TEKS ANEKDOT
BAHASA INDONESIA
Nafi Wahyu Safitri, S.Pd
Kata Pengantar
Ungkapan puji syukur selayaknya saya panjatkan kepada Tuhan Yang
Mahakuasa yang telah memberikan petunjuk dan hidayahnya-Nya sehingga saya
dapat menyelesaikan penulisan modul bahan ajar berbasis masalah dalam modul 6
kegiatan belajar 2 genre teks fiksi dalam kurikulum 2013. Kita menyadari bahwa
peranan materi ajar sangat penting bagi siswa sebagai acuan dalam pembelajaran.
Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan pada pengembangan
kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui kegiatan mendengarkan
(listening, membaca (reading), memirsa (viewing), berbiacara (speaking), dan
menulis ( writing). Kompetensi memirsa merupakan kompetensi yang diperlukan
di Abad 21 karena konteks sosial ini sangat dekat dengan peserta didik. Dalam
melaksanakan pemebelajaran Bahasa Indonesia kepada peserta didik menggunakan
teks dalam konteks sosial. Untuk mencapai kompetensi berbahasa dan bersastra
yang diharapkan, peserta didik dapat diajak untuk mengikuti tahapan belajar secara
saksama. Guru dapat dapat memulai pembelajaran dari pemahaman teks dan
mendorong siswa dapat mengidentifikasi jenis dan makna yang terdapat dalam teks.
ii
Peserta didik diajak untuk mengkonstuksi pikirannya dari teks yang dibaca atau
didengar. Tahap berikutnya, peserta didik diajak untuk mengidentifikasi struktur
retorika, isi, dan penggunaan unsur kebahasaan.
Selanjutnya peserta didik didik diajak untuk melakukan pemodelan dan
mendekonstruksi. Guru dapat menggunakan pendekatan scientific sebagai salah
satu alternative proses pembelajaran kepada peserta didik. Tahap berikutnya adalah
mengkonstruksi teks, baik dengan bantuan teman (berkelompok)maupun guru.
Namun pada akhirnya, peserta didik harus dituntun untuk dapat mengkonstruksi
secara mandiri.
Pengembangan bahan ajar ini mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tiada terhingga. Saya
menyadari pengembangan bahan ajar ini masih banyak terdapat kekurangan dan
masih memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, berbagai masukan dan saran dari
pengguna dan pemerhati untuk penyempurnaan bahan ajar ini sangat saya harapkan.
Penulis
iii
Daftar Isi
Cover ............................................................................................................ (i)
Kata Pengantar ........................................................................................... (ii)
Daftar Isi ...................................................................................................... (iv)
A. Pendahuluan .................................................................................... 1
1. Deskripsi Singkat ........................................................................ 1
2. Relevansi ..................................................................................... 1
3. Petunjuk Belajar .......................................................................... 2
B. Inti .................................................................................................... 3
1. Capaian Pembelajaran ................................................................. 3
2. Sub Capaian Pembelajaran .......................................................... 3
3. Uraian Meteri .............................................................................. 3
a. Menganalisis Teks Anekdot dari Aspek Makna Tersirat ...... 3
b. Pengertian Teks Anekdot ...................................................... 5
c. Struktur Teks Anekdot .......................................................... 14
d. Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot ....................................... 17
4. Tugas ........................................................................................... 19
5. Forum Diskusi ............................................................................. 20
C. Penutup ............................................................................................ 23
1. Rangkuman ................................................................................. 23
2. Tes Formatif ................................................................................ 23
Daftar Pustaka ............................................................................................. 27
iv
A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat
Pada kegiatan belajar 2 ini, anda akan mempelajari : a) Struktur
Retorik dan Kaidah kebahasaan Genre Teks Fiksi dalam Kurikulum
2013 Tingkat SMP/MTS, b) Struktur Retorik dan Kaidah Kebahasaan
Genre Teks Fiksi dalam Kurikulum 2013 Tingkat SMA/MA/SMK.
Kajian didasarkan pada Kompetensi Dasar terkait genre tenks fiksi
jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK dalam kurikulum 2013. Genre
teks dalam hal ini difikuskan uraiannya pada strutur retorik dan kaidah
kebahasaan serta contoh aplikasi telaahnya untuk mengajarkan genre
teks fiksi. Adapun teks yang akan diuraikan untuk jenjang SMP/MTs
antara lain : cerita imaginasi/fantasi, puisi rakyat, fable, puisi, drama,
cerpen, serta cerita inspirasi. Sementara itu untuk jenjang
SMA/MA/SMK gengre yang akan dibahas adalah anekdot, hikayat,
puisi, cerpen, drama, dan novel. Namun dalam materi ajar ini nanti,
materi yang akan dikembangkan adalah genre sastra untuk jenjang
SMA/MA/SMK yaitu teks anekdot. Secara mendalam akan dibahas
tentang teks anekdot, mulai dari perngertian, ciri, struktur, dan aspek
kebahasaan yang terdapat dalam teks anekdot.
2. Relevansi
Materi ajar ini relevan untuk mengukung pembelajaran teks berbasis
gengre pada jenjang SMA/MA/SMK. Kompetensi dasar terkait genre
sasta teks fiksi tingkat SMA/MA/SMK terdapat dalam materi teks
anekdot.
Dalam materi ajar ini akan dijelaskan secara mendalam tentang teks
anekdot sehingga peserta didik mampu memahami makna dan struktur
teks anekdot dengan benar.
3. Petunjuk Belajar
Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait dengan
pembelajaran kita kali ini ;
1
1. Bacalah dengan cermat berbagai materi yang terdapat pada modul
ini agar Anda dapat memahami setiap konsep yang disajikan.
2. Berilah tanda-tanda tertentu dan catatan khusus bagian-bagian yang
Anda anggap penting.
3. Anda harus mengaitkan konsep-konsep baru dengan konsep-
konsep lain yang telah Anda pelajari sebelumnya.
4. Anda juga harus menghubungkan berbagai konsep tersebut dengan
berbagai kegiatan pembelajaran sehingga Anda dapat memahami
dn menjelaskan manfaat konsep tersebut dalam proses
pembelajaran.
5. Buatlah rangkuman setelah selesai membaca bahan ajar ini.
6. Kerjakan tugas atau latihan yang terdapat dalam modul bahan ajar
ini dengan sungguh-sungguh.
B. INTI
1. Capaian Belajar
Mampu mengembangkan teks berdasarkan genre dengan berbagai isi
dan tujuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
2. Sub Capaian Pembelajaran
Sub capaian kompetensi materi ajar ini berdasarkan kompetensi dasar
sebagai berikut ;
Kompetensi Dasar Indeks Pencapaian Komptensi
3.3. Manganalisis teks anekdot 3.3.1. Menilai teks anekdot dari
dari aspek makna tersirat aspek makna tersirat
3.3.2. Mengevaluasi struktur dan
kebahasaan dari teks anekdot
4.3. Mengonstruksi makna 4.3.1. Menunjukkan makna
tersirat dalam sebuah
teks anekdot baik lisan teks tersirat dalam teks anekdot
maupun tulis
4.3.1. Mencipta kembali teks
aneksdot dengan memperhatikan
struktur dan kebahasaan
2
Berdasarkan kompetensi dasar diatas , setelah mempelajari tema ini
peserta didik diharapkan mampu :
a. Menilai teks anekdot dari aspek makna tersirat
b. Mengevaluasi struktur dan kebahasaan teks ankedot
c. Menunjukkan makna tersirat dalam sebuah teks anekdot baik lisan
maupun tulis.
d. Menciptakan kembali teks anekdot dengan memperhatikan
struktur, dan kebahasaan baik lisan maupun tulis.
3. Uraian Materi
A. Menganalisis Teks Anekdot dari Aspek Makna Tersirat
Pernahkah kamu menganalisis teks anekdot dari aspek makna yang
tersirat? Kamu membutuhkan humor agar hidup tidak monoton dan
menyenagkan. Setelah disibukkan dengan tugas tugas sekolah,
kamu akan terhibur dengan membaca atau menyaksikan anekdot.
Berikut ini kamu diperkenalkan dengan cara menganalisis teks
anekdot dari aspek makna tersirat agar teks anekdot menjadi
bermakna dan mudah dipahami.
3
Bagaimana agar teks anekdot menjadi bermakna dan bermanfaat? Teks
ankedot ini menjadi bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan apabila
kamu dapat menganalisisnya secara efektif dan menggunakannya
dengan proporsional.
Perhatikan teks anekdot berikut.
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah
terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang
mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu,
memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung
Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati
aturan tersebut.
Pak RT: “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang
dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan
pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT: “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa
Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan
yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban
pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf,
jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
(https://brainly.co.id/tugas/3552263)
Kalau kamu cermati, anekot tersebut sepertinya biasa saja. Tidak
tertalu memuat hal yang lucu yang membuat kamu tertawa. Namun,
apabila kamu menganalisis lebih dalam isi dan maknanya, kamu akan
terkejut dengan amanatnya. Anekdot ini berupa kritik sosial, yaitu masih
4
adanya lapisan masyarakat yang perprofesi sebagai pemulung dan
betapa belum ramahnya perlakuan kita terhadap mereka.
Dari segi cerita ini mungkin dapat dikatakan lucu. Cerita ini
berkisah tentang seorang pemulung yang ternyata tidak bisa membaca
sehingga peraturan yang dipublikasikan secara tertulis tidak dapat
dipahami olehnya. Kesalahpahaman anatara Pak RT dan Pak Pemulung
pun tidak bisa dihindarkan. Pak RT mengira pemulung tersebut
melanggar peraturan yang di buat, padahal pemulung tersebut sama
sekali tidak mengetahui adanya peraturan tersebut.
Dari segi makna, cerita ini dapat diinterpretasikan sebagai hal yang
menarik. Banyak amanat yang dapat diteladani dari ankedot tersebut.
Ternyata angka buta huruf di sekitar kita masih tinggi sehingga upaya
untuk menekan angkat buta huruf harus lebih ditingkatkan lagi.
Alangkah lebih baik jika kalangan bawah diperlakukan secara
bermatabat dan manusiawi.
Dari segi makna, teks anekdot mempunyai makna sesurat dan
tersirat. Makna tersurat diperoleh dari memaknai isi teks dengan
memperhatikan segi pemilihan kata, struktur, dan dioalog yang
dibawakan tokoh-tokohnya. Sementara itu, makna tersirat diperoleh dari
latar belakang adanya teks tersebut. Selain itu, nilai didik dalam teks
berakitan juga dengan makna tersirat.
B. Pengertian Teks Anekdot
Dalam kehidupan sehari hari, kamu tidak lepas dari
hubungan dengan orang lain, baik berkomunikasi secara lisan
maupun secara tulisan. Kamu juga harus memperhatikan wacana-
wacana yang menarik, lucu, maupun membosankan. Banyak wacana
yang kita temukan antara lain berita, iklan, prosa, atau cerita-cerita
yang lain. Terkadang, cerita tidak membekas di benak kita atau
melintas begitu saja, tetapi terkadang berkesan sekali, bahkan ada
yang memotivasi diri kita. Beragam cerita yang ada disekitar kita
5
berbentuk anekdot. Sebenarnya Apakah yang dinamakan dengan
anekdot?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:35), anekdot
diartikan sebagai cerita singkat yang menarik karena lucu dan
mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal, dan
berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Anekdot juga bisa dipahami
sebagai kisah pendek yang lucu dan menarik mengenai seorang
tokoh di masyarakat yang isinya belum tentu benar. Dari pengertian
ini ada beberapa kriteria sebuah cerita disebut sebagai anekdot,
yaitu:
1. Cerita lucu atau menarik
2. Cerita mengesankan atau mengandung makna
3. Tokohnya orang penting atau terkenal
4. Berdasarkan kejadian yang sebenarnya dan sudah terjadi, masa
lampau atau masa kini.
5. Kejadian dalam cerita belum tentu benar; maksdunya, cerita
mengambil tema dan kejadian dari masyarakat, dengan
pemberian nama tokoh yang disamarkan, tertutama yang
menyangkut nama baik seseorang.
Pengertian lain teks anekdot adalah sebuah teks yang berisi
pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang tidak
biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan
menghibur pembaca. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa teks
anekdot merupakan:
1. Teks yang berisi pengalaman yang tidak biasa dari seseorang.
2. Cerita anekdot dibuat dengan tujuan untuk menghibur.
Untuk memahami pengertian diatas silahkan membaca contoh teks
ankedot dibawah ini :
6
1. Contoh Anekdot Hukum
Pada suatu pagi, Arya sedang asik makan soto di warung makan
kesukaannya. Setelah kenyang Arya bergegas untuk segera pulang
Ditengah perjalanan pulang Arya mengalami kecelakaan
terserempet oleh sepeda motor yang ugal-ugalan. Kecelakaan
tersebut mengakibatkan sandal Arya putus. Dengan terpaksa Arya
berjalan kaki tanpa menggunakan sandal. Karena rumahnya jauh, ia
memutuskan untuk pergi ke toko terdekat untuk membeli sandal.
Tapi apa daya uangnya tidak mencukupi.Karena uangnya tidak
mencukupi, Arya pun mempunyai niat untuk mencuri sandal di
masjid yang letaknya hanya beberapa meter dari toko tersebut. Arya
hendak mengambil sandal terbaik yang ada di masjid itu.
Sambil duduk diteras masjid, ia memperhatikan setiap orang yang
akan masuk ke masjid. Jadi ketika targetnya sibuk beribadah ia
segera mengambil sandal tersebut.
Ternyata aksinya berjalan dengan lancar, Arya berhasil
mendapatkan sandal berwarna hitam yang merupakan sandal
terbagus di masjid tersebut. Tidak diduga sang pemilik sandal
menyadari bahwa Arya telah mencuri sandalnya.
Pemilik sandal langsung teriak dan mengejar Arya. Apes sekali
Arya, perutnya yang buncit membuat ia tidak bisa berlari kencang.
Arya pun dibawa ke kantor polisi.Setelah dilakukan penyelidikan,
Arya di vonis dengan pasal pencurian dan kasusnya akan
7
disidangkan satu minggu lagi. Sial sekali bagi Arya, hal sepele ini
membuatnya harus terseret ke meja hijau.
Hari persidangan telah tiba, Arya duduk di kursi tersangka dengan
wajah tertunduk.
Hakim : “Baiklah, Arya, umur 24 tahun, telah terbukti telah mencuri
sandal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5
tahun penjara.”
Arya : “loh?! Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih
berat dibandingkan dengan para koruptor ?”
Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Arya, bahwa ia
mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah.
Sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan
200 juta rakyat Indonesia. Nah kalau dihitung koruptor hanya
merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan
yang dilakukan oleh Arya lebih besar daripada tindakan yang
dilakukan oleh para korup
(https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu)
2. Contoh Ankedot Kesehatan
Obat Sakit Kepala
Suatu hari dibulan puasa, seseorang kakek tinggal bersama cucunya
yang sedang asik menonton televisi.
8
Seperti biasa sang kakek sedang menonton acara favoritnya, yaitu
“Ganteng Ganteng Serigala”. Pada setiap dua puluh menit sekali
muncul iklan, salah satu iklan yang muncul adalah iklan obat sakit
kepala. Iklan tersebut menjelaskan bahwa obat tersebut dapat
diminum kapan saja.
Sedang asik-asiknya menonton televisi, tiba-tiba kepala kakek itu
merasa sakit. Sang kakek langsung memanggil cucunya yang sedang
bermain di dalam kamar untuk membeli obat sakit kepala.
Setelah cucunya sampai di rumah, dengan segera kakek meminum
obat tersebut.
Sang cucu yang melihat kejadian itu langsung bertanya “Kakek kan
lagi puasa, kenapa minum obat ?”
Tanpa ragu-ragu dan dengan tampak tidak berdosa, si kakek pun
menjawab “Itulah okenya bodrex cu, bisa diminum kapan saja !!!”
(https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu)
3. Contoh Anekdot Politik
Baju Tahanan KPK
Dua orang kader parpol sebut saja namanya Arya dan Abdillah
sama-sama bermaksud mencalonkan dirinya sebagai anggota
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
9
Setelah menyerahkan berkas pencalonannya ke KPU di daerahnya,
Arya dan terlibat percakapan yang seru.
Arya : “Di, banyak politisi di negeri kita yang sudah kaya raya!”
Abdillah : “Kalau masalah itu aku juga sudah tau, Ya!”
Arya : “Sangking kayanya mereka, mereka mampu mempunyai baju
termahal di Indonesia.”
Abdillah : “Loh, maksudmu baju termahal itu apa ?”
Arya : “Yah, apalagi kalau bukan baju tahanan KPK.”
Abdillah : “Kok malah baju tahanan KPK ?” (Bingung)
Arya : “Iyalah, coba saja kamu pikir, seorang politisi minimal harus
mencuri uang negara 1 milyar terlebih dahulu baru bisa memakai
baju tersebut.”
Abdillah : “Ooohh, maksud kamu gito toh, baru ngerti aku.”
Mereka kemudian memesan kopi lagi sambil mengenang teman-
teman mereka yang sudah bisa memakai baju termahal tersebut.”
(https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu)
4. Contoh Teks Anekdot Pendidikan
Fasilitas Kantin Sekolah
Pada suatu hari, di sebuah sekolah tepatnya didalam kelas seorang
guru sedang mengabsen anak-anak muridnya sebelum memulai
pelajaran.
10
Guru : “Dina ?”
Dina : “Hadir bu!”
Guru : “Doni ?”
Dina : “Tidak tau bu, mungkin Doni masih di luar kelas bu!”
(Beberapa menit kemudian Doni masuk kedalam kelas)
Doni : “Permisi bu, apa boleh saya masuk kelas ?
Guru : “Dari mana saja kamu Doni ?”
Doni : “Saya habis beli makanan di luar sekolah bu”
Guru : “Loh, kita kan punya kantin sendiri. Ngapain kamu harus
kesana ?”
Doni : “Iya bu, tapi kantinnya kaya gudang, kotor dan kecil
banget.”
(Semua murid pun tertawa mendengar perkataan Doni tersebut)
Guru : “Kamu itu, masih mending di sekolah ini punya kantin, tapi
kamu juga ada benarnya. Soalnya kantin sekolah kita kurang
menjaga kebersihannya.”
Mendengar hal itu, murid-murid kembali belajar dan kemudian ibu
guru membuatkan jadwal piket untuk kantin dan menyuruh kepala
sekolah agar merenovasi kantin tersebut.
(https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu)
5. Contoh Teks Anekdot Tentang Lingkungan
11
Pada suatu hari, ada seorang petugas kebersihan yang sedang
menyapu jalanan di tengah kota. Tiba-tiba dari arah timur ada
pengendara mobil yang melemparkan beberapa sampah keluar kaca
jendela mobil. Karena kesal dengan perilaku pengendara tersebut
akhirnya petugas kebersihan pun mengehentikan kegiatan
menyapunya dan kemudian berteriak kencang.
“Woooyyyy, kalo buang sampah liat-liat dong, jangan buang
sampah sembarangan. Hargai lah saya kalau lagi kerja!” Lalu mobil
itu pun berhenti dan keluarlah seorang pria yang berkemaja rapih
dan berdasi dari dalam mobil tersebut. Lalu petugas kebersihan
menghampiri pria tersebut dengan perasaan sedikit kesal.
“Pak bisa gak sih kalau buang sampah tidak sembarangan ? Ini saya
susah bersihinnya”, Kata petugas kebersihan dengan perasaan kesal.
“Sebelumnya saya minta maaf pak, saya tidak bermaksud seperti
itu”, jawab pria tersebut.
“Wah bapak ini masih aja bisa buat alasan padahal udah ketahuan.”
sahut petugas kebersihan.
“Jadi gini pak, saya ini hobi main basket dan saya tadi sedang
mencoba latihan dengan melempar sampah ke tong sampah yang ada
disebelah sana.” pria menjawab sambil menunjuk tong sampah yang
ada di dekatnya.
Akhirnya petugas kebersihan meninggalkan pembicaraan sambil
bergumam berbicara dalam hatinya “Ada-ada saja. Dasar manusia
zaman sekarang tambah aneh saja kelakuannya.”
(https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu)
12
6. Contoh Teks Anekdot Tentang Alam
Akhir pekan ini saya menghadiri sebuah seminar yang bertemakan
“Jagalah Indonesiaku”. Yang paling membuat aku tertarik adalah
narasumbernya yang pandai dan juga ganteng. Narasumber itu
berbicara begini “Kalau membahas Indonesia tentunya tidak akan
terlepas dengan pesona dan keindahan alam yang dimilikinya”.
Pembicaraan yang membahas tentang contoh teks anekdot lucu
tentang lingkungan, flora, dan fauna memang tidak akan ada
matinya.
Indonesia memang surganya bagi mereka yang gemar travelling
karena wisata alam yang dimiliki Indonesia sangat luar biasa sekali.
Tapi coba saja perhatikan akhir-akhir ini, banyak yang bilang negeri
ini sedang terancam. Memangnya terancam apa ? Apakah Indonesia
diancam ? Apakah Indonesia akan dibunuh ?
Berdasarkan penuturan narasumber hutan merupakan paru-paru
dunia. Akan tetapi kenapa hutan terus saja ditebang secara liar oleh
orang-orang yang tidak bertanggung jawab ? Kalau hutan banyak
yang mati artinya paru-parunya juga mati ? Terus kalau dunia tidak
memiliki paru-paru maka akan mati dong ? Benar kan ?
Selain itu satwa asli Indonesia juga akan terancam punah karena
habitatnya telah dirusak oleh manusia yang tidak bertanggung
jawab. Contohnya saja orang utan yang ada di Kalimantan. Kini
mereka kehilangan tempat tinggal mereka. Hal ini dikarenakan
13
hutan mereka dijadikan sebagai perkebunan kelapa sawit yang
luasnya hingga berhektar-hektar.
Andai saja orang utan bisa ngomong. Tentunya dia akan menuntut
HAM kepada Komnas HAM (Hak Asasi Monyet). Wkwk
(https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu)
Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian teks anekdot, struktur teks
anekdot, ciri ciri teks anekdot, kaidah teks anekdot, contoh teks anekdot
singkat, contoh teks anekdot lucu, contoh teks anekdot singkat, contoh teks
anekdot pendidikan, dan cerita anekdot beserta strukturnya. Semoga dapat
menambah wawasan kamu.
C. Struktur Teks Anekdot
Secara umum, teks anekdot terdiri dari lima bagian yang membentuk
alur cerita dengan latar dan tokoh tertentu. Kelima bagian itu antara lain
abstrak, oreintasi, krisis, reaksi, dan koda.
Abstrak adalah bagian di awal paragraph yang berfungsi
memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya, bagian ini
menunjukkan hal unik yang akan dipaparkan dalam teks.
Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita
atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya
penulis, bercerita dengan detail di bagian ini.
Krisis adalah bagian yang menjadi hal atau masalah unik atau
tidak biasa yang terjadi kepada si penulis atau orang yang
diceritakan.
Reaksi adalah bagian tentang cara penulis atau orang yang ditulis
menyelesaikan masalah yang timbul pada bagian krisis tadi.
Koda adalah bagian ahkir dari cerita unik tersebut. Bisa juga
dengan memberikan simpulan tentang kejadian yang dialami
penulis atau orang yang ditulis.
Anekdot terdiri dari lima unsur tersebut merupakan ankedot yang
mempunyai unsur sempurna. Namun, terkadang terdapat anekdot
14
yang hanya terdiri dari tiga unsur, yaitu orientasi, krisis, dan reaksi.
Dengan demikian, sebuah cerita anekdot minimal terdiri dari
pendahuluan (orientasi), konflik (krisis), dan penutup (reaksi).
Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya
Cara Keledai Membaca Buku
Abstraksi
Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin
seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.
Orientasi
Namun, Timur Lenk memberi syarat agar Nasrudin mengajari
terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk
memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada
Nasrudin.Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil
menuntun keledai itu, ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika
ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan
menerima hadiah. Namun, jika tidak, maka hukuman pasti akan
ditimpakan kepadanya.Dua minggu kemudian ia kembali ke istana.
Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar
agar Nasrudin segera mempraktikkan apa yang telah ia ajarkan
15
kepada keledai. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke
arah buku tersebut dan membuka sampulnya.
Krisis
Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama
kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan
lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman
terakhir.
Reaksi
Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah
membaca seluruh isi bukunya.
"Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya,"
kata Nasrudin.
Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai
menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin.
Namun, ia minta jawaban "Bagaimana cara mengajari keledai
membaca?"Nasrudin berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan
lembaran-lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum
di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman
untuk bisa makan biji-biji itu, kalau tidak ditemukan biji gandumnya
ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus
sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu.""Namun,
bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?" tukas Timur
Lenk.Nasrudin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai
membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya."
Koda
16
"Jadi kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya,
berarti kita sebodoh keledai, bukan?" kata Nashrudin dengan mimik
serius.
(https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu)
D. Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Memahami teks anekdo, dibutuhkan pengetahuan untuk mengenal
kaidah anekdot. Kaidah teks anekdot adalah kaidah kebahasaan yang
penting untuk dikaji agar teks yang disusun menjadi utuh. Kaidah
kebahasaan tersebut meliputi;
a. Menggunakan waktu lampau
Teks anekdot dibuat dengan menggunakan waktu
lampau atau yang sudah berlalu. Cerita dalam teks
ankedot biasanya dimulai dengan kata kemarin, sejak
dulu kala, konon, suatu hari, suatu ketika, dan
sebagainya.
Contoh : Pada suatu hari, Odong si Tukang becak
berencana membeli makan siangnya setelah
mengayuh becaknya dengan penuh semangat selama
setengah hari. Tibalah ia di sebuah rumah makan
sederhana milik mak Eyod
b. Menggunakan pertanyaan retorik
Teks Anekdot dibuat dengan menggunakan pertanyaan
retorik, yaitu pertanyaan yang tidak membutuhkan
jawaban. Dengan pertanyaan retorik, kesan lucu cerita
anekdot dapat terasa.
Contoh pertanyaan retorik :
Mengapa jadi begini ?
Bukankah demikian ?
17
Menangiskah ia?
Perhatian kalimat anekdot berikut.
Odong (tukang becak) : “Mbak! Saya hanya
punya uang iga ribu
rupiah, kelau saya
makan di rumah ini
bisa dapat daging
ayam atau ikan tidak,
ya?”
Eyod (pemilik warung) : “Oalaaaah Mas, Mas!
Masa dengan tiga ribu
perak sampean mau
makan enak?
c. Menggunakan konjungsi atau kata sambung
Teks anekdot tidak terlepas dari kata sambung atau
konjungsi. Konjungsi digunakan untuk menghubungkan
kata-kata, frasa-frasa, kalimat-kalimat, kata dan frasa,
frasa dan kalimat, atau kalimat dan paragraph. Tanpa
konjungsi, paragraph demi paragraph tidak tersusun
secara sistematis.
Perhatikan kalimat anekdot berikut.
Dengan kesal karena dihardik si Eyod pemilik rumah
makan, Odong si tukang becak ahkirnya makan sepiring
nasi hanya dengan dilengkapi kerupuk dan sedikit
sambal. Keesokan harinya ketika Odong sedang
mengayuh becaknya, dari kejauhan ada yang
memanggilnya. Setelah didekati ternyata yang
memanggilnya Oyod si pemilik rumah makan.
d. Menggunakan kata kerja
18
Teks Anekdot disusun dengan menggunakan verba atau
kata kerja. Hal ini dimaksudkan agar aktivitas atau
kegiatan terlihat dengan jelas.
Perhatikan kalimat anekdot berikut.
Eyod : “Mas Oyod, atar saya kerumah makan, ya? Tiga
ribu ya?”
Odong : “Tiga ribu? Ya sudah, naik deh, Mbak!”
e. Menggunakan kalimat perintah
Teks Anekdot dibuat dengan menggunakan kalimat
perintah untuk mempermudah pemahaman struturnya.
Perhatikan kalimat anekdot berikut.
Eyod : “Mas Odong! Hati-hati, jangan kebut-kebutan ah!
Sering-sering direm, Mas! Aku takut nih, Mas ngebut
banget!
4. Tugas
Untuk mendalami materi ini, kerjakan soal-soal berikut
1. Carilah satu teks anekdot dari media cetak atau elektronik.
2. Telaahlah isi dan penggunaan bahasa, serta catatlah kelucuan
yang terdapat di dalamnya.
3. Jelaskan nilai didik yang patut diteladani dari ankedot itu.
4. Adalah penggunaan metafora dalam bahasanya? Tunjukkan
buktinya.
5. Tafsirkan kisah anekdot tersebut menurut pemahaman kamu.
5. Forum Diskusi
Diskusi kelompok
Cermati teks anekdot berikut .
19
Sampah
Pada suatu hari, ada seorang petugas kebersihan yang sedang menyapu
jalanan di tengah kota. Tiba-tiba dari arah timur ada pengendara mobil yang
melemparkan beberapa sampah keluar kaca jendela mobil. Karena kesal
dengan perilaku pengendara tersebut akhirnya petugas kebersihan pun
mengehentikan kegiatan menyapunya dan kemudian berteriak kencang.
“Woooyyyy, kalo buang sampah liat-liat dong, jangan buang sampah
sembarangan. Hargai lah saya kalau lagi kerja!” Lalu mobil itu pun berhenti
dan keluarlah seorang pria yang berkemaja rapih dan berdasi dari dalam
mobil tersebut. Lalu petugas kebersihan menghampiri pria tersebut dengan
perasaan sedikit kesal.
“Pak bisa gak sih kalau buang sampah tidak sembarangan ? Ini saya susah
bersihinnya”, Kata petugas kebersihan dengan perasaan kesal.
“Sebelumnya saya minta maaf pak, saya tidak bermaksud seperti itu”, jawab
pria tersebut.
“Wah bapak ini masih aja bisa buat alasan padahal udah ketahuan.” sahut
petugas kebersihan.
“Jadi gini pak, saya ini hobi main basket dan saya tadi sedang mencoba
latihan dengan melempar sampah ke tong sampah yang ada disebelah sana.”
pria menjawab sambil menunjuk tong sampah yang ada di dekatnya.
20
Akhirnya petugas kebersihan meninggalkan pembicaraan sambil bergumam
berbicara dalam hatinya “Ada-ada saja. Dasar manusia zaman sekarang
tambah aneh saja kelakuannya.”
https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-singkat-dan-lucu
Setelah memahami cara menganalisis teks anekdot, kerjakan soal-soal
berikut.
1. Perhatikan teks anekdot yang berjudul “ sampah”, telaah dan
diskusikan teks tersebut lalu berilah komentar mengenai hal-hal
berikut :
a. Isi
b. Watak pelaku
c. Latar
d. Alur
2. Perhatikan makna dan kelucuan yang terdapat di dalamnya. Berilah
penilaian mengenai aspek-aspek berikut.
a. Kelucuan cerita
b. Makna yang ingin disampaikan penulis cerita
c. Hal yang membedakan dengan cerita lain
d. Penggunaan majas sebagai intensitas makna
3. Tulislah pesan/ amanat yang terdapat dalam teks tersebut
4. Tulislah hasil diskusi dalam kertas kerja dan presentasikan untuk
memperoleh penilaian dari kelompok lain dan guru.
21
PENUTUP
1. Rangkuman
Memahami makna tersirat teks anekdot adalah upaya dalam
memahami dan menggali makna/ nilai didik yang terkandung
dalam teks anekdot.
Makna dalam teks anekdot terdiri dari makna tersirat dan
makna tersurat
Teks anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu
dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau
terkenal dan berdasarkan kejadian sebenarnya.
Struktur teks anekdot adalah abstrak, orientasi, krisis, reaksi,
dan koda.
Kaidah kebahasaan teks anekdot.
2. Tes Formatif
1. Berikut yang termasuk struktur teks anekdot adalah….
a. Abstrak, orientasi, reaksi, krisis, dan koda
b. Abstrak, orientasi, aksi, krisis, dan koda
c. Abstrak, orientasi, reaksi, krisis, dank ode
d. Abstrak, orientasi, aksi, krisis, dank ode
e. Abstrak, organisasi, aksi,krisis, dan koda
Cermati kutipan anekdot berikut untuk menjawab soal nomor 2-4
Suatu hari, budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuat
mobil. Saat itu, malam hari dan hujan dengan lebat. Sial bagi budi,
lampu depan mobilnya padam. Karena tidak ada penerangan yang
cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya. Tiba-tiba,
mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi
menabrak mobil tersebut.
Budi : “ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti
mendadak!” (sambil menantang)
Sopir : “ini jelas salahmu!”
22
Budi : “ Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti
mendadak!”(masih dengan nada menantang)
Sopir : “Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku.”
2. Tokoh utama pada kutipan ankedot tersebut adalah….
a. Mobil
b. Sopir
c. Seseorang
d. Budi
e. Orang sial
3. Bagian dari cerita tersebut yang merupakan latar adalah….
a. Garasi
b. Mobil
c. Tempat parker umum
d. Jalan raya
e. Rumah seseorang
4. Nilai didik pada kutipan anekdot tersebut adalah….
a. Emosi harus terkendali saat menghadapi persoalan
b. Jangan lekas marah kepada orang lain jika belum tahu persoalan
yang sebenarnya
c. Semua orang tidak boleh marah
d. Seorang sopir yang marah
e. Budi seorang pemarah
5. Perbedaan anekdot dan cerpen terletak pada….
a. Kelucuannya
b. Pelakunya
c. Alurnya
d. Bentuknya
e. Temanya
6. Bagian yang tidak boleh dihilangkan dari cerita ankedot adalah….
a. Kelucuan dan nilai didiknya
b. Pelaku dan alurnya
23
c. Panjang cerita dan bagusnya
d. Gaya bercerita
e. Model tulisannya
7. Salah satu kaidah dalam cerita anekdot adalah penggunaan waktu
lampau. Berikut yang termasuk penggunaan waktu lampau adalah….
a. Pada suatu waktu ada seseorang raja bermimpi
b. Sekaranglah saatnya belajar membuat anekdot
c. Besok ramai-ramai mereka berdemo
d. Mengapa semua terjadi?
e. Anekdot memang perlu dibaca agar memberi nilai tambah
Cermati kutipan anekdot berikut untuk menjawab soal nomor 8 – 10.
Malik : “ Tuan Abdul, saya sudah cari ke mana-mana, tetapi saya tidak
menemukan kambing yang punya tanduk sejengkal manusia.”
Abdul : “ Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat
mengumuman ke seluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing
yang memiliki tanduk sejengkal manusi untuk disembelih”…
8. Kutipan anekdot tersebut tergolong ke dalam bagian….
a. Krisis
b. Orientasi
c. Reaksi
d. Abstrak
e. Koda
9. Abstrak dari kutipan anekdot tersebut adalah….
a. Tuan Malik mencari kambing ke mana-mana tetapi tidak
menemukan.
b. Tuan Abdul membuat sayembarawara perihal pencarian kambing.
c. Seluruh negeri membutuhkan kambing.
d. Susah menenmuakn kambing yang punya tanduk sejengkal manusia.
24
e. Tuan Malik dan Tuan Abdul bersepakat membuat sandiwara untuk
mencari kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia.
10. Nilai didik yang dapat diambil dari kutipan anekdot tersebut adalah….
a. Pelaku-pelakunya berebut kambing
b. Jangan suka menyalahkan orang lain.
c. Jika ada masalah sebaiknya berembuk.
d. Kita tidak boleh rebut masalah kambing.
e. Keinginan mencari kambing harus dilaksanakan.
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana.
Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan
dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi
dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk
menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad
menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain
tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya
menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana
Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut
dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan
‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa.
Lalu mereka kembali tenang.
11. Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian….
a. Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana
b. Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen
c. Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis
Perkara
d. Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad
e. Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab
pertanyaan dosen
12. Arti istilah ‘Kasih Uang Habis Perkara’ dalam teks tersebut adalah….
a. Setiap perkara dikenai biaya
25
b. Setiap perkara dapat ditindaklanjuti dengan uang
c. Setiap perkara tidak dapat diuangkan
d. Setiap perkara dapat diselesaikan dengan uang
e. Setiap perkara tidak dapat diselesaikan
13. Makna tersirat pada teks anekdot di atas adalah….
a. Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang
Hukum Pidana
b. Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana
c. Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap
d. Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP
e. Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik
14. Yang bukan termasuk partisipan dalam teks anekdot di atas adalah…
a. Dosen
b. Saudara Ahmad
c. Ali
d. Mahasiswa
e. Achmad
15. Teks anekdot berjudul KUHP terdapat kritikan dalam kalimat…
a. Apa kepanjangan KUHP, Pak?
b. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak
…!
c. Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-
pandangan
d. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya
menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan
kepada Ahmad
e. Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas
16. Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan
mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal
berdasarkan….
a. Penelitian di lapangan
26
b. Cerita fiksi
c. Teks observasi
d. Kejadian yang sebenarnya
e. Karangan
17. Bacalah kutipan teks anekdot berikut !
….
Petugas SPBU: ….?
Menyadari kekonyolan pertanyaan itu muka mahasiswa berubah
menjadi merah. Mesin SPBU menunjukkan angka 20.000, si
mahasiswa segera membayar dan pergi dengan perasaan malu.
Orientasi yang tepat untuk cuplikan teks anekdot di atas adalah….
a. Seorang mahasiswa yang membeli bensin ikut mengantre dan ia
berada di urutan belakang.
b. Muka mahasiswa itu berubah merah.
c. Pada suatu hari di sebuah Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum
sedang ada antrean panjang.
d. Si mahasiswa segera membayar dan pergi dengan perasaan malu.
e. Suatu hari seorang mahasiswa sedang berlatih mengemudi.
18. Berikut ini yang bukan ciri-ciri teks anekdot adalah….
a. Struktur teks orientasi-krisis-reaksi
b. Memiliki pesan moral
c. Memiliki unsur lucu
d. Berbentuk cerita
e. Menggelitik
19. Konjungsi yang menyatakan hubungan waktu adalah….
a. Kemudian
b. Dan
c. Yang
d. Dengan
e. Di
20. Kalimat menyatakan peristiwa masa lalu adalah….
27
a. Kemarin
b. Suatu hari
c. Minggu lalu
d. Besok
e. Kemarin
Kunci Jawaban
1. A
2. D
3. A
4. A
5. A
6. A
7. A
8. D
9. A
10. C
11. C
12. D
13. C
14. B
15. B
16. D
17. A
18. B
19. A
20. B
28
Daftar Pustaka
Angga.2014. Teks Anekdot, http://arje.blog.esaunggul.ac.id/anekdot-politisi-
blusukan-banjir/, 22 September 2021.
Anesia. 2017. Teks Andekdot, https://sahabatnesia.com/contoh-teks-anekdot-
singkat-dan-lucu, 22 September 2021.
Asha. 2019. Teks Anekdot. https://www.materibindo.com/2019/10/contoh-soal-
teks-anekdot-dan-jawabannya.htm, 28 September 2021.
Brown, H. D. 2000. Principles of language Learning and Teaching. New York:
Pearson Education.
Budiwiyanto, dkk. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Lestyarini, Beniati. 2019. Genre Teks dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.
Pamungkas.1991. Pedoman Umum EYD. Surabaya: Giri Surya.
Suherli, dkk. 2016. Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Iskak, Ahmad. 2008. Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK dan MAK
Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Yustinah. 2018. Produktif Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
29