Hal tersebut menjadikan gempa bumi sebagai salah satu bencana alam yang ditakuti oleh setiap orang. Jika
dilihat dari struktur teks eksplanasi, teks tersebut adalah bagian dari …
a. Kronologis (urutan peristiwa)
b. Sebab atau akibat
c. Pengenalan obyek
d. Asal-asul peristiwa
33. Konjungsi yang bermakna kronologis dinyatakan dengan kata ….
a. yang c. kemudian
b. pada d. untuk
34. Bacalah kalimat berikut!
1) Selama ini, pemerintah mengalokasikan dana untuk pengadaan mesin pengering gabah. 2) Diharapkan, mesin
pengering gabah bisa menaikkan daya tawar petani di hadapan Bulog atau pedagang. 3) Maka, pemerinta harus
betul-betul memperhatikan nasib petani. 4) Bukan sekadar janji-janji dan mengklaim memperhatikan petani.
Kalimat yang merupakan fakta adalah nomor ….
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
35. Tujuan teks eksplanasi adalah ….
a. Menjelaskan proses suatu fenomena dengan menekankan pada aspek sebab dan akibat.
b. Memberikan kejelasan mengenai bodata seseorang
c. Memberikan petunjuk dalam melakukan sesuatu
d. Mengungkapkan gambaran subjektif akan sesuatu hal.
36. Kaidah kebahasaan teks eksplanasi salah satunya adalah menggunakan konjungi temporal. Contoh konjungsi
temporal yang benar berikut ini adalah ….
a. sehingga
b. karena
c. maka itu
d. kemudian
37. Bacalah teks di bawah ini!
Musim kemarau atau musim kering adalah musim di daerah tropis yang dipenuhi oleh sistem muson. Untuk
dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm per bulan (20 mm per dasarian)
selama tiga dasarian berturut-turut. Wilayah tropika di Asia Tenggara dan Asia Selatan, Australia bagian timur
laut, Afrika dan sebagian Amerika Selatan mengalami musim ini. Musim kemarau adalah pasangan dari musim
penghujan dalam wilayah dwimusim. Musim kemarau panjang adalah musim kemarau yang sangat panas dalam
jangka waktu yang panjang. Gejala ENSO dikenal dapat memperpanjang durasi musim ini sehingga
mengakibatkan kekeringan berkepanjangan.
Paragraf tersebut merupakan bagian dari struktur teks eksplanasi yang merupakan bagian…
a. Pernyataan umum
b. Deretan penjelas
c. Interpretasi
d. Tesis
38. Bacalah teks di bawah ini!
Belakangan ini gempa bumi menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Indonesia. Sepanjang sejarah umat
manusia, gempa selalu saja menimbulkan kerugian baik materil ataupun korban jiwa. Tidak berlebihan rasanya
jika dikatakan bahwa fenomena gempa bumi adalah peristiwa yang berdampak secara langsung kepada
makhluk hidup tak terkecuali manusia. Hal tersebut menjadikan gempa bumi sebagai salah satu bencana alam
yang ditakuti oleh setiap orang.
47
Jika dilihat dari struktur teks eksplanasi, teks tersebut adalah bagian dari …
a. Kronologis (urutan peristiwa)
b. Sebab atau akibat
c. Pengenalan obyek
d. Asal-asul peristiwa
39. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 39-40!
(1) Gempa yang terjadi dalam perut bumi akan mengakibatkan munculnya tekanan ke arah vertikal sehingga
dasar lautan akan naik dan turun dalam rentang waktu yang singkat.
(2) Hal ini kemudian akan memicu ketidakseimbangan pada air lautan yang kemudian terdorong menjadi
gelombang besar yang bergerak mencapai wilayah daratan.
Teks eksplanasi di atas adalah ….
a. penyebab gempa
b. penyebab terjadiya tsunami
c. akibat tsunami
d. akibat gempa
40. Maksud kata hal ini pada kalimat (2) adalah ….
a. naik dan turunnya dasar laut
b. tekanan ke arah vertikal dalam perut bumi
c. gempa
d. tsunami
*SELAMAT MENGERJAKAN*
48
DAFTAR PUSTAKA
Kosasih, E 2017. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTS Kelas VIII. Jakarta : Kementrian pendidikan dan Kebudayaan.
Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Bahasa Indonesia. Bandung: Yrama Widya
Kosasih,E. 2014. Stategi Belajar Mengajar, Implementasi Kurikulum2013. Bandung: Yrama Widya.
Mahsun, 2014.Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Setyaningrum, Wulandari. 2011. Rangkuman Materi Bahasa Indonesia. Jogjakarta: PT Buku Kita.
Wahyudi, Johan. 2012. Menjadi Penyair, Bandung: Pustaka Bandung.
Tim Penyusun Kamus Bahasa, 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesi, Edisi keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka
Umum.
Tim Penyusun, 2011. Pedoman Umum EYD dan Dasar –Dasar Pembentukan Istilah. Jogjakarta: Diva Pers.
v