SMK NEGERI 6 JEMBER
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Swt. atas semua karunia-Nya sehingga Diktat
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X Semester Ganjil ini dapat
diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada
Rasulullah Saw., keluarga, sahabat-sahabatnya, dan semoga kita semua istiqamah
pada sunnahnya.
Penyusunan diktat ini semaksimal mungkin kami upayakan dan didukung
bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya.
Untuk itu, tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu kami dalam merampungkan diktat ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa
masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya.
Oleh karena itu, dengan lapang dada kami membuka selebar-lebarnya pintu bagi
para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki diktat
ini.
Akhirnya penyusun sangat mengharapkan semoga diktat sederhana ini
dapat bermanfaat bagi peserta didik, guru, dan masyarakat pada umumnya.
Jember, Juni 2021
Penyusun
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI i
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ................................................................................. i
KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. iii
BAB 1 MUJAHADAH AN-NAFS, HUSNUZZHAN, UKHWAH ....... 1
1
Kompetensi Dasar .......................................................................... 1
Tujuan Pembelajaran ..................................................................... 2
Uraian Materi ................................................................................. 2
A. Q.S. Al-Hujarat/49 : 10 ........................................................ 6
B. Q.S. Al-Hujarat/49 : 12 ........................................................ 12
Penilaian ......................................................................................... 17
BAB 2 ASMAUL HUSNA ....................................................................... 17
Kompetensi Dasar .......................................................................... 17
Tujuan Pembelajaran ..................................................................... 18
Uraian Materi ................................................................................. 18
A. Pengertian Asmaul Husna .................................................... 10
B. Mengkaji makna dari Asmaul Husna (al-Karim, al-
24
Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-Adl, dan al-Akhir 25
C. Hikmah menerapkan Asmaul Husna dalam kehidupan ....... 30
Penilaian ......................................................................................... 30
BAB 3 BERPAKAIAN SESUAI SYARIAT ISLAM ............................ 30
Kompetensi Dasar .......................................................................... 30
Tujuan Pembelajaran ..................................................................... 30
Uraian Materi ................................................................................. 33
A. Adab berpakaian sesuai dengan syariat Islam ..................... 35
B. Tujuan berpakaian sesuai syariat Islam ............................... 35
C. Hikmah berpakaian sesuai syariat Islam .............................. 40
Penilaian .........................................................................................
BAB 4 MANFAAT KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI- 40
HARI
Kompetensi Dasar ..........................................................................
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI ii
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Tujuan Pembelajaran ..................................................................... 40
Uraian Materi ................................................................................. 40
A. Pengertian Jujur ................................................................... 40
B. Pembagian Sifat Jujur .......................................................... 40
C. Contoh Bukti Kejujuran Nabi Muhammad SAW ................ 42
D. Dalil Perintah Berperilaku Jujur .......................................... 43
E. Hikmah Berperilaku Jujur .................................................... 44
F. Membiasakan Perilaku Jujur dalam Kehidupan Sehari-hari 45
Penilaian ......................................................................................... 46
BAB 5 SUMBER HUKUM ISLAM ........................................................ 50
Kompetensi Dasar .......................................................................... 50
Tujuan Pembelajaran ..................................................................... 50
Uraian Materi ................................................................................. 50
A. Pengertian dan Kedudukan Al-Qur’an ................................. 50
B. Pengertian dan Kedudukan Al-Hadits ................................. 54
C. Pengertian dan Kedudukan Ijtihad ....................................... 59
D. Hikmah menjadikan al-Quran, Hadist dan Ijtihad sebagai 63
sumber hukum islam 64
Penilaian ......................................................................................... 68
BAB 6 PERIODE DAKWAH MAKKAH .............................................. 68
Kompetensi Dasar .......................................................................... 68
Tujuan Pembelajaran ..................................................................... 68
Uraian Materi ................................................................................. 68
A. Kondisi Masyarakat Arab Jahiliyah ..................................... 70
B. Nabi Muhammad Saw. Diangkat Sebagai Rasul ................. 71
C. Substansi Dakwah Rasulullah Saw. Di Makkah .................. 72
D. Strategi Dakwah Rasulullah Saw. Di Makkah ..................... 76
E. Reaksi Kaum Kafir Quraisy ................................................. 78
F. Penyebab Keberhasilan Dakwah Nabi ................................. 79
H. Hikmah Dakwah Rasulullah Saw. di Makkah ..................... 80
Penilaian ......................................................................................... 85
DAFTAR PUSTAKA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI iii
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
BAB 1
MUJAHADAH AN-NAFS, HUSNUZHAN, DAN UKHUWAH
Kompetensi Dasar:
1.1 Terbiasa membaca al-Qur‟an dengan meyakini bahwa kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah) adalah perintah agama
2.1 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik
(husnuz-zan), dan persaudaraan (ukhuwah) sebagai implementasi perintah
Q.S. al- Hujurat/49: 10 dan 12 serta Hadis terkait
3.1 Menganalisis Q.S. al-Hujurat/49:10 dan 12 serta Hadis tentang kontrol
diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah)
4.1.1 Membaca Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, sesuai dengan kaidah tajwid dan
makharijul huruf
4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 dengan fasih
dan lancar
4.1.3 Menyajikan hubungan antara kualitas keimanan dengan kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49:10 dan 12, serta Hadis
terkait
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:
‒ Terbiasa membaca al-Qur‟an dengan meyakini bahwa kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah) adalah perintah agama
‒ Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik
(husnuz-zan), dan persaudaraan (ukhuwah) sebagai implementasi perintah
Q.S. al- Hujurat/49: 10 dan 12 serta Hadis terkait
‒ Menganalisis Q.S. al-Hujurat/49:10 dan 12 serta Hadis tentang kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 1
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
(ukhuwah)
‒ Membaca Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, sesuai dengan kaidah tajwid dan
makharijul huruf
‒ Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 dengan fasih dan
lancar
‒ Menyajikan hubungan antara kualitas keimanan dengan kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49:10 dan 12, serta Hadis
terkait
Uraian Materi
A. Q.S. Al-Hujurat/49 ayat 10
1. Membaca Q.S. al-Hujurat/49:10
2. Mengartikan Q.S. al-Hujurat/49:10
- Arti Mufradat (kosa kata)
Lafal Arti Lafal Arti
sesungguhnya bertaqwalah
orang-orang kepada Allah
mukmin
agar kamu
bersaudara mendapat
rahmat
maka
damaikanlah
antara kedua
saudaramu
- Arti ayat
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu
damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan
bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S. al-
Hujurat/49: 10)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 2
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
3. Mengidentifikasi Bacaan Tajwid Q.S. al-Hujurat/49:10
a) : Gunnah, karena terdapat huruf nun berharokat tasydid. Cara
membacanya dengan mendengung dan ditahan sesaat.
b) : Alif lam qomariyah, karena alif lam bertemu dengan salah satu
huruf qomariyah yaitu mim. Cukup dibaca dengan jelas.
c) : Mad thobi‟i, karena terdapat wau sukun yang didahului oleh
huruf berharokat dhommah. Dibaca panjang selama 2 harokat.
d) : Ikhfa', karena terdapat huruf berharokat tanwin bertemu
dengan huruf fa'. Suara tanwin disamarkan dan didengungkan serta
ditahan selama 2 atau 3 harokat.
e) : Mad thobi‟i, karena wau sukun didahului huruf berharokat
dhommah. Cara membacanya yaitu panjang selama 2 harokat.
f) : Mad layyin, karena ya' sukun didahului oleh huruf berharokat
fathah. Dibaca panjang selama 2 harokat.
g) : Mad layyin, karena terdapat huruf berharokat fathah diikuti
ya' sukun. Sehingga membacanya panjang 2 harokat.
h) : Tafkhim, karena lafaz Allah didahului huruf berharokat
dhommah. Cara membacanya yaitu dengan ditebalkan.
i) : Idhar syafawi, karena mim sukun bertemu dengan huruf
ta'. Cukup dibaca dengan jelas.
j) : Mad arid lissukun, karena huruf mad yaitu wau sukun yang
didahului huruf berharokat dhommah berada di akhir kalimat.
Sehingga dibaca panjang 2-6 harokat.
4. Asbabunnuzul Q.S. al-Hujurat/49:10
“Anas r.a. berkata: “Dikatakan kepada Nabi Saw. “Sebaiknya Baginda
menemui „Abdullah bin Ubay.” Maka Nabi Saw. menemuinya dengan
menunggang keledai, sedangkan kaum muslim berangkat bersama Beliau
dengan berjalan kaki melintasi tanah yang tandus. Ketika Nabi Saw.
menemuinya, ia berkata: “Menjauhlah dariku, demi Allah, bau keledaimu
menggangguku”. Maka berkatalah seseorang dari kaum Anshar, di antara
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 3
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
mereka: “Demi Allah, sungguh keledai Rasulullah Saw. lebih baik
daripada kamu”, maka seseorang dari kaumnya marah demi membela
„Abdullah bin Ubay dan ia mencelanya, sehingga marahlah setiap orang
dari masing-masing kelompok. Saat itu kedua kelompok saling memukul
dengan pelepah kurma, tangan, dan sandal. Kemudian sampai kepada
kami bahwa telah turun ayat Q.S. al-Hujurat ayat 10 yang artinya ("jika
dua kelompok dari kaum muslimin berperang maka damaikan
keduanya”). (H.R. Bukhari)
5. Kandungan Q.S. al-Hujurat/49:10
Q.S. al-Hujurat/49:10 menjelaskan bahwa sesama mukmin adalah
saudara. Inti dari persaudaraan (ukhuwwah) adalah adanya persamaan,
semakin banyak persamaan di antara sesama, maka akan semakin kokoh
jalinan persaudaraan di antara sesama manusia.
Sementara itu, persaudaraan (ukhuwwah) dibagi tiga, yaitu:
1) Ukhuwwah Islamiyah, yaitu persaudaraan karena sama-sama memiliki
persamaan agama dan keyakinan.
2) Ukhuwwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan karena sama-sama satu
bangsa dan keterikatan keturunan tanpa membedakan suku, agama,
warna kulit adat istiadat, budaya dan aspek-aspek lainnya..
3) Ukhuwwah Insaniyah atau Basyariyah, yaitu persaudaraan karena
samasama sebagai sesama manusia secara universal, tanpa
membedakan ras, suku, bangsa, agama, warna kulit dan aspek-aspek
lainnya.
Ketiga persaudaraan (ukhuwwah) tersebut harus dilaksanakan
secara bersamaan, dan tidak boleh berdiri sendiri. Melaksanakan ketiga
ukhuwwah tersebut secara bersamaan akan memperkuat tegaknya
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman dan
tenteram.
Persaudaraan sesama mukmin harus selalu dijaga agar semakin
kokoh. Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda :
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 4
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Artinya:
“Dari Abu Musa meriwayatkan dari Nabi Saw. Bahwa beliau bersabda:
“kaum mukmin adalah bersaudara satu sama lain ibarat (bagian-bagian
dari) suatu bangunan satu bagian memperkuat bagian lainnya.” dan
beliau menyelipkan jari-jari disatu tangan dengan tangan yang lainnya
agar kedua tangannya tergabung.” (H.R. Bukhari)
Adanya persaudaraan (ukhuwwah) yang kuat akan menjadikan
kehidupan yang harmonis, diliputi rasa saling mencintai, saling menjaga
perdamaian dan persatuan. Untuk memperkokoh persaudaraan
(ukhuwwah) maka lakukanlah hal-hal berikut ini:
1) Ta‟aruf, saling mengenal antara umat Islam bukan hanya
penampilan fisik namun juga tentang ide, gagasan dan lain
sebagainya.
2) Tafahum, dengan saling mengenal antara sesama umat Islam, maka
akan timbul sikap berusaha untuk memahami saudaranya.
3) Ta‟awun, setelah saling memahami sudah terjalin, maka akan
timbul sikap saling mendoakan dan saling menolong.
4) Takaful, jika ketika sikap tersebut sudah terlaksana dengan baik
maka akan timbul sikap senasib dan sepenanggungan seperti yang
dicontohkan oleh sahabat-sahabat Anshar Madinah terhadap
sahabat-sahabat Muhajirin dari Makkah.
Adapun hikmah menjaga persaudaraan (ukhuwwah) yaitu:
1) menumbuhkan sikap saling memahami dan saling pengertian di antara
sesama menumbuhkan sikap saling tolong-menolong
2) menumbuhkan sikap saling tolong-menolong
3) menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai akan
melahirkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa
4) menimbulkan tenggang rasa dan tidak menzhalimi antara sesama.
5) tercipta dan terjalinnya solidaritas yang kuat antara sesama muslim
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 5
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
6) terbentuknya kerukunan hidup antara sesama warga masyarakat.
B. Q.S. Al-Hujarat/49 : 12
1. Membaca Q.S. Al-Hujarat/49 : 12
2. Mengartikan Q.S. al-Hujurat/49: 12
‒ Arti Mufradat (kosa kata)
Lafal Arti Lafal Arti
wahai orang- satu sama lain
orang
apakah kamu
yang beriman suka
salah seorang
jauhilah kalian diantaramu
dari prasangka memakan
buruk
sebagian daging
prasangka buruk saudaranya
dan
dosa bertaqwalah
kepada Allah
jangan mencari
kesalahan orang sesungguhnya
lain Allah
dan janganlah menerima
menggunjing taubat dan
penyayang
‒ Arti ayat
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka,
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 6
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu
mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara
kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara
kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh
Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (Q.S. al-Hujurat/49:
12)
3. Mengidentifikasi Bacaan Tajwid
1) : Mad jaiz munfasil, karena huruf mad yaitu ya' fathah yang
diikuti alif bertemu dengan hamzah di lain kata. Cara membacanya
yaitu panjang selama 2-5 harokat.
2) : Mad thobi‟i karena terdapat ya' sukun yang didahului huruf
berharokat kasroh. Sehingga huruf dzal kasroh dibaca panjang 2
harokat.
3) : Mad badal, karena terdapat huruf alif yang berharokat
panjang. Membacanya panjang selama 2 harokat.
4) : Qolqolah sugro, karena salah satu huruf qolqolah yaitu
jim berharokat sukun berada di tengah kalimat. Cara membacanya
yaitu dengan sedikit dipantulkan.
5) : Mad thobi‟i, karena wau sukun didahului huruf berharokat
dhommah. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 harokat.
6) : Mad thobi‟i, karena ya' sukun didahului huruf berharokat
kasroh. Dibaca panjang selama 2 harokat.
7) : Idghom bigunnah, karena tanwin bertemu dengan huruf
mim. Cara membacanya dengan meleburkan tanwin dan huruf mim
disertai dengung.
8) : Alif lam syamsiyah, karena alif lam bertemu zha. Cara
membacanya yaitu dengan mengabaikan huruf alif lam atau
langsung membaca huruf selanjutnya yaitu zha.
9) : Gunnah, karena huruf nun berharokat tasydid. Dibaca dengan
mendengung dan ditahan sesaat.
10) : Alif lam syamsiyah, karena alif lam bertemu dengan zha.
Huruf alif lam diabaikan dan langsung membaca zha.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 7
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
11) : Idghom bigunnah, karena harokat dhommah tanwin
bertemu dengan wau. Cara membacanya yaitu dengan meleburkan
harokat dhommah tanwin dan seolah-olah huruf wau bertasydid
dengan disertai dengung.
12) : Mad thobi‟i, karena huruf lam berharokat fathah bertemu
dengan alif. Cara membacanya yaitu panjang selama 2 harokat.
13) : Mad thobi‟i, karena harokat dhommah diikuti oleh wau
sukun. Dibaca panjang selama 2 harokat.
14) : Idghom mutamatsilain, karena huruf ba' sukun
bertemu dengan huruf yang sama namun berbeda harokat yaitu ba'
fathah. Cara membacanya seperti membaca tasydid.
15) : Ikhfa' syafawi, karena mim sukun bertemu dengan ba'.
Mim sukun dibaca samar-samar disertai dengung dan ditahan
selama 3 harokat.
16) : Idhar syafawi, karena mim sukun bertemu dengan alif.
Cara membacanya yaitu dengan jelas.
17) : Idghom bigunnah, karena nun sukun bertemu dengan ya'.
Cara membacanya dengan meleburkan huruf nun sukun dan huruf
ya' seolah-olah bertasydid serta disertai dengan dengung.
18) : Mad thobi‟i, karena ya' sukun didahului oleh huruf
berharokat kasroh. Huruf kha kasroh dibaca panjang 2 harokat.
19) : Mad layyin, karena ya' sukun didahului oleh huruf berharokat
fathah. Membacanya dengan dipanjangkan selama 2 harokat.
20) : Ikhfa', karena harokat tanwin bertemu dengan huruf fa.
Cara membacanya yaitu tanwin dibaca samar-samar dengan
mendengung serta ditahan 3 harokat.
21) : Tafkhim, karena sebelum lafaz Allah terdapat huruf
berharokat fathah. Membacanya dengan tebal.
22) : Idghom bilagunnah, karena harokat tanwin bertemu dengan
huruf ro. Cara membacanya, tanwin dileburkan dengan huruf ro
disertai dengung.
23) : Mad arid lissukun, karena ya' sukun didahului oleh huruf
berharokat kasroh dan berada di akhir kalimat. Huruf ha kasroh
dibaca panjang selama 2-6 harokat.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 8
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
4. Asbabunnuzul Q.S. al-Hujurat/49: 12
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij,
bahwa ayat ini (al-Hujurat/49: 12) turun berkenaan dengan Salman al-
Farisi yang bila selesai makan, suka tidur sambil mendengkur. Pada
waktu itu ada orang yang menggunjing perbuatannya. Maka turunlah
ayat ini (alHujurat/49: 12) yang melarang seseorang mengumpat dan
menceritakan 'aib orang lain
5. Kandungan Q.S. al-Hujurat/49: 12
Dalam Q.S. al-Hujurat/49:12 terkandung larangan untuk
berprasangka buruk (su‟uzhan), mencari-cari kesalahan orang lain
(tajassus), dan menggunjing orang lain (ghibah). Yaitu dengan cara
mengontrol diri (mujahadah an-nafs) agar mencegah hawa nafsu untuk
berprasangka buruk, agar tidak mencari-cari kesalahan orang lain, dan
tidak menggunjing orang lain. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits
berikut ini:
Artinya:
“Dari al-A‟raj ia berkata; Abu Hurairah berkata; Satu warisan dari
Nabi Saw., beliau bersabda: “Jauhilah oleh kalian prasangka, sebab
prasangka itu adalah ungkapan yang paling dusta. Dan janganlah kalian
mencari-cari 'aib orang lain, jangan pula saling menebar kebencian dan
jadilah kalian orang-orang yang bersaudara.“ (H.R. Bukhari )
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 9
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Artinya:
“Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda:
“Tahukah kalian apakah ghibah itu?”. Sahabat menjawab: “Allah dan
RasulNya yang lebih mengetahui”. Nabi Saw. berkata: “Yaitu engkau
menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Nabi Saw.
ditanya: “Bagaimanakah pendapat anda, jika itu memang benar ada
padanya? Nabi Saw. menjawab: “Kalau memang sebenarnya begitu
berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan
tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya”. (H.R. Muslim)
Selain kontrol diri, seorang muslim hendaknya berprasangka baik
(husnuzhan) kepada Allah Swt., diri sendiri, dan kepada sesama manusia.
a. Husnuzhan kepada Allah Swt.
Berprasangka baik (husnuzhan) kepada Allah, artinya bahwa Allah
Swt. memiliki sifat Maha sempurna, Maha Kuasa atas segala sesuatu,
Maha Pengasih dan Penyayang kepada semua ciptaan-Nya.
Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis:
Artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
Allah ta‟ala berfirman: ”Aku sesuai persangkaan hamba-Ku, Aku
bersamanya ketika mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku saat
sendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-
Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 10
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun alaih)
Perwujudan husnuzhan kepada Allah Swt. antara lain:
1) Husnuzhan dalam bertaqwa kepada Allah Swt.
Husnuzhan dalam bertaqwa pada Allah Swt. artinya meyakini
bahwa semua perintah Allah Swt. adalah untuk kebaikan manusia
itu sendiri. Begitu juga semua larangan-Nya pasti akan berakibat
buruk apabila dilanggar.
2) Husnuzhan dalam berdoa
Seorang muslim yang memahami Husnuzhan pada Allah Swt.
dalam berdoa akan yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh
Allah Swt., namun bila belum dikabulkan, maka ia akan berfikir
inilah yang terbaik dan ia akan menerimanya dengan penuh
keikhlasan.
3) Husnuzhan dalam berikhtiar dan bertawakal
Ikhtiar harus selalu digandengkan dengan sikap tawakal yaitu
menyerahkan hasil ikhtiarnya hanya kepada Allah Swt., sehingga
ketika ikhtiarnya berhasil maka ia akan bersyukur dan ketika gagal
ia akan bersabar dengan tidak berputus asa.
b. Husnuzhan kepada orang lain
Husnuzhan kepada orang lain artinya seluruh ucapan, sikap dan
perbuatan yang dilakukan oleh seseorang akan diterima apa adanya
tanpa diringi oleh prasangka atau dugaan-dugaan yang bersifat
negatif.
c. Husnuzhan kepada diri sendiri
Seseorang yang berprasangka baik kepada diri sendiri, akan
menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.
Oleh karena itu, seharusnya manusia senantiasa mensyukuri apapun
yang sudah diberikan oleh Allah Swt. dan tidak perlu merasa rendah
diri di hadapan orang lain.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 11
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Penilaian
I. Penialian Sikap
Berilah tanda centang pada kolom yang tersedia dan tulislah alasannya!
No Pernyataan Setuju Tidak Alasan
Setuju
Saya selalu menahan
1 marah ketika ada yang
menyakiti hati saya
Saya tidak berprasangka
buruk ketika ada orang
2
yang berbisik-bisik di
hadapan saya
Saya berusaha untuk
menghargai perbedaan
3
pendapat saat rapat
pemilihan ketua kelas
Saya berusaha untuk
tidak mudah terpengaruh
4
berita bohong (hoax) di
media sosial
Saya bersemangat untuk
bersama-sama menjaga
5
persatuan dan kesatuan
bangsa
II. Penialian Pengetahuan
A. Pilihan Ganda
Berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang paling tepat!
1. Sikap bersungguh-sungguh melawan bisikan hawa nafsu yang
mengajak kepada kemungkaran. Sikap tersebut disebut ….
a. mujahadah an-nafs
b. husnuzhan
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 12
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
c. ukhuwwah
d. riya‟
e. takabur
2. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
(1) Terhindar dari berbagai penyakit
(2) Meningkatnya sifat sabar pada seseorang
(3) Dapat meminimalisir perilaku buruk seseorang
(4) Mendapatkan penilaian yang positif dari lingkungan
(5) Terbiasanya melakukan kegiatan bersama para pengusaha
Pernyataan terkait hikmah mujahadah an-nafs ditandai nomor ....
a. (1), (2), dan (4)
b. (1), (3), dan (4)
c. (1), (3), dan (5)
d. (2), (3), dan (4)
e. (2),(4), dan (5)
3. Perhatikan Q.S. al-Hujurat/49: 10 berikut ini :
Hukum bacaan pada potongan ayat tersebut yang digarisbawah adalah
... .
a. idzhar dan mad layin
b. iqlab dan mad thabi‟i
c. ikhfa‟ dan mad thabi‟i
d. ikhfa‟ dan mad jaiz munfashil
e. idgham bighunnah dan mad badal
4. Perhatikan potongan Q.S al-Hujurat/49: 12 berikut ini:
Jika dipahami ayat tersebut, tidak akan muncul akhlak tercela. Arti
dari potongan ayat yang bergaris bawah adalah ... .
a. jauhilah banyak berprasangka
b. janganlah saling menggunjing
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 13
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
c. janganlah kalian memata-matai
d. sesungguhnya prasangka itu dosa
e. jauhilah perbuatan maksiat dan dosa
5. Berprasangka baik kepada orang lain akan berdampak positif bagi
kehidupan masyarakat. Berikut ini yang merupakan contoh
berprasangka baik kepada orang lain adalah ….
a. mengganggap semua teman memiliki akhlak mulia
b. mengucapakan selamat ulang tahun kepada orang lain
c. melakukan kegiatan sosial demi menaikkan popularitas
d. mengambil kesempatan disaat orang lain mengalami kesulitan
e. selalu menganggap bahwa semua berita online adalah berita yang
benar
6. Hendaknya seorang muslim bersikap husnuzhan kepada Allah Swt.
Pernyataan di bawah ini yang menunjukkan sikap husnuzhan kepada
Allah Swt. adalah ....
a. senantiasa berbahagia dalam hidupnya
b. sabar saat menghadapi kesulitan dan musibah
c. tidak senang pada teman yang suka menyakiti
d. menangis sedih ketika ditinggal wafat ayahnya
e. iri kepada seseorang yang mendapat anugerah
7. Sikap-sikap berikut ini yang tidak mencerminkan kandungan Q.S.
alHujurat/49: 12 ialah... .
a. selalu berbaik sangka kepada siapa saja
b. menghindari tajassus dengan banyak introspeksi
c. berusaha banyak bersedekah kepada fakir miskin
d. menghindari campur tangan urusan orang lain
e. menahan nafsu untuk tidak turut bergunjing
8. Perhatikan potongan ayat berikut ini
Potongan ayat tersebut mengandung hukum bacaan….
a. idzhar
b. ikhfa‟
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 14
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
c. iqlab
d. idgham bighunnah
e. idgham bilaghunnah
9. Tali persaudaraan harus dijaga agar hidup bermasyarakat semakin
harmonis. Berikut ini yang bukan merupakan usaha menjaga tali
persaudaraan adalah ….
a. menjaga nama baik orang lain
b. memenuhi undangan selama tidak ada uzur
c. selalu menyapa dan mengucapkan salam saat bertemu
d. memasukkan orang tua ke panti jompo agar tidak repot
e. berkunjung kerumah teman secara rutin
10. Q.S al-Hujurat/49: 12 menjelaskan bahwa seseorang yang
menggunjing orang lain diibaratkan ….
a. memakan hidangan orang lain
b. mengarungi lautan tanpa perahu
c. meminum arak sebanyak satu ember
d. membunuh saudaranya yang tidak bersalah
e. Memakan daging saudaranya yang sudah mati
B. Uraian
1. Mujahadah an-nafs merupakan perilaku mulia yang memiliki banyak
hikmah. Tuliskan hikmah yang bisa diperoleh dengan melakukan
mujahadah an-nafs!
2. Kandungan Q.S. al-Hujurat/49 :12 berisi pesan-pesan mulia yang
harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jelaskan kandungan
Q.S. alHujurat/49 :12 !
3. Sebagai muslim, kita harus menjaga tali persaudaraan dengan
siapapun. Bagaimana caranya agar tali persaudaraan di antara sesama
muslim tetap terjaga dengan baik ?
4. Husnuzhan kepada Allah Swt. akan mendatangkan hikmah yang
besar. Sebutkan hikmah husnuzhan kepada Allah Swt !
5. Jelaskan keterkaitan antara keimanan seseorang dengan perilaku
mujahadah an-nafs, husnuzhan, dan ukhuwwah !
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 15
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
III. Penilaian Ketrampilan
Bacalah dan hafalkan ayat-ayat berikut ini !
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 16
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
BAB 2
ASMAUL-HUSNA
Kompetensi Dasar :
1.3 Meyakini bahwa Allah Maha Mulia, Maha Mengamankan, Maha
Memelihara, Maha Sempurna Kekuatan-Nya, Maha Penghimpun, Maha
Adil, dan Maha Akhir
2.3 Memiliki sikap keluhuran budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan adil sebagai implementasi pemahaman al- Asmau al-Husna: Al-
Karim, Al- Mu‟min, Al-Wakil, Al- Matin, Al- Jami‟, Al-„Adl, dan Al-Akhir
3.3 Menganalisis makna al-Asma‟u al- Husna: al-Karim, al-Mu‟min, al- Wakil,
al-Matin, al-Jami‟, al-„Adl, dan al-Akhir
4.3 Menyajikan hubungan makna-makna al-Asma‟u al-Husna: al- Karim, al-
Mu‟min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami‟, al-„Adl, dan al-Akhir dengan perilaku
keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:
‒ Meyakini bahwa Allah Maha Mulia, Maha Mengamankan, Maha
Memelihara, Maha Sempurna Kekuatan-Nya, Maha Penghimpun, Maha Adil,
dan Maha Akhir
‒ Memiliki sikap keluhuran budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal
dan adil sebagai implementasi pemahaman al- Asmau al-Husna: Al-Karim,
Al- Mu‟min, Al-Wakil, Al- Matin, Al- Jami‟, Al-„Adl, dan Al-Akhir
‒ Menganalisis makna al-Asma‟u al- Husna: al-Karim, al-Mu‟min, al- Wakil,
al-Matin, al-Jami‟, al-„Adl, dan al-Akhir
‒ Menyajikan hubungan makna-makna al-Asma‟u al-Husna: al- Karim, al-
Mu‟min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami‟, al-„Adl, dan al-Akhir dengan perilaku
keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 17
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Uraian Materi
A. Pengertian Asmaul Husna
Asma‟ul Husna berasal dari bahasa Arab artinya nama-nama
Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama (penyebutan) dan husna berarti
yang baik atau yang indah, jadi al-Asma‟ul-Husna adalah nama-nama milik
Allah yang baik dan yang indah.
Al-Asma‟ual-Husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar
Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah
yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam
kebesaran dan kehebatan milik Allah. Nama-nama Allah itu adalah nama yang
baik dan sempurna, sedikitpun tidak ada kekurangannya dan tidak boleh
diserupakan dengan yang yang lainnya.
Artinya:
”Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia
mempunyai al asma‟ul husna (nama-nama yang baik)” (QS. Taha [20] : 8)
Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Allah Swt. memiliki 99 nama.
Imam Bukhari meriwayatkkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw.
bersabda:
Artinya:
“Dari Abu Hurairah r.a. Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda:
Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus
kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk
surga”. (H.R. Bukhari)
Dalam bermunajat dan berdoa kepada Allah umat Islam diperintahkan
untuk untuk menyebut nama-nama Allah yang terbaik sebagaimana firmanNya
dalam al-Quran sebagai berikut:
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 18
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Artinya:
“Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka
bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan
tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka
kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (QS.
al- A‟raf [7] : 180).
B. Mengkaji makna dari Asmaul Husna (al-Karim, al-Mu’min, al- Wakil, al-
Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir)
1. Al-Karim
Al-kariim artinya Yang Maha Mulia. Allah adalah Dzat Yang Maha
sempurna dengan kemuliaan-Nya, tidak dilebihi oleh siapapun selain-Nya.
Karena kemuliaan-Nya, Allah memiliki kebaikan yang tidak terbatas.
Artinya:
“Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain
Dia, Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia” (QS. al-Mu‟minun [23]
:116)
Karena kemuliaan-Nya itu pula, Allah memuliakan al- Qur‟an,
malaikat, para nabi dan juga manusia. Jibril, malaikat yang menyampaikan
kitab Allah kepada Nabi Saw, adalah utusan yang mulia, rasulullah Saw.
juga seorang Nabi yang mulia, begitu pula dengan anak-anak Adam
lainnya.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 19
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Artinya:
”Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami
angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari
yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang
sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (QS.al-
Isra‟ [17] :70)
Dengan memahami dan menghayati makna al-Asma‟ al-Husna al-
Kariim, maka hendaknya kita memiliki budi pekerti yang luhur, diantaranya
adalah:
1) Menghiasi diri dengan akhlak yang baik
2) Menjaga kehormatan diri
3) Memuliakan para Rasul, Malaikat, kitab Allah dan semua makhluk
ciptaan Allah. Sehingga kita bisa mulia di sisi Allah maupun di sisi
manusia
2. Al-Mu‟min
Al-Mu‟min artinya Yang Maha Memberi Keamanan. Allah adalah
satu-satunya dzat yang memberi rasa aman, ketenangan dalam hati manusia.
Artinya:
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang
mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah
ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha
Mengetahui, Maha bijaksana” (QS. Al- Fath [48] :4)
Dengan memahami dan menghayati makna Asma‟ul Husna al-
Mu‟min seharusnya kita meneladani sifat Allah tersebut, yaitu:
1) Memberikan rasa aman
2) Menjadi pribadi yang bisa dipercaya dan menjauhi sifat khianat
3) Menunjukkan sikap yang ramah dan sopan santun kepada sesama
4) Menciptakan lingkungan keluarga, tetangga, dan masyarakat yang
kondusif
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 20
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
5) Mengembangkan pemikiran yang baik dan positif bagi sesama
3. Al-Wakil
Al-Wakil artinya Yang Maha Mewakili. Allah adalah al-Wakil. Dia
yang paling tepat untuk mewakili dan menangani segenap urusan makhluk.
Allah adalah Dzat yang bertanggungjawab atas semua makhluk. Dia
menciptakannya dari ketiadaan, lalu mengawasi dan menjaga mereka.
Selayaknyalah Allah menjadi tempat bergantung bagi para makhluk-Nya.
Artinya:
”Dan bertawaklallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai
Pemelihara”
(QS. Al-Ahzab [33] :3)
Dalam bertawakkal, manusia masih tetap dituntut untuk melakukan
sesuatu sampai batas kemampuannya, bukan berarti menyerahkan begitu
saja segala sesuatu kapada Allah, tetapi penyerahan tersebut harus didahului
dengan usaha yang maksimal.
Setelah memahami dan menghayati makna Asma‟ul Husna al-
Wakiil maka marilah kita meneladaninya dengan cara:
1) Berserah diri kepada Allah
2) Bersyukur kepada-Nya
3) Menjadikan Allah sebagai sumber kekuatan dan pengharapan
4) Tidak berputus asa dalam berdoa dan bekerja
5) Berupaya menjadi pribadi yang memiliki kredibilitas
6) Menjiwai setiap ikhtiar atau perbuatannya dengan mengharap
keridhaan-Nya
4. Al-Matin
Al-Matiin artinya Yang Maha Kukuh. Tiada sesuatupun yang dapat
mengalahkan dan mempengaruhi-Nya. Dialah Dzat Yang Maha Kuat yang
kekuatan-Nya tidak dapat terbendung, tindakan-tindakan-Nya tidak
terhalangi dan tidak pernah merasa lelah.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 21
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Artinya:
”Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami
mengutusnya kepada Fir„aun dengan membawa mukjizat yang nyata” (QS.
adz-Dzariyat [51] :38)
Bagi kita sebagai hamba-Nya, hendaknya kekukuhan Allah menjadi
landasan sikap kita, yaitu:
1) Teguh memegang prinsip kebenaran
2) Memiliki keinginan yang kuat
3) Tidak tergoda untuk menerima atau mencari rezeki secara batil
4) Konsekuen dalam membela kebenaran
5) Menjadi manusia yang tawakkal
6) Memiliki kepercayaan dalam jiwanya dan tidak merasa rendah di
hadapan manusia lain, karena hanya Allah lah Yang Maha Kuat dan
Maha Kukuh
5. Al-Jami‟
Al-Jami‟ artinya Yang Maha Mengumpulkan. Allah adalah Dzat yang
mengumpulkan semua makhluk pada hari kiamat. Menurut Imam Khattabi,
tujuan Allah mengumpulkan makhluk pada hari itu adalah untuk membalas
kebaikan dan keburukan yang dilakukan para makhluk. Pada saat Allah
mengumpulkan para makhluk, tidak ada satupun yang luput. Baik makhluk
yang meninggal terbakar, yang dilumat binatang buas atau yang tenggelam
di lautan.
Artinya:
Katakanlah "Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan
kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada
keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 22
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
(QS. al-Jatsiyah [45] : 26)
Dengan memahami dan menghayati makna Asma‟ul Husna al-Jaami‟
maka akan membuat kita sadar bahwa kita suatu saat akan mati dan akan
dikumpulkan di sebuah tempat yang bernama padang makhsyar untuk
menerima keputusan dan balasan atas perbuatan kita. Maka hendaklah kita
meneladani asma Allah al-Matin yaitu dengan:
1) Hiduplah secara berjamaah (bersatu)
2) Menghimpun potensi positif diri
3) Mendukung upaya terwujudnya persatuan umat islam dunia
6. Al-Adl
Al-„Adl artinya Maha adil. Keadilan Allah Swt. bersifat mutlak,
tidak dipengaruhi oleh apa pun dan siapa pun. Keadilan Allah Swt.
Juga didasari oleh ilmu Allah Swt. Yang Maha Luas. Sehingga tidak
mungkin keputusan-Nya itu salah.
Artinya:
“Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur'an) dengan benar dan adil.
Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar,
Maha Mengetahui” (QS. al-an‟am [6] : 115)
Al-„Ad berasal dari kata „adala yang berarti lurus dan sama.
orang yang adil adalah orang yang berjalan lurus dan sikapnya selalu
menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda. Persamaan inilah
yang menunjukan orang yang adil tidak berpihak kepada salah seorang
yang berselisih.
Adil juga dimaknai sebagai penempatan sesuatau pada tempat yang
semestinya. Dinamai al-„Adl karena keadilan Allah Swt. adalah sempurna.
Dengan demikian semua yang diciptakan dan ditentukan oleh AllahSwt.
telah menunjukan keadilan yang sempurna. Hanya saja, banyak diantara kita
yang tidak menyadari atau tidak mampu menangkap keadilan Allah Swt.
terhadap apa yang menimpa makhluk-Nya.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 23
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Cara Meneladani sifat Allah Al-Adl diantaranya:
a) Adil terhadap diri sendiri dengan cara mengendalikan hawa nafsu.
b)Tidak membeda-bedakan derajat seseorang, berteman dengan siapa saja.
c) Senantiasa bersyukur kepada allah swt. Atas ketentuan – Nya yang adil.
7. Al-Akhir
Al-Akhir artinya Yang Maha Akhir , yang tidak ada sesuatu pun
setelah Allah Swt. Allah al-Aakhir menunjukkan bahwa Allah adalah Dzat
yang ”mengakhiri” segalanya. Allah lah Tuhan, tiada Tuhan setelah-Nya.
Allah lah sang Pencipta, tiada Sang Pencipta setelah-Nya. Allah lah
penentu kehidupan manusia, tiada Penentu selain-Nya.
Artinya:
”Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia
Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. al-hadid [57] : 3)
Sebagai Dzat Yang Maha Akhir, Allah Swt. akan tetap abadi dan
kekal. Keabadian dan kekekalan Allah Swt. Tersebut menunjukkan bahwa
Dialah satu-satunya tempat bergantung atas segala urusannya, baik urusan
dunia maupun urusan-urusan yang akan kita bawa sampai ke akhirat kelak.
Sikap dan perilaku seorang muslim dalam meneladani sifat Allah Al-
Akhir dalam kehidupan diantaranya adalah:
a) Menjadikan Allah Swt. sebagai tujuan peribadatan seorang hamba;
b) Meyakini sepenuh hati bahwa yang kekal abadi hanya Allah Swt. semata.
Oleh karena itu, seluruh sandaran hidup, tempat bergantung, tempat
memohon hanya kepada Allah Yang Maha Hidup; dan
c) Menyadari bahwa kematian pasti akan datang sehingga senantiasa
termotivasi untuk selalu beramal saleh.
C. Hikmah Menerapkan Asmaul-Husna dalam Kehidupan.
Seseorang yang sudah menerapkan Asmaulhusna dalam kehidupannya
maka akan memperoleh hikmah di antaranya adalah:
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 24
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
1) memperoleh keyakinan akan adanya rahmat, hidayah, taufik serta inayah
dari Allah Swt.;
2) mendapatkan ganjaran berupa pahala sehingga terhindar dari siksa neraka
dan memperoleh surga sesuai yang dijanjikan Allah Swt.;
3) mendapatkan simpati banyak orang karena sudah memiliki pribadi yang
berakhlakul karimah;
4) mendatangkan manfaat bagi lingkungan baik lingkungan alam dan sosial;
5) menumbuhkan sikap raja‟, khauf, tawadhu, khusyu‟, taubat, ikhlas,
mahabbah, tawakal hanya kepada Allah Swt. serta sifat lainnya saat
melaksanakan ibadah;
6) memotivasi diri untuk melaksanakan bermacam kegiatan ubudiyah, baik
yang bersifat lahir maupun batin;
7) membentuk karakter dan budi pekerti luhur serta akhlakulkarimah seorang
muslim;
8) menanamkan sifat-sifat yang baik yang terdapat dalam Asmaulhusna;
9) mencintai Allah Swt., para rasul, Nabi Muhammad Saw. dan al-Qur‟an;
dan
10) tidak merasa putus asa apabila menemui kegagalan, tidak merasa sedih
bila menghadapi masalah dan musibah dan senantiasa mensyukuri seluruh
nikmat-Nya.
Penilaian
I. Penialian Sikap
Berilah tanda centang pada kolom yang tersedia dan tulislah alasannya!
No Pernyataan Setuju Tidak Alasan
Setuju
Iman kepada Allah cukup
1 dengan mengakui adanya
Allah saja
Saya selalu termotivasi
2 untuk beramal saleh
karena menyakini bahwa
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 25
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
kematian pasti akan
datang
Saya terpaksa menyontek
ketika ulangan untuk
3
mendapatkan nilai yang
bagus
Saya selalu berusaha
4 menjaga kerukunan antar
sesama
Kekayaan adalah hasil
5 kerja keras saya, jadi
saya tidak perlu berbagi
II. Penialian Pengetahuan
A. Pilihan Ganda
Berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang paling tepat!
1. Jumlah Nama-nama Allah yang disebut Asmaul Husna adalah ….
a. 95
b. 96
c. 97
d. 98
e. 99
2. Allah Maha Memberi Keamanan kepada makhluk-Nya, karena Allah
memiliki sifat ….
a. Al-Karim
b. Al-Mukmin
c. Al-Matiin
d. Al-Akhir
e. Al-Jami‟
3. Al-Kariim merupakan salah satu asmaul husna yang artinya adalah….
a. Maha Pengasih
b. Maha Penyayang
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 26
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
c. Maha Bijaksana
d. Maha Mengetahui
e. Maha Mulia
4. Sifat Allah yang diteladani oleh orang yang memiliki pendirian teguh
dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenaran adalah ….
a. Al-Karim
b. Al-Mukmin
c. Al-Matin
d. Al-Akhir
e. Al-Jami‟
5. Sifat Allah yang diteladani oleh seseorang yang menghindari
perilaku korupsi adalah ….
a. Al-Matin
b. Al-Jami‟
c. Al-Akhir
d. Al-Adl
e. Al-Malik
6. Diantara keteladanan yang dapat dicontoh dari sifat Al-jami‟ adalah
….
a. Selalu berusaha untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dengan
penuh kedamaian
b. Memberikan keleluasaan ke setiap orang untuk menyelesaikan
kewajibannya
c. Mengajak orang untuk mau melakukan kebaikan sesuai
kehendaknya
d. Selalu berkata benar dan jujur
e. Membiarkan setiap orang untuk berbuat semaunya
7. Perilaku yang tidak termasuk keimanan terhadap sifat Allah Al-Wakil
adalah ….
a. Mendirikan shalat setiap waktu
b. Sadaqah
c. Menyayangi orangtua
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 27
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
d. Membantu orang yang membutuhkan
e. Memiliki keris pusaka untuk kekayaan
8. Allah Swt. mengumpulkan dan menyatukan beberapa makhlukNya
yang ada di sawah sehingga membentuk satu kesatuan ekosistem
sawah membuktikan bahwa Allah Swt. bersifat ….
a. Al-Wakil
b. Al-Jami‟
c. Al-Karim
d. Al-Matin
e. Al-Akhir
9. Seseorang yang telah meneladani sifat Al-Matin, akan terlihat dari
perilakunya yaitu ….
a. Selalu berusaha dengan optimisme yang tinggi walau terus
dihadapkan pada kegagalan
b. Seorang mu‟min harus berupaya menjadi pemaaf segala kesalahan
yang dilakukan orang kepadanya
c. Seorang mu‟min harus jujur melaksanakan amanah yang
dibebankan kepadanya
d. Seorang mu‟min harus mampu menjaga keselamatan baik dirinya
atau orang lain dari kejahatan dan kezaliman
e. Seorang pemimpin harus ikhlas dan bertanggungjawab dalam
menjalankan kepemimpinannya
10. Salah satu bentuk implementasi seorang muslim terhadap sifat Allah
al-Wakil adalah bertawakal. Adapun contoh dari perilaku tawakal
ialah ....
f. berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencapai cita-cita
g. bersikap istiqamah dalam mengarungi kehidupan yang penuh liku
h. menyerahkan segala urusannya setelah berikhtiar lahir dan batin
i. memberikan penilaian positif terhadap apa yang dilakukan orang
j. senantiasa bersikap optimis dalam menghadapi ujian dan cobaan
B. Uraian
1. Jelaskan pengertian al-Asmaul Husna!
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 28
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
2. Tuliskan 7 al-Asmaul Husna beserta artinya!
3. Bagaimana caramu untuk dapat meneladani sifat Al-mukmiin dalam
kehidupan sehari-hari?
4. Tuliskan satu ayat yang menjelaskan tentang Allah maha adil!
5. Jelaskan hikmah beriman kepada Allah melalui pemahaman Asmaul
Husna al-kariim, al-mu‟miin, al-matiin, al-Jami, al-wakiil dan al-adl!
III. Penilaian Ketrampilan
Buatlah resume terkait dengan implementasi sifat Allah Swt. al-Karim, al-
Mu‟min, al- Wakil, al-Matin, al-Jami‟, al-„Adl, dan al-Akhir dalam
kehidupan sehari-hari!
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 29
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
BAB 3
BERPAKAIAN SESUAI DENGAN SYARIAT ISLAM
Kompetensi Dasar :
1.5 Terbiasa berpakaian sesuai dengan syariat Islam
2.5 Menunjukkan perilaku berpakaian sesuai dengan syariat Islam
3.5 Menganalisis ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam
4.5 Menyajikan keutamaan tatacara berpakaian sesuai syariat Islam
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:
‒ Terbiasa berpakaian sesuai dengan syariat Islam
‒ Menunjukkan perilaku berpakaian sesuai dengan syariat Islam
‒ Menganalisis ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam
‒ Menyajikan keutamaan tatacara berpakaian sesuai syariat Islam
Uraian Materi
A. Adab berpakaian sesuai dengan syariat Islam
Batasan dan aturan dalam berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam
adalah sebagai berikut:
1. Menutupi aurat
Aurat secara makna adalah bagian tubuh yang haram dilihat, karena
itu harus ditutupi. Menurut Islam, aurat bagi wanita adalah seluruh
tubuh kecuali wajah dan telapak tangan berdasar pada firman Allah
Q.S. al-Ahzab/33:59 yang berbunyi:
Artinya:
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak
perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka
menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” [Q.S. al-Ahzab/33:59]
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 30
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Kata “mengulurkan” dalam ayat ini, ditafsirkan dengan menutupi
seluruh tubuh. Jilbab dapat diartikan sebagai selendang yang
menutupi kepala sampai leher dan dada. Sementara, ulama yang
berpendapat bahwa wanita tidak wajib menutup wajah serta
telapak tangannya berdasar pada Q.S. an-Nur/24: 31
Artinya:
“…dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali
yang (biasa) terlihat…”
Kata “yang biasa nampak dari padanya” itu diartikan sebagai wajah
dan dua telapak tangan. Jadi, batasan aurat wanita adalah seluruh
tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan.
Adapun batasan aurat laki-laki berbeda dengan batasan aurat
untuk wanita. Bagi laki-laki batasan auratnya cukup sebatas pusar
sampai lu- tut.
2. Pakaian yang tidak mengundang syahwat
Busana atau pakaian yang dikenakan boleh sebagai hiasan,
tetapi bukan sebagai alat mengundang perhatian lawan jenis.
Jadi, hakikat berbusana adalah menutup aurat dan melindungi
seseorang dari cuaca panas dan dingin meskipun tidak melupakan
unsur keindahan.
3. Tidak transparan
Bahan yang dipakai berbusana adalah tidak boleh transparan
atau tembus pandang karena fungsi berpakaian dalam Islam
adalah untuk menutup aurat. Rasulullah Saw. bersabda, yang
artinya:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat:
satu kaum mencambuk orang-orang dengan cambuk seperti ekor
sapi, dan satu golongan kaum wanita yang berpakaian, tetapi
telanjang, memberi- tahukan (memperlihatkan) kepada orang lain
perilaku mereka yang tercela, menyimpang dari ketaatan kepada
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 31
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Allah, serta dari apa yang wajib mereka jaga, rambut mereka itu
laksana punuk unta yang berjalan miring. Mereka tidak masuk surga
dan tidak akan mencium aromanya, padahal semerbak surga bisa
tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian” (H.R. Muslim)
4. Harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak memperlihatkan
lekukan tubuh yang ditutupi. Sebagaimana penjelasan hadis berikut
ini.
Rasulullah Saw. memberiku baju Quthbiyyah yang tipis, hadiah
dari Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan kepada
istriku. Nabi Saw bertanya kepadaku: Mengapa kamu tidak
mengenakan baju Quthbiyyah?” Aku menjawab: “Aku pakaikan baju
itu untuk istriku.” Nabi Saw lalu bersabda: “Perintahkan ia agar
mengenakan baju dalam di balik Quthbiyyah itu, karena aku khawatir
baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tubuhnya.” (H.R. al-
Baihaqi, Ahmad, Abu Dawud dan Adh-Dhiya)
5. Tidak diberi wewangian atau parfum yang baunya sangat
mencolok, khususnya bagi wanita, karena perbuatan tersebut dapat
mengundang perhatian.
6. Tidak menyerupai laki-laki atau sebaliknya
Busana atau pakaian serta hiasan yang dikenakan oleh laki-laki
tidak menyerupai pakaian atau hiasan yang biasa dikenakan oleh
wanita. Begitu juga sebaliknya, wanita tidak boleh menyerupai
pakaian dan hiasan yang dipakai laki-laki.
7. Bukan busana atau pakaian syuhrah
Pakaian syuhrah merupakain pakaian yang dikenakan dalam
rangka untuk mencari sensasi sehingga tenar dan pemakainya
dikenal orang.
8. Bukan untuk tabarruj
Tabarruj adalah memperlihatkan hiasan dan keindahan dirinya,
serta apapun yang wajib ditutupi agar tidak mengundang fitnah.
9. Bukan kain sutra bagi laki-laki
Telah ditetapkan dalam hadis Nabi Muhammad Saw. bahwasanya
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 32
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
untuk laki-laki haram hukumnya memakai pakaian dari kain sutra.
“Boleh bagi wanita dari umatku dan haram bagi pria dari umatku.”
(H.R. Tirmidzi, Nasa‟i, dan Abu Dawud).
B. Tujuan berpakaian sesuai syariat Islam
Berbusana atau berpakaian sesuai dengan aturan Islam
merupakan bukti ketaatan seorang hamba kepada Allah. Adapun tujuan
berpakaian sesuai aturan Islam adalah:
a. Menutup aurat dan sebagai perhiasan
Allah Berfirman dalam Q.S. al-A‟raf/7: 26 yang berbunyi:
Artinya:
“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan
pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi
pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-
tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”
b. Memelihara diri dari panas matahari dan dinginnya cuaca
Allah Berfirman Swt. dalam Q.S. an-Nahl/16: 81:
Artinya:
“Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah
Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di
gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang
memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara
kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-
Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).”
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 33
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
c. Sebagai bagian dari ibadah
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. al-A‟raf/7: 31 yang berbunyi:
Artinya:
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada
setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan
berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-
lebihan.”
d. Menghindari diri dari godaan setan
Allah Swt.berfirman dalam Q.S. al-A‟raf/7: 27 yang berbunyi:
Artinya:
“Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan
sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari
surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan
aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat
kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.
Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi
orang-orang yang tidak beriman.”
e. Sebagai identitas diri Allah Swt. berfirman dalam Q.S. al-Ahzab/33 :59
yang berbunyi:
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 34
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Artinya:
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak
perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka
menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu
agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak
diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
f. Untuk menggapai rida Allah Swt. Rida Allah Swt. merupakan hal yang
paling didambakan orang yang beriman. Berbagai cara pun dilakukan
untuk menaati segala aturan Allah Swt., salah satunya adalah dengan
menerapkan etika berbusana menurut syariat Islam.
C. Hikmah berpakaian sesuai syariat Islam
Hikmah berpakaian sesuai syariat Islam diantaranya adalah:
1) Sebagai bukti ketaqwaan kepada Allah Swt.
2) Mendapatkan ganjaran (pahala) disisi Allah Ta‟ala.
3) Menghindarkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.
4) Menjaga diri dari fitnah dan pelecehan seksual;
5) Sebagai motivasi untuk lebih baik lagi dalam beribadah.
Penilaian
I. Penialian Sikap
Berilah tanda centang pada kolom yang tersedia dan tulislah alasannya!
No Pernyataan Setuju Tidak Alasan
Setuju
Ajaran tentang berbusana
sesuai syariat telah
menumbuhkan kesadaran
1
dalam diri saya untuk
berpakaian sesuai
tuntunan agama.
Saya selalu menghindari
2
perbuatan tabarruj.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 35
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Saya tidak pernah
memakai busana ketat,
3
tipis dan memperlihatkan
lekuk-lekuk tubuh.
Saya tidak pernah tidak
4 memakai busana yang
menyerupai lawan jenis.
Saya berusaha menjadi
5 contoh dalam cara
berbusana islami.
II. Penialian Pengetahuan
A. Pilihan Ganda
Berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang paling tepat!
1. Jika ada wanita memakai jilbab, tetapi model pakaiannya ketat,
sehingga bentuk tubuhnya nampak. Apakah cara berbusana wanita
tersebut sudah menunjukkan berbusana Islam?
a. Sudah, karena sudah memakai kerudung
b. Sudah, karena sudah sesuai dengan mode
c. Belum, karena bentuk tubuhnya masih terlihat
d. Sudah, karena sudah menutup seluruh aurat
e. Belum, karena bentuk tubuhnya seksi
2. Menurut hadis riwayat Muslim dan Ahmad disebutkan bahwa
perempuan yang memakai baju tembus pandang atau
minim,mendapatkan sanksi ... .
a. akan diabaikan oleh Allah Swt. di hari kiamat
b. tidak akan memperoleh syafaat dari Rasulullah Saw
c. akan dilaknat oleh malaikat Munkar Nakir di alam Barzah
d. tidak akan dapat mencium baunya surga yang penuh nikmat
e. dosa yang tidak pernah dirasakan sebagai suatu kesalahan
3. Kriteria berbusana bukan sekedar berdasarkan kepantasan atau mode
yang sedang trendy, tetapi landasan terpenting adalah al-Qur‟an, di
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 36
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
antaranya Q.S. al-Ahzab/33: 59, yang berbunyi ... .
a.
b.
c.
d.
e.
4. Perhatikanlah pernyataan di bawah ini!
(1) untuk menutup aurat dan sebagai perhiasan
(2) memelihara diri dari panas matahari dan dinginnya cuaca
(3) menunjukkan orang yang selalu mengikuti mode
(4) sebagai identitas diri seorang muslimah
(5) guna mendapatkan penghargaan
Manakah yang tidak termasuk tujuan berbusana muslim .....
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (4)
d. (2) dan (5)
e. (3) dan (5)
5. Bagi orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, apapun
perintah-Nya, akan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan termasuk
menggunakan busana muslimah. Pernyataan berikut yang bukan
termasuk hikmah berbusana muslimah adalah ….
a. sebagai motivasi untuk lebih baik lagi dalam beribadah
b. senantiasa menerapkan sikap tawakal dan mawas diri
c. mendapatkan ganjaran dari Allah Swt. berupa pahala
d. terhindar dari murka dan laknat Allah Swt.
e. terjaga dari fitnah dan pelecehan seksual
6. Berbuat baik itu luas cakupannya. Salah satunya menggunakan busana
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 37
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
muslimah dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tata cara berbusana
muslim adalah....
a. pakaian harus berwarna putih
b. harus tertutup seluruh auratnya
c. mengikuti model yang berbau Arab
d. harus menggunakan selendang kain
e. tidak boleh terpotong menjadi dua
7. “Iman letaknya di hati, jadi tidak perlu mengenakan
jilbab.”Pernyataan tersebut sering didengar dalam kehidupan. Oleh
karena itu, menutup aurat perlu ada kekuatan dan keyakinan, salah
satunya adalah ....
a. niat yang kuat karena Allah Swt
b. untuk mendapatkan pujian dari orang
c. ingin mendapatkan jodoh yang saleh
d. supaya terlihat tampil beda dengan yang lain
e. guna memperoleh perhatian dari khalayak ramai
8. Apapun model serta bentuk busana muslimah itu boleh-boleh saja,
asalkan memenuhi aturan syar‟i yang telah ditetapkan seperti
pernyatan di bawah ini, kecuali ....
a. bahan yang digunakan tidak tipis
b. tidak menyerupai pakaian laki-laki
c. bentuknya longgar, atau tidak ketat
d. menutupi aurat kecuali yang dikecualikan
e. harus mengikuti model dari jazirah Arab
9. Wanita yang memakai pakaian transparan dan ketat yang dapat
memperlihatkan bentuk tubuhnya, menurut hadis riwayat Muslim
disebut ....
a. berpakaian syur‟ah
b. berpakaian, tetapi telanjang
c. seakan-akan tidak berbusana
d. pakaian sebagai formalitas
e. berbusana yang syuhrah
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 38
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
10. Para ulama sepakat bahwa perempuan yang telah mencapai umur
balig, tubuhnya tidak boleh ada yang terlihat oleh laki-laki lain,
kecuali ....
k. telapak tangan dan kaki
l. wajah dan telapak tangan
m. telapak dan lengan tangan
n. kaki sampai tumit dan tangan
o. wajah sampai telapak kaki
B. Uraian
1. Hal yang paling mendasar dalam berbusana muslim adalah menutupi
aurat. Mengapa demikian?
2. Jelaskan fungsi berbusana sebagai penunjuk identitas seorang
muslim?
3. Laki-laki dan wanita dilarang berbusana yang menyerupai lawan jenis.
Jelaskan hikmah di balik pelarangan itu?
4. Terjadinya pelecehan seksual sering kita dengar atau baca dari media
masa. Bagaimana pendapat kalian jika dikaitkan dengan adab
berbusana muslim?
5. Tabarruj adalah memperlihatkan hiasan dan keindahan dirinya serta
apapun yang wajib ditutupi dan yang dapat mengundang fitnah.
Mengapa wanita dilarang bertabarruj? Jelaskan!
III. Penilaian Ketrampilan
Buatlah resume terkait dengan implementasi Adab berpakaian sesuai dengan syariat
Islam dalam kehidupan sehari-hari!
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 39
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
BAB 4
MANFAAT KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Kompetensi Dasar :
1.6 Meyakini bahwa jujur adalah ajaran pokok agama
2.6 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari
3.6 Menganalisis manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari
4.6 Menyajikan kaitan antara contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari
dengan keimanan
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini. Siswa diharapkan dapat:
‒ Meyakini bahwa jujur adalah ajaran pokok agama
‒ Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari
‒ Menganalisis manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari
‒ Menyajikan kaitan antara contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari
dengan keimanan
Uraian Materi
A. Pengertian Jujur
Dalam bahasa Arab, kata jujur semakna dengan “aś-śidqu” atau
“śiddiq” yang berarti benar, nyata, atau berkata benar. Lawan kata ini adalah
dusta, atau dalam bahasa Arab ”al-kazibu”. Secara istilah, jujur atau aś-
śidqu bermakna :
1. Kesesuaian antara ucapan dan perbuatan;
2. Kesesuaian antara informasi dan kenyataan;
3. Ketegasan dan kemantapan hati;
4. Sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan.
B. Pembagian Sifat Jujur
Imam al-Gazali membagi sifat jujur atau benar (śiddiq) sebagai
berikut :
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 40
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
1. Jujur dalam niat atau berkehendak, yaitu tiada dorongan bagi
seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain dorongan
karena Allah Swt.
2. Jujur dalam perkataan (lisan), yaitu sesuainya berita yang diterima
dengan yang disampaikan. Setiap orang harus dapat memelihara
perkataannya. Ia tidak berkata kecuali dengan jujur. Barangsiapa yang
menjaga lidahnya dengan cara selalu menyampaikan berita yang
sesuai dengan fakta yang sebenarnya, ia termasuk jujur jenis ini.
Menepati janji termasuk jujur jenis ini.
3. Jujur dalam perbuatan/amaliah, yaitu beramal dengan sungguh
sehingga perbuatan lahirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada
dalam batinnya dan menjadi tabiat bagi dirinya.
Orang yang beriman perkataannya harus sesuai dengan perbuatannya
karena sangat berdosa besar bagi orang-orang yang tidak mampu
menyesuaikan perkataannya dengan perbuatan, atau berbeda apa yang di
lidah dan apa yang diperbuat. Allah Swt. Berfirman dalam surah Ash Shaf
(61) : 2 – 3 :
Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu
yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu
mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
Pesan moral ayat tersebut tidak lain memerintahkan satunya perkataan
dengan perbuatan. Dosa besar di sisi Allah Swt., mengucapkan sesuatu yang
tidak disertai dengan perbuatannya. Perilaku jujur dapat menghantarkan
pelakunya menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Bahkan, sifat jujur adalah
sifat yang wajib dimiliki oleh setiap nabi dan rasul. Artinya, orang-orang
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 41
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
yang selalu istiqamah atau konsisten mempertahankan kejujuran,
sesungguhnya ia telah memiliki separuh dari sifat kenabian.
Jujur adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang
diamanatkan, baik berupa harta maupun tanggung jawab. Orang yang
melaksanakan amanat disebut al-Amin, yakni orang yang terpercaya, jujur,
dan setia. Dinamai demikian karena segala sesuatu yang diamanatkan
kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan, baik
yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Sifat jujur dan
terpercaya merupakan sesuatu yang sangat penting dalam segala aspek
kehidupan, seperti dalam kehidupan rumah tangga, perniagaan, perusahaan,
dan hidup bermasyarakat.
Diantara faktor yang menyebabkan Nabi Muhammad saw. berhasil
dalam membangun masyarakat Islam adalah karena sifat-sifat dan
akhlaknya yang sangat terpuji. Salah satu sifatnya yang menonjol adalah
kejujurannya sejak masa kecil sampai akhir hayatnya sehingga ia mendapat
gelar al-Amin (orang yang dapat dipercaya atau jujur).
Kejujuran akan mengantarkan seseorang mendapatkan cinta kasih dan
keridhaan Allah Swt. Sedangkan kebohongan adalah kejahatan tiada tara,
yang merupakan faktor terkuat yang mendorong seseorang berbuat
kemunkaran dan menjerumuskannya ke jurang neraka.
C. Contoh Bukti Kejujuran Nabi Muhammad SAW
Ketika Nabi Muhammad saw. hendak memulai dakwah secara terbuka
dan terang- terangan, langkah pertama yang dilakukan misalnya, Rasulullah
saw. berdiri di atas bukit, kemudian memanggil-manggil kaum Quraisy
untuk berkumpul, “Wahai kaum Quraisy, kemarilah kalian semua. Aku akan
memberikan sebuah berita kepada kalian semua!” Mendengar panggilan
lantang dari Rasulullah saw., berduyun-duyun kaum Quraisy berdatangan,
berkumpul untuk mendengarkan berita dari manusia jujur penuh pujian.
Setelah masyarakat berkumpul dalam jumlah besar, beliau tersenyum
kemudian bersabda, “Saudara-saudaraku, jika aku memberi kabar
kepadamu, jika di balik bukit ini ada musuh yang sudah siaga hendak
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 42
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
menyerang kalian, apakah kalian semua percaya?” Tanpa ragu semuanya
menjawab mantap, “Percaya!” Kemudian, Rasulullah kembali bertanya,
“Mengapa kalian langsung percaya tanpa membuktikannya terlebih
dahulu?” Tanpa ragu orang yang hadir di sana kembali menjawab mantap,
“Engkau sekalipun tidak pernah berbohong, wahai al-Amin. Engkau adalah
manusia yang paling jujur yang kami kenal.”
D. Dalil Perintah Berperilaku Jujur
Dalam ajaran Islam perintah untuk berlaku jujur sangat ditekankan.
Ini dapat dibuktikan, dengan banyaknya teks-teks dalil yang berasal dari al-
Qur'an maupun hadis tentang hal tersebut. Salah satunya adalah tentang
anjuran berperilaku jujur yaitu Q.S. al-Ahzab/33: 23-24:
Artinya:
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa
yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang
gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan
mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).(23) agar Allah memberikan
balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan
mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka.
Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(24)
Pada ayat tersebut, Allah Swt. akan memberikan balasan kepada
orang-orang yang menegakkan kebenaran. Menegakkan kebenaran
merupakan perintah Allah Swt. yang tentu ada manfaatnya. Kebenaran dan
kejujuran dalam ucapan dan perbuatan harus ditegakkan bersamaan.
Kejujuran adalah modal dasar seseorang untuk mampu menerima nilainilai
kebenaran dari Allah Swt. baik kebenaran secara ilmiah maupun kebenaran
yang bersifat mutlak.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 43
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Al-Qur’ān surah At Taubah (9) : 119
Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah Swt., dan
bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”
Ayat di atas menyatakan bahwa Allah memerintahkan kepada seorang
mukmin agar tetap istiqamah dalam ketakwaan serta mengharapkan rida-
Nya dengan tetap melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya,
bergaul bersama orang-orang yang selalu benar dan jujur. Sebaliknya,
jangan mengikuti orang munafik, yang selalu menutupi kemunafikan
mereka dengan perkataan dusta, sumpah palsu, ataupun alasan-alasan yang
tidak benar.
E. Hikmah Berperilaku Jujur
Ada beberapa hikmah berperilaku jujur, antara lain sebagai berikut:
a. Adanya perasaan nyaman dan hati tenang karena dalam kehidupannya
tidak ada hal-hal yang harus disembunyikan atau ditutupi atau
dirahasiakan.
b. Tidak berurusan dengan lembaga-lembaga penegak hukum seperti
kepolisian, kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait
dengan perbuatan curang yang dilakukan
c. Adanya kemudahan dalam menjalani aktivitas kehidupan disebabkan
adanya kepercayaan dari orang lain dan juga akan disukai oleh orang
banyak.
d. Selamat dari azab dan laknat Allah Swt. karena sudah berhasil menjauhi
sifat dusta yang merupakan salah satu sifat orang munafik.
e. Adanya jaminan masuk surga oleh Allah Swt., karena dengan kejujuran
akan membawa kepada kebaikan, terkumpulnya kebaikan itulah yang
akan mengantarkan ke surga.
f. Adanya jaminan dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya karena sudah
melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 44
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
F. Membiasakan Perilaku Jujur dalam Kehidupan Sehari-Hari
Perilaku jujur harus ditanamkan dan dibiasakan, baik di rumah,
sekolah, maupun masyarakat, sehingga terbentuk budaya jujur dalam diri
masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya bentuk-bentuk kecurangan
seperti tindak korupsi atau bentuk kecurangan lainnya dapat dicegah.
Berikut ini adalah cara-cara menerapkan perilaku jujur dalam kehidupan
sehari-hari:
a. Di sekolah
1) Meluruskan dan mengikhlaskan niat belajar dan menuntut ilmu hanya
untuk mencapai ridha Allah Swt . Jika niat sudah ikhlas dan lurus
maka semua aktifitas belajar akan terasa ringan dan menyenangkan.
2) Menjauhi perilaku curang saat mengerjakan soal ulangan dan ujian.
Karena kecurangan akan merugikan diri sendiri, teman, guru, dan
orang tua.
3) Berbicara dengan benar dan santun kepada guru, teman, dan semua
warga sekolah.
b. Di rumah
1) Meluruskan dan mengikhlaskan niat berbakti kepada orang hanya
karena Allah Swt.
2) Memberikan informasi yang valid dan benar kepada orang tua.
3) Bersikap terbuka kepada orang tua dalam segala hal.
c. Di masyarakat
1) Tidak membuat cerita atau berita hoax dan gosip-gosip yang dapat
membuat suasana di lingkungan menjadi tidak kondusif.
2) Apabila mendapat kepercayaan untuk melakukan sesuatu, maka
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya
3) Tidak melakukan penyalahgunaan wewenang karena penyalahgunaan
wewenang merupakan bentuk ketidakjujuran dalam melaksanakan
tanggung jawab, seperti melakukan korupsi.
4) Ikhlas berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kegiatan masyarakat
lainnya
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 45
Kelas X Semester Ganjil
SMK NEGERI 6 JEMBER
Penilaian
I. Penialian Sikap
Berilah tanda centang pada kolom yang tersedia dan tulislah alasannya!
No Pernyataan Setuju Tidak Alasan
Setuju
Saya berusaha dengan
sungguh-sungguh untuk
1
tidak berbuat curang
ketika ulangan atau ujian.
Saya mengajak teman
teman untuk menjauhi
2 perilaku tidak jujur
seperti jangan mencontek
ketika ulangan atau ujian.
Ajaran tentang kejujuran
telah membuat saya sadar
3 untuk senantiasa
berperilaku jujur dalam
kehidupan.
Saya berusaha
menerapkan perilaku
4 jujur baik di sekolah, di
rumah dan di
masyarakat.
Bila muncul dalam diri
saya untuk berbuat
5
curang, maka saya
berusaha menepisnya.
II. Penialian Pengetahuan
A. Pilihan Ganda
Berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang paling tepat!
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI 46
Kelas X Semester Ganjil