The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Financial Information in Brief Volume 1 No. 4 Oktober 2023 - Kredit Macdt UMKM

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Uda Afdy, 2023-12-05 23:37:37

Financial Information in Brief Volume 1 No. 4 Oktober 2023 - Kredit UMKM

Financial Information in Brief Volume 1 No. 4 Oktober 2023 - Kredit Macdt UMKM

F I I B Financial Informat ion in Br ief Tim Riset dan Pengembangan Produk KKeessiiaappaann BBaannkk HHiimmbbaarraa MMeenngghhaaddaappii KKeebbiijjaakkaann HHaappuuss BBuukkuu ddaann HHaappuuss TTaaggiihh KKrreeddiitt MMaacceett SSeekkttoorr UUMMKKMM VVooll.. 11 NNoo.. 44 -- OOkkttoobbeerr 22002233


DISCLAIMER Dokumen ini berisi informasi mengenai perkembangan ekonomi global dan nasional serta kinerja industri keuangan. Dokumen ini milik LPPI, bagi pihak-pihak lain yang ingin memperbanyak, menyadur, atau memanfaatkan sebagian maupun keseluruhan isi dokumen ini harus mencantumkan sumber dari LPPI. Riset dan Pengembangan Produk


F I I B Financial Informat ion in Br ief LATAR BELAKANG Riset dan Pengembangan Produk 1 Kredit macet merupakan risiko kredit yang akan dihadapi oleh Bank dan Lembaga Jasa Keuangan dalam kegiatan bisnis terkait penyaluran kredit Bank. Jumlah kredit macet yang lebih besar dapat menyebabkan rasio kredit bermasalah yang lebih tinggi, yang dapat menghalangi bank untuk memberikan kredit lebih banyak di wilayah dengan tingkat kredit yang lebih berisiko. Bank harus mengantisipasi peningkatan jumlah kredit bermasalah dalam pembukuan mereka. Untuk mengatasi masalah ini, mereka harus menghapus buku dan bahkan menghapus tagih untuk kreditkredit tertentu yang dianggap sulit dilakukan restrukturisasi untuk memperbaiki kredit. Hapus buku adalah tindakan administrasi untuk menghapus kredit yang masuk kategori macet. Hal ini diyakini tidak akan menghapus hak tagih. Pengertian dari hapus tagih adalah tindakan mengurangi tagihan yang belum dibayarkan terhadap kreditur yang mengalami masalah keuangan parah. Bank Himbara umumnya enggan melakukan hapus tagih karena dianggap merugikan negara, namun kerugian yang dialami oleh bank dalam melaksanakan hapus buku dan hapus tagih merupakan kerugian masing-masing perusahaan. Hal ini diperkuat dengan UU P2SK yang juga mengatur bahwa kerugian tersebut bukan kerugian negara sepanjang dapat dibuktikan tindakan tersebut dilakukan berdasarkan itikad baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah berencana menghapuskan kredit macet UMKM sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK. Ketentuan tersebut dapat mengurangi risiko kredit macet dan meminimalkan aset bermasalah serta dapat meningkatkan kualitas aset, memperkuat stabilitas keuangan dan optimalisasi kontribusi dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional secara berkelanjutan. Kebijakan ini juga dapat menyelamatkan UMKM melewati kesulitan dan merangsang pemulihan ekonomi UMKM. Sesuai data Kementerian Koperasi dan UMKM (2023), penghapusan kredit macet bagi UMKM akan memberi dampak tercapainya porsi kredit perbankan khususnya di sektor UMKM sebesar 30 persen pada tahun 2024. Ketentuan yang tertuang dalam UU P2SK pasal 250-251 mengenai pengaturan kredit macet, utamanya ditujukan pada UMKM sesuai ketentuan yang dapat dilakukan penghapusbukuan dan penghapusan tagihan. Penghapusbukuan dan penghapusan tagihan dapat dilakukan jika tagihan kredit macet harus direstrukturisasi terlebih dahulu. Berkaitan dengan hal tersebut Pemerintah telah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyiapkan aturan berkenaan dengan hal tersebut.


F I I B Financial Informat ion in Br ief Penyaluran Kredit UMKM Bank Himbara menunjukkan tren peningkatan pada tahun 2022 dimana pada tahun 2022 jumlah kredit yang disalurkan telah mencapai Rp.829 triliun atau meningkat 8,29% dari tahun 2021, dan Kembali mengalami peningkatan pada Q1 2023 sebesar 3,62% dibanding 2022 menjadi Rp.859 triliun. Dari keempat Bank HIMBARA, Bank terbesar yang menyalurkan kredit UMKM adalah Bank BRI sebesar Rp.616 triliun pada tahun 2023 atau berkontribusi 71,68% dari total portofolio kredit UMKM seluruh Bank Himbara. Data penyaluran kredit UMKM Bank Himbara pada grafik 2. Grafik 1 - Kinerja Kredit Keseluruhan Bank Himbara Tahun 2019-2023 (Juta Rupiah) Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (diolah Tim Riset LPPI) Riset dan Pengembangan Produk 2 Dampak positif dari kebijakan Hapus Buku dan Hapus Tagih Kredit Macet sektor UMKM pada kinerja bagi Bank Himbara meliputi: Optimasi Kualitas Aset: Kebijakan ini membantu bank mengurangi risiko kredit macet dan meningkatkan kualitas aset, menjaga kesehatan keuangan institusi. 1. Kontribusi Terhadap Pertumbuhan UMKM: Melalui kebijakan ini, Bank Himbara berperan dalam memfasilitasi pemulihan dan pertumbuhan UMKM, memperkuat peran strategis sektor ini dalam pertumbuhan ekonomi nasional. 2. Penyaluran kredit keseluruhan dari Bank Himbara menunjukkan peningkatan selama 3 tahun terakhir, dimana total kredit keseluruhan Bank Himbara pada tahun 2022 meningkat sebesar 12,82% dibanding 2021 menjadi Rp.3,024 triliun. Kinerja masingmasing Bank Himbara yang ditunjukkan pada grafik 1 di bawah ini bahwa Bank BRI berhasil membukukan penyaluran kredit terbesar yaitu Rp.1,065 triliun, sedangkan untuk Bank BTN hanya mengalami peningkatan sebesar 267 triliun dan untuk Bank Himbara yang mengalami penurunan adalah Bank Mandiri dan Bank BNI masing-masing sebesar Rp.927 triliun dan Rp.629 triliun. Grafik 2 - Kinerja Kredit UMKM Bank Himbara Tahun 2019-2023 (Juta Rupiah) Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (diolah Tim Riset LPPI) KONTRIBUSI BANK HIMBARA TERHADAP UMKM DAN STABILITAS KEUANGAN


F I I B Financial Informat ion in Br ief Total rasio kredit macet Bank Himbara mulai mengalami perbaikan periode 2022-2023 dari 2,20% ke 2,14% atau mengalami penurunan sebesar 0,06%. Sedangkan untuk kredit macet UMKM masih mengalami peningkatan dari 0,57% ke 0,59% atau mengalami peningkatan sebesar 0,02%. Dilihat dari grafik 5 dibawah ini total rasio kredit macet UMKM Bank Himbara masih lebih baik dari total rasio kredit keseluruhan macet Bank Himbara. 3 Berdasarkan kredit macet UMKM Bank Himbara tahun 2019-2023, jumlah kredit macet UMKM pada Q1 2023 adalah sebesar Rp.16,98 triliun. Dari Keempat Bank Himbara, Bank yang berkontribusi terbesar terhadap kredit macet sektor UMKM adalah Bank BRI sebesar Rp.12,42 triliun atau 4,32% dari total kredit UMKM Bank BRI pada Q1 2023. Total kredit macet UMKM seperti terlihat pada grafik 3. Riset dan Pengembangan Produk BESARAN KREDIT MACET BANK HIMBARA Grafik 3 - Total Kredit Macet Bank Himbara Tahun 2019-2023 (Juta Rupiah) Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (diolah Tim Riset LPPI) Perbandingan kredit macet UMKM Bank Himbara bila dibandingkan dengan kredit macet keseluruhan Bank Himbara adalah sebesar 27,45% pada tahun 2023. Hal ini disebabkan dampak dari pandemi covid-19 yang mana sektor paling terdampak adalah UMKM sehingga menimbulkan pengurangan pendapatan yang dialami oleh pelaku UMKM dan tingginya persentase kredit macet pada tahun 2021 sebesar 35,25% menyebabkan portofolio kredit Bank Himbara menjadi memburuk dan berpengaruh kepada peningkatan risiko kredit bermasalah. Grafik 4 - Kredit Macet UMKM Terhadap Total Kredit Macet Pada Bank Himbara (%) Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (diolah Tim Riset LPPI) Grafik 5 - Kredit Macet Keseluruhan Bank Himbara vs Kredit Macet UMKM Bank Himbara (%) Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (diolah Tim Riset LPPI)


F I I B Financial Informat ion in Br ief Tabel 1 - Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Harga Berlaku (Dalam Jutaan Rupiah) Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (diolah Tim Riset LPPI) Satuan 2018 2019 2020 2021 2022 Kontribusi UMKM Jutaan Rupiah 9,062,581,300 9,580,762,700 8,500,000,000 8,573,890,000 11,852,968,433 Kontribusi Kredit UMKM Jutaan Rupiah 563,769,742 682,987,817 764,004,396 829,545,338 859,577,239 PDB Tahunan Jutaan Rupiah 14,838,756,000 15,832,657,200 15,443,353,200 16,976,690,800 19,588,445,600 Kontribusi UMKM/PDB (%) % 61.07% 60.51% 55.04% 50.50% 60.51% Kontribusi Kredit UMKM/PDB % 3.80% 4.31% 4.95% 4.89% 4.39% Riset dan Pengembangan Produk 4 Penyaluran kredit kepada sektor UMKM masih perlu untuk dikembangkan karena kredit UMKM merupakan penggerak perekonomian masyarakat baik di kota maupun di desa dan dapat menjadi penjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia. Kebijakan penyaluran kredit UMKM perlu terus didukung dan pemerintah dapat mendorong Bank Himbara untuk aktif dalam menyalurkan kredit UMKM. Kontribusi UMKM terhadap PDB terlihat terus meningkat selama tahun 2022 yaitu sebesar 60,51% dibanding 2021 menjadi Rp.11,852 triliun. Kontribusi penyaluran kredit UMKM Bank Himbara terhadap PDB mengalami penurunan selama 3 tahun terakhir. Hal ini dikarenakan masa pandemi covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 yang mana sektor UMKM merupakan yang paling terdampak paling besar. PRO KEBIJAKAN HAPUS BUKU DAN HAPUS TAGIH Kebijakan penghapusan buku dan hapus tagih kredit macet UMKM menunjukkan masih memiliki tujuan positif untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan serta Bank lebih siap dalam menyalurkan kredit khususnya sektor UMKM. Kebijakan hapus buku dan hapus tagih dapat memberikan manfaat antara lain: Pemberdayaan UMKM, pemulihan beban utang UMKM. Stabilitas Keuangan, penghapusan aset dengan cara perbaikan neraca dan risiko kredit macet demi menjaga stabilitas keuangan secara keseluruhan. Pemulihan Ekonomi, dengan adanya stimulus ekonomi dapat mendorong kelanjutan operasional bisnis dan penciptaan lapangan kerja dan membantu pemulihan ekonomi setelah krisis.


F I I B Financial Informat ion in Br ief Riset dan Pengembangan Produk 5 Kestabilan Sistem Keuangan, pengurangan tagihan yang sulit atau tidak mungkin dilunasi maka dapat mengurangi risiko kredit bermasalah sehingga dapat berkontribusi pada stabilitas keuangan. Dampak dari kebijakan hapus buku bagi UMKM adalah dapat menimbulkan penciptaan risiko moral bagi UMKM, dimana UMKM tidak lagi rasa memiliki tanggung jawab penuh terhadap hutang mereka. Hal ini dapat merugikan disiplin keuangan dan pengelolaan risiko di kalangan UMKM. Penghapusan Kredit macet akan dihapuskan, ada persyaratan yang harus dipenuhi sebagai berikut: Piutang macet UMKM pada bank dan atau lembaga keuangan non-bank Himbara Bank dan atau lembaga keuangan non-bank Himbara telah melakukan upaya restrukturisasi dan atau penagihan secara optimal. Tidak mengandung unsur pidana. Kriteria hapus tagih piutang macet UMKM adalah KUR dan tahap 2 non KUR. Persyaratan pemenuhan penghapusan buku dan tagihan kredit macet UMKM sedang disusun oleh pemerintah yang nantinya dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). KONTRA KEBIJAKAN HAPUS BUKU DAN HAPUS TAGIH KESIAPAN BANK HIMBARA UNTUK MELAKUKAN HAPUS BUKU DAN HAPUS TAGIH KREDIT MACET UMKM Kinerja Laba Bank Himbara selama pasca pandemi covid-19 menunjukkan peningkatan signifikan, dimana posisi laba Bank Himbara terlihat pada grafik berikut: Grafik 6 - Total Laba/Rugi Bersih Tahun Berjalan Bank BUMN Tahun 2018-2022 (Juta Rupiah) Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (diolah Tim Riset LPPI) Bank Himbara berhasil membukukan total laba mencapai Rp.107 triliun, apabila diasumsikan biaya pencadangan untuk hapus buku maka Bank Himbara perlu mencadangkan sebesar ± Rp.8 triliun atau sebesar 50% dari total kredit macet UMKM yang berstatus kol 4 agar Bank dapat melakukan hapus buku. Dampak dari hapus buku Bank Himbara membuat NPL Bank akan turun dari 2,20% ke 1,64%.


F I I B Financial Informat ion in Br ief Riset dan Pengembangan Produk 6 Kondisi ini membuat Bank Himbara lebih fleksibel menyalurkan kredit umkm yang berdampak pada ekonomi umkm. Disisi lain, hapus buku dan hapus tagih umkm dapat dikategorikan risiko bisnis yang dapat ditutup dari bisnis bank hal ini menunjukkan Bank Himbara lebih siap. Sisa dari 50% dari total kredit macet umkm perlu mendapatkan subsidi dari negara sebesar ± Rp.8 triliun. SIMPULAN Kebijakan hapus buku dan hapus tagih kredit macet untuk sektor UMKM merupakan strategi pemerintah agar dapat membersihkan aset kredit Bank Himbara yang tidak dapat diselamatkan. Dampak dari kebijakan hapus buku dan hapus tagih kredit macet dapat menurunkan NPL Bank Himbara dari 2,20% ke 1,64% atau turun sebesar 0,56% dari total kredit macet UMKM. Dampak dari kebijakan hapus buku dan hapus tagih, Bank Himbara perlu menyiapkan pencadangan kerugian terhadap aset kredit. Dampak dari kebijakan hapus buku dan hapus tagih maka dapat berpotensi menurunkan laba Bank Himbara sebesar 15,97% pada tahun 2022, sehingga kondisi ini dapat diantisipasi dengan efisiensi biaya agar tidak terjadi penurunan laba. SARAN Aturan hapus buku dan hapus tagih kredit macet untuk sektor UMKM perlu dikaji ulang sehingga tepat sasaran dan pencapaian target laba Bank Himbara tetap positif. Disiplin dalam menjaga perkembangan NPL perlu diperhatikan oleh Bank Himbara, dengan penurunan NPL sebesar 0,56% dari kredit macet umkm menandakan Bank Himbara sudah siap dalam pencapaian penyaluran kredit dengan target 30% di tahun 2024. Bank Himbara perlu menyiapkan pencadangan kerugian terhadap aset kredit sebesar 7,47% dari total laba Bank, sehingga jika pencadangan sudah dibentuk penuh maka mitigasi risiko kredit macet UMKM dapat teratasi dengan penurunan rasio kredit bermasalah sebesar 0,56 dari total kredit macet UMKM. Apabila pencadangan tersebut sudah dibentuk penuh maka mitigasi risiko kredit bermasalah dapat mudah dilakukan sehingga pengaruh terhadap kinerja tidak akan berpengaruh secara signifikan. Hal ini dibuktikan dengan total kredit macet terhadap total kredit macet UMKM hanya sebesar 27,45% dengan artian tidak mempengaruhi kinerja kredit Bank BUMN. Bank Himbara perlu melakukan efisiensi terhadap biaya operasional dan perlu berhati-hati dalam penyaluran kredit UMKM selanjutnya.


Click to View FlipBook Version