The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Pembinaan Guru dan Kepsek 2022_Herman ini dipresentasikan dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Bulan Mei 2023.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NOVIAR, 2023-05-10 03:46:07

Laporan Pembinaan Guru dan Kepsek 2022_Herman

Laporan Pembinaan Guru dan Kepsek 2022_Herman ini dipresentasikan dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Bulan Mei 2023.

PEMERINTAH PROVINSI RIAU LAPORAN PELAKSANAAN PEMBINAAN GURU DAN KEPALA SEKOLAH PERIODE JANUARI – DESEMBER TAHUN 2022 Disusun Oleh : Nama : Drs. HERMAN, M.Pd NIP : 19680421 200003 1 001 NUPTK : 5753 7466 4920 0022 Pangkat/Golongan : Pembina Tk.I/IV.b Jabatan : Pengawas Sekolah Madya Jenjang : SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DINAS PENDIDIKAN PROVINSI RIAU Jl. Cut Nyak Dien. No. 3. Telp (0766) 22552/21533. Pekanbaru TAHUN 2022 HALAMAN PENGESAHAN


DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ ii DAFTAR ISI ................................................................................................ iii BAB I. PENDAHULUAN............................................................................ 1 A. Latar Belakang ...................................................................................... 1 B. Fokus Masalah ...................................................................................... 3 C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan ......................................................... 4 D. Tugas Pokok/Ruang Lingkup................................................................. 5 BAB II. KERANGKA BERPIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH.............. 6 BAB III. PENDEKATAN DAN METODE..................................................... 8 A. Pendekatan ........................................................................................ 8 B. Metode ............................................................................................... 9 C. Teknik Kepengawasan ....................................................................... 10 D. Alat Pengumpul Data Kepengawasan (Instrumen) ............................. 10 E. Analisis Data Kepengawasan ............................................................. 10 BAB IV. HASIL PEMANTAUAN PADA SEKOLAH BINAAN ..................... 12 A. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru ..................................................... 12 B. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Kepala Sekolah .................................... 13 C. Pembahasan Hasil Pengawasan ........................................................... 16 BAB V. PENUTUP...................................................................................... 17 A. Simpulan ............................................................................................ 17 B. Saran.................................................................................................. 17


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah juga mengamanatkan tentang tugas pokok kepala sekolah pada semua jenjang mencakup tiga bidang, yaitu : (a) tugas manajerial, (b) supervisi dan (c) kewirausahaan tugas pokok tersebut perlu diketahui hasil keterlaksanaannnya. Kepala sekolah merupakan pemimpin di sekolah yang harus mampu menyusun perencanaan, mengorganisasikan, memimpin dan mengelola guru, staf, sarana prasarana, hubungan sekolah dan masyarakat, kurikulum, kesiswaan, keuangan, unit pelayanan khusus, prinsip kewirausahaan dan pengawasan dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang standar proses Pendidikan Dasar dan Menengah mengamanatkan bahwa setiap guru wajib merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,melakukan penilaian dan adanya pengawasan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Guru merupakan salah satu variabel yang sangat menentukan mutu pendidikan di sekolah.Untuk itu pelaksanaan standar proses harus dibina oleh pengawas sekolah. Karena hal ini merupakan teknis pendidikan yang mendasar. Salah satu unsur tenaga kependidikan yang dinilai penting dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah pengawas satuan pendidikan. Pengawas satuan pendididkan bertugas melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial di sekolah yang ditunjuk melalui kegiatan pemantauan, penilaian, dan pembinaan serta pelaporan dan tindak lanjut. Tanggung jawab pengawas satuan pendidikan adalah meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Disamping itu pengawas satuan pendidikan juga berfungsi sebagai penjamin mutu pendidikan pada sekolah binaannya. Dalam rangka menjamin perluasan dan pemerataan akses peningkatan mutu dan inovasi, serta tata kelola pendidikan yang baik dan akuntabilitas pendidikan yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan globalpengawas memberikan layanan teknis, bekerja sama dengan sekolah untuk keberhasilan pendidikan yang dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan Eksistensi pengawas sekolah dinaungi oleh sejumlah dasar hukum. Undangundang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun tahun 2013 tentang perubahan atas PP No.19 Tahun 2005 adalah landasan hukum yang menegaskan keberadaan pejabat fungsional itu. Selaian itu secara tegas dikatakan dalam Keputusan Menpan No.


21 tahun 2010 tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya Bab II pasal 5 yang menyatakan bahwa tugas pokok pengawas sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan,pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksaksanaan delapan standar nasional pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas pengawasan di daerah khusus. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dicapai melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan peningkatan kualitas pengelolaan. Peningkatan kualitas pembelajaran memiliki makna strategis dan berdampak positif berupa (1) peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang dihadapi secara nyata, (2) peningkatan kualitas masukan, proses dan hasil belajar, (3) peningkatan profesionalitas pendidik, dan (4) penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian. Sedangkan peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan akan menciptakan pendidikan yang transparan, akuntabel, berdaya saing tinggi dan menghasilkan pencitraan yang positif. Kemampuan sekolah dalam memberikan layanan pembelajaran secara efektif dan efisien sangat bergantung pada kualitas guru-gurunya yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan keefektifan mereka dalam melaksanakan tanggung jawab individual serta kelompok. Guru harus mampu berperan sebagai desainer (perancang), implementator (pelaksana), dan evaluator (penilai) kegiatan pembelajaran. Guru merupakan faktor paling dominan, karena di tangan merekalah keberhasilan pembelajaran dapat dicapai. Kualitas mengajar guru baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengarui kualitas pembelajaran khususnya dan kualitas satuan pendidikan pada umumnya.Peran strategis guru tersebut menuntut pembinaan dan pengembangan yang terus-menerus melalui supervisi atau pengawasan baik akademik maupun manajerial. Supervisi pengajaran perlu diarahkan pada upaya-upaya yang sifatnya memberikan kesempatan kepada para guru untuk berkembang secara profesional, sehingga mereka lebih mampu melaksanakan tugas pokoknya, yaitu memperbaiki dan meningkatkan proses dan kualitas hasil belajar. Supervisi pengajaran merupakan kegiatan-kegiatan yang menciptakan kondisi yang layak bagi pertumbuhan profesional guru secara intensif. Kegiatan pengawasan memungkinkan pendidik memperoleh arah dalam mencapai tujuan dan belajar memecahkan masalahmasalah yang dihadapi pembelajaran dengan imajinatif, penuh inisiatif, dan kreatifitas. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pengawasan yang dalam implementasi dapat berupa bimbingan, pembinaan, dan monitoring hendaknya


menjadi kebutuhan serta kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Untuk mencapai hasil yang lebih maksimal maka dalam pengawasan perlu adanya pemilihan pendekatan dan metode yang tepat, terarah, dan terprogram yang meliputi aspek akademik maupun manajerial. B. Fokus Masalah 1. Permasalahan dalam Bidang Akademik Permasalahan dalam bidang akademik berhubungan dengan aspek pembinaan/pembimbingan dan pengembangan kompetensi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pengembangan profesionalisme guru. Adapun permasalahan yang ditemukan dilapangan antara lain: a. Beberapa guru belum menyusun perencanaan pembelajran dengan baik b. Beberapa guru tidak melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun c. Beberapa guru belum menggunakan pendekatan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum. d. Beberapa guru belum melaksanakan penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. e. Masih 85% guru yang belum melakukan Penelitian Tindakan kelas (PTK) dalam upaya pengembangan profesional guru. 2. Permasalahan di Bidang Manajerial Permasalahan di bidang manajerial tentu erat kaitannya dengan peningkatan efektifitas dan efesiensi pengelolaan sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah dan stafnya sebagai pemeran edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator dan motivator. Permasalahan tersebut mencakup masalah perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, penilaian dan pengembangan. Permasalahan dalam bidang manajerial yang ditemukan di lapangan, kepala sekolah masih belum optimal dalam mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dan melaksanakan tugas pokok kepala sekolah. Adapun permasalahan yang ditemukan secara spesifik di lapangan antara lain: a. Pelaksanaan 8 (delapan SNP) belum maksimal. b. Pelaksanaan administrasi sekolah belum maksimal. c. Program peningkatan mutu lulusan belum maksimal Untuk memecahkan dan mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut diperlukan berbagai macam metode dan teknik yang tepat dan terarah. C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan


1. Tujuan a. Bidang Akademik Sesuai dengan fokus permasalahan di atas, maka tujuan pengawasan yang ingin dicapai adalah : Guru mampu memahami tentang kompetensi yang harus dimilikinya. ( Permen No 16 tahun 2007) Guru mampu menyusun administrasi perencanaan pembelajaran sesuai standar Guru mampu melaksanakan pembelajaran dan bimbingan sesuai standar Guru mampu melaksanakan penilaian hasil belajar siswa sesuai standar Guru mampu melaksanakan Penelitian Tindakan kelas ( PTK) b. Bidang Manajerial adalah : Kepala sekolah mampu melaksanakan administrasi sekolah sesuai manajemen peningkatan mutu pendidikan Kepala Sekolah mampu melaksanakan supervisi guru dan tindak lanjutnya. Ada program terperinci peningkatan mutu lulusan setiap kelompok mata pelajaran dari lima kelompok mata pelajaran. 2. Sasaran Kepengawasan a. Pengawasan Akademik Guru mata pelajaran pada sekolah binaan yang tersebar pada 2 Kab/Kota yakni Kota Dumai dan Kab. Bengkalis di Provinsi Riau b. Pengawasan Manajerial Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan pada sekolah binaan penulis yakni : 1) SMKN 3 Dumai, 2) SMKN 5 Dumai, 3) SMKS Taruna Persada Dumai, 4) SMKS Perminyakan Dumai, 5) SMKS IT Al Ikhlasiyah Dumai, 6) SMKN 1 Rupat Utara Kab. Bengkalis, 7) SMKN 2 Rupat Utara Kab. Bengkalis, 8) SMKS KORPRI Mandau, 9) SMKS Hang Melayu Mandau, dan 10) SMKS Kesehatan Mandau. D. Tugas Pokok/ Ruang Lingkup Ruang lingkup kegiatan pengawasan terdiri dari pengawasan manajerial dan akademik yang meliputi : 1. Pengawasan Akademik a. Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun administrasi perencanaan pembelajaran/program bimbingan. b. Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran/bimbingan


c. Melakukan pendampingan membimbing guru dalam meningkatkan kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik. d. Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru menggunakan media dan sumber belajar. e. Memberi bimbingan kepada guru dalam pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/pembimbingan. f. Memberikan bimbingan kepada guru untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya. 2. Pengawasan Manajerial a. Pengelolaan sekolah yang meliputi penyusunan program sekolah berdasarkan SNP, baik rencana kerja tahunan maupun rencana kerja 4 tahunan, pelaksanaan program, pengawasan dan evaluasi internal, kepemimpinan sekolah dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). b. Membantu Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya penjaminan mutu pendidikan. c. Mengembangkan Workshop/Ruang Praktek Siswa, Perpustakaan, laboratorium, dan sarana prasarana sekolah serta sumber-sumber belajar lainnya. d. Melakukan pendampingan terhadap kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah (supervisi manajerial), yang meliputi : Memberikan masukan dalam pengelolaan dan administrasi kepala sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah Memberikan bimbingan kepada kepala sekolah untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya


BA KERANGKA PIKIR DAN P Ruang lingkup tugas kepengawasan meliputi kepengawasa kerangka pikir dan pemecahan masalah sebagai berikut : Gambar 1. Kerangka Pikir dan Pemec Kegiatan Pengawasan Akademik/ Manajerial Melaksanakan Program pengawasan Evaluasi Hasil Pelaksanaa Program Pengawasan Pembimbingan dan Pelatihan Profesional guru/kepala sekolah Program Pengawasan Tahunan


B II PEMECAHAN MASALAH an akademik dan manajerial, dapat digambarkan dalam gambar cahan Masalah Tugas Kepengawasan m an 1. Pembinaan guru/kepala sekolah 2. Pemantauan Pelaksanan 8 SNP 3. Penilaian PK guru/PK Kepsek 4. Evaluasi Hasil Pelaksanaan pengawasan 6.Program Pembimbingan Laporan


Dalam pelaksanaan program pengawasan, pengawas wajib melaksanakan kegiatan yang meliputi pembinaan guru dan atau kepala sekolah, memantau 8 standar nasional pendidikan, dan melaksanakan penilaian kinerja guru dan atau kepala sekolah. Adapun kerangka pemikiran dan pemecahan masalah pada fokus kegiatan pembinaan guru dan kepala sekolah dapat digambarkan pada gambar 2 di bawah ini. Gambar 2. Kerangka Pikir dan Pemecahan Masalah Pembinaan Guru dan atau Kepala Sekolah BAB III Guru dan Kepala Sekolah harus professional dalam bertugas sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Salah satu tugas Pengawas Sekolah adalah membina Guru dan Kepala Sekolah agar melak-sanakan Standar Nasional Pendidikan Pengawas Sekolah wajib melakukan pembinaan kepada Guru dan Kepala Sekolah Belum semua Guru dan Kepala Sekolah bekerja secara professional sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Profesional HASILNYA MUTU PENDIDIKAN MENINGKAT


PENDEKATAN DAN METODE Pendekatan dan metode yang digunakan dalam pemecahan masalah dibagi dalam dua kelompok, yaitu pemecahan masalah dalam bidang akademik dan pemecahan masalah dalam bidang manajerial. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam memecahkan permasalahan dalam bidang akademik yaitu supervisi individual, sedangkan pendekatan dan metode yang digunakan dalam memecahkan permasalahan dalam bidang manajerial yaitu monitoring dan evaluasi untuk mengetahui kesesuaian program dengan pengimplementasiannya di sekolah, sedangkan evaluasi adalah untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan pengimplementasian program dibandingkan dengan program sekolah yang telah dibuat. Dalam melaksanakan fungsi supervisi manajerial pengawas berperan sebagai : 1. Kolaborator dan negosiator, terutama dalam proses perencanaan, koordinasi dan pengembangan manajemen sekolah. 2. Assesor, terutama dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah binaannya. 3. Pusat informasi pengembangan mutu pendidikan di sekolah binaanya. 4. Evaluator terhadap pemaknaan hasil pengawasan Adapun Pendekatan dan metode kepengawasan antara lain : A. Pendekatan 1. Pendekatan langsung Pendekatan yang memberi kesempatan kepada guru untuk berinisiatif dan kreatif menciptakan ide-ide baru untuk melaksanakan pembelajaran. 2. Pendekatan kolaborasi Kolaborasi adalah kerjasama antara guru dan supervisor. Bagi guru yang memiliki tanggungjawab dan komitmen tinggi,tetapi tingkat abstraksinya rendah kerjasama ini dapat membantu guru tersebut dalam melaksanakan ide dan citacitanya yang besar. Sementara bagi guru yang memiliki tingkat abstraksi tinggi ,rasa tanggungjawab dan komitmennya rendah maka pendekatan kolaborasi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu guru merealisasikan konsep-konsep yang telah ia ciptakan. 3. Pendekatan langsung


Pendekatan langsung ini tidak memberikan peluang bagi guru untuk berinisiatif, kreatif dan inovatif dalam melakukan tugas sehari-hari. Pendekatan langsung ini diperuntukan kepada guru yang memiliki komitmen dan kemampuan rendah. Supervisor memberikan resep tentang perilaku atau tindakan tertentu (bersifat standar yaitu suatu standar yang bersifat nasional atau sesuai dengan keadaan daerah bersangkutan) kepada guru dalam kegiatan-kegiatan yang ia hadapi pada tugas sehari-hari. B. Metode Kepengawasan 1. Metode tes untuk menilai kemampuan siswa/guru. 2. Metode observasi untuk menilai kemampuan guru dalam mengelola kelas baik administrasi maupun dalam proses pembelajaran, dan menilai kinerja kepala sekolah. 3. Metoda dokumentasi digunakan untuk melihat atau mendata guru, siswa, sekolah, absensi, alat peraga, sarana dan prasarana, nilai ulangan dan lainlain. 4. Metode wawancara untuk mencari data tentang kepribadian guru, kondisi kesejahteraan pegawai dan lain-lain. 5. Metode demonstrasi digunakan untuk memberi contoh kepada guru tentang cara mengajar, membuat dan menggunakan alat pembelajaran, pembuatan administrasi dan lain-lain. 6. Metode angket untuk mencari berbagai macam data yang belum ada dalam laporan bulan, dan mencari data tentang kebiasaan-kebiasaan yang sulit terdeteksi hanya dalam waktu singkat. 7. Metode ceramah, diskusi, tanya jawab, peer teaching, warkshop, pembimbingan, dan pemberian contoh digunakan dalam melaksanakan pembinaan, pendidikan dan pelatihan terhadap kompetensi kepala sekolah dan guru. C. Teknik Kepengawasan Teknik yang digunakan dalam melaksanakan tugas kepengawasan yakni : 1. Kunjungan sekolah (memberitahu, tidak memberitahu, undangan), 2. Observasi pembelajaran di kelas,


3. Percakapan pribadi (mengembangkan potensi guru, mendorong guru mengatasi kelemahan, mengurangi keragu-raguan), 4. Rapat rutin (konferensi kepala sekolah), 5. Pertemuan rutin (MGMP/KKKS) 6. Kunjungan antar MGMP/MKKS/KKPS 7. Penataran/diklat/workshop/seminar tingkat gugus/kecamatan 8. Melalui laporan tertulis (laporan bulan, laporan ulangan akhir semester, laporan ujian, dan lain-lain) 9. Dengan mengundang guru kekantor, dan lain-lain D. Alat Pengumpul Data Kepengawasan (Instrumen) Untuk melakukan kegiatan kepengawasan, digunakan instrumen yang bermacam-macam sesuai dengan kegiatan yang dipantau. Antara lain : 1. Lembar Observasi/cek list/instrument pemantauan (Kinerja Kepala Sekolah, kinerja guru, akreditasi, pengelolaan kelas, proses pembelajaran, administrasi, penerimaan peserta didik baru, ujian, pengembangan diri, perpustakaan, sarana sekolah, dan lain-lain) 2. Pedoman wawancara 3. Angket atau daftar isian 4. Naskah soal uji petik E. Analisis Data Kepengawasan Untuk menganalisis data kepengawasan tersebut, menggunakan analisis sederhana. Cara menganalisis secara sederhana hasil kepengawasan menggunakan instrumen yang sudah ada. Instrumen yang digunakan dalam kepengawasan ini adalah Administrasi Perencanaan Pembelajaran, Administrasi Pelaksanaan Penialaian Pembelajaran, Hasil Penilaian Penyusunan Pembuatan RPP, Hasil Penilaian Penyusunan Pembuatan Silabus. Alat untuk mengukur masing- masing indikator digunakan norma penilaian skala likert yaitu 4 s.d. 1 yang berarti sebagai berikut : 4 = Amat baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang


B HASIL PENGAWASAN A. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru No Aspek Kegiatan Sasaran Target Me 1 2 3 4 5 1 Menyusun administrasi perencanaan pembelajaran Menyusun Program Tahunan Program Semester Membuat Pemetaan (analisis SK, KD) Membuat KKM Mengembangkan Silabus Mengembangkan RPP Membuat agenda harian Kunjungan ke Sekolah binaan Mengadakan pertemu-an/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya Melaksanakan pembinaan Guru 60 orang Bimb te gr fo discu 2 Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam proses pelaksanaan pem-belajaran / bimbingan: Kunjungan ke Sekolah binaan Mengadakan pertemu-an/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya Guru 60 orang Bimb te gr fo discu


BAB IV N PADA SEKOLAH BINAAN etode Hambatan Ketercapaia n Kesimpulan Tindak Lanjut Lampiran 6 7 8 9 10 11 bingan knis roup ocus ussion Belum maksimal pada melakukan pemetaan KI/SK, KD, mengembangkan RPP dan mengembangkan silabus 100% guru telah menerima pembinaan 90 % guru telah menyusun administrasi perencanaa n pembelajara n dengan baik Workshop Penyempurna an Perangkat Pembelajaran Surat keterangan Daftar hadir Jadwal pelaksanaa n Instrumen pembinaan bingan knis roup ocus ussion Pengembang -an model pembelajaran , pembelajaran tuntas dan pengayaan 100 % guru telah menerima pembinaan 85 % guru telah melaksanakan proses pembelajara n dengan baik Workshop Surat keterangan Daftar hadir Jadwal pelaksanaa n


No Aspek Kegiatan Sasaran Target Me 1 2 3 4 5 Pendahuluan Kegiatan inti meliputi kegiatan tatap muka, PT, dan KMTT, tatap muka dilakukan melalui pendekatan saintifik Penutup Melaksanakan pembinaan 3 Melakukan pendampingan pembimbingan guru dalam meningkatkan kemampuan melaksanaan penilaian hasil belajar peserta didik Teknik Penilaian : Penilaian dilakukan melalui Tes, Penugasan Terstruktur, KMTT, dan Pengamatan Analisis Ulangan Harian Program Remedial Kunjungan ke Sekolah binaan Mengadakan pertemu-an/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya Menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya Guru 47 orang Bimb te gr fo discu B. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Kepala Sekolah


etode Hambatan Ketercapaia n Kesimpulan Tindak Lanjut Lampiran 6 7 8 9 10 11 belum dilakukan dengan maksimal Instrumen pembinaan bingan knis roup ocus ussion KMTT, penilaian psikomotor dan penilaian afektif belum dilaksanakan dengan maksimal. 100 % guru telah menerima pembinaan. 85 % guru yang menggunakan kurikulum 2013 telah melaksanakan penilaian pembelajara n dengan baik Bimbingan lanjutan Surat keterangan Daftar hadir Jadwal pelaksanaa n Instrumen pembinaan


No Aspek Kegiatan Sasaran Target Me 1 2 3 4 5 1 Melakukan pendampingan pembimbingan kepala sekolah dalam menyusun Perencanaan kerja sekolah Kunjungan ke Sekolah binaan Mengadakan pertemu-an/menggali informasi tentang program seko-lah dalam meningkatkan mutu pendidikan Memberi masukan un-tuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan sekolah binaannya Kepala Sekolah 10 orang Bimb tek fo gr discu Melakukan pendampingan pembimbingan kepala sekolah dalam melaksana-kan rencana kerja sekolah Kunjungan ke Sekolah Mengadakan pertemu-an/menggali informasi tentang pelaksanaan program sekolah Memberi masukan dan saran sesuai kebutu-han kepala sekolah dalam melaksanakan program sekolah. Kepala Sekolah 10 orang Bimb te fo gr discu


etode Hambatan Ketercapaian Kesimpulan Tindak Lanjut Lampiran 6 7 8 9 10 11 bingan knis, orum roup ussion Kurang koordinasi lanjutan 100% kepala sekolah telah menerima pembinaan. 90 % Kepala Sekolah telah menyusun rencanaan kerja sekolah dengan baik. Koordinasi Surat keterangan Daftar hadir Jadwal pelaksanaa n Instrumen pembinaan bingan knis orum roup ussion Kurang koordinasi lanjutan 100% Kepala Sekolah telah menerima pembinaan. 82,5 % Kepala Sekolah telah melaksanakan rencana kerja sekolah dengan baik. Koordinasi Surat keterangan Daftar hadir Jadwal pelaksanaa n Instrumen pembinaan


No Aspek Kegiatan Sasaran Target Me 1 2 3 4 5 Melakukan pendampingan pembimbingan kepala sekolah dalam pengelolaan perpustakaan. Kunjungan ke Sekolah binaan. Mengadakan pertemu-an/menggali informasi tentang kinerja kepala sekolah di tahun lalu Melakukan pembinaan Kepala Sekolah 10 orang Bimb te fo gr discu Melakukan pendampingan pembimbingan kepala sekolah dalam pengelolaan workshop/Ruang Praktik Siswa. Kunjungan ke Sekolah binaan Mengadakan pertemu-an/menggali informasi tentang kinerja kepala sekolah di tahun lalu Melakukan pembinaan Kepala Sekolah 10 orang Bimb te fo gr discu Melakukan pendampingan pembimbingan kepala sekolah dalam pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Sekolah. Kunjungan ke sekolah Mengadakan pertemu-an/menggali informasi tentang kinerja kepala sekolah di tahun lalu Melakukan pembinaan Kepala Sekolah 10 orang Bimb te fo gr discu


etode Hambatan Ketercapaian Kesimpulan Tindak Lanjut Lampiran 6 7 8 9 10 11 bingan knis orum roup ussion Kurang koordinasi lanjutan 100% Kepala Sekolah telah menerima pembinaan. 70 % Kepala Sekolah telah mengelola perpustakaa n dengan baik. Diklat Pengelolaan perpustakaan sekolah Surat keterangan Daftar hadir Jadwal pelaksanaa n Instrumen pembinaan bingan knis orum roup ussion Kurang koordinasi lanjutan 100% Kepala Sekolah telah menerima pembinaan. 81,82 % Kepala Sekolah telah mengelola RPS/Bengk el/Labor dengan baik. Diklat Pengelolaan Bengkel/Labor sekolah Surat keterangan Daftar hadir Jadwal pelaksanaa n Instrumen pembinaan bingan knis orum roup ussion Kurang koordinasi lanjutan 100% Kepala Sekolah telah menerima pembinaan. 80 % Sistem Informasi Manajemen sekolah telah dikelola dengan baik. Bimbingan Individu. Instrumen pembinaan


C. Pembahasan Hasil Pengawasan Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang jabatan fungsional pengawas dan angka kreditnya, salah satu tugas pokoknya adalah memberikan pembinaan terhadap guru dan kepala sekolah. Pembinaan merupakan kegiatan pembimbingan yang dilakukan melalui bantuan profesional dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan/atau kepala sekolah. Hasil pembinaan kepada guru binaan tahun 2022 untuk : 1. Perencanaan pembelajaran capaiannya 90 % dengan kualifikasi baik, indikator komponen Program tahunan capaiannya 95 %, Program Semester capaiannya 95 %, KKM capaiannya 85 % dan agenda guru capaiannya 90 % sedangkan untuk indikator silabus capaiannya 85 %, analisis KI/KD capaiannya 90 % dan RPP capaiannya 90 % dari hasil tersebut di atas maka perlu adanya pembinaan lebih lanjut untuk indikator silabus, analisis KI/KD dan penyusunan RPP. 2. Pelaksanaan pembelajaran a. Guru yang melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 capaiannya 85 % dengan kualifikasi baik, kegiatan pendahuluan capaiannya 90 %, kegiatan inti capaiannya 80 %, dan kegiatan penutup capaiannya 85 % 3. Pelaksanaan penilaian a. Guru yang melaksanakan penilaian pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 capaiannya 85 % dengan kualifikasi baik, untuk komponen ada buku nilai capaiannya 90 %, melaksanakan tes UH, UTS dan UAS capaiannya 95 %, penilaian pengetahuan capaiannya 80 %, penilaian ketrampilan capaiannya 80 %, dan penilaian sikap capaiannya 80 % Selanjutnya hasil pembinaan kepada kepala sekolah binaan adalah sebagai berikut: 1. Penyusunan Rencana Kerja Sekolah Penyusunan rencana kerja sekolah capaiannya 90 % dengan kualifikasi baik, untuk butir komponen Visi dan misi capaiannya 90 %, tujuan sekolah capaiannya 90 %, sasaran/tujuan situasional 90 %, analisis SWOT capaiannya 90 %, melaksanakan EDS capaiannya 90 %, memiliki RKJP (8 tahun) capaiannya 80 %, memiliki RKJM (4 tahun) capaiannya 90 %, memiliki RKT capaiannya 90 %, memiliki RKAS capaiannya 100 % dan menyusun jadwal kegiatan capaiannya 90 %. 2. Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah Pelaksanaan rencana kerja sekolah capaiannya 82,5 % dengan kualifikasi baik, untuk komponen struktur organisasi capaiannya 90 %, KTSP capaiannya


80 %, kalender pendidikan capaiannya 100%, SK pembagian tugas guru, BK dan tenaga kependidikan capaiannya 100%, peraturan akademik capaiannya 70 %, tata tertib sekolah capaiannya 70 %, kode etik sekolah capaiannya 70 %, dan penggunaan laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas lainnya capaiannya 80 %. 3. Pengelolaan Perpustakaan sekolah Pengelolaan perpustakaan capaiannya 70 % dengan kualifikasi cukup, untuk struktur organisasi capaiannya 70 %, program kerja capaiannya 70 %, buku kunjungan siswa capaiannya 70 %, buku kunjungan pendidik capaiannya 70 %, buku pinjaman capaiannya 70 %, daftar katalog capaiannya 70 %, daftar nama buku capaiannya 70 %, grafik kunjungan siswa 70 %, tata tertib penggunaan perpustakaan capaiannya 70 %, buku penerimaan buku capaiannya 70 %, laporan bulanan capaiannya 70 %, buku induk anggota perpustakaan capaiannya 70 %, daftar buku fiksi dan non fiksi capaiannya 70 %, kartu peminjam capaiannya 70 %, 4. Pengelolaan Workshop/RPS/Bengkel/Laboratorium Pengelolaan laboratorium capaiannya 81,82 % dengan kualifikasi baik, untuk struktur organisasi capaiannya 85 %, program kerja capaiannya 90 %, tata tertib penggunaan laboratorium capaiannya 90 %, jadwal penggunaan laboratorium capaiannya 90 %, buku penggunaan alat saat praktik capaiannya 85 %, buku penggunaan bahan saat praktik capaiannya 80 %, daftar bahan dan alat capaiannya 80 %, laporan keadaan alat dan bahan capaiannya 80 %, daftar inventaris alat/barang laboratorium capaiannya 80 %, buku penghapusan alat capaiannya 70 %, buku catatan alat bahan yang rusak capaiannya 70 %. 5. Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan sistem informasi manajemen capaiannya 80 % dengan kategori baik, untuk mengelola sistem inforsi manajemen yang memadai pendidikan yang efektif, efisien, dan akuntabel capaiannya 90 %, menyediakan fasilitas informasi yang efektif, efisien, dan mudah diakses capaiannya 80 %, mengembangkan komunikasi antar warga sekolah dilingkungannya secara efisien dan efektif dengan menggunakan media dan teknik komunikasi : stiker dan kalender, poster, perlombaan, leaflet, dialog langsung, home visit, partisipasi dalam kegiatan masyarakat dan penggunaan website atau blog capaiannya 70%. BAB IV PENUTUP


A. Kesimpulan Laporan pelaksanaan program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah tahun pelajaran 2022 disusun berdasarkan program kepengawasan sekolah Tahun Pelajaran 2022 yang telah disusun pada awal tahun. Hal ini merupakan bukti pelaksanaan program yang dilakukan sesuai dengan tugas seorang pengawas tentang pembinaan, pemantauan, dan penilaian bagi guru dan kepala sekolah. Dari hasil pembinaan pada sekolah binaan, dan guru binaan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Program pembinaan guru dan atau kepala sekolah baik akademik dan manajerial pada sekolah binaan berjalansesuai dengan program kepengawasan yang telah disusun pada awal tahun pembelajaran 2. Hasil pengawasan akademik dan manajerial pada sekolah binaan mengalami peningkatan 3. Program pengawasan akademik pada guru-guru binaan masih perlu pembinaan lanjutan, meliputi perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian, pemanfaatan sumber belajar dan media pembelajaran. 4. Program pengawasan manajerial untuk sekolah binaan masih diperlukan pembinaan lanjutan untuk pengelolaan sekolah B. Saran 1. Diperlukan untuk peningkatan kompetensinya untuk guru-guru mata pelajaran melalui kegiatan MGMP, workshop dan pelatihan lainnya 2. Diperlukan koordinasi antara kepala sekolah dan pengawas dalam pembinaan kepada guru agar memperoleh hasil yang lebih maksimal 3. Pengawas agar lebih intensif dalam melaksanakan pembinaan di sekolah.


Click to View FlipBook Version