The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ayrtonhardian, 2022-10-07 01:45:03

Keberagaman Masyarakat Indonesia

Bahan Ajar Pdf

BAHAN AJAR
KEBERAGAMAN

MIAnSdYoAneRzKiaAT

KELAS VII

Ayrton Hardian, S.Pd

MATERI

Keberagaman Masyarakat Indonesia

PENYUSUN

AYRTON HARDIAN

PENDIDIKAN PANCASILA

KELAS VII

Lampiran 1. Materi Pembelajaran

KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS DAN ANTAR GOLONGAN DALAM
BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

A. Keberagaman Masyarakat Indonesia
Faktor penyebab keberagaman

Keberagaman dalam masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang
datang dari dalam maupun luar masyarakat. Hal ini dopengaruhi juga oleh faktor alam, diri
sendiri, dan masyarakat. Secara umum keberagaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh
hal-hal sebagai berikut.

a. Letak strategis wilayah Indonesia
Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra India, serta antara benua Asia
dan Australia. Letak Indonesia membuat negara ini menjadi jalur perdagangan
internasional. Lalu lintas perdagangan tidak hanya membawa komoditas dagang, tetapi
juga pengaruh kebudayaan luar pada budaya Indonesia. Kedatangan bangsa asing yang
beda ras dan menetap di Indonesia juga menimbulkan keragaman ras, agama, dan
kepercayaan.

b. Kondisi negara kepulauan
NKRI yang terdiri atas ribuan pulau terpisah menghambat hubungan antarmasyarakat
dari pulau yang berbeda-beda. Di satu sisi, masyarakat tiap pulau pun jadi
mengembangkan budaya masing-masing sesuai tingkat kemajuan dan lingkungannya.
Kondisi ini menimbulkan keragaman suku bangsa, bahasa, budaya, peran laki-laki dan
perempuan, kepercayaan, dan agama di Indonesia.

c. Perbedaan kondisi alam
Kondisi alam yang berbeda seperti daerah pantai, pegunungan, daerah subur, padang
rumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, hingga laut mengakibatkan perbedaan
masyarakat. Kondisi kekayaan alam, tanaman yang dapat tumbuh, hewan yang hidup
di sekitarnya, juga menjadi penyebab keberagaman masyarakat Indonesia. Contoh,
masyarakat pantai punya bentuk rumah, mata pencaharian, makanan pokok, pakaian,
kesenian, hingga kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat pegunungan.

d. Keadaan transportasi dan komunikasi
Kemajuan sarana transportasi dan komunikasi juga mempengaruhi perbedaan
masyarakat Indonesia. Kemudian sarana ini membawa masyarakat mudah berhubungan
dengan masyarakat lain, meskipun jarak dan kondisi alam yang sulit. Sebaliknya sarana
yang terbatas juga menjadi penyebab keberagaman masyarakat Indonesia.

e. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan
Sikap masyakarat pada hal-hal baru, termasuk budaya baru dari luar, memengaruhi
keberagaman masyakarakat Indonesia. Contoh, ada sebagian masyarakat yang mudah

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 1
AYRTON HARDIAN

menerima orang atau budaya asing, seperti masyarakat perkotaan. Sementara itu, ada
juga sebagian masyarakat yang tetap bertahan dengan budaya sendiri.

Keberagaman suku

Suku bangsa sering juga disebut etnik. Menurut Koenjaramningrat, suku bangsa berarti
sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran dan identitias
tersebut. Kesadaran dan identitas biasanya dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Jadi, suku bangsa
merupakan gabungan sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial karena mempunyai
ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal-usul dan tempat asal serta
kebudayaan. Ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal usul dan tempat asal
serta kebudayaan.
Keberagaman bangsa Indonesia, diakibatkan oleh jumlah suku bangsa yang mendiami wilayah
Indonesia sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Setiap suku bangsa
mempunyai ciri atau karakter tersendiri, baik dalam aspek sosial maupun budaya. Menurut
penelitaian badan pusat statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128
suku bangsa. Antarsuku bangsa di Indonesia memiliki berbagai perbedaan dan itulah
membentuk keanekaragaman di Indonesia.
Beberapa suku bangsa di Indonesia berdasarkan asal daerah tempat tinggal antara lain di pulau
sumatra terdapat suku aceh, gayo alas, batak, minangkabau, dan melayu. Di pulau jawa terdapat
suku jawa, sunda, badui, samin, sedangkan di kalimantan terdapat suku dayak. Di sulawesi
terdapat suku bugis, manado, gorontalo, makasar. Kawasan maluku terdapat suku ambon,
sangir, talaud, ternate. Kawasan bali dan nusa tenggara antara lain suku bali, lombok, bima,
dan timor. Sedangkan di papua terdapat suku asmat, dan suku dani. Keberagaman suku bangsa
dan budaya tidak menghalangi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Hal itu akan
terwujud apabila ada sikap toleran yang dimiliki oleh setiap warga negara. Mereka harus
menyadari bahwa keberagaman suku bangsa dan budaya merupakan salahsatu kekayaan
bangsa yang menjadi dasar persatuan dan kesatuan.

Gambar 1. Suku dayak di Kalimantan dan Budaya lompat batu suku Nias

Keberagaman Agama dan kepercayaan
Agama mengajarkan kepada umatnya agar berbuat baik dan benar. Melakukan

kebaikan dan menegakkan kebenaran adalah perintah Tuhan yang wajib dilaksanakan.
Kesadaran beragama merupakan perwujudan keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 2
AYRTON HARDIAN

Esa. Sebagai pelajar, wajib mempunyai sikap taat dalam beragama yaitu dengan menjalankan
segala perintah agama dan menjauhi semua larangan agama yang dianutnya. Ada enam agama
yang diakui di Indonesia diantara lain Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu.
Ajaran agama Hindu dan Budha dibawa oleh bangsa India yang sudah lama berdagang dengan
Indonesia, ajaran agama Islam dibawa oleh pedagang Gujarat dan Parsi sekitar abad ke 13.
Sedangkan kedatangan bangsa Eropa membawa ajaran Kristen dan Katholik, dan pedagnag
dari Cina menganut agama Konghuchu.

Berbagai ajaran agama diterima bangsa Indonesia karena masyarakat sudah mengenal
kepercayaan seperti animisme dan dinamisme.Saat ini Islam menjadi agama mayoritas yang
dianut masyarakat di Indonesia. Menurut data kependudukan per Juni 2021, dari total 272,23
juta jiwa sebanyak 236,53 jiwa (86,88%) beragama Islam. Dari situs Kemenag, umat Islam
terbanyak di Indonesia ada di Jawa Barat dengan jumlah 44.374.684, kemudian disusul Jawa
Timur dengan 39.554.069 jiwa, dan Jawa Tengah dengan 35.577.909 jiwa. Kristen merupakan
agama kedua yang paling banyak dianut masyarakat Indonesia.
Dari data kependudukan ada 20,4 juta jiwa (7,49%) menganut agama Kristen. Mengutip data
Kemenag, Sumatera Utara, menjadi daerah yang paling banyak dihuni umat Kristen dengan
jumlah 4.066.305 jiwa. Kemudian disusul Provinsi Papua dengan 3.000.104 jiwa, dan Nusa
Tenggara Timur dengan 1.962.768 orang yang menganut Kristen,
Agama terbanyak ketiga yang dianut masyarakat Indonesia yakni Katolik.

Masih dari data yang sama, 8,42 juta jiwa (3,09%) penduduk Indonesia beragama
Katolik. Dari data Kemenag, umat Katolik terbesar di Indonesia berada di Nusa Tenggara timur
dengan jumlah 2.906.404 orang. Peringkat kedua di Kalimantan Barat dengan 1.203.137 orang,
disusul Papua dengan jumlah 669.185 orang. Hindu menjadi agama keempat yang paling
banyak dianut di Indonesia, dengan jumlah 4,67 juta jiwa atau 1,71 persen dari total penduduk.
Hindu menjadi agama mayoritas yang dipeluk penduduk di Bali. Dari data Kemenag total ada
3.682.484 orang yang menganut Hindu di Bali, kemudian disusul Kalimantan Tengah dengan
155.345 penduduk, dan Lampung dengan 127.903 orang.
Agama Buddha menjadi agama kelima yang paling banyak dianut masyarakat Indonesia.
Dengan jumlah sebanyak 2,04 juta jiwa atau 0,75 persen. DKI Jakarta menjadi provinsi yang
paling banyak ditemukan umat Buddha. Dari data Kemenag ada 399.005 penganut agama
Buddha di Jakarta, lalu disusul Sumatera Utara dengan 361.402 jiwa, dan Provinsi Kalimantan
Barat dengan 330.638 jiwa. Kemudian ada 73,02 ribu jiwa yang menganut agama Konghucu
di Indonesia. Kemudian 102,51 ribu jiwa (0,04%) aliran kepercayaan. Umat Konghucu paling
banyak tinggal di Kepulauan Bangka Belitung. Dari data Kemenag ada 28.348 umat Konghucu
di Bangka Belitung, selanjutnya di Kalimantan Barat dengan 13.093 jiwa, dan Jawa Barat
dengan 11.688 orang.
Keberagaman agama di Indonesia berdampak posif bagi kehidupan bermasyarakat. Meski
kebhinnekaan Indonesia rentan konflik, dengan semangat persatuan dan semboyan Bhinneka
Tunggal Ika semua umat beragama bisa saling hidup rukun dan bertoleransi satu sama lain.
Mengutip buku 'Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan' karangan Asep Sutisna Putra dan
Sumartini, berikut manfaat keberagaman agama di RI:

a. Terciptanya integritas nasional
b. Menjadi sarana untuk memajukan pergaulan antarsuku, agama, budaya, dan golongan
c. Memperkaya khazanah budaya bangsa

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 3
AYRTON HARDIAN

Semantara itu untuk dampak negatif dari keberagaman agama yakni :
a. Rentan terjadi konflik di masyarakat
b. Munculnya sikap fanatisme berlebihan, yaitu paham yang berpegang teguh secara
berlebihan terhadap keyakinan sendiri sehingga menganggap salah terhadap keyakinan
yang lain
c. Munculnya sikap primordialisme, yaitu pandangan yang berpegang teguh pada hal-hal
yang dibawa sejak kecil baik mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun
segala sesuatu yang di lingkungan pertamanya.

Gambar 2. Katedral serta Masjid yang berdekatan dan umat Hindu yang sedang melakukan ritual
keagamaan

Keberagaman Ras

Pada dasarnya, manusia diciptakan dalam kelompok ras yang berbeda-beda yang
merupakan hak mutlak Tuhan Yang Maha Esa. Istilah ras berasal dari bahasa Inggris, race.
Dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi rasa dan
etnis, menyebutkan bahwa ras adalah golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik dan garis
keturunan. Setiap manusia memiliki perbedaan ras dengan manusia lainnya karena adanya
perbedaan ciri-ciri fisik seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk muka, ukuran
badan, bentuk badan, bentuk dan warna mata, dan ciri-ciri fisik lainnya.
Penduduk Kepulauan Indonesia terdiri atas beberapa jenis ras manusia yang berbeda.
Keberagaman ras tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kehadiran
bangsa asing ke wilayah Nusantara sejak zaman dulu. Masing-masing ras itu memiliki ciri fisik
tertentu yang berbeda, sebagai akibat pewarisan biologis. Para ahli menyatakan bahwa bangsa
Indonesia tidak mengenal adanya ras murni dari suatu ras utama di dunia, melainkan campuran
ras-ras yang lain.
Beberapa ras yang ada dalam masyarakat Indonesia antara lain:

a. Ras Malayan Mongoloid
Di Indonesia, ras yang mendominasi adalah Malayan-Mongoloid, yang tersebar
hampir di seluruh wilayah Nusantara. Mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Ras ini terbagi menjadi dua, yakni Proto Melayu
(Suku Batak, Toraja, dan Dayak) dan Deutro Melayu (Suku Bugis, Madura, Jawa, dan
Bali). Ciri fisik ras Malayan-Mongoloid adalah kulitnya kuning sampai sawo matang,
wajahnya bulat, dan matanya besar.

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 4
AYRTON HARDIAN

b. Ras Melanesoid
Ras Melanesoid memiliki ciri fisik hampir sama dengan ras Negroid, yakni kulitnya
cenderung cokelat gelap hingga hitam, berambut keriting, bentuk bibirnya tebal, dan
tubuhnya tinggi. Di Indonesia, persebaran ras ini terdapat di Maluku, Nusa Tenggara
Timur, dan Papua.

c. Ras Asiatic Mongoloid
Yang termasuk ras Asiatic-Mongoloid adalah orang-orang Tionghoa, Korea, dan
Jepang. Ras ini tinggal menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, tetapi
terkadang mendiami wilayah tertentu. Ciri utama ras ini adalah memiliki bentuk
wajah oval, kulit kuning langsat, dan matanya sipit. Ras Asiatic-Mongoloid ada di
Indonesia karena pengaruh dari bangsa Tiongkok yang menetap di Nusantara.

d. Ras Kaukasoid-Indic
Di Indonesia juga ada ras Kaukasoid-Indic, yang wilayah persebarannya cukup luas.
Kelompok ini tersebar di daerah Sumatera Utara, seperti Sibolga, Binjai, Medan,
Pematang Siantar, Tebing Tinggi, dan Tanjung Balai. Selain itu, ras Kaukasoid-Indic
juga tinggal di Surabaya, Jakarta, dan beberapa daerah di Indonesia. Ras ini biasanya
berasal dari keturunan Timur Tengah (Arab), India, Australia, Eropa, dan Amerika.
Mereka memiliki ciri fisik berbadan tinggi, kulit putih hingga kuning langsat, dan
hidung yang mancung.

Kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman ras berpotensi
menimbulkan konflik yang tidak hanya merugikan kelompok-kelompok masyarakat tetapi juga
merugikan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap warga harus
menjunjung tinggi rasa persaudaraan, kekerabatan, dan persahabatan sehingga terwujud
perdamaian. Hal itu sesuai dengan Sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab
bahwa bangsa Indonesia menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia tanpa membeda-
bedakan ras.

Negroid Kaukasoid
Gambar 3. Kemajemukan ras di Indonesia

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 5
AYRTON HARDIAN

Keberagaman Antargolongan

Manusia hidup bukan hnaya dalam keberagaman suku, agama, dan ras tetapi juga dalam
keberagaman masyrakat. Keberagaman masyarakat di Indonesia dapat dilihat dari struktur
masyarakatnya. Strukur masyarakat Indonesia menurut Syarif Moeis (2008) ditandai dengan
dua ciri atau titik pandang. Pertama, secara horizontal ditandai oleh kenyataan adanya
kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan-perbedaan suku bangsa, agama, adat, dan
kedaerahan. Secara vertikal, ditandai dengan adanya lapisan atas dan lapisan bawah yang
cukup tajam.

Adanya perbedaan kelas dalam lapisan masyarakat menyebabkan terjadinya
penggolongan kelas-kelas secara bertingkat. Hal itu diwujudkan dalam kelas tinggi, kelas
sedang, dan kelas rendah dengan ditandai oleh adanya ketidakseimbangan dalam pembagian
hak dan kewajiban indovidu dan kelompok dalam suatu sistem sosial. Dengan demikian, dalam
kelas sosial terdapat penggolongan manusia secara bertingkat atas dasar kedudukan atau status
sosial sehingga menyebabkan perbedaan antara hak dan kewajiban. Selain dilihat dari lapisan
masyarakat atau kelas sosila, keberagaman masyarakat ditandai adanya segmentasi dalam
bentuk kelompok-kelompok yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda satu sama lain.
Kelompok-kelompok tersebut dapat berupa kesatuan-kesatuan sosial dan organisasi
kemasyarakatan. Adanya kelas sosial dan kesatuan sosial membentuk golongan-golongan di
masyarakat. Setiap golongan terdiri dari atas dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan
satu sama lain dalam sebuh struktur.

Sebagai warga yang memiliki keberagaman, adanya penggolongan dalam kehidupan
masyarakat di Indonesia merupakan suatu kewajaran. Namun keberadaan golongan-golongan
dalam masyarakat dapat menyebabkan terjadinya konflik. Hal ini dapat muncul apabila ada
perasaan etnosentrisme yang menganggap hanya kelompok atau golongannya saja paling baik
atau sempurna, sementara golongan lainnya dianggap memiliki kekurangan. Keberagaman
antargolongan tidak boleh menyebabkan terjadinya perselisihan dan perpecahan di masyarakat.
Adanya keberagaman antargolongan harus menjadi pendorong terwujudnya persatuan dan
keatuan bangsa, dan pendorong tumbuhnya kesadaran setiap warga akan pentingnya pergaulan
demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa misalnya golongan kelas tinggi membantu
golongan kelas rendah. Oleh karena itu, ciri golongan tidak ditonjolkan demi kepentingan
nasional. Meskipun berbeda-beda golongan namun seluruh warga negara hidup dalam satu
ikatan yang kuat, tanah air Indonesia.

B. Arti Penting Memahami Keberagaman

Kondisi kewilayahan negara Indonesia sebagai negara kepulauan, dapat menyebabkan
terjadinya perpecahan bangsa (disntergrasi). Seharah telah membuktikan bahwa pemerintah
Indonesia pernah menghadapi persoalan adanya daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI
seperti GAM (Gerakan Aceh Merdeka) OPM (Organisasi Papua Merdeka) dan lain-lain. Selain
kondisi kewilayahan, aspek sosial budaya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia diwarnai
oleh berbagai macam perbedaan. Kondisi sosial budaya yang demikian menjadikan kehidupan
bangsa Indonesia menyimpan potensi terjadinya konflik. Kenyataan juga menunjukkan, bahwa

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 6
AYRTON HARDIAN

dalam kehidupan bangsa Indonesia sering terjadi konflik antar-kelompok masyarakat yang
dilatarbelakangi oleh perbedaan-perbedaan tersebut.

Atas dasar dua alasan tersebut, maka penting seklai memahami keberagaman dalam
masyarakat Indonesia yang ditujukan untuk mengusahakan dan mempertahankan persatuan
dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa kesadaran akan keberagaman yang
kita miliki, bangsa Indonesia bisa saja terjerumus ke arah perpecahan.

Keberagaman masyarakat Indonesia memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif
bagi diri senidiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dampak positif memberikan manfaat bagi
perkembangan dan kemajuan, sedangkan dampak negatif memberikan ketidakharmonisan
bahkan perpecahan bangsa dan negara. Bagi bangsa Indonesia keberagaman suku bangsa,
budaya, agama, ras dan antargolongan merupakan kekayaan bangsa yang sangat berharga.
Meskipun berbeda-beda suku bangsa, adat istiadat, ras, dan agama kita tetap bersatu dalam
perjuangan mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita negara yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil, dan makmur.

Keberagaman bukan merupakan unsur perpecahan namun justru yang menciptakan
kesatuan bangsa. Kesatuan adalah upaya untuk mempersatukan perbedaan suku, adat istiadat,
rasa dan agama agar kita tetap satu yaitu bangsa Indonesia. Tuhan menciptakan manusia
dengan berbeda-beda bukan untuk saling bermusuhan melainkan untuk saling mengenal dan
bersaudara.

Gambar 4. Keragaman budaya bangsa

C. Perilaku toleran terhadap keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan

Persatuan dan kesatuan di sebuah negara yang beragam dapat diciptakan dalam wujud
perilaku toleran terhdap keberagaman tersebut. Sikap toleran berarti menahan diri, bersikap
sabar, membiarkan orang berpendapat lain dan berhati lapang terhadap orang-orang yang
memiliki pendapat berbeda. ToleransI sejati didasarkan sikap hormat terhadap martabat
manusia, hati nurani, dan keyakinan, serta keikhlasan sesama apapun agama, suku, golongan,
ideologi, atau pandangannya. Sikap toleransi tersebut harus muncul dalam masyarakat yang
beragam atau plural. Oleh karena itu, setiap individu mengaplikasikan toleransi terhadap
individu lainnya sehngga bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, ras dan antargolongan
dapat menjadi bangsa yang satu dan utuh.

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 7
AYRTON HARDIAN

Perilaku Toleran dalam Kehidupan Beragama

Pemerintah mengakui enam agama yang ada di Indonesia. Agama tersebut adalah
Islam, Kristen, Katholik, Hindu. Budha dan Konghuchu. Negara menjamin warga negaranya
untuk menganut dan mengamalkan ajaran agamanya masing-masing. Jaminan negara terhadap
warga negara untuk memeluk dan dan beribadah diatur dalam UUD Negara Kesatuan Republik
Indonesia Tahun 1945 Pasal 29 ayat (2) yang berbunyi, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-
tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut
agamanya dan kepercayaannya itu”. Agama tidak mengajarkan untuk memaksakan keyakinan
kita kepada orang lain, oleh karena itu bentuk perilaku toleran terhadap kehidupan beragama,
dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:

a. Melaksanakan ajaran agama yang dianutnya dengan baik dan benar
b. Menghormati agama yang diyakini orang lain
c. Tidak memaksakan keyakinan agama yang dianutnya kepada orang lain
d. Toleran terhadap pelaksanaan ibadah yang dianut pemeluk agama lain

Perilaku baik dalam kehidupan beragama tersebut harus kita laksanakan, tidak hanya di
lingkungan keluarga, namun juga sekolah, masyarakat, dan kehidupan berbangsa dan
bernegara.

Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Suku dan Ras di Indonesia

Perbedaan suku dan ras antara manusia yang satu dengan manusia yang lain hendaknya
tidak menjadi kendala dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia maupun
dalam pergaulan dunia. Kita harus menghromati harkat dan martabat manusia yang lain.
Perilaku toleran terhadap keberagaman suku dan ras di Indonesia dapat diwujudkan dengan
membangun persatuan dan kesatuan diatas perbedaan yang ada, kemudian saling menghormati
harkat dan martabat manusia, serta mengembangkan semangat persaudaraan dengan sesama
manusia dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Perbedaan kita dengan orang lain tidak
berarti bahwa orang lain lebih baik dari kita atau kita lebih baik dari orang lain. Baik dan
buruknya penilaian orang lain kepada kita bukan karena warna kulit, rupa wajah, dan bentuk
tubuh melainkan karena baik dan buruknya dalam berperilaku.

Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Sosial Budaya

Kehidupan sosial dan keberagaman kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia
tentunya menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Kita tentu harus bersemangat untuk memelihara
dan menjaga kebudayaan bangsa Indonesia. Perilaku dan semangat kebangsaan dalam
mempertahankan keberagaman budaya bangsa dapat dilaksanakan dengan :

a. Mengetahui keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia
b. Mempelajari dan menguasai salahsatu seni budaya sesuai dengan minat dan

kesenangannya
c. Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri
d. Menyaring budaya asing yang masuk kedalam bangsa Indonesia

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 8
AYRTON HARDIAN

Latihan Soal

1. Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang beragam. Keberagaman yang
dimiliki adalah ....
a. Keragaman bangsa
b. Keragaman budaya
c. Keragaman negara
d. Keragaman Pancasila

2. Keberagaman yang tersebar di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor,
yaitu ....
a. Letak geografis, perdagangan laut, kedatangan para penari ke Indonesia
b. Letak geografis, perdagangan, kedatangan para pegulat ke Indonesia
c. Kondisi iklim, letak geografis, kedatangan pelaut ke Indonesia
d. Kondisi iklim, letak geografis, kedatangan para pedagang ke Indonesia

3. Ras yang mendiami wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi dan NTB adalah ....
a. Ras malayan mongoloid
b. Ras melanesoid
c. Ras asiatic mongoloid
d. Ras kaukasoid

4. Suku yang dimiliki oleh Provinsi Banten adalah ....
a. Jawa
b. Badui
c. Sasak
d. Madura

5. Sikap yang harus kita tunjukkan untuk memahami keberagaman adalah ....
a. Sombong
b. Acuh tak acuh
c. Toleransi
d. Saling melukai

6. Sikap saling menghormati antar suku dan budaya harus kita junjung tinggi, karena
dapat ....
a. Melestarikan budaya sebagai kepribadian bangsa
b. Merubah jati diri bangsa Indonesia dimata dunia
c. Menghilangkan kekuatan bangsa Indonesia
d. Memecah bangsa Indonesia menjadi beberapa negara

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 9
AYRTON HARDIAN

7. Kita harus mempertahankan budaya bangsa Indonesia agar tetap utuh dengan didasari
rasa ....
a. Kesadaran yang rendah dari orang lain dan dipaksa
b. Kesadaran dari orang lain karena adanya unsur paksaan
c. Kesadaran diri sendiri tanpa adanya unsur paksaan
d. Tanggungjawab yang rendah karena mengikuti teman

8. Perilaku yang sesuai untuk menghargai keberagaman agama adalah ....
a. Memandang salah agama orang lain
b. Menganggap aneh ritual agama orang lain
c. Tidak ingin berteman dengan orang yang berbeda agamanya
d. Tidak menyalahkan agama lain

9. Perilaku yang sesuai untuk menghargai antar golongan adalah ....
a. Menganggap golongan lain sama dengan kita
b. Mendiskriminasikan warga antar golongan tertentu
c. Memiliki rasa benar terhadap golongan sendiri
d. Lebih memahami kepentingan golongan sendiri

10. Andre dan Roni adalah siswa yang berasal dari Papua. Mereka sekolah di Jawa
dikarenakan orangtuanya bekerja di jawa. Mereka selalu mendapatkan sikap yang
tidak menyenangkan dari teman-temannya di sekolah. Ahmad adalah sahabat Andre
dan Roni, yang harus dilakukan Ahmad kepada teman yang lain adalah ....
a. Mengajak teman sekelas untuk berkelahi sepulang sekolah’
b. Melaporkan perbuatan teman kelas kepada guru
c. Melakukan adu kekuatan dengan teman sekelas
d. Membenci teman sekelas yang membenci Andre dan Roni

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VII 10
AYRTON HARDIAN


Click to View FlipBook Version