The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book flip ini saya buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Literasi ICT dan Media Pembelajaran terkait KD "memahami pelaksanaan pasal-pasal tentang lembaga keuangan negara, BPK dan Kekuasaan Kehakiman" yang tedapat dalam BAB II "Pengelolaan Keuangan Negara dan Kekuasaan Kehakiman".

Mata kuliah ini di ampu oleh Bapak Reza Mauldy Raharja, M.Pd dan Ibu Wika Hardika Legiani, M.Pd.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Padia Hijriyana, 2020-12-08 22:43:28

MATERI KELAS XII-Memahami Pelaksanaan Pasal-pasal tentang Lembaga Keuangan Negara, BPK dan Kekuasaan Kehakiman.

E-book flip ini saya buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Literasi ICT dan Media Pembelajaran terkait KD "memahami pelaksanaan pasal-pasal tentang lembaga keuangan negara, BPK dan Kekuasaan Kehakiman" yang tedapat dalam BAB II "Pengelolaan Keuangan Negara dan Kekuasaan Kehakiman".

Mata kuliah ini di ampu oleh Bapak Reza Mauldy Raharja, M.Pd dan Ibu Wika Hardika Legiani, M.Pd.

Keywords: MATERI KELAS XII,MEMAHAMI PELAKSANAAN PASAL-PASAL TENTANG KEUANGAN NEGARA,BPK DAN KEKUASAAN KEHAKIMAN

Pengelolaan Keuangan
Negara dan Kekuasaan
kehakiman

Nama : Siti Padia Hijriyana
Nim : 2286190049
Kelas : PPKN/A/2019

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

BAHAN AJAR

KD : Memahami Pelaksanaan Pasal-
pasal Yang Mengatur Tentang
Keuangan, BPK, Dan Kekuasaan

Kehakiman

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.2.1 Menjelaskan ketentuan konstitusi tentang keuangan negara
3.2.2 Menjelaskan mekanisme pengelolaan keuangan negara berdasarkan

UUD Negara RI Tahun 1945
3.2.3 Menguraikan sumber-sumber keuangan negara .
3.2.4 Menjelaskan asas-asas umum pengelolaan keuangan Negara.
3.2.5 Mengidentifikasi tugas pejabat Negara yang mendapat pelimpahan

pengelolaan keuangan Negara.
3.2.6 Menjelaskan peran Bank Indonesia menurut UUD Negara RI Tahun

1945.
3.2.7 Menjelaskan ketentuan UUD Negara RI yang mengatur tentang

Badan Pemeriksa Keuangan.
3.2.8 Mengidentifikasi tugas dan kewenangan BPK menurut undang-

undang.
3.2.9 Menguraikan proses pemilihan anggota BPK menurut undang-

undang
3.2.10 Menjelaskan karakteristik kekuasaan kehakiman menurut UUD

Negara RI Tahun 1945.
3.2.11 Mengidentifikasi tugas dan kewenangan kekuasaan kehakiman

menurut UUD Negara RI Tahun 1945.

Setelah mengikuti pembelajaran ini
diharapkan peserta didik dapat

memahami pelaksanaan pasal-pasal
tentang keuangan, BPK, dan
Kekuasaan Kehakiman.

Ketentuan Konstitusional tentang Keuangan Negara

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003, keuangan
negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat
di nilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang
maupun barang yang dapat dijadikan milik negara milik
negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
BAB VII TENTANG KETENTUAN MENGENAI KEUANGAN NEGARA

 Pasal 23  Pasal 23A Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk
keperluan negara diatur dengan undang-undang.
1) Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai
wujud dari pengelolaan keuangan negara  Pasal 23B Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-
ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang undang.
dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung
jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran  Pasal 23C Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan
rakyat. undang-undang.

2) Rancangan undang-undang anggaran pendapatan  Pasal 23D Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan,
dan belanja negara diajukan oleh Presiden untuk kedudukan, kewenangan, tanggung jawab, dan independensinya
dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan undang-undang.
dengan memperhatikan pertimbangan Dewan
Perwakilan Daerah.

3) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak
menyetujui rancangan anggaran pendapatan dan
belanja negara yang diusulkan oleh Presiden,
Pemerintah menjalankan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara tahun yang lalu.

Penjabaran Pasal Tentang Keuangan  Pemerintah tidak boleh memaksakan berlakunya ketentuan

 Mekanisme penyusunan Anggaran Pendapatan bersifat kewajiban material yang mengikat dan membebani rakyat
Belanja Negara (APBN) menuntut akuntabilitas
dan transparansi dalam pengelolaan keuangan tanpa disetujui terlebih dahulu oleh rakyat itu sendiri melalui
negara.
wakil-wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat.
 APBN merupakan gambaran utuh tentang  Peredaran dan nilai mata uang harus berada di dalam kontrol
pelaksanaan dan tanggung jawab pengelolaan
keuangan negara yang ditujukan untuk sebesar- pemerintah.
besarnya kemakmuran rakyat.  Negara mempunyai bank sentral yang mempunyai tugas dan

kewenangan tertentu yang ditetapkan oleh undang-undang.

 Permasalahan keuangan negara tidak hanya diatur dalam undang-
undang dasar saja, tetapi diatur pula dalam peraturan perundang-
undangan yang derajatnya dibawah undang-undang dasar.
Misalnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun
2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara,
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan sebagainya.

Sumber Keuangan Negara Mekanisme Pengelolaan Keuangan Negara

Kemudian apa saja yang menjadi sumber Mekanisme Pengelolaan Keuangan Negara Berdasarkan
keuangan negara? ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17
Tahun 2003 tentang Keuangan Negara terutama Pasal 6
Sumber keuangan Negara Republik Indonesia Ayat (1) disebutkan bahwa Presiden selaku Kepala
meliputi: Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan
keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan
 Pajak pemerintahan. Ketentuan pasal tersebut menunjukkan
 Retribusi bahwa Presiden Republik Indonesia bertanggung jawab
 Keuntungan BUMN/BUMD, dan sita atas kegiatan pengelolaan keuangan negara yang
 Pencetakan uang dilakukan untuk mencapai tujuan negara.
 Pinjaman
 Sumbangan hadiah dan hibah.

….
KAES……UA…A.S-NAGSAANS
UMUM PENGELOLAAN
NEGARA

 Asas Tahunan  Asas Kesatuan
Menghendaki agar semua pendapatan dan belanja
Membatasi masa berlakunya anggaran untuk negara di sajikan dalam suatu dokumen anggaran.
satu tahun tertentu.
 Asas Spesialitas
 Asas Universalitas (Kelengkapan) Mewajibkan agar kredit anggaran yang disediakan
Mengharuskan agar setiap saksi keuangan terinci secara jelas peruntukkannya.
dittampilkan secara utuh dalam suatu
dokumen anggaran.

 Asas Akuntanbilitas berorientasi pada  Asas keterbukaan dalam pengelolaan
hasil negara

Setiap pengguna anggaran wajib menjawab Mewajibkan adanya keterbukaa dalam
dan menerangkan kinerja organisasi atas pembahasan, penetapan, dan perhiyungan
keberhasilan/kegagalan suatu program yang anggaran serta atas hasil pengawasan oleh
menjadi tanggung jawab. lembaga audit dan independen.

 Asas Proporsionalitas  Asas Pemeriksaan Keuangan oleh badan
pemeriksa yang bebas dan mandiri
Pengalokasian anggaran
Memberi kewenangan lebih besar pada Badan
dilaksanakan pada fungsi-fungsi Pemeriksa Keuangan untuk melaksanakan
pemeriksaan atas pengelolaan keuangan
kementrian sesuai dengan tingkat negara secara objektif dan independen.

prioritas dan tujuan yang ingin

dicapai.

Tugas Pejabat Negara yang Dikuasakan kepada Menteri Keuangan, selaku
mendapat pelimpahan pengelola fiskal dan Wakil Pemerintah dalam
kepemilikan kekayaan negara yang
pengelolaan Keuangan Negara dipisahkan;

Dalam Pasal 6 Ayat (2) Undang-Undang Dikuasakan kepada menteri/pimpinan lembaga
Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 selaku pengguna Anggaran/Pengguna Barang
tentang Keuangan Negara diuraikan bahwa kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya;
Kekuasaan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) : Diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota
selaku kepala pemerintah daerah untuk mengelola
keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah
dalam kepemilikan kekayaan daerah yang
dipisahkan;

Tidak termasuk kewenangan dibidang moneter
yang meliputi antara lain mengeluarkan dan
mengedarkan uang yang diatur dengan undang-
undang.

Peran Bank Indonesia sebagai  Untuk mencapai tujuannya, Bank Indonesia
Bank Sentral Negara Republik mempunyai tugas sebagai berikut:
Indonesia
a. menetapkan dan melaksanakan kebijakan
 Keberadaan Bank Indonesia diatur dalam Undang- moneter;
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 Pasal 23D yang menyatakan Negara memiliki b. mengatur dan menjaga kelancaran sistem
suatu bank sentral yang susunan, kedudukan, pembayaran;
kewenangan, tanggung jawab, dan independensinya
diatur dengan undang-undang. Nah, dari ketentuan c. mengatur dan mengawasi Bank.
tersebut dapat disimpulkan bahwa Republik Indonesia
mempunyai satu bank sentral, yaitu Bank Indonesia
yang memiliki kantor perwakilan di setiap daerah.

 Dalam kedudukannya sebagai bank sentral, Bank
Indonesia mempunyai satu tujuan, yaitu mencapai dan
memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai
rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan
nilai mata uang terhadap barang dan jasa serta
kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Peran Badan Pemeriksa Kekuasaan Menurut UUD Negara RI Tahun 1945

-Ketentuan UUDNRI 1945 yang mengatur tentang BPK -

Bab VIII A tentang Badan Pemeriksa Keuangan :

 Pasal 23E

1) Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan
Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri.

2) Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sesuai dengan kewenangannya.

3) Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan/atau badan sesuai
dengan undang-undang.

 Pasal 23F

1) Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan
memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.

2) Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dari dan oleh anggota.

 Pasal 23G

1) Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibukota negara, dan memiliki perwakilan di setiap
provinsi.

2) Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan Pemeriksa Keuangan diatur dengan undang-undang.

Tugas dan Kewenangan BPK

TUGAS  BPK merupakan lembaga negara
BPK yang bertugas untuk memeriksa
pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.

 Pasal 6 Ayat (1) Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 15 Tahun
2006 tentang Badan Pemeriksa
Keuangan menyatakan bahwa BPK
bertugas memeriksa pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan negara yang
dilakukan oleh Pemerintah Pusat,
Pemerintah Daerah, Lembaga Negara
lainnya, Bank Indonesia, Badan Usaha
Milik Negara, Badan Layanan Umum,
Badan Usaha Milik Daerah, dan
lembaga atau badan lain yang
mengelola keuangan negara.

KEWENANGAN BPK

Pasal 9 Ayat (1) disebutkan bahwa dalam melaksanakan
tugasnya, BPK berwenang:

 Menentukan objek pemeriksaan, merencanakan dan
melaksanakan pemeriksaan, menentukan waktu dan metode
pemeriksaan serta menyusun dan menyajikan laporan
pemeriksaan;

 Meminta keterangan dan/atau dokumen yang wajib
diberikan oleh setiap orang, unit organisasi Pemerintah
Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank
Indonesia, Badan Usaha Milik Negara, Badan Layanan
Umum, Badan Usaha Milik Daerah, dan lembaga atau
badan lain yang mengelola keuangan negara;

 Melakukan pemeriksaan di tempat penyimpanan uang dan
barang milik negara, di tempat pelaksanaan kegiatan,
pembukuan dan tata usaha keuangan negara, serta
pemeriksaan terhadap perhitungan-perhitungan, surat-surat,
bukti-bukti, rekening koran, pertanggungjawaban, dan
daftar lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan
negara;

Lanjutan…

 Menetapkan jenis dokumen, data, serta informasi

mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan

negara yang wajib disampaikan kepada BPK;
 Menetapkan standar pemeriksaan keuangan negara

setelah konsultasi dengan Pemerintah Pusat/Pemerintah

Daerah yang wajib digunakan dalam pemeriksaan

pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara;
 Menetapkan kode etik pemeriksaan pengelolaan dan

tanggung jawab keuangan negara;
 Menggunakan tenaga ahli dan/atau tenaga pemeriksa di

luar BPK yang bekerja untuk dan atas nama BPK;
 Membina jabatan fungsional Pemeriksa;
 Memberi pertimbangan atas Standar Akuntansi

Pemerintahan; dan
 Memberi pertimbangan atas rancangan sistem

pengendalian intern Pemerintah Pusat/Pemerintah

Daerah sebelum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat/

Pemerintah Daerah.

Proses Pemilihan Anggota BPK Key words  Berdasarkan ketentuan-ketentuan
menurut UUD 1945 dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun
 Pasal 14 ayat (1) UU No. 15 Tahun 2006 1945 dan Undang-Undang
tentang BPK, Proses Pemilihan BPK Republik Indonesia Nomor 15
Tahun 2006 tentang Badan
1) Anggota BPK dipilih DPR dengan Pemeriksa Keuangan dapat
pertimbangan DPD. disimpulkan bahwa keberadaan
BPK menjadi sangat penting
2) Pertimbangan DPD disampaikan secara sebagai pilar untuk mengukur
tertulis,memuat semua nama calon secara keterserapan keuangan negara serta
lengkap. mengontrol penggunaannya.

3) Diserahkan ke DPR dalam waktu paling lama
satu bulan.

4) Calon anggota BPK diumumkan DPR kepada
publik untuk dapat masukan.

5) DPR memulai proses pemilihan anggota BPK
terhitung sejak diterimanya surat
pemberitahuan dari BPK.

6) DPR harus menyelesaikan pemilihan anggota
BPK yang baru paling lama satu bulan sebelum
masa jabatan anggota BPK yang lama.
Key words

Ketentuan Konstitusional tentang
Kekuasaan Kehakiman

Ketentuan tentang Karakteristik Kekuasaan Kehakiman menurut UUD
Negara RI Tahun 1945 diatur dalam Bab IX dengan uraian sebagai
berikut :

Pasal 24

1) Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan
keadilan.

2) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung
dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan
peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan
peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh
sebuah Mahkamah Konstitusi.

3) Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan
kehakiman diatur dalam undang-undang.

TUGAS DAN KEWENANGAN KEKUASAAN
KEHAKIMAN MENURUT UUDNRI 1945

Pasal 24A

1) Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat
kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di bawah
undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunyai
wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang.

2) Hakim agung harus memiliki integritas dan kepribadian
yang tidak tercela,adil, profesional, dan berpengalaman di
bidang hukum.

3) Calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada
Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan persetujuan
dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh
Presiden.

4) Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan
oleh hakim agung.

5) Susunan, kedudukan, keanggotaan, dan hukum acara
Mahkamah Agung serta badan peradilan di bawahnya
diatur dengan undang-undang.

Lanjutan…

Pasal 24B

1) Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang
mengusulkan pengangkatan hakim agung dan
mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga
dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat,
serta perilaku hakim.

2) Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai
pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta
memiliki integritas dan kepribadian yang tidak
tercela.

3) Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan
oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan
Rakyat.

4) Susunan, kedudukan, dan keanggotaan Komisi
Yudisial diatur dengan undang-undang.

Lanjutan…

 Pasal 24C

1) Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat
final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutuskan sengketa
kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus
pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

2) Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai
dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar.

3) Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan orang anggota hakim konstitusi yang ditetapkan oleh
Presiden, yang diajukan masing-masing tiga orang oleh Mahkamah Agung, tiga orang oleh Dewan
Perwakilan Rakyat, dan tiga orang oleh Presiden.

4) Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh hakim konstitusi.
5) Hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, negarawan yang

menguasai konstitusi dan ketatanegaraan, serta tidak merangkap sebagai pejabat negara.
6) Pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi, hukum acara serta ketentuan lainnya tentang

Mahkamah Konstitusi diatur dengan undang-undang.

 Pasal 25

Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diperhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan undang-undang.

Setelah membaca materi tersebut peserta didik di
harapkan dapat menyimpulkan isi materi yang telah di
sajikan sekaligus dapat menjawab soal evaluasi terkait

materi yang telah di sajikan.

Evaluasi :

1. Bagaimana peran serta kewenangan lembaga
keuangan negara, BPK dan kekuasaan kehakiman?

2. Dengan permasalahan yang ada tentang lembaga
negara, BPK dan Kekuasaan Kehakiman. Seperti
banyaknya kasus Tindak Pidana Korupsi bagaimana
sikap kalian sebagai peserta didik dalam menganalisa
hal tersebut serta apa dampak dari hal tersebut bagi
kehidupan kita?

SUMBER MATERI :
• Buku penunjang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraa

n. Kelas XII,Kemendikbud, Tahun 2013. Cetakan 1, 2015.

• https://e-journal.unair.ac.id.Jurist diction.Universitas Airlangga

Terima Kasih sudah mengikuti
pembelajaran ini…

Semoga bisa bermanfaat


Click to View FlipBook Version