Keanekaragaman Hayati Universitas Maritim Raja Ali Haji
Universitas Maritim Raja Ali Haji Keanekaragaman Hayati Dosen Pengampu : Adam fernando, M.Pd. Muhamad Rocki Angela Revita Deavanny Mardani Febriyanto Hazlina Shaik
KKAATTAA PPEENNGGAANNTTAARR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, karena penulis dapat menyelesaikan media yang berjudul "KEANEKARAGAMAN HAYATI" . Medial ini di buat untuk memnuhi kebutuhan mahasiswa sebagai sumber ajar selama proses perkuliahan pada mata kuliah Media Pembelajaran. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan media pembelajarana ini. Oleh karena itu, saran dan kritik membangun sangat di harapkan untuk memperbaiki media pmebelajaran ini. Penulis berharap semoa media ini dapat di jadikan referensi dan menambah wawasan ilmu pengetahuan para bagi pembaca. Tanjungpinang, 15 Juni 2023 Penulis i
DDAAFFTTAARR IISSII KATA PENGANTAR......................................................................i DAFTAR ISI.....................................................................................ii CAPAIAN PEMBELAJARAN......................................................iii PETUNJUK PEMBELAJARAN..................................................iv KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI...............................1 KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA...................8 MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN PERMASALAHANNYA...............................................................13 KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP............................................23 RANGKUMAN..............................................................................33 QUIZ TIME....................................................................................34 VIDIO PEMBELAJARAN...........................................................35 DAFTAR PUSTA..........................................................................36 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. ii
KELOMPOK 6 CAPAIAN PEMBELAJARAN Tujuan Pembelajaran Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia besertaancaman dan pelestariannya beserta ancaman dan pelestariannya. Menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati diIndonesia dan usulan upaya pelestariannya. Setelah kegiatan pembelajaran 1, diharapkan Anda dapat mengidentifikasi, menjelaskan, menganalisis tingkat keanekaragaman hayati dan mampu menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia dengan selalu berfikir kritis, kreatif. dan membisakan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab serta tetap bersyukur kepada Tuhan YME. iii
KELOMPOK 6 petunjuk PEMbelajarAN Cara menggunakan flipbook ini dengan cara digeser ke kanan atau kekiri. Cara membacanya dari lembar perlembar. Untuk mempelajari flipbook ini haruslah berurutan, karena materi sebelumnya merupakan konsep dasar untuk mempelajari materi berikutnya. Video pembelajaran dapat diputar dengan mengklik tombol putar pada tersedia. Ikutilah kegiatan belajar yang disajikan dalam flipbook ini dan perhatikan petunjuk mempelajari kegiatan ini. Apabila kamu masih merasa belum memahami materi yang disajikan, ulanh lagi mempelajari kegiatan belajar dan lanjutkan ke kegiatam belajar selanjutnya jika kamu sudah menguasainya. Untuk mempelajari flipbook ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut : iv
KELOMPOK 6 Konsep Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati adalah istilah umum yang komprehensif untuk tingkat keanekaragaman alam atau variasi jumlah dan frekuensinya dalam sistem alam. Hal ini sering dipahami dalam hal berbagai macam tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme termasuk di dalamnya gen yang mereka punya dan ekosistem yang mereka bentuk 1 Konsep Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati juga disebut dengan biodiversitas. Biodiversitas merujuk kepada keseluruhan atau total variasi kehidupan yang meliputi bentuk, jumlah, dan karakteristik lain yang terdapat di tingkat gen, jenis, dan ekosistem. Keberagaman pada makhluk hidup ini dapat ditemukan di semua jenis habitat, dari pegunungan, hutan, laut, danau, hingga gurun. Bahkan, pada tingkat molekuler pun dapat menciptakan keragaman yang dilihat dari berbagai jenis protein dan karbohidrat yang ditemukan dalam organisme. Gambar 1. Jenis-jenis serangga dan bunga Sumber: canva.com
KELOMPOK 6 a.Keragaman Genetik Variasi informasi genetik yang terkandung dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang terjadi dalam populasi spesies. Sederhananya itu adalah variasi gen dalam spesies dan populasi. Gen adalah urutan berbeda dari DNA 2 Konsep Keanekaragaman Hayati Contoh keanekaragaman tingkat gen ini adalah tanaman bunga mawar putih, bunga mawar merah, dan mawar kuning yang memiliki perbedaan meskipun termasuk ke dalam satu species, yaitu berbeda dari segi warna bunga. Demikian juga pada hewan jenis anjing (Canis familiaris) misalnya, mereka memiliki banyak variasi, bentuk dan ukuran tubuh, panjang, dan warna kulit. Gambar 2. Kucing Sumber : www. repositori.kemdikbud.go.id (Deoxyribonucleic Acid) yang membentuk bagian dari kromosom yang diwariskan keturunan dari orang tua. Keanekaragaman genetik mengacu pada berbagai jenis gen dalam kromosom spesies dan variasinya.
Setiap individu dalam jenis yang sama mempunyai kerangka dasar komponen gen yang sama. Namun, setiap kerangka dasar tadi memiliki susunan gen (faktor pengatur karakter) yang berbeda. Kesimpulannya gen inilah yang menentukan adanya keanekargaman dalam satu jenis yang sama. Misalnya apakah biji jagung harus berwarna kuning, merah, atau putih; apakah sseorang itu harus berhidung mancung atau pesek; apakah seekor anjing itu harus bermulut lancip atau lebar, berambut panjang atau pendek, dengan ukuran tubuh besar atau kecil. 3 Setiap individu dalam jenis yang sama mempunyai kerangka dasar komponen gen yang sama. Namun, setiap kerangka dasar tadi memiliki susunan gen (faktor pengatur karakter) yang berbeda. Kesimpulannya gen inilah yang menentukan adanya keanekargaman dalam satu jenis yang sama. Misalnya apakah biji jagung harus berwarna kuning, Gambar 3. Jenis-jenis serangga dan bunga Sumber: canva.com merah, atau putih; apakah sseorang itu harus berhidung mancung atau pesek; apakah seekor anjing itu harus bermulut lancip atau lebar, berambut panjang atau pendek, dengan ukuran tubuh besar atau kecil.
KELOMPOK 6 b.Keragaman Spesies Keanekaragaman spesies adalah keanekaragaman spesies atau makhluk hidup/organisme. Ini diukur dalam hal kekayaan spesies. Ini mengacu pada jumlah total spesies di area yang ditentukan. Kelimpahan spesies ini mengacu pada jumlah relatif antar spesies. Jika semua spesies memiliki kelimpahan yang sama, ini berarti variasinya tinggi maka keanekaragamannya tinggi, namun jika satu spesies diwakili oleh 96 individu, sedangkan sisanya masingmasing diwakili oleh 1 spesies, ini keanekaragamannya rendah. Di alam, tidak semua spesies komunitas sama-sama berbeda. 4 Konsep Keanekaragaman Hayati Setiap jenis makhluk hidup terbentuk oleh kecocokan kandungan gen yang mengatur sifat-sifat menurun pada jenis tersebut dengan lingkungan tempat hidupnya. Karena Gambar 4. Dua anjing yang berdeda spesies Sumber: canva.com lingkungan atau habitat jenis ini beranekaragam, maka jenis yang akan diasilkannyapun tentu akan beranekaragam.
·Keanekaragaman jenis dalam famili : aren (Arenga finata), kelapa(Cocos nucifera),pinang (Areca catechu), termasuk ke dalam famili Arecaceae. Keanekaragaman jenis dalam genus : Jeruk nipis (Citrus arantifiola), jeruk bali (Citrus maxima), Jeruk peras (Citrus nobilis), semua termasuk ke dalam genus Citrus. Contoh dari keanekaragaman spesies yaitu : 5 Gambar 5 & 6 . Kiri pohon kelapa,kanan pohon pinang Sumber: canva.com Gambar 7 & 8. Kiri jeruk nipis, kanan jeruk bali Sumber: canva.com
c.Keanekaragaman Ekosistem Keanekaragaman ekosistem sangat berkaitan dengan keragaman habitat/ekosistem meliputi komunitas biotik dan proses ekologi di biosfer. Ekosistem adalah komunitas biologis hewan dan tumbuhan yang berinteraksi satu sama lain serta lingkungannya di suatu wilayah tertentu. Keanekaragaman ekosistem mengacu pada kumpulan dan interaksi tertentu dari spesies yang hidup bersama dan lingkungan fisiknya di area tertentu. KELOMPOK 6 6 Konsep Keanekaragaman Hayati Gambar 9 & 10. Berbagai jenis pohon Sumber: canva.com Misalnya, ada dua hutan yang berbeda di suatu daerah, spesies di masing-masing ekosistem, komunitas alami dan habitat pasti akan berbeda satu sama lain. Inilah yang disebut dengan keanekaragaman ekosistem. Ketiga komponen keanekaragaman hayati ini menunjukkan bahwa kekayaan biosfer tetap terjaga ketika berada di wilayah asalnya, yang oleh para ahli ekologi disebut sebagai 'konservasi in-situ'.
·Kelapa di pantai, membuka ekosistem pantai ·Siwalan/lontar di tempat kering, membentuk ekosistem savanna ·Aren di pegunungan basah, membentuk ekosistem hutan basah. Kesimpulannya, perbedaan komponen biotik dengan abiotik akan membentuk macam tatanan lingkungan yang berbeda, maka akosistem yang dihasilkan akan sangat beranekaragam pula. Misalnya yaitu : Maka dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman hayati menunjukkan variasi gen, jenis, dan ekosistem yang dijumpai di suatu daerah. Sebuah ekosistem terdiri atas komponen-komponen biotik (berbagai jenis makhluk hidup) dan komponen tak hidup/abiotik (air, tanah, udara, derajat keasaman, kaadar garam). Namun, karena sustu ekosistem mempunyai faktor abiotik tertentu dan berbeda dengan ekosistem lainnya, maka akan membedakan pula faktor-faktor biotiknya. 7
KELOMPOK 6 Keanekaragaman Hayati di Indonesia 8 Keanekaragaman Hayati di Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di daerah tropis. Berada di antara dua benua, Asia dan Australia, merupakan negarakepulauan yang terdiri dari tujuh belas ribu pulau. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas di dunia karena memiliki keanekaragaman jenis hayati yang tinggi. Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati yang kedua terbesar di dunia, yakni setelah Brazil. Hutan hujan tropis kita kaya akan fl ora dan fauna serta memiliki tingkat endemisme yang tinggi. Begitu pula dengan kekayaan terumbu karang di laut Indonesia yang merupakan pusat keanekaragaman yang tertinggi di dunia. Gambar 11. Peta Indonesia Sumber: canva.com
b.Persebaran tumbuhan Wilayah Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau dibagi menjadi 3 wilayah utama, yaitu Indonesia bagian barat, tengah, dan timur. Masing-masing wilayah tersebut memiliki berbagai jenis makhluk hidup dengan persebaran yang khas. Misalnya, hutan di KELOMPOK 6 9 Keanekaragaman Hayati di Indonesia Gambar 12. Hutan Kalimantan Sumber: canva.com Kalimantan memiliki jenis tumbuhan yang paling banyak dibandingkan hutanhutan di daerah lainnya. Dengan demikian, kalian bisa menemukan jenis tumbuhan tertentu yang tidak kalian temukan di luar Kalimantan. Sedangkan hutan-hutan di Jawa, Sunda, Sulawesi, dan Maluku merupakan daerah yang memiliki tumbuhan lebih sedikit dibandingkan dengan hutan di Kalimantan. Gambar 13. Rafflesia arnoldi Sumber : https://www.buzzle.com Hutan hujan tropis di Indonesia kaya akan berbagai jenis tumbuhan. Tumbuhan di Indonesia tergolong tumbuhan Malesiana. Tumbuhan Malesiana merupakan jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di beberapa daerah, yaitu di Sumatra, Kalimantan, dan Filipina bagian utara
Contoh tumbuhan tersebut adalah meranti, palem, dan salak. Terdapat pula tumbuhan khas Malesiana yang menarik, yaitu Raffl esia arnoldii. Tumbuhan yang juga dikenal dengan sebutan bunga bangkai ini hanya bisa ditemukan di Aceh dan Bengkulu, jadi sifatnya endemis. 10 Selain Raffl esia arnoldii di Sumatra, tanaman endemik juga ditemukan di Papua, yaitu ratu sulur (Strong Ylodon). Papua juga memiliki pohon yang khas yang disebut matoa (Pometia pinnata). Bentuk buah matoa seperti kelengkeng, tetapi lebih besar dan buahnya membentuk rangkaian seperti anggur, berkulit tipis, dan kuat. Gambar 15.Pometia pinnata (MATOA) Sumber : www.tradewindsfruit.com Gambar 14. Pulau Papua Sumber: canva.com
b.Persebaran hewan Secara geografi s, wilayah Indonesia dilewati Garis Wallace dan Garis Weber. Garis-garis khayal tersebut menunjukkan adanya perbedaan persebaran hewan (fauna) di Indonesia. Keanekaragaman Hayati di Indonesia KELOMPOK 6 Gambar 16 . Garis Wallace dan Garis Weber Sumber: galeripeta.blogspot.com Gambar 17. Hewan Asiatis Sumber : www.faunadanflora.com Garis Wallace dan Weber membagi wilayah Indonesia menjadi 3 bagian, yaitu daerah di sebelah barat Garis Wallace, daerah di sebelah timur Garis Weber, dan daerah di antara keduanya. Masing-masing daerah tersebut memiliki berbagai jenis hewan yang khas.Daerah di sebelah barat garis Wallace meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan memiliki berbagai jenis fauna Oriental (Asiatis). 11
Di wilayah sebelah timur Garis Weber hidup fauna Australian yaitu berbagai jenis burung dengan warna bulu yang menyolok, misalnya kasuari, cendrawasih, nuri, dan parkit. Ada pula merpati berjambul dan beberapa jenis hewan berkantung, misalnya kanguru pohon. Jenis fauna yang lain adalah komodo, babirusa, dan kuskus. Gambar 18. Hewan Australis Sumber: https://jenis.net Daerah di antara dua Garis Wallace dan Weber merupakan zona peralihan atau wilayah Wallacea. Semakin ke timur dari Garis Wallace, jumlah fauna oriental semakin berkurang. Sebaliknya, semakin ke barat dari Garis Weber, fauna Australian semakin berkurang. Dengan demikian, marsupialia dapat ditemukan di daerah Wallacea dan burung pelatuk oriental juga dapat dijumpai di sebelah timur Wallacea . Sementara itu, hewanhewan oriental misalnya burung hantu, bajing, dan babi melintasi Garis Wallace sampai ke Sulawesi. Hewan Australian yang lain misalnya anoa, maleo, dan tarsius. Gambar 19. Hewan Australis Sumber: https://jenis.net 12
KELOMPOK 6 Manfaat Keanekaragaman Hayati dan Permasalahannya Manfaat Keanekaragaman Hayati dan Permasalahannya Setelah kita telah mengetahui keanekaragaman hayati serta tingkatannya, berikut ini merupakan manfaat kita mempelajari keanekaragaman hayati itu sendiri. Gambar 20. Ilustrasi Mnafaat Ekonomi Sumber: canva.com A.Manfaat Keanekaragaman Hayati a. Manfaat dalam bidang ekonomi Jenis hewan (fauna) dan tumbuhan (flora) dapat diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor, misalnya saja kayu jati jika di ekspor akan menghasilkan devisa bagi negara. Beberapa tumbuhan juga dapat dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta ada tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-oabatan dan kosmetika. 13
Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan untuk kegiatan industri. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak merupakan sumber-sumber perikanan yang berpotensi ekonomi. Beberapa jenis diantaranya dikenal sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein. b. Manfaat dalam bidang ekologi Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting, misalnya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis atau nilai lingkungan yang penting bagi bumi, antara lain: Gambar 21 & 22. Kiri Ilustrasi paru-paru bu,i nipis, kanan ilustrassi iklim global Sumber: canva.com a). Merupakan paru-paru bumi. Kegiatan fotosintesis hutan hujan tropis dapat menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer, yang berarti dapat mengurangi pencemaran udara dan dapat mencegah efek rumah kaca. 14
b). Dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan ke lembaban udara. Selain berfungsi untuk menunjuang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. c. Manfaat dalam farmasi Manusia telah lama menggunakan sumber daya hayati untuk kepentingan medis. Selain pengobatan tradisional, pengobatan modern pun sangat tergantung pada keragaman hayati terutama tumbuhan dan mikroba. Sumber daya dari tanaman liar, hewan dan Gambar 23. Ilustrasi obat-obatan Sumber: canva.com Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam ekosistemnya. Peranan ini tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain. Sebagai contoh, burung hantu dan ular di ekosistem sawah merupakan pemakan tikus. Jika kedua pemangsa ini dilenyapkan oleh manusia, maka tidak ada yang mengontrol populasi tikus. Akibatnya perkembangbiakan tikus meningkat cepat dan di mana-mana terjadi hama tikus. mikroorganisme juga sangat penting dalam pencarian bahanbahan aktif bidang kesehatan. Banyak obat-obatan yang digunakan saat ini berasal dari tanaman; beberapa antibiotik, berasal dari mikroorganisme, dan struktur kimia baru ditemukan setiap saat. 15
d. Manfaat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi KELOMPOK 6 Manfaat Keanekaragaman Hayati dan Permasalahannya ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan. Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Gambar 24. Ilustrasi teknologi Sumber: canva.com Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian keadaan Kepunahan flora dan fauna bukan suatu gejala baru. Beberapa ratus tahun yang lalu sebagian besar flora dan fauna telah berkurang karena kegiatan manusia. b.Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati Gambar 25. Ilustrasi Kebakaran Hutan Sumber: canva.com 16
d. Manfaat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi KELOMPOK 6 Manfaat Keanekaragaman Hayati dan Permasalahannya ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan. Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Gambar 26. Ilustrasi obat-obatan Sumber: canva.com Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian keadaan Kepunahan flora dan fauna bukan suatu gejala baru. Beberapa ratus tahun yang lalu sebagian besar flora dan fauna telah berkurang karena kegiatan manusia. b.Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati Gambar 27. Ilustrasi Kebakaran Hutan Sumber: canva.com 17
Flora dan fauna yang persebarannya sedikit dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan (adaptasi) kecil Flora dan fauna yang ditemukan di daerah sebaran sempit. Flora dan fauna yang membutuhkan daerah luas untuk bertahan hidup. .Merupakan pemangsa besar sehingga diburu oleh manusia. Flora dan fauna memiliki kekhususan tinggi. Umunya merupakan fauna besar dengan kepadatan rendah. Flora dan fauna bersaing dengan mansia baik langsung maupun tidak langsung Flora dan fauna memiliki nilai komersial. Pernah mempunyai kisaran luas dan berdekatan tetapi sekarang terbatas pada daerah kecil tempat hidupnya. Di sisi lain manusia merupakan satu-satunya mahluk hidup yang mampu membendung terjadinya kepunahan berbagai jenis flora dan fauna. Jenis flora dan fauna yang cepat mengalami kepunahan adalah sebagai berikut: Manusia saat ini sudah mengikuti perkembangan industrialisasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga banyak aktifitas yang tidak disadari dapat mengancam keanekaragaman hayati. 18
KELOMPOK 6 Manfaat Keanekaragaman Hayati dan Permasalahannya Masuknya jenis hewan peliharaan dan tumbuhan baru pada suatu habitat tanpa penelitian dan pengembangan yang seksama. Penggunaan jenis tumbuhan dan hewan pada suatu habitat secara berlebihan. Terjadinya pencemaran lingkungan dalam suatu ekosistem. Pencemaran lingkungan meliputi pencemaran air, tanah dan udara. Terjadinya perubahan iklim global. Adanya perkembangan industri pertanian dan perhutanan. Adanya eksploitasi berlebihan saat penambangan logam dan pemanfaatan biota laut. sekarang terbatas pada daerah kecil tempat hidupnya. . Jika hal ini dibiarkan, maka keanekaragaman hayati akan mengalami penurunan, baik kualitas dan kuantitasnya. Hal-hal yang dapat menyebabkan penuruanan keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut : Perusakan dan pemusnahan habitat. c.Upaya Kelestarian Keanekaragaman Hayati Usaha pelestarian sumber daya alam hayati merupakan tanggung jawab bersama dan harus dilakukan secara ketat, karena sudah banyak jenis tumbuhan dan hewan endemik telah berada di ambang kepunahan. 19
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk pelestarian keanekaragaman hayati dibagi menjadi dua, yaitu pelestarian exsitu dan insitu. a. Pelestarian Secara In Situ Pelestarian In situ adalah pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di tempat hidup aslinya (habitatnya). Pelestarian ini dilakukan pada mahluk hidup yang memerlukan habitat khusus atau mahluk hidup yang dapat menyebabkan bahaya pada kehidupan mahluk hidup lainnya jika dipindahkan ke tempat lain. Contoh taman nasaional dan cagar alam. Indonesia saat ini memiliki 30 taman nasional dan ratusan cagar alam sehingga flora dan fauna asli Indonesia memiliki kesempatan baik untuk hidup terus , tentu apabila peraturan pemerintah ditaati. b. Pelestarian Ex Situ Pelestarian ex situ adalah pelestarian keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) dengan cara dikeluarkan dari habitatnya dan dipelihara di tempat lain. Pelestarian secara ex situ dapat melakukan cara-cara sebagai beriku. a) Kebun koleksi b) Kebun plasma nutfah c) Kebun raya 12 2 0 d) Penyimpanan dalam kamar-kamar bersuhu dingin e) Kebun binatang
Gambar 32. Kebun Binatang Sumber: canva.com a) Kebun koleksi b) Kebun plasma nutfah c) Kebun raya d) Penyimpanan dalam kamar-kamar bersuhu dingin e) Kebun binatang Gambar 28. Kebun Koleksi Sumber: canva.com Gambar 29. Kebunj Plasma Nutfah Sumber: canva.com Gambar 30. Kebun Raya Sumber: canva.com Gambar 31. Penyimpanan suhu dingin Sumber: canva.com 21
Dari hasil kerja sama dengan lembaga konservasi internasional, terlah dilakukan pengembangan kawasn konservasi menjadi cagar biosfer yang merupakan kawasan dengan ekosistem terestrial dan pesisir yang melaksanakan konservasi biodiversitas melalui pemanfaatan ekosistem yang berkelanjutan. Cagar biosfer yang ada di Indonesia antara lain Kebun Raya Cibodas, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Bukit Batu, dan Taman Nasional Wakatobi. Gambar 33. Komodo Sumber: canva.com Terima kasih sudah melindungi ku yah.. 22
KELOMPOK 6 Klasifikasi Makhluk Hidup Manfaat Keanekaragaman Hayati dan Permasalahannya Gambar 34. Klasifikasi makhluk hidup Sumber: canva.com 23 Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan dan pengkategorian yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur.
Klasifikasi Makhluk Hidup KELOMPOK 6 Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan dan pengkategorian yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian, setiap kelompok tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarang dengan Carolus Linnaeus. Gambar 35.makhluk hidup Sumber: canva.com A.Klasifikasi Makhluk Hidup 24 klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Golongan-golongan ini disusun secara runtut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup ke dalam golongannya disebut taksonomi atau sistematik.
·Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan ciri-ciri yang dimiliki. ·Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup jenis yang lain. ·Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup. ·Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya. ·Menyederhanakan objek studi sehingga mempermudah mempelajarinya. ·Mengetahui tingkat evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya. Tujuan Klasifikasi adalah : 25 Bagaimana apakah sudah paham dan bisa membedakan kami?
Klasifikasi Makhluk Hidup KELOMPOK 6 Para ilmuwan melakukan pengelompokan makhluk hidup dengan cara mencari persamaan ciri-ciri yang dimiliki. Makhluk hidup yang memiliki kesamaan ciri (sifat) dikelompokkan dalam satu kelompok atau takson. Berdasarkan cara pengelompokannya, sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sistem artifisial, sistem alamiah, dan sistem filogeni. Masing-masing sistem klasifikasi tersebut memiliki dasar pengelompokkan tertentu. Pada sistem artifisial (buatan), klasifikasikan dilakukan berdasarkan struktur morfologis, anatomi, dan fi siologi (terutama pada alat perkembangbiakan dan habitat makhluk hidup). Contoh sistem klasifikasi ini adalah yang dilakukan oleh Th eopratus dalam bukunya Historia Plantarum. Ia membagi tumbuhan menjadi empat kelompok berdasarkan penampakannya, yaitu pepohonan, perdu, semak, dan gulma. Sistem yang lain dikemukakan oleh Aristoteles dalam bukunya Historia Animalum. Ia mengelompokkan hewan menjadi dua kelompok, yaitu hewan berdarah dan hewan tak berdarah. Tokoh lain yang mengembangkan sistem ini adalah Carolus linneaus. Pada sistem alamiah, hasil klasifikasi (takson) terbentuk secara alami, sesuai kehendak alam. Dasar klasifi kasi yang digunakan yaitu banyak sedikitnya persamaan, terutama morfologi. Pelopornya adalah Michael Adanson dan Jean Baptise de Lamarck. Mereka mengelompokkan hewan menjadi empat kelompok, yaitu hewan berkaki empat, hewan berkaki dua, hewan bersirip, dan hewan tidak berkaki. Selanjutnya, hewan berkaki empat dibagi lagi menjadi kelompok hewan berkuku genap dan berkuku gasal. B.Proses dan Hasil Klasifikasi Makhluk Hidup 26
Sedangkan sistem filogeni merupakan klasifikasi yang mengacu pada teori evolusi. Teori tersebut menyatakan bahwa spesies yang ada di muka bumi akan mengalami perubahan terus menerus sejalan dengan perubahan lingkungan, sehingga menghasilkan spesies yang berbeda. Organisme baru dilahirkan oleh organisme pendahulunya yang mengalami perubahan (meliputi perubahan susunan gen) yang mengakibatkan perubahan pada sifat organisme tersebut. Proses ini berlangsung lambat dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Dengan menggunakan sistem ini, jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar antar takson dapat terlihat dengan jelas. Semakin dekat hubungan perkerabatan, semakin banyak persamaannya. Dalam sejarah perkembangannya, berbagai sistem klasifikasi pernah dikemukakan oleh para ahli, mulai dari sistem dua kingdom sampai sistem yang sekarang umum dipakai. Pada tahun 1758, Carolus Linnaeus mengusulkan sistem dua kingdom. Ia mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kingdom (dunia), yaitu Dunia Hewan (Animalia) dan Dunia Tumbuhan (Plantae). Semua organisme yang tidak memiliki dinding sel dan mempunyai kemampuan berpindah tempat dimasukkan dalam kelompok hewan. Sedangkan organisme yang memiliki dinding sel, mampu melakukan fotosintesis, dan tidak dapat berpindah tempat dimasukkan dalam kelompok tumbuhan. 27
Menyempurnakan sistem dua kingdom, pada tahun 1866, Ernest Haeckel mengusulkan sistem tiga kingdom. Di dalam sistem ini, makhluk hidup dibagi Dunia Hewan (Animalia), Dunia Tumbuhan (Plantae), dan Dunia Protista. Dunia Protista mencakup bacteria, Protozoa, dan Porifera. Selain Haeckel, sistem tiga kingdom juga diusulkan oleh Antoni Van Leuwenhoek, tetapi kingdom yang ketiga bukan Protista, melainkan Fungi (Dunia Jamur). Leuwenhoek menggunakan dasar pengelompokan berupa cara memperoleh nutrisi. Fungi merupakan kelompok organisme yang memperoleh makanannya dengan menguraikan dan menyerap media, Plantae merupakan kelompok organisme yang mendapatkan makanan dengan melakukan fotosintesis, dan Animalia merupakan kelompok organisme yang memakan organisme lain, baik fungi, tumbuhan, maupun hewan lain. Menyempurnakan sistem dua kingdom, pada tahun 1866, Ernest Haeckel mengusulkan sistem tiga kingdom. Di dalam sistem ini, makhluk hidup dibagi Dunia Hewan (Animalia), Dunia Tumbuhan (Plantae), dan Dunia Protista. Dunia Protista mencakup bacteria, Protozoa, dan Porifera. Selain Haeckel, sistem tiga kingdom juga diusulkan oleh Antoni Van Leuwenhoek, tetapi kingdom yang ketiga bukan Protista, melainkan Fungi (Dunia Jamur). Leuwenhoek menggunakan dasar pengelompokan berupa cara memperoleh nutrisi. Fungi merupakan kelompok organisme yang memperoleh makanannya dengan menguraikan dan menyerap media, Plantae merupakan kelompok organisme yang mendapatkan makanan dengan melakukan fotosintesis, dan Animalia merupakan kelompok organisme yang memakan organisme lain, baik fungi, tumbuhan, mau2pu8n hewan lain.
Takson atau kelompok makhluk hidup dapat memiliki peringkat atau kategori dan takson-takson tertentu yang diberi nama secara ilmiah. Jadi setiap takson (kelompok) makhluk hidup di dalam sistem klasifikasi memiliki nama ilmiah tertentu yang sifatnya khas dan tidak dipakai untuk nama takson yang lain. 29 Gambar 36. Kategori takson pada dunia tumbuhan Sumber: canva.com
Kingdom atau dunia merupakan tingkatan takson tertinggi. Kingdom dibagi lagi menjadi filum (pada hewan) dan divisi (pada tumbuhan). Pembagian ini biasanya berdasarkan pada ciri yang umum. Pada tumbuhan, misalnya, tumbuhan yang memiliki, akar, batang, dan daun yang sejati dimasukkan pada Divisi Spermatophyta. Sedangkan tumbuhan yang tidak memiliki akar dan batang yang sejati dimasukkan ke dalam divisi lain, seperti Divisi Bryophyta, Psilophyta, Lycophyta, dan Filicophyta. Divisi dibagi menjadi beberapa subdivisi dan kelas. Divisi Spermatophyta (tumbuhan berbiji) dibagi menjadi Subdivisi Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) dan Subdivisi Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Angiospermae dibagi lagi menjadi Kelas Monocotyledoneae (tumbuhan berbiji tertutup dan berkeping satu) dan Kelas Dicotyledoneae (tumbuhan berbiji tertutup dan berkeping dua). Di bawah kategori kelas, terdapat kategori bangsa. Kelas Monocotyledoneae memiliki beberapa bangsa, contohnya adalah bangsa Poales, Liliales, dan Bromeliales. Bangsa Poales dibagi lagi menjadi beberapa suku, contohnya Suku Poaceae dan Suku Cyperaceae. Suku Poaceae (suku rumput-rumputan) memiliki beberapa marga, misalnya, Marga Oryza. Marga merupakan takson yang mencakup sejumlah spesies yang memiliki persamaan struktur alat reproduksi (jenis kelamin). Di bawah marga adalah kategori spesies atau jenis. Spesies merupakan populasi yang setiap individu yang menjadi anggotanya memiliki kesamaan pada sifat morfologi, anatomi, fisiologi, dan jumlah kromosom serta susunan kromosomnya. Marga Oryza memiliki jenis Oryza sativa (padi). Apabila antar individu satu jenis melakukan perkawinan, maka akan dihasilkan keturunan yang fertil (subur). Tetapi khusus untuk organisme prokariotik konsep spesies tersebut tidak berlaku. 30
Klasifikasi Makhluk Hidup KELOMPOK 6 Ketujuh tingkatan takson tersebut adalah tingkatan yang umum disebut. Selain itu, masih terdapat kategori (peringkat) yang lain yang letaknya berada di antara takson-takson tersebut. Yang berada di bawahnya diawali dengan kata sub, yaitu subkingdom, subphylum, subordo, dan subspesies. Sedangkan apabila kategorinya lebih tinggi, diawali dengan kata super, yaitu superclassis, superordo, dan superfamilia. B.Tata Nama Makhluk Hidup 31 Nama ilmiah adalah nama latin atau nama yang dilatinkan untuk menyebut suatu spesies. Nama ini berlaku secara internasional dan pemakaiannya diatur oleh suatu ketentuan atau kode internasional. Tata nama tumbuhan diatur oleh Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan (International Code of Botanical Nommenclature) dan tata nama hewan diatur oleh Kode Internasional Tata Nama Hewan (International Code of Zoological Nomenclature). Sedangkan untuk organisme lain, bakteri dan akhea misalnya, selain mengacu pada kedua kode tersebut juga harus mengacu pada International Code of Bacterial Nommenclature. Pemberian nama ilmiah harus dilakukan sesuai tata nama. Nama ilmiah yang baku adalah yang sesuai dengan sistem binomial nomenclature. Ilmuwan yang mengenalkan tata nama ini adalah Carolus Linnaeus. Penamaan ini menggunakan dua kata
Jadi, nama ilmiah untuk pisang, Musa paradisiaca L., harus dipahami sebagai berikut. Musa : Menunjukkan nama genus paradisiaca : Menunjukkan nama penunjuk spesies (epitheton spesifi cum) L. : Singkatan dari Linneaus, author yang memberikan nama tersebut dan mempublikasikannya secara sah dan valid. Apabila nama spesies terdiri dari 3 kata, maka kata kedua dan ketiga harus ditulis menyatu dengan tanda hubung. Misalnya, Hibiscus rosa-sinensis atau Hibiscus rosasinensis. Nama familia (suku) diambil dari nama spesimen acuan ditambah dengan akhiran aceae bila itu tumbuhan, dan idae bila makhluk itu hewan. Contoh nama familia pada tumbuhan, yaitu familia Solanaceae dari kata Solanum + aceae. Sedangkan contoh nama familia pada hewan, yaitu familia Canidae dari Canis + idae. Nama kelas diakhiri dengan nae, misalnya nama kelas tumbuhan Melinjo terdiri dari nama kelas Gnetinae dari kata Gnetum + nae. Sedangkan nama ordo dikhiri dengan kata ales, misalnya nama ordo tumbuhan jahe adalah Zingiberales, berasal dari kata Zingiber + ales. 32 Namaku siapa yah?
Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman pada makhluk hidup yang menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan, ukuran, serta ciri-ciri lainnya. Keanekaragaman hayati disebut juga biodiversitas (biodiversity), meliputi keseluruhan berbagai variasi yang terdapat pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem di suatu daerah. Keanekaragaman gen menunjukkan adanya variasi susunan gen pada individu-individu sejenis. Keanekaragaman hayati tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama. Keanekaragaman ekosistem merupakan keanekaragaman suatu komunitas yang terdiri dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme di suatu habitat. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas di dunia, karena memiliki keanekaragaman jenis hayati yang tinggi. Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati yang kedua terbesar di dunia, yakni setelah Brazil. Hutan hujan tropis di Indonesia kaya akan berbagai jenis tumbuhan. Tumbuhan di Indonesia tergolong tumbuhan Malesiana. Secara geografis, wilayah Indonesia dilewati Garis Wallace dan Garis Weber yang menunjukkan adanya perbedaan persebaran hewan (fauna) di Indonesia. RANGKUMAN 33
RANGKUMAN 34 Tingginya keanekaragaman jenis hayati yang ada di Indonesia sangat menguntungkan karena memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Dalam usaha mengambil manfaat tersebut, aktivitas manusia seringkali menimbulkan permasalahan yang mengancam kelestarian hayati. Sebagai konsekuensinya, berbagai upaya pelestarian perlu dilakukan. Keanekargaman hayati disusun oleh berbagai spesies makhluk hidup. Berbagai jenis tersebut jumlahnya mencapai ribuan. Untuk mempermudah pengenalannya, QUIZ TIME Silahkan temanteman menelusuri link yang sudah tertera yah atau teme-temen dapat menekan tombol berikut Link:https://quizizz.com/admin/quiz /64935afb0733d9001db4c017? source=quiz_share
35 VIDIO PEMBELAJARAN Ada vidio menarik loh, ayok di simak dengan baik dan benar yah...
Asril, M., Simarmata, M.M.T., Sari, S.P., Indarwati, Setiawan, R.B., Arsi, Afriansyah, and Junairiah (2022). Keanekaragaman Hayati. Medan : Yayasan Kita Menulis Atap (Tanpa Tahun). Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan, & Ragam [Online]. Tersedia di https://www.gramedia.com/literasi/sistemklasifikasi-makhluk-hidup/. Diakses pada 21 Juni 2023. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar (2020). Biodiversitas [Online]. Tersedia di https://dlh.blitarkab.go.id/biodiversitas/. Diakses pada 08 Juni 2023. Hutiani (2020). E Modul Biologi Materi Keanekaragaman Hayati. Direktorat Pembinaan SMA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jumhana, N. 2006. Konsep Dasar Biologi. Bandung: UPI PRESS Sri, Y.M. 2006, Konsep Dasar IPA. Bandung : UPI PRESS Widayati, S., Rochmah, S.N., and Zubedi (2009). Biologi SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. DAFTAR PUSTAKA 36
Universitas Maritim Raja Ali Haji TERIMA KASIH