasarkan surat
penetapan peserta oleh panitia;
2. Pembelajaran online dilakukan dengan dua metode, secara e-learning, dam distance
learning. E- learning adalah pembelajaran online dengan menggunakan aplikasi dari Web
Pusdiklat BNPB. Distance Learning adalah metode pembelajaran tatap muka secara online
dengan aplikasi Video Conference seperti zoom meeting;
3. Peserta akan diberikan link baik e-learning maupun distance learning setelah namanya
disapprove oleh panitia pelaksana;
4. Tidak sembarang memberikan link zoom di luar peserta yang sudah ditetapkan;
5. Peserta sudah siap di ruang virtual zoom meeting 30 menit sebelum pelajaran dimulai;
6. Pada saat mulai masuk ruang virtual, peserta diwajibkan menghidupkan fitur kamera (video)
serta mematikan fitur mikrofon;
7. Berdiri pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BNPB;
8. Jika ada pertanyaan yang akan diajukan pada saat materi sudah dimulai, peserta bisa
menuliskan pertanyaan via online zoom chat untuk narasumber terkait dengan format :
Nama – no.Urut – Pertanyaan;
9. Jika peserta ada kepentingan mendesak, beribadah atau ke kamar kecil, peserta wajib ijin
terlebih dahulu pada online zoom chat atau WA grup.
10. Selama kegiatan berlangsung, peserta harus berpakaian rapih dan sopan dengan ketentuan
selama kegiatan pembelajaran mengenakan :
a) Dinas PDH (Senin & Kamis)
b) Batik (Selasa, Rabu, Jumat)
11. Setiap akhir pembelajaran, peserta wajin mengisi formulir evaluasi terhadap materi dan
Widyaiswara/tenaga pengajar secara online yang diberikan oleh Tim Evaluasi;
12. Sebelum penutupan di akhir program penyelenggara, peserta wajib mengisi form evaluasi
terhadap penyelenggara pelatihan secara online oleh Tim Evaluasi;
13. Bagi Peserta yang kehadirannya kurang dari 90 % dari total Jam Pelajaran dan tidak
disertai Surat Ijin/Surat Keterangan Sakit dari Dokter, maka yang bersangkutan dinyatakan
gugur (tidak lulus)
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
28
BAB V
TENAGA PELATIHAN
A. Tenaga Pendidik
Tenaga Kediklatan pada Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 e-learning adalah:
1. Penceramah/narasumber adalah orang yang memberikan wawasan pengetahuan dan/atau
berbagi pengalaman sesuai dengan keahliannya kepada peserta Pelatihan pada kegiatan
pendidikan dan pelatihan
2. Pengajar adalah orang yang memberikan informasi dan pengetahuan kepada peserta
dalam suatu kegiatan pembelajaran yang terdiri dari pengampu materi (Widyaiswara) dan
penguji;
3. Pengelola dan Penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan
Bencana yaitu Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional Tertentu Widyaiswara yang
bertugas pada Lembaga Pelatihan.
B. Persyaratan Tenaga Pelatihan
Tenaga pengajar pada Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 adalah Widyaiswara, pakar,
praktisi dan narasumber yang memiliki kompetensi.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
29
BAB VI
FASILITAS PELATIHAN
A. Fasilitas Pelatihan
Fasilitas Pelatihan yang diperlukan meliputi:
1. Prasarana
1) Ruang Kantor;
2) Ruang telecoeference;
2. Sarana
1) Komputer/Laptop;
2) Jaringan Wireless Fidelity (Wi-fi);
3) Buku referensi;
4) Bahan Ajar;
5) Bank Kasus;
6) Teknologi Multimedia.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
30
BAB VII
PEMBINAAN DAN ANGGARAN
A. Perencanaan
Perencanaan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 e-learning diatur sebagai berikut:
1. Pusdiklat Penanggulangan Bencana menyiapkan Term of Reference (TOR) pelatihan yang
akan diadakan, alokasi biaya dan sumber daya manusia (susunan kepanitian) yang diperlukan
termasuk media pembelajaran;
2. Pusdiklat Penanggulangan Bencana membentuk Tim Penyelenggara dan Tim Pengajar
dengan penugasan masing – masing termasuk pemantauan, penilaian dan pembimbingan
terhadap peserta Pelatihan;
3. Dalam perencanaan, pengelola dan penyelenggara pelatihan merencanakan kebutuhan
penyelenggaraan pelatihan yang meliputi jadwal pembelajaran, tenaga kediklatan, pengelola
dan penyelenggara, sarana dan prasarana selama pelatihan.
B. Pembinaan
Pembinaan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 diatur oleh Pusdiklat Penanggulangan Bencana
dengan melakukan monitoring dan/atau evaluasi terhadap setiap penyelenggaraan Perencanaan
Kontingensi Angkatan 2, dan menyampaikan rekomendasi peningkatan kualitas
penyelenggaraannya kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana
C. Pembiayaan
1. Biaya program Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 dibebankan pada anggaran Pusdiklat
Penanggulangan Bencana;
2. Indek biaya program Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 ditetapkan oleh Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Penanggulangan Bencana.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
31
BAB VIII
EVALUASI
A. Evaluasi Penyelenggaraan
Evaluasi penyelenggaraan dilaksanakan setiap hari dan di akhir pelatihan dengan responden
peserta pelatihan sebagai berikut:
Hasil rekapitulasi dan penilaian reaksi peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan
Perencanaan Kontingensi Provinsi Banten Angkatan 3 mengalami peningkatan di setiap
harinya dan memiliki nilai rata-rata keseluruhan sebesar 86,42 dengan kategori Memuaskan.
B. Evaluasi terhadap pengajar/Widyaiswara
Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh penilain yang menggambarkan
tingkat kepuasan peserta terhadap kemampuan pengajar/Widyaiswara dalam menyampaikan
pengetahuan dan atau keterampilan kepada peserta dengan baik, dapat dipahami dan diserap
oleh peserta sebagai berikut:
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
32
Note:
1. Evaluasi pembelajaran (learning), evaluasi peserta merupakan salah satu evaluasi yang
digunakan untuk mendapatkan kualifikasi kelulusan peserta dengan memperhatikan 3
(tiga) factor yaitu:
• Keterampilan 50 %;
• Ujian Akhir 40 % (Kecapakan: Simulasi/Praktek, Tugas dan Aktifan);
• Sikap peserta 10 % (Ketepatan Hadir, Etika dan Sopan Santun);
C. Evaluasi Sikap dan Keterampilan Peserta
Sikap peserta memuat beberapa penilaian yaitu Kehadiran dalam satu hari pelatihan,
ketepatan hadir di kelas atau ketepatan setiap sesi materi, dan etika sopan santun selama
mengikuti pembelajaran Pelatihan e-learning Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 sebagai
berikut:
Dari hasil akhir penilaian sikap dihasilkan nilai rata-rata 92,00 dan nilai akhir ketrampilan
peserta Pelatihan Perencanaan Kontingensi Provinsi Banten Angkatan 3 Tahun 2022
memiliki rata-rata 87,98.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
33
BAB IX
STTP
A. Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP)
1. STTP diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan
dinyatakan lulus;
2. Jenis dan bentuk, serta ukuran STTP ditetapkan oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana;
3. STTP ditandatangani oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana.
B. Registrasi
Setiap STTP harus memiliki kode registrasi dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Penanggulangan Bencana. Prosedur untuk mendapatkan kode registrasi adalah sebagai berikut:
1. Penyelenggara Pelatihan mengajukan permohonan penerbitan kode registrasi kepada
penanggungjawab Simdiklat dengan melampirkan nama peserta;
2. Penanggungjawab Simdiklat memverifikasi terhadap data peserta;
3. Penanggungjawab Simdiklat menerbitkan kode registrasi.
C. Hasil Kelulusan Pelatihan
Dari hasil Post Test, Penilaian akhir keterampilan dan Penilaian akhir sikap akan dikompail
menjadi satu nilai akhir masing-masing peserta Pelatihan sehingga didapatkan hasil kualifikasi
nilai kelulusan peserta pelatihan sebagai berikut:
Dari hasil penilaian akhir dengan kompilasi nilai
Keterampilan, Sikap dan Ujian Akhir didapatkan
bahwa sebanyak 30 peserta yang mengikuti, nilai rata-
rata keseluruhan sebesar 78,43 dengan nilai tertinggi
95,50 dan nilai terendah sebesar 48,83. Dari 30 peserta
jumlah peserta lulus sebanyak 27 orang atau 90% dan
dengan rincian: 1) Lulus Memuaskan 7 orang, 23,33 %
2) Lulus Baik Sekali 24 orang, 30,00% 3) Lulus Baik 2
orang, 33,33 % dan 4) Tidak lulus sebanyak 3 orang
13, 33 %.
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
34
BAB X
KESIMPULAN
Adapun hasil yang ingin dicapai dari pelatihan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 Tahun
Anggaran 2022 ini antara lain :
1. Terwujudnya peserta Perencanaan Kontingensi yang mampu menguasai dan mengajarkan
program pembelajaran berbasis penyusunan rencana kontingensi penanggulangan bencana;
2. Terwujudnya budaya yang kondusif dalam pengembangan SDM penanggulangan bencana
secara berkelanjutan yang berdampak kepada peningkatan prestasi belajar;
3. Terhimpunnya berbagai hasil pengembangan bahan ajar dan model – model pembelajaran
Saran
1. Pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan full secara zoom menjadikan peserta Lelah
2. Kurangnya sarana prasarana peserta sehingga menggunakan satu zoom dengan beberapa peserta
pelatihan dan ini menyebabkan kesulitan dalam pengamatan peserta selama mengikuti pelatihan
3. Belum secara keseluruhan peserta berkomitmen pada tugas yang diberikan oleh narasumber
karena bersifat kelompok
Perencanaan Kontingensi Angkatan 3
35