The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Makalah Ilmiah 1_Noviar ini telah diseminarkan pada Forum Ilmiah Pengawasan Digital Tahap CXL APSI Pusat tanggal 31 Maret 2023.
Makalah Ilmiah 1_Noviar ini telah diterbitkan pada Jurnal Pendidikan Apsi Volume 22 Nomor 4.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NOVIAR, 2023-05-08 22:13:25

MAKALAH ILMIAH 1_NOVIAR_APSI

Makalah Ilmiah 1_Noviar ini telah diseminarkan pada Forum Ilmiah Pengawasan Digital Tahap CXL APSI Pusat tanggal 31 Maret 2023.
Makalah Ilmiah 1_Noviar ini telah diterbitkan pada Jurnal Pendidikan Apsi Volume 22 Nomor 4.

i HALAMAN PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyatakan bahwa makalah yang berjudul: PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENYUSUNAN RKT DAN RKAS BERBASIS PBD DENGAN METODE FGD PADA SEKOLAH BINAAN Adalah benar-benar karya dari Drs. Noviar, M.M. Pengawas SMA Wilayah II Kabupaten Rokan Hilir Dinas Pendidikan Provinsi Riau Duri, 5 Maret 2023 Kepala Cabang Wilayah II Dinas Pendidikan Provinsi Riau WAN ROBY JANATA, S.STP. Penata Tingkat I, III/d NIP. 198001021999121001


ii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan karuniaNya sehingga penyusunan makalah yang berjudul “PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENYUSUNAN RKT DAN RKAS BERBASIS PBD DENGAN METODE FGD PADA SEKOLAH BINAAN” dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun untuk melengkapi pengembangan profesi kenaikkan pangkat dari Golongan IV/b ke golongan IV/c dan menjadi referensi juga bagi saya untuk meningkatkan kompetensi guru pada 10 sekolah binaan yang tersebar di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada 1. Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Drs. H.M.Suyanto, M.H. 2. Rekan Pengawas Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Riau. 3. Keluarga yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tugas. Saran dan kritik penulis harapkan untuk kesempurnaan Makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak. Pekanbaru, 5 Maret 2023 Pengawas Sekolah Drs. Noviar, M.M. Pembina Tingkat I, IV/b NIP. 196611301993021001


iii DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................................ i KATA PENGANTAR .................................................................................................................. ii DAFTAR ISI.................................................................................................................................iii ABSTRAK....................................................................................................................................iv ABSTRAC .................................................................................................................................... v A. PENDAHULUAN................................................................................................................. 1 B. MASALAH UTAMA DAN PEMECAHAN MASALAH ................................................... 2 C. KESIMPULAN .................................................................................................................... 7 DAFTAR PUSTAKA


iv ABSTRAK Judul : PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS) BERBASIS PBD DENGAN FGD PADA SEKOLAH BINAAN Makalah ini membahas tentang pentingnya pendampingan kepala sekolah dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) berbasis data rapor pendidikan di satuan pendidikan. Dalam proses penyusunan RKT dan RKAS, data pendidikan, terutama data rapor pendidikan, dilakukan dengan kegiatan identifikasi, refleksi, dan benahi (IRB). Dalam konteks ini, pendampingan kepala sekolah sangat dibutuhkan untuk membantu dalam memahami dan menganalisis data pendidikan, sehingga RKT dan RKAS yang disusun dapat lebih akurat dan terarah. Pendampingan ini juga dapat membantu satuan pendidikan dalam mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi, sehingga kegiatankegiatan dalam RKT dan RKAS dapat ditujukan secara tepat dan efektif dalam meningkatkan kinerja dan hasil belajar siswa. Namun, pelaksanaan pendampingan harus dilakukan dengan baik dan terstruktur, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan. Evaluasi juga harus dilakukan secara terus-menerus untuk mengevaluasi kualitas dan efektivitas pendampingan, sehingga program pendampingan dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi satuan pendidikan. Kata kunci: Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS), Identifikasi, Refleksi, dan benahi


v ABSTRAC Title: SCHOOL PRINCIPAL ASSISTANCE IN DEVELOPING SCHOOL ACTION PLAN (SAP) BASED ON PBD THROUGH FGD IN A PARTNER SCHOOL This paper discusses the importance of school principal assistance in developing the Annual Work Plan (RKT) and School Budget Plan (RKAS) based on educational report data at the educational unit. In the process of developing RKT and RKAS, educational data, especially educational report data, are carried out through identification, reflection, and improvement (IRB) activities. In this context, school principal assistance is needed to help understand and analyze educational data, so that the developed RKT and RKAS can be more accurate and directed. This assistance can also help the educational unit in identifying needs and problems faced, so that activities in RKT and RKAS can be directed appropriately and effectively in improving student performance and learning outcomes. However, the implementation of assistance must be well-structured and adapted to the condition and needs of the educational unit. Continuous evaluation must also be carried out to assess the quality and effectiveness of assistance, so that the assistance program can continue to be improved and provide maximum benefits to the educational unit. Keywords: Annual Work Plan (RKT), School Budget Plan (RKAS), Identification, Reflection, and Improvement.


1 PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS) BERBASIS PBD DENGAN FGD PADA SEKOLAH BINAAN A. PENDAHULUAN Kebijakan Merdeka Belajar ke-19 merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kebijakan Merdeka Belajar ke-19 terkait dengan rapor pendidikan Indonesia menekankan pada perubahan paradigma dalam proses belajar-mengajar, di mana siswa dan orang tua memiliki peran yang lebih besar dan guru diharapkan dapat mengembangkan diri secara terus-menerus. Harapannya, dengan implementasi kebijakan ini, kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional. Untuk mewujudkan pendidikan yang berdampak positif bagi murid sekolah harus menyusun program berdasarkan data dan kebutuhan sekolah. Selama ini hampir 90% sekolah menyusun program kegiatannya belum berdasarkan data dan kebutuhan belajar murid sehingga program yang dilaksanakan belum berdampak bagi murid. Ada beberapa alasan ketidakmampuan sekolah dalam menyusun program berdasarkan data dan kebutuhan sekolah, antara lain: 1. Kurangnya keterampilan analisis data: Seringkali sekolah tidak memiliki staf atau guru yang memiliki keterampilan analisis data yang memadai. Keterampilan analisis data sangat penting dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data agar dapat digunakan untuk mengembangkan program yang efektif. 2. Kurangnya sumber daya: Sekolah seringkali memiliki sumber daya terbatas untuk mengumpulkan, memproses, dan menganalisis data. Hal ini dapat membuat sekolah kesulitan untuk membuat program yang didasarkan pada data yang akurat dan relevan. 3. Terlalu banyak data yang tidak terstruktur: Seringkali sekolah memiliki data yang tidak terstruktur dan sulit diolah. Ini dapat membuat sekolah kesulitan dalam mengumpulkan, mengorganisir, dan menganalisis data secara efektif. 4. Fokus pada pengukuran yang salah: Kadang-kadang sekolah terlalu fokus pada pengukuran yang salah, seperti ujian standar atau tes akademik, dan tidak mempertimbangkan faktorfaktor lain yang penting dalam mengembangkan program yang efektif. 5. Tidak ada waktu yang cukup: Seringkali guru dan staf sekolah sibuk dengan tugas-tugas harian dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menggunakan data secara efektif untuk mengembangkan program yang efektif. 6. Kurangnya akses atau keterbatasan data yang ada di sekolah. Sekolah seringkali sulit untuk mengumpulkan data yang komprehensif dan akurat tentang siswa, baik dari segi prestasi akademik, kesehatan, maupun perkembangan sosial-emosional.


2 7. Kurangnya keterlibatan siswa, orang tua, dan masyarakat dalam perencanaan program sekolah. Sekolah seringkali mengabaikan kebutuhan siswa dan keluarga, serta tidak melibatkan mereka dalam perencanaan program yang tepat dan relevan. 8. Perubahan kebijakan pendidikan dan peraturan dari pemerintah yang seringkali terjadi secara mendadak dan tidak sinkron dengan rencana dan program sekolah yang sudah ada sebelumnya. Hal ini seringkali mengakibatkan sekolah kesulitan untuk mengadaptasi perubahan tersebut dan membuat perubahan program secara cepat. 9. Mind set kepala sekolah yang salah. Sering kali kepala sekolah mengambil program sekolah lain tanpa disesuaikan dengan kondisi sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah, memiliki peran penting dalam menyusun rencana kerja sekolah. Namun, tidak semua kepala sekolah memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup dalam menyusun rencana kerja yang berbasis PBD, hal yang sama juga dikemukan oleh Sujarweni, V. W., & Arisman, A. (2018) bahwa pemberian bimbingan teknis dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun RKT dan RKAS. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pelatihan khusus untuk meningkatkan kualitas rencana kerja sekolah. Pendampingan yang dilakukan bisa dalam berbagai metode namun penulis tertarik mengambil metode Focus Group Discussion (FGD) dengan alasan untuk membuat suatu program perencanaan diperlukan sebuah tim yang solid yang mampu melihat semua aspek sekolah. FGD (Focus Group Discussion) merupakan metode yang efektif untuk mengumpulkan ide, pendapat, dan pandangan dari berbagai pihak dalam konteks tertentu. Sesuai dengan pendapat Anwar, K., & Khairani, A. (2019) bahwa metode FGD juga dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan stakeholder dalam proses penyusunan RKT dan RKAS, sehingga dapat memperkuat pengambilan keputusan dan memperoleh dukungan yang diperlukan dalam pelaksanaan program dan kegiatan sekolah. Dalam konteks ini, FGD dapat digunakan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai stakeholder di sekolah dalam rangka penyusunan rencana kerja sekolah yang berbasis PBD. Sejalan dengan pendapat tersebut, pendampingan dengan metode FGD dapat meningkatkan kualitas RKT dan RKAS yang disusun, Asrori, M., & Yulianto, A. (2018) B. MASALAH UTAMA DAN PEMECAHAN MASALAH Masalah utama dalam makalah ini adalah bagaimana menyusun program perencanaan sekolah, dalam hal ini Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Anggaran Sekolah (RKAS) berbasis PBD. Kesulitan yang dialami sekolah terhadap analisis data dalam menyusun program perencanaan telah dibantu oleh pemerintah melalui Platform Rapor Pendidikan. Rapor


3 Pendidikan menampilkan hasil asesmen dan survei nasional suatu satuan pendidikan (satdik) atau daerah. Dasar hukum tentang perencanaan berbasis data tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 28, ayat (1) berbunyi Perencanaan kegiatan pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri stuan pendidikan dan ayat (2) berbunyi Perencanaan kegiatan pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka pendek, rencana kerja jangka menegah. Dan dalam Permendikbudristek No.09 Tahun 2022 tentang Evaluasi sitem pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah terhadap pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Jadi merupakan keharusan bagi satuan pendidikan untuk menusun program perencanaan berbasis Rapor Pendidikan. Tujuan utama penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) berbasis Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan dengan memanfaatkan data yang akurat dan terkini. Berikut adalah tujuan lebih rinci dari penyusunan RKT dan RKAS berbasis PBD: 1. Mengidentifikasi kebutuhan: Salah satu tujuan penyusunan RKT dan RKAS berbasis PBD adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dan menentukan program atau kegiatan yang dapat membantu meningkatkan pencapaian hasil belajar. Dalam hal ini, data yang tersedia dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan program yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 2. Menetapkan prioritas: Tujuan lain dari penyusunan RKT dan RKAS berbasis PBD adalah untuk menetapkan prioritas kegiatan atau program yang akan dilaksanakan. Dalam hal ini, data dapat digunakan untuk menentukan kegiatan yang memiliki dampak paling signifikan terhadap pencapaian tujuan pendidikan. 3. Mengoptimalkan penggunaan anggaran: Tujuan lain dari penyusunan RKT dan RKAS berbasis PBD adalah untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran yang tersedia. Dalam hal ini, data dapat digunakan untuk menentukan prioritas penggunaan anggaran yang tepat, menghindari pengeluaran yang tidak perlu, dan memastikan bahwa anggaran digunakan secara efektif dan efisien. 4. Memudahkan pemantauan dan evaluasi: Dengan menyusun RKT dan RKAS berbasis PBD, satuan pendidikan dapat dengan mudah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam hal ini, data dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan evaluasi dan memastikan bahwa program atau kegiatan yang telah dilaksanakan dapat mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya.


4 5. Memperkuat akuntabilitas: Tujuan terakhir dari penyusunan RKT dan RKAS berbasis PBD adalah untuk memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program. Dalam hal ini, data dapat digunakan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran dan memastikan bahwa program atau kegiatan yang diselenggarakan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Dengan demikian, penyusunan RKT dan RKAS berbasis PBD memiliki tujuan yang sangat penting untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan, serta memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien. Satuan Pendidikan dan Dinas Pendidikan dapat menjadikan Rapor Pendidikan sebagai acuan dalam mengidentifikasi masalah, merefleksikan akarnya, dan membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh. Sumber data pada Rapor Pendidikan berasal dari hasil Asesmen Nasional Berbasis komputer (ANBK) yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mencakup asesmen untuk Literasi dan Numerasi dan Survey karakter serta Survey lingkungan belajar yang dilakukan pada siswa kelas XI dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang yang dambil secara acak, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Data Pendidikan Kemenag, Platform Digital guru dan kepala sekolah, Tracer study SMK, Data GTK, BPS, dan lain-lain. Data rapor pendidikan merupakan data yang valid. Kerangka penilaian terdiri dari lima dimensi yang merefleksikan 8 SNP. Yakni dimensi : 1. Dimensi A : Pemerataan mutu dan relevansi hasil belajar peserta didik (Standar Kompetensi Lulusan/ SKL) 2. Dimensi B: Pemerataan pendidikan yang bermutu: kewenangan Pemerintah Daerah 3. Dimensi C: Kompetensi dan kinerja GTK (Standar GTK, Standar Sarana dan Prasarana, dan Standar Pembiayaan) 4. Dimensi D: Pemerataan mutu dan relevansi proses pembelajaran (Standar Proses, Standar Isi, Standar Penilaian, dan Standar Pengelolaan) 5. Dimensi E: Pengelolaan Satuan Pendidikan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel) Capaian perolehan satuan pendidikan dinyatakan dalam bentuk angka dengan rentangan 1-3 untuk dimensi A.3 Karakter dan dimensi D serta 0-100 untuk dimensi A.1, A.2 untuk itu kepala sekolah beserta tim harus pandai membaca hasil capaian sekolah dalam setiap dimensi dan indikatornya. Ketika membuka platform rapor pendidikan ditampilkan 3 jenis data yaitu hasil capaian satuan pendidikan, Rekomendasi, dan Kegiatan Tindak lanjut yang harus didowload terlebih dahulu oleh operator sekolah. Untuk membantu kepala sekolah dan TPMPS dalam menyusun RKT dan RKAS berbasis PBD dilakukan pendampingan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dengan 3 tahapan beserta kegiatannya sebagai berikut:


5 1. Tahap Persiapan pendampingan a. Menyusun rundown kegiatan dan tutorial menyusun RKT dan RKAS berbasis PBD b. Sosialisasi kepada semua kepala sekolah binaan secara daring melalui google meet dan membuat kesepakatan awal dengan semua kepala sekolah binaan tentang rencana pelaksaan yang meliputi: kapan waktu, siapa saja pesertanya, bagaimana teknik pelaksanaannya, kepanitiaannya, pembiayaannya, dan hal-hal lain yang mendukung c. Perencanaan secara tatap muka untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibuat. 2. Tahap Pelaksanaan pendampingan a. Pembukaan FGD oleh Kepala Sekolah. b. Pembuatan kesepakatan kelas selama pendampingan c. Skenario pendampingan Kegiatan Pendahuluan Berdoa untuk memulai pendampingan Menyapa peserta pendampingan Menyampaikan tujuan pendampingan Memberikan modul tutorial Kegiatan Inti Memberikan modul tutorial Memaparkan informasi tentang PBD Membimbing operator sekolah membuka Web Platform Rapor Pendidikan dan mengunduhnya serta mengirmkan filenya kepada semua anggota tim Memaparkan cara membaca profil pendidikan sekolah Memandu diskusi melakukan Identifikasi , Refleksi (R) dan Benahi (B) terhadap capaian indikator yang masih berada dibawah standar yang telah ditetapkan Memimpin diskusi kepala sekolah dengan timnya untuk menetapkan indikator prioritas dan indikator lain yang diintervensi. Memimpin diskusi kepala sekolah dengan timnya untuk menentukan kegiatan benahi yang diberikan dalam setiap indikator


6 Mendemonstrasikan pasangan IRB yang cocok untuk setiap indikator yang akan diintervensi Memimpin diskusi untuk menentukan koordinator setiap kegiatan dan waktu pelaksanaannya serta dana yang dibutuhkan Memindahkan hasil pasangan IRB pada Dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) Memimpin diskusi tim dengan bendahara sekolah untuk memisahkan kegiatan yang menggunkan dana dicopykan ke dalam Dokumen RKAS dan menguloadnya ke ARKAS Memberikan waktu untuk tanya jawab Kegiatan Penutup Memberikan kesempatan kepada peserta untuk merefleksi kegiatan pendampingan yang telah dilakukan Memberikan tugas berupa rencana tindak lanjut yang harus dilakukan oleh peserta untuk menyelesaikan RKT dan ARKAS 3. Evaluasi Pendampingan Pengawas Sekolah melakukan evaluasi bersama peserta mengenai apa yang telah didikusikan dalam penyusunan RKT dan RKAS. Evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan penyusunan RKT dan RKAS berbasis data rapor pendidikan dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana proses pendampingan telah memberikan kontribusi positif dalam penyusunan RKT dan RKAS yang lebih baik berdasarkan data rapor pendidikan. Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengukur kualitas dan efektivitas program pendampingan dan menentukan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja dan hasil yang diinginkan. Berikut ini adalah beberapa aspek yang perlu dievaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan penyusunan RKT dan RKAS berbasis data rapor pendidikan: a. Proses Pendampingan: Evaluasi harus dilakukan pada proses pendampingan yang dilakukan oleh pendamping. Hal ini meliputi apakah pendamping telah memberikan dukungan yang tepat dan relevan kepada satuan pendidikan dalam penyusunan RKT dan RKAS berbasis data rapor pendidikan.


7 b. Kualitas RKT dan RKAS: Evaluasi juga perlu dilakukan pada kualitas RKT dan RKAS yang telah disusun berdasarkan data rapor pendidikan. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi sejauh mana RKT dan RKAS tersebut sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan dan mencerminkan upaya untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa. c. Efektivitas RKT dan RKAS: Evaluasi harus dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas RKT dan RKAS dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini meliputi apakah RKT dan RKAS telah mampu memperbaiki kinerja dan hasil belajar siswa, serta apakah kegiatan yang dilaksanakan dalam RKT dan RKAS telah memenuhi target yang ditetapkan. d. Dampak pada Pembelajaran: Evaluasi juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak dari RKT dan RKAS terhadap pembelajaran siswa. Hal ini meliputi apakah RKT dan RKAS telah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa. e. Keberlanjutan Program: Evaluasi juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi keberlanjutan program. Hal ini meliputi apakah RKT dan RKAS yang telah disusun dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memperoleh dukungan yang memadai dari pihak-pihak terkait. Dalam evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan penyusunan RKT dan RKAS berbasis data rapor pendidikan, perlu dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek di atas agar program pendampingan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa. C. KESIMPULAN Pendampingan kepala sekolah dalam menyusun RKT dan RKAS berbasis data rapor pendidikan memiliki manfaat yang signifikan bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa. Dalam penyusunan RKT dan RKAS, penting bagi kepala sekolah untuk memperhatikan data-data yang relevan, terutama data rapor pendidikan, sehingga RKT dan RKAS dapat disusun secara lebih akurat dan terarah. Dalam hal ini, pendampingan


8 dapat membantu kepala sekolah dalam memahami data pendidikan, menganalisisnya, dan membuat rencana kerja yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan. Selain itu, RKT dan RKAS yang disusun berbasis data rapor pendidikan dapat membantu satuan pendidikan dalam mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi, sehingga kegiatan-kegiatan dalam RKT dan RKAS dapat ditujukan secara lebih tepat dan efektif dalam meningkatkan kinerja dan hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaannya, pendampingan harus dilakukan dengan baik dan terstruktur, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan. Evaluasi juga harus dilakukan secara terus-menerus untuk mengevaluasi kualitas dan efektivitas pendampingan, sehingga program pendampingan dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi satuan pendidikan. Secara keseluruhan, pendampingan kepala sekolah dalam menyusun RKT dan RKAS berbasis data rapor pendidikan merupakan upaya yang penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Dengan adanya pendampingan yang tepat, diharapkan RKT dan RKAS dapat disusun dengan lebih baik dan efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.


DAFTAR PUSTAKA Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendikbudristek Nomor 09 Tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah pusat dan daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan dasar, dan Pendidikan Menengah Anwar, K., & Khairani, A. (2019). Pendampingan Kepala Sekolah dalam Penyusunan RKT dan RKAS Berbasis PBD dengan Metode FGD pada Sekolah Binaan. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 52(1), 35-45. Asrori, M., & Yulianto, A. (2018). Pengaruh Metode FGD terhadap Kualitas Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) di SMA Negeri 1 Ponorogo. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan, 4(1), 50-60. Sujarweni, V. W., & Arisman, A. (2018). Pengaruh Pemberian Bimbingan Teknis terhadap Kemampuan Kepala Sekolah dalam Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) di SMP Negeri 1 Pacitan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 23(2), 144-154


ASOSIASI PENGAWAS SEKOLAH INDONESIA (APSI) (Association of Indonesian School Superintendent) www.apsipusat.org Kerja Sama UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Nomor : 78/UND-APSI/III/2023 Jakarta, 30 Maret 2023 Lampiran : - Hal : Undangan Peserta Forum Ilmiah Pengawasan Digital Tahap CXL Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Di Pekanbaru Sehubungan dengan akan dilaksanakannya kegiatan Forum Ilmiah Kepengawasan kerja sama APSI-UNNES, maka kami pengurus APSI Pusat memohon kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk mengizinkan Bapak Drs. Noviar, M.M. Pengawas Sekolah Ahli Madya Jenjang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk menyajikan Pemakalah dalam kegiatan dimaksud pada : Hari : Jumat Tanggal : 31 Maret 2023 Tempat : Zoom Meeting. Meeting ID: 985 4383 8630 Passcode: APSIOK Waktu : 13.00 s.d. 16.00 WIB Acara : Forum Ilmiah Pengawasan Digital Demikian undangan ini disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih. NB : 1. Pemakalah wajib memakai Laptop 2. Laptop telah diinstall zoom cloud meeting 3. Menggunakan headset 4. Mengikuti semua syarat dan ketentuan selama daring Ketua Umum APSI Dr. Agus Sukoco, NTA. 196212050302103058 M.M.


Rundown Forum Ilmi Tahap 31 Mar No Penyaji Asal Instansi Jenjang kepengawasan Jumat, 31 Maret 2023 1 Kasmiati, M.Pd Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari, Papua Barat Pengawas SD Meto Dalam Seko Comp 2 Dr. Hj. Rini Herlina R, M.Pd Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Pengawas SMA Pend Mera Work Seko 3 Drs. Noviar, M.M Dinas Pendidikan Wilayah II Kabupaten Rokan Hilir Dinas Pendidikan Provinsi Riau Pengawas SMA Pend Dalam RKA Meto Binaa Catatan: administrasi yang diperlukan 1. Surat undangan kegiatan Forum Ilm 2. Surat tugas dari pimpinan 3. Sertifikat sebagai pemakalah 4. Foto Kegiatan Presentasi Bahan penyajian: 1. Makalah 2. PPT


iah Pengawas Sekolah p CXL ret 2023 Judul Makalah Moderator/Notulis Waktu/Durasi ode 360o Degree Feedback m Penilaian Kinerja Kepala lah Untuk Mengukur Soft petency Kepala Sekolah Hetiniah, S.Pd. 13.00 – 13.45 WIB dampingan Guru Dalam ancang Penelitian Melalui kshop dengan Chat GPT di lah Binaan Liza, S.Pd., M.M., M.Pd 13.45 – 14.30 WIB dampingan Kepala Sekolah m Penyusunan RKT Dan AS Berbasis PBD Dengan ode FGD Pada Sekolah an Liza, S.Pd., M.M., M.Pd 14.30 – 15.15 WIB . miah Pengawas Sekolah (disediakan APSI)


PENDAMPINGAN K DALAM MENYUSUN RKT D DENGAN METODE FGD P Drs. NOVI NIP 19661130 NUPTK 1462 PEMBINA PENGAWAS SEKOL DINAS PENDIDIKA


KEPALA SEKOLAH DAN RKAS BERBASIS PBD PADA SEKOLAH BINAAN IAR, M.M. 01993021001 27446720002 TK I, IV/b LAH AHLI MADYA AN PROVINSI RIAU


A. PENDAHULUAN


Kurangnya keterampilan analisis data Kurangnya sumber daya Terlalu banyak data yang tidak terstruktur Fokus pada pengukuran yang salah Tidak ada waktu yang cukup Kurangnya akses atau keterbatasan data yang ada di sekolah Kurangnya keterlibatan siswa, orang tua, dan masyarakat dalam perencanaan program sekolah Perubahan kebijakan pendidikan dan peraturan dari pemerintah yang seringkali terjadi secara mendadak dan tidak sinkron dengan rencana dan program sekolah yang sudah ada sebelumnya Mind set kepala sekolah yang salah Ada beberapa alasan ketidakmampuan sekolah dalam menyusun program berdasarkan data dan kebutuhan sekolah, antara lain :


Mengidentifikasi kebutuhan Menetapkan prioritas Mengoptimalkan penggunaan anggara Memudahkan pemantauan dan evalua Memperkuat akuntabilitas Bagaimana Cara Menyusun Rencana Kerja (RKAS) berbasis PBD. Tujuan Penyusunan RKT dan RKAS berbas B. MASALAH UTAMA


an asi a Tahunan (RKT) dan Rencana Anggaran Sekolah sis PBD : DAN PEMBAHASAN


LIMA DIMENSI YANG M Dimensi A, Pemerataan mutu dan relevansi hasil belajar peserta didik (Standar Kompetensi Lulusan/SKL) Dimensi B, P pendidikan ya kewenangan Dae Dimensi D, Pemerataan mutu dan relevansi proses pembelajaran (Standar Proses, Standar Isi, Standar Penilaian, dan Standar Pengelolaan)


MEREFLEKSIKAN 8 SNP Pemerataan ang bermutu: n Pemerintah erah Dimensi C, Kompetensi dan kinerja GTK (Standar GTK, Standar Sarana dan Prasarana, dan Standar Pembiayaan) Dimensi E, Pengelolaan Satuan Pendidikan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel)


1.Tahap Persiapan Pendampin Menyusun rundown kegiatan dan tutorial menyusun RKT dan RKAS berbasis PBD LANGKAH-LANGKAH P


ngan Sosialisasi kepada semua kepala sekolah binaan secara daring melalui google meet dan membuat kesepakatan awal dengan semua kepala sekolah binaan tentang rencana pelaksanaan yang meliputi kapan waktu, siapa saja pesertanya, bagaimana teknik pelaksanaannya, kepanitiaannya, pembiayaannya, dan hal-hal lain yang mendukung perencanaan secara tatap muka untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibuat. PENDAMPINGAN


2. Tahap Pelaksanaa Pembukaan FGD oleh Kepala Pembuatan kesepakatan kela


an pendampingan a Sekolah as selama pendampingan


Kegiatan Pendahuluan Menyapa peserta Menyampaikan tu Berdoa untuk me Skenario Pendampi


a pendampingan ujuan pendampingan emulai pendampingan ingan


Memberikan modul tu Memaparkan informa Membimbing operator Platform Rapor Pendid mengunduhnya serta m kepada semua anggota Memaparkan cara mem sekolah Memandu diskusi mel Refleksi (R) dan Benah indikator yang masih b yang telah ditetapkan Kegiat


utorial si tentang PBD r sekolah membuka Web dikan dan mengirimkan filenya a tim mbaca profil pendidikan akukan Identifikasi , hi (B) terhadap capaian berada dibawah standar an Inti


Memimpin diskusi kep timnya untuk menetap dan indikator lain yang Memimpin diskusi kep timnya untuk menentu diberikan dalam setiap Mendemonstrasikan pa untuk setiap indikator Memimpin diskusi unt koordinator setiap keg pelaksanaannya serta d Memindahkan hasil pa Dokumen Rencana Ker Kegiatan Inti


pala sekolah dengan pkan indikator prioritas g diintervensi. pala sekolah dengan ukan kegiatan benahi yang p indikator asangan IRB yang cocok yang akan diintervensi uk menentukan iatan dan waktu dana yang dibutuhkan asangan IRB pada rja Tahunan (RKT) (Lanjutan...)


Memimpin diskusi tim sekolah untuk memisah menggunakan dana dic Dokumen RKAS dan me ARKAS Memberikan waktu un


dengan bendahara hkan kegiatan yang copykan ke dalam enguploadnya ke tuk tanya jawab


Kegiatan P Memberikan kesempa merefleksi kegiatan pe dilakukan Memberikan tugas ber lanjut yang harus dilak menyelesaikan RKT, R


Penutup atan kepada peserta untuk endampingan yang telah rupa rencana tindak kukan oleh peserta untuk RKAS dan ARKAS


3. Tahap Evaluas Proses Pendampingan Kualitas RKT dan RKA Efektivitas RKT dan R Dampak pada Pembel Keberlanjutan Progra Aspek yang perlu dievalu pelaksanaan pendamping dan RKAS berbasis data r


si Pendampingan n AS RKAS lajaran am uasi terhadap gan penyusunan RKT apor pendidikan :


C. KESIM Dalam penyusunan RKT sekolah harus memper pendidikan Pendampingan dapat m dalam memahami data menganalisisnya, dan m yang sesuai dengan keb pendidikan


MPULAN T dan RKAS, kepala hatikan data rapor membantu kepala sekolah rapor pendidikan, membuat rencana kerja butuhan satuan


RKT dan RKAS yang disu membantu satuan pendid mengidentifikasi kebutu dihadapi, sehingga kegia dan RKAS dapat ditujuka efektif dalam meningkatk belajar siswa Pendampingan harus dil terstruktur, serta disesua dan kebutuhan satuan pe Evaluasi harus dilakukan sehingga program RKT d manfaat yang maksimal b


sun berbasis PBD dapat dikan dalam han dan masalah yang atan-kegiatan dalam RKT an secara lebih tepat dan kan kinerja dan hasil akukan dengan baik dan aikan dengan kondisi endidikan. n secara terus-menerus dan RKAS memberikan bagi satuan pendidikan.


Terima


Kasih...!


PHOTO KEGIATAN PRESENTASI PADA FORUM ILMIAH APSI PUSAT TAHAP CXL


Click to View FlipBook Version