EKONOMI
INTERNASIONAL
Teori Klasik:
Teori Keunggulan Mutlak,
Teori Keunggulan Komparatif
PERTEMUAN 4
ABSOLUTE ADVANTAGE THEORY
• Asumsi
– Hanya ada dua negara yang akan saling berdagang, misal
negara X dan Y
– Hanya ada dua barang yang dapat dihasilkan, misal barang
A dan B
– dalam menghasilkan barang-barang tersebut hanya ada 1
input yang dipergunakan yaitu tenaga kerja dengan asumsi
TK ini dalam suatu negara bersifat homogen atau
mempunyai mobilitas yang sempurna. Untuk antara negara
TK immobile.
ABSOLUTE ADVANTAGE THEORY
• Teori : suatu negara akan mengkhususkan diri untuk spesialisasi
dalam menghasilkan barang yang mempunyai keunggulan absoluy.
Barang ini akan di ekspor, sebalknya negara tersebut akan
mengimpor barang yang apabila dihasilkan sendiri tidak mempunyai
keunggulan absolu. (absolute disadvantage)
• Barang yang memiliki keunggulan aboslut bila barang tersebut
dihasilkan secara lebih murah dibanding dihasilkan negara lain atau
lebih efisien. Efisien disini ditunjukkan oleh lebih sedikitnya input
yang digunakan atau lebih banyaknya output yang dihasilkan dari
sejumlah input tertentu. dapat saling menguntungkan
ABSOLUTE ADVANTAGE
THEORY
• Syarat terjadinya perdagangan
– Masing –masing negara mempunyai keunggulan absolute yang
berbeda
– Harga internasional harus saling menguntungkan (dasar tukar
internasional harus berada di antara 2 dasar tukar domestik)
• Contoh
Tabel 1. Biaya Produksi per unit Barang
Negara XY
Barang 56
97
A
B
ABSOLUTE ADVANTAGE THEORY
• Keunggulan absolut
– Negara X mempunyai keunggulan absolute pada barang A
– Negara Y mempunyai keunggulan absolute pada barang B
• Spesialisasi
– Negara X spesialisai pada barang A
– Negara Y spesialisai pada barang B
• Perdagangan
– Negara X mengekspor barang A
– Negara Y mengekspor barang B
COMPARATIVE ADVANTAGE THEORY
DAVID RICARDO
• Teori ini menyempurnakan teori Adam Smith. Untuk kasus negara
yang tidak mempunyai keunggulan absolut menurut Adam Smith
tidak bisa melakukan perdagangan. Menurut David Ricardo ada
kemungkinan untuk saling berdagang.
• Kritik terhadap Adam Smith : suatu negara berspesialisasi karena
teknologi maju, yang memiliki teknologi maju adalah negara maju
yang lebih efisien, maka negara sedang berekembang tidak bisa
berdagang,
• Kasus 2 negara tidak bisa berdagang menurut Adam Smith, menurut
David Ricardo bisa berdagang asalkan masig-masing negara
memiliki keunggulan komparatif
COMPARATIVE ADVANTAGE THEORY
• Contoh
Tabel 2. Biaya Produksi per unit Barang
Negara
Barang XY
A 56
B 9 10
• Menurut tabel diatas berdasar teori Adam Smith kedua negara tidak
bisa berdagang.
• Menurut teori David Ricardo bisa
Negara X
• Keunggulan komparatif
– Usaha Negara X menghasilkan 1 unit barang A = 5/6 usaha
negara Y
– Usaha Negara X menghasilkan 1 unit barang B = 9/10 usaha
negara Y Negara Y
→ Negara X lebih efisien dibanding negara Y
• Efisien
– Barang A = 5/6 x 100% = 83,3%
– Barang B = 9/10 x 100% = 90 %
→ Lebih efisien barang A → negara X mempunyai keunggulan
komparatif pada barang A.
Negara Y
• Keunggulan komparatif
– Usaha Negara Y menghasilkan 1 unit barang A = 6/5 usaha
negara X
– Usaha Negara Y menghasilkan 1 unit barang B = 10/9 usaha
negara X
→ Negara Y kurang efisien dibanding negara X
• Efisiensi
– Barang A = 6/5 x 100% = 120%
– Barang B = 10/9 x 100% = 110 %
→ Negara Y kurang efisien, mana yang inefisiennya paling kecil.
Negara Y mempunyai comparative disadvantage paling kecil
pada barang B.
Berdagang atau Tidak ?
• Jika rasio X dan Y sama → tidak bisa berdagang
• Jika rasio X dan Y berbeda → bisa berdagang
MODEL KLASIK
DALAM HUBUNGANNYA DENGAN UANG
• Perkembangan pertama dari model klasik adalah
perubahan dari tenaga kerja yang diperlukan per
komoditi menjadi komoditi dalam harga moneter.
• Nilai domestik masing-masing barang ditemukan
dengan mengalikan jumlah tenaga kerja dengan upah.
Jika suatu negara melakukan autarki.
• Jika melakukan perdagangan maka menggunakan nilai
tukar atau kurs.
Model Klasik dalam Hubungannya dengan Uang
• Contoh :
• Tabel 3. Biaya Produksi TK per unit Barang
Negara XY
Barang 12 13
7 10
A 11 8
B 12 14
C
D
E 15 9
F 2 16
18 18
• KesimpulanG :
– Negara X mempunyai keunggulan absolute pada barang A, B, D, F
– Negara Y mempunyai keunggulan absolute pada barang C, E.
– Barang G indiferens di antara negara X dan Y
Model Klasik dalam Hubungannya dengan Uang
• Pernyataan dalam upah tenaga kerja
• Tabel 4. Biaya Produksi per unit Barang
Negara XY
Barang 12 13
7 10
A 11 8
B 12 14
C
D
E 15 9
F
2 16
• Informasi : G 18 18
– Upah Negara X = 1 USD/tk
– Upah Negara Y = 1 AUSD/tk
• Jika informasi hanya seperti pada tabel 4 maka belum bisa dapat disimpulkan
• Perlu adanya kurs/nilai tukar
– USD……. = AUSD …………
Model Klasik dalam Hubungannya dengan Uang
• Pernyataan dalam upah tenaga kerja
• Tabel 5. Biaya Produksi USD per unit Barang
Negara XY
Barang 12 13
7 10
A 11 8
B 12 14
C
D
E 15 9
F
2 16
• Informasi : G 18 18
– Upah Negara X = 1 USD/tk
– Upah Negara Y = 1 AUSD/tk
– 1 USD = 1 AUSD
– Dibutuhkan data uapah dan nilai tukar di kedua negara
– Contoh ini nilai tukar barang antara negara X dan Y adalah 1 dibanding 1sehingga nilai
dalam tabel tetap, jika berbda maka angka dalam tabel alan berubah
Model Klasik dalam Hubungannya dengan Uang
• Jika terjadi perubahan nilai tukar karena devaluasi di negara X dari 1
USD = 1 AUSD menjadi 1UASD = 1,5 USD
• Tabel 6 diperoleh dari tabel 4dengan menyesuaikan nilainya di negara
Ykarena adanya devaluasi di negara X. yang mana negara Y nilainya
menjadi naik bila dinyatakan dalam USD (dikalikan 1,5)
• Bila dinyatakan dalam AUSD maka di negara X nilainya berubah
menjadi lebih kecil (dikalikan 2/3)
Model Klasik dalam Hubungannya dengan Uang
Tabel 6. Biaya Produksi USD per unit Barang
Negara XY
Barang 12 19,5
7 15
A 11 12
B 12 21
C
D
E 15 13,5
F 2 24
18 27
• KesimpGulan :
– Negara X mempunyai keunggulan absolute pada barang A, B, C, D, F, G
– Negara Y mempunyai keunggulan absolute pada barang E
– Tujuan devaluasi untuk memperluas ragam barang yang dapat diekspor dan
mengurangi barang yang diimpor
– Keunggulan absolut tidak lestari karena adanya pengaruh kebijakan negara
lain
DEVALUASI
• Devaluasi adalah kebijaksanaan pemerintah berupa menurunkan nilai
mata uang sendiri terhadap nilai mata uang negara lain.
• Tujuan devaluasi memperluas ragam barang yang diekspor dan
menurunkan impor.
• Dampak devaluasi “
– Ekspor naik (jika produksi dalam negeri telah siap sebelum devaluasi
diumumkan)
– Impor turun
– Menarik investasi asing
– Meningkatkan kesempatan kerja
– Harga impor naik (imported inflation)
SOAL
• 1. Analisis berdasarkan teori dari Adam Smith dan
David Ricardo, apakah negara X dan Y bisa
melakukan perdagangan.
NEGARA X Y
BARANG 5 10
A
B 6 18
Negara X
• Keunggulan komparatif
– Usaha Negara X menghasilkan 1 unit barang A = 5/10 usaha
negara Y
– Usaha Negara X menghasilkan 1 unit barang B = 6/108usaha
negara Y Negara Y
→ Negara X lebih efisien dibanding negara Y
• Efisien
– Barang A = 5/10 x 100% = 50 %
– Barang B = 6/18 x 100% = 30 %
→ Lebih efisien barang B → negara X mempunyai keunggulan
komparatif pada barang B.
Negara Y
• Keunggulan komparatif
– Usaha Negara Y menghasilkan 1 unit barang A = 10/5 usaha
negara X
– Usaha Negara Y menghasilkan 1 unit barang B = 18/3 usaha
negara X
→ Negara Y kurang efisien dibanding negara X
• Efisiensi
– Barang A = 10/5 x 100% = 200%
– Barang B = 18/3 x 100% = 300 %
→ Negara Y kurang efisien, mana yang inefisiennya paling kecil.
Negara Y mempunyai comparative disadvantage paling kecil
pada barang A.
Berdagang atau Tidak ?
• Karena rasio X dan Y berbeda ½ tidak sama
degan 1/3 → bisa berdagang, dimana negara X
mengekspor barang B dan negara Y mengekspor
barang A
• Jelaskan akibat dari adanya devaluasi jika asalnya $ 1= Rp. 1
menjadi $1= Rp.2. terhadap perdagangan antara negara X dan
Y
Negara XY
Barang 12 13
7 10
A 11 8
B 12 14
C
D 15 9
E 2 16
F 18 18
G