PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 37 2.6. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Variabel dan konstanta adalah komponen penting dalam membuat program. Apalagi jika program yang hendak dibuat membutuhkakan pemisalan dan merupakan program yang berskala besar. Perbedaan dari keduanya adalah variabel memiliki nilai yang tak tetap, sedangkan konstanta memiliki nilai yang tetap atau sudah ditentukan sejak proses pembuatan program. 2. Saran Ketelitian dalam penulisan atau pengetikkan ejaan diperlukan pada baris kode dengan memperhatikan tata cara dan struktur penulisannya agar ketika melakukan proses compile and run nanti tidak terdapat erorr yang berbelit-belit. Juga dalam pembacaan pesan error, meski tidak begitu lancar dalam berbahasa Inggris, setidaknya masih dapat memahami maksud dari pesan error tersebut. Keahlian dalam pengetikkan keyword untuk mencari referensi juga diperlukan jika terjadi kendala saat membuat program.
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 38
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 39 BAB III STRUKTUR DASAR ALGORITMA (SELECTION & LOOPING) 3.1. PENDAHULUAN Berdasarkan strukturnya, struktur dasar algoritma terbagi menjadi tiga (3), yaitu runtunan (sequence), pilihan (selection), dan perulangan (looping). Dalam pembahasan bab kali ini, struktur dasar pada algoritma yang dibahas adalah pilihan (selection), dan perulangan (looping). Pilihan (selection) adalah jenis struktur dasar algoritma yang berisi percabangan untuk memilih salah satu dari dua pilihan. Bisa yes atau no, bisa ya atau tidak. Setiap pilihan yang dipilih memiliki dampak yang berbeda. Namun, hasilnya akan tetap pada garis akhir atau end. Perulangan (looping) adalah jenis struktur dasar algoritma yang terjadi diakibatkan karena suatu syarat yang harus dilakukan belum terpenuhi, sehingga harus mengulangi beberapa langkah yang dilakukan sebelumnya. Jika sudah terpenuhi, barulah akan berakhir pada simbol terminator –end. 3.2. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mempraktikkan cara penggunan selection dan looping pada Bahasa C++. 2. Membuat file kerja dengan Bahasa C++. 3. Mempraktikkan statement pemasukan (CIN) 4. Mempraktikkan struktur dasar algoritma dengan seleksi (IF ..THEN, IF THEN ELSE, NESTED IF, CASE OF, SWITCH CASE.) 5. Mempraktikkan cara penggunaan perulangan WHILE dan FOR pada Bahasa C++.
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 40 6. Mempraktikkan struktur dasar algoritma dengan perulangan seleksi (WHILE dan FOR). 3.3. LANGKAH–LANGKAH PRAKTIKUM 1. Bukalah aplikasi Dev C++ melalui start menu. Gambar 3.1 Aplikasi Dev C++ 2. Tampilan awal dapat terlihat seperti gambar di bawah ini. Gambar 3.2 Tampilan Awal Dev C++
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 41 3. Buatlah program baru dengan menekan menu tab file, new, lalu source file atau dengan menekan tombol Ctrl+N secara bersamaan seperti gambar di bawah ini. Gambar 3.3 Tampilan Membuat Projek Baru 4. Ketik baris kode seperti gambar di bawah ini. Gambar 3.4 Struktur Kode C++
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 42 5. Tekan tombol compile and run atau dengan menekan shortcut fn+f11 secara bersamaan seperti pada gambar di bawah ini. Gambar 3.5 Proses Compile Sekaligus Run 6. Muncul kotak dialog untuk menyimpan file program. Ketik nama file sesuai keinginan masing-masing, kemudian pastikan ekstensi file-nya yaitu “.cpp”, lalu tekan tombol save untuk menyimpannya. Gambar 3.6 Proses Penyimpanan
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 43 7. Muncul Tampilan Hasil Running atau hasil dari kode yang diketikkan. Gambar 3.7 Tampilan Hasil Running 8. Program awal dengan menggunakan Bahasa C++ dan editor Dev C++ telah berhasil dibuat. 3.4. LATIHAN KEGIATAN PRAKTIKUM a. Latihan 1 (Statement IF) Buatlah program baru dengan menekan menu tab file, new, lalu source file atau dengan menekan shortcut Ctrl+N pada keyboard secara bersamaan. Ketikkan kode program seperti di bawah ini. #include <iostream> using namespace std; int main(){ int usia; cout<<"Masukkan usia anak Anda (dalam satuan bulan): "; cin>>usia; if(usia<12){ cout<<"Anak Anda belum dapat meminum susu dancow.";} } Tampilan baris kode seperti di bawah ini.
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 44 Gambar 3.8 Tampilan Baris Kode Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.9 Tampilan Hasil Running Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.10 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 45 b. Latihan 2 (Statement IF ELSE) Buatlah program baru dengan menekan menu tab file, new, lalu source file atau dengan menekan shortcut Ctrl+N pada keyboard secara bersamaan. Ketikkan kode program seperti di bawah ini. #include <iostream> using namespace std; int main(){ int usia; cout<<"Masukkan usia anak Anda (dalam satuan bulan): "; cin>>usia; if(usia<=12) { cout<<"\nAnak Anda belum dapat meminum susu dancow."<<endl; cout<<"Carikan susu yang sesuai dengan usianya.\n"<<endl; } else{ cout<<"\nAnak Anda dapat meminum susu dancow.\n"<<endl; } cout<<"Nama\t: Annisa Sabur"<<endl; cout<<"NPM\t: 07352211091"; }
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 46 Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.11 Tampilan Baris Kode Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.12 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 47 Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.13 Tampilan Hasil Running c. Latihan 3 (SWITCH…CASE) Buatlah program baru dengan menekan menu tab file, new, lalu source file atau dengan menekan shortcut Ctrl+N pada keyboard secara bersamaan. Ketikkan kode program seperti di bawah ini. #include <iostream> using namespace std; int main(){ int bil; cout<<"Masukkan Bilangan: "; cin>>bil; switch(bil){ case 1 : cout<<"Anda memasukkan bilangan 1\n"<<endl; break; case 2 : cout<<"Anda memasukkan bilangan 2\n"<<endl; break; case 3 : cout<<"Anda memasukkan bilangan 3\n"<<endl;
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 48 break; default: cout<<"Anda memasukkan bilangan selain 1, 2, dan 3.\n"<<endl; break; } cout<<"Nama\t: Annisa Sabur"<<endl; cout<<"NPM\t: 07352211091"; } Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.14 Tampilan Baris Kode
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 49 Tampilan hasil compile and run jika masukkannya adalah salah satu kasus yang sudah di atur. Gambar 3.15 Tampilan Hasil Running Tampilan hasil compile and run jika masukkannya diluar kasus yang sudah diatur. Gambar 3.16 Tampilan Hasil Running d. Latihan 4 (Statement FOR) Buatlah program baru dengan menekan menu tab file, new, lalu source file atau dengan menekan shortcut Ctrl+N pada keyboard secara bersamaan. Ketikkan kode program seperti di bawah ini. #include <iostream> using namespace std; int main(){ for(int a = 20; a >= 1; a -=2) cout<<a<<endl; }
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 50 Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.17 Tampilan Baris Kode Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.18 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 51 e. Latihan 5 (NESTED FOR) Buatlah program baru dengan menekan menu tab file, new, lalu source file atau dengan menekan shortcut Ctrl+N pada keyboard secara bersamaan. Ketikkan kode program seperti di bawah ini. #include <iostream> using namespace std; int main(){ int a; cout<<"Masukkan Jumlah Bintang = "; cin>>a; for (int i=1; i<=a; i++){ for (int j=1; j<=i; j++){ cout<<"*"; } cout<<endl; } }
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 52 Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.19 Tampilan Baris Kode Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.20 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 53 f. Program Permainan: Tebak-tebakan Buatlah program baru dengan menekan menu tab file, new, lalu source file atau dengan menekan shortcut Ctrl+N pada keyboard secara bersamaan. Ketikkan kode program seperti di bawah ini. #include <iostream> using namespace std; int main(){ string p, j, hint1, hint2, hint3, YgDijawab; hint1="Petunjuk: suka menggigit"; hint2="Petunjuk: serangga"; hint3="Petunjuk: umumnya berwarna merah, tapi ada yang hitam"; j="semut"; p="Hewan, hewan apa yang diam?"; cout<<p<<endl; cout<<"Jawaban: "; cin>>YgDijawab; if(YgDijawab==j){ cout<<"\nJawabannya adalah...\nJeng jeng jeng\n\n\n"<<endl<<j<<endl;
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 54 cout<<"Ciee, one shoot."<<endl; cout<<"Terima kasih telah mencoba."<<endl; } if(YgDijawab!=j){ cout<<"\nTetoot. Jawaban Anda salah. Silahkan dicoba lagi"<<endl; cout<<hint1<<endl; cout<<"Jawaban: "; cin>>YgDijawab; if(YgDijawab==j){ cout<<"\nJawabannya adalah... "<<j<<endl; cout<<"Selamat! Terima kasih telah mencoba."<<endl; } } if(YgDijawab!=j){ cout<<"\nTetoot. Jawaban Anda salah. Silahkan dicoba lagi"<<endl; cout<<hint2<<endl; cout<<"Jawaban: ";
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 55 cin>>YgDijawab; if(YgDijawab==j){ cout<<"\nJawabannya adalah... "<<j<<endl; cout<<"Selamat! Terima kasih telah mencoba."<<endl; } } if(YgDijawab!=j){ cout<<"\nTetoot. Jawaban Anda salah. Silahkan dicoba lagi"<<endl; cout<<hint3<<endl; cout<<"Jawaban: "; cin>>YgDijawab; if(YgDijawab==j){ cout<<"\nJawabannya adalah... "<<j<<endl; cout<<"Selamat! Terima kasih telah mencoba."<<endl; } else{ cout<<"\nTetoot. Jawaban Anda salah. Petunjuk telah habis"<<endl;
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 56 cout<<"Jawaban yang benar adalah "<<j<<endl; cout<<"Terima kasih telah mencoba."<<endl; } } cout<<"\nNama\t: Annisa Sabur"<<endl; cout<<"NPM\t: 07352211091"; }
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 57 Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.21 Tampilan Baris Kode
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 58 Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.22 Tampilan Baris Kode
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 59 Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.23 Tampilan Hasil Running Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.24 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 60 Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.25 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 61 Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.26 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 62 3.5. STUDY CASES a. Program Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap. Flowchart Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap Flowchart 3.1 Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap Penjelasan: Flowchart di atas diawali dan diakhiri menggunakan simbol terminal –start dan end. Selanjutnya, mendeklarasikan angka yang bertipe data integer, serta mendeklarasikan huruf yang bertipe data character menggunakan simbol proses. Kemudian memasukkan Start char huruf Input angka angka%2==0 End angka == huruf int angka “Maaf, yang Anda masukkan bukan berupa angka.” Output Ganjil Output Genap Yes Yes No No
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 63 nilai pada variabel angka menggunakan simbol input/output. Lalu membuat syarat untuk dapat memastikan bahwa yang dimasukkan bertipe angka dengan simbol pilihan (decision). Jika nilai yang dimasukkan ke dalam variabel angka memiliki tipe data yang sama dengan variabel huruf, atau bisa dikatakan selain bilangan, maka ditampilkan hasil “Maaf, yang Anda masukkan bukan berupa angka.” dengan menggunakan simbol input/output. Jika nilai yang dimasukkan bertipe berbeda dari variabel huruf, atau bertipe bilangan, maka menuju ke decision berikutnya untuk membedakan bilangan yang habis dibagi 2 atau tidak. Jika habis dibagi 2, maka yang ditampilkan adalah Genap dengan simbol input/output. Jika tidak habis dibagi 2, maka yang ditampilkan adalah Ganjil dengan simbol input/output. Selesai. Penulisan kodenya seperti di bawah ini. #include<iostream> using namespace std; int main(){ int angka; char huruf; cout<<"Masukkan angka: "; cin>>angka; if (angka == huruf) { cout<<"Maaf, yang Anda masukkan bukan berupa angka."; } else
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 64 { if (angka%2==0) { cout<<angka<<" termasuk bilangan genap"<<endl; } else { cout<<angka<<" termasuk bilangan ganjil"<<endl; } } }
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 65 Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.27 Tampilan Baris Kode Tampilan hasil compile and run jika memasukkan huruf. Gambar 3.28 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 66 Tampilan hasil compile and run jika memasukkan karakter spesial. Gambar 3.29 Tampilan Hasil Running Tampilan hasil compile and run jika memasukkan angka yang habis dibagi 2. Gambar 3.30 Tampilan Hasil Running Tampilan hasil compile and run jika memasukkan angka yang tidak habis dibagi 2. Gambar 3.31 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 67 b. Program Menentukan Bilangan Terbesar dari Dua Bilangan yang Dimasukkan. Flowchart Menentukan Bilangan Terbesar dari Dua Bilangan yang Dimasukkan Flowchart 3.2 Menentukan Bilangan Terbesar dari Dua Bilangan yang Dimasukkan Penjelasan: Flowchart di atas diawali dan diakhiri menggunakan simbol terminal –start dan end. Selanjutnya, mendeklarasikan bilangan pertama dengan bil1, dan bilangan kedua dengan bil2 yang bertipe data integer menggunakan simbol proses. Kemudian memasukkan nilai pada variabel bil1 dan bil2 menggunakan simbol input/output. Lalu membuat syarat dengan simbol pilihan (decision). Jika bil1 lebih besar daripada bil2, maka ditampilkan hasil “Bilangan terbesar adalah bilangan pertama” dengan menggunakan simbol input/output. Jika tidak, maka ditampilkan hasil “Bilangan terbesar adalah bilangan kedua” dengan menggunakan simbol input/output. Selesai. Start Input bil1, bil2 End bil1>bil2 int bil1, bil2 Bilangan terbesar adalah bil1 Bilangan terbesar adalah bil2 Yes No
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 68 Penulisan kodenya seperti di bawah ini. #include <iostream> using namespace std; int main(){ int bil1, bil2; cout<<"Masukkan nilai bilangan pertama: "; cin>>bil1; cout<<"Masukkan nilai bilangan kedua: "; cin>>bil2; if (bil1>bil2) { cout<<"\nBilangan pertama ("<<bil1<< ")lebih besar daripada bilangan kedua ("<<bil2<<").\n"; } else { cout<<"\nBilangan kedua ("<<bil2<< ") lebih besar daripada bilangan pertama ("<<bil1<<").\n"; }
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 69 Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.32 Tampilan Baris Kode Tampilan hasil compile and run jika bilangan pertama lebih besar daripada bilangan kedua. Gambar 3.33 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 70 Tampilan hasil compile and run jika bilangan kedua lebih besar daripada bilangan pertama. Gambar 3.34 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 71 c. Program Mengonversi Angka ke Huruf. Flowchart Mengonversi Angka ke Huruf Yes Yes Yes Yes No No No No Start Input Nilai End int Nilai Output Nilai = A Output Nilai = C Output Nilai = B Output Nilai = D Output Nilai = E Nilai<=100 dan Nilai >80 Nilai<=80 dan Nilai>60 Nilai<=60 dan Nilai>40 Nilai<=40 dan Nilai>20 Nilai<=20 dan Nilai>0 “Anda salah memasukkan nilai” No Yes
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 72 Flowchart 3.3 Mengonversi Ankga ke Huruf Penjelasan: Flowchart di atas diawali dan diakhiri menggunakan simbol terminal –start dan end. Selanjutnya, mendeklarasikan variabel Nilai yang bertipe data integer menggunakan simbol proses. Lalu memasukkan nilai pada variabel Nilai menggunakan simbol input/output. Kemudian membuat syarat menggunakan simbol pilihan (decision). Jika angka yang dimasukkan berada di antara 101 dan 80, maka ditampilkan hasil “Predikat = A” dengan menggunakan simbol input/output. Jika angka yang dimasukkan berada di antara 81 dan 60, maka ditampilkan hasil “Predikat = B” dengan menggunakan simbol input/output. Jika angka yang dimasukkan berada di antara 61 dan 40, maka ditampilkan hasil “Predikat = C” dengan menggunakan simbol input/output. Jika angka yang dimasukkan berada di antara 41 dan 20, maka ditampilkan hasil “Predikat = D” dengan menggunakan simbol input/output. Jika angka yang dimasukkan berada di antara 21 hingga 0, maka ditampilkan hasil “Predikat = E” dengan menggunakan simbol input/output. Dan jika angka atau karakter lain yang dimasukkan tidak berada pada kelima rentang tersebut, maka ditampilkan hasil “Anda salah memasukkan nilai” dengan menggunakan simbol input/output. Selesai. Penulisan kodenya seperti di bawah ini. #include<iostream> using namespace std; int main(){ int Nilai; cout<<"Masukkan Nilai: ";
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 73 cin>>Nilai; if(Nilai<=100 && Nilai>80){ cout<<"Predikat = A"<<endl; } else if(Nilai<=80 && Nilai>60){ cout<<"Predikat = B"<<endl; } else if(Nilai<=60 && Nilai>40){ cout<<"Predikat = C"<<endl; } else if(Nilai<=40 && Nilai>20){ cout<<"Predikat = D"<<endl; } else if(Nilai<=20 && Nilai>0){ cout<<"Predikat = E"<<endl; } else{ cout<<"Anda salah memasukkan nilai."; } }
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 74 Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.35 Tampilan Baris Kode
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 75 Tampilan hasil compile and run inputan angka pada salah satu rentang. Gambar 3.36 Tampilan Hasil Running Tampilan hasil compile and run inputan tidak ada pada semua rentang. Gambar 3.37 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 76 d. Program Mencacah Angka ke Atas Flowchart Mencacah Angka ke Atas Penjelasan: Flowchart di samping diawali dan diakhiri menggunakan simbol terminal –start dan end. Selanjutnya, mendeklarasikan variabel a yang bertipe data integer menggunakan simbol proses. Kemudian membuat syarat menggunakan simbol pilihan (decision). Lalu, mencetak nilai variabel a dengan menggunakan simbol input/output. Selanjutnya mengulang langkah sebelumnya hingga batas yang ditentukan, yaitu 10. Selesai. Flowchart 3.4 Program Mencacah Angka ke Atas Penulisan kodenya seperti di bawah ini. #include<iostream> using namespace std; int main(){ int a; for(a = 0; a <= 10; a++) cout<<a<<" "; cout<<"\nNama\t: Annisa Sabur"<<endl; cout<<"NPM\t: 07352211091"; Start End a=0; a<=10; a++ int a a
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 77 } Tampilan baris kode seperti di bawah ini. Gambar 3.38 Tampilan Baris Kode Tampilan hasil compile and run Gambar 3.39 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 78 e. Program Konversi Angka ke Huruf dan Simbol Spesial Flowchart Program Konversi Angka ke Huruf dan Simbol Spesial Penjelasan: Flowchart di atas diawali dan diakhiri menggunakan simbol terminal –start dan end. Selanjutnya, mendeklarasikan variabel a dan i yang bertipe data integer menggunakan simbol proses, serta variabel h yang bertipe data character menggunakan simbol proses. Kemudian menginisialisasi variabel i dengan 1, dan variabel h dengan huruf ‘A’. Lalu memasukkan nilai pada variabel a menggunakan simbol input/output. Kemudian membuat syarat menggunakan simbol pilihan (decision). Jika i<=a, maka mencetak nilai variabel i No Yes i=1; h= ‘A’ Start input a i<=a End int a, i char h i “” h i++; h++ Flowchart 3.5 Program Konversi Angka ke Huruf dan Simbol Spesial
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 79 nilai variabel h dengan menggunakan simbol input/output. Lalu mencacah ke atas variabel i dan variabel h dengan menggunakan simbol proses dan melakukan langkah pencetakan berulang kali, hingga nilai variabel i=a. Jika nilai i sudah lebih dari a, maka langkah perulangan akan terhenti dan berakhir pada simbol terminal –end. Selesai. Penulisan kodenya seperti di bawah ini. #include<iostream> using namespace std; int main(){ int a,i; char h; i=1; h='A'; cout<<"Masukkan Angka: "; cin>>a; cout<<endl; while (i<=a){ cout<<i<<"\t--> "<<h<<endl; i++; h++; } }
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 80 Penulisan kodenya seperti di bawah ini. Gambar 3.40 Tampilan Baris Kode
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 81 Tampilan hasil compile and run. Gambar 3.41 Tampilan Hasil Running
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 82 3.6. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Struktur dasar algoritma terbagi menjadi tiga (3) struktur, yaitu runtunan (sequence), pilihan (selection), dan perulangan (looping). Pilihan merupakan struktur dasar algoritma yang memiliki percabangan pada bagannya. Perulangan merupakan struktur dasar algoritma yang hasil eksekusi yang berulang dengan baris kode yang sedikit. 2. Saran Ketelitian dalam penulisan atau pengetikkan ejaan diperlukan pada baris kode dengan memperhatikan tata cara dan struktur penulisannya agar ketika melakukan proses compile and run nanti tidak terdapat erorr yang berbelit-belit. Juga dalam pembacaan pesan error, meski tidak begitu lancar dalam berbahasa Inggris, setidaknya masih dapat memahami maksud dari pesan error tersebut. Keahlian dalam pengetikkan keyword untuk mencari referensi juga diperlukan jika terjadi kendala saat membuat program.
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 83
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 84 BAB IV ARRAY 4.1. PENDAHULUAN Array adalah jenis struktur data yang berisi kumpulan nilai atau data dengan tipe data yang sama dan dinyatakan menggunakan satu nama variabel yang menempati suatu tempat pada memori komputer. Pada array, terdapat istilah yang memberitahukan tempat atau urutan dari kumpulan variabel yang berada di dalamnya. Istilah tersebut yaitu indeks –yang dimulai dari angka 0. Pengaksesan variabel dengan indeks tertentu pada array dapat diambil secara acak dikarenakan setiap data yang ada didalamnya sudah seperti diberi label urutan yang disebut sebagai indeks tadi. Pengaksesan array biasanya dibuat menggunakan perulangan (looping). Salah satu ciri penanda array adalah adanya kurung kotak ( [ ] ) setelah pendeklarasian nama variabelnya. 4.2. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mempraktikkan cara penggunaan array satu dimensi dan dimensi banyak. 2. Membuat file kerja dengan Bahasa C++. 3. Mempraktikkan elemen array satu dimensi dan dimensi banyak ke dalam C++. 4.3. LANGKAH–LANGKAH KEGIATAN PRAKTIKUM 1. Bukalah aplikasi Dev C++ melalui start menu. Gambar 4.1 Aplikasi Dev C++
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 85 2. Tampilan awal dapat terlihat seperti gambar di bawah ini. Gambar 4.2 Tampilan Awal Dev C++ 3. Buatlah program baru dengan menekan menu tab file, new, lalu source file atau dengan menekan tombol Ctrl+N secara bersamaan seperti gambar di bawah ini. Gambar 4.3 Tampilan Membuat Projek Baru
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK | 86 4. Ketik baris kode seperti gambar di bawah ini. Gambar 4.4 Struktur Kode C++ 5. Tekan tombol compile and run atau dengan menekan shortcut fn+f11 secara bersamaan seperti pada gambar di bawah ini. Gambar 4.5 Proses Compile Sekaligus Run