The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MAKALAH ILMIAH 3_NOVIAR
Makalah ini telah diterbitkan pada Jurnal SKETSA PENDIDIKAN Volume VIII Nomor II Tahun 2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NOVIAR, 2023-05-08 23:08:32

MAKALAH ILMIAH 3_NOVIAR_APSI

MAKALAH ILMIAH 3_NOVIAR
Makalah ini telah diterbitkan pada Jurnal SKETSA PENDIDIKAN Volume VIII Nomor II Tahun 2023

i HALAMAN PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyatakan bahwa makalah yang berjudul: “PENDAMPINGAN KEPADA KEPALA SEKOLAH DALAM PERSIAPAN AKREDITASI MELALUI FGD PADA SEKOLAH BINAAN” Adalah benar-benar karya dari Drs. Noviar, M.M. Pengawas SMA Wilayah II Kabupaten Rokan Hilir Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Disahkan oleh: Pekanbaru, 24 Maret 2023 Kepala Cabang Wilayah II Pengawas Sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi Riau Wan Roby Janata, S.STP. Drs. Noviar, M.M. Penata TK I, III/d Pembina Tingkat I, IV/b NIP. 198001021999121001 NIP. 19661130 199302 1 001


ii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga makalah yang berjudul “PENDAMPINGAN KEPADA KEPALA SEKOLAH DALAM PERSIAPAN AKREDITASI MELALUI FGD PADA SEKOLAH BINAAN ”dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun untuk melengkapi pengembangan profesi kenaikkan pangkat dari Golongan IV/b ke golongan IV/c dan menjadi referensi juga bagi saya untuk mendampingi 10 kepala sekolah binaan yang tersebar di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada 1. Kepala Cabang Wilayah II Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Wan Roby Janata, S.STP. 2. Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Drs. H.M.Suyanto, M.H. 3. Rekan Pengawas Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Riau. 4. Keluarga yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tugas. Saran dan kritik penulis harapkan untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak. Pekanbaru, 24 Maret 2023 Pengawas Sekolah Drs. Noviar, M.M. Pembina Tingkat I, IV/b NIP. 19661130 199302 1 001


iii DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................................ i KATA PENGANTAR ..................................................................................................................ii DAFTAR ISI................................................................................................................................iii ABSTRAK................................................................................................................................... iv ABSTRAC .................................................................................................................................... v A. PENDAHULUAN.................................................................................................................... 6 B. MASALAH UTAMA DAN PEMBAHASAN......................................................................... 9 C. PENUTUP .............................................................................................................................. 21 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 22


iv ABSTRAK Makalah ini membahas tentang pendampingan kepada kepala sekolah dalam persiapan akreditasi melalui FGD pada sekolah binaan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memperkenalkan pentingnya pendampingan dalam persiapan akreditasi dan memaparkan manfaat dari FGD (Focus Group Discussion) sebagai metode pendampingan yang efektif. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pendampingan kepada kepala sekolah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendampingan dan FGD memberikan manfaat yang signifikan bagi kepala sekolah dan sekolah binaan dalam persiapan akreditasi. Pendampingan membantu kepala sekolah dalam memahami standar akreditasi dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sekolah, sementara FGD memungkinkan untuk mendapatkan berbagai perspektif dari stakeholder sekolah. Hal ini dapat memperkuat persiapan akreditasi dan memperbaiki kualitas pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, makalah ini menyimpulkan bahwa pendampingan dan FGD dapat menjadi solusi yang efektif dalam persiapan akreditasi sekolah binaan. Kata Kunci: pendampingan, kepala sekolah, persiapan akreditasi, FGD, sekolah binaan, standar akreditasi, kualitas pendidikan, stakeholder.


v ABSTRAC This paper discusses the assistance given to principals in preparing for accreditation through FGDs in foster schools. The purpose of this paper is to introduce the importance of assistance in accreditation preparation and to describe the benefits of FGDs as an effective mentoring method. The methods used are observation, interviews, and documentation in mentoring to the principals. The results of this study show that mentoring and FGDs provide significant benefits to principals and foster schools in accreditation preparation. Mentoring helps principals understand accreditation standards and identify the strengths and weaknesses of the school, while FGDs allow for various perspectives from school stakeholders. This can strengthen accreditation preparation and improve the quality of education in schools. Therefore, this paper concludes that mentoring and FGDs can be an effective solution in the accreditation preparation of foster schools. Keywords: mentoring, principals, accreditation preparation, FGDs, foster schools, accreditation standards, quality of education, stakeholders.


PENDAMPINGAN KEPADA KEPALA SEKOLAH DALAM PERSIAPAN AKREDITASI MELALUI FGD PADA SEKOLAH BINAAN A. PENDAHULUAN Akreditasi adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah, dan satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk memberikan penjaminan mutu pendidikan (Permendikbud No 13 Tahun 2018). Akreditasi sekolah dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), yang dibentuk oleh Kemendikbud yang beranggotakan terdiri dari atas ahli di bidang evaluasi pendidikan, kurikulum, manajemen pendidikan, atau ahli professional/praktisi yang memiliki wawasan, pengalaman, dan komitmen untuk peningkatan mutu dan relevansi pendidikan dengan masa tugas 4 tahun per periode. Seiring dengan meningkatnya persaingan dalam dunia pendidikan, akreditasi sekolah menjadi semakin penting dalam memperoleh kepercayaan dan pengakuan dari masyarakat dan stakeholder lainnya. Namun, proses akreditasi sekolah tidak selalu mudah dan memerlukan persiapan yang matang. Kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa persiapan akreditasi sekolah dilakukan dengan baik dan berhasil. Oleh karena itu, kepala sekolah membutuhkan dukungan dan pendampingan oleh pengawas sekolah untuk mempersiapkan akreditasi sekolah dengan lebih baik. Saat ini, sekolah menghadapi berbagai tantangan dalam mempersiapkan akreditasi sekolah. Beberapa situasi terkini yang dihadapi antara lain: persyaratan memperoleh akreditasi semakin ketat, sehingga sekolah perlu memenuhi standar yang lebih tinggi. Hal ini membutuhkan persiapan yang lebih matang dan mendalam, kurangnya sumber daya terutama sekolah yang berada di daerah yang terpencil atau kurang berkembang, mengalami kesulitan dalam mempersiapkan akreditasi sekolah karena kurangnya sumber daya, seperti dana dan tenaga pengajar yang cukup dan proses akreditasi sekolah yang kompleks dan memerlukan dokumentasi yang lengkap dan akurat dapat membebani sekolah dan memakan waktu yang lama. Tahun 2022 yang lalu ada 2 sekolah binaan Penulis yang melalui proses akreditasi sekolah, 1 sekolah berhasil melalui dengan baik dengan perolehan nilai 85 dengan


perdeiket Baik (B) tetapi 1 sekolah lagi yang memiliki banyak keterbatasan baik dari segi sarana, dan prasarana serta pendidik sehingga tidak dapat menyelesaikan proses upload berkas pada aplikasi SISPENA dan DIA dan menyebabkan akreditasi sekolahnya kedaluarsa dan harus melakukan akreditasi ulang pada tahun 2023 ini. Tahun 2023 ini ada 2 sekolah binaan yang akan melakukan akreditasi, dan pada tahun 2024 ada 6 sekolah yang akan melaksanakan akreditasi sekolah. Semua sekolah binaan membutuhkan pendampingan oleh pengawas sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah. Hambatan atau kendala yang sering dialami oleh pihak sekolah dalam persiapan akreditasi sekolah antara lain: 1) Keterbatasan Sumber Daya; Sekolah seringkali mengalami keterbatasan sumber daya, baik itu sumber daya manusia, keuangan, maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk memenuhi standar akreditasi. 2) Keterbatasan Waktu; Persiapan akreditasi sekolah membutuhkan waktu yang cukup lama dan terkadang sekolah kesulitan untuk memprioritaskan waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dalam proses tersebut. 3) Ketidaktahuan tentang Standar Akreditasi; Banyak kepala sekolah dan staf sekolah yang belum sepenuhnya memahami standar akreditasi yang berlaku, sehingga sulit untuk mempersiapkan diri dengan tepat dan sesuai. 4) Kurangnya Koordinasi; Proses akreditasi sekolah memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai pihak di sekolah, namun terkadang kurangnya koordinasi antar staf, kurangnya komunikasi, atau kurangnya dukungan dari staf sekolah lainnya bisa menjadi kendala dalam proses akreditasi. 5) Resistensi terhadap Perubahan; Proses akreditasi sekolah seringkali mengharuskan sekolah untuk melakukan perubahan dalam sistem dan proses pembelajaran. Namun, tidak semua staf dan siswa siap untuk menerima perubahan tersebut, yang membuat proses ini seringkali lambat dan sulit. 6) Kesulitan dalam Pembuktian Kinerja; Terkadang sekolah mengalami kesulitan untuk membuktikan kinerjanya, terutama dalam hal-hal yang sulit untuk diukur, seperti kualitas interaksi antara guru dan siswa atau kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Untuk mengatasi kendala tersebut, penting bagi pihak sekolah untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak, terutama pengawas sekolah, staf sekolah, orang tua, dan masyarakat, bahkan perlu mengadakan pelatihan dan workshop terkait akreditasi sekolah agar semua warga sekolah dan orang tua murid dapat memahami dan mempersiapkan diri dengan baik.


Ada beberapa alasan mengapa judul "Pendampingan kepada Kepala Sekolah dalam Persiapan Akreditasi melalui FGD pada Sekolah Binaan" dipilih sebagai judul makalah: 1. Topik ini relevan dengan situasi dunia pendidikan saat ini. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, banyak sekolah yang berupaya untuk memperoleh akreditasi dari lembaga terkait. Akreditasi dapat membantu meningkatkan kualitas sekolah dan juga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut. Oleh karena itu, pendampingan kepala sekolah dalam persiapan akreditasi sekolah menjadi hal yang sangat penting. 2. Signifikansi FGD atau Focus Group Discussion merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang efektif dalam mengumpulkan informasi dari sejumlah peserta yang memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang topik yang dibahas. Melalui FGD, kepala sekolah dapat memperoleh masukan dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, siswa, dan staf sekolah lainnya, yang dapat membantu dalam proses persiapan akreditasi sekolah. 3. Kepemimpinan kepala sekolah memegang peran yang sangat penting dalam proses akreditasi sekolah. Mereka harus memastikan bahwa semua persyaratan akreditasi terpenuhi dan mengkoordinasikan seluruh proses persiapan. Oleh karena itu, kepala sekolah memerlukan pendampingan yang tepat untuk memastikan bahwa persiapan akreditasi berjalan lancar. 4. Kontribusi pada pendidikan, Makalah ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan di Indonesia. Dengan membahas pendampingan kepala sekolah dalam persiapan akreditasi sekolah melalui FGD, dapat memberikan ide dan solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada satuan pendidikan dan ini berdampak terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. 5. Tantangan persiapan akreditasi, persiapan akreditasi sekolah bukanlah proses yang mudah dan dapat menimbulkan tantangan bagi kepala sekolah. Oleh karena itu, pendampingan yang tepat dapat membantu kepala sekolah dalam mengatasi tantangan dan memastikan bahwa persiapan akreditasi berjalan sesuai dengan yang diharapkan. 6. Inovasi dalam persiapan akreditasi, dalam persiapan akreditasi sekolah, dibutuhkan inovasi dan kreativitas untuk memenuhi persyaratan yang semakin kompleks dan


beragam. Melalui FGD, kepala sekolah dapat memperoleh ide dan gagasan baru untuk meningkatkan kualitas sekolah dan memenuhi persyaratan akreditasi yang lebih tinggi. 7. Meningkatkan partisipasi dan keterlibatan, melalui FGD, kepala sekolah dapat melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam proses persiapan akreditasi. Hal ini dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, siswa, dan staf sekolah lainnya, dalam upaya meningkatkan kualitas sekolah. 8. Kontribusi pada pengembangan profesionalisme kepala sekolah, bahwa dalam persiapan akreditasi sekolah, kepala sekolah dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat membantu dalam pengembangan profesionalisme mereka. Dengan membahas pendampingan kepala sekolah dalam persiapan akreditasi sekolah melalui FGD, makalah ini dapat memberikan ide dan solusi yang dapat membantu dalam pengembangan profesionalisme kepala sekolah Dengan demikian, judul makalah "Pendampingan kepada Kepala Sekolah dalam Persiapan Akreditasi melalui FGD pada Sekolah Binaan " dipilih karena relevan, penting, dan memiliki potensi kontribusi pada pengembangan pendidikan khususnya pada sekolah binaan dan pada umumnya untuk semua sekolah di Indonesia. B. MASALAH UTAMA DAN PEMBAHASAN Masalah utama dalam makalah ini adalah bagaimana mempersiapkan sekolah binaan untuk memperoleh akreditasi sekolah yang sesuai dengan harapan semua stake holder sekolah seperti pengawas, kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua murid dan masyarakat serta dinas terkait. Hal-hal yang perlu disiapkan oleh sekolah untuk proses akreditasi sekolah semua dokumen yang diperlukan pada saat login pada laman https://bansm.kemdikbud.go.id/sispena2020/login untuk melakukan pendaftaran dan up date data Dapodik sekolah. Pada saat mendaftar sekolah langsung bekerja secara online pada aplikasi SISPENA dan melakukan upload berkas/dokumen. Akreditasi sekolah sangat penting karena dapat memperlihatkan kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada masyarakat dan pemerintah. Selain itu, akreditasi juga dapat dijadikan sebagai sebuah informasi bagi semua pihak tentang


kelayakan sekolah/madrasah. Akreditasi juga dapat dipandang sebagai instrumen regulasi diri (self-regulation), dengan maksud agar suatu Sekolah dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri; dan berdasarkan atas pemahaman kekuatan dan kelemahan diri tersebut, sekolah dapat melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan (quality continues improvement). Akreditasi sekolah dilakukan dalam periode sekali dalam 5 tahun. Sebelum berakhir masa akreditasinya kepala sekolah harus mendaftarkan sekolahnya melalui aplikasi SISPENA, jika sekolah lalai maka akreditasi sekolah tersebut kedaluarsa diberikan sanksi pencabutan izin operasional sekolah. Maka dari itu pengawas sekolah sebagai pendamping sekolah harus memperhatikan kapan waktu akreditasi sekolah binaannya agar dapat mendampingi sekolah dalam persiapan akreditasi. Tujuan akreditasi sekolah/madrasah adalah untuk: memberikan informasi tentang kelayakan sekolah/madrasah yang dilaksanakan; memberikan pengakuan peringkat kelayakan; memetakan mutu pendidikan mengacu pada standar nasional pendidikan; dan memberikan pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai bentuk akuntabilitas publik. Dan manfaat hasil akreditasi sekolah adalah acuan dalam upaya peningkatan mutu dan pengembangan sekolah/madrasah; umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah/madrasah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program sekolah/madrasah; motivasi agar sekolah/madrasah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional; dan informasi dan rekomendasi Pemerintah, pemerintah daerah, yayasan/lembaga pendidikan, maupun komite sekolah/madrasah dalam rangka perbaikan mutu sekolah. Hasil akreditasi sekolah/madrasah menetapkan sekolah/madrasah menjadi terakreditasi dan tidak terakreditasi. Ketika sekolah terakreditasi maka peringkat akreditasinya terdiri atas terakreditasi A (unggul) dengan rentang nilai (91< NA < 100)., terakreditasi B (baik) dengan rentang nilai (81 < NA < 90), dan terakreditasi C (cukup) dengan rentang nilai (71 < NA < 80). Untuk sekolah dengan capaian tidak terakreditasi (TT) rentang penilaiannya dibawah 71. Tata cara pengajuan akreditasi sekolah/madrasah adalah sebagai berikut: 1) Login melalui https://bansm.kemdikbud.go.id/sispena2020/login, 2) Melakukan pengajuan


di dashboard akreditasi S/M dan kemudian meng-upload dokumen-dokumen yang diperlukan dalam pengajuan yaitu Surat Permohonan Akreditasi atau Reakreditasi dari S/M, SK Pendirian Sekolah / Izin Operasional, dan Sertifikat Akreditasi S/M terakhir, 3) Melakukan pengisian DIA dan mengup-load dokumen pendukung: Tarik data Indikator Pemenuhan Relatif (IPR), DIA dengan hanya memilih level apakah Level Kinerja 4, 3, 2, atau 1, Tarik data Indikator pemenuhan Mutlak (IPM), dan Upload dokumen masing-masing butir IASP 2020 pada menu DIA. Setelah sekolah selesai mengupload semuanya maka akan muncul nilai sementara akreditasi sekolah. Nilai akhir ditentukan oleh Tim Asesor yang ditugaskan melakukan visitasi di sekolah. Terakhir sekolah hanya menunggu kapan waktu visitasi oleh Tim Assesor Akreditasi. Sesuai Lampiran III tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1005/P/2020 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan bahwa pada perangkat akreditasi terdapat 4 (empat) butir kinerja yakni mutu lulusan yang terdiri dari 11 instrumen, proses pembelajara terdiri dari 7 instrumen, mutu guru terdiri dari 4 instrumen dan manajemen sekolah/madrasah terdiri dari 13 instrumen sehingga jumlah total butir kinerja terdiri dari 35 instrumen. Kepala sekolah, pendidik dan tenaga harus mengetahui dan memhami instrument ini. Selanjunya dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1005/P/2020 juga dijelaskan definisi indicator instrument beserta level dan capaian kinerja, pembuktian kinerja melalui obeservasi, telah dokumen, dan wawancara kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pendidik, perwakilan orang tua dan peserta didik, dan kesimpulan penilaian. Butir Kinerja dalam instrument akreditasi sekolah madrasah jenjang SMA/Aliyah adalah sebagai berikut: I. Mutu Lulusan 1. Siswa menunjukkan perilaku disiplin dalam berbagai situasi. 2. Siswa menunjukkan perilaku religius dalam aktivitas di sekolah/ madrasah. 3. Siswa menunjukkan perilaku tangguh dan bertanggung jawab dalam aktivitas di sekolah/madrasah 4. Siswa terbebas dari perundungan (bully) di sekolah/madrasah. 5. Siswa menunjukkan keterampilan berkomunikasi sesuai karakteristik


keterampilan abad ke-21 6. Siswa menunjukkan keterampilan berkolaborasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21 7. Siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah sesuai karakteristik abad ke-21. 8. Siswa menunjukkan keterampilan kreativitas dan inovasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21. 9. Siswa menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri dan berkreasi dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat. 10. Siswa menunjukkan peningkatan prestasi belajar 11. Pemangku kepentingan (stakeholders) puas terhadap mutu lulusan sekolah/madrasah. II. Proses Pembelajaran 12. Proses pembelajaran berlangsung secara aktif dengan melibatkan seluruh siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi sehingga terjadi proses pembelajaran yang efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran pada satuan Pendidikan. 13. Penilaian proses dan hasil belajar digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan dilaksanakan secara sistemis. 14. Program remedial dan/atau pengayaan diberikan kepada siswa yang memerlukan. 15. Siswa berpartisipasi aktif dalam belajar dan suasana pembelajaran di kelas menyenangkan. 16. Guru Melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis. 17. Guru Menciptakan suasana belajar yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan memudahkan siswa untuk belajar. 18. Sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah/madrasah dimanfaatkan dengan optimal dalam proses pembelajaran. III. Mutu Guru 19. Guru Menyusun perencanaan pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif dengan mengoptimalkan lingkungan dan memanfaatkan TIK atau cara lain yang sesuai dengan konteksnya.


20. Guru Melakukan evaluasi diri, refleksi dan pengembangan kompetensi untuk perbaikan kinerja secara berkala. 21. Guru Melakukan pengembangan profesi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan. 22. Guru Mengembangkan strategi, model, metode, teknik, dan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. IV. Manajemen Sekolah/Madrasah 23. Sekolah/madrasah mengembangkan, menyosialisasikan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi visi, misi, dan tujuan sekolah/madrasah. 24. Kepala sekolah/madrasah menunjukkan kompetensi supervisi akademik untuk membantu guru mewujudkan pembelajaran yang bermutu. 25. Kepala sekolah/madrasah secara konsisten, partisipatif, kolaboratif, transformatif, dan efektif memimpin guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam usaha pengembangan kegiatan/program sekolah/madrasah untuk mencapai visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. 26. Sekolah/madrasah membangun komunikasi dan interaksi antara warga sekolah/madrasah (siswa, guru, kepala sekolah/madrasah, tenaga kependidikan), orang tua, dan masyarakat untuk mewujudkan keharmonisan internal dan eksternal sekolah/madrasah. 27. Sekolah/madrasah melakukan pembiasaan; aman, tertib, bersih, dan nyaman untuk menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif. 28. Sekolah/madrasah melibatkan orang tua siswa dan masyarakat dari berbagai kalangan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program, serta kegiatan sekolah/madrasah. 29. Sekolah/madrasah mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif. 30. Sekolah/madrasah menerapkan pengelolaan guru dan tenaga kependidikan secara efektif, efisien, dan akuntabel pada kegiatan rekrutmen, seleksi,


penugasan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, kompensasi, dan penghargaan/sanksi. 31. Sekolah/madrasah melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana dengan baik untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas. 32. Sekolah/madrasah mengelola anggaran pendapatan dan belanja secara transparan dan akuntabel sesuai perencanaan. 33. Sekolah/madrasah menyelenggarakan pembinaan kegiatan kesiswaan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa. 34. Sekolah/madrasah memberikan layanan bimbingan dan konseling siswa dalam bidang pribadi, sosial, akademik, pendidikan lanjut, dan karier untuk mendukung pencapaian dan pengembangan prestasi. 35. Sekolah/madrasah melaksanakan Penjaminan Mutu Internal Sekolah/Madrasah setiap tahun terkait pencapaian standar nasional pendidikan, yang meliputi kegiatan: pelaksanaan evaluasi diri sekolah/madrasah (EDS/M), penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) yang merujuk pada rapor mutu. Untuk pemenuhan 35 instrumen akreditasi yang terdapat pada IASP 2020 sekolah harus menyiapkan dokumen atau bukti fisik pada masing-masing butir kinerja. Dokumen atau bukti fisik pada masing-masing butir kinerja yang harus diupload ke aplikasi SISPENA adalah sebagai berikut: 1. Tata tertib dan penegakannya yang mencakup hak, kewajiban, penghargaan, dan sanksi (antara lain sistem poin); 2. Jadwal kegiatan keagamaan 3. Bukti dan/atau laporan kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan 4. Bukti dan/atau laporan kegiatan OSIS dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan 5. Bukti dan/atau laporan kegiatan dengan pihak luar dalam bentuk: foto/video kegiatan, undangan kegiatan, sertifikat keikutsertaan 6. Laporan prestasi siswa 7. Bukti keikutsertaan dalam kegiatan lomba yang terkait dengan minat dan bakat 8. Data nilai ujian sekolah/madrasah dalam 3 (tiga) tahun terakhir.


9. Laporan hasil tracer study tentang kepuasan pemangku kepentingan 10. Rencana Pembelajaran Pembelajaran (RPP): tahun berjalan mapel Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS (diwakili oleh 3 tingkat) 11. Kisi-kisi soal dan instrumen penilaian SMP & SMA mapel sama dengan RPP) 12. Analisis Pencapaian Kompetensi (tahun berjalan, sampel dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan PPKn) (sampel SD kelas 1, 4, 6. SMP dan SMA semua tingkat) 13. Jadwal remidial dan pengayaan 14. Dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) (1 tahun) 15. Dokumen Rencana Kerja Sekolah (RKS) 4 tahun 16. Daftar penggunaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar 17. Laporan evaluasi dan refleksi diri (sampel laporan evaluasi diri dari 3 orang guru dengan mapel berbeda) 18. Laporan umpan balik dari siswa (3 orang guru dengan mapel berbeda) 19. Laporan umpan balik dari teman sejawat (3 orang guru dengan mapel berbeda) 20. Bukti daftar hadir/foto/bahan paparan kegiatan diseminasi hasil evaluasi dan refleksi 21. Laporan kegiatan pengembangan profesi guru: undangan, surat tugas, daftar hadir, materi paparan, foto kegiatan, laporan kegiatan. 22. Dokumen kegiatan diseminasi hasil pengembangan profesi guru: makalah, video, buku, karya ilmiah, jurnal, paparan (PPT), artikel, panduan. 23. Daftar hadir rapat pengembangan visi misi 24. Foto, leaflet, pamflet, brosur, video kegiatan sosialisasi visi misi (daftar hadir, jika ada) 25. 2 laporan kegiatan yang merupakan implementasi visi misi 26. Dokumen hasil evaluasi tahunan pencapaian visi, misi, tujuan, dan rencana sekolah 27. Dokumen rekomendasi dari hasil evaluasi (notulen rapat) 28. Dokumen visi misi versi sebelumnya dan versi setelah perbaikan berdasarkan rekomendasi 29. Jadwal supervisi kepala sekolah/wakil kepala sekolah (3 tahun terakhir) 30. Dokumen hasil observasi kepala sekolah terhadap guru di kelas 3 (tiga) tahun


terakhir: lembar observasi atau catatan lain (kualitatif) (diwakili guru kelas 2, 3, dan 5 SD) (SMP dan SMA mapel IPA [salah satu], IPS [salah satu], matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia, PKn) 31. Daftar hadir rapat RKS/RKAS dan notulen 32. Laporan kegiatan pelaksanaan program yang melibatkan warga sekolah dan pemangku kepentingan, bisa berupa: video dan/atau foto 33. Laporan kegiatan pelaksanaan program kreatif dan inovatif berupa: video dan/atau foto hasil karya guru/siswa, karya ilmiah 34. Dokumen kerja sama sekolah/madrasah dengan orang tua siswa dengan masyarakat sekitar (notulen rapat, daftar hadir rapat, foto, atau video) 35. Dokumen pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah/madrasah, misalnya dokumen pembagian tugas di bidang kebersihan, jadwal kebersihan, dan dokumentasi kegiatan. 36. Notulen raker/pertemuan penyusunan kurikulum sekolah/madrasah, daftar hadir 37. Dokumen raker/rapat evaluasi kurikulum yang berisi rekomendasi perbaikan hasil evaluasi 38. Rekap nilai tahun kedua untuk SMP dan SMA, tahun kelima untuk SD (diwakili oleh mapel yang mengalami peningkatan, 4 tahun terakhir) 39. Panduan atau SOP pelaksanaan tugas guru/tenaga kependidikan 40. Jadwal mengajar guru, penugasan lain yang dibebankan kepada guru dan pembagian tugas tenaga kependidikan 41. Dokumen penilaian kinerja guru berupa format penilaian kinerja 42. Hasil penilaian kinerja guru 43. Dokumen penilaian kinerja tenaga kependidikan berupa format penilaian kinerja 44. Hasil penilaian kinerja tenaga kependidikan 45. Bukti penghargaan/ sanksi, seperti: piagam, sertifikat, foto, video, surat peringatan, SK, surat teguran, buku/catatan pelanggaran, dsb 46. Panduan/SOP pengelolaan sarana dan prasarana (data inventaris sarana dan prasarana, mulai dari perencanaan sampai penghapusan) 47. Dokumen rapat penyusunan RAPBS, berupa: daftar hadir, notulen rapat 48. RAPBS 49. Laporan keuangan 1 tahun terakhir


50. Hasil catatan audit internal atau eksternal 3 tahun terakhir 51. Dokumen program/kegiatan ekstrakurikuler, berupa: foto dan/atau video, laporan kegiatan, jadwal kegiatan 52. Surat tugas pembina dan tim lomba/kompetisi siswa, undangan keikutsertaan, foto, sertifikat keikutsertaan 53. Sertifikat prestasi, foto piagam/piala/medali 54. Dokumen program layanan BK dalam bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir 55. Dokumen laporan layanan BK bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir 56. Dokumen RKA-S/M tahun sebelumnya 57. Dokumen evaluasi diri sekolah/madrasah tahun sebelumnya 58. Laporan hasil karya dan prestasi terkait keterampilan berkomunikasi yang efektif secara lisan maupun tertulis dalam bentuk: video/medsos siswa. Setelah selesai pengisian SISPENA selanjutnya sekolah menunggu keputusan apakah sekolah langsung mendapatkan perpanjangan akreditasi atau mendapatkan kunjungan Tim Asesor untuk menilai semua dokumen yang telah diupload. Hasil capaian akreditasi beserta prediketnya Focus Group Discussion (FGD) merupakan metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk memperoleh data dari sekelompok orang yang memiliki pengalaman dan pemahaman mengenai topik tertentu. FGD dapat digunakan dalam persiapan akreditasi sekolah untuk mengumpulkan informasi dari berbagai stakeholder tentang kondisi dan kualitas sekolah yang diakreditasi. Puspitasari (2019), FGD dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi dari stakeholder, seperti guru, siswa, orang tua, dan staf sekolah, tentang persepsi mereka tentang kondisi dan kualitas sekolah. Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi dan kualitas sekolah serta mempersiapkan sekolah untuk akreditasi. Selanjutnya (Widiyanto, 2021) menyebutkan terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan, seperti memilih fasilitator yang tepat, menyiapkan materi FGD yang lengkap dan jelas, memilih peserta FGD yang berkualitas, menetapkan agenda dan waktu yang tepat, memfasilitasi diskusi secara efektif, dan mengevaluasi hasil FGD dengan baik. Senada dengan peneliti yang disebutkan diatas Haris, F. (2017),


diperlukan beberapa langkah, yaitu identifikasi kebutuhan, perencanaan dan persiapan FGD, pelaksanaan FGD, dan tindak lanjut hasil FGD. Dalam persiapan akreditasi sekolah kepala sekolah memiliki peranan yang sangat penting sekali, sebagimana yang diungkapkan oleh (Mustofa, 2018) bahwa dalam proses akreditasi, kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang terkait dengan akreditasi. Rahayu, E. (2019) menyatakan akreditasi satu alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui penilaian terhadap kinerja sekolah dan identifikasi kekurangan yang perlu ditingkatkan. Dari beberapa hasil penelitian diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa untuk melakukan pendampingan kepada kepala sekolah dalam mempersiapkan sekolah untuk akreditasi sekolah harus dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan sesuai dengan rencana serta melakukan refleksi dan evaluasi terhadap metode FGD yang dilakukan agar menghasilkan akreditasi sekolah sesuai yang diharapkan. Mengingat begitu banyaknya dokumen dan laporan yang harus dipersiapkan oleh sekolah maka persiapan akreditasi harus melibatkan banyak pihak, untuk itu diperlukan suatu forum diskusi untuk menggali ide dan masukan yang berguna untuk peningkatan mutu sekolah. Jadi untuk membantu kepala sekolah dalam persiapan akreditasi dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sekolah maka pengawas sekolah melakukan pendampingan kepada kepala sekolah binaan melaui FGD. Adapun tahap dan langkah-langkah dalam melakukan pendampingan kepala sekolah untuk persiapan akreditasi sekolah melalui FGD adalah sebagai berikut: 1. Tahap persiapan Membuat kesepakatan dengan kepala sekolah mengenai: Menentukan jumlah kelompok FGD terlebih dahulu berdasarkan hipotesa topik yang akan diteliti, Menentukan peserta FGD yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan staf sekolah lainnya yang terkait dengan persiapan akreditasi sekolah, Menentukan moderator FGD yang akan memandu jalannya diskusi dan membantu peserta untuk mengeluarkan pendapat dan ide-ide mereka, Menentukan waktu dan tempat pelaksanaan FGD, Membuat panduan diskusi FGD yang berisi topik-topik yang akan dibahas


dalam diskusi, Melakukan persiapan fasilitas dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan FGD seperti ruangan, alat presentasi, dan hal-hal yang diperlukan dalam FGD 2. Tahap pelaksanaan FGD Kegiatan pendahuluan Moderator meminta Kepala Sekolah untuk memberikan sambutan dan membuka FGD dibuka oleh kepala sekolah Sambutan oleh Ketua komite Sekolah Moderator mempersilakan Pengawas Sekolah mulai memimpin jalannya FGD Berdoa bersama Memaparkan Materi: (Konsep dan tujuan akreditasi sekolah, Kriteria dan standar yang harus dipenuhi untuk mendapatkan akreditasi, Persyaratan dan dokumen yang harus disiapkan untuk proses akreditasi, Proses evaluasi dan pengawasan dalam akreditasi sekolah, serta Peran dan tanggung jawab kepala sekolah, guru, staf, orangtua, dan siswa dalam persiapan akreditasi. Pengawas Sekolah memipin diskusi dan tanyajawab tentang: Apakah pandangan Anda tentang akreditasi sekolah? , Bagaimana Anda menilai pentingnya akreditasi sekolah? , Apa yang menurut Anda harus ditingkatkan dalam persiapan akreditasi sekolah di sekolah kita?, Apa yang harus dilakukan kepala sekolah, guru, staf, orangtua, dan siswa untuk mempersiapkan akreditasi sekolah?, Bagaimana cara memastikan bahwa standar dan kriteria akreditasi dipenuhi di sekolah kita?, Bagaimana mengoptimalkan sumber daya yang ada di sekolah untuk mendukung persiapan akreditasi?, Apa tantangan yang dihadapi dalam persiapan akreditasi sekolah?, Bagaimana cara mengatasi tantangan tersebut?. Apa manfaat yang akan didapatkan oleh siswa dan sekolah jika berhasil mendapatkan akreditasi? Membentuk Tim yang terdiri dari 4 Tim sesuai dengan butir kinerja penilaian akreditasi (Mutu lulusan, proses pembelajaran, Mutu guru, dan Manajemen sekolah) dengan mendiskusikan siapa orang yang tepat dalam masing-masing


Tim. Masing-masing Tim menganalisis dokumen sekolah yang dibutuhkan pada masing butir kinerja dan menemukan kelemahan dan kekuatannya. Pengawas Sekolah memberikan kesempatan pada setiap Tim untuk mempresentasikan temuannya pada butir kinerja yang ditugaskan Pengawas Sekolah meminta umpan balik dari Tim yang lain terhadap presentasi. Sehingga didapatkan masukan dari semua peserta. Pengawas Sekolah memberikan aplikasi IASP 2020 dan meminta masing-masing Tim berdiskusi dalam timnya untuk melakukan evaluasi diri terhadap butir kinerja yang telah ada. Pengawas Sekolah menggabungkan hasil evaluasi dari ke 4 Tim sehingga diperoleh nilai akreditasi sekolah sementara. Kepala Sekolah memberikan tugas kepada masing-masing Tim untuk menentukan target kerja untuk pemenuhan tagihan instrumen dan batas waktu untuk tanggung jawab masing-masing Tim. Pengawas Sekolah memberikan dukungan terhadap kebijakan kepala Sekolah dengan memberikan penguatan terhadap kepada Tim bahwa ketika instrumen memerlukan laporan maka struktur laporan harus mampu menjawab apa kegiatannya, kapan dilaksanakan, siapa yang terlibat, apa hasil yang diperoleh dan dokumen pendukung berupa foto, daftar hadir dan lain-lain. Pengawas Sekolah melakukan refleksi terhadap kegiatan FGD dengan meminta refleksi model 4P kepada peserta FGD (Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan Guru) Kegiatan Penutup Pengawas Sekolah menyimpulkan hasil FGD Pengawas Sekolah meminta Rencana Tindak Lanjut (RTL) masing-masing Tim sesuai dengan arahan kepala sekolah Pengawas Sekolah menutup kegiatan FGD 3. Tahap Refleksi dan Evaluasi Pada tahap refleksi pengawas sekolah menilai tugas yang diberikan kepada


masing-masing Tim untuk pemenuhan butir kinerja pada IASP 2020 dan memberikan umpan balik atas hasil yeng telah dilakukan oleh tim berupa penguatan ketika tagihan instrumen talah dibuat dengan baik dan memberikan masukan ketika masih terdapat kekurangan. Dan pada tahap evaluasi melihat sejauh mana tujuan dari FGD tercapai dan apakah ada hal-hal yang perlu diperbaiki pada pelaksanaan FGD selanjutnya. C. PENUTUP Dalam makalah ini, telah dibahas tentang pentingnya pendampingan kepala sekolah dalam persiapan akreditasi di sekolah binaan melalui FGD. FGD merupakan metode diskusi yang efektif untuk menghasilkan informasi dan rekomendasi yang diperlukan dalam mempersiapkan akreditasi. Dalam proses FGD, kepala sekolah didampingi oleh Tim pendamping yang terdiri dari berbagai pihak terkait, seperti pengawas sekolah, komite sekolah, guru, perwakilan OSIS. Melalui FGD, kepala sekolah dapat mengumpulkan informasi tentang kualitas sekolah dan menemukan kelemahan yang perlu diperbaiki. Selain itu, FGD juga dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan seluruh pihak di sekolah dalam persiapan akreditasi. Dengan demikian, kepala sekolah dan tim pendamping dapat bersama-sama mempersiapkan akreditasi yang berkualitas dan terukur. Namun, pelaksanaan FGD tidak hanya berfokus pada hasil diskusi, namun juga pada proses dan refleksi setelah pelaksanaan FGD. Refleksi ini penting untuk mengevaluasi keberhasilan FGD dan memperbaiki kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan diskusi. Dalam kesimpulannya, pendampingan kepala sekolah dalam persiapan akreditasi melalui FGD adalah suatu metode yang efektif untuk meningkatkan kualitas sekolah dan mempersiapkan akreditasi yang berkualitas. Dengan adanya pendampingan, kepala sekolah dapat terbantu dan mendapatkan dukungan untuk mengatasi masalah yang ada dan meningkatkan kualitas sekolah. Oleh karena itu, diharapkan agar pendampingan kepala sekolah dapat terus ditingkatkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah binaan khususnya.


DAFTAR PUSTAKA BSNP. (2023). Pedoman Akreditasi Sekolah/Madrasah. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. Haris, F. (2017). Pendampingan Kepada Kepala Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi Sekolah Melalui FGD. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1(1), 1-8. Lubis, A. (2019). Pendampingan Kepala Sekolah dalam Memenuhi Standar Akreditasi Sekolah Melalui FGD. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(1), 11-20. Permendikbud Nomor 13 tahun 2018. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak usia Dini dan Pendidikan Non Formal. Jakarta. Mustofa, A. (2018). Peningkatan Kualitas Sekolah Melalui Akreditasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 2(1), 1-14. Rahayu, E. (2019). Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekolah Melalui Akreditasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 3(2), 1-12. Widiyanto, I. (2021). Strategi Pendampingan Kepada Kepala Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi Sekolah Melalui FGD. Jurnal Administrasi Pendidikan, 5(1), 1-10.


JURNAL SKETSA PENDIDIKAN Jurnal Nasional Pemikiran Pendidikan dan Kebudayaan LEMBAGA KAJIAN DAN LAYANAN INFORMASI MASYARAKAT Akta Notaris No: 05 Tahun 2010 Notaris: Susetyorini, SH NPWP: 31.229.559.5-533.000 Bank Mandiri KCP Sapuran: 136-00-1399207-5 International Standard Serial Number (ISSN): 2502-0773 Izin Terbit Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI): 0005.25020773/JI.3.1/SK.ISSN/2016.01 Tanggal 15 Januari 2016 No : 16/JSP/LoA/VIII/III/2023 Perihal : Letter of Acceptance (LoA) Kepada Yth: Drs. Noviar, M.M. Pengawas SMA Wilayah II Kabupaten Rokan Hilir Dinas Pendidikan Provinsi Riau Terima kasih telah mengirimkan artikel ilmiah untuk diterbitkan pada Jurnal Sketsa Pendidikan dengan judul: PENDAMPINGAN KEPADA KEPALA SEKOLAH DALAM PERSIAPAN AKREDITASI MELALUI FGD PADA SEKOLAH BINAAN Setelah melalui tahap peer-review serta rekomendasi editorial team, maka artikel dinyatakan DITERIMA untuk dipublikasikan di Jurnal Sketsa Pendidikan pada Vol. VIII, No. 2 (tahun 2023). Demikian informasi ini disampaikan, dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Wonosobo, 31 Maret 2023 Editor in Chief, Edi Rohani, M. Pd.I


JURNAL SKETSA PENDIDIKAN Jurnal Nasional Pemikiran Pendidikan dan Kebudayaan LEMBAGA KAJIAN DAN LAYANAN INFORMASI MASYARAKAT Akta Notaris No: 05 Tahun 2010 Notaris: Susetyorini, SH NPWP: 31.229.559.5-533.000 Bank Mandiri KCP Sapuran: 136-00-1399207-5 International Standard Serial Number (ISSN): 2502-0773 Izin Terbit Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI): 0005.25020773/JI.3.1/SK.ISSN/2016.01 Tanggal 15 Januari 2016 Tanggal Permohonan : Senin, 28 Desember 2015 Judul terbitan : Sketsa Pendidikan : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Kebudayaan Sub Judul / Judul Varian : Judul Paralel / Bahasa Lain : Bahasa : Indonesia Jenis terbitan : Sinopsis : Jurnal penelitian, pengembangan dan pemikiran pendidikan dan sosial Edisi mulai berlaku : Volume Vol. 1, No. 1, Januari - Maret 2016 Frekwensi terbitan : 3 Bulanan URL : Nomor ISSN : 2502-0773 (Cetak - Cetak) Nomor SK ISSN : 0005.25020773/JI.3.1/SK.ISSN/2016.01 Tanggal Terbit SK ISSN : Kamis, 15 Januari 2016 ISSN Terkait : Kategori Keilmuan : Pendidikan (370) Barcode : Status Jurnal : - Virtua : Sudah Terdaftar Pengelola : lembaga kajian dan Layanan informasi masyarakat [ELKLIM] Departemen / Satuan Kerja / Fakultas : lembaga kajian dan Layanan informasi masyarakat [ELKLIM] PIC : Rohani, M. Pd.I Alamat : Sarwodadi Kidul Rt. 02/14 Gadingrejo Kepil Wonosobo Jateng 56374 Telp/Fax : 81328595275 Penerbit : Alamat : Telp :


Click to View FlipBook Version