Kelompok 1 Tugas Sejarah Organisasi Legal Masa Pendudukan Jepang
Devita Sulistya Ningrum (9) Diah Anggun Sofiah L (10) Hayuni Mas Lestari (14) Keisya Beauty Stanza (17) Maharani Anggita Putri (18) Nayla Suci Ramadhani (25) Rama Dhani Putri (27) Rina Maulida Jamila (28) Sofia Dwi Utari (33) Anggota Kelompok 1
Indonesia memiliki berbagai organisasi pergerakan nasional masa pendudukan Jepang. Berbagai organisasi ini terbentuk karena Jepang mendirikan pemerintahan militer dan sipil di Indonesia. Tujuannya untuk mendukung seluruh pemerintahan yang dijalankan oleh Jepang. Indonesia memiliki Organisasi Legal atau Resmi antara lain : • Gerakan 3A • PUTERA • Jawa Hokokai • Chuo Sangi in dan Chuo Sangi Kai Organisasi Legal Masa Pendudukan Jepang
Gerakan 3A dibentuk pada tanggal 29 April 1942, di tanah Jawa bertepatan dengan Hari Nasional Jepang, yaitu hari kelahiran Kaisar Hirohito (Tencosetsu). Gerakan 3A dipelopori oleh Hitoshi Shimizu yaitu seorang ahli propaganda Jepang. Hitoshi Shimizu menunjuk tokoh pergerakan nasional, Mr Syamsudin (Raden Sjamsoeddin) sebagai ketua dan memiliki anggota antara lain, Mohammad Saleh dan K. Sultan Pamuntjak. Di dalam gerakan 3A dibentuk subseksi Islam yang disebut "Persiapan Persatuan Umat Islam" dipimpin oleh Abikusno Cokrosuyoso. Gerakan 3A
3 2 1 Tujuan Gerakan 3A Mendekati para tokoh nasionalis Indonesia agar mau bergabung dengan Jepang. Meyakinkan rakyat Indonesia bahwa Jepang adalah negara terkuat di Asia. Menarik simpati rakyat Indonesia untuk membantu Jepang dalam Perang Dunia. Memberi jaminan keamanan bagi rakyat Indonesia. Memberi peluang bagi pemimpin Indonesia dalam pemerintahan. 5 4
gerakan PUTERA Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, terdapat organisasi Pusat Tenaga Rakyat (Putera) yang didirikan Jepang untuk kepentingannya. Meski begitu Putera dipimpin oleh tokoh nasional Indonesia. Putera dibentuk pada 16 April 1943. Putera didirikan oleh Pemerintah Jepang dan menunjuk 4 serangkai yaitu, Ir. Soekarno, Ki Hajar Dewantara, Drs. Moh. Hatta dan K.H Mas Mansyur. Pembentukan Putera tentu didasari atas tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh pihak Jepang.
Organisasi PUTERA dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1944. Organisasi Putera dibubarkan dikarenakan Jepang ketakutan akan adanya sebuah perlawanan dari bangsa Indonesia. Putera sendiri dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai media berjuang para tokoh nasional Indonesia. Dengan demikian, Jepang membubarkan PUTERA karena lebih menguntungkan bangsa Indonesia daripada Jepang dan menggantinya dengan membentuk Jawa Hokokai. Tujuan PUTERA Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum Nasionalis dan kaum Intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya untuk kepentingan perang melawan sekutu, dan diharapkan dengan adanya pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan ini.
Jawa HOKOKAI Himpunan Kebaktian Rakjat (奉公会, Hōkōkai) merupakan perkumpulan yang dibentuk oleh Jepang pada 8 Januari 1944 sebagai pengganti Pusat Tenaga Rakyat. Hokokai awalnya dibentuk di Jawa oleh Panglima Tentara Keenam belas, Jendral Kumakici Harada.Berbeda dengan Poetera yang telah didirikan sebelumnya, Hokokai tidak memasukkan unsur pejabat Jepang di dalam organisasinya.
Tujuan jawa Hokokai Tujuan pendirian organisasi ini adalah untuk penghimpunan tenaga rakyat, baik secara lahir ataupun batin sesuai dengan hokosishin (semangat kebaktian). Tujuan pendirian organisasi ini adalah untuk penghimpunan tenaga rakyat, baik secara lahir ataupun batin sesuai dengan hokosishin (semangat kebaktian). Adapun yang termasuk semangat kebaktian itu di antaranya mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bukti. Menumbuhkan persatuan dan semangat rakyat Indonesia. -Menghimpun kekuatan rakyat Indonesia -Mencari dukungan rakyat Indonesia untuk menghadapi Perang Pasifik
1. Jenderal Kumakici Harada 2. Ir. Soekarno 3. Hasyim Asy'ari 4. Nyonya Sunarjo Mangunpuspito 5. Kuniaki Koiso Anggota Jawa Hokokai Jenderal Kumakici Harada Ir. Soekarno Kuniaki Koiso Hasyim Asy'ari Sunarjo Mangunpuspito
Chuo sangi in & Chuo sangi kai Chuo Sangi-In (中央参議院, Chūō San'gi In) adalah dewan atau badan pertimbangan pusat pada saat pendudukan Jepang di wilayah Indonesia. Pada 5 September 1943, Saikou Shikikan (panglima tertinggi) Kumaikici Harada mengeluarkan osamu seirei nomor 36 dan 37 tentang pembentukan Chuo Sangi-In (Dewan Pertimbangan Pusat) dan Chuo Sangi Kai (Dewan Pertimbangan Keresidenan). Pembentukan ini juga diiringi dengan kewajiban melibatkan tokoh-tokoh Indonesia sebagai penasihat dan pelaksana ke dalam organisasi pemerintah secara resmi.Pimpinan pertama Chuo Sangi In adalah Ir. Soekarno yang didampingi dua orang wakil ketua, yaitu R.M.A.A. Kusumo Utoyo dan dr. Buntaran Martoatmojo
Tujuan Chuo sangi in & Chuo sangi kai Anggota Chuo Sangi In terdiri dari 23 orang yang diangkat panglima tertinggi (最⾼指揮官, Saiko Shikikan), 2 orang dipilih Chuo Sangi Kai dan Dewan Pertimbangan Kotapraja (特別市参議会, Tokubetsu-shi Sangi-kai), dan 2 orang diusulkan oleh negeri berkerajaan (公地, kooti atau koci), dr Abdoel Rasjid, dr Boentaran Martaatmadja, Kiai Haji Bagoes Hadikoesoema, Ki Hdjar Dewantara, Kiai Haji Abdoel Halim, Drs. Mohammad Hatta, Prof. Hoesein Djajdiningrat, Raden Mas Aria Mansoer, Oey Tiong Tjoei, Oey Tjoung Hauw, R. Otto Iskandar Dinata, Mr. R. Samsudin, Mr. R. Sartono, R. Soekardjo Wirjopranoto, Ir. Soekarno, Kanjeng Pangeran Arya Soerjadiningrat, R. Pandji Soerso, Kiai Haji Wahcid Hasjim, Kanjeng Raden. • Chuo sangi-in bertujuan mengajukan usul kepada pemerintah serta menjawab pertanyaan pemerintah mengenai soal-soal politik. • Chuo sangi-in juga berwenang menyarankan tindakan yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Militer. Anggota Chuo sangi in & Chuo sangi kai
Anggota Chuo Sangi In ditambah dari 23 orang ditambah menjadi 28 orang. Lima orang anggota baru yang masuk adalah R. Abikusno Cokrosuyoso, R.Margono Joyodikusumo, Mr. R. W. Sumanang, Mr. R. Sujono, dan R. Gatot Mangkuprojo. Pada tanggal 7 November 1944 anggota keseluruhan ditambah lagi menjadi 60 orang. Ada beberapa tokoh penting yang ikut masuk seperti Moh. Yamin, Mr. J. Latuharhary, Abdurrahman Baswedan, dan seorang berkebangsaan Tiongkok Yap Cwan Bing.
Terima Kasih Semoga Bermanfaat