1
2 LAPORAN HASIL PENGAWASAN SUPERVISI MENEJERIAL DAN SUPERVISI AKADEMIK TAHUN 2022 OLEH NAMA : YUSUF ISKANDAR.S.Pd NIP : 19651102 198811 1 001 PANGKAT/GOL/RUANG : Pembina TkI/ IV/ b JABATAN : PENGAWAS SEKOLAH MADYA PEMERINTAH PROVINSI RIAU DINAS PENDIDIKAN JL. CUT NYAK DIN NO.3 Telp. 0761-22552- 21553-28156 Email : [email protected] 2023
3 HALAMAN PENGESAHAN Laporan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru dan atau Kepala Sekolah ini disusun oleh : 1. Nama Pengawas : YUSUF ISKANDAR.SPd 2. Jenjang Pengawasan : Pengawas SMA 3. N I P : 19651102 198811 1 001 4. Pangkat/ Golongan : Pembina TkI / IV.b 5. NUPTK : 0444743646200053 6. Jenis Kelamin : Laki- Laki 7. Tempat /Tanggal Lahir : Tanjung Selamat/02 November 1965 8. Pendidikan : S.1 9. Jabatan : Pengawas Sekolah Madya 10. Jumlah Guru/Sekolah Binaan : 7 Sekolah Pekanbaru, 3 Januari 2023 Koordinator Pengawas Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Riau Drs. H.M. SUYANTO, M.H YUSUF ISKANDAR.SPd NIP. 19650301 198803 1 011 NIP. 19651102 198811 1 001
4 HALAMAN PENGESAHAN Program Laporan Hasil Pengawas Tahun 2022 disusun sebagai pedoman pengawasan dalam melaksanakan tugas di wilayah binaan SMA Kabupaten Kepulauan Meranti Disahkan, Pekanbaru, 3 Januari 2023 Koordinator Pengawas Pengawas Pembina Dinas Propinsi Riau Drs. H.M. SUYANTO, M.H YUSUF ISKANDAR.S.Pd NIP. 196503011988031011 NIP.16511021988111001 Mengetahui Dinas Pendidikan Provinsi Riau MUHAMMAD JOB KURNIAWAN,AP.,M.Si Pembina Utama Madya (IV/d) NIP. 197505281994121001
5 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan limpahan rahmat dan rahimnya laporan pelaksanaan Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan di tingkat kabupaten ini dapat diselesaiakan dengan baik. Penyusunan laporan pelaksanaan Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan di tingkat sekolah binaan ini dibuat berdasarkan hasil kegiatan kepengawasan selama priode Januari s/d Desember 2019 yang menggambarkan seluruh kegiatan Pembimbingan dan Pelatihan terhadap sekolah binaan melalui pemantauan, penilaian dan Pembimbingan dan Pelatihan sesuai dengan tugas pokok kepengawasan yang diamanatkan kepmenpan 118 tahun 1996 pasal 1 ayat 1 bahwa “pengawas sekolah pegawai negeri sipil yang diberi tugas dan wewenang untuk melakukan pengawasan pendidikan disekolah dengan melakukan penilaian dan Pembimbingan dan Pelatihan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidkan prasekolah, dasar dan menengah. Kemudian dalam peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 55 menjelaskan bahwa “pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan, supervise, evaluasi, pelaporan, dan tindaklanjut hasil pengawasan. Kemudian dalam peraturan Mnteri Pendidikan danKebudayaan Nomor 143 tahun 2014 tentang jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. Berdasarkan landasan tersebut diatas, laporan pelaksanaan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan di tingkat kabupaten ini menjadi salah satu keharusan yang harus dibuat dan dilaporkan oleh pengawas satuan pendidikan agar dapat melahirkan perbaikan, perubahan dan kebijakan dalam pengambilan keputusan oleh pihak terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau. Seiring dengan perubahan kurikulum, perkembangan teknologi pendidikan, perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, perubahan paradikma pendidikan dan pengawasan pendidikan yang melibatkan berbagai pihak, maka saya merasa bahwa laporan pelaksanaan Pembimbingan dan Pelatihan guru dan/
6 atau kepala sekolah dapat memberi masukan yang berharga kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak dalam pengambilankebijakan pendidikan dalam periode selanjutnya. Dalam penyusunan pelaporan ini saya merasa masih banyak kelemahan dan kekurangannya, oleh sebab itu kritik dan saran perbaikan dari berbagai pihak sangat kami butuhkan, agar upaya peningkatan mutu pendidikan di masa yang akan datang akan dapat terus kita tingkatkan. Akhirnya atas perhatian semua pihak yang peduli dengan pendidikan, kami hantarkan terimakasih. Pekanbaru, 3 Januari 2023 Pengawas Madya YUSUF ISKANDAR.S.Pd NIP. 19651102 198811 1 001
7 DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN………………………………………..…………… i KATA PENGANTAR…………………………………………………………….. ii DAFTAR ISI……………………………………………………………………… iv BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang……………………………………………………………… 1 B. Fokus Masalah Pengawasan……………………………………………… 2 C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan………………………………………… 2 D. Ruang Lingkup Pengawasan……………………………………………... 4 BAB II. KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH……………… 6 BAB III. PENDEKATAN DAN METODE……………………………… 8 BAB IV. EVALUASI HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN… 9 A. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru dan Kepala Sekolah… 9 B. Evaluasi Hasil Pemantauan Pelaksanaan SNP…………………………. 50 C. Evaluasi Hasil Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah…………… 55 D. Evaluasi Pembimbingan Profesionalisme Guru dan Kepala Sekolah. 68 E. Evaluasi Pembimbingan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Sekolah .. 106 BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan………………………………………………………………….. 114 B. Rekomendasi……………………………………………………………….. 116 LAMPIRAN : 1. Data hasil pembinaan guru dan / atau kepala sekolah 2. Hasil analisis pembinaan guru dan / atau kepala sekolah 3. Data hasil pemantauan SNP 4. Hasil analisis pemantauan SNP 5. Data hasil penilaian kinerja guru dan / atau kepala sekolah 6. Hasil analisis penilaian kinerja guru dan / atau kepala sekolah.
8 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu standar yang harus dipenuhi sebagai penjaminan mutu pendidikan adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memegang peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah yang bermuara pada peningkatan mutu produk pendidikan( peserta didik). Pendidik(guru) dan Kepala sekolah adalah sosok yang harus selalu mendapatkan pembinaan oleh pengawas sekolah, melalui hasil supervise akademik/ manajerial dan pemantauan akademik/manajerial. Masalah mutu pendidikan menjadi hal yang serius karena ternyata pelanggan pendidkan belum puas dengan layanan yang diberikan oleh sebuah lembaga pendidikan Hal ini dikarenakan dari segi pelayanan masih dibawah standar pelayanan minimal, masih terjadinya in-efesiensi pemanfaatan sumberdaya manusia, masih adanya kegiatan yang kontra produktif yang akhirnya mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pendidikan nasional. Untuk itulah perlu diadakan pengawasan secara komprehensif agar lembaga pendidikan yang dalam hal ini sekolah, dapat melayani pelanggan pendidikan sesuai dengan standar yang telah ditentukan sehingga pada akhirnya dapat memenuhi dan memnaskan kebutuhan pelanggan sekaligus menjamin tercapainya tujuan pendidikan nasional. Peraturan pemerintah No 74 tahun 2008 tentang guru pada pasal 15 ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan majanarial. Untuk implenmentasi tugas sebagai pengawas, tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kredit. Berdasarkan buku kerja pengawas Sekolah dijelaskan bahwa;" ruang lingkup kerja pengawas satuan pendidikan adalah penyusunan program
9 pengawasan, melaksanakan pembinaan, melaksanakan pemantauan SNP, melaksanakan penilaia kinerja dan menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program pengawasan tahun 2021, maka telah dilaksanakan program dan rincian tugas sebagai berikut: 1. Pemantauan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan 2. Pembinaaan Guru dan Kepala sekolah 3. Penilaian kinerja guru dan kepala sekolah 4. Pembimbingan/pelatihan guru dan kepala sekolah Agar hasil pelaksanaan program tersebut dapat bermanfaat dan berhasil guna bagi pihak-pihak yang berwenang, maka perlu disusun laporan pelaksanaan program pengawasan dengan sistematika pelaporan hasil peagawasan seperti yang tercantum didalam buku kerja pengawas sekolah. B. Fokus Masalah Pengawasan Fokus permasalahan yang ada terkait dengan pengawasan pada 8 SMP binaan adalah sebagai berikut: 1. Belum terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan ( SNP) 2. Manajerial kepala sekolah belum berjalan optimal, khususnya belum ada RKS dan Rencana supervisi serta pelaksanaannya. 3. Belum semua guru mampu menyusun administrasi pembelajaran, khususnya silabus dan RPP secara mandiri 4. Pelaksanaan pembelajaran dan penilaian belum sesuai dengan standar proses dan standar penilaian. 5. Rendahnya penilaian kinerja guru sesuai standar proses C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan 1. Tujuan: Tujuan pengawasan yang ingin dicapai melalui kegiatan pengawasan sekolah adalah sebagai berikut:
10 a) Untuk mengetahui sampai sejauh mana pemenuhan SNP sekolahsekolah binaan b) Untuk mengetahui sampai sejauh mana pelaksanaan administrasi sekolah-sekolah binaan, khususnya penyusunan RKS dan Rencana Supervisi kepala sekolah c) Untuk mengetahui sejauh mana kelengkapan adminsitrasi pembelajaran guru sekolah-sekolah binaan. d) Untuk mengetahui sampai sejauh mana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru, jika dibandingkan dengan standar proses. e) Untuk mengetahui sampai sejauh mana penilaian kinerja guru sekolahsekolah binaan. 2. Sasaran Pengawasan a) Teknis Pendidikan b) Untuk focus masalah nomor 3 dan nomor 4 sasarannya adalah guru mata pelajaran dalam merencanakan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas c) Administrasi pendidikan d) Untuk focus masalah pada nomor 1, dan 2 sasarannya pada administrasi pendidikan yang berupa bukti fisik . e) Penilaian Kinerja f) Untuk focus nomor 5 sasarannya adalah guru dan kepala sekolah D. Ruang Lingkup Pengawasan/Tugas Pokok Agar kepengawasan akademik dan manajerial berjalan dengan baik, maka Pengawas sekolah perlu memiliki Tugas Pokok dan Fungsi( Pengawas Sekolah Madya) sebagai berikut: 1. melaksanakan pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah; 2. memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan; 3. melaksanakan penilaian kinerja Guru dan/atau kepala sekolah;
11 4. rnelaksanakan evalnasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; 5. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah.
12 BAB II KERANGKA BERPIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH A. Kerangka Berpikir Siklus Kerangka perpikir pengawasan dan pemecahan masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan pengawasan sekolah sebagai berikut 1. Kegiatan pengawasan sekolah diawali dengan penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Dengan berpedoman pada program kerja yang disusun, dilaksanakan kegiatan inti pengawasan meliputi penilaian, pembinaan, dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di sekolah binaannya. 2. Pada tahap berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pembinaan, dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan dari setiap sekolah dan dari semua sekolah binaan. 3. Berdasarkan hasil analisis data, disusun laporan hasil pengawasan yang menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah binaannya. 4. Sebagai tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan sekolah adalah menetapkan tindak lanjut untuk program pengawasan tahun berikutnya. Tindak lanjut pengawasan diperoleh berdasarkan hasil evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu periode.
13 Siklus kegiatan pengawasan B. PEMECAHAN MASALAH Optimalisasi pencapaian SNP satuan pendidikan dapat terwujud jika seluruh proses yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporannya dapat terlaksana secara intens,komprehensif dan terjadwal . Masalah yang menjadi focus pada pengawasan sekolah binaan adalah sebagai berikut: 1. Belum terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan ( SNP) 2. Manajerial kepala sekolah belum berjalan optimal, khususnya belum ada RKS dan Rencana supervisi serta pelaksanaannya. 3. Belum semua guru mampu menyusun administrasi pembelajaran, khususnya silabus dan RPP secara mandiri PROGRAM PENGAWASAN TINDAK LANJUT PENILAIAN LAPORAN PEMBINAAN EVALUASI PEMANTAUAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN
14 4. Pelaksanaan pembelajaran dan penilaian belum sesuai dengan standar proses dan standar penilaian. 5. Rendahnya penilaian kinerja guru sesuai standar proses Untuk memecahkan masalah yang ada pada focus masalah diatas dan sesuai dengan kerangka berpikir pemecahan masalah, maka tindakan yang diberikan adalah sebagai berikut: 1. Pembimbingan kepada Tim Pengembang Sekolah (TPS) dalam melaksanakan EDS secara akurat dan benar. 2. Pembimbingan kepada Kepala sekolah dan TPS untuk mengoptimalkan manajerial sekolah, khususnya menyusun RKS dan Rencana supervise 3. Pembinaan kepada guru dalam menyusun Administrasi pembelajaran, khususnya silabus, RPP dan penilaian 4. Pembinaan guru melalui pelaksanaan pemantauan dan supervise kelas 5. Pelaksanaan supervis klinis secara berkesinambungan, agar meningkatnya penilaian kinerja guru sesuai standar proses
15 BAB III PENDEKATAN DAN METODE A. PENDEKATAN 1. Pendekatan tidak langsung( non-direktif) Yaitu cara pendekatan terhadap permasalahan yang sifatnya tidak langsung. Perilaku pengawas tidak secara langsung menunjukkan permasalahan, tetapi ia terlebih dulu mendengarkan secara akrif apa yang dikemukakan guru-guru. Guru mengemukkan masalahnya , pengawas mencoba mendengar, memahami, apa yang dialami guru-guru. Perilaku pengawas adalah; mendengarkan, memberi penguatan, menjelaskan, menyajikan dan memecahkan. 2. Kolaboratif Yaitu kerja sama dalam pemecahan masalah dan atau penyelesaian tugas dimana tiap anggota melaksanakan fungsinya yang saling mengisi dan melengkapi .Pada pendekatan ini baik pengawas maupun guru bersamasama, bersepakat untuk menetapkan percakapan terhadap masalah yang dihadapi guru.Perilaku pengawas adalah; menyajikan, menjelaskan, mendengarkan, memecahkan masalah dan negosiasi. B. METODE Dalam melaksanakan program kepengawasan yang telah dibuat,pengawas sekolah menggunakan berbagai metode yaitu : 1. Observasi Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.Keunggulan metode ini adalah banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi, hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah, banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi. Kelemahan metode ini adalah observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat,
16 Metode tersebut oleh pengawas digunakan untuk melakukan supervise kunjungankelas untuk mengamati penampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. 2. Studi dokumen Studi dokumenter merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Jadi studi dokumenter tidal( sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut. Metode tersebut digunakan untuk meneliti RPP untuk dianalisis dibandingkan dengan aturan standar proses. 3. Kuesioner tertutup Kuesioner tertutup adalah pernyataan atau pertanyaan yang sudah disiapkan jawabannya sehingga responden mengisi dengan memilih jawaban yang sudah disiapkan . Metode ini digunakan untuk menggali data tentang keterlaksanaan 8 (delapan standar nasional pendidikan) di sekolah yang diisi oleh stakeholder sekolah . 4. Wawancara Metode tersebut digunakan untuk menggali data dari beberapa stakeholder sekolah terhadap : a) pemenuhan delapan standar nasional pendidikan . b) penerimaan peserta didik Dan data tersebut untuk cross check dengan data yang diperoleh dari pengisian kuesioner tertutup
17 . 5. Refleksi dan Focused Group Discussion(FGD) Metode ini pelaksanaannya bersama-sama pihak sekolah(guru, wakil kepala sekolah, kepala sekolah, pengawas dan komite sekolah) melakukan refleksi terhadap data hasil monitoring , dan menemukan sendiri fsktor-faktor penghambatserta pendukung yang selama ini mereka rasakan. Tujuannya adalah untuk menyatukan pandangan stakeholder mengenai realitas kondisi sekolah( kekuatan dan kelemahan) sekolah serta menentukan lagkah- langkah strategis maupun operasional yang akan diambil untuk memajukan sekolah. Dan peran pengawas adalah sebagai fasilitator sekaligus nara sumber. Dari beberapa pendekatan dan metode diatas pada intinya digunakan untuk saling melengkapi dalam upaya mendapatkan data yang valid dan akuntabel untuk dijadikan dasar pembuatan pelaporan. 6. Delphi Cara yang efisien untuk melibatkan banyak stakeholder sekolah tanpa memandang factor-faktor status yang sering menjadi kendala dalam sebuah diskusi atau musyawarah. Langkah-langkahnya menurut Gorton(1976:26-27) adalah sebagai berikut: a) Mengidentifikasi pihak-pihak yang dianggap memehami persoalan dan hendak dimintai pendapatnya mengenai pengembangan sekolah b) Masing-masing pihak diminta mengajukan pendapatnya secara tertulis tanpa disertai nama/identitas. c) Mengumpulkan pendapat yang masuk dan membuat daftar urutannya sesuai dengan jumlah orang yang berpendapat sama. d) Menyampaikan kembali daftar rumusan pendapat dari berbagai pihak tersebut untuk diberikan urutan prioritasnya. e) Mengumpulkan kembali urutan prioritas menurut peserta, dan menyampaikan hasil akhir prioritas keputusan dari seluruh peserta yang dimintai pendapatnya.
18 BAB IV HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN A. Hasil Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP 1. Nama Sekolah : SMA NEGERI 3 TEBING TINGGI Nama Kepala Sekolah : SURAYNI.S,S.Pd.I Tabel.l No Komponen Keadaan di Sekolah Keterangan Ada Tidak Ada Nilai A B C K 1 Standar Isi V 91 2 SKL V 92 3 Standar Proses V 90 4 Standar Pengelolaan V 90 5 Standar Penilaian V 91 Rata-rata 91 (A)
19 2. Nama Sekolah : SMAN 3 TEBING TINGGI BARAT Nama Kepala Sekolah : Drs.MUKHTARODIN.S.Ag,M.Pd.I Tabel. 3 No Komponen Keadaan di Sekolah Keterangan Ada Tidak Ada Nilai A B C K 1 Standar Isi V 90 2 SKL V 90 3 Standar Proses V 86 4 Standar Pengelolaan V 86 5 Standar Penilaian V 90 Rata-rata 88,4 (B) 1. Nama Sekolah : SMA NEGERI MERBAU Nama Kepala Sekolah : Dra.TATI WAHYUNI Tabel. 3 No Komponen Keadaan di Sekolah Keterangan Ada Tidak Ada Nilai A B C K 1 Standar Isi V 91 2 SKL V 91 3 Standar Proses V 90 4 Standar Pengelolaan V 91 5 Standar Penilaian V 92 Rata-rata 91 (A) ‘
20 1. Nama Sekolah : SMAS KRISTEN KALAM KUDUS Nama Kepala Sekolah : LIMBER P.SIMAMORA.S.Si.MM Tabel. 3 No Komponen Keadaan di Sekolah Keterangan Ada Tidak Ada Nilai A B C K 1 Standar Isi V 90 2 SKL V 91 3 Standar Proses V 92 4 Standar Pengelolaan V 91 5 Standar Penilaian V 90 Rata-rata 91 (A) 1. Nama Sekolah : SMAS AL-MA’ARIF NU Nama Kepala Sekolah : MARDIYO.S.Pd.I Tabel. 3 No Komponen Keadaan di Sekolah Keterangan Ada Tidak Ada Nilai A B C K 1 Standar Isi V 90 2 SKL V 91 3 Standar Proses V 89 4 Standar Pengelolaan V 90 5 Standar Penilaian V 85 Rata-rata 89(B)
21 1. Nama Sekolah : SMAS MOHD YUDHA Nama Kepala Sekolah : SUPRI.SAg Tabel. 3 No Komponen Keadaan di Sekolah Keterangan Ada Tidak Ada Nilai A B C K 1 Standar Isi V 84 2 SKL V 87 3 Standar Proses V 84 4 Standar Pengelolaan V 88 5 Standar Penilaian V 85 Rata-rata 85 (B) 1. Nama Sekolah : SMAS MERANTI Nama Kepala Sekolah : INDAH KUSAMA WATI.S.Pd.I Tabel. 3 No Komponen Keadaan di Sekolah Keterangan Ada Tidak Ada Nilai A B C K 1 Standar Isi V 84 2 SKL V 87 3 Standar Proses V 80 4 Standar Pengelolaan V 82 5 Standar Penilaian V 80 Rata-rata 8 (B)
22 B. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Kepala sekolah Nama Sekolah : SMA NEGERI 3 TEBING TINGGI Nama Kepala Sekolah : SURYANI.S,S.Pd.I Tabel.4 No Komponen Keadaan di Sekolah terlak Keterangan sana tidak terlak sana Nilai A B C D 1 Penyusunan RKS V 91 2 Penyusunan Rencana Supervisi V 92 Rata-rata 91,5 (A) Nama Sekolah : SMAN 3 TEBING TINGGI BARAT Nama Kepala Sekolah : Drs.MUKHTARODIN.S.Ag.M.Pd.I Tabel.4 No Komponen Keadaan di Sekolah terlak Keterangan sana tidak terlak sana Nilai A B C D 1 Penyusunan RKS V 89 2 Penyusunan Rencana Supervisi V 90 Rata-rata 89,5 (B) Nama Sekolah : SMAN 1 MERBAU Nama Kepala Sekolah : TATI WAHYUNI.S.Pd Tabel.4 No Komponen Keadaan di Sekolah terlak Keterangan sana tidak terlak sana Nilai A B C D 1 Penyusunan RKS V 91 2 Penyusunan Rencana Supervisi V 92 Rata-rata 91,5 (A)
23 Nama Sekolah : SMAS KALAM KUDUS Nama Kepala Sekolah : LIMBER P SIMAMORA.S.Si.MM Tabel.4 No Komponen Keadaan di Sekolah terlak Keterangan sana tidak terlak sana Nilai A B C D 1 Penyusunan RKS V 91 86 2 Penyusunan Rencana Supervisi V 91 Rata-rata 91 (A) Nama Sekolah : SMAS AL-MAA’RIF NU Nama Kepala Sekolah : MARDIYO.S.Pd.I Tabel.4 No Komponen Keadaan di Sekolah terlak Keterangan sana tidak terlak sana Nilai A B C D 1 Penyusunan RKS V 89 2 Penyusunan Rencana Supervisi V 90 Rata-rata 89,5 (B) Nama Sekolah : SMAS MOHD YUDHA Nama Kepala Sekolah : SUPRI.S.Ag Tabel.4 No Komponen Keadaan di Sekolah terlak Keterangan sana tidak terlak sana Nilai A B C D 1 Penyusunan RKS V 86 2 Penyusunan Rencana Supervisi V 88 Rata-rata 87 (B)
24 Nama Sekolah : SMAS MERANTI Nama Kepala Sekolah : INDAH KUSAMA WATI.S.Pd.I Tabel.4 No Komponen Keadaan di Sekolah terlak Keterangan sana tidak terlak sana Nilai A B C D 1 Penyusunan RKS V 86 2 Penyusunan Rencana Supervisi V 86 Rata-rata 86(B) Hasil pembahasan supervise manajerial pada tiga sekolah yaitu; Pada SMA Negeri 3 Tebing Tinggi, SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Barat, SMA Negeri 1 Merbau, SMA Swasta Kristen Kalam Kudus, SMA Swasta Al-Maa’rif NU, SMA Swasta Mohd Yudha dan SMA Swasta Meranti masih perlu ditingkatkan pada penyusunan RKS, karena masih terlihat keragu-raguan dalam pengolahan data secara keseluruhan, sedangkan pada penyusunan rencana supervise sudah terlihat bagus untuk pelaksanaannya.
A. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru tentang Adminstrasi Pembelaja Hasil Supervisi Adminstrasi Perencanaan Pembelajara Tab NO NAMA GURU Mata Pelajar an Asal Sekolah INDIKAT prota promes silabus 1 ERMA SURYANI.S.Pd KIMIA SMAN 3 TEBING TINGGI 4 4 4 2 MIMI HELDAWATI S.Pd KIMIA SMAN 3 TEBING TINGGI 4 4 3 3 NOVALI PANJA PUTRI P.S.Pd KIMIA SMAN 3 TEBING TINGGI BARAT 3 3 3 4 YULISMATI.SPd KIMIA SMAN 1 MERBAU 4 3 4 5 MURTADHO.SPd KIMIA SMAN 1 MERBAU 3 3 3 6 SPEPI.S.Pd KIMIA SMAS KERISTEN KALAM KUDUS 3 4 3 7 SAFRIZAH.SPd KIMIA SMAS AL.MA’ARIF NU 4 4 4 8 NURHASAMSY.SPd KIMIA SMAS MOHD YUDHA 3 4 3 9 BADRIAH.S.Pd KIMIA SMAS MERANTI 3 3 3 Jumlah 33 32 30 Nilai 3.70 3.60 3.40
25 aran an Terhadap Guru BK SMA Negeri / swasta Pekanbaru bel 7 TOR KOMPONEN ADM PERENCANAAN BK RPP Kalender Pend. Jadwal TM Agenda harian Batas Pelajaran Dokumen KKM Absensi PDD Buku Jumlah skor Nilai Tindak Lanjut Nilai 4 3 3 3 3 3 4 4 35 80 (B) 4 4 4 4 3 3 4 4 41 93 (BS) 3 3 3 3 3 3 4 4 31 71 (B) 3 3 3 3 3 3 4 4 40 90 (BS) . 3 4 3 3 3 4 4 4 36 82 (B) 4 4 4 4 3 4 4 4 36 82 (B) 3 4 3 3 3 3 4 4 35 80 (B) 4 4 3 3 3 3 4 4 36 82 (B) 3 3 3 3 3 3 4 4 35 80 (B) 31 32 29 29 27 29 39 39 239 3.50 3.60 3.30 3.30 3.00 3.30 4.00 4.00 32.20 82.30 (B)
Hasil Supervisi Adminstrasi Perencanaan Pembelajaran Tab Seluruh guru telah menyiapkan administrasi prencanaan pembela Kelemahan: Terdapat 2 komponen yang persentase jumlah skor yang kurang 1 Agenda harian (42,61 % ) 2. Dokumen KKM ( 50 % ) Kesimpulan: 1. Terdapat 5 orang guru bernilai Baik Sekali 2. Terdapat 2 orang guru nilai Baik 3. Terdapat 2 orang guru nilai kuarang 4. Komponen-komponen yang tidak ada pada guru umumnya
26 n Terhadap Guru KIMIA SMA Negeri / swasta Di Meranti bel 7 ajaran dengan nilai baik (baik) g , yakni : a adalah agenda harian dan dokumen KKM
27 Tabel 8 Jumlah Guru Menyusun Silabus dan RPP mandiri pada sekolah binaan No Nama Sekolah Perencanaan Pembelajaran Silabus RPP Jumlah % Jumlah % 1 SMAN 3 Tebing Tinggi 77 77 100 77 77 100 2 SMAN 3 Tebing Tinggi Barat 63 63 100 63 63 100 3 SMAN 1 Merbau 382 382 100 382 382 100 4 SMAS Kristen Kalam Kudus 167 167 100 167 167 100 5 SMAS Al-Ma’arf NU 100 100 100 100 100 100 6 SMAS Mohd Yudha 40 40 100 40 40 100 7 SMAS Meranti 27 27 100 27 27 100 Rata-rata 100 100 Penilaian Kinerja Guru Kegiatan Penilaian Kinerja Guru sudah dilaksanakan, dan forto folionya sudah ada disekolah B. Pembahasan: Pada Hasil Pemantauan 8 SNP, terdapat : Berdasarkan Tabel 1 s. 3: Rata-rata hasil pemantauan SNP pada 7 ( tujuh ) sekolah yang dibina sudah baik,walaupun terdapat 3 sekolah yang masih terdapat nilai B /ring 885 %. Pada Pelaksanaan Pembinaan Kepala sekolah: Berdasarkan Tabel.1 s.d 3 bab IV : Telah terlaksana seluruhnya sesuai direncanakan, yakni 100% dari yang direncanakan. Sedangkan hasil pelaksanaan :Untuk kegiatan penyusunan RKS telah memperoleh rata-rata nilai 91 (A), sedangkan untuk kegiatan Perencanaan Supervisi juga memperoleh nilai 91 (A),dan penyusunan RKS rata-rata dari tiga sekolah 88 (B) . Hal-hal yang perlu ditingkatkan:
28 1. RKS perlu disesuiakn dengan EDS 2. Visi, Misi dan tujuan sekolah perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah yang nyata 3. TPS perlu selalu dtingkatkan dengan berbagai model kegiatan yang sangat meningkatkan mutu sekolah 4. Instrumen supervisi perlu selalu di perbarui. Pada Pelaksanaan Pembinaan Guru tentang Administrasi pembelajaran: Berdasarkan Tabel.4 pada bab IV: Perencanaan administrasi pembelajaran pada guru binaan , terdapat 2 perangkat persiapan yang tidak disiapkan oleh guru , yakni persiapan Agenda Harian guru dan dokumen KKM Terdapat 99% guru telah menyusun silabus secara mandiri. Terdapat 89 % guru menyusun RPP secara mandiri, sedangkan 11% lagi masih menjiplak/mengcopi dari orang lain. Penyebab terjadi kelemahan diatas adalah sebagai berikut: 1. Kebanyakan guru menyusun RPP menggcopi dari internet 2. Anggapan guru buku agenda harian tidak penting
29 BAB V PENUTUP 1. KESIMPULAN: a. Dari 5 program yang telah direncanakan dalam melaksanakan kegiatan program tersebut, ternyata hanya 4 program yang terlaksana (80%). b. Penilaian supervise guru tidak terlaksana c. Rata-rata hasil pemantauan 8 SNP adalah 80 telah mencapai nilai Baik (B) d. Dari 7 sekolah binaan kepala sekolah ternyata seluruhnya terlaksana (100%), e. Penyusunan Silabus dan RPP telah disusun secara mandiri adalah 99% dan 89% dinyatakan Sangat baik untuk silabus dan RPP. 2. REKOMENDASI: a. Pemantauan untuk 8 SNP, perlu difokuskan pada standar SI,SKL b. Pembimbingan dalam menyusun RKS dan rencana supervise perlu ditingkatkan c. Pembinaan guru tentang penyusunan silabus dan RPP perlu lebih ditingkan lagi d. Guru perlu meningkatkan kinerjanya melalui kegiatan Lesson Study ( Kajian Pembelajaran) pada pelatihan guru.