Pemetaan aset sekolah dengan pendekatan berbasis kekuatan (asset based approach) Pemetaan Proses S A N T I A G U S T I N A , M . P d Asetsekolah
TABLE OF CONTENT 1 PENDAHULUAN Terdiri dari latar belakang, tujuan kegiatan dan sasaran. 2 PEMETAAN ASET SEKOLAH Terdiri dari pihak yang terlibat, pemetaan aset sekolah dan bagan pemetaan aset. 3 PENUTUP Terdiri dari kesimpulan dan saran 4 LAMPIRAN Terdiri dari notulen rapat dan foto dokumentasi
1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perumusan visi dalam satuan pendidikan adalah kegiatan yang paling penting dilakukan oleh seorang pemimpin dalam lembaga yang ia pimpin. Visi atau tujuan dalam sebuah organisasi menggambarkan proses bagaimana sebuah organisasi tersebut melaksanakan seluruh kegiatan dalam rangka mencapai tujuannya. Dalam organisasi pembelajar, secara umum sekolah didirikan adalah untuk melaksnakan tujuan pendidikan Nasional. Menurut Isjoni (2015:77) Pendidikan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (murid), dalam hal penguasaan pengetahuan dan teknologi, pengembangan sikap dan keribadian, pengembangan dan pemberian keterampilan hidup (life skill) untuk hidup dan berada di tengah-tengah masyarakat maupun di dunia kerja. Perubahan-perubahan peradaban manusia di era revolusi industri 4.0 secara tarnsformational dan global sangat berpengaruh terhadap seluruh substansi dalam bidang pendidikan. Transformasi tersebut mewarnai aspek dalam dunia pendidikan, baik itu dari segi teknis pembelajaran, konten (isi) pembelajaran, maupun output pendidikan berupa qualitas SDM (murid) yang dihasilkan. Perubahanperubahan ini memberikan signal pada setiap satuan pendidikan untuk melakukan perubahanperubahan dalam satuan pendidikan khususnya yang menyangkut dengan tujuan atau sasaran pendidikan, yaitu murid. Seorang CGP perlu melakukan tindakan aksi nyatanya untuk melakukan perubahan paradigma tentang program-program sekolah yang lebih berpihak pada murid sebagai prioritas utama dalam hal pengelolaan program sekolah. Program-program tersebut juga perlu dinalisis lebih lanjut terkait keterhubungan dengan visi dan misi sekolah yang telah disepakati sekolah. Disinilah perlunya, seorang CGP melakukan refleksi tentang semua program sekolah yang telah ada dan melakukan analisis secara mendalam. CGP juga perlu melakukan pemetaan ulang terkait seluruh sumberdaya sekolah guna memaksimalkan potensi sekolah untuk mencapai tujuan (visi) sekolah melalui program-program kegiatan sekolah. Perlu adanya pelibatan setiap unsur dalam hala pemetaan dan perencanaan program sekolah, akan lebih mendisversifikasi program sekolah sesuai dengan ketersediaan aset dan kebutuhan murid. Melalui pemetaan aset sekolah, pemimpin dan seluruh komponen di sekolah akan mudah memetakan kenapa (why), siapa (who), dan bagaimana (how) program sekolah dilaksnakan. Proses identifikasi ini, bisa dilaksnakan melalui banyak cara. Dalam hal ini CGP bersama kepala sekolah menerapkan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA) melaui startegi Asset Based Community Development (ABCD). Dengan demikian program sekolah bisa berjalan efektif dan efisien. 2. Tujuan Kegiatan Mengidentifikasi secara kolaboratif bersama warga sekolah lainnya tentang aset/kekuatan/sumber daya yang dimiliki sekolah. 3. Sasaran Aset sekolah
2 BAB II PEMETAAN ASET SEKOLAH 2.1 Pihak yang Terlibat Dalam rangka mengoptimalkan potensi sekolah, Calon Guru Penggerak (CGP) harus melakukan diskusi dan koordinasi dengan berbagai lemen tentang aset (sumber daya) yang dimiliki sekolah. Pentingnya pemetaan aset yang dimiliki satuan pendidikan, akan membantu pemimpin dalam mewujudkan tujuan (visi) sekolah secara terarah dan terpadu. Beberapa elemen yang dilibatkan oleh CGP, diantaranya: 1. Kepala sekolah 2. Guru 3. Orangtua/wali murid, tokoh masyarakat dan perwakilan gender. 4. Siswa Hasil diskusi dan rapat dengan kepala sekolah, guru, orangtua/wali, tokoh masyarakat dan perwakilan gender dan siswa, secara umum memiliki kesamaan. Setiap diskusi yang dilaksanakan CGP dengan beberapa pihak, berfokus pada identifikasi 7 aset sekolah yang dimanfaatkan untuk proses pengembangan sekolah. Tujua aset (sumber daya) sekolah tersebut, yaitu: 1. Modal manusia 2. Modal Fisik 3. Modal sosial 4. Modal agama dan budaya 5. Modal politik 6. Modal lingkungan alam 7. Modal finansial 2.2 Pemetaan Aset Sekolah 1. Modal manusia SMA Negeri 2 Tanah Putih memiliki: • Guru berjumlah 38 orang, terdiri dari 17 guru ASN, 21 guru honorer. Masing-masing guru memiliki kualifikasi akademik S1 linier dengan bidangnya, dan 4 orang kualifikasi pasca sarjana. 1 orang guru sedang mengikuti kegiatan Program Guru Penggerak, dan 1 orang sedang telah lulus seleksi calon guru penggerak angkatan 9. • Tenaga Kependidikan (TU) 4 orang. • Pustakawan, 1 orang. • Operator sekoalah, 1 orang. • Security, 1 orang. • Petugas kebersihan, 2 orang. • Penjaga sekolah, 1 orang. Selain beberapa kompenen dari sumber daya manusia diatas, adanya pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi, tokoh masyarakat di lingkungan sekolah sangat berperan penting dalam menunjang kemajuan pendidikan sekolah. Adanya jumlah siswa sebanyak 577 orang dengan latar belakang demografi yang sangat heterogen memberikan warna dalam proses pembelajaran. Guru ditugaskan kedalam tujuh kelompok, yaitu:
3 1) Aset Manusia Anggota: • Irma Suriati Damanik, S.Pd • Santi Afriza, S.Pi • Devi Yulianti, S.Pd • Ardiga Belatama, S.Pd 2) Aspek Fisik Anggota: • Puswadi, S.Pd • Fajri S.Pd • Jefri Antoni, S.Pd 3) Aset Sosial Anggota: • Irmawati, S.Pd • Siti Rohani, S.Pd • Leni ariesia, S.Pd • Yulmanita, S.Pd 4) Aset lingkungan Anggota: • Sameto, S.Pd • Ida Royani, S.Pd • Ratna Juwita., ST • Yusni, S.Pd 5) Aset Politik Anggota: • Yusrinawati, S.Pd • Reda Risky Kurniati, S.Pd • Nurhasanah, S.Pd • Abdul Majid, s.Pd 6) Aset Budaya Dan Agama Anggota: • Anisrawati, S.Pd • Yusriani, S.Pdi • Deva Reza Agus, S.Pd • M. Ikhsan, S.Pdi 7) Aset Finansial Anggota: • Helmiyah, S.Pd • Syaftrinella, S.Pd • Jumadi, S.Ag • Pila, S.Pd 2. Modal Fisik Sarana dan prasarana sebagai yang dimiliki SMAN2 Tanah Putih , yaitu: • Ruang kelas yang terdiri dari 18 rombel. • Ruang kepala sekolah, 1 unit. • Ruang majelis guru + Toilet, 1 unit. • Ruang UKS, 1 unit. • Perpustakaan, 1 unit.
4 • Toilet siswa, 6 unit. • Ruang TU (Tendik) + toilet,1 unit. • Labor fisika, 1 unit. • Labor kimia, 1 unit. • Labor biologi, 1 unit. • Labor TIK, 1 unit. • Mushola, 1 unit. • Lapangan olahraga sekaligus UPB, • Kantin, 3 unit. • Gajebo, 2 unit. • Ruang keterampilan, 1 unti • Ruang penyimpanan alat olahraga, 1 unit. • Gudang, 1 unit. • Rumah penjaga sekolah, 1unit. • Pekarangan depan kelas. • Lapangan upacara dan lapangan olahraga • Sumber air yang cukup. 3. Modal sosial Adanya hubungan sosial yang baik pada beberapa lembaga pemerintah, seperti POLRES kabupaten Rokan Hilir dan POLSEK kecamatan Tanah Putih yang letak nya tidak jauh dari sekolah membuat sekolah sering mendapat kunjungan terkait program-program kepolisian yang berhubungan dengan kebutuhan siswa SMA, seperti sosilaisasi anti narkoba dan miras, sosialisasi disiplin berkendara, sosialisasi jenjang sekolah kepolisian. Begitupula hubungan sosial yang baik dengan KORAMIL untuk distrik Tanah Putih, PUSKESMAS kecamatan Tanah Putih dan Pemerintahan yang bertugas di kecamatan Tanah Putih, beberapa sekolah terdekat seperti MTsN, SMPN 6, SMAN 1 Tanah Putih Tanjung Melawan, SMAN 4 Tanah Putih dan juga SMAN 1 Tanah Putih, dimana sering melakukan kegiatan pertandingan pada saat classmeeting maupun hari besar Nasional. 4. Modal agama dan budaya Adanya latar belakang demogrfi penduduk (murid) yang heterogen menyebabkan sekolah membuat program-program yang berdisversifikasi sesuai kebutuhan murid. Adanya program Unjuk Bakat guna mengekspresikan bakat, minat murid dalam konteks kebudayaan lokal, Penduduk mayoritas memeluk agama islam, memberi potensi bagi sekolah untuk mengembangkan sikap religius dan ahlak mulia. Sehingga sekolah membuat programprogram pendukung seperti, Jumat brebagi, wirid yasin, dan lain lain. 5. Modal politik Seorang pemimpin memerlukan dukungan baik secara internal maupun eksternal atas kepmimpinannya, terutama dalam hal pengambilan keputusan atau kebijakan yang menyangkut berbagai aspek strategis dalam lingkungan masyarakat setempat. Dalam hal ini, SMAN 2 Tanah Putih memiliki aset yang baik dengan adanya dukungan dari tokoh masyarakat di lingkungan sekolah (Kepenghuluan Ujung Tanjung, tingkat kecamatan Tanah Putih, Kabupaten dan Provinsi). Dukungan internal warga sekolah yang sangat kondusif memberikan budaya positif tumbuh dan berkembang menjadi budaya organisasi sekolah.
5 Pemetaan guru berbasis kompetensi, kebijakan sekolah juga membuthkan dukungan dari warga sekolah melalui adanya SDM yang diberdayakan untuk mendukung dan mempromosikan setiap kebijakan sekolah yang terkadang mendapat tantangan. Dengan memilih beberapa guru yang memiliki keterampilan mengatur strategi dalam mengambil keputusan, maka sekolah mudah menjalankan kebijakan yang telah dibuat. 6. Modal lungkungan alam Letak geografis sekolah yang terletak di titik koordinat sentral untuk kabupaten Rokan Hilir, memberi potensi yang sangat baik bagi sekolah dalam melaksnakan kegiatan-kegiatan pendukung pembelajaran. Kegiatan-kegiatan perlombaan dan sosialisasi dari Dinas Pendidikan sering dilaksnakan di sekolah. Selain posisi geografis sekolah, sekolah juga memiliki aset sumber air bersih yang mencukupi, tanah yang subur, pepohonan yang rimbun dan perkebunan penduduk di belakang sekolah memberikan produksi oksigen sebagai sumber udara bersih bagi warga sekolah sangat baik. 7. Modal finansial Sumber dana oprasional sekolah bersumber dari dana BOS dan BOSDA. Sebagian besar dana digunakan dalam memberikan gaji guru honor (tidak tetap) yang berjumlah sebanyak 21 orang. Sebagian dana dimanfaatkan dalam mengoptimalkan kualitas SDM (murid) melalui program-program intarkurikuler, ko kurikuler dan ekstrakurikuler. 2.3 Bagan Pemetaan Aset Gambar 1. Pemetaan aset di SMAN 2 Tanah Putih
6 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan 1. SMA N 2 Tanah Putih memiliki sumber daya yang baik dari semua aspek (manusia, sosial, fisik, lingkungan alam, agama dan budaya, politik dan finansial) 2. Semua aset sekolah telah diidentifikasi secara rinci untuk keperluan pengembangan sekolah dalam mencapai tujuan (visi) sekolah. 2.1. Saran 1. Perlu adanya analisis lebih lanjut terkait aset manusia agar pemetaan/pembagian tugas dan jabatan bisa lebih optimal dalam rangka pencapaian tujuan sekolah (visi) 2. Program-program sekolah yang sudah berjalan lebih dikembangkan.
7
DISKUSI CGP DENGAN KEPALA SEKOLAH Mengidentifikasi Aset/Kekuatan yang Dimiliki SMAN 2 Tanah Putih Hari : Senin Tanggal : 12 Mei 2023 Jam : 08.00 – 09.00 WIB Tempat : Ruangan Kepala Sekolah Peserta : - CGP - Kepala Sekolah Acara : CGP Mengidentifikasi Aset/Kekuatan yang dimiliki SMAN 2 Tanah Putih Susunan Acara : - CGP Menyampaikan konsep dasar berpikir dan pengelolaan sumber daya di sekolah dengan memanfaatkan modal/aset yang ada di sekolah - Diskusi dan tanya jawab dengan kepala sekolah - Penutup ISI DISKUSI : 1. CGP: ✓ CGP menyampaikan konsep dasar berpikir aset dan pengelolaan sumber daya di sekolah dengan memanfaatkan modal/aset yang ada sehingga bisa menjadi kekuatan yang menunjang pembelajaran yang berpihak pada murid. Ada 7 modal/sumber daya, yaitu: modal manusia, modal fisik, modal lingkungan alam, modal politik, modal agama dan budaya dan modal finansial. 2. BAPAK DAWANI SIPAHUTAR, S.Pd (KEPALA SEKOLAH) ✓ Modal Manusia Menurut Bapak Dawani Sipahutar, S.Pd bahwasannya Guru berjumlah 38 orang, terdiri dari 17 guru ASN, 21 guru honorer. Masing-masing guru memiliki kualifikasi akademik S1 linier dengan bidangnya, dan 4 orang kualifikasi pasca sarjana. 1 orang guru sedang mengikuti kegiatan Program Guru Penggerak, dan 1 orang sedang telah lulus seleksi calon guru penggerak angkatan 9. Tenaga Kependidikan (TU) 4 orang, Pustakawan berjumlah 1 orang. Operator sekoalah berjumlah 1 orang, 1 orang Security, 2 orang petugas kebersihan, 1 orang penjaga sekolah. Selain beberapa kompenen dari sumber daya manusia diatas, adanya pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi, tokoh masyarakat di lingkungan sekolah sangat berperan penting dalam menunjang kemajuan pendidikan sekolah. Adanya jumlah siswa sebanyak 577 orang dengan latar belakang demografi yang sangat heterogen memberikan warna dalam proses pembelajaran. ✓ Modal Sosial Bapak Dawani, S.Pd mengungkapkan bahwasannya modal sosial yang menjadi kekuatan di sekolah ini adalah hubungan internal yang baik antara dirinya dengan gurunya, Tendik dan murid-muridnya. Hubungan eksternal pihak sekolah dengan komite sekolah. Wali murid, masyarakat, perangkat desa setempat, Polsek, Koramil, Puskesmas, serta alumni sekolah ini dengan adanya dukungan yang diberikan terhadap program-program sekolah
✓ Modal Fisik Sarana dan prasarana sebagai modal fisik, SMAN2 Tanah Putih memiliki ruang kelas yang terdiri dari 18 rombel, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang majelis guru, 1 ruang UKS, 1 ruang perpustakaan, 6 toilet siswa, 1paket toilet guru, 1 paket toilet Ruang TU, Labor fisika, kimia, biologi, TIK, Mushola, Lapangan olahraga sekaligus UPB, kantin, Gajebo, pekarangan depan kelas, R seni, R tempat penyimpananalat olahraga, Gudang, Rumah penjaga sekolah sumber air berssih yang ckup dan sarana prasarana lainnya. ✓ Modal Agama dan Budaya Adanya latar belakang demogrfi penduduk (murid) yang heterogen menyebabkan sekolah membuat program-program yang berdisversifikasi sesuai kebutuhan murid. Adanya program Unjuk Bakat guna mengekspresikan bakat, minat murid dalam konteks kebudayaan lokal, Penduduk mayoritas memeluk agama islam, memberi potensi bagi sekolah untuk mengembangkan sikap religius dan ahlak mulia. Sehingga sekolah membuat programprogram pendukung seperti, Jumat brebagi, wirid yasin, dan lain lain. ✓ Modal Politik Seorang pemimpin memerlukan dukungan baik secara internal maupun eksternal atas kepmimpinannya, terutama dalam hal pengambilan keputusan atau kebijakan yang menyangkut berbagai aspek strategis dalam lingkungan masyarakat setempat. Dalam hal ini, SMAN 2 Tanah Putih memiliki aset yang baik dengan adanya dukungan dari tokoh masyarakat di lingkungan sekolah (Kepenghuluan Ujung Tanjung, tingkat kecamatan Tanah Putih, Kabupaten dan Provinsi). Dukungan internal warga sekolah yang sangat kondusif memberikan budaya positif tumbuh dan berkembang menjadi budaya organisasi sekolah. Pemetaan guru berbasis kompetensi, kebijakan sekolah juga membuthkan dukungan dari warga sekolah melalui adanya SDM yang diberdayakan untuk mendukung dan mempromosikan setiap kebijakan sekolah yang terkadang mendapat tantangan. Dengan memilih beberapa guru yang memiliki keterampilan mengatur strategi dalam mengambil keputusan, maka sekolah mudah menjalankan kebijakan yang telah dibuat ✓ Modal Lingkungan/Alam Lingkungan alam di sekitar sekolahan yang asri, udaranya bersih dan sejuk, sehingga memiliki suplai oksigen yang cukup. Sumber air lingkungan dari mata air yang bersih. Di sekolah juga terdapat beraneka ragam jenis tanaman sehingga nampak asri dan rindang yang mendukung pembelajaran untuk murid menjadi nyaman. ✓ Modal Finansial Modal Finansial yang menjadi aset/kekuatan di MAN 2 Tanah Putih yaitu adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagian besar untuk pemenuhan kebutuhan belajar murid dan BOSDA sebagian besar untuk gaji guru honorer dan Tendik. Mengetahui, Ujung Tanjung, 15 Mei 2023 NOTULEN RAPAT Irmawati, S.Pd NIP. 196712251998022001
DISKUSI CGP DENGAN REKAN GURU Mengidentifikasi Aset/Kekuatan yang Dimiliki SMAN 2Tanah Putih Hari : Sabtu Tanggal : 20 Mei 2023 Jam : 08.00 WIB Tempat : Ruangan Perpustakaan Peserta : - CGP - Kepala Sekolah - Komite Sekolah - Guru dan Tendik Acara : CGP Mengidentifikasi Aset/Kekuatan yang dimiliki oleh SMAN 2 TANAH PUTIH Susunan Acara : 1) Pembukaan Sambutan-Sambutan: • Kepala Sekolah • Komite Sekolah 2) Diskusi dan tanya jawab dengan kepala sekolah 3) Pemaparan Materi Pemetaan Aset 4) Tanya Jawab 5) Diskusi Kelompok Aset 6) Presentasi Hasil Pemetaan Aset 7) Penguatan oleh CGP 8) Do’a/penutup 1. Pembukaan Pada rapat pemetaan aset sekolah dipandu oleh Pembawa Acara yaitu Irmawati, S.Pd pada pukul 08.00 WIB, dihadiri sebanyak orang dan di buka dengan bacaan Basmallah dan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian pembawa acara membacakan susunan acara 2. Sambutan Kepala Sekolah a. Ucapan syukur dan terimakasih atas kehadiran Tim Pemetaan Aset Sekolah dalam rapat b. Kepala sekolah sangat mendukung kegiatan ini dan berharap rapat ini dapat menjadi prakrik baik bagi bapak/ibu guru di SMA Negeri 2 Tanah Putih yang dapat menghasilkan suatu rencana program sekolah yang berdampak pada murid c. Kepala sekolah berpesan agar dalam rapat ini dapat menggali dan menemukan seluruh aset sekolah sehingga bisa menjadi kekuatan bagi sekolah d. Kepala sekolah juga berharap adanya perubahan pola pikir dari bapak.ibu guru agar bisa meningkatkan profesionalitasnya melalui peningkatan dirinya sebagai bentuk aset sumber daya manusia 3. Sambutan Komite Sekolah a. Komite mendukung kegiatan pemetaan b. Komite akan selalu mendukung program sekolah c. Komite berharap dengan adanya guru penggerak di SMAN2 Tanah Putih mampu menjadikan praktik baik untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di SMAN 2 Tanah Putih d. Komite juga mendorong bapak/ibu tim aset untuk membuat program yang berdampak baik terhadap lingkungan sekolah
4. Pemaparan materi pemetaan aset oleh CGP a. Sekolah sebagai ekosistem b. Faktor biotik (unsur yang hidup) c. Faktor abiotik (unsur yang tidak hidup) d. Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Defisit-Based approach) e. Pendekatan berbasis aset/kekuatan (Aset-Based Approach) f. 7 aset-aset dalam sebuah komunitas 5. Tanya Jawab H. Sameto, S.Pd (Guru Kimia): Materi yang disampaikan oleh CGP memberikan pencerahan dan pemahaman baru tentang potensi dari sumber daya yang dimiliki oleh SMAN2 Tanah Putih. Pemaparan CGP dapat mendorong serta menumbuhkan kreativitas bapak/ibu guru SMAN2 Tanah Putih dapat mengenal dirinya sendiri dan membangun aset yang ada, yaitu perilaku yang menemukan, memetakan, menghubungkan, dan memanfaatkan sumber daya seluruh komunitas yang ada. Bagaimana sekolah harus dibangun dengan melihat pada kekuatan, potensi, dan tantangan. 6. Diskusi Kelompok Aset a. Tim pemetaan aset berkelompok sesuai dengan SK meliputi aset manusia, sosial, politik, agama dan budaya, fisik, lingkungan/alam dan finansial. b. Masing-masing tim memetakan aset berdiskusi tentang pemetaan aset dan strategi pemanfaatan dari masing-masing aset tersebut c. Kegiatan diskusi berlangsung selama 30 menit 7. Presentasi Hasil Pemetaan Aset a. Presentasi dilakukan oleh setiap kelompok aset masing-masing selama 15 menit dan ditanggapi oleh kelompok lain. CGP membuat resume hasil presentasi yang akan digunakan sebagai bahan penguatan di akhir kegiatan. b. Tanggapan dari hasil presentasi 1) Aset Manusia Anggota: • Irma Suriati Damanik, S.Pd • Santi Afriza, S.Pi • Devi Yulianti, S.Pd • Ardiga Belatama, S.Pd Tanggapan: Menurut Ibu santi Afriza yang masuk dalam kategori modal manusia yang ada di SMAN2 Tanah Putih yaitu seluruh warga sekolah meliputi kepala sekolah, guru, tendik, murid serta dari aspek eksternal, yaitu wali murid, pengurus komite sekolah, tokoh masyarakat, pengawas sekolah. Kepala sekolah juga memiliki kedisiplinan yang tinggi dan semangat untuk kemajuan sekolah, guru-guru yang berkompeten dengan kompetensinya yang beragam serta siswa dengan berbagai karakter dan latar belakang yang beragam. 2) Aspek Fisik Anggota: • Puswadi, S.Pd • Fajri S.Pd • Jefri Antoni, S.Pd Tanggapan: Menurut Bpk Jefri, SMAN2 Tanah Putih memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung atau memenuhi kebutuhan semua warga sekolah.
Diantaranya ada ruang kelas 18 rombel, 1 ruang Kepala Sekolah, ruang guru, Labor fisika, kimia, biologi masing-masing 1 unit, labor TIK (2 unit), Ruang perpustakaan, Musholla, 6 WC putra dan putri, Taman setiap kelas, Gajebo (3 unit), rest area bawah pohon dengan temapat duduk, Ruang wakil (1 unit), Ruang TU (1), Pantri (1), Gudang, Ruang penyimpanan alat olahraga, ruang keterampilan, UKS , parkir murid, parkir guru, rumah penjaga sekolah, kantin, 2 sumber air yang cukup dan sarana prasarana lainnya yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran di sekolah. 3) Aset Sosial Anggota: • Irmawati, S.Pd • Siti Rohani, S.Pd • Leni ariesia, S.Pd • Yulmanita, S.Pd Tanggapan: Aset sosial yang dimiliki sekolah yaitu adanya hubungan yang sangat baik antara pihak sekolah dengan Kepolisian (Polsek dan Polres Rokan Hilir), yaitu sosialisasi tentang bahaya Miras dan Narkoba, Tertib lalulintas dan informasi jenjang karir/sekolah kepolisian. Koramil kec. Tanah Putih, dengan kegiatan sosialisasi perekrutan anggota PASKIBRA, TNI AD, AKMIL dan lain sebagainya. Puskesmas kec tanah Putih, dengan kegiatan sosialisasi bahaya seks bebas, bahaya menikah usia dini, bahaya rokok dan Narkotika, pola hidup sehat, dan lain sebagainya. Petugas Kecamatan Tanah Putih, dengan kegiatan pembuatan KTP bagi siswa berusia 17 tahun keatas, dan kegiatan perlombaan tingkat kecamatan, KIP dan lain sebagainya. MTsN dan beberapa sekolah lainnya, terkait informasi dan program sekolah, perlombaan antar sekolah, dan lain sebagainya. Serta orang tua murid terkait pengembangan potensi murid melalui pembelajaranpembelajaran ko kurikuler (proyek), ekstrakurikuler, dan kegiatan pengembangan seperti ajang dan lomba yang dilakukan murid secara mandiri. 4) Aset lingkungan Anggota: • Sameto, S.Pd • Ida Royani, S.Pd • Ratna Juwita., ST • Yusni, S.Pd Tanggapan: Bapak Sameto mengungkapkan bahwasanya sekolah memiliki lingkungan yang asri, rindang dengan beraneka ragam jenis tanaman serta lingkungan yang bersih. Ini didukung dengan adanya tempat pembuangan sampah di masing-masing kelas dan di halaman belakang yang mendukung sekolah tetap bersih. Adanya lahan yang disediakan sekolah didepan setiap kelas siswa memberikan siswa berpeluang untuk mengelola taman kelas menjadi lebih menarik. 5) Aset Politik Anggota: • Yusrinawati, S.Pd • Reda Risky Kurniati, S.Pd • Nurhasanah, S.Pd
• Abdul Majid, s.Pd Tanggapan: Modal politik yang ada di sekolah ini adalah dengan menggandeng pokok masyarakat dalam beberapa kegiatan sekolah serta program sekolah, misalnya saat kegiatan perpisahan kelas 12, kegiatan keagamaan, kegiatan pertemuan dengan orang tua murid. Selain itu sekolah juga berkolaborasi dengan Polsek setempat, Koramil, dan Puskesmas 6) Aset Budaya Dan Agama Anggota: • Anisrawati, S.Pd • Yusriani, S.Pdi • Deva Reza Agus, S.Pd • M. Ikhsan, S.Pdi Tanggapan: Pembentukan karakter murid yang religius dan berbudaya di sekolah ini dengan adanya pembiasaan kegiatan membaca surat Yasin setiap Jumat, pembacaan suratsurat pendek sebelum pembelajaran, infak setiap hari Jumat dan Program Jumat Berbagi. Budaya literasi yang dilaksanakan setiap hari untuk meningkatkan minat baca siswa, budaya 5S setiap pagi saat memasuki halaman sekolah. Program Unjuk Bakat yang dilaksnakan setiap hari kamis memberikan murid untuk bisa mengekspresikan minta dan bakatnya. Kegiatan Literasi Show setiap minggu ke -2 Jumat juga memberikan peluang bagi murid yang memiliki kemampuan literasi dengan baik untuk memperomosikan diri dan sekolahnya. 7) Aset Finansial Anggota: • Helmiyah, S.Pd • Syaftrinella, S.Pd • Jumadi, S.Ag • Pila, S.Pd Tanggapan: Sumber dana utama sebagai modal finansial yaitu berasal dari dana BOS dan BOSDA memberikan masukan untuk penggunaan anggaran di RKAS hendaknya proporsi untuk kegiatan siswa lebih diperbanyak dan diutamakan mengingat program sekolah saat ini lebih berbasis pada keberpihakan murid dan Student Centered 8. Penguatan oleh CGP a. CGP membacakan kesimpulan dan proses diskusi dan menyampaikan bahwa kesimpulan ini nantinya akan menjadi hasil pemetaan aset yang akan digunakan sebagai bahan oleh seluruh unsur sekolah dalam menentukan sebuah program atau kegiatan. b. Berdasarkan hasil pemetaan aset ini, seluruh peserta rapat memunculkan kesepakatan akan melaksanakan program “G-PAGE” yang sudah sangat sesuai dengan potensi sekolah mengingat: 1) Sekolah memiliki taman depan kelas yang sebagian besar belum dimanfaatkan 2) Program ini juga merupakan lanjutan dari perlombaan 7K yang selama ini dikoordinir oleh CGP. 9. Harapan CGP CGP mengharapkan proses ini akan tetap terus berlangsung secara berkesinambungan dan bersama-sama seluruh warga sekolah melalui peserta rapat mengimbaskan proses yang selama ini dilakukan agar seluruh warga sekolah memiliki kesadaran diri untuk meningkatkan mutu dan kualitas sekolah dengan dukungan dari seluruh warga sekolah
10. Penutup Acara rapat ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bpk. Ikhsan, S.Pd pada pukul 11.00 WIB Mengetahui, Ujung Tanjung, 20 Mei 2023 NOTULEN RAPAT Irmawati, S.Pd NIP. 196712251998022001
DISKUSI CGP DENGAN ORANG TUA SISWA, TOKOH SETEMPAT, DAN KETERWAKILAN GENDER Mengidentifikasi Aset/Kekuatan yang Dimiliki SMA N 2 Tanah Putih Hari : Kamis Tanggal : 22 Mei 2023 Jam : 09.00 – 11.00 WIB Tempat : Perpustakaan Peserta : - CGP - Orang Tua Siswa - Tokoh Setempat - Keterwakilan Gender Acara : CGP mengidentifikasi Aset/Kekuatan yang dimiliki SMAN 2 Tanah Putih Susunan Acara : - CGP Menyampaikan konsep dasar berpikir dan pengelolaan sumber daya di sekolah dengan memanfaatkan modal/aset yang ada di sekolah - Diskusi dan tanya jawab dengan kepala sekolah - Penutup ISI DISKUSI : 1. CGP: CGP menyampaikan konsep dasar berpikir aset dan pengelolaan sumber daya di sekolah dengan memanfaatkan modal/aset yang ada sehingga bisa menjadi kekuatan yang menunjang pembelajaran yang berpihak pada murid. Ada 7 modal/sumber daya, yaitu: modal manusia, modal fisik, modal lingkungan alam, modal politik, modal agama dan budaya dan modal finansial. 2. Orang Tua, Tokoh Setempat, dan Keterwakilan Gender: ✓ Modal Manusia SMAN 2 Tanah Putih memiliki Kepala sekolah berdedikasi tinggi, disiplin, dan tegas. Selain itu sekolah tersebut juga memiliki guru yang melayani muridnya sepenuh hati. Siswanya semangat berprestasi, mudah diarahkan dan penurut. Sementara itu orang tua murid, anggota komite, dan masyarakat sangat terbuka. ✓ Modal Sosial Semua warga sekolah memiliki sifat kekeluargaan yang sangat erat dan baik. Guru, orang tua, dan masyarakat saling mendukung dan dapat berkolaborasi. Selain itu komite sekolah, orang tua murid, masyarakat, dan pemerintah setempat mendukung secara penuh programprogram sekolah ✓ Modal Fisik SMAN 2 Tanah Putih memiliki kelas yang bersih dengan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar. Selain itu juga memiliki halaman yang luas, sehingga leluasa untuk bermain dan berolahraga. Agar dapat terhubung dengan informasi pusat, sekolah sudah terpasang jaringan internet (wi-fi). Sementara listrik, dan air bersih juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan sekolah dengan baik
✓ Modal Agama dan Budaya Warga sekolah, orang tua siswa dan masyarakat setempat mayoritas beragama Islam dan religius. Budaya dan sikap siswa di sekolah taat dan patuh terhadap pertauran yang ada Budaya warga sekolah yang 5S sangat melekat bagi masyarakat sekitar ✓ Modal Politik Sekolah memiliki hubungan komunikasi dan kerjasama yang baik dengan orang tua, dan masyarakat setempat, dan sekolah juga membina kerjasama dengan pihak Puskesmas, dan lembaga lainnya dalam rangka mendukung program-program sekolah. ✓ Modal Lingkungan/Alam Lingkungan sekolah yang sejuk, asri, rindang serta udaranya bersih karena dikelilingi pepohonan kelapa sawit serta jauh dari kebisingan, sehingga siswa merasa nyaman untuk belajar. Airnya tergolong bersih dan segar serta tanahnya yang subur sehingga mudah untuk ditanami dengan beraneka ragam jenis tanaman. ✓ Modal Finansial Sekolah mendapatkan dana BOS dan BOSDA untuk kebutuhan sekolah dan siswa. Mengetahui, Ujung Tanjung, 22 Mei 2023 NOTULEN RAPAT Irmawati, S.Pd NIP. 196712251998022001
DISKUSI CGP DENGAN SISWA Mengidentifikasi Aset/Kekuatan yang Dimiliki SMAN 2 Tanah Putih Hari : Jum’at Tanggal : 19 Mei 2023 Jam : 08.00 – 10.00 WIB Tempat : Ruang Kelas XI-A1 Peserta : - CGP - Perwakilan Siswa Kelas X, dan XI - HUMAS Acara : CGP mengidentifikasi Aset/Kekuatan yang dimiliki oleh SMA Negeri 2 Tanah Putih Susunan Acara : - CGP Menyampaikan konsep dasar berpikir dan pengelolaan sumber daya di sekolah dengan memanfaatkan modal/aset yang ada di sekolah - Diskusi dan tanya jawab dengan CGP dan HUMAS. - Penutup ISI DISKUSI : 1. CGP: ✓ CGP menyampaikan konsep dasar berpikir aset dan pengelolaan sumber daya di sekolah dengan memanfaatkan modal/aset yang ada sehingga bisa menjadi kekuatan yang menunjang pembelajaran yang berpihak pada murid. Ada 7 modal/sumber daya, yaitu: modal manusia, modal fisik, modal lingkungan alam, modal politik, modal agama dan budaya dan modal finansial. 2. Siswa-Siswi SMAN 2 Tanah Putih: ✓ Modal Manusia SMAN 2 Tanah Putih mempunyai guru yang baik, kreatif, inovatif, ramah, penyayang, bijaksana, dan suka berbagi ditunjukkan dari prilaku sehari-hari. Kepala Sekolah yang disiplin selalu datang tepat waktu, dan penuh semangat. Teman-teman yang beragam karakter namun saling menghormati, menyayangi, rasa kekeluargaan yang erat serta adanya dukungan dari orang tua untuk selalu memotivasi dalam belajar ✓ Modal Sosial Guru selalu mengajarkan siswa untuk saling membantu. Guru dan siswa juga kompak dalam berbagai kegiatan sekolah. Orang tua siswa selalu hadir di dalam kegiatan yang melibatkan mereka. Komite sekolah, dan tokoh lain juga hadir dalam rapat untuk berdiskusi bersama kepala sekolah dan guru. Adanya kerjasama dengan pihak Polsek, Polres, Koramil, dan Puskesmas yang mendukung kegiatan sekolah ✓ Modal Fisik SMAN 2 Tanah Putih memiliki kelas yang bersih dengan sarana dan prasarana yang memadai. Halaman sekolah yang cukup luas, sehingga bisa leluasa untuk olahraga dengan alat olahraga yang lengkap. Sekolah juga memiliki toilet laki-laki dan perempuan. Adanya kantin juga membantu siswa untuk memenuhi jajan kami saat istirahat. Adanya ruang UKS yang disediakan diperuntukkan bagi siswa yang sakit. Adanya perpustakaan dapat menambah ilmu siswa, Gajebo dan tempat duduk di bawah pohon yang mereka manfaatkan untuk berisitirahat dan bersosilaisasi atau bahkan berdiskusi dan berliterasi.
✓ Modal Agama dan Budaya Siswa banyak yang muslim dan religius. Di sekolah juga terdapat kegiatan ekstrakurikuler Tahfidz, Saritilawah dan unjuk bakat. Pada setiap hari ada budaya literasi, gerakan Jumat berbagi, Literasi show pada jumat pagi, Siswa juga melaksanakan budaya 5S, Program 7K dan program seribu langkah. ✓ Modal Politik Untuk modal politik, adanya hubungan dan komunikasi serta kerjasama dengan lembaga lain seperti Polsek, Koramil, Puskesmas, dalam rangka mendukung program-program sekolah, serta alumni S MAN 2 Tabah Putih ✓ Modal Lingkungan/Alam Lingkungan sekolah yang sejuk, asri, rindang serta udaranya bersih karena dikelilingi pepohonan kelapa sawit serta jauh dari kebisingan, sehingga siswa merasa nyaman untuk belajar. Airnya tergolong bersih dan segar serta tanahnya yang subur sehingga mudah untuk ditanami dengan beraneka ragam jenis tanaman. ✓ Modal Finansial Sekolah selalu mendukung kegiatan atau program sekolah melalui dana BOS dan BOSDA Mengetahui, Ujung Tanjung, NOTULEN RAPAT Irmawati, S.Pd NIP. 196712251998022001
1 FOTO-FOTO DOKUMENTASI 1. DISKUSI DENGAN KEPALA SEKOLAH Gambar 1 A. Diskusi dengan Kepala sekolah Gambar 1 B. Diskusi dengan Kepala sekolah Gambar 3 Diksusi dengan kepala sekolah
2 2. RAPAT DENGAN MAJELIS GURU
3
4 3. RAPAT DENGAN ORANGTUA/WALI DAN PERWAKILAN GENDER
5 4. RAPAT DENGAN SISWA