Koneksi Antar Materi
Pengambilan Keputusan Sebagai
Pemimpin Pembelajaran
Modul 3.1.a.9
Tinna Dewi Fitriana S.Pd CGP Angkatan 4 Kota Bandung
FASILITATOR IMRAN TULULI PP ANI SUMARNI
.
“Mengajarkan anak menghitung itu baik ,namun mengajarkan mereka yang berharga /utama adalah
yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best)
BOB TALBERT
Menurut pendapat saya,kutipan di atas adalah bisa digambarkan bahwa kita sebagai pendidik dan
orang tua tidak boleh hanya focus mengajarkan dan menerapkan mengasah kecerdasan
intelegensia anak saja.Tetapi ajarkan mereka agar terlebih dahulu mampu membedakan baik dan
buruk ,penuh kasih sayang,berkarakter,baru kemudian didiklah mereka agar memiliki kecerdasan
emosional ,intelegensia dan sosial.
PENGARUH NILAI-NILAI dan PRINSIP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Nilai-nilai dari kita sebagai pendidik tentunya sangat berpengaruh terhadap prinsip-prinsip
pengambilan keputusan yang akan kita ambil. Ketika seorang pendidik sudah kehilangan idealisme
dalam dirinya dan berdiri di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya,atau bahkan seorang
pendidik sudah hilang nilai-nilai kejujuran dalam kesehariannya maka pengambilan keputusan
lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada tanggung jawabnya sebagai seorang
pendidik.Namun sebaliknya jika seorang pendidik mempunyai integritas yang baik,menjunjung
tinggi nilai kejujuran,juga keyakinan yang baik akan agama yang dianutnya,dan percaya akan
dimintai pertanggungjawabannya sekarang di dunia dan kelak di akhirat maka tentunya seorang
pendidik akan berpegang teguh pada keyakinan dan kebenaran.
SESI COACHING DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pendampingan dengan pendamping pada saat sesi COACHING sangat membantu
pendidik dalam proses belajar dan mengajar dalam mengambil keputusan .Dalam sesi
COACHING pendidik sebagai coach dapat mengeksplore potensi coachee secara
optimal dan mampu mengembangkan potensi coachee.Tentunya hal ini akan
berimbas kepada keputusan yang dihasilkan yaitu suatu keputusan yang berpihak
pada murid demi mewujudkan merdeka belajar.
SALING KETERKAITAN
BUDAYA. POSITIF NILAI DAN PERAN COAC.HING
GURUPEN.GGERAK
SOSIAL EM. OSIONAL MERDEKA.BELAJAR .
DIFERENSIASI
Koneksi Antar materi
Modul 1 Modul 2 Modul 3
. . .
.
Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa atau murid di
bawah pengawasan pendidikan formal yang berperan dalam menggali
potensi,mengembangkan dan mendorong murid agar lebih optimal dalam
mengembangkan potensinya tersebut.
SEBAGAI PENDIDIK GURU BERPERAN DALAM PROSES BELAJAR/MENGAJAR
FILSAFAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA
Filsafat Ki Hajar Dewantara atau biasa disebut KHD disebut filsafat pendidikan among yang di
dalamnya merupakan konvergensi dari filsafat progesivisme tentang kemampuan kodrati anak
didik untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan memberikan kebebasan
berfikir seluas-luasnya.
TRILOGI FILSAFAT KI HAJAR DEWANTARA
Ing ngarso sung tulodo
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani
NILAI dan PERAN GURU PENGGERAK SERTA BUDAYA POSITIF
Nilai-nilai dan kemanusiaan yang harus dimiliki seorang pendidik adalah:
1.Kejujuran
2.Kepedulian
3.Tanggung jawab
4. Toleransi
5.Keadilan
6.Kebenaran
Guru sebagai pemimpin pembelajaran mempunyai peran sentral dalam mendidik murid terutama
budi pekertinya(BUDAYA POSITIF)
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI dan KSE serta PROSES COACHING
Sebagai seorang pendidik harus mampu menjembatani perbedaan dan gaya belajar murid di kelas
sehingga dalam proses pembelajaran murid mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan dan
sesuai dengan profil belajar mereka masing-masing .Untuk itu diperlukan pengambilan keputusan
yang tepat yang terakomodir dengan baik.Kompetensi sosial dan emosional diperlukan agar guru
dapat focus memberikan pelajaran yang dapat mengambil keputusan dengan tepat dan
bijak.Proses coaching dibutuhkan agar murid dapat memunculkan potensi semaksimal mungkin
dan guru mampu mewujudkan merdeka belajar di sekolah.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
Dalam pengambilan keputusan yang tepat seorang pendidik harus memperhatikan :
1.EMPAT PARADIGMA DILEMA ETIKA :individu vs kelompok,keadilan vs rasa kasihan,jangka
panjang vs jangka pendek,kebenaran vs kesetiaan
2.TIGA PRINSIP BERPIKIR:Berpikir berbasis akhir,Berpikir berbasis peraturan,dan berpikir
berbasis rasa peduli.
3.SEMBILAN LANGKAH PENGUJIAN KEPUTUSAN: nilai yang bertentangan,siapa yang
terlibat,fakta-fakta yang terjadi,pengujian benar atau salah(uji legal,uji regulasi,uji intuisi,uji
publikasi dan uji idola/panutan;pengujian paradigma benar vs benar,prinsip pengambilan
keputusan,investigasi opsi trilema,buat keputusan,lihat kembali keputusan dan refleksikan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG TEPAT
BERDAMPAK POSITIF PADA HASIL AKHIR
TERCIPTANYA SUASANA YANG KONDUSIF
AMAN,NYAMAN,TERPERCAYA DAN MENYENANGKAN
BERBASIS PADA MERDEKA BELAJAR
MAMPU MEMUNCULKAN POTENSI DAN KEMAMPUAN MURID
BERPENGARUH TERHADAP MASA DEPAN MURID
KESULITAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP KASUS DILEMA ETIKA
Berbenturan dengan peraturan dan nurani seringkali merupakan pilihan yang sulit namun tetap
harus kita lakukan.Walaupun intuisi dapat memberikan keberanian pada diri kita untuk tetap
berpegang teguh pada pendirian kita,tetapi tetap teori tidak semudah dalam penerapan di
lapangannya.Ditambah terkadang situasi dan kondisi tidak mendukung dan justru terkesan
memburu kita untuk melakukan suatu hal yang bertentangan dengan keinginan pribadi .Belum lagi
sulitnya meyakinkan orang lain bahwa pengambilan keputusan yang kita lakukan sudah tepat dan
merupakan jalan terbaik untuk semua pihak yang terlibat .
Pendidik sebagai pengambil keputusan memiliki peran yang sentral dan
berpengaruh dalam mengajar dan mendidik anak,terutama dalam
pembentukan karakter dan budi pekertinya.BUDAYA POSITIF yang
tumbuh di sekolah ,KSE yang matang merupakan modal utama guru
dalam mengambil keputusan yang tepat di sekolah.Ditambah
penerapan pembelajaran yang terintegrasi pembelajaran
BERDIFERENSIASI membuat guru mampu mengoptimalkan
kemampuan murid melalui proses COACHING yang tepat dan akan
mewujudkan MERDEKA BELAJAR.
KESIMPULAN
Terima kasih
Guru bergerak Indonesia maju