The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by faridalwinugroho1, 2022-12-26 02:59:00

Kelompok 1 Pendidikan Inklusi

KELOMPOK 1 :

Farid Alwi Nugroho ( 19120188 )
Fajar Setya Wibowo ( 19120180 )
Brawijaya ( 19120183 )
Satriyo Abid Prabowo ( 19120194 )

MAFTUR AINUN HABIB

Kelas : 2 ( Dua )
Usia : 10 Tahun
Jenis kelamin : Laki-Laki
Sekolah : SD Negeri 1 Kalangan
Alamat : Kalangan, Klego, Boyolali.

PENDAHULUAN

Maftur Ainun Habib adalah salah satu peserta didik yang memiliki
kebutuhan khusus di SD Negeri 1 Kalangan. Peserta didik yang lahir di
Boyolali pada tanggal 5 Juni 2012 tersebut menjalani kegiatan belajar
mengajar dengan penuh semangat dan memiliki keyakinan dia sama
dengan teman dikelasnya. Akan tetapi, Ketika kami melakukan observasi
keadaan Mas Habib kurang baik karena mendapatkan bullyan mengenai
fisiknya yang membuat emosinya terganggu. “Sebenarnya, Mas Habib
adalah anak yang baik, hanya saja ketika diganggu atau merasa dibully oleh
temannya, Mas Ainun mengeluarkan respons emosinya yang cukup
menghawatirkan” tutup keterangan wali kelas dari Mas Habib. Mas Habib
merupakan siswa yang memiliki keterbatasan fisik di alat geraknya,
emosional yang tinggi dan tingkat pengetahuan yang kurang baik.

PROFIL AKADEMIK DAN NON AKADEMIK

AKADEMIK NON AKADEMIK

Di bidang akademik, Mas Habib Keterampilan motorik berjalan kurang
terpaut jauh dengan teman sekelasnya. baik. Begitu juga dengan tangan sebelah kiri
Terlihat di nilai raport Mas Habib jauh lebih juga kurang baik dalam memegang sesuatu.
rendah daripada nilai-nilai teman Dari keterbatasan yang dimiliki Mas Habib,
sekelasnya. dia salah satu peserta didik yang memiliki
kerapian dalam bersragam yang sangat
bagus dan kebersihan yang lebih baik
daripada teman-temannya.

STRATEGI PEMBELAJARAN

SD Negeri 1 Kalangan bukan merupakan sekolah inklusi. Sehingga tidak ada strategi
khusus dalam pembelajaran guna memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki
keterbatasan. Akan tetapi, meskipun bukan sekolah inklusi, SD Negeri 1 Kalangan memiliki 4
Peserta didik berkebutuhan khusus termasuk Mas Habib. Tetapi, Wali kelas yang memiliki
anak berkebutuhan khusus di kelasnya, memiliki cara yang digunakan untuk menangani dalam
memberikan pengajarannya. Salah satunya yaitu, memberikan perhatian yang lebih seperti
memberikan tugas-tugas yang dapat mengembangkan bakatnya. Selain itu, Mas Habib, sering
diberikan perlakuan khusus seperti berlatih membaca dan menulis ketika peserta didik yang
lain mengerjakan LKPD atau tugas di buku tema.

DUKUNGAN ORANGTUA

Menurut salah satu guru di SD Negeri 1 Kalangan yang merupakan Wali Kelasnya di
Kelas 2 yang sebelumnya karena Mas Habib merupakan siswa tinggal kelas, pernah
melakukan negosiasi dengan orang tua Mas Habib untuk disalurkan ke sekolah Inklusi yang
berada tidak jauh dari desa tersebut mendapatkan penolakan dikarenakan sifat dari orang
tuanya yang berat hati Ketika melihat putranya sekolah di tempat ABK. Orang tua Mas
Habib, memiliki pandangan yang kuat bahwa putranya terlahir sama dengan peserta didik
lain dan berharap dengan keistimewaan Mas Habib ini bisa menerima dengan tidak ada
pandangan sedikitpun mengenai perbedaan dari orang-orang lain di sekelilingnya.

KENDALA DAN SOLUSI

KENDALA SOLUSI

1. Mas Habib sering emosi diluar kendalinya 1. Teman kelasnya diberikan arahan buat
karena perlakuan dari temannya. memberikan kenyamanan kepada Mas Habib

2. Mas Habib memiliki alat gerak yang kurang 2. Mas Habib diberikan kebebasan Ketika jam
baik olahraga.

3. Mas Habib memiliki tingkat kognitif yang 3. Mas Habib memiliki perlakuan khusus Ketika
kurang ( Membaca dan Menulis belum lancar ) teman kelasnya mengerjakan LKPD, Mas
Habib dilatih membaca dan menulis. Selain itu
diberikan tugas tambahan seperti bercerita
dari kegiatan bersih-bersih dirumahnya

RAPORT TAHUN AJARAN 2022/2023

Besarkanlah mereka dengan cinta dan apresiasi yang positif, agar mereka percaya
dirinya begitu berharga. Agar kelak Ketika mereka dewasa nanti, mereka tak

memerlukan banyak pujian dari orang lain hanya untuk meyakinkan dirinya begitu
berharga. Karena mereka tahu, mereka telah berharga sejak lama.

Terima Kasih


Click to View FlipBook Version