ANTOLOGI PUISI
TEMA: UPAYA MEMPERTAHANKAN
KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
KARYA: FITRIA LARASATI
| NIM 20416244042 |
| PRODI PENDIDIKAN IPS |
| KELAS B ANGKATAN 2020 |
Disusun untuk menambah DAFTAR PUISI
pengetahuan dan keilmuwan 1.ULANG DATANG
akademik mahasiswa, serta BERTANDANG ADU
sebagai syarat memenuhi tugas
individu ujian akhir semester IV 2.AMBISI RESILIENSI LINI
MATA KULIAH : 3.PENDEKAR ASPIRASI
NASIONALISME DAN JATI DIRI BANGSA DIPLOMASI
DOSEN PENGAMPU :
1. DR. TAAT WULANDARI S.PD., M.PD. FAKULTAS ILMU SOSIAL
2. HAPPRI NOVRIZA SETYA DHEWANTORO M.PD.
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2022
ULANG DATANG
BERTANDANG ADU
Suara riuh syukur bertanda makmur diserukan
Habis jerat umat selamat
Berbaris khitmat sebagai rasa hormat
Parade kemenangan dilaksanakan
Hingar bingar kemerdekaan berkumandang
Hingga menyambar kabar ke penjuru antero
Namun ternyata justru buat tak tenang para kolonial
Tersulut tuk ganggu gusar gusur kembali hadir
Segala bentuk kemeriahan umat nusantara di gempur
Harap koloni nusantara luluh lantah melebur
Guna rebut jadi akuisisi negeri
Perang bertandang melenggang kacau situasi
Meyakinkan diri bak seakan jadi adikuasa raksasa
Sampai amunisi isi pergolakan kolonial lakoni
Akal budi tak diguna
Tanpa hati nurani mereka beraksi
Menghabisi seisi negeri dengan berapi-api
Kondisi beraura ngeri
Saut maut di depan mata
Pertempuran mengobrak-abrik segala ceria atas merdeka
Naas, entah mengapa tak akui saja?
Apakah negeri ini terlihat nikmat untuk sasaran ulang?
Atau dengki melihat kelimpahan area zamrud khatulistiwa?
Barangkali tergiur ingin milik kuasa segala hak cipta tak ada duanya?
Padahal damai bersaudara adalah kesejahteraan semesta
Penjajahan tak harus terjadi
Sebaiknya merdeka dimaknai sama harmoni
Bila memang ancam serbu pakai serdadu
Kami pasang badan untuk menghadang
Daya juang kami masih membara
Jangan anggap tak berdaya
Kami bertahan untuk tetap digdaya
Menjaga lestari bumi pertiwi
Benteng kokoh nasionalisme bernaung dalam diri
Jati diri resiliensi adalah harkat martabat pribumi
Tuan ajak adu, kami hadapi
Hingga senantiasa jaya abadi
Sebuah dedikasi untuk negeri yang dijunjung tinggi
Tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia
terikat janji
AMBISI RESILIENSI LINI
Sekutu nyatanya masih tak puas hati
Ingin mengoyak Indonesia untuk diakuisisi
Bala tentara membombardir bumi
Menghujani bagian negeri guna senjata sana-sini
Setiap sudut diancam mati
Melakukan ultimatum dengan isi tak tahu diri
Tegas Indonesia menolak ambil tindak
Lawan segala penindasan
Kerahkan seluruh pasukan
Muda mudi jantan maupun puan
Mengupayakan memberantas pertempuran
Melalui pembentukan aliansi rekan dan kawan
Bulatkan tekad, satukan tujuan
Junjung badan sigap tegap layaknya komandan
Bukan hanya di Ambarawa, Medan area, dan Bandung
lautan api saja
Namun solidaritas terikat dalam naungan satu Indonesia
Membela negeri adalah harga mati
Saksi sakti inti nasionalisasi jati diri
Bakti bagi tanah air jaya sakti
PENDEKAR
ASPIRASI
DIPLOMASI
Kala kontak senjata sementara masih menghujam
Lain koordinat namun sama tempat berdebat
Gagas gelimang kontrak wacana hingga janji semata
Menebar manisnya sengsara
Apa daya muka dua
Murka!
Tak terima perlu dikata
Jangan hanya mengiyakan saja
Jika jelas yang ditebar ranjau
Waspada jadi kuncinya
Tak-tik merdeka orientasinya
Bahwa ada linggar jati, renville, roem-royen dan sebagainya
Jadi media menuju kedaulatan negeri seutuhnya
Berkat ketangkasan berpikir para dermawan
Keuletan dan ketangguhan kecerdasan
Membuka harapan
Demi masa depan kemerdekaan
Terima kasih pahlawan
TERIMA KASIH
Selain mewujudkan bentuk rasa nasionalisme melalui karya sastra
yakni puisi. Selain itu, sebagai bentuk rasa cinta tanah air kepada
Negara Kesatuan Indonesia saya senantiasa mengembangkan dan
menumbuhkan jiwa patriotisme dengan cara berkontribusi serta
berpatisipasi dengan berupaya berdedikasi untuk tanah air
Indonesia melalui karya dengan membubuhkan nuansa
nasionalisme. Berikut saya sertakan hasil karya salah satu video
dokumentasi pribadi saya saat hari peringatan G30s/PKI.