WAJIK
(BAJE KETAN)
LAPORAN KEGIATAN
PROJEK PENGUATAN PROFIL
PELAJAR PANCASILA
Tema
Kewirausahaan
Topik
Membangun jiwa aenterpreneur melalui
pembuatan Baje Ketan (Wajik)
UPTD SPF SMPN 2 WATANSOPPENG
2022
PENDAHULUAN
Menurut data Statistik Perkebunan tahun 2015 Sulawesi Selatan
adalah salahsatu sentra penghasil gula aren terbesar di Indonesia
termasuk Kabupaten Soppeng, tepatnya di Kecamatan Lalabata Desa
Umpungeng. Hal tersebut menjadikan gula aren mudah untuk
didapatkan di pasaran. Dengan ketersediaannya yang melimpah, tentu
gula aren memiliki nilai jual yang bisa
menjadi peluang wirausaha. Salah satu olahan makanan tradisional khas
Kabupaten Soppeng yang menggunakan gula aren adalah Baje Ketan
(Wajik), selain menggunakan gula aren, Baje Ketan juga menggunakan
beras sebagai bahan yang mudah didapatkan. Melalui projek
pembuatan Baje Ketan (Wajik) peserta didik dapat mengenal olahan
tradisional dan dapat memanfaatkan aset di Kabupaten Soppeng agar
dapat bernilai jual dan menjadi peluang usaha.
Baje Ketan (Wajik) merupakan salah satu makanan tradisional khas Bugis
khususnya Kabupaten Soppeng. Melalui projek yang akan dilakukan
dengan tema Kewirausahan dengan topik Baje Ketan (Wajik), peserta
didik diharapkan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di
Kabupaten Soppeng dan menjadikannya peluang usaha sekaligus mampu
melestarikan makanan tradisional daerah setempat. Projek ini
diharapkan mampu mengembangkan Profil Pelajar Pancasila kepada
peserta didik dengan membangun jiwa entrepreneur sejak dini melalui
proses pembuatan Baje Ketan (Wajik) mulai dari menyediakan alat,
memilih bahan, pembuatan, pengemasan hingga proses pemasaran.
ISI
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menyampaikan
pelaksanaan P5 di SMPN 2 Watansoppeng berjalan lancar dengan semangat
peserta didik yang luar biasa sehingga mereka mampu merampungkan kegitan ini
seperti yang kita saksikan bersama. Pelaksanaan P5 berfokus pada siswa kelas VII
yang telah menerapkan kurikulum Merdeka. Jumlah siswa sebanyak 129 orang,
laki-laki 53 orang dan perempuan berjumlah 76 orang. Waktu Pelaksanaan
selama 2 minggu yaitu minggu 2 dan 3 September.
Langkah pertama yang dilakukan adalah merancang alokasi waktu projek dan
dimensi yang dilakukan. Berdasarkan hal tersebut, pada semester Ganjil tahun
pelajaran 2022-2023 akan dilaksanakan 2 projek dan semester Genap 1 projek.
Langkah Kedua, membentuk tim fasilitator P5 dengan berkolaborasi bersama
guru kelas VII sebagai pendamping sebanyak 19 orang dan 2 orang koordinator
projek. Langkah ketiga dengan mengidentifikasi kesiapan sekolah dalam
melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui assesmen siswa
yang akan digunakan untuk mendata aset dan minat siswa yang akan
dikembangkan dalam kegiatan P5. Langkah keempat, menentukan dimensi dan
tema P5. Tema yang diambil berdasarkan data melalui koordinasi siswa dan tim
fasilitator, pada projek pertama adalah kewirausahaan dengan topik “ Membangun
Jiwa Enterpreneur melalui Pembuatan Baje Ketan (Wajik)”.
Harapan kami melalui Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dapat
membentuk peserta didik yang berkarakter. Melalui projek yang akan dilakukan,
peserta didik diharapkan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di
Kabupaten Soppeng dan menjadikannya peluang usaha sekaligus mampu
melestarikan makanan tradisional daerah setempat. Mereka juga diharapkan
mampu mengembangkan Profil Pelajar Pancasila kepada peserta didik dengan
membangun jiwa entrepreneur sejak dini melalui proses pembuatan Baje Ketan
(Wajik) mulai dari menyediakan alat, memilih bahan, pembuatan, pengemasan
hingga proses pemasaran. Adapun Profil Pelajar Pancasila yang akan dikuatkan
pada P5 adalah berkebhinekaan global, kreatif, dan bergotong royong.
Tema
Kewirausahaan
Topik
Membangun jiwa aenterpreneur
melalui pembuatan Baje Ketan (Wajik)
Tujuan
Peserta didik dapat membuat dan
memasarkan Baje Ketan (Wajik) untuk
mengenalkan budaya lokal kepada
masyarakat lingkungan sekitar sekolah dan
menanamkan jiwa wirausaha sejak dini
kepada peserta didik.
Peserta didik memilki jiwa kewirausahaan
yang dapat dikembangkan dan dimiliki
untuk dipersiapkan sebagai tenaga
profesional ketiak sudah berbaur dengan
masyarakat.
Jadwal Kegiatan
Pelaksanaan Kegiatan
Pertemuan 1
Pengenalan Kewirausahaan dan
Baje Ketan (Wajik) (1JP)
Peserta didik dibagi ke dalam beberapa
kelompok.
Masing-masing kelompok mencari
langkah-langkah pembuatan Baje Ketan.
Peserta didik diminta untuk menyebutkan
bahan-bahan yang digunakan untuk
membuat Baje Ketan.
Pelaksanaan Kegiatan
Pertemuan 2
Merencanakan Proses Pembuatan
Baje Ketan (1 JP)
Masing-masing kelompok mencari dan menyimak
proses pembuatan Baje
Ketan (Wajik) dengan berbagai variasi.
Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi
proses pembuatan Baje Ketan (Wajik)
Peserta didik membuat perencanaan proses
pembuatan Baje Ketan (Wajik).
Setiap kelompok mempresentasikan hasil dari
penelususan yang mereka lakukan.
Pelaksanaan Kegiatan
Pertemuan 3
Pembuatan Baje Ketan Original (3
JP)
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.
Masing-masing kelompok menyiapkan alat dan
bahan yang dibutuhkan untuk membuat Baje
Ketan (Wajik).
Guru membimbing dan mendampingi peserta didik
dalam pembuatan Baje Ketan original.
Masing kelompok mengemas produk Baje Ketan
dengan kreasi masing-masing.
Peserta didik berdiskusi dan merencanakan
proses pemasaran Baje Ketan.
Pelaksanaan Kegiatan
Pertemuan 4
Pembuatan Baje Ketan Wijen (3JP)
Peserta didik dibagi menjadi beberapa
kelompok.
Masing-masing kelompok menyiapkan alat
dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat
Baje Ketan (Wajik).
Guru membimbing dan mendampingi peserta
didik dalam pembuatan BajeKetan Wijen.
Masing kelompok mengemas produk Baje
Ketan dengan kreasi masing-masing.
Peserta didik berdiskusi dan merencanakan
proses pemasaran Baje Ketan.
Pelaksanaan Kegiatan
Pertemuan 5
Pemasaran dan Pameran Produk Baje
Ketan (2 JP)
Gpeumruasmareamnbdimanbipnagmpeers
aenrtparoddiduikk. dalam proses
Peserta didik menyiapkan produk yang akan
dipamerkan.
Peserta didik menata produk yang akan
dipamerkan/dipasarkan.
Peserta didik mampu menjelaskan produk Baje
Ketan kepada konsumen.
Guru memberikan materi tentang cara
pembuatan laporan.
Guru meminta peserta didik membuat laporan
hasil kegiatan prosespembuatan Baje Ketan
dan pemasaran.
Penutup
Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila melalui Kewirausahaan dalam
Membuat Baje Ketan (Wajik) dapat
mengembangkan dan meningkatkan 3 dimensi
profil pelajar Pancasila
pada siswa di SMPN 2
Watansoppeng yaitu kreatif, berkebhinekaan
global, dan gotong royong.
Diharapkan pada projek berikutnya dapat
menambah dimensi dari Profil Pelajar
Pancasila agar membentuk siswa yang
berkarakter.
DOKUMENTASI
KEGIATAN PROJEK
DOKUMENTASI
KEGIATAN PROJEK
DOKUMENTASI
KEGIATAN PROJEK
Kegiatan Pameran Karya Siswa dihadiri oleh Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Soppeng