The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Refleksi Komprehensif, Best Practice, dan Rencana Tindak Lanjut
PPG Dalam Jabatan Kemenag Kategori 1 tahun 2023
LPTK Universitas Negeri Makassar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nenipratitis, 2023-07-22 03:20:53

REFLEKSI KOMPREHENSIF, BEST PRACTICE, DAN RENCANA TINDAK LANJUT

Refleksi Komprehensif, Best Practice, dan Rencana Tindak Lanjut
PPG Dalam Jabatan Kemenag Kategori 1 tahun 2023
LPTK Universitas Negeri Makassar

Keywords: Refleksi,Best Practice,RTL

LAPORAN REFLEKSI DAN RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) PRAKTIK BAIK ( BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK)TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa : Neni Pratitis Nomor Pokok Mahasiswa : 239015495034 Bidang Studi : Sejarah PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN KATEGORI 1 KEMENTERIAN AGAMA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2023


REFLEKSI A. Latar Belakang Materi pembelajaran Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari di tingkat SMA/MAN. Dalam pelaksanaan pembelajaran terdapat beberapa masalah yang sering timbul adalah: 1. Peserta didik kesulitan memahami materi sejarah karena sebagian besar materi sejarah berisi uraian-uraian deskripsi yang sulit dipahami dengan hanya membaca saja. 2. Peserta didik masih kesulitan menjelaskan kronologi peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi sesuai dengan kaidah ilmu sejarah 3. Peserta didik sebagian besar belum bisa mengidentifikasi berbagai peristiwa dalam materi pembelajaran sejarah dengan tepat dan benar. Sejauh ini pembelajaran di MAN 3 Tangerang dilakukan dengan dengan berpusat pada guru, dimana sebagian besar proses pembelajaran masih didominasi guru dengan melibatkan metode konvensional atau ceramah dan diskusi informasi. Padahal materi sejarah menuntut keterlibatan peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Bila dikaji dari materinya yang sarat dengan teori-teori dan konsep yang abstrak, tentu saja menuntut penalaran yang sangat tinggi. Keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar merupakan suatu hal yang sangat menentukan dalam pencapaian hasil belajar, dan harus didukung oleh media pembelajaran dan metode atau model pembelajaran yang tepat oleh guru. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Wager (2002) dalam Susilana dan Riyana (2008), bahwa pengalaman belajar yang dialami peserta didik akan terasa berbeda jika menerapkan media pembelajaran yang berbeda pula. Pembelajaran sejarah pada hakikatnya tidak hanya sekedar mengingat dan memahami fakta-fakta saja, melainkan juga mampu mendorong peserta didik terlibat aktif menemukan dan memecahkan masalah melalui nilai dan sikap ilmiah. Namun kenyataan yang sering terjadi, bahwa sejarah masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan oleh sebagian besar peserta didik MAN, termasuk di MAN 3 TAngerang. Adapun permasalahan yang dihadapi pada proses pembelajaran Sejarah secara umum tidak jauh berbeda dengan mata pelajaran lainnya. Selain itu munculnya anggapan bahwa pelajaran Sejarah merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan diyakini karena beberapa faktor, diantaranya adalah strategi pembelajaran, media dan cara penyampaian yang dilakukan oleh guru masih didominasi guru dan bersifat konvensional (monoton, membosankan, tidak melibatkan para peserta didiknya). Sebagian besar guru masih banyak mendominasi pembelajaran dengan menerapkan metode ceramah sebagai metode alternatif dalam mentransfer pengetahuan, sehingga peserta didik cepat bosan dan tidak tertarik mengikuti pembelajaran. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan peserta didik kurang termotivasi dalam belajar Sejarah. Dengan demikian pemilihan media, metode dan pendekatan yang tepat diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep Sejarah. Salah satu materi yang dipelajari adalah materi tetang “Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”. Materi ini diberikan kepada peserta didik kelas X semester genap, sehingga guru diharapkan dapat menyampaikan materi ini semenarik mungkin untuk menciptakan persepsi kepada peserta didik bahwa pelajaran Sejarah juga dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. Dengan demikian perlu dilakukan upaya untuk


meningkatkan pemahaman dan hasil belajar peserta didik pada materi tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar bagi penulis untuk mencoba menerapkan model pembelajaran inovatif dilengkapi dengan media pembelajaran yang menarik agar peserta didik mampu memahami materidengan baik. Model pembelajaran tersebut adalah model Problem Based Learning (PBL) dengan metode diskusi kelompok. Alasan pemilihan model pembelajaran ini, selain mengarahkan peserta didik dalam pemecahan masalah, tetapi lebih jauh bisa menjelaskan dan menganalisis hasil yang dibuatnya. Dengan demikian, situasi pembelajaran yang tercipta akan lebih menarik dengan suasana belajar yang menarik sehingga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, respon positif dan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian penerapan model Problem Based Learning dapat menjadi model pembelajaran yang kreatif dan inovatif pada pembelajaran Sejarah, juga dapat menjadi bagian dari solusi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik kelas X tahun ajaran 2022/2023 di MAN 3 Tangerang. B. Deskripsi Aksi Nyata 1. Tahap Persiapan Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah: a. Menyiapkan media pembelajaran inovatif yaitu media PPT b. Memilih model pembelajaran inovatif yaitu model Problem Based Learning. c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyusunan RPP berdasarkan Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi dengan memperhatikan kata kerja operasional yang sesuai. d. Menyusun kisi-kisi, instrumen dan rubrik penilaian e. Menyusun lembar observasi/pengamatan guru dan peserta didik. Lembar pengamatan guru disusun berdasarkan sintaks model pembelajaran yang digunakan. f. Mendiskusikan dengan partisipan yang bertindak sebagai observer untuk memperoleh masukan terhadap RPP, media, dan lembar pengamatan yang digunakan 2. Tahap Pelaksanaan Pada pertemuan 1, kegiatan praktik pembelajaran inovatif dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 16 Juni 2023 di MAN 3 Tangerang pada pukul 08.00- 09.30 WIB Langkah-langkah pertemuan 1: Kegiatan pendahuluan: 1. Peserta didik bersama guru berdo’a untuk memulai pelajaran 2. Guru memberi salam dan menyapa peserta didik 3. Guru menyampaikan apersepsi kepada peserta didik 4. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik dengan menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya sebagai bagian dari menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air 5. Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran 6. Guru memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan


Kegiatan Inti: Fase 1: Orientasi peserta didik kepada masalah 1. Guru menyampaikan suatu permasalahan dan diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Masalah tersebut adalah: “Mengapa golongan mda memilih rengasdengklok sebagai tempat mengamnkan Soekarno dan M. hatta?” 2. Peserta didik menanggapi pertanyaan guru dan mencari tambahan informasi melalui bahan ajar yang sudah dipersiapkan. Fase 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar 1. Guru mengorganisasikan peserta didik menjadi 4kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 orang. 2. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 3. Guru menginformasikan secara singkat Langkah-langkah pengerjaan tugas 4. Guru mengarahkan peserta didik mengerjakan tugas seperti yang tertulis pada LKPD. 5. Peserta didik secara berkelompok mengerjakan tugas berdasarkan LKPD Fase 3: Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok 1. Guru memfasilitasi peserta didik yang kesulitan mengerjakan LKPD 2. Dengan mendatangi tiap kelompok, guru membimbing peserta didik dalam penyelidikan menyelesaikan tugas dan memberikan penjelasan atas pertanyaan peserta didik. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 1. Guru mendorong dialog / diskusi antar peserta didik dalam kelompoknya. 2. Guru mendorong peserta didik untuk berbagi tugas dengan temannya. 3. Guru membantu peserta didik dalam menyiapkan hasil karya serta mengingatkan batas waktu. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Guru meminta tiap kelompok untuk mengevaluasi proses pemecahan masalah kelompok lainnya secara bergantian tentang peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia Kegiatan Penutup: 1. Guru membimbing peserta didik diskusi kelompok yang diarahkan untuk membuat kesimpulan. 2. Guru memberikan penekanan-penekanan pada materi yang essensial. 3. Guru menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya 4. Guru menutup pembelajaran. Langkah-langkah pertemuan 2: Pada pertemuan 2, kegiatan praktik pembelajaran inovatif dilaksanakan pada hari Senin, 19 Juni 2023 di MAN 3 Tangerang pada pukul 08.00-09.30 WIB.


Kegiatan pendahuluan: 1. Peserta didik bersama guru berdo’a untuk memulai pelajaran 2. Guru memberi salam dan menyapa peserta didik 3. Guru menyampaikan apersepsi kepada peserta didik 4. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik dengan menyanyikan lagu nasional “Hari Merdeka” sebagai bagian dari menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air 5. Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran 6. Guru memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan Kegiatan Inti: Fase 1: Orientasi peserta didik kepada masalah 1. Guru menyampaikan suatu permasalahan dan diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Masalah tersebut adalah: “Mengapa rumah Laksamana Maeda dipilih sebagai tempat untuk merumuskan naskah teks proklamas?” 2. Peserta didik menanggapi pertanyaan guru dan mencari tambahan informasi melalui bahan ajar yang sudah dipersiapkan. Fase 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar 1. Guru mengorganisasikan peserta didik menjadi 4 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 orang. 2. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 3. Guru menginformasikan secara singkat Langkah-langkah pengerjaan tugas 4. Guru mengarahkan peserta didik mengerjakan tugas seperti yang tertulis pada LKPD. 5. Peserta didik secara berkelompok mengerjakan tugas berdasarkan LKPD Fase 3: Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok 1. Guru memfasilitasi peserta didik yang kesulitan mengerjakan LKPD 2. Dengan mendatangi tiap kelompok, guru membimbing peserta didik dalam penyelidikan menyelesaikan tugas dan memberikan penjelasan atas pertanyaan peserta didik. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 1. Guru mendorong dialog / diskusi antar peserta didik dalam kelompoknya. 2. Guru mendorong peserta didik untuk berbagi tugas dengan temannya. 3. Guru membantu peserta didik dalam menyiapkan hasil karya serta mengingatkan batas waktu. 4. Guru meminta tiap kelompok untuk menyajikan hasil karyanya di depan kelas, sementara kelompok yang lainnya mendengarkan dengan seksama Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Guru meminta tiap kelompok untuk mengevaluasi proses pemecahan masalah kelompok lainnya secara bergantian tentang peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia


Kegiatan Penutup: 1. Guru membimbing peserta didik diskusi kelompok yang diarahkan untuk membuat kesimpulan. 2. Guru memberikan penekanan-penekanan pada materi yang essensial. 3. Guru menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya 4. Guru menutup pembelajaran. 3. Tahap Refleksi/Upaya Perbaikan Tahap refleksi dilakukan oleh guru bersama observer yang hasilnya menunjukkan praktik pembelajaran masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan tindakan yang nantinya bisa dijadikan dasar untuk perbaikan pada pertemuan berikutnya. Adapun hasilnya ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Refleksi Praktik Pembelajaran 1 No Kekurangan Rencana Tindakan Pertemuan 2 1. Kurangnya interaksi peserta didik dalam kelompok Guru diharapkan lebih memotivasi peserta didik untuk aktif bekerjasama 2. Guru lupa menyampaikan penilaian yang akan dilakukan dan juga lupa menilai proses pembelajaran Guru harus menyampaikan penilaian yang akan dilakukan pada awal pembelajaran dan melakukan penilaian proses 3. Beberapa peserta didik kurang aktif Guru mengarahkan ketua kelompok untuk lebih aktif dalam membimbing anggota kelompok agar lebih berperan aktif dalam menyelesaikan tugas Adapun pada pertemuan yang ke-2, semua pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Namun, berdasarkan hasil observasi dan pengamatan yang dilakukan secara langsung, masih ditemukan beberapa peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi kelompok. Adapun solusi yang dilakukan yaitu dengan mengingatkan secara langsung tugas dan fungsi masing-masing anggota kelompok. selain itu, pengaturan waktu perlu dipertimbangkan terutama pada kegiatan menghasilkan suatu karya atau produk agar pada kegiatan selanjutnya dapat diatur dengan sebaik-baiknya. C. Pembelajaran 1. Keberhasilan yang didapat Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu hasil yang dirasakan sangat positif dan hasilnya efektif. Hal ini dapat dilihat dari: a. Secara klasikal, ketuntasan peserta didik juga mengalami peningkatan dari 65% menjadi 90% b. Pemilihan model pembelajarn inovatif yaitu PBL dan aktifitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sangat membantu


dalam meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran sehingga selain meningkatkan keaktifan juga mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. c. Sebagian besar respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang jika pembelajaran menggunakan media yang sangat menarik yang dapat dilihat dari angket respon peserta didik yang diberikan setelah pembelajaran dilaksanakan yaitu 96,50%. 2. Kegagalan yang didapat Pelaksanaan praktik pembelajaran inovatif, pada umumnya terlaksana dengan sangat baik. Namun ada beberapa kegiatan yang pelaksanaannya tidak sesuai harapan karena kondisi yang tidak memungkinkan yaitu: a. Alat pendukung pembelajaran yang kurang terkoneksi dengan baik sehingga pelaksanaan sit in yang dilakukan Dosen Pembimbing Lapangan dan Guru Pamong sedikit mengalami kendala. b. Pada pertemuan ke-2, waktu yang direncanakan seharusnya mengalami kemunduran karena cuaca yang kurangbersahabat. c. Guru belum menerapkan pembelajaran berbasis TPACK seperti yang arahkan dalam panduan pelaksanaan PPG dan diharapkan oleh pemerintah melalui Kemendikbud dan LPTK penyelenggara. D. Rencana Perbaikan Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan, ada beberapa rencana perbaikan dimasa mendatang agar kegiatan praktik pembelajaran inovatif khususnya penerapan model Problem Based Learning dapat terlaksana dengan efektif dan efesien sesuai dengan yang telah direncanakan. Adapun rencana perbaikannya sebagai berikut. 1. Perlu penjelasan di awal tentang fungsi-fungsi masing-masing anggota kelompok dalam pembelajaran yang terkait tugas sehingga kegiatan diskusi identifikasi pemecahan masalah atau pencarian solusi dapat berjalan dengan lancer. 2. Guru harus lebih tegas dalam pengaturan waktu terutama pada saat pengerjaan tugas peserta didik, sehingga karakter disiplinnya akan tumbuh secara perlahan-lahan nantinya. 3. Guru dalam perancangan maupun proses pelaksanaan pembelajaran belum menyentuh secara maksimal pembelajaran berbasis TPACK karena terkendala sarana teknologi sehingga untuk kedepannya perlu perancangan pembelajaran berbasis digital sesuai dengan tuntutan zaman. E. Penutup Kegiatan praktik pembelajaran inovatif sangat penting bagi guru dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah agar menjadi guru yang profesional.


Pembelajaran yang berkualitas berawal dari guru yang berkualitas juga. Guru yang berkualitas diharapkan selalu melakukan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman. Melalui kegiatan Pendidikan Profesi Guru khususnya pada praktik pembelajaran inovatif, diharapkan guru-guru bisa merancang dan menyelenggarakan pembelajaran yang kontekstual dan berkarakter melalui penerapan model, metode, dan media pembelajaran yang inovatif. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap penerapan model Problem Based Learning, dapat disimpulkan bahwa bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik terutama dalam mengingat kronologi dalam peristiwa sejarah. Melalui penerapan model problem based learning selain dapat mengatasi salah satu kesulitan belajar yang dialami peserta didik, juga dapat membantu meningkatkan kemampuan berfikir kreatif dan kemampuan memecahkan masalah. Agar pembelajaran lebih menarik, perlu dipadukan dengan berbagai model pembelajaran berbasis aktifitas sehingga memungkinkan untuk menghasilkan inovasi dalam model pembelajaran. Diharapkan dengan adanya penulisan laporan ini, guru sebagai pendidik tidak hanya mendapatkan ilmu atau menambah wawasan tetapi juga diharapkan dapat menerapkan ilmu tersebut baik kepada peserta didik maupun teman sejawat. Selain itu, kami selaku pendidik sangat mengharapkan agar Pendidikan Profesi Guru ini tidak hanya bersifat formalitas saja, namun dapat diterapkan dan dikembangkan lagi agar benar-benar layak menyandang guru yang professional dengan menciptakan pembelajaran yang lebih bervariasi sehingga wawasannya bertambah luas.


Nama : Neni Pratitis, S.Pd. NPM : 239015495034 Kelas : 001 LK 3.1 Best Practices Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi,Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran Lokasi MAN 3 Tangerang Kabupaten Tangerang Provinsi Banten Lingkup Pendidikan Madrasah Aliyah Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X IPA 3 pada pembelajaran Sejarah melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas X IPS 3 pada pembelajaran Seajarah melalui Model Cooperative Learning dengan Metode Diskusi Tanggal Aksi 1 Pertemuan 1 16 Juni 2023 Pertemun 2 19 Juni 2023 Aksi 2 5 Juli 2023 Pertemuan 1 pukul 09.00-11.30 WIB Pertemuan 2 pukul 13.00-14.30 WIB Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah? Kondisi yang menjadi latar belakang praktik pembelajaran ini, yaitu : 1. Peserta didik belum aktif dalam kegiatan pembelajaran. 2. Peserta didik kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran 3. Guru jarang menggunakan model pembelajaran inovatif. 4. Pembelajaran masih terpusat pada guru. 5. Media pembelajaran yang digunakan kurang menarik.


6. Pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan? Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena berdasarkan Praktik Pengalaman lapangan (PPL) yang dilakukan banyak terjadi perubahan sikap pada peserta didik yang berdampak positif pada proses pembelajaran sehingga praktik ini diharapkan dapat menginspirasi atau memotivasi diri sendiri serta rekan guru lain agar dapat lebih baik dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik. Penulis Neni Pratitis, S.Pd Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, maka ada beberapa tantangan yang dihadapi adalah: 1. Kurangnya kreativitas guru dalam memilih model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan materi pelajaran dan karakteristik peserta didik. 2. Penggunaan metode pembelajaran yang variatif sehingga peserta didik merasa tertarik dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. 3. Guru harus bisa meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. 4. Guru harus bisa menggunakan media pembelajaran berbasis TPACK. 5. Peserta didik belum terbiasa melaksanakan pembelajaran yang direkam oleh kamera. Dilihat dari tantangan tersebut bisa disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi melibatkan guru dari sisi kompetensi yang harus dimiliki dan ditingkatkan guru yaitu kompetensi pedadogik dan profesional. Sedangkan dari sisi peserta didik adalah rendahnya


keaktifan dan motivasi dalam belajar Siapa saja yang terlibat? Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pihak yang terlibat adalah Dosen dan Guru Pamong sebagai fasilitator dan penilai. Kepala sekolah, dewan guru serta teman sejawat dan peserta didik pad MAN 3 Tangerang yang mendukung saya dalam kegiatan ini Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut, yaitu: 1) Melakukan koordinasi dengan pihak sekolah seperti kepala sekolah, rekan guru, teman sejawat dan juga pakar. 2) Mencari solusi dari tantangan atau masalah yang akan dihadapi . 3) Melakukan kajian literatur dari berbagai sumber belajar seperti buku dan juga internet terkait solusi dari tantangan yang dihadapi 4) Merumuskan solusi yang terpilih. 5) Membuat perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam praktik pembelajaran. 6) Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang telah dibuat. Strategi apa yang digunakan? Strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut, yaitu: 1. Membuat perencanaan perangkat pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), sehingga peserta didik akan terbiasa pada pola pembelajaran yang menuntut meraka untuk melaporkan hasil dari kegiatan diskusi yang mereka lakukan. 2. Membuat media pembelajaran interaktif berbasis TPACK dengan menggunakan vidio pembelajaran dan slide PPT 3. Membimbing peserta didik yang belum memahami pengerjaan tugas dan membuat sesederhana mungkin lembar kerja peserta didik pada kegiatan diskusi, agar peserta didik dapat aktif


dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan. 4. Mengharuskan peserta didik untuk bertanya dan menanggapi petunjuk dan pernyataan yang diberikan dalam proses pembelajaran. Bagaimana prosesnya? Adapun proses yang dilakukan yaitu : Guru membuat perencanaan pembelajaran dengan membuat perangkat pembelajaran berupa RPP, LKPD, materi ajar, media pembelajaran dan evaluasi/penilaian. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran (praktik) dengan perangkat pembelajaran yang telah dibuat. Guru menyiapkan media yang akan digunakan dalam proses praktik pembelajaran yaitu gambar dan video pembelajaran. Guru menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam proses praktik pembelajaran. Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran (praktik) yang telah dilaksanakan. Adapun langkah-langkah dalam praktik pembelajaran yaitu: 1. Mengucapkan salam dan menanyakan kabar peserta didik 2. Mengecek kehadiran peserta didik. 3. Berdoa bersama sebelum belajar. 4. Menyanyikan lagu nasional bersama. 5. Memberikan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. 6. Guru menerapkan langkah-langkah model PBL, yaitu : a) Orientasi peserta didik pada masalah dengan menampilkan gambar/video masalah pembelajaran dan juga memberikan stimulus. b) Mengoranisasikan peserta didik dengan cara membagi kelompok peserta didik serta memberikan LKPD. c) Membimbing penyelidikan individu/kelompok dengan memberikan arahan/membimbing


kelompok peserta didik untuk berdiskusi secara aktif d) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya dengan mempresentasikan hasil diskusi. e) Menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah dengan memberikan soal evaluasi dan membahasnya. 7. Melakukan refleksi dan menyimpulkan pembelajaran. 8. Menyampaikan materi pertemuan selanjutnya. 9. Berdoa bersama menutup pembelajaran. Siapa saja yang terlibat? Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pihak yang terlibat adalah : 1. Guru sebagai perancang, fasilitator dan pelaksana praktik pembelajaran. 2. Dosen dan Guru Pamong sebagai fasilitator dan penilai. 3. Kepala sekolah sebagai pendukung dan pemberi fasilitas yang dibutuhkan dalam praktik pembelajaran. 4. Rekan guru serta teman sejawat yang membantu dalam mempersiapkan praktik pembelajaran seperti merekam dan memberikan semangat. 5. Peserta didik MAN 3 Tangerang yang mendukung saya dan selalu bersemangat dalam kegiatan praktik ini. Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini ? Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi tersebut. 1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 2. Membuat bahan ajar melalui power point (PPT) dan juga download dari internet. 3. Membuat media pembelajaran berupa media gambar atau video pembelajaran. 4. Menyusun lembar kerja perserta didik (LKPD). 5. Menyusun kisi-kisi dan instrumen


penilaian. 6. Menyiapkan alat-alat pembelajaran sepertilaptop dan proyektor/infocus untuk proses pembelajaran. 7. Menyiapkan 2 buah handphone yang dipergunakan untuk merekam dan zoom. Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah- langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkahyang dilakukan? Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan dirasa hasilnya efektif dapat dilihat dari : Seluruh peserta didik senang dan aktif melakukan diskusi bersama rekan kelompoknya. Peserta didik mampu menyajikan hasil diskusi mereka bersama rekan kelompoknya. Pemilihan model PBL dapat membuat peserta didik terlibat aktif dalam proses belajar. Pembelajaran menjadi terpusat pada peserta didik Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Dari hasil analisis yang dilaksanakan hasilnya efektif karena guru telah melakukan refleksi dan analisis, yaitu: 1. Tercapainya Tujuan pembelajaran 2. Pembelajaran menjadi tepusat pada peserta didik. 3. Adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dari setiap aksi yang telah dilaksanakan Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan? Respon Dosen dan Guru Pamong Respon Dosen dan Guru pamong terhadap kegiatan ini sudah sangat baik, bisa dilihat saat dosen dan guru pamong yang


memberikan pengarahan, mengikuti kegiatan sit-in didalam zoom PPL dan juga memberikan refleksi atau masukan agar dapat memperbaiki kegiatan pembelajaran ini. Respon peserta didik Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang, bisa dilihat saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran, peserta didik memberikan refleksi bahwa pembelajaran sangat menyenangkan dan menimbulkan rasa ingin tahu peserta didik serta media pembelajaran sangat menarik dan mudah di pahami. Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Faktor keberhasilan KBM ini terjadi karena adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, seperti kepala sekolah, dewan guru, teman sejawat, pakar dan tentu saja saya (guru) juga peserta didik MAN 3 Tangerang. Selain itu, berkat bimbingan dan arahan dari dosen juga guru pamong yang selalu mensupport kegiatan yang saya lakukan. Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut? Untuk berkelanjutannya dalam meningkatan hasil belajar peserta didik dalam materi pembelajaran tertentu kedepannya guru akan lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran salah satunya dengan memilih media dan metode yang tepat serta menerapkan model-model pembelajaran inovatif.


LAMPIRAN DOKUMENTASI


LINK VIDEO PPL 1. VIDEO PPL AKSI 1 PERTEMUAN 1 (16 JUNI 2023) https://drive.google.com/file/d/1fIHCnyS4i8FGX0IJNcwbcEBD-6- 1I2oz/view?usp=sharing 2. VIDEO PPL AKSI 1 PERTEMUAN 2 (19 JUNI 2023) https://drive.google.com/file/d/1_OcbVG7SsJk5NcBEwzWlPn4P_qEVKn7e /view?usp=drive_link 3. VIDEO PPL AKSI 2 PERTEMUAN 1 (5 JULI 2023 PUKUL 09.00-10.30 WIB) https://drive.google.com/file/d/11JD84gsW_LwYWZgLTnwPsZsFnklo0obK /view?usp=sharing 4. VIDEO PPL AKSI 2 PERTEMUAN 2(5 JULI 2023 PUKUL 13.00-14.30 WIB) https://drive.google.com/file/d/1PANke5eLhEUgZXe45SdYDjMdCpeq8um/view?usp=sharing


Click to View FlipBook Version