The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by febyanisakusuma, 2022-05-24 09:01:56

Bahan Ajar Gangguan Pada Sistem Hormon

Bahan Ajar Gangguan Pada Sistem Hormon

SUB BAB VIII

Gangguan pada Sistem Hormon

Kelenjar endokrin mengeluarkan berbagai hormone yang mengatur berbagai fungsi. Oleh
karena itu, ganggua pada kelenjar ini dapat menyebabkan kelainan pada sejumlah organ. Berikut
ini adalah beberapa penyakit atau gangguan pada system hormon:

a. Sindrom Chusing
Sindrom ini terjadi karena tubuh terlalu banyak menghasilkan hormon kortisol yang

dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar pituitari terlalu aktif.
Sindrom ini juga dapat disebabkan oleh efek samping dari obat kortikosteroid dengan dosis
yang tinggi atau jangka panjang, faktor genetik, hingga tumor pada kelenjar pituitari atau
adrenal.
b. Gondok

Penyakit gondok yaitu perbesaran kelenjar tiroid akibat kekurangan yodium.
Penyakit gondok merupakan kondisi ketika muncul benjolan di leher akibat kelenjar tiroid
yang membesar. Kelenjar tiroid adalah kelenjar penghasil hormon tiroid yang terletak di
leher bagian depan. Gejala yang dialami penderita penyakit dapat berbeda-beda, tergantung
pada kadar hormon tiroid dalam tubuh, apakah meningkat, menurun, atau tetap normal.
Sementara itu, metode pengobatannya akan disesuaikan dengan penyebab dan gejala
penyakit gondok itu sendiri.
c. Kanker tiroid

Kanker tiroid adalah kanker yang menyerang kelenjar tiroid. Kanker tiroid akan
menyebabkan pertumbuhan sel-sel di kelenjar tiroid menjadi tidak terkendali. Salah satu
penyakit tiroid yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid adalah penyakit
gondok.
d. Hipopituitarisme

Kondisi ini terjadi ketika kelenjar pituitari tidak mampu memproduksi hormon
dengan jumlah yang memadai, sehingga penderitanya mengalami kekurangan hormon.
Kekurangan hormon yang dihasilkan kelenjar pitutiari dapat menimbulkan masalah
kesehatan yang beragam. Pada anak, hipopituitarisme dapat menyebabkan gangguan

perkembangan. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini berpotensi menyebabkan
kemandulan atau infertilitas.
e. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika kadar hormon tiroksin atau tiroid yang dihasilkan
kelenjar tiroid di dalam tubuh sangat tinggi. Hipertiroidisme lebih sering terjadi pada
wanita, namun kondisi ini juga bisa dialami pria. Gangguan pada hormon ini akan
menyebabkan proses metabolisme tubuh terganggu, penurunan berat badan, gangguan
cemas, hingga detak jantung menjadi lebih cepat atau dada berdebar-debar.
f. Akromegali

Penyebab paling sering dari akromegali adalah karena adanya tumor jinak di
kelenjar kecil di bawah otak yang disebut kelenjar pituitari (adenoma hipofisis). Sebagian
besar gejala dari penyakit akromegali disebabkan karena efek produksi hormon
pertumbuhan oleh kelenjar pituitari yang berlebihan, tetapi beberapa keluhan dapat juga
disebabkan oleh penekanan jaringan di sekitar tumor akibat tumor yang makin membesar.
Misalnya, nyeri kepala atau penglihatan yang semakin buram akibat penekanan saraf di
sekitar tumor.

Penyebab lain yang dapat menyebabkan akromegali adalah tumor non-hipofisis di
paru-paru, pankreas, ataupun kelenjar adrenal. Tumor ini bisa secara langsung
menghasilkan hormon pertumbuhan berlebih atau mereka bisa menghasilkan growth
hormone-releasing hormone (GHRH) yang merangsang kelenjar pituitari untuk
melepaskan hormon pertumbuhan.
g. Penyakit Addison

Addison disebabkan oleh berkurangnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar
adrenal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami beberapa gejala seperti
sering kelelahan, mual dan muntah, perubahan warna kulit, tidak tahan terhadap suhu
dingin, serta penurunan nafsu makan.
h. Gigantisme

Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak. Kondisi gigantisme merupakan
penyakit akibat gangguan hormon ketika tubuh anak menghasilkan hormon pertumbuhan
secara berlebihan. Kondisi gigantisme membuat anak yang mengalaminya memiliki tinggi
badan dan berat badan di atas rata-rata.

i. Kretinisme
Dalam Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, kretinisme adalah kondisi

pertumbuhan fisik dan mental yang sangat terhambat karena penyakit hipotiroidisme
bawaan yang tidak bisa diobati. Kretinisme, yang kini dikenal sebagai hipotiroidisme
kongenital atau bawaan, paling parah menyerang bayi baru lahir.
j. Akromegali

Akromegali adalah penyakit yang muncul ketika tubuh orang dewasa kelebihan
hormon pertumbuhan atau growth hormone. Kondisi seperti ini
menyebabkan pertumbuhan secara berlebihan pada sejumlah organ, serta jaringan otot dan
tulang, khususnya di kaki, tangan, dan wajah. Peningkatan produksi growth
hormone umumnya disebabkan oleh tumor jinak di kelenjar hipofisis
(pituitary). Peningkatan juga dapat disebabkan oleh tumor pada organ tubuh lain, seperti
paru-paru atau pankreas, tetapi hal tersebut jarang terjadi.
k. Diabetes melitus

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan
metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah
disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat
insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau
defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan
oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (WHO, 1999).
l. PCOS (Sindrome Ovarium Polikistik)

Penyakit ini terjadi ketika fungsi ovarium atau indung telur terganggu dan
menyebabkan jumlah hormon di dalam tubuh wanita menjadi tidak seimbang. PCOS
merupakan salah satu faktor penyebab kemandulan pada wanita. Penyebab penyakit PCOS
belum diketahui secara pasti, namun penyakit ini diduga dapat disebabkan oleh faktor
genetik atau kondisi tertentu, seperti kelebihan hormon androgen dan insulin.


Click to View FlipBook Version