The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Makalah ini berisi tentang penjelasan tentang narkoba. Mulai dari pengertian, jenis,dampak,hingga cara menghindari narkoba.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Gesy Arvita, 2020-11-13 06:04:52

Makalah Tentang Narkoba

Makalah ini berisi tentang penjelasan tentang narkoba. Mulai dari pengertian, jenis,dampak,hingga cara menghindari narkoba.

Keywords: Penjelasan Tentang Narkoba

NARKOBA

DISUSUN OLEH
NAMA : GESI ARVITA HERASANTI
KELAS / ABSEN : X-TATA BOGA 3 / 17

NISN : 0047435785

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
telah memberikan kesempatan pada penulis untuk
menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nyah
lah penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang bejudul [
NARKOBA ] tepat waktu. Makalah [ NARKOBA ] disusun guna
memenuhi tugas (Bu. Siti Widya Yanti) pada bidang (Simulasi
dan Komunikasi Digital) di (SMKN 1 TUREN). Selain itu,
penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah
wawasan bagi pembaca tentang [ NARKOBA ].

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya
kepada (Bu. Siti Widya Yanti) selaku (Guru Simulasi dan
Komunikasi Digital). Tugas yang telah diberikan ini dapat
menambah wawasan dan pengetahuan.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

[ Dampit, 13 November 2020 ]

GESI ARVITA HERASANTI

Daftar Isi

Kata pengantar.
Daftar isi.
Bab I

KD 1.1 Pengertian Narkoba .
1.2 Kelompok Berdasarkan Efek (Bahaya

Penyalahgunaan Narkoba Bagi Tubu Manusia).
Bab II

KD 2.1 Jenis-Jenis Narkoba.
2.2 Gejala-Gejala Pemakaian Narkoba Yang

Berlebihan.
Bab III

KD 3.1 Dampak Narkoba.
Bab IV

KD 4.1 Hukum Narkoba.
4.2 Cara Menghindari Narkoba.

BAB I

KD 1.1 Pengertian Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan
berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan
khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah
napza yang merupakan singkatan dari ‘Narkotika, Psikotropika dan
Zat Adiktif’.

Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada
sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi
penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah
psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak
dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini
presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar
batas dosis.

Narkotika dibedakan menjadi tiga kategori yang termasuk jenis
narkotika adalah:

• Papaver, opium mentah, memasak opium (candu, debu opium,
Jicingko), opium obat, morfin, kokain, ekgonina, tanaman ganja
dan resin ganja.

• Garam dan turunannya dari morfin dan kokain, serta campuran
dan persiapan yang mengandung bahan di atas.

Psikotropika
Psikotropika atau obat baik alamiah maupun sintetis non-

narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada
susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan aktivitas mental
dan perilaku (UU No. 5/1997).

Ada empat kelas psikotropika menurut hukum, tapi setelah
berlakunya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
narkotika, psikotropika kemudian kelas I dan kelas II narkotika. Jadi
sekarang ketika berbicara tentang masalah psikotropika kelas III dan
IV sesuai dengan UU No. 5/1997. Yang termasuk psikotropika
adalah:

* Sedatin (Pil BK), Valium, Rohypnol, Magadon, Amfetamin,
Mandrax, phencyclidine, Metifenidat, Metakualon,
Fenobarbital, Ekstasi, flunitrazepam, Shabu-shabu, LSD (Lycergic
Syntetic Diethylamide) dsb.

KD 1.2 Kelompok Berdasarkan Efek (Bahaya
Penyalahgunaan Narkoba Bagi Tubuh Manusia)

Berdasarkan efek yang ditimbulkan dari pemakainya, narkoba
dikelasifikasikan sebagai berikut :

• Halusinogen
efek obat dapat menyebabkan seseorang menjadi ber-
halusinasi untuk melihat beberapa hal / benda yang
sebenarnya tidak ada / tidak nyata bila dikonsumsi dalam dosis
tertentu. Misalnya, kokain dan LSD.

• Stimulan
yaitu efek dari obat-obatan yang dapat menyebabkan organ-
organ seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya,
sehingga lebih kuat dan cenderung membuatnya lebih senang
dan gembira untuk sementara waktu.

• Depresan

efek obat yang dapat menekan sistem saraf pusat dan
mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pengguna
merasa nyaman bahkan tertidur dan tidak sadar. Contoh
heroin.

• Addictive

yaitu efek dari obat yang menyebabkan kecanduan. Seseorang
yang telah mengambil obat biasanya akan ingin dan ingin lagi
karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang
lebih cenderung pasif, sebab obat tidak secara langsung
memutuskan saraf pada otak. Contoh: heroin, heroin dan
ganja.

• Jika terlalu lama dan telah kecanduan

obat kemudian secara bertahap akan merusak organ dalam
tubuh dan jika melebihi dosis sehingga pengguna akan
overdosis dan akhirnya menyebabkan kematian.

BAB II

KD 2.1 Jenis-Jenis Narkoba

Opiat
dikenali sebagai narkotik adalah bahan yang digunakan dalam
perubatan untuk menidurkan atau melegakan kesakitan,tetapi
mempunyai potensi yang tinggi untuk menyebabkan ketagihan.
Sebahagian daripada opiat ,seperti candu,morfin,heroin dan kodein
diperoleh daripada getah buah popi yang terdapat atau berasal dari
negara-negara Timur Tengah dan Asia.Lain-lain jenis opiat seperti
metadon adalah dadah sintetik/tiruan.

Ganja

tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena
kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC,
tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya
mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Amfetamin

Amfetamin atau Amphetamine atau Alfa-Metil-Fenetilamin atau
beta-fenil-isopropilamin, atau benzedrin, adalah obat golongan
stimulansia (hanya dapat diperoleh dengan resep dokter) yang
biasanya digunakan hanya untuk mengobati gangguan hiperaktif
karena kurang perhatian atau Attention-deficit Hyperactivity
Disorder (ADHD) pada pasien dewasa dan anak-anak. Juga digunakan
untuk mengobati gejala-gejala luka-luka traumatik pada otak dan
gejala mengantuk pada siang hari pada kasus narkolepsi dan sindrom

kelelahan kronis.Pada awalnya, amfetamin sangat populer digunakan
untuk mengurangi nafsu makan dan mengontrol berat badan. Merk
dagang Amfetamin (di AS) antara lain Adderall, dan Dexedrine.
Sementara di Indonesia dijual dalam kemasan injeksi dengan merk
dagang generik. Obat ini juga digunakan secara ilegal sebagai obat
untuk kesenangan (Recreational Club Drug) dan sebagai peningkat
penampilan (menambah percaya diri atau PD). Istilah “Amftamin”
sering digunakan pada campuran-campuran yang diturunkan dari
Amfetamin.

Kokain

senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokaina merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka
Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa
dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek
stimulan”. Saat ini kokaina masih digunakan sebagai anestetik lokal,
khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan,
karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokaina
diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfina
dan heroina karena efek adiktif.

Alkohol

minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif
dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai
negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah
kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia
tertentu.

KD 2.2 Gejalah-Gejalah Pemakaian Narkoba Yang
Berlebihan

1. Opiat (heroin, morfin, ganja)

a. perasaan senang dan bahagia
b. acuh tak acuh (apati)
c. malas bergerak
d. mengantuk
e. rasa mual
f. bicara cadel
g. pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
h. gangguan perhatian/daya ingat

2. Ganja

a. rasa senang dan bahagia
b. santai dan lemah
c. acuh tak acuh
d. mata merah
e. nafsu makan meningkat
f. mulut kering
g. pengendalian diri kurang
h. sering menguap/ngantuk
i. kurang konsentrasi
j. depresi

3. Amfetamin (shabu, ekstasi)

a. kewaspadaan meningkat
b. bergairah
c. rasa senang, bahagia
d. pupil mata melebar
e. denyut nadi dan tekanan darah meningkat
f. sukar tidur/ insomnia

g. hilang nafsu makan

4. Kokain

a. denyut jantung cepat
b. agitasi psikomotor/gelisah
c. euforia/rasa gembira berlebihan
d. rasa harga diri meningkat
e. banyak bicara
f. kewaspadaan meningkat
g. kejang
h. pupil (manik mata) melebar
i. tekanan darah meningkat
j. berkeringat/rasa dingin
k. mual/muntah
l. mudah berkelahi
m. psikosis
n. perdarahan darah otak
o. penyumbatan pembuluh darah
p. nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
q. distonia (kekakuan otot leher)

5. Alkohol

a. bicara cadel
b. jalan sempoyongan
c. wajah kemerahan
d. banyak bicara
e. mudah marah
f. gangguan pemusatan perhatian
g. nafas bau alkohol

6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)

a. bicara cadel

b. jalan sempoyongan
c. wajah kemerahan
d. banyak bicara
e. mudah marah
f. gangguan pemusatan perhatian

BAB III

KD 3.1 Dampak Narkoba

Dampak narkoba, jika disalahgunakan, seperti halnya singkatan kata
tersebut (NARKOBA: narkotika dan obat/bahan berbahaya), memang
sangatlah berbahaya bagi manusia. Narkoba dapat merusak
kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku
pemakainya.

• Dampak narkoba terhadap fisik
Pemakai narkoba akan mengalami gangguan-gangguan fisik

sebagai berikut:

a. Berat badannya akan turun secara drastis.
b. Matanya akan terlihat cekung dan merah.
c. Mukanya pucat.
d. Bibirnya menjadi kehitam-hitaman.
e. Tangannya dipenuhi bintik-bintik merah.
f. Buang air besar dan kecil kurang lancar.
g. Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.

• Dampak narkoba terhadap emosi
Pemakai narkoba akan mengalami perubahan emosi sebagai
berikut:

a. Sangat sensitif dan mudah bosan.
b. Jika ditegur atau dimarahi, pemakai akan menunjukkan

sikap membangkang.
c. Emosinya tidak stabil.
d. Kehilangan nafsu makan.

• Dampak narkoba terhadap perilaku

Pemakai narkoba akan menunjukkan perilaku negatif sebagai
berikut:

a. malas
b. sering melupakan tanggung jawab
c. jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
d. menunjukan sikap tidak peduli
e. menjauh dari keluarga
f. mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat

pekerjaan
g. menggadaikan barang-barang berharga di rumah
h. sering menyendiri
i. menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap,

seperti di kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
j. takut akan air
k. batuk dan pilek berkepanjangan
l. bersikap manipulatif
m.sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai

macam alasan
n. sering menguap
o. mengaluarkan keringat berlebihan
p. sering mengalami mimpi buruk
q. Mengalami nyeri kepala
r. Mengalami nyeri/ngilu di sendi-sendi tubuhnya

BAB IV

KD 4.1 Hukum Narkoba

Fungsi dari Hukum Narkoba dalam suatu Negara untuk membatasi
penyalahgunaan Narkoba sehingga lingkungan masyarakat menjadi
yang aman dan nyaman.

Beberapa fungsi dari hukum Narkoba :

• Melindungi banyak orang dari bahaya.
• Menghukum para penjahat yang memperdagangkan atau

menggunakan obat-obat terlarang.
• Meminimalis dampak negatif dari Narkoba dalam masyarakat.

Hukum bersifat kompleks dan terus berubah, karena disesuaikan
dengan jenis dan tindah kejahatan obat terlarang. Begitupun dengan
tingkat hukuman yang dijatuhkan sesuai dengan jenis kejahatan yang
dilakukan.

Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan tingkat kasus Narkoba
diantaranya :

• Kejahatan Narkoba tingkat A atau kelas 1, nah tingkatan kasus
obat yang paling berbahaya, dan hukuman pun paling serius,
contoh Narkoba yang disalahgunakan adalah: Opium, Morfin,
Heroin, Methadone, Dextromoramide, Methylamphetamin,
Kokain, Ecstasy, dan LSD.

• Kejahatan Narkoba tingkat B atau kelas 2, nah tingkatan kasus
obat yang dianggap tidak terlalu berbahaya atau lebih rendah

dari tingkat A, dan hukumannya lebih ringan. Contoh Narkoba
yang disalahgunakan adalah: Kodein, Ampetamin, barbiturates
dan dihydrocodeine.
• Kejahatan Narkoba tingkat C, atau kelas 3, tingkatan kasus obat
yang tidak berbahaya atau lebih rendah tingkatannya dari kelas
B, tentu saja hukuman pun paling ringan, diantara lainnya.
Contoh Narkoba yang disalahgunakan adalah: obat resep
seperti Tranquillisers ( obat rasa cemas, depresi dan insomnia),
Ketamine (obat bius yang berefek halusinogen dan
melumpuhkan semua indera) , GHB (obat penenang) dan
cannabis (jenis tanaman untuk penenang).

Di Indonesia ada 2 undang-undang yang digunakan untuk
permasalahan Narkoba yaitu:

• Undang-undang no. 22 tahun 1997 tentang Narkotika dan
• Undang-undang no. 5 tahun 1997 tentang psikotropika

KD 4.2 Cara Menghindari Narkoba

Berikut cara-cara agar terhindar dari penggunaan narkoba :

a. Selektif dalam pergaulan
b. Kuatkan Iman
c. Jangan pernah mencoba sekalipun agar tidak kecanduan
d. Lakukanlah kegiatan yang positif
e. Berfikir jangka panjang
f. Jangan melawan dan selalu dengarkan nasehat orang tua






Click to View FlipBook Version