The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ekoanto1970, 2022-09-07 16:47:14

INSTALASI PENERANGAN 3 FASA BANGUNAN

INSTALASI PENERANGAN 3 FASA BANGUNAN

INSTALASI PENERANGAN 3 FASA BANGUNAN GEDUNG
A. PANEL DISTRIBUSI LISTRIK
Untuk mengalirkan energi listrik dari pusat atau gardu I nduk stepdown ke beban listik (konsumen)
harus melewati pane daya dan panel distribusi listrik. Panel daya adalah tempat untuk menyalurkan
dan mendstribusika energi listrik dari gardu listrik step down ke panel-panel distribusinya. Sedangkan
pael distribusi daya adalah tempat menyalurkan dan mendistribusikan energi listrik dari panel daya
ke beban (konsumen) baik untuk instalasi tenaga meupun untuk instalasi penerangan. Perhatikan
gambar diagram satu garis pael daya dan panel distribusi listrik di bawah ini.

gambar diagram satu garis panel daya dan panel distribusi daya listrik
Panel daya maupun panel distribusi daya merupakan keharusan, hal tersebut akan memudahkan :
1. Pembagian energi listrik secara merata dan tepat
2. Pengamanan instalasi dan pemakaian listrik
3. Pemeriksaan, perbaikan atau pemeliharaan
Untuk itu di dalam pembuatan panel harus diperhatikan hal-hal yang penting agar:
1. Mudah dilayani dan aman
2. Dipasang pada tempat yang mudah dicapai
3. Di depan panel ruangannya harus bebas
4. Panel tidak boleh ditempatkan di posisi yang lembab
Perlu diketahui juga dalam pemasangan instalasi panel distribusi listrik harus memperhatikan sesuai
dengan PUIL
1. Semua penghantar/kabel harus disusun rapi
2. Semua komponen harus dipasang rapi

3. Semua bagian yang bertegangan harus dilindungi
4. Semua komponen terpasang dengan kuat
5. Jika terjadi gangguan tidak akan meluas
6. Mudah diperluas/dikembangkan jika diperlukan
7. Mempunyai keandalaan yang tinggi.
B. KONSTRUKSI

Ada beberapa komponen yang dipasang pada panel distribusi listrik antara lain saklar
utama/pemisah, pembatas arus Miniatur Circuit Breaker (MCB), Earth Leak Circuit Breaker (ELCB),
terminal, Rel Omega, dan busbar. Pada sisi luar bagian pintu panel dipasang lampu indikator dan`
alat ukur berupa ampere meter dan volt meter. Adapun pada rangkaian diluar panel merupakan
komponen instalasi penerangan berupa saklar, kotak kontak, lampu, kotak hubung bagi, pipa pvc,
lampu dan beban lainnya.

Pada gedung yang mempunyai berapa ruang dan melayani beban listrik penerangan, yang
berupa lampu-lampu penerangan.
Pada sebuah bangunan gedung, instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung panel instalasi
penerangan

C. PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK
Perencanaan Instalasi Listrik
Sumber PUIL 2000 halaman 105
4.1 Persyaratan umum

4.1.1 Ketentuan umum
4.1.1.1 Rancangan instalasi listrik harus memenuhi ketentuan PUIL ini dan peraturan
lain yang tersebut dalam 1.3.

4.1.1.2 Rancangan instalasi listrik harus berdasarkan persyaratan dasar yang
ditentukan dalam BAB 2 (terutama 2.3) dan memperhitungkan serta
memenuhi proteksi untuk keselamatan yang ditentukan dalam BAB 3.

4.1.1.3 Sebelum merancang suatu instalasi listrik harus dilakukan penilaian
(assessment) dan survai lokasi. CATATAN Metode penilaian dan hal-hal yang
disurvai dijelaskan dalam IEC 364-3

4.1.2.1 Rancangan instalasi listrik ialah berkas gambar rancangan dan uraian teknik,
yang digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pemasangan suatu
instalasi listrik.

4.1.2.2 Rancangan instalasi listrik harus dibuat dengan jelas, serta mudah dibaca dan
dipahami oleh para teknisi listrik. Untuk itu harus diikuti ketentuan dan standar
yang berlaku.

4.1.2.3 Rancanganinstalasi listrik terdiri dari :

a) Gambar situasi, yang menunjukkan dengan jelas letak gedung atau
bangunan tempat instalasi tersebut akan dipasang dan rancangan
penyambungannya dengan sumber tenaga listrik.

b) Gambar instalasi yang meliputi:

1) Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas letak
perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya (pelayanannya), seperti
titik lampu, kotak kontak, sakelar, motor listrik, PHB dan lain-lain.

2) Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan gawai
pengendalinya sepertihubungan lampu dengan sakelarnya, motor
dengan pengasutnya, dan dengan gawai pengatur kecepatannya, yang
merupakan bagian dari sirkit akhir atau cabang sirkit akhir.

3) Gambar hubungan antara bagian sirkit akhir tersebut dalam butir b)
dan PHB yang bersangkutan, ataupun pemberian tanda dan
keterangan yang jelas mengenai hubungan tersebut.

4) Tanda ataupun keterangan yang jelas mengenai setiap perlengkapan
listrik.

c) Diagram garis tunggal, yang meliputi :

1) Diagram PHB lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan
besaran pengenal komponennya;

2) Keterangan mengenai jenis dan besar beban yang terpasang dan
pembagiannya;

3) Sistem pembumian dengan mengacu kepada 3.18; \

4) Ukuran dan jenis penghantar yang dipakai.

d) Gambar rinciyang meliputi :

1) Perkiraan ukuran fisik PHB;

2) Cara pemasangan perlengkapan listrik;
3) Cara pemasangan kabel;
4) Cara kerja instalasi kendali.
CATATAN Gambar rinci dapat juga diganti dan atau dilengkapi dengan
keterangan atau uraian.
e) Perhitungan teknis bila dianggap perlu, yang meliputi antara lain :
1) Susut tegangan;
2) Perbaikan faktor daya;
3) Beban terpasang dan kebutuhan maksimum;
4) Arus hubung pendek dan daya hubung pendek;
5) Tingkat penerangan.
f) Tabel bahan instalasi, yang meliputi :
1) Jumlah dan jenis kabel, penghantar dan perlengkapan;
2) Jumlah dan jenis perlengkapan bantu;
3) Jumlah dan jenis PHB;
4) Jumlah dan jenis luminer lampu.
g) Uraian teknis, yang meliputi :
1) Ketentuan tentang sistem proteksidengan mengacu kepada 3.17;
2) Ketentuan teknis perlengkapan listrik yang dipasang dan cara

pemasangannya;
3) Cara pengujian;
4) Jadwal waktu pelaksanaan.
h) Perkiraan biaya

D. BAHAN KERJA
1. Fitting Lampu E27
Fiting termasuk bahan jadi dan merupakan alat yang berfungsi sebagai pemegang
atau tempat bola lampu.

Fitting lampu sejenis Edison dan jenis bayonet harus dipasang dengan bagian
tengah hantaran fasa, sedangkan kontak luar (ulir) dari fitting dihubungkan pada
hantaran netral. (Pasal 206 B2 PUIL 771.

Seluruh bagian luar fiting lampu yang dipasang dalam ruang berdebu, lembab,
sangat panas,berisi bahan mudah terbakar, atau mengandung bahan korosi, harus

terbuat dari bahan porselin atau bahan isolasi lain yang sederajat. Terlepas dari
keadaan ruang seperti disebutkan di atas, bagian luar fiting lampu yang
bertegangan lebih dari 300 V ke bumi, harus selalu terbuat dari bahan porselin atau
bahan isolasi lain yang sederajat. (PUIL 2000 5.3.3.2.1 hal 168)

Bagian luar dari fitting lampu harus dibuat dari bahan porselin, atau bahan isolasi
lain yang sederajat. (pasal 856 A4 PUIL 77).

2. Sakelar
Sakelar ialah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik,
atau untuk menghubungkannya

3. Kotak Kontak atau Stopkontak
Menurut PUIL 2000 halaman 10 dan 11, kotak kontak ialah susunan gawai pemberi
dan penerima arus yang dapat dipindah-pindahkan, untuk menghubungkan dan
memutuskan saluran ke dan dari bagian instalasi. Kontak tusuk meliputi :

a) kotak kontak –bagian kontak tusuk yang merupakan gawai pemberi arus;

b) tusuk kontak –bagian kontak tusuk yang merupakan gawai penerima arus

Kotak Kontak Biasa (KKB)

kotak kontak yang dipasang untuk digunakan sewaktu-waktu (tidak secara tetap)
bagi peranti listrik jenis apa pun yang memerlukannya, asalkan penggunaannya
tidak melebihi batas kemampuannya.

Kotak Kontak Khusus (KKK)

kotak kontak yang dipasang khusus untuk digunakan secara tetap bagi suatu jenis
peranti listrik tertentu yang diketahui daya maupun tegangannya.

Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pemasangan /
menempatkan kotak kontak, antara lain:

Tusuk kontak harus dirancang sedemikian rupa sehingga ketika dihubungkan tidak
mungkin terjadi sentuhan tak sengaja dengan bagian aktif. (PUIL 2000 5.4.1.1 hal
175)

Tusuk kontak harus terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar, tahan lembab
dan secara mekanik cukup kuat. (PUIL 2000 5.4.1.2.1 hal 175)

Tusuk kontak yang tidak terlindung tidak boleh dibuat dari bahan yang mudah
pecah. (PUIL 2000 5.4.1.2.2 hal 175)

Sebagai pengecualian dari 5.4.1.2.1 di atas, tusuk kontak untuk kuat arus 16A ke
bawah pada tegangan rumah, boleh terbuat dari bahan isolasi yang tahan terhadap
arus rambat. (PUIL 2000 5.4.1.2.3 hal 175)

Sambungan antara tusuk kontak dan kabel fleksibel harus baik untuk menghindari
kerusakan mekanis. (PUIL 2000 5.4.1.3 hal 175)

simbol diagram

simbol diagram pengawatan

4. fuse
Menurut PUIL 2000 halaman 6, Fuse/Pengaman Lebur ialah bagian dari pengaman
lebur yang dirancang agar lebur bila pengaman lebur bekerja.

Menurut PUIL 2000 halaman 12, pengaman lebur (sekering) ialah gawai
penyakelaran dengan peleburan satu komponen atau lebih yang dirancang khusus
dan sebanding, yang membuka sirkit tempat pengaman lebur disisipkan dan
memutus arus bila arus tersebut melebihi nilai yang ditentukan dalam waktu yang
sesuai. Pengaman lebur meliputi semua bagian yang membentuk gawai
penyakelaran yang utuh (fuse ).

Fuse atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sekering adalah komponen yang
berfungsi sebagai pengaman dalam Rangkaian Elektronika maupun perangkat
listrik. Fuse (Sekering) pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat halus pendek yang
akan meleleh dan terputus jika dialiri oleh Arus Listrik yang berlebihan ataupun
terjadinya hubungan arus pendek (short circuit) dalam sebuah peralatan listrik /
Elektronika. Dengan putusnya Fuse (sekering) tersebut, Arus listrik yang
berlebihan tersebut tidak dapat masuk ke dalam Rangkaian Elektronika sehingga
tidak merusak komponen terdapat dalam rangkaian Elektronika yang bersangkutan.

Fuse (Sekering) terdiri dari 2 Terminal dan biasanya dipasang secara Seri dengan
Rangkaian Elektronika / Listrik yang akan dilindunginya sehingga apabila Fuse

(Sekering) tersebut terputus maka akan terjadi “Open Circuit” yang memutuskan
hubungan aliran listrik agar arus listrik tidak dapat mengalir masuk ke dalam
Rangkaian yang dilindunginya.

simbol diagram satu garis

weiring diagram
5. Kabel NYA
Kabel NYA adalah kabel yang mempunyai isolasi berupa PVC, dengan inti
tembaga tunggal yang pejal. Kabel NYA banyak digunakan dalam instalasi listrik
perumahan, yang merupakan kabel udara dengan karakteristik tidak tahan terhadap
panas. Untuk itu, pemasangan kabel NYA harus dilindungi oleh pipa PVC atau
pipa aluminium untuk mencegah terjadinya kerusakan fisik seperti keratin tikus,
terbakar, dll.
Kabel rumah tanpa selubung berisolasi PVC (yaitu NYA, NYAF) dan berisolasi
karet (NGA), tidak boleh dipasang di dalam atau pada kayu, dan tidak boleh pula
langsung pada, di dalam, atau di bawah plasteran. (PUIL 2000 7.12.1.1)
Kabel rumah berisolasi karet (NGA) dan berisolasi PVC (NYA) harus dipasang
didalam pipa instalasi; jika tidak, maka harus ditempuh cara-cara tersebut dalam
7.12.1 (PUIL 2000 7.13.3)
6. Kabel NYYHY
Nama kabel : Kabel termoplastik sedang berselubung termoplastik

Tegangan nominal (antara penghantar) : 600-1000 V

Jumlah inti :2 sampai dengan 7

Menurut PUIL halaman 281, kabel ini hanya cocok dalam ruang kering untuk
peralatan listrik domestic, juga dalam ruang lembab sementara. Dengan tekanan
mekanik sedang, misalnya: untuk mesin cuci, lemari es, dsb. NYYHY biasanya
berwarna hitam. Kabel-kabel ini berinti lebih dari 1 kabel. Biasanya digunakan
untuk instalasi didalam rumah yang tidak permanen, karena sifatnya fleksible dan
tidak mudah patah.

7. Lampu Pijar
Lampu pijar yang digunakan dalam praktikum bengkel listrik yaitu lampu Philip
40W/220V.

Menurut PUIL 2000 halaman 171, Lampu untuk penggunaan umum pada sirkit
penerangan tidak boleh dilengkapi dengan pangkal Edison E27 jika dayanya lebih
dari 300 W, juga tidak boleh dilengkapi dengan pangkal Goliath E40 jika dayanya
melebihi 1500 W. Di atas 1500 W hanya boleh digunakan pangkal lampu atau
gawai lampu yang khusus.

Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus
listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya.

simbol lampu pujar
8. Alat Pengukur dan Pembatas (APP)
Berikut ini ketentuan mengenai pemasangan APP:

Di APP terdapat meter energi,terminal netral, dan pembatas arus (MCB) yang
kemampuannya harus sesuai dengan paket daya pelanggan yang ditetapkan.

Bila jenis penghantar yang disambung berbeda, maka harus digunakan terminal
bimetal.

Meter energi yang dipasang pada APP harus sudah ditera oleh instansi yang
berwenang. Kotak APP harus dalam keadaan tersegel selama dioperasikan.

Pada APP harus tersedia juga terminal untuk pembumian BKT karena umumnya
kotak APP terbuat dari logam
APP harus dipasang dengan baik ditempat yang mudah dilihat dan dicapai untuk
kepentingan pencatatan rutin energi terpakai dan pemeriksaan (umumnya dengan
tinggi 1,80 meter).

kwh meter 3 fasa
Bagian-bagian kwh meter dan fungsinya.
a. Badan (body) terdiri dari :
Bagian atas
Bagian bawah
b. Kumparan arus terdiri dari :
Pada kwh metter 1 fasa kumparan arus 1 set
Pada kwh metter 3 pasa 3 kawat kumparan arus 2 set.
Pada kwh metter 3 pasa 4 kawat kumparan arus 3 set.
Pada kumparan arus dilengkapi dengan kawat tahanan atau lempengan besi yang
berfungsi sebagai pengatur cosines phi (faktor kerja)
Kumparan tegangan terdiri dari : Pada kwh 1 phasa
c. Piringan

Piringan kwh meter ditempatkan dengan 2 buah bantalan (atas dan bawah) yang
digunakan agar piringan kwh meter dapat berputar dengan mendapat gesekan
sekecil mungkin.

d. Circuit breaker (MCB)
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, MCB inilah komponen yang bertugas
memutus aliran listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan oleh konsumen
atau bila terjadi gangguan hubungan singkat dari suatuperalatan listrik rumah. Saat
melakukan perbaikan instalasi listrik rumah, komponen ini sebaiknya dimatikan

e. Meter listrik
sebagai penunjuk besarnya daya listrik yang telah digunakan pelanggan. Satuannya
dalam kwh (kilowatt hour). Indikatornya terlihat dari angka-angka yang tercatat.
Petugas PLN yang rutin berkunjung tiap bulan selalu mencatat angka-angka ini. .

f. Spin control
merupakan sebuah komponen yang bekerja dengan berputar bila terjadi pemakaian
daya listrik. Semakin besar daya yang digunakan maka perputaran akan semakin
cepat. Besarnya daya pemakaian akan dicatat oleh “meter listrik” dan bila
kelebihan akan dibatasi oleh MCB

g. Pengaman listrik (sekring atau panel hubung bagi)
fungsi utamanya adalah mengamankan instalasi bila masalah seperti hubung
pendek diperalatan listrik dengan cara memutuskan arus listriknya.

h. Spesikasi kwh meter
merek : nama perusahaan yang membuat kwh meter

type, jenis, model : identitas meter oleh pabrik

tahun : tahun pembuatan kwh meter

nomor : nomor seri dari pabrik

tegangan nominal kumparan : missal 3 x 230/400V

arus nominal kumparan magnet (arus) : misal 5(20)A

arus nominal = 5A dengan batas kesalahan terkecil

kumparan sanggup dialuri arus 20A dengan kesalahan masih batas yang diijinkan

class : angka/kategori yang menentukan ketelitian keh meter (limit error)
frekuensi : frekuensi nominal dari kumparan tegangan (Hz)
tanda panah : arah putaran piringan kwh meter yang benar
constata meter : besaran pada kwh meter yang menyatakan hubungan antara hasil
putaran dengan energy yang terpakai disimbol (C) dalam satuan revulsi/kw
9. Proses pemasangan
Berikut langkah-langkah pemasangan instalasi penerangan 3 fasa in plaster
1. Menyiapkan gambar kerja pada kertas mengenai rancangan instalasi

penerangan 3 fasa yang akan dipasang
a. Diagram Kerja

b. Diagram Lokasi

c. Diagram Pengawatan
d. Diagram Pengawatan Panel

e. Diagram Pengawatan APP 3 fasa

2. Mendata dan menyiapkan komponen yang dibutuhkan (Bill of Quantity).
3. Menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan
4. Memakai dan memperhatikan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memulai
pekerjaan
5. Memasukkan kabel ke dalam pipa sesuai dengan yang telah di desain dan jangan
lupa untuk menandai kabel tersebut agar suatu saat tidak bingung memasang
komponen yang telah dipersiapkan
6. Merencanakan dan membuat panel.

a. Lakukan pemasangan komponen pada panel. Usahakan tata letak komponen
serapi mungkin sesuai dengan “Layout Panel”, hal ini bertujuan agar ketika terjadi
kerusakan dapat diperbaiki dengan mudah (pengecekan/maintenance).

b. Lakukan penyambungan pada komponen sesuai dengan Wiring Diagram Panel.
Hal yang perlu diperhatikan adalah, pada tiap pemasangan sumber harus melalui
line up terminal. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerusakan pada komponen lain.

c. Setelah pengawatan pada panel selesai, maka panel siap untuk dipasang dan
dihubungkan dengan beban. Ujung-ujung kabel yang terhubung pada beban,
langsung disambungkan pada masing-masing pengaman yang telah ditentukan
sebelumnya. Setelah semua tersambung dengan rapi, maka instalasi siap untuk diuji

7. Melaksanakan commissioning dalam keadaan tidak bertegangan meliputi
Pemeriksaan Kontinuitas dan Pemeriksaan Tahanan Isolasi

8. Pemasangan APP 3 fasa.

9.Melaksanakan commissioning dalam keadaan bertegangan tanpa beban meliputi
Pemeriksaan Urutan Fasa dan Pemeriksaan Nominal Tegangan.

10. Penyambungan kWh-meter dengan sumber tegangan menggunakan kabel
NYYHY.

11. Memasang Lampu dan Heater sebagai beban untuk membuktikan pemasangan
instalasi benar-benar berhasil.

12. Melaksanakan commissioning dalam keadaan bertegangan dan berbeban yang
meliputi Uji Nominal Tegangan, Uji Arus, dan Uji Beban

Daftar Pustaka
[1] M. Kharis, Memelihara Panel Listrik. Departemen Pendidikan Nasional,
2005.
[2] ‘laporan penerangan 3 fasa’, Scribd. [Online].
Available: https://www.scribd.com/doc/248225575/laporan-penerangan-3-fasa.
[Accessed: 07-Oct-2018].
[3] Djoko Laras B.T, Jobsheet Praktek Instalasi Listrik Industri. Jurusan
Pendidikan Teknik Elektro FT UNY, 2013.
[4] R. F. Dziuba, D. G. Jarrett, L. L. Scott, and A. J. Secula, ‘Fabrication of
High-Value Standard Resistors’, IEEE Transactions on Instrumentation and
Measurement, vol. 48, no. 2, Jan. 1999.


Click to View FlipBook Version