The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by maharani17.gita, 2023-06-29 23:17:30

SISTEM REPRODUKSI

Sistem Reproduksi

Modul Sistem Reproduksi Kapita Selekta Another By : Maharani Gita Puspitasari (11200161000044) Risma Aulia (11200161000055) Rizka Ikhtianti Putri (11200161000057) Sistem Reproduksi | XI SMA/MA | Kurikulum Merdeka


Sistem Reproduksi (Page-02) KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Modul dengan materi “Sistem Reproduksi”. Penyusunan modul ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata Kuliah Kapita Selekta. Kami berharap dengan penyusunan Modul ini dapat menambahkan wawasan dan pengetahuan kami serta untuk peserta didik. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu kami Ibu Eva Fadilah, M.Pd. yang telah membimbing kami dalam pembuatan modul ini. Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada temanteman atas dukungan dalam pembuatan modul ini. Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam modul ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran guna melengkapi segala kekurangan dan kesalahan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam proses penyusunan ini. Ciputat, 28 Juni 2023 Penulis


Baca dan pahami dengan baik tujuan serta urutan materi yang terdapat pada E-Modul Terdapat artikel yang dapat dicermati untuk menambah pengetahuan seputar sistem reproduksi Kerjakan tes formatif pada setiap topik Baca dan pahami materi selanjutnya apabila pemahaman materi telah mencapai 80% Diskusikan dan jawablah pertanyaan secara kelompok pada LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) E-Modul bertujuan untuk mendukung pembelajaran pada materi sistem reproduksi yang terdiri dari tiga kegiatan. E-Modul ini dapat digunakan di dalam kelas maupun di luar kelas dengan menggunakan smartphone. Materi sistem reproduksi ini terbagi menjadi tiga topik yang berisikan organ reproduksi laki-laki dan perempuan beserta struktur dan fungsinya, mengenai menstruasi, fertilisasi, gestasi serta pemberian asi dan gangguan penyakit kelainan pada sistem reproduksi. Adapun Langkah-langkah yang dilakukan dalam menggunakan E-Modul ini : 1. 2. 3. 4. 5. Sistem Reproduksi (Page-03) PENDAHULUAN PETUNJUK PENGGUNAAN


Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan bioproses yang terjadi dalam sel, dan menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan seharihari dan mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi. Konsep-kosep yang dipelajari diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan keterampilan proses secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk mengatasi permasalah tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil pelajar pancasila. Sistem Reproduksi (Page-04) KOMPETENSI Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem organ reproduksi pada laki-laki Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan dan sitem organ reproduksi pada wanita Menganalisis proses spermatogenesis pada laki-laki dan Oogenesis pada wanita Mengidentifikasi tahapan siklus menstruasi pada Wanita dengan benar Mengaitkan hubungan antara menstruasi, fertilisasi dan dan gestasi pada wanita Menjelaskan fungsi dan tujuan pemberian ASI eksklusif Menganalisis gangguan atau penyakit pada sistem reproduksi disertai upaya penangannanya 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.


S i s t e m R e p r o d u k s i (Page-05) P e t a K o n s e p


Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada manusia berbeda antara pria dan wanita. Pria menghasilkan gamet jantan atau spermatozoa yang dibentuk di dalam testis. Spermatozoa berukuran sangat kecil dan berbentuk menyerupai berudu, sedangkan wanita menghasilkan sel telur (ovum) yang dibentuk di dalam ovarium. Semenjak lahir, manusia memang telah dilengkapi alat (organ) reproduksi. Alat-alat reproduksi akan berfungsi ketika mencapai kematangan, di mana seseorang telah menginjak masa subur. Namun demikian, alat-alat reproduksi ini akan berfungsi serta berproses secara baik jika seseorang dalam keadaan sehat. Sistem Reproduksi (Page-06) MATERI Struktur dan Fungsi Sistem Organ Kegiatan Pembelajaran 1 Gambar (a) alat reproduksi pria, (b) alat reproduksi wanita Sumber: kamus visual, 2004, hal. 160-170


Alat reproduksi bagian dalam : Testis berfungsi penghasil sperma dan hormon kelamin yang pembentukannya terjadi di dalam tubulus seminiferus. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel Leydig penghasil hormon testosteron dan hormon androgen. Saluran reproduksi: Epididimis, saluran dalam skrotum dan keluar dari kedua testis. Disini, sel sperma disimpan sementara hingga matang. Vas deferens, saluran tempat bergeraknya sperma dari epididimis ke kantung semen (vesikula seminalis). Uretra, saluran dalam penis, berfungsi sebagai ekskresi urine dari kandung kemih. Sistem reproduksi laki-laki tersusun dari organ-organ yang terletak di luar tubuh yaitu penis dan skrotum dan organ reproduksi yang terletak di dalam tubuh saluran pengeluaran dan kelenjar yang menghasilkan hormon-hormon kelamin, untuk jelasnya kalian pelajari uraian selanjutnya. a. b. c. Sistem Reproduksi (Page-07) MATERI Sistem Reproduksi Pria Gambar Alat Reproduksi Laki-laki Sumber: https://health.kompas.com


Sistem Reproduksi (Page-08) MATERI Sistem Reproduksi Pria Hormon pada laki-laki Berada di bawah kontrol hipotalamus, sebuah hormon dikeluarkan untuk merangsang hipofisis anterior yaitu hormon gonadotropin. Hormon ini merangsang hipofisis anterior untuk menghasilkan hormon LH (Luitenizing Hormon) dan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormon). Hormon LH menstimulasi sel-sel Leydig untuk menyekresikan hormon testosteron, yang berfungsi saat spermatogenesis, pematangan sperma, mencegah pengeroposan tulang dan pertumbuhan kelamin sekunder pada pria. Sementara itu, hormon FSH berperan merangsang sel-sel sertoli dalam tubulus seminiferus untuk mengubah sel-sel spermatid menjadi sperma saat terjadi spermatogenesis. Vesikula seminalis (kantung mani), menghasilkan cairan kental kekuning-kuningan, bersifat basa, mengandung mukus, enzim koagulasi, asam askorbat, prostaglandin dan gula fruktosa (sumber energi sperma). Kelenjar prostat, penghasil getah kelamin bersifat encer, mengandung enzim antikoagulan, penyuplai nutrisi, dan berasa agak asam. Kelenjar bulbouretralis (kelenjar Cowper). Kecil jumlahnya sepasang. Hasil sekresinya cairan bening, menetralkan urine asam pada uretra. Membawa sejumlah sperma bebas sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh Kelenjar-kelenjar aksesoris: 1. 2. 3.


Penis merupakan adalah alat senggama (kopulasi / sarana mengalihkan cairan sperma ke alat reproduksi wanita). Secara struktural, penis tersusun atas tiga rongga berisi jaringan erektil berspons. Dua rongga terletak di tengah dinamakan korpus kavernosa. Korpus spongiosum berada dibawah korpus kavernosa, dan terdapat saluran reproduksi yakni uretra. Di bagian ujung penis terdapat kepala penis (gland penis), yang tertutup oleh lipatan kulit (preputium). Di dalam rongga penis terdapat jaringan erektil berisi banyak pembuluh darah dan saraf. Saat terjadi rangsangan seksual, rongga akan penuh terisi darah. Akibatnya, penis mengembang dan menegang (ereksi). Apabila rangsangan ini terusmenerus terjadi, sperma akan keluar melalui uretra (ejakulasi). Jumlah sperma yang dikeluarkan sekitar 2 hingga 5 mL semen ( 1 mililiter = 50- 130 juta sperma). Alat reproduksi bagian Luar: 1. Sistem Reproduksi (Page-9) MATERI Sistem Reproduksi Pria 2. Skrotum Oleh karena temperatur tubuh yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan perkembangan sperma, skrotum yang berisi testis berada di luar tubuh. Testis dua buah, letaknya di kanan dan kiri, dipisahkan oleh otot polos penyusun sekat skrotum, sehingga bisa mengendur dan mengerut (otot dartos). Terdapat pula otot yang bertindak sebagai pengatur kondisi suhu testis agar stabil (otot kremaster) Gambar Testis efididimis-vas deferens Sumber: https://health.kompas.com


Proses pembentukan sperma ini dinamakan spermatogenesis, berada pada tubulus seminiferus di dalam testis. Di dalamnya terdapat dinding yang terlapisi oleh sel germinal disebut spermatogonium (jamak = spermatogonia). Setelah mengalami pematangan, spermatogonium membelah memperbanyak diri (mitosis). Sedangkan sebagian spermatogonium yang lain melakukan spermatogenesis. Sistem Reproduksi (Page-10) MATERI Sistem Reproduksi Pria Darimanakah sperma dihasilkan? Bagaimana proses pembentukannya? Nah sekarang kita akan mempelajarinya pada kegiatan pembelajaran ini. Semangat ya peserta didik yang hebat. Gambar Tempat berlangsung spermatogenesis Sumber: https://health.kompas.com


Sistem Reproduksi (Page-11) MATERI Sistem Reproduksi Pria Pada fase awal spermatogenesis, spermatogonium bersifat diploid (2n atau mengandung 23 pasang kromosom). Spermatogonium akan berubah menjadi spermatosit primer (2n) Seacara mitosis. Berikutnya, spermatosit primer membelah menjadi spermatosit sekunder (biasa dinamakan meiosis I). Jumlah spermatosit sekunder ada dua, sama besar dan bersifat haploid (n = 23 kromosom). Melalui fase meiosis II, spermatosit sekunder membelah diri menjadi empat spermatid yang sama bentuk dan ukurannya. Selanjutnya, spermatid berkembang menjadi sperma matang yang bersifat haploid (n). Setelah matang, sperma menuju saluran epididimis. Proses ini terjadi kurang lebih 17 hari. Energi yang digunakan proses spermatogenesis berasal dari selsel sertoli. Proses spermatogenesis : 1. 2. 3. 4. 5. Gambar Tempat berlangsung spermatogenesis Sumber: https://health.kompas.com


Sistem Reproduksi (Page-12) MATERI Sistem Reproduksi Wanita Ovarium, Ovarium atau indung telur, berbentuk seperti telur dan berjumlah sepasang. Ovarium terlindungi kapsul keras dan terdapat folikel-folikel. Setiap folikel mengandung satu sel telur, berfungsi memberikan makanan dan melindungi sel telur yang sedang berkembang hingga matang. Setelah sel telur matang, folikel akan mengeluarkannya dari ovarium (ovulasi). Alat-Alat Reproduksi pada Wanita Sistem reproduksi wanita terdiri dari organ yang terdapat dalam ( ovarium, tuba fallopi, (tuba uterine/oviduk), uterus dan vagina. Organ yang terletak di luar tubuh terdiri dari vulva (pudendum) Alat Reproduksi Dalam Wanita 1. 2. Uterus (rahim), Uterus adalah organ tebal dan berotot yang dapat mengembang selama masa kehamilan. Bentuknya seperti buah pir. berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan janin Pada bagian bawah uterus terdapat struktur yang mengecil. Bagian ini disebut serviks atau leher rahim. Lapisan penyusun uterus, yakni lapisan terluar (perimetrium), lapisan tengah yang berotot (miometrium), dan selaput rahim/lapisan terdalam (endometrium). Lapisan endometrium mengandung banyak pembuluh darah dan lendir. 3. Vagina, Vagina merupakan saluran dengan dinding dalam berlipatlipat dan memanjang dari leher rahim ke arah vulva (7-10 cm). Bagian luar vagina berupa selaput yang menghasilkan lendir dari kelenjar Bartholini. Vagina berfungsi sebagai saluran kelahiran yang dilalui bayi saat lahir juga berfungsi sebagai tempat kopulasi


Saluran reproduksi wanita yang berfungsi sebagai jalur sel telur menuju uterus (rahim) dinamakan saluran telur (oviduk) atau tuba Fallopi. Pada bagian pangkalnya terdapat bagian mirip corong yang dinamakan nfundulum, yang berjumbai-jumbai (fimbrae). Fungsinya penangkap sel telur (ovum) yang lepas dari ovarium. melalui gerakan peristaltik, lalu disalurkan melalui oviduk menuju uterus. Saluran Reproduksi Sistem Reproduksi (Page-13) MATERI Sistem Reproduksi Wanita Gambar Struktur Alat reproduksi perempuan Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Spermatozoid


Proses Pembentukan Sel Telur (Oogenesis) Oogenesis merupakan proses pembentukan sel telur di dalam ovarium. Sebelum sel telur (ovum) terbentuk, di dalam ovarium terlebih dahulu terdapat sel indung telur atau oogonium (oogonia = jamak) yang bersifat diploid (2n = 23 pasang kromosom). Melalui pembelahan mitosis, oogonium menggandakan diri membentuk oosit primer. Menginjak masa pubertas, oosit primer melanjutkan fase pembelahan meiosis I. Pada fase ini, oosit primer membelah menjadi dua sel yang berbeda ukuran dan masing-masing bersifat haploid. Satu sel yang berukuran besar dinamakan oosit sekunder, sedangkan sel yang lain dengan ukuran lebih kecil dinamakan badan kutub primer. Pada fase berikutnya, oosit sekunder akan melanjutkan pada fase meiosis II. Fase ini dilakukan apabila ada fertilisasi. Apabila tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder mengalami degenerasi. Namun, apabila ada fertilisasi, fase meiosis II dilanjutkan. Indikasi nya, oosit sekunder membelah menjadi dua sel, yakni satu berukuran besar dan satu berukuran lebih kecil. Sel yang berukuran besar di namakan ootid, sementara sel berukuran kecil dinamakan badan kutub sekunder. Secara bersamaan, badan kutub primer juga membelah menjadi dua. Oleh karenanya, fase meiosis II menghasilkan satu ootid dan tiga badan kutub sekunder. Kemudian, satu ootid yang dihasilkan tersebut berkembang menjadi sel telur (ovum) yang matang. Sementara itu, badan kutub hancur atau polosit (mengalami kematian). Sistem Reproduksi (Page-14) MATERI Sistem Reproduksi Wanita Gam bar Proses O o genesis S u m ber: https://id.wikipedia.org/wiki/o o genesis


Sistem Reproduksi (Page-15) MATERI Sistem Reproduksi Wanita Supaya oosit dalam oogonium tumbuh dengan baik, pada permukaannya diselubungi oleh lapisan yang disebut folikel. Di dalam folikel terdapat cairan yang memberikan makanan untuk perkembangan oosit. Folikel ini akan terus berubah hingga masa ovulasi. Awalnya oosit primer diselubungi oleh folikel primer. Selanjutnya, folikel primer berubah menjadi folikel sekunder yang membungkus oosit sekunder (fase meiosis I). Setelah itu, folikel sekunder berubah menjadi folikel tersier hingga folikel de Graff (folikel matang). Folikel de Graff terbentuk saat masa ovulasi. Kemudian, oosit sekunder lepas dari folikel, dan segera folikel menjadi korpus luteum. Korpus luteum akan menjadi korpus albikan, jika sel telur tidak ada yang membuahi. Gambar Proses ovulasi Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/ovulasi


Vulva, bagian paling luar organ kelamin wanita yang bentuknya berupa celah. Pubic bone (Mons pubis), bagian atas dan terluar vulva yang tersusun atas jaringan lemak . Saat masa pubertas, bagian ini banyak ditumbuhi oleh rambut. Bibir besar (Labia mayora), lipatan yang jumlahnya sepasang dibawah mons pubis. Bibir Kecil (Labia minora), bagian dalam labia mayora terdapat lipatan berkelenjar, tipis, tidak berlemak, dan berjumlah sepasang. Fungsi kedua bagian ini adalah sebagai pelindung vagina. Klitoris, tonjolan kecil yang mengandung banyak ujung-ujung saraf perasa sehingga sangat sensitive. Seperti halnya penis laki-laki, klitoris akan bereaksi bila ada rangsangan (mengandung banyak jaringan erektil). Orificium erethrae, muara saluran kencing. Selaput dara atau hymen, bagian yang mengelilingi tepi ujung vagina, yang berselaput mukosa dan mengandung banyak pembuluh darah. Alat Reproduksi Luar Wanita 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sistem Reproduksi (Page-16) MATERI Sistem Reproduksi Wanita


Hormon pada Sistem Reproduksi Wanita Hipotalamus akan menyekresikan hormon gonadotropin. Hormon gonadotropin merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon FSH. Hormon FSH merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel di dalam ovarium. Pematangan folikel ini merangsang kelenjar ovarium mensekresikan hormon estrogen. Hormon estrogen berfungsi membantu pembentukan kelamin sekunder seperti tumbuhnya payudara, panggul membesar, dan ciri lainnya. Selain itu, estrogen juga membantu pertumbuhan lapisan endometrium pada dinding ovarium. Pertumbuhan endometrium memberikan tanda pada kelenjar pituitari agar menghentikan sekresi hormon FSH dan berganti dengan sekresi hormon LH. Sistem Reproduksi (Page-17) MATERI Sistem Reproduksi Wanita Oleh stimulasi hormon LH, folikel yang sudah matang pecah menjadi korpus luteum. Saat seperti ini, ovum akan keluar dari folikel dan ovarium menuju uterus (terjadi ovulasi). Korpus luteum yang terbentuk segera menyekresikan hormon progesteron. Progesteron berfungsi menjaga pertumbuhan endometrium seperti pembesaran pembuluh darah dan pertumbuhan kelenjar endometrium yang menyekresikan cairan bernutrisi. Apabila ovum pada uterus tidak dibuahi, hormon estrogen akan berhenti. Berikutnya, sekresi hormon LH oleh kelenjar pituitari juga berhenti. Akibatnya, korpus luteum tidak bisa melangsungkan sekresi hormon progesteron. Oleh karena hormon progesteron tidak ada, dinding rahim sedikit demi sedikit meluruh bersama darah. Darah ini akan keluar dari tubuh dan kita biasa menamakannya dengan siklus menstruasi


Sistem Reproduksi (Page-18) Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 1 Organ reproduksi pria digolongkan menjadi organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar. Organ reproduksi dalam terdiri dari testis yang berisi tubulus seminiferous, saluran pengeluaran yang terdiri dari epididymis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra, serta kelenjar asesoris yang terdiri dari vesikaseminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. Organ reproduksi luar terdiri dari penis dan skrotum. Hormon-hormon yang berperan dalam pada sistem reproduksi pria adalah hormon testosteron, LH, FSH, estrogen dan hormon pertumbuhan. Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon. Kelenjar hipofisismenghasilkan hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating Hormon/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH). 1. 2. 3. Organ reproduksi wanita terdiri dari bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar terdiri dari labia mayora, labia minora, himen, klitoris, dan mons veneris. Alat kelamin bagian dalam terdiri dari ovarium, oviduk/tuba fallopi, uterus dan vagina Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur di dalam ovarium pada siklus menstruasi. Hormon yang berperan dalam sistem reproduksi wanita adalah FSH, LH, estrogen, dan progesteron. Proses persalinan ditandai dengan adanya kontraksi, diikuti pecahnya amnion dan disusul keluarnya bayi. Kemudian 6-15 menit kemudian diikuti keluarnya plasenta. Hormon yang berperan adalah hormon relaksin, oksitosin, estrogen, dan prostaglandin. Proses pengelupasan endometrium bersama dengan meluruhnya ovum yang tidak dibuahi disebut menstruasi. Siklus menstruasi terdiri dari tiga fase, yaitu fase ploriferasi, fase sekresi, dan fase menstruasi. 1. 2. 3. 4. 5.


Sistem Reproduksi (Page-19) Latihan Soal 1) Saluran reproduksi internal pada laki-laki yang berfungsi untuk pemasakan sperma adalah… A. Epidimis B. Kelenjar prostat C. Tubulus seminiferus D. Vas deferens E. Vesicular seminalis 2) Hormon yang berperan merangsang sel-sel sertoli dalam tubulus seminiferus untuk mengubah sel-sel spermatid menjadi sperma saat terjadi spermatogenesis adalah hormon.... A. LH B. FSH C. Androgen D. Testosteron E. Estrogen 3) Peranan hormon progesteron…. A. Mempercepat pertumbuhan selaput lendir rahim B. Merangsang pertumbuhan endometrium dinding rahim C. Menghambat produksi FSH oleh pituitrin D. Memacu petruitrin untuk memproduksi hormon LH E. Memacu folikel dalam ovarium untk tumbuh 4) Alat reproduksi wanita terdiri atas: 1). Vagina 2). Ovarium 3). Tuba fallopi 4). Uterus Jalannya sel telur sejak di bentuk sampai menjadi embrio secara berurutan di mulai dari…. A. 2, 3 ,4 B. 2, 1, 4 C. 2, 4, 3 D. 3, 1, 4 E. 1, 2, 4


5) Pada gambar oogenesis di bawah ini, nomor 1, 2, 3 adalah… A. Oosit primer B. Oosit sekunder C. Ovum D. Oogonium E. Polosit 6) Menstruasi terjadi karena... A. Tingginya kadar estrogen dan progresteron B. Rendahnya kadar estrogen dan progresteron C. Tingginya kadar LH D. Rendahnya kadar FSH E. Kadar estrogen meningkat, sedangkan progresteron sedikit 7) Pada proses fertilisasi, beberapa sperma berusaha masuk melewati tiga lapisan pelindung sel telur (korona radiata, zona palisade, dan membran plasma sel telur) menuju inti sel telur. Untuk menembus ketiga lapisan sel telur tersebut, sperma mengeluarkan enzim-enzim khusus yang tersimpan pada akrosom. Berikut ini enzim yang berfungsi untuk melarutkan dan membuat lubang pada zona palisade sehingga spermatozoa dapat menembus masuk ke inti sel telur yaitu... A. Hialuronidase B. Enzim proteolitik C. Pelusidase D. Enterokinase E. Akrokinase 8) Bagian yang berfungsi sebagai pelindung dan menghasilkan enzim pada gambar struktur sperma diatas, ditunjukkan oleh kode huruf apa . . . . A. .A B. B C. C D. D E. A dan C Sistem Reproduksi (Page-20) Latihan Soal


9) Pada pria terdapat alat-alat reproduksi sebagai berikut: 1. Vas deferens 2. Testis 3. Uretra 4. Epididimis 5. Penis Jalannya sperma dari mulai di bentuk sampai di keluarkan dari tubuh (ejakulasi) adalah…. A. 1 – 2 – 3 – 4 – 5 B. 2 – 4 – 1 – 3 – 5 C. 1 - 4 – 2 – 3 – 5 D. 4 – 2 – 1- 3 – 5 E. 2 – 1 – 4 – 3 – 5 10) Perhatikan gambar spermatogenesis ini! Tahapan yang bersifat diploid? A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 Sistem Reproduksi (Page-21) Latihan Soal


Sistem Reproduksi (Page-22) Penugasan Kelompok Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) I Kelompok : Nama Anggota Kelompok : 1. 2. dst Kelas : Hari/Tanggal : Tujuan Kegiatan: 1.Mengidentifikasi struktur penyusun organ reproduksi laki – laki 2.Mengidentifikasi fungsi penyusun organ reproduksi perempuan 3.Menjelaskan proses pembentukan sperma (spermatogenesis) Apa yang perlu kalian siapkan? 1. Alat tulis 2. Handout Sistem Reproduksi Manusia


Sistem Reproduksi (Page-23) Penugasan Kelompok Amati gambar organ penyusun sistem reproduksi laki - laki! Tuliskan nama – nama bagian organ penyusun sistem reproduksi laki-laki tersebut beserta fungsinya pada tabel! Gambarkan proses pembentukan sperma (spermatogenesis)! Berilah keterangan pada setiap proses pembentukan sperma! Langkah Kerja Kegiatan I 1. 2. Kegiatan II 1. 2. Data Hasil Pengamatan Kegiatan I Gambar 3. Organ Reproduksi Laki – Laki


Sistem Reproduksi (Page-24) Penugasan Kelompok Kegiatan II


Sistem Reproduksi (Page-25) MATERI Kegiatan Pembelajaran 2 Menstruasi bisa menjadi salah satu pertanda bahwa seorang wanita sudah memasuki masa suburnya. Secara biologis, menstruasi menandakan sudah terbuangnya sel telur miliknya yang sudah matang. Menstruasi terjadi pada semua wanita yang sehat dan memiliki organ reproduksi yang sehat juga. Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari). Pada wanita, siklus menstruasi melalui empat fase : Fase menstruasi (hari pertama hingga hari keempat): Fase ini ditandai dengan pelepasan rahim dan endometrium yang tidak terpakai. Proses ini terjadi ketika tingkat hormon progesteron dan estrogen menurun, mengurangi pasokan darah ke rahim. Fase pra-ovulasi (hari kelima hingga hari sembilan): Fase ini ditandai dengan pertumbuhan dan persiapan endometrium untuk penerimaan telur yang akan dikeluarkan. Tingkat estrogen mulai meningkat dalam fase ini, merangsang pertumbuhan rahim. Siklus Menstruasi Sumber : https://www.wikiwand.com/id/Menstruasi


Fase ovulasi (hari kesepuluh hingga hari empat belas): Fase ini ditandai dengan pelepasan telur matang dari ovarium. Di masa ini, hormon luteinizing (LH) diproduksi oleh kelenjar pituitari yang menyebabkan pelepasan telur dan peningkatan produksi hormon estrogen. Fase luteal (hari lima belas hingga akhir siklus menstruasi): Fase ini ditandai oleh pembentukan korpus luteum di ovarium setelah pelepasan telur. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron yang membantu mempersiapkan rahim untuk penerimaan telur yang dibuahi. Jika tidak ada kehamilan yang terjadi, korpus luteum akan menurun dan sisanya akan terdegradasi menjadi korpus albikans, menyebabkan penurunan kadar hormon progesteron dan estrogen, dan memulai fase menstruasi berikutnya. Sistem Reproduksi (Page-26) MATERI Selain mengalami siklus menstruasi, dalam sistem reproduksi wanita dapat pula mengalami fertilisasi, gestasi (kehamilan), dan persalinan. Fertilisasi merupakan proses terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma dan ditandai dengan bergabungnya inti kedua sel kelamin tersebut. Berlangsung didalam oviduk. Sebelum terjadi fertilisasi, terlebih dahulu terjadi proses kopulasi atau persetubuhan. Fertilisasi


Di bagian atas oviduklah fertilisasi terjadi. Agar sel telur dapat dibuahi oleh sperma, sperma mengeluarkan enzim hialuronidase dan enzim proteinase. Oleh kedua enzim tersebut, sel telur dapat ditembus oleh sperma. Sperma harus menembus tiga lapisan sel telur berturut-turut : korona radiata, zona pelusida, dan membran plasma. Setelah sel telur dibuahi oleh satu sel sperma, segera sel telur mengeluarkan senyawa tertentu menuju zona pelusida. Senyawa tersebut berfungsi untuk melidungi sel telur supaya tidak tertembus kembali oleh sperma lainnya. Sperma bersifat haploid (n = 23 kromosom) dan sel telur juga bersifat haploid (n = 23 kromosom). Akibatnya, pembuahan sperma pada sel telur akan menghasilkan sebuah zigot yang bersifat diploid (2n = 23 pasang kromosom). Zigot bergerak menuju uterus melalui oviduk dan sembari membelah secara mitosis. Pada saat ini juga zigot sudah mulai berkembang menjadi embrio. Pembelahan zigot menghasilkan sel-sel yang bentuknya sama dan fasenya dinamakan morula. Pembelahan morula menghasilkan blastosit dan fasenya dinamakan blastula. Kurang lebih lima hari setelah fertilisasi, blastosit menempel pada endometrium dan prosesnya dinamakan implantasi. Implantasi ini dapat menyebabkan kehamilan. Sistem Reproduksi (Page-27) MATERI Fertilisasi merupakan proses terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma dan ditandai dengan bergabungnya inti kedua sel kelamin tersebut. Berlangsung di dalam oviduk. Sebelum terjadi fertilisasi, terlebih dahulu terjadi proses kopulasi atau persetubuhan. Sperma yang bercampur dengan air mani (semen) masuk ke dalam saluran reproduksi wanita (vagina). Oleh enzim proteolitik, sperma yang berada dalam vagina terlihat sangat motil. Kemudian, sperma bergerak menuju uterus hingga oviduk (tuba fallopi). Sumber : https://m.tribunnews.com/pendidikan/2021/10/2 1/apa-itu-fertilisasi-dan-kehamilan-simakpembagian-perkembangan-embrio-menjadi-3- periode


Kembar fraternal (dizigotik) Proses ovulasi dapat menghasilkan lebih dari satu ovum yang matang, dibuahi oleh sperma, sehingga terbentuk lebih dari satu zigot. Janin memiliki plasenta, tali pusar, dan kantung ketuban yang berbeda. Kembar identik (monozigotik) Zigot hasil fertilisasi membelah dan berkembang menjadi dua embrio yang berbeda, kemudian menjadi dua janin yang berbagi amnion atau plasenta yang sama tapi tali pusar dan kantung ketubannya berbeda. Terjadinya anak kembar Sistem Reproduksi (Page-28) MATERI Sumber : https://www.gooddoctor.co.id/hamilsehat/kehamilan/proses-terjadinyabayi-kembar/


Kehamilan terjadi apabila implantasi blastosit dapat dilakukan dengan sukses, sel telur yang dibuahi tadi diantarkan dan disimpan oleh tubuh kita ke dalam rahim untuk kemudian tumbuh dan berkembang menjadi bayi. Wanita yang sudah dalam keadaan hamil tidak mungkin mengalami menstruasi, karena hormon yang biasa digunakan untuk mematangkan sel telur berubah fungsinya menjadi penyedia makanan bagi bayi. Kehamilan pada manusia biasanya kurang lebih sekitar 38 minggu dihitung sejak saat fertilisasi atau pembuahan, sampai saat kelahiran. Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan, yaitu: Sistem Reproduksi (Page-29) MATERI Kehamilan dan Persalinan Pada tahap awal, zigot membesar dan membagi diri menjadi segumpal sel yang kemudian menempel pada dinding rahim. Selsel ini kemudian mengatur diri mereka sendiri membentuk tiga lapisan: ektoderm, endoderm, dan mesoderm. Ektoderm berkembang menjadi struktur seperti otak, syaraf tulang belakang, kulit, kuku, dan rambut. Endoderm membentuk lapisan pelindung sistem pernapasan, sistem pencernaan, serta organ penting seperti hati dan pankreas. Mesoderm berperan dalam pembentukan jantung, ginjal, tulang, otot, sel darah, dan struktur lainnya. Tahap preembrionik (dua setengah minggu pertama)


Pada tahap kedua perkembangan embrio, organ dan sistem tubuh mulai terbentuk dari lapisan sel yang ada. Otak terbagi menjadi tiga bagian utama dan sistem pernapasan serta pencernaan sedang berkembang. Jantung mulai berdenyut setelah tiga minggu dan embrio memiliki kulit yang transparan. Organ tubuh bagian dalam berkembang setelah empat minggu. Pada minggu kelima, embrio mengembangkan piringan tangan dan mulai membentuk tulang rawan. Hemisfer cerebral berkembang dengan cepat dan embrio mulai membuat gerakan spontan. Pada minggu ke enam, embrio memiliki gelombang otak, siku terlihat jelas, dan pembentukan tulang dimulai. Pada minggu ke tujuh, gerakan kaki dapat dilihat dan jantung hampir sempurna. Pada minggu ke delapan, otak berkembang lebih jauh dan embrio memiliki dominasi tangan kanan atau kiri. Kelopak mata tumbuh dengan cepat dan ginjal memproduksi urine. Pada akhir tahap kedua, embrio telah tumbuh menjadi sekitar 1 milyar sel dan memiliki lebih dari 90% struktur seperti orang dewasa. Sistem Reproduksi (Page-30) MATERI Tahap embrionik (sampai akhir minggu ke delapan) Tahap fetus (dari minggu ke delapan sampai kelahiran) Tahap ini adalah tahap fetus, dimulai bulan ke-8 kehamilan hingga kelahiran. Fetus menyerupai manusia dengan organ yang lengkap. Janin dapat mengisap jempol, menelan cairan amniotik, menggenggam, menggerakkan kepala, buka tutup rahang, gerakkan lidah, dan merenggangkan badan. Saraf penerima di wajah, telapak tangan, dan telapak kaki merasakan sentuhan ringan. Kelopak mata tertutup rapat, pita suara mulai berkembang, dan alat kelamin luar membedakan jenis kelamin.


Sistem Reproduksi (Page-31) MATERI Estrogen, dihasilkan oleh plasenta yang kontraksinya meningkat pada saat persalinan. Oksitoksin, dihasilkan oleh hipoſ sis ibu dan janin dan berfungsi untuk kontraksi uterus. Prostaglandin, dihasilkan oleh membran pada janin. Relaksin, dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta serta berfungsi untuk relaksasi atau melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan. Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. Pada persalinan, uterus secara perlahan menjadi lebih peka sampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan. Pada masa persalinan, hormon yang memengaruhi peningkatan kepekaan yaitu: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Menyusui adalah cara pemberian makan bayi yang terbaik karena air susu ibu memenuhi semua kebutuhan gizi dan membangun hubungan intim antara ibu dan bayi. Ibu perlu mengonsumsi makanan sehat dan meningkatkan asupan kalori serta mengonsumsi susu, air, dan jus untuk meningkatkan produksi air susu. Air susu ibu mudah dicerna, melindungi dari gangguan pencernaan, kelebihan berat badan, dehidrasi, alergi, dan infeksi. ASI juga mengalirkan antibodi penting dari ibu ke bayi dan memberikan manfaat psikologis dengan memberikan kehangatan, kedekatan fisik, dan kepuasan mengisap bagi bayi.


Sistem Reproduksi (Page-32) Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 2 Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur di dalam ovarium pada siklus menstruasi. Hormon yang berperan dalam sistem reproduksi wanita adalah FSH, LH, estrogen, dan progesteron. Setelah terjadi fertilisasi, terbentuklah zigot yang akan masuk kedalam uterus dan berkembang menjadi embrio. Di dinding rahim, embrio melanjutkan perkembangan dengan membentuk membran, yaitu kantong kuning telur, amnion, korion, dan alantois. Selain itu juga dibentuk plasenta (ari-ari) dan tali pusar. Setelah berkembang sempurna selama 9 bulan 10 hari, bayi dilahirkan. Proses persalinan ditandai dengan adanya kontraksi, diikuti pecahnya amnion dan disusul keluarnya bayi. Kemudian 6-15 menit kemudian diikuti keluarnya plasenta. Hormon yang berperan adalah hormon relaksin, oksitosin, estrogen, dan prostaglandin. Proses pengelupasan endometrium bersama dengan meluruhnya ovum yang tidak dibuahi disebut menstruasi. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase : fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi fase luteal. 1. 2. 3. 4. 5.


Sistem Reproduksi (Page-33) Latihan Soal 1. Berapakah jumlah rata-rata hari siklus menstruasi pada wanita? a. 24 hari b. 28 hari c. 26 hari d. 30 hari 2. Proses fertilisasi terjadi saat apa? a. Ketika sperma membuahi sel telur. b. Ketika sel telur masuk ke dalam rahim. c. Ketika sel telur melekat pada dinding rahim. d. Ketika rahim siap menerima janin. 3. Bagaimana proses kehamilan dapat terjadi? a. Ketika sel telur dibuahi oleh sperma dan melekat pada dinding rahim. b. Ketika sperma masuk ke dalam rahim dan bertemu dengan sel telur. c. Ketika sel telur dilepaskan dari ovarium dan dibuahi di dalam tuba falopi. d. Ketika sel telur dilepaskan dari ovarium dan bertemu dengan sperma di dalam uterus. 4. Pentingnya pemberian ASI bagi bayi adalah sebagai berikut, kecuali: a. Meningkatkan kekebalan tubuh bayi. b. Memberikan nutrisi yang seimbang dan lengkap. c. Meningkatkan perkembangan otak dan sistem saraf bayi. d. Memperkuat daya tahan tubuh ibu.


Sistem Reproduksi (Page-34) Latihan Soal 5. Kapan waktu yang tepat untuk mulai memberikan ASI eksklusif pada bayi? a.Saat bayi berusia 1 bulan. b.Saat bayi berusia 3 bulan. c.Saat bayi berusia 6 bulan. d.Saat bayi berusia 9 bulan. 6. Apa fungsi hormon progesteron dalam kehamilan? a.Mempersiapkan dinding rahim untuk menerima janin. b.Menghentikan siklus menstruasi selama kehamilan. c.Mengatur pertumbuhan dan perkembangan janin. d.Semua jawaban di atas benar. 7. Apakah benar bahwa ibu yang menyusui tidak bisa hamil? a.Benar. b.Salah. 8. Apa manfaat bagi ibu yang memberikan ASI? a.Menurunkan risiko kanker payudara. b.Membantu tubuh agar kembali ke bentuk sebelum hamil. c.Menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi dengan bayi. d.Semua jawaban di atas benar. 9. Apa peran hormon estrogen dalam siklus menstruasi? a.Merangsang ovarium untuk melepaskan sel telur. b.Memperkuat dinding rahim untuk menerima janin. c.Menghentikan siklus menstruasi selama kehamilan. d.Mengatur pertumbuhan dan perkembangan janin.


Sistem Reproduksi (Page-35) Latihan Soal 10. Apa yang harus diperhatikan saat memberikan ASI eksklusif pada bayi? a.Memastikan posisi dan teknik menyusui yang benar. b.Memperkenalkan makanan padat sejak dini. c.Memberikan susu formula sebagai asupan tambahan. d.Semua jawaban di atas benar.


Sistem Reproduksi (Page-36) Penugasan Mandiri Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) II Nama : Kelas : Hari/Tanggal : Menjelaskan mekanisme (fase yang terjadi) pada Siklus Menstruasi Menjelaskan proses terjadinya pembuahan (fertilisasi) Tujuan Kegiatan: Melalui kegiatan diskusi kelompok, maka peserta didik diharapkan mampu: 1. 2. Pengantar: LKPD yang anda gunakan sekarang ini merupakan petunjuk kerja secara mandiri dalam memahami materi pada sistem reproduksi manusia pada siklus menstruasi, Fertilisasi. Topik: Mengisi bagian-bagian yang kosong dalam LKPD yang tersedia sesuai dengan eksplorasi anda.


Sistem Reproduksi (Page-37) Penugasan Mandiri A. Siklus Menstruasi 1. Amati gambar siklus menstruasi berikut


No Fase Hormon yang berperan dan pengaruhnya 1 Pertama (Menstruasi) 2 Kedua (Proliferasi) 3 Ketiga (Sekretori) Sistem Reproduksi (Page-38) Penugasan Mandiri 2. Lengkapi tabel fase pada siklus menstruasi berikut ini sesuai dengan gambar


Sistem Reproduksi (Page-39) Penugasan Mandiri B. Fertilisasi 1. Perhatikan gambar skema proses fertelitas berikut


No Tahap Fertilisasi Hal yang Terjadi 1 Ovulasi 2 Fertilisasi (Pembuahan) 3 Pembelahan 4 Pembelahan lanjutan 5 Pembelahan morula Sistem Reproduksi (Page-40) Penugasan Mandiri 2. Lengkapi tabel tahap fertilisasi berikut ini sesuai dengan gambar


Sistem Reproduksi (Page-41) MATERI Kegiatan Pembelajaran 3 Gangguan Kelainan atau Penyakit pada Sistem Reproduksi Artikel Kasus Kista Ovarium Pada Wanita Bacalah sebuah artikel di bawah ini mengenai kasus kista ovarium pada wanita! Uraian Materi Sistem reproduksi manusia dapat mengalami gangguan, baik disebabkan oleh kelainan maupun penyakit. Gangguan sistem reproduksi dapat terjadi baik pada wanita maupun pria.


Gangguan menstruasi pada wanita di bedakan menjadi 2 jenis.yaitu : a)Amenore primer Tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual b) Amenore sekunder Tidak terjadi menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi Sistem Reproduksi (Page-42) MATERI Gangguan Sistem Reproduksi Wanita mencakup gangguan menstruasi, kanker genetalia, AIDS, Kanker serviks, kanker ovarium. Penjelasannya sebagai berikut : 1.Gangguan Menstruasi 2. Kanker Genitalia Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks, dan ovarium. Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya, mungkin karena iritasi yang disebabkan oleh virus. Pengobatannya dengan kemoterapi dan bedah laser.


AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome. Virus HIV ditularkan melalui kontak langsung darah dan cairan tubuh penderita seperti sperma, cairan vagina, dan ASI. Sistem Reproduksi (Page-43) MATERI 3. AIDS 4. Kanker Serviks Kanker serviks, keadaan di mana sel-sel abnormal tumbuh diseluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus,oviduk,ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar linfe panggul . Gambar Stadium kanker servisks Sumber : https://www.hipwee.com


Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas, berupa rasa berat pada panggul perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan di lakukan dengan pembedahan dan kemoterapi. Sistem Reproduksi (Page-44) MATERI 5. Kanker Ovarium Gambar Kanker ovarium Sumber : https://www.medikes.com


Uretritis erupakan peradangan pada uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamyd trachomatis, ureplasma urealytium atau virus herpes. Sistem Reproduksi (Page-45) MATERI Gangguan Sistem Reproduksi Pria mencakup gangguan uretritis, ghonorhoe, epididimitis, prostatitis. Penjelasannya sebagai berikut : 1.Gangguan Uretritis 2. Ghonorhoe Di bagian-bagian organ kelaminnya terdapat benjolan-benjolan yang merah dan membengkak, terkadang pecah dengan sendirinya. Dapat juga berupa kencing nanah. 3. Epididimitis Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pada pria. organisme penyebab : E.coli dan Chlamydia.


Prostatitis adalah peradangan prostat. Penyebabnya: Echerichia coli maupun bakteri lain Sistem Reproduksi (Page-46) MATERI 4. Prostatitis


Sistem Reproduksi (Page-47) MATERI Setiap penyakit tentu ada obatnya, termasuk penyakit pada sistem reproduksi. Teknologi yang digunakan pada penyakit tersebut meliputi pemberian obat-obatan, kemoterapi, bedah, sampai dengan memanfaatkan terapi hormon. Salah satu alternative dalam pengobatan berbagai penyakit sistem reproduksi adalah sebagai berikut : 1. Bedah Laser Laser adalah kependekan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Laser merupakan jenis sinar/cahaya panas yang bisa digunakan untuk memotong kulit dan jaringan.


Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik yang bekerja pada seluruh bagian tubuh dengan cara melenyapkan sel-sel kanker yang perkembangannya sangat cepat. Kemoterapi dapat digunakan terpisah atau dikombinasi dengan satu sama lain. Kemoterapi bisa dilakukan sebelum pembedahan maupun sebelum radiasi dengan maksud untuk memperkecil ukuran tumor. Teknologi yang digunakan untuk mengobati penyakit ini ialah: Kanker Vagina. Sistem Reproduksi (Page-48) MATERI 2. Kemoterapi


Teknologi yang digunakan untuk mengobati penyakit Ghonorhoe dengan penggunaan antibiotik yang meliputi: Pencilin plus probenesid Ceftriaxone + (azithromycin atau doxycy cline) dalam bentuk suntikan. Sistem Reproduksi (Page-49) MATERI 3. Penggunaan Antibiotik 4. bedah untuk mengangkat Rahim (histerektomi) Kanker Serviks Teknologi yang digunakan untuk mengobati penyakit ini ialah: Bedah Pembedahan untuk mengangkat rahim (histerektomi) biasanya digunakan untuk mengobati tahap awal kanker serviks.


Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Sistem Reproduksi (Page-50) MATERI 5. Radioterapi


Click to View FlipBook Version