The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nandgaltri123, 2021-10-06 19:30:11

Media pembelajaran

Media info pembelajaran

Keywords: Media pembelajaran

Buku Tutorial
Media Pembelajaran Video Berbasis Aplikasi VN

Oleh Kelompok 2 :
1. Afiq Fadhil Dhaifullah (210731610891)
2. Diva Shafira Angelia (210731610803)
3. Muhammad Dhimas Alfarouq (210731610913)
4. Nandyang Galih Putri Septiani (210731610802)
5. Savannah Maulida Rizqie (210731610818)

Kata Pengantar

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya,
Kita dapat menyelesaikan tugas Pembuatan tutorial Media pembelajaran
menggunakan dengan tepat waktu.

Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Teknik Informasi
Pembelajaran Sejarah. Selain itu, tugas inj dibuat untuk melakukan oembelajaran
dan tutorial membuat media pembelajaran seperti ini.

Terimakasih banyak Kepada Ibu Ulfa selaku dosen pengampu Mata Pelajaran
Teknologi Informasi Pembelajaran Sejarah. Terimakasih juga untuk teman
kelompok yang sudah ikut berparyisipasi dalam.menyelesaikan tugas ini dengan
tepat waktu.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pembelajaran Sejarah

Pembelajaran merupakan aktifitas yang dilakukan guru dan peserta didik dalam
lingkungan belajar yang membutuhkan komponen-komponen pembelajaran meliputi
tujuan pembelajaran, materi, pendidik atau guru, peserta didik atau siswa, metode, media
pembelajaran, situasi atau lingkungan dan evaluasi. Pembelajaran akan lebih dimengerti
dan dipahami oleh peserta didik atau siswa apabila didukung dengan menggunakan media
pembelajaran. Tercapai tidaknya tujuan yang telah ditetapkan dalam proses pembelajaran
tergantung dari strategi penyampaian dan penggunaan media tersebut.

Dalam pembelajaran sejarah Bank (1985), Sylvester (1973), dan Mays (1974) sangat
mengharapkan digunakannya sumber-sumber sejarah dalam pengajaran di sekolah. Siswa
harus berusaha menemukan bukti-bukti dari peristiwa masa lampau (sumber sejarah),
mengolah atau mengadakan kritik terhadap sumber tersebut, menafsirkan, dan kemudian
menyusunnya menjadi cerita sejarah. Guru tidak lagi menjadi satusatunya sumber
informasi di kelas, tetapi lebih berperan dalam banyak dimensi, sebagai seorang
pembimbing aktivitas siswa. Tugas siswa seperti seorang sejarawan profesional, meskipun
baru pada tingkat perkenalan. Mereka dapat mengumpulkan, mengolah, menafsirkan, dan
menyimpulkan sumber-sumber dengan berbagai macam cara, bahkan terpaksanya buku
pelajaran sejarah di sekolah pun dapat dipakai sebagai sumber, tergantung dari bagaimana
memperlakukan sumber tersebut (Hasan, 1985).

Proses pembelajaran akan efektif apabila didukung oleh komponen-komponen yang
dipersyarakatkan dalam proses pembelajaran tersebut. Secara umum, komponen-
komponen tersebut adalah; adanya tujuan yang hendak dicapai, karakteristik materi yang
akan disampaikan, adanya penetapan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan ,
adanya metode yang dipakai, media yang digunakan, sumber belajar yang ditetapkan, serta
alat evaluasi yang diujikan untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran
tersebut. Komponen-komponen tersebut merupakan suatu kesatuan yang disebut sebagai
desain
program pembelajaran. Seluruh komponen desain program pembelajaran sama penting
kedudukannya dimana semuanya dapat dimaksimalkan sebagai stimulus untuk
mengembangkan kemampuan berpikir siswa.

Pembelajaran sejarah dapat didukung dengan memanfaatkan benda yang ada di
lingkungan sekitar para peserta didik. Salah satu upaya untuk meningkatkan respon dan
minat peserta didik terhadap pelajaran sejarah adalah menciptakan pola pembelajaran
sejarah yang terkait dengan situasi lingkungannya. Kegiatan pembelajaran sejarah
memerlukan medium untuk mengembangkan rasa kepedulian dan sumber belajar di kelas.
Penulis melihat bahwa selama ini situs-situs sejarah lokal belum dimanfaatkan secara
optimal oleh guru-guru sejarah, termasuk penciptaan media untuk mengembangkan satu
model pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif serta menyenangkan bagi peserta didik.

Mata pelajaran Sejarah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan pemahaman
terhadap jati diri bangsa, ini bermakna good citizenship serta menumbuhkan wawasan
hubungan antar bangsa di dunia, bermakna pengembangan sosial dan perkembangan
masyarakat secara global. Hal ini juga tertuang dalam SK Mendikbud RI No.
061/U/1993 lamp I, dimana dijelaskan bahwa mata pelajaran sejarah nasional dan
umum dimaksudkan untuk menanamkan pemahaman tentang adanya perkembangan
masyarakat masa lampau hingga masa kini, menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta
tanah air serta memiliki rasa bangga sebagai warga bangsa Indonesia, dan memperluas
hubungan masyarakat antar bangsa di dunia.

Kondisi pembelajaran yang terjadi cenderung kurang menarik dan membosankan
sehingga
siswa mengalami kejenuhan dalam belajar. Ada beberapa faktor yang diduga
mengakibatkan
kondisi tersebut, antara lain :

1. Anggapan yang keliru dalam diri siswa bahwa pelajaran IPS-sejarah hanya berupa
hafalan saja
2. Model dan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh guru masih bersifat
indoktrinatif dan teacher dominated
3. Materi pelajaran yang terlalu sarat dengan fakta , peristiwa dan konsep yang tersaji secara
kronologis sehingga tidak menantang siswa
4. Kemampuan evaluasi yang sementara masih berkonsentrasi pada pengukuran kognitif
saja.

Hakekat pembelajaran sejarah mencoba menggambarkan siapa diri kita sesungguhnya,
akan menjadi apa kita dalam perjalanan hidup ini, bagaimana kita menafsirkan peristiwa
masa lalu, bagaimana kita bersikap terhadap kontroversi yang terkandung di dalamnya
sehingga kita menjadi manusia yang bijaksana dalam mengarifi masa lampau, masa kini
dan masa mendatang. Dengan mempelajari sejarah kita dapat menemukan identitas diri
pribadi, masyarakat dan bangsa sehingga menyadarkan kita akan perbedaan dan perubahan
lingkungan dan sekaligus membangun pemahaman yang memadai menyangkut makna dari
sejarah yang kita alami dari kehidupan sehari-hari. Kemampuan untuk menangkap makna
sejarah akan menjadi dasar bagi setiap manusia untuk mengembangkan sikap positif
terhadap diri dan lingkungan.

Dengan pembelajaran yang mampu mengkondisikan siswa belajar secara maksimal dan
pengorganisasian materi yang mempertimbangkan kematangan siswa, maka pembelajaran
yang dilakukan oleh guru akan memiliki makna yang mendasar bagi siswa tentang materi
pelajaran yang dipelajarinya. Di samping itu pola pembelajaran yang kondusif akan
mengkondisikan siswa untuk memiliki budaya belajar yang tinggi. Pengkondisian siswa
dalam belajar digunakan sebagai pertimbangan untuk memulai kegiatan belajar dan sangat
diperlukan agar siswa siap dalam memulai pelajaran.

B. Media Pembelajaran Video

Media pembelajaran secara umum adalah alat peraga atau alat bantu dalam proses
belajar dan mengajar. Media pembelajaran dapat berupa buku, suara, gambar video dan
sebagainya. Media pembelajaran digunakan untuk meningkatkan hasil belajar yang
lebih baik.

(P.Purnaningsih,2017: 2)

pengertian media dalam proses belajar mengajar adalah alat-alat untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi yang disampaikan. Dalam pengertian ini,
guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media pembelajaran.

(Arsyad, 2014:3)

media pembelajaran merupakan alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai
penyampai informasi belajar atau penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.
Media dapat mewakili apa yang kurang mampu dosen atau guru ucapkan melalui kata-
kata atau kalimat tertentu”. penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien
dan efektif.

(Zhamarah dan Zain 2006:120)

Dari pernyataan-pernyataan yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran terdiri atas dua unsur penting, yaitu perangkat dan unsur pesan
yang dibawanya. Perangkat adalah sarana atau peralatan yang digunakan untuk
menyajikan bahan ajar atau pesan. Unsur pesan adalah informasi atau bahan ajar yang
akan disampaikan kepada peserta didik.

(P.Purnaningsih,2017: 2)

Media pembelajaran audio visual adalah media informasi yang penyerapannya melalui
pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang dipergunakan untuk
membantu tercapainya tujuan belajar.

(Najmi Hayati, 2017: abstrak)

Media vedio memiliki kelebihan dalam menyampaikan pesan dan mampu untuk
menarik minat dan perhatian siswa, sehingga siswa siswi tidak merasa bosan terhadap
pemblajaran sejarah,audio visual dapat mengurangi rasa ngantuk yang sering terjadi
saat pemblajaran. Media vedio telah terbukti memiliki kemampuan yang efektif untuk
menyampaikan sebuah informasi untuk Pendidikan

Media audio visual memiliki beberapa fungsi dan nilai nilai edukatif, seperti
pemblajaran lainnya, karena media visual memiliki aspek ganda yang tidak dimiliki
media lain, yang membedakan adalah di dalam nya ada audio dan visualnya, maka
kejadian masa lampau dapat di visualkan seperti pristiwa G30 S PKI pristiwa yang
hanaya dapat di imajinasikan para siswa bisa di visualkan untuk mendukung
pemahaman mereka dalam menangkap materi yang di ajarkan oleh guru

(Ideari, 2016: 19)

BAB II
MATERI VIDEO

A. Peninggalan Kerajaan Budha di Indonesia
Agama Budha muncul sekitar tahun 500 SM. Pada masa tersebut di India

berkembang kerajaan-kerajaan Hindu yang sangat besar, salah satunya dinasti
maurya. Dinasti ini mempunyai raja yang sangat terkenal yakni Raja Ashoka.
Kemunculan Agama Udha tidak dapat dilepaskan dari tokoh sidharta Gautama.
Sidharta adalah putra Raja Suddhodana dari Kerajaan Kapilawastu. Persebaran
Agama Budha di Indonesia juga terjadi dengan cukup pesat. Banyak kerajaan-
kerajaan di Indonesia yang termasuk Kerjaan Budha dan peninggalan dari Kerajaan
Budha diantara lain :

 Candi
a. Candi Borobudur
Banyak peninggalan dari Kerajaan Budha berupa candi di
Indonesia, tepatnya di sekitar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Terutama yang paling dikenal dan menjadi salah satu keajaiban
dunia yaitu Candi Borobudur. Candi ini berada di Provinsi Jawa
Tengah tepatnya berada di Kota Magelang.
Candi Borobudur diperkirakan di bangun sekitar tahun 800 M
atau pada abad ke-9. Berdasarkan Prasasti Karangtengah dan Tri
Tepusan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah Raja
Mataram dari Wangsa Syailendra bernama Samaratungga dan
bangunan Candi Borobudur baru dapat diselesaikan pada masa
putrinya, yaitu Ratu Pramudawardhani. Pada dasarnya bentuk candi
ini berupa punden berundak yang membentuk setengah lingkaran
dan mengalami perkembangan sehingga candi ini berbeda dengan

candi-candi lain di Indonesia bahkan dunia. Pembangunan candi
inibertujuan untuk peribadatan kaum budha pada masa itu sampai
sekarang.
b. Candi Mendut

Candi Mendut merupakan peninggalan dari Kerajaan Budha
juga. Candi ini memiliki tinggi bangunan 26,4 meter dan berada di
daerah Kusen, Mendut, Magelang. Candi ini diyakini dibangun pada
tahun 824 M pada masa raja Indra, Dinasti Syailendra. Candi ini
berhasil ditemukan pada tahun 1908 oleh J.G. de Carparis yang
merupakan seorang arkeolog dari Belanda.
c. Candi Pawon

Candi Pawon merupakan salah satu candi Budha yang berlokasi
di Kab. Magelang. Candi ini diperkirakan dibuat pada tahun 826 M
pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini memiliki ciri khas
yaitu 3 buah gambar pada bagian depan. Serta banyak dihiasi oleh
stupa dan juga mempunyai 2 buah jendela kecil pada bagian
belakang tembok. Bahkan dinding-dinding luar dari Candi Pawon
terhiasi oleh relief pohon hayati.
d. Candi Muara Takus

Candi Muara Taus berlokasi di Muara Takus, Provinsi Riau,
Pekanbarru. Candi yang unik ini terbuat dari batu pasir, batu sungai,
serta batu bata. Candi ini merupakan salah satu candi tertua.
Dikelilingi tembok yang cukup tinggi berukuran 74 x 74 meter serta
tembok dari arah tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer.
 Arca

a. Makara
Makara adalah hewan mitologis yang hidup setengah di air dan

setengah di darat. Berdasarkan cerita India candi seringkali
digambarkan dengan singa kecil yang berdiri di mulutnya yang
terbuka. Makara adalah kendaraan Dewi Hindu Gangga dan

lambang Dewa Hindu Kamadeva dan dewa-dewi Hindu lainnya.
Kuil Hindu lainnya. Kuil Hindu dan Budha di India maupun di
kawasan lain yang menerima pengaruh budaya India sering kali
mempunyai Makara sebagai dekorasi. Makara sebagai lambang
Kerajaan Dinasti Syailendra dari Prasasti Nagapattana di abad ke-
11.
b. Singa

Menurut Agama Budha singa merupkan kendaraan bagi Sang
Dewa Arca. Singa digambarkan dalam posisi duduk dengan kedua
kaki depan lurus dan kaki belakang dilipat. Adapun surai singa
berupa hiasan simbolik berupa sulur-suluran yang mengirtari
bagian kepala sampai ke leher singa dalam hal ini digambarkan
dalam posisi duduk, kedua kaki belakangnya dilipat, sementara
kaki depannya tegak.
c. Durga Mahisasuramardani

Arca Dewi Surga sebagai istri Dewa Siwa. Digambarkan Dewi
Durgaberdiri di atas banteng Nandi yang sudah dikalahkan.
Banteng tersebut sebetulnya adalah makhluk jahat yang menyamar
dan setelah dikalahkan makhluk jahat tersebut ditarik dari badan
banteng, lalu menunjukan sifat yang sesungguhnya yaitu Dewi
Kematian.
d. Kala

Kala adalah hiasan berupa kepala raksasa yang digambarkan
dengan mata melotot dengan hiasan stilir (disamarkan). Kala
melambangkan waktu, maut, dan hitam. Dalam arsitektur candi
biasanya diletakkan pada bagian atas pintu masuk atau ambang atas
tangga candi. Kala dapat digambarkan dengan rahang bawah atau
tanpa tanpa rahang bawah dengan ukiran tangan seperti akan
menerkam. Kala pada doorpel (ambang atas pintu masuk). Pada
Candi Borobudur digambarkan Kala tanpa rahang bawah.

B. Peninggalan Kerajaan Hindu di Indonesia
Sejak ribuan tahun sebelum Masehi, di india telah berkembang kebudayaan

besar di Lembah Sungai Indus. Dua pusat kebudayaan di daerah tersebut adalah
ditemukannya dua kota kuno yakin di Mohenjodaro dan Harapa. Pengembang dua
pusat kebudayaan tersebut adalah Bangsa Dravida. Pada sekitar tahun 1500 SM,
datanglah Bangsa Arya dari Asia Tengah ke Lembah sungai Indus, Bangsa Arya
datang ke India dengan membawa pengaruh tulisan, bahasa, teknologi, dan juga
kepercayaan.

 Prasasti

a. Prasasti Yupa
Prasasti Yupa merupakan sebuah tugu peringatan yang artinya

bangunan tugu tersebut didirikan sebagai tanda adanya suatu peristiwa .
penting misalnya upacara korban sedekah. Terdapat tujuh buah Yupa
yang ditemukan di Daerah Kalimantan Timur. Dalam prasasti yupa
terdapat tulisan dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
Berdasarkan bentuk hurufnya para ahli meyakini bahwa prasasti ini
dibuat sekitar pada abad ke-5 M, dalam prasasti tersebut juga
menyebutkan silsilah raja-raja Kutai.

Salah satu diantara tujuh yupa menerangkan bahwa Kudungga
mempunyai putra bernama Aswawarman. Aswawarman mempunyai
tiga anak dan yang paling terkenal adalah Mulawarman. Prasasti Yupa
menunjukkan bahwa pendirian Yupa sebagai perintah raja
Mulawarman.
b. Prasasti Ciaruteun

Di dekat muara tepi Sungai Citarum, ditemukan prasasti yang
dipahat pada batu. Pada prasasti tersebut terdapat gambar sepasang
telapak kaki Raja Purnawarman. Sepasang telapak kaki Raja
Purnawarman diibaratkan sebagai telapak kaki Dewa Wisnu.
c. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi terdapat di Kampung Muara Hilir,
Kecamatan Cibung-bulang, Bogor. Pada prasasti ini terdapat pahatan
gambar tapak kaki gajah yang disamakan denga tapak kaki gajah
Airwata (gajah kendaraan Dewa Wisnu).

d. Prasasti Tugu
Ternyata Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara

menyebar di berbagai tempat. Salah satunya adalah prasasti yang
ditemukan di desa Tugu, Cilincing, Jakarta. Prasasti ini diberi nama
Prasasti Tugu, karena menerangkan tentang penggalian saluran Gomati
dan Sungai Candrabhaga. Mengenai nama Candrabhaga, Purbacaraka
mengartikan candra sama dengan bulan sama dengan sasi. Jadi,
Candrabhaga menjadi sasibhaga dan kemudian menjadi Bhagasasi
kemudian menjadi bagasi, akhirnya menjadi Bekasi.

Prasasti ini sangat penting artinya, karena menunjukan
keseriusan Kerajaan tarumanegara dalam mengembangkan pertanian.
Penggalian Sungai Gomati menggambarkan bahwa teknologi pertanian
dikembangkan dengan sangat maju. Kerajaan Tarumanegara telah
mengenal sistem irigasi, selain itu juga menunjukkan bahwa keberadaan
sungai dapat digunakan sebagai transportasi air dan perikanan.
 Candi

a. Candi Prambanan
Candi Prambanan atau sering disebut juga Candi Roro

Jonggrang karena erat kaitannya dengan legenda Roro Jonggrang yang
ingin dipersunting oleh Bandung Bondowoso. Karena Roro Jonggrang
tidak berniat menikah dengannya, maka Roro Jonggrang membuat
syarat dengan harus membangun 1000 candi dalam satu malam.

Candi ini dibangun pada masa Kerajaan Mataram yang menurut
para arkeolog dibangun pada abad ke-9. Candi ini dibangun untuk
menghormati Dewa Siwa. Hal ini diperkuat dengan tulisan dalam
prasasti Siwargraha yang dalam Bahasa Sansekerta yang artinya Rumah
Siwa. Di dalam candi terdapat patung Dewa Siwa setinggi 3 meter yang
konon patung tersebut adalah Roro Jonggrang.
b. Candi Arca Gupolo

Candi ini memiliki keunikan karena, candi ini adalah satu-
satunya candir yang hanya terdiri dari arca. Terdapat 7 arca yang

memiliki aksen candi agama Hindu pada umumnya. Seperti Arca
Agastya yang besarnya mencapai 2 meter dan arca ini identik dengan
trisula. Dimana trisula merupakan simbol dari Dewa Siwa.

Candi ini terdapat di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan
Prambanan, Yogyakarta. Candi ini memiliki kekhasan karena terdpat
sumur abadi di dalam kompleks candi. Sumur yang banyak digunakan
penduduk di kala musim kemarau panjang, karena tidak pernah kering
sejak ditemukan.
c. Candi Dieng

Dieng berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu Dihyang yang
memiliki arti arwah leluhur. Candi ini terdapat di daerah dataran tinggi
Jawa Tengah. Tepatnya di daerah Dieng. Menurut penelitian candi ini
dibangun pada masa Kerajaan Mataram Hindu.

Di dalam candi terdapat beberapa arca Dewa Siwa, Dewa Wisnu,
Agastya dan juga Ganesha. Kompleks Candi dieng memiliki keunikan.
Candi-candi yang terdapat di komplek candi dinamakan seperti tokoh
pewayangan.
d. Candi Penataran

Candi yang khusus memuja Dewa Siwa ini dibangun pada masa
Raja Srengga dari Kerajaan Kediri. Candi ini juga digunakan pada masa
Raja Wirakramawardhana di era sejarah Kerajaan Majapahit sekitar
tahun 1415 M. Candi ini juga masih digunakan untuk upacara
kegamaan.

Menurut sejarah Candi ini awalnya bernama Candi Palah,
menurut prasasti yang terdapat disekitar candi. Namun, larena candi ini
terletak di daerah Penataran, Kecamatan Nglegok Blitar. Maka candi ini
dinamakan Candi Penataram dan merupakan kompleks candi termegah
di daerah Jawa timur dan sekitar gunung kelud.
e. Candi Kidal

Candi ini terdapat di daerah Malang Jawa timur. Candi ini
dibangun sekitar tahun 1248 dan dilakukan pemugaran pada tahun 1990
oleh pemerintah Indonesia. Uniknya Candi Kidal adalah candi ini tidak
hanya digunakan untuk upacara pemujaan dewa semata. Candi ini
dibangun untuk penghormatan kepada Raja Kedua Kerajaan Singosari,
Raja Anuspati.

Karena pada zaman Anuspati, Kerajaan Singosari merengkeh
kemakmuran selama 20 tahun sebelum berakhir karena Anuspati
dibunuh oleh Panji Tohjaya saat terjadi kudeta. Kejadian ini terjadi
karena legenda kutukan Mpu Gandring.

C. Peninggalan Kerajaan Islam

 Masjid
Salah satu masjid tertua di Indonesia adalah Masjid Agung Demak.

Masjid ini berada di daerah Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Demak.
Masjid ini juga sebagai tanda kehadiran agama Islam di Nusantara
menggantikan agama sebelumnya yaitu Hindu dan Budha. Masjid ini
dibangun oleh Raden Fatah yang merupakan Raja atau Sultan Islam pertama
di Jawa dari Kerajaan Demak pada tahun 1401 saka atau 1477 Masehi.

Masjid ini masih memiliki corak arsitektur agama sebelumnya yaitu
Hindu dan Budha. Hal ini dapat diketahui pada atapnya yang berbentuk
bertingkat tidak seperti masjid lainnya yang berbentuk setengah lingkaran.

Daftar Pustaka
Matitaputy, J. K. (2021). Model pembelajaran isu-isu kontroversial dalam
pembelajaran sejarah. SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(2),
184-192.
Purnamasari, I. (2011). Pengembangan model pembelajaran sejarah berbasis situs
sejarah lokal di SMA negeri kabupaten temanggung. Paramita: Historical Studies
Journal, 21(2).
Rahman.2017.”Ragam Seni Arca Candi Borobudur Sebagai Sumber Pembelajaran
Sejarah”
https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Kalpa/article/view/1630/1429
Abdul Rokhim, Muhamad.Banowati, Eva & Leisnoor setyowati,Dewi.2017.
”Pemanfaatan Situs Masjid Agung Demak sebagai Sumber Belajar Sejarah bagi Siswa
SMA di Kabupaten Demak”,
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess


Click to View FlipBook Version