The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini berisi tentang lembar kerja peserta didik mengenai kartu persediaan barang dagang

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ezra.19011, 2021-05-05 00:59:16

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

E-book ini berisi tentang lembar kerja peserta didik mengenai kartu persediaan barang dagang

Keywords: LKPD

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 1

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, taufiq dan
hidayahN ya, sehingga modul Laporan Persediaan Barang Dagangan ini dapat tersusun
dengan baik. Modul ini disusun dalam rangka membantu peserta didik dalam memahami
tentang laporan persediaan barang dagangan. Secara umum persediaan dalam perusahaan
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, tergantung dari jenis perusahaannya,
diantaranya persediaan barang jadi, persediaan barang dapam proses, persediaan bahan baku,
persediaan bahan habis pakai (supplies), persediaan barang dagangan.

Untuk mengelola setiap jenis persediaan tersebut pada dasarnya relative sama, yakni
bagaimana menciptakan manajemen persediaan efektif dan efisien. Manajemen persediaan
yang efektif dan efisien ini memiliki arti persediaan yang ada dalam perusahaan sesuai
dengan kebutuhan, sehingga perusahaan dapat menjalankan operasinya secara normal.
Karena persediaan yang tinggi akan membutuhkan banyak biaya penyimpanan, sebaliknya
persediaan yang terlalu rendah akan menyebabkan terhambatnya proses kegiatan yang ada
dalam perusahaan.

Terdapat enam materi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik dalam
LKPD ini, yakni pengertian persediaan barang dagang, fungsi laporan/kartu persediaan
barang dagang, sistem pencatatan persediaan barang dagang, metode pencatatan persediaan
barang dagang, menyiapkan pengelolaan kartu persediaan barang dagang, penyusunan buku
besar pembantu/kartu persediaan barang dagang

Akhirnya LKPD ini masih sangat sederhana dan masih jauh dari sempurna, untuk itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.

Jombang, 13 April 2021

Ezra Reanita Rendrayana

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 3

DAFTAR ISI

Cover Luar .......................................................................................................................... 1
Cover Dalam ...................................................................................................................... 2
Kata Pengantar ................................................................................................................... 3
Daftar Isi ............................................................................................................................ 4
Petunjuk Belajar ................................................................................................................. 5
Standar Kompetensi ........................................................................................................... 6
Kompetensi Inti .................................................................................................................. 6
Kompetensi Dasar .............................................................................................................. 7
Alokasi Waktu .................................................................................................................... 7
Indikator Pembelajaran Kompetensi................................................................................... 7
Tujuan Pembelajaran ......................................................................................................... 8
Materi Pembelajaran .......................................................................................................... 8
Informasi Pendukung ......................................................................................................... 9
Peta Konsep ....................................................................................................................... 10
Uraian Materi :

Pengertian persediaan barang dagang .................................................................... 11
Fungsi laporan/kartu persediaan barang dagang..................................................... 11
Sistem pencatatan persediaan barang dagang ........................................................ 12
Metode pencatatan persediaan barang dagang ....................................................... 13
Menyiapkan pengelolaan kartu persediaan barang dagang ................................... 14
Menyusun buku besar pembantu/kartu persediaan barang dagang ........................ 16
Rangkuman ........................................................................................................................ 18
Pratikum Study Kasus Perhitugan ...................................................................................... 19
Soal Pilihan Ganda ............................................................................................................. 28
Soal Uraian.......................................................................................................................... 33
Pedoman Penilaian.............................................................................................................. 36
Daftar Pustaka .................................................................................................................... 38

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 4

PETUNJUK BELAJAR

Bacalah petunjuk penggunaan LKPD ini dan pahamilah isinya untuk
memudahkan anda dan guru sebagai fasilitator/instruktur menggunakan modul ini
dalam proses pembelajaran.

1. Petunjuk Bagi Peserta Didik

a. Bacalah dengan cermat rumusan tujuan akhir dari kegiatan belajar ini yang
memuat kinerja yang diharapkan, kriteria keberhasilan dan kondisi yang
diberikan dalam rangka membentuk kompetensi kerja yang akan dicapai
melalui modul ini.

b. Bacalah dengan cermat dan pahami dengan baik, setiap materi yang ada pada
modul ini, kerjakan tugas praktik dan jawablah pertanyaan soal essay, pilihan
ganda yang ada pada modul ini.

c. Apabila dalam proses memahami materi mengalami kesulitan maka
diperbolehkan untuk diskusi kepada teman anda atau konsultasikan dengan
guru sebagai fasilitator.

d. Setelah menuntaskan semua kegiatan belajar, selanjutnya diperbolehkan
mempelajari modul untuk tahap selanjutnya..

e. Tidak dibenarkan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran berikutnya,
apabila belum menguasai secara tuntas materi kegiatan belajar sebelumnya.

2. Petunjuk Bagi Guru

a. Pastikan peserta didik untuk mempersiapkan diri untuk mempelajari modul
ini.

b. Bantulah peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar dalam rangka
mempelajari modul ini.

c. Berikan perhatian khusus pada kegiatan pembelajaran, tempat kegiatan belajar
dan waktu penyelesaian akhir pembelajaran, agar mereka dapat belajar efektif
dan efisien.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 5

d. Berikan motivasi, bimbingan, dan pendamping pada peserta didik agar
semangat dalam kegiatan pembelajaran.

STANDAR KOMPETENSI

Mengelola laporan/kartu persediaan barang
dagang

KOMPETENSI INTI

KI-1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 Menghayati dan mengamalkan perilaku perilaku (jujur, disiplin, tanggung

jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 6

KOMPETENSI DASAR

3.13 Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu/kartu persediaan
barang dagang secara perpetual pada perusahaan dagang

4.13 Melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu/kartu persediaan
barang dagang secara perpetual pada perusahaan dagang

ALOKASI WAKTU

2 x 45 menit = 90 menit (2x pertemuan)

INDIKATOR

3.13.1 Menguraikan pengertian buku pembantu/kartu persedian barang dagang
secara perpetual pada perusahaan dagang.

3.13.2 Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu kartu
persediaan barang dagang secara perpetual pada perusahaan dagang.

4.13.1 Menyiapkan buku besar pembantu kartu persediaan barang dagang secara
perpetual untuk perusahaan dagang.

4.13.2 Melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu kartu
persediaan barang dagang secara perpetual pada perusahaan dagang.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 7

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mampu memahami mengenai materi laporan/kartu persedian barang
dagang.

2. Peserta didik mampu menyelesaikan soal dan pratikum yang ada pada modul.
3. Peserta didik mampu membuat laporan/kartu persediaan barang dagang.
4. Peserta didik mampu melalukan penyusunan kartu persediaan barang dagang

secara perpetual.

MATERI PEMBELAJARAN

1. Pengertian persediaan barang dagang
2. Fungsi laporan/kartu persediaan barang dagang
3. Sistem pencatatan persediaan barang dagang
4. Metode pencatatan persediaan barang dagang
5. Menyiapkan pengelolaan kartu persediaan barang dagang
6. Menyusun buku besar pembantu/kartu persediaan barang dagang

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 8

INFORMASI PENDUKUNG

PSAK 14 Tahun 2018

Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan (PSAK) No.14 tahun 2018 adalah aset tersedia
untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa, aset dalam proses produksi untuk penjualan tersebut
atau aset dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau
pemberian jasa. Pada PSAK No.14 tahun 2018 menyatakan sistem pencatatan yang di
gunakan yaitu perhitungan fisik/periodik.

Dalam PSAK No. 14 menyatakan sistem penilaian mengatur bahwa persediaan harus
diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah PSAK No. 14 juga
menyatakan bahwa metode penilaian persediaan yang dapat dilakukan oleh perusahaan
seperti FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out), rata-rata (Avarage), metode
identifikasi spesifik, metode eceran serta menetapkan tentang persediaan dalam laporan
keuangan yang mengungkapkan kebijakan yang digunakan dalam mengukur persediaan.

Menurut PSAK No 14 Tahun 2018 formula FIFO (first in first out)/MPKP (masuk
pertama keluar pertama). Dapat diartikan bahwa persediaan yang pertama dibeli akan dijual
atau digunakan terlebih dahulu sehingga persediaan yang tertinggal dalam persediaan akhir
adalah yang dibeli atau diproduksi kemudian.

Metode LIFO (last in first out)Metode ini didasarkan atas tanggapan bahwa harga pokok
barang dari pembelian terakhir harus dibebankan kepada pendapatan, maksudnya persediaan
yang dianggap berasal dari harga pokok paling awal. Pengguna metode ini sering dilakukan
pada saat adanya kenaikan harga terus menerus sehingga harga pokok barang yang akan
dijual adalah harga yang terakhir kali masuk dan laba pada saat itu akan realities. Penilaian
persediaan dengan metode ini dalam pembebanan harga pokok biasanya tidak sesuai dengan
keadaan sebenarnya.

Menurut PSAK No 14 Tahun 2018 formula rata-rata tertimbang (average), metode biaya
rata-rata tertimbang didasarkan pada asumsi bahwa seluruh barang tercampur, sehingga
mustahil untuk menentukan barang mana yang terjual dan barang mana yang tertahan
persediaan. Harga persediaan dengan demikian ditetapkanberdasarkan harga rata-rata yang
dibayarkan untuk barang tersebut, yang ditimbang menurut jumlah yang dibeli.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 9

PETA KONSEP

METODE TANDA
PENGENAL KHUSUS

SISTEM PERIODIK METODE FIFO

KARTU METODE LIFO
PERSEDIAAN
METODE RATA-RATA
BARANG TERTIMBANG

SISTEM PERPETUAL METODE FIFO
METODE LIFO

METODE RATA-RATA
TERTIMBANG

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 10

URAIAN MATERI

1. Pengertian Persediaan Barang Dagang

Ikatan Akuntansi Indonesia (2013:14.2) menjelaskan bahwa persediaan adalah aset yang
tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa, dalam proses produksi penjualan tersebut
atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau
pembelian jasa.

Persediaan barang dagangan adalah barang-barang yang disediakan untuk dijual kepada
para konsumen selama periode normal kegiatan perusahaan. Persediaan yang dimiliki
perusahaan pada awal periode akuntansi, disebut persediaan awal. Persediaan yang dimiliki
oleh perusahaan pada akhir periode akuntansi disebut dengan persediaan akhir dan akan
dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva lancar yaitu pada rekening persediaan dan dipihak
lain dicantumkan dalam laporan rugi-laba sebagai salah satu elemen yang akan berpengaruh
pada penentuan laba bersih perusahaan.

Persediaan barang dagang merupakan komponen yang paling penting dalam perusahaan
dagang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam melakukan jual beli, persediaan barang
yang tersedia digudang harus mendapatkan penanganan khusus yang berkaitan dengan keluar
masuknya persediaan barang dagangan.

2. Fungsi Laporan/Kartu Persediaan Barang Dagang

Fungsinya tetap sama untuk mencatat mutasi persediaan barang. Lebih detail lagi fungsi
dari laporan/kartu persediaan barang dagang :

1. Memberikan informasi persediaan barang meliputi jumlah dan berapa nilai dari
per barang.

2. Mengontrol persediaan, penerimaan, dan pemakaian barang.
3. Memberikan data persediaan barang, untuk kepentingan perhitungan dan analisis.
4. Melakukan pengecekan barang pada bagian gudang.
5. Mempermudah pemimpin dalam mengambil keputusan berkaitan dengan

penjualan barang.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 11

3. Sistem Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Dalam akuntansi perusahaan dagang, dikenal 2 jenis sistem pencatatan persediaan, yaitu :

1. Sistem Perpetual

Sistem ini mencatat pembelian setiap hari terhadap barang dagangan. Nilai
persediaan barang akan dimasukkan ke dalam akun persediaan barang dan pada saat
terjadi transaksi maka akan secara otomatis mengurangi barang tersebut yaitu dengan
menghitung nilai pokok penjualan secara langsung. Kelebihan dari metode ini adalah
sewaktu–waktu nilai persediaan dapat diketahui, begitu juga dengan laporan laba rugi
tanpa harus menunggu akhir periode.

Dalam sistem ini terdapat satu catatan tersendiri yang disebut kartu stok atau kartu
persediaan (stock card). Kumpulan dari kartu stok, untuk semua jenis barang yang ada
disebut buku stok atau buku persediaan. Kartu stok mencatat detail seperti
penambahan, pengurangan dan saldo yang ada setelah terjadinya suatu transaksi. Tiap
transaksi dicatat kuantitas barangnya, harga pokok/unit jumlah nilainya, Penambahan
dalam kartu stok biasanya berasal dari pembelian barang dagang. Di samping
pembelian, penambahan dalam kartu stok juga dapat berasal dari penjualan retur.
Pengurangan dalam kartu stok, pada umumnya berasal dari penjualan barang dagang.
Pengurangan dapat juga terjadi dari pembelian retur.

2. Sistem Periodik

Sistem ini tidak mencatat nilai persediaan secara rutin, bahkan terkadang hanya
mencatat nilai persediaan akhir pada akhir periode akuntansi melalui stok opname.
Sistem ini mencatat transaksi pembelian ke dalam akun pembelian, sehingga dalam
pencatatan laporan laba rugi nilai pembelian akan dicatat sebagai pengurang penjualan
atau pendapatan.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 12

4. Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Suhayati dan Anggadini (2009:226), menjelaskan bahwa metode pencatatan fisik
merupakan pencatatan persediaan dimana mutasi persediaan tidak menggunakan buku
besar melainkan memakai perkiraan pembelian, retur pembelian, penjualan, retur
penjualan dan sebagainya; tidak memakai kartu persediaan; kalkulasi biaya persediaan
dengan menetapkan persediaan akhir terlebih dahulu melalui perhitungan secara fisik
selanjutnya dihitung harga pokok penjualan.

Suhayati dan Anggadini (2009:226) menyatakan bahwa metode pencatatan perpetual
adalah suatu metode pencatatan persediaan yang pencatatan persediaannya dilakukan
secara terus-menerus dalam kartu persediaan. Berikut metode penilaian persediaan,
diantaranya :

1. Metode masuk pertama keluar pertama atau First In First Out (FIFO Method)
Menurut Martani (2012:255) metode FIFO adalah bahwa barang dagang yang pertama
dibeli adalah barang dagang yang pertama dijual karena harga pokok penjualan dinilai
berdasarkan harga pokok persediaan pertama masuk maka harga pokok persediaan
tersisa terdiri dari harga pokok persediaan yang terakhir kali masuk.

2. Metode masuk akhir keluar pertama atau Last In First Out (LIFO Method) Menurut
Martani (2012:255) mengasumsikan bahwa barang-barang yang terakhir dibeli atau
diproduksi akan dijual terlebih dahulu, sehingga yang tertinggal dalam persediaan
akhir adalah barang-barang yang dibeli atau diproduksi pertama kali.

3. Metode biaya rata-rata (Average Cost Method) Menurut Martani (2012:256) metode
biaya rata-rata merupakan biaya perolehan setiap barang ditentukan dengan rata-rata
tertimbang dari biaya perolehan dari barang yang sejenis pada awal suatu periode dan
biaya perolehan barang tersebut dibeli atau diproduksi selama periode yang
bersangkutan. Metode pencatatan periodik menggunakan metode harga pokok rata-
rata tertimbang sedangkan pencatatan perpetual menggunakan metode harga pokok
rata-rata bergerak.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 13

A. 5. Menyiapkan Pengelolaan Kartu Persediaan
BD

A. Dokumen Transaksi dan Buku yang diperlukan untuk membuat Kartu Persediaan
1. Dokumen transaksi yang diperlukan.
Dokumen transaksi dan bukti pendukung yang terkait dengan pencatatan mutasi
persediaan barang supplies adalah sebagai berikut:
a. Surat permintaan pembelian
b. Surat order pembelian
c. Laporan penerimaan barang
d. Faktur pembelian
e. Surat order pengiriman barang
f. Faktur penjualan
g. Memo kredit
2. Buku-buku yang digunakan.
Dalam penyelenggaraan akuntansi secara manual buku-buku yang diperlukan untuk
pencatatan persediaan barang supplies sebagai berikut:
a. Buku jurnal pembelian; sebagai tempat mencatat transaksi pembelian secara
kredit.
b. Buku jurnal penjualan; sebagai tempat mencatat transaksi penjualan secara
kredit.
c. Buku jurnal pengeluaran kas; sebagai tempat mencatat transaksi pembelian
secara tunai.
d. Buku jurnal penerimaan kas; sebagai tempat mencatat transaksi penjualan
secara tunai.
e. Buku jurnal umum; sebagai tempat mencatat retur pembelian dan retur
penjualan.
f. Kartu persediaan; sebagai tempat mencatat mutasi persediaan.

Dalam perusahaan dagang persediaan terdiri atas satu golongan yaitu persediaan barang
dagangan yang merupakan barang yang dibeli untuk dijual kembali. Sistem akuntansi
persediaan barang dagangan bertujuan untuk mencapai mutasi tiap – tiap jenis persediaan
yang disimpan di gudang , hal ini berkaitan erat dengan pembelian atau penerimaan

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 14

barang dagangan, retur pembelian , penjualan barang dagangan atau pengeluaran dan retur
penjualan. Dibawah ini adalah contoh kartu persediaan barang.

Petunjuk pengisian kartu persediaan barang tersebut sebagai berikut :
a. Lajur 1 : diisi tanggal penerimaan / pengeluaran barang.
b. Lajur 2 : diisi nomor dan tanggal surat penerimaan / pengeluaran barang.
c. Lajur 3 : diisi asal penerimaan / unit yang menerima barang.
d. Lajur 4 : diisi harga satuan tiap barang yang diterima.
e. Lajur 5 : diisi jumlah barang setiap kali masuk / penerimaan.
f. Lajur 6 : diisi unit sisa barang yang dikeluarkan.
g. Lajur 7 : diisi harga satuan tiap barang yang dikeluarkan.
h. Lajur 8 : diisi jumlah harga barang yang dikeluarkan.
i. Lajur 9 : diisi unit sisa barang yang ada dalam gudang / persediaan.
j. Lajur 10 : diisi harga satuan tiap barang sisa sebagai persediaan.
k. Lajur 11 : diisi jumlah harga barang sisa sebagai persediaan.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 15

6. Menyusun Buku Pembantu/Kartu Persediaan Barang Dagang

Menentukan saldo akhir persediaan dapat menggunakan diantaranya metode FIFO, LIFO,
dan biaya rata-rata tertimbang diilustrasikan dalam sistem persediaan perpetual. Kita akan
memberi ilustrasi untuk setiap metode menggunakan data untuk barang 127B, seperti
ditunjukkan berikut ini.

Contoh Soal :

1. Metode Masuk‐Pertama, Keluar‐Pertama (FIFO)
Saat metode FIFO dari biaya persediaan digunakan, biaya dimasukkan dalam beban

pokok penjualan dengan urutan yang sama saat biaya tersebut terjadi. Metode FIFO sering
konsisten dengan arus fisik atau pergerakan barang. Oleh karena itu, metode FIFO
memberikan hasil yang kurang lebih sama dengan hasil yang diperoleh dari metode
identifikasi biaya spesifik untuk setiap unit terjual dan yang masih berada dalam
persediaan.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 16

2. Metode Masuk‐Terakhir, Keluar‐Pertama (LIFO)
Saat metode LIFO digunakan dalam sistem persediaan perpetual, biaya unit yang

terjual merupakan biaya dari pembelian yang terakhir. Penggunaan metode LIFO awalnya
dibatasi pada situasi yang sangat jarang di mana unit yang terjual diambil dari barang yang
diperoleh paling akhir. Tetapi, untuk tujuan perpajakan, saat ini metode LIFO banyak
digunakan meskipun metode ini tidak mencerminkan arus fisik unit.

3. Metode Biaya Rata‐Rata Tertimbang
Saat metode ini digunakan dalam sistem persediaan perpetual, biaya unit rata‐rata

tertimbang dihitung setiap ada pembelian yang dilakukan. Biaya unit ini digunakan untuk
menentukan beban pokok penjualan sampai pembelian berikutnya dilakukan dan nilai
rata‐rata baru dihitung. Teknik ini disebut rata‐rata bergerak (moving average).

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 17

RANGKUMAN

Ikatan Akuntansi Indonesia (2013:14.2) menjelaskan bahwa persediaan
adalah aset yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa, dalam
proses produksi penjualan tersebut atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan
untuk digunakan dalam proses produksi atau pembelian jasa. Persediaan
barang dagang merupakan komponen yang paling penting dalam perusahaan
dagang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam melakukan jual beli,
persediaan barang yang tersedia digudang harus mendapatkan penanganan
khusus yang berkaitan dengan keluar masuknya persediaan barang dagangan.

Sistem pencatatan persediaan barang dagang dibagi menjadi dua jenis yaitu,
sistem periodik dan sistem perpetual. Sistem pencatatan metode perpetual
disebut juga metode buku adalah sistem dimana setiap persediaan yang masuk
dan keluar dicatat di pembukuan. Sementara metode periodik dilakukan
dengan menghitung jumlah persediaan di akhir suatu periode untuk melakukan
pembukuannya.

Metode pencatatan perpetual adalah suatu metode pencatatan persediaan
yang pencatatan persediaannya dilakukan secara terus-menerus dalam kartu
persediaan. Beberapa metode pencatatan perpetual penilaian persediaan, yaitu
metode masuk pertama keluar pertama atau First In First Out (FIFO Method),
metode masuk akhir keluar pertama atau Last In First Out (LIFO Method),
metode biaya rata-rata average Cost Method).

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 18

PRATIKUM STUDY KASUS PERHITUNGAN

PETUNJUK UMUM

1. Periksa dan bacalah dengan cermat soal-soal sebelum anda menjawab
2. Laporkan kepada guru apabila terdapat kekurangan / kerusakan soal
3. Perhatikan dan ikutilah petunjuk pengerjaan pada lembar jawaban yang
tersedia
4. Fokuslah untuk menghitung agar jawaban tepat
5. Kerjakan soal dengan bolpoin pada lembar jawab yang tersedia
6. Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada guru

PETUNJUK KHUSUS

1. Praktikum study kasus perhitungan laporan/kartu persediaan barang dagang
terdapat 2 soal study kasus

2. Pengerjaan dilakukan untuk individu bukan kelompok
3. Apabila individu tidak paham boleh bertanya kepada guru ataupun teman
4. Waktu pengerjaan setiap soal adalah 90 menit
5. Jawaban langsung ditulis pada LKPD masing-masing yang telah di sediakan

kolom jawaban
6. Setiap peserta didik wajib untuk mengumpulkan hasil pengerjaannya

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 19

STUDY KASUS 1

1. PT Boutique adalah sebuah perusahaan distributor yang bergerak di bidang fashion
muslim dengan menggunakan sistem perpetual untuk mencatat mutasi barang dagang
dengan menggunakan kartu persediaan. Berikut ini adalah data dari PT Boutique untuk
bulan Desember 2020 :

Tanggal Keterangan Unit Biaya Per Unit Jumlah Biaya

1 Desember Persediaan 3.000 Rp. 30.000 Rp. 200.000.000

5 Desember Pembelian 1.000 Rp. 32.000 Rp. 156.000.000

10 Desember Penjualan 2.000 Rp. 34.000 Rp. 108.000.000

20 Desember Pembelian 2.500 Rp. 56.000 Rp. 140.000.000

25 Desember Penjualan 1.500 Rp. 58.000 Rp. 174.000.000

30 Desember Pembelian 4.000 Rp. 60.000 Rp. 300.000.000

Buatlah kartu persediaan yang digunakan untuk mencatat mutase persediaan barang
dagang PT Skinzra untuk bulan yang berakhir tanggal 31 Desember 2020 dengan
menggunakan sistem persediaan perpetual dengan setiap metode biaya berikut ini :

a. First In First Out (FIFO)

b. Last In First Out (LIFO)

c. Average (Rata-Rata Bergerak)

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 20

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 21

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 22

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 23

STUDY KASUS 2

2. PT Skinzra adalah sebuah perusahaan distributor yang bergerak di bidang jual beli face
wash brand Skin Glow dengan menggunakan sistem perpetual untuk mencatat mutasi
barang dagang dengan menggunakan kartu persediaan. Berikut ini adalah data dari PT
Skinzra untuk bulan Mei 2020 :

Tanggal Keterangan Unit Biaya Per Unit Jumlah Biaya

1 Mei Persediaan 3.000 Rp. 52.000 Rp. 156.000.000

5 Mei Penjualan 2.000 Rp. 54.000 Rp. 108.000.000

8 Mei Pembelian 2.500 Rp. 56.000 Rp. 140.000.000

10 Mei Penjualan 3.000 Rp. 58.000 Rp. 174.000.000

15 Mei Penjualan 1.500 Rp. 62.000 Rp. 93.000.000

18 Mei Pembelian 3.000 Rp. 64.000 Rp. 192.000.000

23 Mei Pembelian 2.500 Rp. 68.000 Rp. 170.000.000

25 Mei Penjualan 2.000 Rp. 70.000 Rp. 140.000.000

28 Mei Pembelian 1.500 Rp. 72.000 Rp. 108.000.000

30 Mei Penjualan 1.000 Rp. 74.000 Rp. 74.000.000

Hitunglah persediaan akhir per 31 Mei 2020 dengan menggunakan sistem persediaan
perpetual dengan setiap metode biaya berikut ini :

a. First In First Out (FIFO)
b. Last In First Out (LIFO)
c. Average (Rata-Rata Bergerak)

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 24

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 25

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 26

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 27

SOAL PILIHAN GANDA

PETUNJUK UMUM

1. Periksa dan bacalah dengan cermat soal-soal sebelum anda menjawab
2. Laporkan kepada guru apabila terdapat kekurangan / kerusakan soal
3. Perhatikan dan ikutilah petunjuk pengerjaan pada lembar jawaban yang
tersedia
4. Dahulukan menjawab soal-soal yang anda anggap mudah
5. Kerjakan soal dengan bolpoin pada lembar jawab yang tersedia
6. Apabila individu tidak paham boleh bertanya kepada guru ataupun teman
7. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru

PETUNJUK KHUSUS

1. Jumlah soal 10 butir pilihan ganda dan 5 butir soal uraian
2. Untuk soal PILIHAN GANDA, berilah tanda silang (X) huruf A, B, C, D,

atau E pada lembar jawab sebagai jawaban yang anda anggap paling tepat.
3. Apabila anda ingin memperbaiki/mengganti jawaban PILIHAN GANDA,

berilah dua garis sejajar mendatar jawaban semula (X), kemudian berilah
tanda silang (X) huruf pilihan jawaban yang anda anggap benar
4. Untuk soal uraian, jawablah pertanyaan dengan singkat, jelas dan tepat pada
tempat yang tersedia. Apabila lembar jawaban tidak mencukupi, gunakan
lembar kosong disebaliknya..

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 28

1. Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.14 butir 4
menjelaskan bahwa sebuah aset perusahaan yang sengaja dibeli dan
disimpan, kemudian dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan.
Atau sebuah barang-barang yang disediakan untuk dijual kepada para
konsumen selama periode normal kegiatan perusahaan, merupakan
istilah pengertian dari…

a. Persediaan barang dagang
b. Persediaan akhir
c. Persediaan awal
d. Harga perolehan
e. Pembelian barang dagang
2. Berikut ini merupakan Metode Penilaian Persediaan, diantaranya :
1. Fifo
2. Perpetual
3. Lifo
4. Periodik
5. Average
Dari data diatas manakah yang termasuk metode penilaian persediaan
adalah…
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 2 dan 4
c. 1, 2 dan 5
d. 1, 3 dan 4
e. 1, 3 dan 5

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 29

3. Salah satu metode penilaian dengan sistem fisik setiap barang bahwa
barang dagang yang pertama dibeli adalah barang dagang yang pertama
dijual karena harga pokok penjualan dinilai berdasarkan harga pokok
persediaan pertama masuk maka harga pokok persediaan tersisa terdiri
dari harga pokok persediaan yang terakhir kali masuk, merupakan
pengertian dari metode...

a. Harga eceran
b. Rata-Rata
c. FIFO
d. LIFO
e. Identifikasi khusus

4. Suatu metode yang menetapkan mengasumsikan bahwa barang-barang
yang terakhir dibeli atau diproduksi akan dijual terlebih dahulu, sehingga
yang tertinggal dalam persediaan akhir adalah barang-barang yang dibeli
atau diproduksi pertama kali adalah metode...

a. Harga eceran
b. Rata-Rata
c. FIFO
d. LIFO
e. Identifikasi khusus

5. Biaya perolehan setiap barang ditentukan dengan rata-rata tertimbang
dari biaya perolehan dari barang yang sejenis pada awal suatu periode
dan biaya perolehan barang tersebut dibeli atau diproduksi selama
periode yang bersangkutan, merupakan pengertian dari metode...

a. Harga eceran
b. Rata-Rata
c. FIFO
d. LIFO
e. Identifikasi khusus

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 30

6. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang skincare body care
sedang melakukan penghitungan nilai persediaan barang dagangan yang
menggunakan pecatatan metode FIFO yaitu metode yang menetapkan...

a. Harga jual lebih rendah
b. Harga barang dagang
c. Barang terakhir masuk dianggap keluar pertama
d. Barang masuk pertama dianggap keluar terakhir
e. Barang masuk pertama dianggap keluar pertama

7. Berikut ini merupakan Fungsi dari Laporan/Kartu Persediaan Barang
Dagang diantaranya :

1. Memberikan informasi persediaan barang meliputi jumlah dan
berapa nilai dari per barang.

2. Mengontrol persediaan, penerimaan, dan pemakaian barang.
3. Memberikan data persediaan barang kepada pembeli.
4. Melakukan pengecekan barang pada bagian gudang.
5. Mempermudah pemimpin dalam melakukan penjualan barang.

Dari data diatas manakah yang termasuk fungsi dari kartu persediaan
barang dagang adalah…

a. 1, 2 dan 3

b. 1, 2 dan 4

c. 1, 2 dan 5

d. 1, 3 dan 4

e. 1, 3 dan 5

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 31

8. Persediaan barang dagangan terdapat pada jenis perusahaan dagang
yang kegiatan utamanya adalah........

a. Merusak barang dagang

b. Membeli dan menjual barang dagang

c. Mengirim barang dagang

d. Menyimpan barang dagang

e. Menstock barang dagang

9. Perusahaan PT Rashop bergerak dalam bidang fashion telah melakukan
pencatatan persediaan akhir menggunakan metode FIFO maka barang
dagang yang akan keluar dari gudang adalah…

a. Barang yang pertama dibeli
b. Barang yang terakhir di beli
c. Barang yang mendekati kadaluarsa
d. Barang yang tidak awet
e. Barang yang paling banyak terdapat digudang

10. Perusahaan PT Queen Retha melakukan sebuah pencatatan akuntansi
mengenai persedian yang terdapat didalam gudang untuk mencatat
mutasi persediaan, maka disebut...

a. Kartu gudang
b. Kartu perhitungan barang
c. Kartu penjualan
d. Kartu aktiva tetap
e. Kartu persediaan

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 32

SOAL URAIAN

1. Jelaskan apa yang Anda ketahui dengan pengertian persediaan barang
dagangan bagi perusahaan dagang menurut analisis Anda sendiri ?

Penyelesain :

…………………………………………………………………………………………………………………………..
..........…………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………

2. Sebutkan dan jelaskan buku-buku yang digunakan pada pencatatan
persediaan barang dagang ?

Penyelesain :

……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………..

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 33

3. Sebutkan dokumen transaksi dan bukti pendukung terkait dengan
pencatatan mutasi persediaan barang dagang yang Anda ketahui ?

Penyelesain :

…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………

4. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang akuntansi perusahaan dagang,
terkait sistem pencatatan persediaan secara perpetual dan periodik ?

Penyelesain :

…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 34

5. Metode pencatatan perpetual adalah suatu metode pencatatan persediaan

yang pencatatan persediaannya dilakukan secara terus-menerus dalam

kartu persediaan. Sebutkan dan jelaskan yang Anda ketahui mengenai

metode penilaian persediaan menurut pencatatan perpetual ?

Penyelesain :

……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 35

PEDOMAN PENILAIAN

A. SOAL UJI KOMPETENSI

1. Soal Pilihan Ganda

Di LKPD ini terdiri dari 10 soal pilihan ganda. Setiap soal yang dijawab dengan
benar dan tepat maka akan dikalikan 3.

Sehingga skor maksimal pilihan ganda ialah 10 x 3 = 30

2. Soal Uraian

Di LKPD ini terdiri dari 5 soal uraian. Setiap soal yang dijawab dengan benar dan
tepat maka mendapatkan skor 4. Sedangkan jawaban kurang tepat akan
mendapatkan skor 3 dan apabila menjawab tetapi salah mendapatkan skor 2.

B. PRATIKUM

Kriteria penilaian untuk pratikum meliputi :

1. Setiap penyusunan kartu persediaan metode FIFO dengan tepat dan jelas hingga
sampai selesai maka diberikan skor 15. Apabila mengerjakan hingga hanya
setengah saja maka akan diberikan skor 8.

2. Setiap penyusunan kartu persediaan metode LIFO dengan tepat dan jelas hingga
sampai selesai maka diberikan skor 15. Apabila mengerjakan hingga hanya
setengah saja maka akan diberikan skor 8.

3. Setiap penyusunan kartu persediaan metode AVERAGE dengan tepat dan jelas
hingga sampai selesai maka diberikan skor 15. Apabila mengerjakan hingga hanya
setengah saja maka akan diberikan skor 8.

4. Kerapian dalam pencatatan skor 5.

5. Ketetapan waktu pengerjaan skor 5.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 36

Catatan :

Tingkat penguasaan peserta didik adalah :

(Skor Soal Uji Kompetensi Keseluruhan + Skor Pratikum) %

Sehingga apabila nilai yang diperoleh oleh peserta didik mencapai tingkat
kepuasaan yaitu >75% maka peserta didik dapat melanjutkan materi selanjutnya,
sedangkan apabila peserta didik mencapai tingkat kepuasaan yaitu < 75% maka
peserta didik tidak dapat melanjutkan materi selanjutnya, sehingga peserta didik
dapat mempelajari materi kembali.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 37

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 2001. Sistim Akuntansi. Edisi ke 3. Jakarta : Salemba
Carl s. Warren, James M. Reeve, Jonathan E.Duchac, Novrys Suhardianto, Devi Sulistyo

Kalanjati, Amir Abadi Jusuf, Chaerul D. Djakman. 2017.
Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia. Edisi 25. Jakarta : Salemba Empat
Windy atmawardani rachman. Akuntansi Persediaan. Modul Akuntansi Dasar 2
Arif Gunarto. Modul Mengelola Persediaan Barang Dagang

Martani, Dwi dkk. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK. Buku 1.
Jakarta: Salemba Empat.

Suhayati, Ely and Sri Dewi Anggadini. 2009. Akuntansi Keuangan.Yogyakarta: Graha
Ilmu.

IAI, Standar Akuntansi Keuangan Persediaan,(Garha Akuntan: Jakarta, 2018) , 14.1

http://ukidanbahagia.blogspot.com/2018/04/soal-akuntansi-persediaan-xi-ak.html di akses
pada 29 April 2018.

http://digilib.uinsby.ac.id/33528/2/Nanda%20Puji%20Lestari_G72215019.pdf di akses pada
17 Juli 2019.

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 38

EZRA REANITA RENDRAYANA

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 39

KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG

LKPD KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG


Click to View FlipBook Version
Previous Book
คู่มือการดำเนินงาน ผู้แสดงความสามารถ ตามพระราชบัญญัติ ควบคุมการขอทาน พ.ศ.2559
Next Book
HK 06.06