Pendidikan Pancasila Kamus Digital X1 - 3 Amadea Nasya Juwono 1
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan penyusunan kamus ini. Kamus ini disusun sebagai upaya untuk memberikan pemahaman dan ilmu yang lebih luas mengenai kata-kata istilah yang sering digunakan dalam Pendidikan Pancasila. Saya sebagai penulis dari kamus ini menyadari bahwa kamus ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak hal yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan masukan, kritik, dan saran yang konstruktif dari para pembaca untuk perbaikan kamus ini di masa mendatang. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan kamus ini. Semoga kamus ini dapat bermanfaat dan menjadi kontribusi positif bagi peningkatan kualitas Pendidikan Pancasila di Indonesia. Kata Pengantar 2
Bab 1 1. Anarki : Istilah untuk orang-orang penganut paham “anarkisme”. 2. Despotisme : Bentuk pemerintahan dengan satu penguasa, baik individual maupun oligarki, yang berkuasa dengan kekuatan politik absolut. Despotisme dapat berarti tiran, atau absolutisme; atau diktatorisme. 3. Dolmen : Meja batu tempat meletakkan sesaji pengorbanan yang berdasarkan kepercayaan kuno peninggalan pada zaman Batu Besar. 4. Federasi : Gabungan beberapa perhimpunan yang bekerja sama dan seakan-akan merupakan satu entitas badan, namun hakikatnya tetap berdiri sendiri. 5. Feodalisme : Struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan di kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra. 6. Filosofis : Hasil dari konsep pemikiran manusia dalam menilai suatu objek tertentu secara arif dan bijaksana. 7. Fundamental : Bersifat dasar (pokok) atau hal yang mendasar. 8. Gunseikan : Kepala pemerintahan militer pada masa penjajahan. 9. Hierarkis Piramidal : Tingkat yang dipergunakan untuk menggambarkan hubungan bertingkat dari sila-sila Pancasila dalam urutan luas cakupan dan juga isi pengertian. 10. Humanisme : Pemikiran filsafat yang mengedepankan nilai dan kedudukan manusia serta menjadikannya sebagai kriteria dalam segala hal. 3
Bab 1 11. Ideologi : Ilmu pengetahuan tentang ide-ide, atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. 12. Imperialisme : Sebuah kebijakan dimana sebuah negara besar dapat memegang kendali atau pemerintahan atas daerah lain agar negara itu bisa dipelihara atau berkembang. 13. Internasionalisme : Gerakan yang mengusung kerja sama ekonomi dan politik antarbangsa yang lebih besar demi kemaslahatan bersama. 14. Kolonialisme : Suatu sistem dimana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negara asal tersebut. 15. le desir d’etre ensemble : Kehendak akan bersatu, satu gerombolan manusia yang mau bersatu, yang merasa dirinya bersatu. 16. Liberalisme : Sebuah ideologi politik, pandangan filsafat politik dan moral yang didasarkan pada kebebasan, persetujuan dari yang diperintah dan persamaan di hadapan hukum. 17. Menhir : Batu tunggal yang biasanya berukuran besar dan ditatah seperlunya sehingga berbentuk tugu diletakkan berdiri tegak di atas tanah. 18. Mutu produk : Mendorong peningkatan kualitas dalam kualitas barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen. 19. Nasionalisme : Sebuah ideologi yang berdasarkan rasa cinta terhadap tanah kelahirannya. 20. Oligarkis : Sebuah bentuk pemerintahan dengan struktur kekuasaan di mana kekuasaan berada di tangan segelintir orang. 4
Bab 1 21. Patriotisme : Sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. 22. Pedoman : Kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan. 23. Pengejawantahan : Mewujudkan, menjelma, menjadi berwujud. 24. Philosophische grondslag : Dasar filosofis atau landasan filosofis. 25. Propaganda : Serangkaian pesan dengan tujuan agar dapat mempengaruhi pendapat seseorang, tindakan masyarakat atau sekelompok orang. 26. Rasionalisme : Aliran filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran dapat diperoleh hanya melalui hasil pembuktian, logika dan analisis terhadap fakta. 27. Redaksi : Badan yang menyusun tulisan dalam surat kabar atau penerbitan berita dalam sebuah media massa. 28. Sarkofagus : Sebuah wadah pemakaman yang umumnya terbuat dari batu dan terletak di atas tanah. 29. Universal : Adjektiva atau kata sifat yang memiliki arti “umum”. 30. Unifikasi : Hal menyatukan atau penyatuan maupun hal menjadikan seragam. 5
Bab 2 1. Absolut : Tidak terbatas atau mutlak. 2. Alinea : Satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. 3. Asas proporsionalitas : Asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban Penyelenggara Negara. 4. Belenggu : Sesuatu yang mengikat atau membatasi kebebasan. 5. Berserikat : Hak seseorang untuk bergabung dengan suatu kelompok dan juga keluar dari kelompok tersebut secara sukarela. 6. Deklarasi : Pernyataan resmi yang mengumumkan suatu hal kepada publik. 7. Demokratis : Istilah yang berkaitan dengan demokrasi, yaitu sistem pemerintahan di mana kekuasaan berada di tangan rakyat. 8. Demonstrasi : Tindakan protes yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menyampaikan aspirasi atau ketidakpuasan mereka terhadap suatu isu atau kebijakan. 9. Dialog : Proses komunikasi antara dua pihak atau lebih untuk mencapai pemahaman bersama atau menyelesaikan perbedaan. 10. Diskriminasi : Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya). 6
Bab 2 11. Falsafah : Pandangan hidup yang mendasar dan menyeluruh yang menjadi dasar berpikir, bersikap, dan bertindak. 12. Hakikat : Kenyataan atau fakta yang sesungguhnya. 13. Ideal : Konsep atau standar yang dianggap sempurna dan dijadikan tujuan untuk dicapai. 14. Instrumental : Sesuatu yang berfungsi sebagai alat atau saran untuk mencapai tujuan tertentu. 15. Kasasi : Salah satu upaya hukum biasa yang dapat diminta oleh salah satu atau kedua belah pihak (terdakwa atau penuntut) terhadap suatu putusan pengadilan tinggi. 16. Kolektif : Sekumpulan pribadi yang bekerja sama untuk tujuan tertentu tanpa adanya hierarki di dalamnya. 17. Komite : Sekelompok orang yang dipilih untuk melakukan suatu layanan atau fungsi, untuk menyelidiki, melaporkan, atau bertindak atas suatu masalah tertentu. 18. Konstitusi : Keseluruhan sistem ketatanegaraan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk dan mengatur/memerintah dalam pemerintahan suatu negara. 19. Konvensi : Permufakatan atau kesepakatan terutama mengenai adat, tradisi dan sebagainya. 20. Kondusif : Merasa aman dan nyaman bila dilihat dari pengertiannya dalam pembelajaran. 7
Bab 2 21. Luhur : Nilai-nilai atau sifat-sifat yang sangat baik dan mulia yang diharapkan untuk diterapkan oleh setiap warga negara dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 22. Majelis : Pertemuan dan perkumpulan orang banyak atau bangunan tempat orang berkumpul. 23. Pamflet : Publikasi singkat yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau propaganda kepada publik. 24. Pawai : Kegiatan di mana sekelompok orang berbaris atau berjalan bersama untuk merayakan, memperingati, atau memprotes suatu hal. 25. Pidato : Bentuk komunikasi lisan yang disampaikan di depan umum untuk menyampaikan informasi, pendapat, atau pesan tertentu. 26. Praksis : Penerapan teori atau konsep dalam tindakan nyata. 27. Rapat Pleno : Rapat yang diadakan oleh pengurus yang diikuti oleh seluruh perangkatnya termasuk Dewan Pertimbangan dan Badan-Badan Kelengkapan dengan maksud menghasilkan sebuah keputusan. 28. Rule of law : Kedaulatan hukum yaitu prinsip dimana hukum yang berlaku ditegakkan secara adil dan menyeluruh, serta semua orang, termasuk pemerintah, tunduk pada hukum. 29. Syariat : Hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah Swt., hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitar berdasarkan Alquran dan hadis. 30. Vonis : Putusan hakim pada sidang pengadilan yang berkaitan dengan persengketaan di antara pihak yang maju ke pengadilan. 8
Bab 3 Amalgamasi : Proses pencampuran dua atau lebih kelompok atau budaya yang berbeda menjadi satu kesatuan yang harmonis. 1. Animisme : Kepercayaan bahwa benda-benda mati, alam, dan fenomena alam memiliki roh atau jiwa. 2. Antargolongan : Berhubungan dengan hubungan atau interaksi antara kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat. 3. 4.Buddhayah : Berasal dari kata "buddhi" yang berarti akal atau pikiran. 5.Cultuur : Kata Belanda yang berarti "budaya." Dinamisme : Kepercayaan bahwa kekuatan gaib atau kekuatan spiritual mengendalikan alam dan kehidupan manusia. 6. Fanatisme : Sikap yang berlebihan dalam menganut atau mendukung sesuatu, seringkali tanpa toleransi terhadap pandangan lain. 7. 8.Geografis : Berhubungan dengan letak dan kondisi wilayah. 9.Harmonis : Keadaan yang selaras dan seimbang. 10.Itikad : Niat atau kehendak yang baik. 9
Bab 3 11. Keselarasan : Keadaan yang seimbang dan sesuai antara berbagai elemen dalam masyarakat. 12. Keserasian : Kesesuaian atau keharmonisan antara berbagai unsur dalam masyarakat. 13. Kesusilaan : Norma dan nilai yang mengatur perilaku manusia agar sesuai dengan moral dan etika. 14. Khasanah : Kumpulan nilai, tradisi, dan warisan budaya yang dimiliki oleh suatu masyarakat. 15. Kontinuitas : Kesinambungan atau kelangsungan suatu hal dari masa lalu ke masa kini. 16. Kerakyatan : Sistem pemerintahan atau nilai yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. 17. Matrilineal : Sistem kekerabatan yang menelusuri garis keturunan ibu. 18. Majelis : Pertemuan dan perkumpulan orang banyak atau bangunan tempat orang berkumpul. 19. Mufakat : Kesepakatan bersama yang dicapai melalui musyawarah. 20. Mutualisme : Hubungan yang saling menguntungkan antara dua pihak atau lebih. 10
Bab 3 21. Pikul : Secara harfiah berarti memikul atau membawa beban bersama. 22. Patriotisme : Sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. 23. Praksis : Penerapan teori atau konsep dalam tindakan nyata. 24. Propaganda : Serangkaian pesan dengan tujuan agar dapat mempengaruhi pendapat seseorang, tindakan masyarakat atau sekelompok orang. 25. Ras Asiatik Mongoloid : Kelompok ras manusia yang umumnya memiliki ciri-ciri fisik seperti kulit kuning hingga coklat, mata sipit, dan rambut lurus. 26. Ras Kaukasoid : Salah satu kelompok ras manusia yang umumnya berkulit terang, berasal dari Eropa, Timur Tengah, dan sebagian Asia Selatan. 27. Ras Melanesoid : Kelompok ras manusia yang umumnya memiliki kulit gelap, rambut keriting, dan fitur wajah khas. 28. Sabilulungan : Istilah dari bahasa Sunda yang berarti "gotong royong" atau kerjasama. 29. Silimo : Istilah yang digunakan oleh masyarakat suku Dani di Papua untuk menyebut desa atau kampung mereka. 30. Sintuwu nosiolopale : Istilah dari Sulawesi Tengah yang berarti "bersatu kita teguh." 11
Bab 4 1. Apatride : Seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan. 2. Bipatride : Seseorang yang memiliki kewarganegaraan ganda. 3. Citizen : Warga negara yang memiliki hak dan kewajiban dalam suatu negara. 4. Direct democracy : Demokrasi langsung dimana rakyat secara langsung berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik. 5. Golongan putih : Istilah untuk orang yang tidak memberikan suaranya dalam pemilu atau tidak memilih. 6. Hak asasi : Hak-hak dasar yang dimiliki setiap manusia sejak lahir yang bersifat universal dan tidak dapat dicabut. 7. Inisiatif : Kemampuan untuk memulai sesuatu atau bertindak sebelum orang lain melakukannya. 8. ius sanguinis : Prinsip kewarganegaraan berdasarkan garis keturunan. 9. ius soli : Prinsip kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran. 10. Kapitalis : Sistem ekonomi di mana alat-alat produksi dimiliki dan dioperasikan oleh individu atau perusahaan swasta untuk mendapatkan keuntungan. 12
Bab 4 11. Landasan operasional : Prinsip atau pedoman yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan suatu kegiatan. 12. Liberalis : Ideologi yang menekankan kebebasan individu, hak asasi manusia, dan pemerintahan terbatas. 13. Menwa : Organisasi mahasiswa yang bertugas untuk membantu pertahanan negara dan kegiatan kemasyarakatan. 14. Multipatride: Seseorang yang memiliki lebih dari dua kewarganegaraan. 15. Nondiskriminatif : Tidak membedakan perlakuan berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, atau karakteristik lainnya. 16. Normatif : Berkaitan dengan norma atau aturan yang harus diikuti. 17. Political equality : Prinsip kesetaraan politik di mana semua warga negara memiliki hak yang sama dalam proses politik. 18. Pramuka : Organisasi kepanduan yang bertujuan mendidik generasi muda melalui kegiatan yang mengembangkan keterampilan, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air. 19. Publisitas : Penyebaran informasi kepada publik. 20. Sarana dan prasarana : Fasilitas dan infrastruktur yang mendukung terlaksananya suatu kegiatan atau proses. 13
Bab 4 21. Siskamling : Sistem keamanan berbasis komunitas untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan sekitar. 22. Sosiologis : Berkaitan dengan masyarakat dan hubungan sosial. 23. Sosialis : Ideologi yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi dan distribusi kekayaan secara lebih merata. 24. Stelsel aktif : Sistem kewarganegaraan di mana seseorang harus melakukan tindakan tertentu, seperti mengajukan permohonan, untuk menjadi warga negara. 25. Stelsel pasif : Sistem kewarganegaraan di mana seseorang secara otomatis menjadi warga negara tanpa harus melakukan tindakan tertentu. 26. Substantif : Berkaitan dengan substansi atau isi yang mendasar. 27. Turis : Orang yang bepergian untuk liburan atau tujuan rekreasi. 28. Vonis : Putusan hakim pada sidang pengadilan yang berkaitan dengan persengketaan di antara pihak yang maju ke pengadilan. 29. Wisatawan : Orang yang melakukan perjalanan untuk tujuan rekreasi, pendidikan, atau budaya. 30. Yuridis : Berkaitan dengan hukum atau sistem hukum. 14
Sumber 1 : https://kbbi.web.id/ Sumber 2 : https://kumparan.com/ Daftar Pustaka 15
Thank You 16