The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by armitapermata.2021, 2022-10-30 03:24:07

288-488-1-SM

288-488-1-SM

Seminar Nasional

Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VI Tahun 2021
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”

Universitas Muhammadiyah Purwokerto | ISBN 978-623-5729-15-2

DIGITALISASI INSTRUMEN AUM PTSDL UNTUK MENINGKATKAN MUTU
BELAJAR SISWA

AUM PTSDL DIGITALISATION TO ENHANCE STUDENT LEARNING QUALITY

1)Aan erlansari, 2) Andang Wijanarko, 3)Funny Farady C, 4)Bima Paskah

1,2,3,4)Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik
Universitas Bengkulu

Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu
*Email: [email protected]

ABSTRAK

Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) Siswa merupakan sebuah instrument pelayanan bimbingan dan konseling yang
digunakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling dalam menganalisa dan mengungkap lebih jauh masalah – masalah
belajar yang dihadapi oleh siswa di sekolah. Pengelolaan data analisa masalah belajar siswa secara manual yang dilakukan
oleh Guru Bimbingan dan Konseling memungkinkan terjadinya kesalahan dalam proses pengelolaan dan perhitungan
hasil akhir dari data masalah belajar siswa tersebut, sehingga kesimpulan yang yang dihasilkan atas masalah belajar siswa
tersebut menjadi kurang akurat dan cenderung tidak pasti. Penelitian ini bertujuan untuk membantu dan mempermudah
Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri dalam pengelolaan, perhitungan, dan menemukan sebuah keputusan terbaik
dalam menganalisa dan mengidentifikasi masalah belajar yang dihadapi oleh siswa.

Kata Kunci : AUM PTSDL, digitalisasi, bimbingan konseling, masalah belajar.

ABSTRACT

Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) is an instrument of supervise and counseling services used by the Guidance and
Counseling Teachers in analyzing and revealing further learning problems faced by students at school. The manual
management of student learning problem analysis data carried out by the Guidance and Counseling Teachers allows
errors in the management process and calculation of the final results of the student learning problem data, so that the
conclusions generated on student learning problems become less accurate and tend to be uncertain. This study aims to
help and facilitate the Guidance and Counseling Teachers of High School in managing, counting and finding the best
decision to analyze and identify student learning problems.

Keywords : AUM-PTSDL, digitalization, supervise and counseling, learning issue.

PENDAHULUAN
Siswa merupakan generasi muda yang memiliki peran penting sebagai armada dalam kemajuan bangsa.
Seorang siswa harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya. Untuk
mencapai hal tersebut, siswa perlu ditumbuh kembangkan menjadi manusia yang mandiri. Pendidikan
merupakan wadah yang tepat untuk pengembangan karakter dan kehidupan siswa. Hal ini tentunya berbanding
lurus dengan dengan tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Pada saat proses pendidikan di sekolah, siswa tentunya tidak lepas dari kemungkinan dihadapkan pada
berbagai masalah dalam belajar. Setiap peserta didik memiliki kemampuan, potensi dan karakter yang berbeda
– beda antara peserta didik satu dengan peserta didik yang lainnya. Kemampuan yang berbeda – berbeda
tersebut dapat dilihat dari segi bagaimana siswa menerima pelajaran, menghafal, dan menerima berbagai
macam rumus yang diberikan. Kurangnya kemampuan siswa dalam hal menerima pelajaran dapat
mengakibatkan siswa kesulitan dalam belajar dan tidak dapat mencapai hasil yang ditentukan dalam
pencapaian kelulusan nilai.
Kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan proses belajar mengajar menampilkan perilaku yang beragam, mulai
dari siswa yang datang ke sekolah tidak tepat waktu, ada yang membolos, ada yang membuat keributan, ada

273

Seminar Nasional

Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VI Tahun 2021
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”

Universitas Muhammadiyah Purwokerto | ISBN 978-623-5729-15-2

yang lambat dalam menerima pelajaran yang diberikan dan lain sebagainya. Berbagai macam alasan yang
diberikan siswa untuk menjawab atas perilaku yang sering dilakukan siswa tersebut. Tentunya kurangnya
tingkat kehadiran siswa dalam kelas dan ketidakmampuan siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan
oleh guru bidang studi akan mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh oleh siswa tersebut. Masalah – masalah
yang dihadapi siswa tersebut menjadi sesuatu yang krusial untuk diketahui oleh guru pembimbing yang
biasanya dikenal juga sebagai konselor sekolah, yang mana pada sekolah menengah sebagai pelaksana
Bimbingan Konseling. Bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan
mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi melainkan layanan ahli dalam
konteks memandirikan peserta didik (ABKIN, 2007). Oleh karena itu, kegiatan bimbingan dan konseling
merupakan layanan ahli oleh konselor dalam hal ini yang berperan sebagai konselor adalah guru bimbingan
dan konseling Menurut Kamaluddin (Kamaluddin, 2011) konselor adalah salah satu kualifikasi pendidikan,
yaitu tenaga kependidikan, yaitu tenaga kependidikan yang memiliki kekhususan pada bidang bimbingan dan
konseling, yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikanBerdasarkan pelaksanaan Bimbingan dan
Konseling Sekolah permasalahan tersebut nantinya dapat dianalisa dan diungkap lebih jauh oleh guru
konseling di sekolah menggunakan suatu instrumen pelayanan bimbingan dan konseling (BK) yang disebut
Alat Ungkap Masalah (AUM) Belajar (PTSDL).
Dalam permendikbud No.11 tahun 2014 dijelaskan bahwa bimbingan dan konseling sebagai layanan
profesional yaitu Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling. Konselor adalah seorang yang berkualifikasi
akademik Sarjana Pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling dan telah lulus Pendidikan Profesi
Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor. Sarjana Pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling
dihasilkan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan dapat ditugasi sebagai guru bimbingan dan
Konseling pada satuan pendidikan (Zamroni & Rahardjo, 2015)
Menurut Prayitno dan Erman Amti tahun 2009 (Prayitno, et al., 2019) (Prayitno E. A., 2004), Alat Ungkap
Masalah Belajar (PTSDL) mengungkap lima komponen atau bidang yang terkait dengan kondisi belajar siswa
yaitu, (a) Prasyarat penguasaan materi pelajaran yang disingkat P, (b) keterampilan belajar yang disingkat T,
(c) sarana belajar yang disingkat S, (d) kondisi diri pribadi yang disingkat D, (d) kondisi lingkungan dan sosio-
emosional yang disingkat L” (Prayitno, 2009) (Safithry, 2018). Pentingnya alat ungkap ini adalah agar siswa
menjadi terbantu dalam menyampaikan permasalahan yang dihadapinya terutama berkaitan dengan
permasalah dalam belajar yang dihadapinya sehari-hari. Jika permasalahan yang dihadapinya hanya disimpan
dalam hati dan tidak mau terbuka akan berdampak buruk pada diri siswa itu sendiri seperti, kehidupan sehari-
hari menjadi tidak efektif, suntuk, dan tidak bersemangat dalam menjalani kehidupan (Nurihsan, 2009). Dalam
penerapannya Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling kepada
siswa berupa daftar pertanyaan berupa fakta yang berkaitan dengan masalah belajar dalam hal ini PTSDL.
Kemudian siswa juga diberikan lembar jawaban yang harus diisi oleh siswa. Bentuk lembar jawaban yang
diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling berupa LJK yang dapat diisi oleh siswa dengan setiap jawaban
memiliki bobot tersendiri. Opsi jawaban yang disediakan terdiri atas 5 kategori yaitu ; jarang, kadang-kadang,
sering, pada umumnya, dan selalu. Setiap opsional tersebut memiliki bobot yang berbeda-beda dan opsi yang
disediakan akan dipilih oleh siswa berdasarkan dengan pernyataan faktafakta masalah belajar yang ada pada
Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) Siswa. Seluruh hasil jawaban siswa nantinya akan dihitung dan
dianalisa sedemikian rupa oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK) secara manual. Kemudian, diperoleh
persentase tingkat permasalahan siswa pada salah satu kategori masalah belajar (PTSDL). Data hasil
persentase tersebut terbagi menjadi dua yaitu ; data kolektif secara keseluruhan dan data personal siswa. Data
tersebut nantinya akan dijadikan sebagai dasar Guru Bimbingan dan Konseling untuk mengevaluasi dan
memberikan solusi atas masalah belajar siswa tersebut baik secara personal maupun secara keseluruhan.
Berikut ini merupakan grafik lama waktu pengolahan data lembar jawaban siswa yang diberikan oleh Guru
Bimbingan dan Konseling (BK) menggunakan instrumen Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) Siswa

METODE
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan kemudian menginterpretasikan hasil analisis tersebut untuk memperoleh kesimpulan. Penelitian
Kuantitatif adalah penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis, data bersifat
kuantitatif/statistik, dan dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2011).
Penelitian ini akan membangun suatu sistem berbasis Web yang akan digunakan untuk membantu Konselor
atau Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam pengelolaan, perhitungan, dan menemukan sebuah keputusan

274

Seminar Nasional

Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VI Tahun 2021
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”

Universitas Muhammadiyah Purwokerto | ISBN 978-623-5729-15-2

terbaik dalam menganalisa dan mengidentifikasi masalah belajar yang dihadapi oleh siswa menggunakan
instrumen Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) Siswa.
Dalam proses pengembangan sistem penelitian ini menggunakan Model Waterfall. Model air terjun (waterfall)
menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau berurutan dimulai dari analisis,
desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Berikut ini merupakan gambar model air
terjun (waterfall). Pada Model ini pengendalian dari tahap ke tahap yang lain dapat diatur dengan penuh.
Aplikasi umumnya dalam sebuah manajemen,berpindah tahap tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan
persetujuan dari pihak manajemen atau ketua tim proyek. Keuntungan dari penggunaan metode ini adalah
perancangan diawal akan diikuti secara patuh hingga tercapai implementasi, dan tercapainya produk (AS, &
Shalahuddin, 2018). Pada Model ini pengendalian dari tahap ke tahap yang lain dapat diatur dengan penuh.
Aplikasi umumnya dalam sebuah manajemen,berpindah tahap tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan
persetujuan dari pihak manajemen atau ketua tim proyek. Keuntungan dari penggunaan metode ini adalah
perancangan diawal akan diikuti secara patuh hingga tercapai implementasi, dan tercapainya produk (Sutanto,
2020).
Berikut ini merupakan tahapan dalam dalam model waterfall:

1. Analisa kebutuhan perangkat lunak Terdapat beberapa hal yang akan dilakukan pada tahap ini, yaitu
sebagai berikut:
a. Mengumpulkan data – data yang mendukung, yaitu data berupa buku Alat Ungkap Masalah
(PTSDL), Kunci Jawaban AUM PTSDL, dan Lembar Jawaban AUM PTSDL tingkat
SLTA/Sederajat.
b. Menganalisa penerapan rumus pengolahan data AUM PTSDL dan Fuzzy Mamdani sebelum
diimplementasi dalam sistem informasi berbasis web.
c. Membuat alur untuk dalam proses Analisa Masalah Belajar (PTSDL) siswa menggunakan
metode fuzzy Mamdani berbasis Website.
d. Pengkodean sistem, apabila proses dalam pengolahan data kebutuhan untuk Sistem Informasi
Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) pada siswa telah selesai maka dilanjutkan dengan
dalam pembuatan Sistem Informasi Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) berbasis Website.
e. Pengujian, tahap ini merupakan proses terakhir yang dilakukan dalam penelitian ini dengan
menguji langsung dengan data yang telah ada.

2. Desain Desain perangkat lunak adalah proses multilangkah yang fokus pada desain pembuatan
program perangkat lunak. Pada tahap ini, langkah yang dilakukan adalah penetapan struktur data, alur
program, dan desain interface.

3. Pembuatan Kode Program Tahap ini adalah mentranslasikan desain yang telah dibuat ke dalam kode-
kode program. Dalam hal ini, bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan bantuan
framework CodeIgniter.

4. Pengujian Pengujian program dilakukan menggunakan dua metode, yaitu black box dan white box.
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah program sudah berjalan sesuai rancangan atau belum.

5. Pendukung atau pemeliharaan Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami
perubahan ketika sudah dikirimkan oleh user. Tahapan ini mengantisipasi jika ada ketidaksesuaian
sistem setelah dilakukan pengujian. Langkah pada tahapan ini mengulangi tahapan-tahapan
sebelumnya.

Analisis Alur kerja system

Analisis alur kerja sistem bertujuan untuk memberikan gambaran dan menjelaskan alur kerja dari sistem secara
terurut yang dimulai dari pengguna memasukan sebuah masukan sebuah masukan (input) sampai dengan
pengguna menerima keluaran dari sistem yang sebelumnya telah lebih dahulu oleh sistem. Selain itu, analisis
alur kerja sistem ini berguna untuk mempermudah dalam pembuatan sistem nantinya. Berikut ini analisis alur
kerja sistem informasi Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) Siswa dapat dilihat pada Gambar 1.

275

Seminar Nasional

Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VI Tahun 2021
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”

Universitas Muhammadiyah Purwokerto | ISBN 978-623-5729-15-2

Gambar 1 Diagram Alur Kerja Sistem
Dimulai dengan sistem informasi menampilkan halaman Administrasi AUM PTSDL yang di dalamnya
memuat LIMADMEN atau Lima Awalan Pengadministrasian Instrumen. Setelah memahami Administrasi
AUM PTSDL, pengguna dapat melakukan pengisian AUM PTSDL pada halaman Manajemen Pengisian AUM
PTSDL. Jika pengguna selesai melakukan pengisian maka hasil jawaban pengguna dalam hal ini siswa akan
diproses kualifikasi yang nantinya akan diklasifikasi menjadi dua yaitu Mutu Kegiatan Belajar dan Masalah
Belajar sehingga diperoleh skor dan masalah belajar. Kemudian sistem akan melakukan perhitungan mean,
median atau modus, dan standar deviasi. Hasil perhitungan tersebut nantinya akan dihitung pula nilai fuzzy
menggunakan Fuzzy Inference System yaitu Fuzzy Mamdani. Output akhir yang nantinya diterima berupa
rekapitulasi hasil identifikasi dan analisa Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) dalam bentuk data
rekapitulasi individu dan klasikal atau data kelompok. Hasil rekapitulasi tersebut nantinya akan dijadikan dasar
sebagai penentuan rekomendasi layanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan masalah belajar (PTSDL)
siswa
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini dijelaskan mengenai hasil dan pembahasan dari sistem yang telah dibuat, yaitu Sistem
Informasi Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL) Siswa menggunakan Metode Fuzzy Mamdani berdasarkan
analisis dan perancangan sistem yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Penjelasan pada bab ini berkaitan
dengan implementasi antar muka (interface) sistem, pengujian black box, pengujian white box, pengujian uji
keakuratan sistem.
Halaman manajemen AUM PTSDL digunakan untuk mengelola data berkaitan dengan AUM PTSDL. Pada
halaman ini terbagi atas 4 sub-menu yaitu; Sub-Menu Pernyataan AUM PTSDL, Kunci Jawaban, Jawaban
Siswa, dan Rekapitulasi Data. Gambar 2 tampilan halaman manajemen pernyataan AUM PTSDL.

276

Seminar Nasional

Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VI Tahun 2021
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”

Universitas Muhammadiyah Purwokerto | ISBN 978-623-5729-15-2

Gambar 2. Halaman Pernyataan AUM PTSDL
Pada gambar 2 merupakan tampilan dari halaman manajemen pernyataan AUM PTSDL. Pada halaman ini
digunakan untuk mengelola data pernyataan fakta AUM PTSDL. Admin dapat melakukan tambah data fakta,
menghapus, dan mengedit data.

Gambar 3. Tampilan Diagram batang skor masalah belajar (PTSDL) siswa
Pada gambar 3 merupakan tampilan dari modals halaman rekapitulasi data kelompok. Halaman ini dapat
ditampilkan dengan cara mengklik tombol Cek Diagram PTSDL. Diagram ini digunakan untuk memudahkan
admin untuk melihat tingkat skor yang diperoleh pada masing-masing bidang masalah belajar (PTSDL) Siswa.
Semakin tinggi masalah yang dihadapi siswa maka hal tersebut akan menjadi tolak ukur oleh Guru Bimbingan
dan Konseling dalam menentukan persoalan atau masalah dan metode pelayanan bimbingan dan konseling
yang tepat kepada siswa untuk membantu dalam menyelesaikan masalah belajar yang dihadapi oleh siswa.

277

Seminar Nasional

Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VI Tahun 2021
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”

Universitas Muhammadiyah Purwokerto | ISBN 978-623-5729-15-2

Gambar 4 Halaman rekapitulasi manajemen AUM PTSDL

Pada gambar 4 merupakan halaman rekapitulasi data individu pada Manajemen AUM PTSDL. Halaman ini
memberikan informasi data hasil rekapitulasi individu dari siswa yang telah mengisi pernyataan AUM PTSDL.
Halaman ini menyediakan informasi dalam bentuk tabel rekapitulasi dan diagram batang untuk menunjukan
grafik dari persentase skor masalah yang dihadapi siswa pada 5 bidang Masalah Belajar (PTSDL) siswa.
Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keakuratan sistem dengan membandingkan hasil
perhitungan manual dan perhitungan sistem. Pengujian ini dilakukan 11 sampel data dari 42 data hasil
pengisian pernyataan AUM PTSDL yang kemudian direkapitulasi menjadi satu data kelompok berdasarkan
kelas. Pada tabel 1 menampilkan hasil keakuratan sistem dari data rekapitulasi kelompok Kelas XI IPA D
SMA Negeri 6 Kota Bengkulu.

Tabel 1 Hasil keakuratan sistem

Bidang Masalah Total kualitas

Prasyarat Penguasaan Materi Hasil sistem Hasil uji manual
Pelajaran
379 379
Keterampilan Belajar
Sarana Belajar 1662 1662
Keadaan diri pribadi 315 315
Lingkungan Belajar dan Sosio- 655 655
644 644
Emosional Siswa

Berdasarkan tebel 1 hasil keakuratan sistem dapat disimpulkan bahwa akurasi instrument digital AUM PTSDL
berdasarkan data Kelas XI IPA D SMA Negeri 6 Kota Bengkulu yang diuji adalah mendekati 100%,
menunjukan bahwa sistem ini berfungsi dengan baik sesuai dengan perhitungan uji manual.

278

Seminar Nasional

Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat VI Tahun 2021
“PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERBASIS INOVASI IPTEKS”

Universitas Muhammadiyah Purwokerto | ISBN 978-623-5729-15-2

KESIMPULAN
Penelitian ini telah menghasilkan sebuah Sistem Informasi Alat Ungkap Masalah Belajar (PTSDL)

Siswa menggunakan berbasis Website. Kemampuan perhitungan sistem sesuai dengan instrument AUM
PTSDL yang digunakan manual. Oleh karena itu sistem dapat bekerja dengan baik dan dapat
diimplementasikan oleh Sekolah menengah tingkat atas lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
ABKIN. (2007). Rambu-rambu penyelenggaran bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal.

Bandung: Abkin.
AS, , R., & Shalahuddin, M. (2018). Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek Edisi

Revisi. Bandung: Informatika.
Kamaluddin, H. (2011). Bimbingan dan Konseling Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 447-454.
Nurihsan, A. J. (2009). Strategi Layanan Bimbingan Konseling & Konseling. Bandung: PT Refika Aditama.
Prayitno, E. A. (2004). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Prayitno, Mudjiran, Nirwana H, Neviyarni, Marjohan, Daharnis, . . . Utama. (2019). Panduan Alat Ungkap

Masalah Kegiatan Belajar. Padang: Univerisitas Negeri Padang.
Safithry, E. A. (2018). ASESMEN TEKNIK TES DAN NON TES. Malang: CV IRDH.
Sugiyono, P. (2011). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung : Alpabeta.
Sutanto, E. (2020). Pemrograman Android Dengan Menggunakan Eclipse & StarUML. Surabaya: Airlangga

University Press.
Zamroni, E., & Rahardjo. (2015). Manajemen Bimbingan Dan Konseling Berbasis Permendikbud Nomor 111

Tahun 2014. Jurnal Konseling Gusjigang, 0-11.

279


Click to View FlipBook Version