The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ASPRODI DKV, 2023-12-01 03:51:48

MAJALAH BEDAKAN BATCH 9

MAJALAH BEDAKAN BATCH 9

KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 1 DAFTAR ISI Daftar Isi Sambutan Kemenparekraf / Baparekraf Kata Pengantar Asprodi Tentang Program BEDA’KAN Profile Desainer BEDA’KAN Potret UMKM Indonesia Renjana Ipang Production House of Distraw Diby Leather Akasia Kalanata Leather Joglo Ayu Tenan Markonah Kastuba Jinggar Benanglusi Citramata Prajan Eco Oline Co. Magani Craft Via Boutique Kasita Textrinum Mavee Batik Moonseed Pottery Jumputageman B-Craft Latifa Dua meco Klatik Kalinda 1 2 3 4 5 9 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58


KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 2 SAMBUTAN Assalammualaikum wr. wb, salam sejahtera bagi kita semua Sebagaimana sektor kehidupan lainnya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga terdampa pandemi COVID-19. Penurunan aktivitas usaha karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat membuat kreativitas dan produktivitas terhenti untuk sementara waktu. Namun, tahun 2021 ini adalah tahun kebangkitan. Di sektor Ekonomi Kreatif, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development) UNCTAD telah menetapkan tahun ini sebagai the International Year of Creative Economy for Sustainable Development. Berbagai upaya dilakukan Kemenparekraf untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif, melalui berbagai program dan kegiatan. Salah satunya yaitu Bedah Desain Kemasan (BEDA’KAN), merupakan salah satu kegiatan inisiasi Kemenparekraf pada Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif melalui Direktorat Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen, dimana kegiatan ini selain memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) pada susbsektor Kuliner, Kriya dan Fesyen yang akan diberikan desainkemasan baru pada produknya, kegiatan ini juga berfokus pada edukasi dalam penguatan talenta desainer grafis (desain komunikasi visual) dengan cara praktik langsung mendesain ulang kemasan produk pelaku ekraf serta mewujudkan dalam bentuk mock-up kemasan yg dapat digunakan langsung untuk kegiatan penjualan pelaku ekraf. Lewat kegiatan ini, para pelaku usaha akan mendapat pemahaman tentang menjalankan usahanya ke depan dan informasi pengemasan produk yang baik oleh para pakar branding. Kegiatan ini bertujuan agar para pelaku ekraf lebih percaya diri, dapat memasarkan produknya lebih baik, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produknya, tentunya diharapkan terjalin simbiosis mutualisme antara pelaku UMKM dan Desainer sehingga terbentuknya supplay and demand dalam ekosistem jasa desain. Setelah sukses dengan 8 BEDA’KAN yang lalu (2020: Skala Nasional seluruh provinsi, Bandung, Denpasar Bali, thn 2021: Danau Toba (2 kali fesyen/kriya dan kuliner), Labuan Bajo, Mandalika) yang keseluruhannya diadakan secara open call, kini BEDA’KAN batch 9 kembali digelar secara khusus di Borobudur yang terpilih dimana memiliki banyak sekali potensi produk fesyen kriya dan kuliner yang dapat dikembangkan. BEDA’KAN ini diikuti oleh 25 jenama/brand yg telah dikurasi. Kegiatan BEDA’KAN Batch 9 kali ini bekerjasama dengan ASPRODI (Asosiasi Program Studi) DKV Se-Indonesia yang melibatkan 20 Dosen Pendamping, 30 Mahasiswa DKV dari 15 Universitas, serta bantuan pendampingan Tim Pakar, dan turut serta membantu kegiatan yaitu Pemerintah/ Lembaga Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini Pengelola Desa Wisata Borobudur, Dispar Magelang,, serta tentunya didukung oleh Dispar provinsi Jawa Tengah. Terima kasih atas bantuan dan dukungan kerjasama yang baik hingga terselesaikannya kegiatan ini. Kami mengapresiasi kegiatan ini mengingat peran strategis desain dalam kontribusi terhadap pembangunan ekonomi kreatif Indonesia. Akhir kata, kami ucapkan selamat dan terima kasih kepada para peserta BEDA’KAN, dan seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, semoga dengan mengikuti kegiatan ini menjadikan produk kreatif UMKM berkembang melalui desain kemasan yang lebih menarik. Sambutan Kemenparekraf / Baparekraf M. Neil El Himam, M.Sc Deputi Bidang Ekonomi DIgital dan Produk Kreatif


KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 3 KATA PENGANTAR ASPRODI Assalammualaikum wr. wb, salam sejahtera bagi kita semua Program BEDA’KAN menjadi contoh bahwa desain grafis berperan dalam kehidupan di semua lapisan masyarakat. Sebagai contoh, dalam kasus identitas visual produk kuliner dan kemasannya untuk UMKM Indonesia. Peran utama dari kemasan makanan adalah untuk melindungi produk makanan dari pengaruh luar dan kerusakan, menampung makanan, dan menyediakan informasi bahan dan gizi kepada konsumen. Kemasan juga mempunyai peran sebagai wajah dari produk dan seringkali merupakan satu-satunya eksposur produk yang dialami konsumen sebelum membeli. Untuk itu diperlukan seorang desainer yang dapat menerjemahkan cerita dari produk ke dalam kemasan secara visual dan fungsi. Produk UMKM Indonesia ini sangat unik dan dapat merepresentasikan budaya Indonesia. Tentunya, dengan kemasan yang terdesain dengan tepat dapat memberikan nilai lebih bagi produk dari segi citra dan juga fungsi, sehingga produk kuliner Indonesia dapat berkembang lebih luas sampai mancanegara dan turut menyebarluaskankan budaya Indonesia. Hal tersebut sangat sesuai dengan visi Asprodi DKV, yaitu membentuk identitas visual Indonesia yang kuat di dalam negeri dan di mata internasional. Program ini tentunya sangat menantang. Dalam setiap proses dibutuhkan berbagai tahapan yang mendalam. Asprodi DKV membuka kesempatan kepada semua anggotanya untuk terlibat dalam program ini yang kemudian dikurasi dengan pertimbangan baik dari segi pengalaman maupun kemampuan. Setelah itu kami memberi pengarahan kepada para desainer dan menjelaskan proses yang tepat untuk program BEDA’KAN ini. Tanpa kerja sama dengan berbagai pihak, tentu saja belum tentu dapat berhasil. Untuk itu, Asprodi DKV mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, baik itu para desainer anggota Asprodi DKV, tim kurasi produk UMKM, tim pakar kuliner dan juga tim Kemenparekraf/Baparekraf di Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif. Harapan kami semoga kegiatan dalam mendukung UMKM dapat terus dilanjutkan oleh banyak pemangku kepentingan di pemerintahan dan terus melibatkan asosiasi desain dalam prosesnya agar desainer grafis dapat terus berperan si semua lapisan masyarakat dan tentunya untuk kemajuan ekonomi kreatif di Indonesia. Dr. Intan Rizky Mutiaz., M.Ds Ketua Umum Asprodi DKV Indonesia


KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 4 TENTANG PROGRAM BEDAKAN Program BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan) merupakan kegiatan pendampingan pada 25 pelaku usaha kriya, fesyen dalam memberikan edukasi kemasan yang menarik pada produk UMKM terpilih (peserta mendapatkan desain logo dan kemasan baru melewati proses redesain 3 level bekerja sama dengan Asprodi DKV yang membawa 25 desainer yang telah ditunjuk Asprodi DKV dan didampingi langsung oleh pengurus Asprodi DKV ). Dalam hal ini pengerjaannya melibatkan bidang yang terkait yaitu Bidang Desain (Desain Komunikasi Visual). Kegiatan Bedah Desain Kemasan dilakukan dengan metode studi kasus atau membedah desain yang ada. Kegiatan ini kemudian disebut dengan Bedah Desain Kemasan atau disingkat BEDA’KAN. BEDA’KAN pada masa tanggap darurat pandemi Covid-19 adalah kegiatan pemberian bantuan pemerintah dalam bentuk pembaharuan desain kemasan produk yang lebih baik dan memiliki value added terhadap produk para pelaku usaha kuliner melalui media daring (online). Program bantuan yang diberi nama BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan) ini bertujuan untuk: 1. Membantu pelaku usaha kuliner untuk memiliki kemasan produknya dengan tampilan yang lebih menarik, berkarakter, higienis, melindungi produknya dan profesional, sehingga semakin menarik perhatian konsumen; 2. Meningkatkan rasa percaya diri dalam persaingan global serta membantu pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka. 3. Membantu pelaku usaha kuliner dalam rangka persiapan tranformasi strategi pemasaran dari online ke online. Pelaksanaan prorgam BEDA’KAN dilakukan dengan sistem online dan hybrid, pada BEDA’KAN seluruh tahapan dari mulai pendaftaran, seleksi administrasi awal, seleksi proposal konsep bisnis peserta, bedah produk dan rancangan kemasan, paparan desain akhir kemasan dilakukan online dan offline dengan melibatkan peserta dari beragam daerah, sehingga keseluruhannya dilakukan secara hybrid dan terbuka untuk seluruh daerah, dimana 25 produk yang terkurasi. Penerima bantuan BEDA’KAN adalah pelaku usaha kriya fesyen yang telah melalui proses kurasi.


Profil Desainer BEDA’KAN 5


6


7


8


Munculnya banyak produk kriya fesyen baru dari UMKM menunjukan bahwa kita sebagai bangsa terus produktif dan inovatif di tengah pandemi global ini. Varian produk tersebut terbilang banyak dan berasal dari beragam daerah dengan membawa keunikan dan potensi masing-masing daerah yang secara kualitas produk tidak perlu diragukan lagi. Untuk menunjang hal tersebut, diperlukan pengembangan di segi visual, di antaranya citra produk dan kemasan. Hal tersebut akan menambahkan nilai jual produk dan membuka kesempatan bagi produk untuk dijual lebih luas lagi, bahkan sampai ke luar negeri. Terlebih lagi, teknologi digital yang berkembang pesat dapat turut mengakselerasi promosi dan penjualan produk melalui sosial media dan perdagangan elektronik (ecommerce) yang dapat menjadi kunci kesuksesan UMKM saat ini. Oleh karena itu, potensi yang dimiliki UMKM perlu didukung dan dibantu oleh pemerintah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bekerja sama dengan banyak pihak untuk dapat terus beradaptasi di situasi seperti saat ini. POTRET UMKM INDONESIA: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 9


RENJANA Ipang Pro ductio n LATAR BELAKANG: Renjana merupakan brand usaha yang khusus menjual produk kaos sablon. Renjana merupakan usaha baru yang dirintis oleh UMKM Ipang Production. Ipang Production merupakan usaha yang bergerak dibidang industry cetak saring (sablon) yang berdiri sejak tahun 2014, dan bertempat di Jl. Nepen, Gunungpring, Kab. Magelang. Produk ini dibuat sebagai alternative gift / souvenir, dengan tema cerita Candi Borobudur. Produk ini sebelumnya hanya menggunakan plastik untuk pengemasan kaosnya. Dan karena ini merupakan brand baru, jadi Renjana juga belum memiliki logo maupun identitas visual lainnya. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 10


Pemilik Brand IBU APSASI ANNISA Desainer Eky Cahyadi Universitas Kristen Maranatha 11 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


HOUSE OF DISTRAW LATAR BELAKANG: House of Distraw dari Yogyakarta ini selaras dengan suistainable fashion yang mengacu pada kepedulian kepada konsumen, pekerja, bahan ramah lingkungan dan menjaga lingkungan sekitar dan tidak meninggalkan kreatifitas dalam seni motif. Produk yang dihasilkan menggunakan teknik ecoprint dari motif alam seperti daun yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi estetika yang bernilai. Produk yang dihasilkan diusahakan dengan kualitas terbaik bersama tangan-tangan terampil serta memperhatikan lingkungan dengan harapan, langkah kecil ini menjadi langkah membuat bumi menjadi lebih baik PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 12


Pemilik Brand Kusniati Surjandini Desainer Raberkat Telaumbanua Institut Teknologi Harapan Bangsa 13 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


DIBY LEATHER LATAR BELAKANG: Diby Leather adalah produsen tas kulit inovasi colouring leather yang terlukis di dalam air, sebagai produk kerajinan inovasi finishing samak kulit sapi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Diby Leather menerapkan untuk selalu perduli terhadap bahan-bahan baku yang dipakai agar tidak mencemari lingkungan dan telah menguji lab untuk produk yang telah di hasilkan, sehingga dapat menjaga kuwalitas dan keawetan produk PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 14


Pemilik Brand BAYU RATNA DHINI Desainer Mukhamad Ali Fauzan Politeknik Harapan Bersama 15 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


AKASIA Latar Belakang: Akasia merupakan brand produk fashion batik sejak tahun 2009 Asal mula nama akasia karena ditemukannya banyak pohon akasia disekitaran bantul. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 16


Pemilik Brand II HURAIROH Desainer Alvina Nadifah Sekolah Tinggi Seni Rupa Dan Desain Visi Indonesia 17 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


KALANATA LEATHER LATAR BELAKANG: Kalanata merupakan brand yang menawarkan berbagai macam varian produk kriya berbahan dasar kulit asli. Produk dari Kalanata memiliki kualitas yang tidak perlu diragukan, namun Kalanata masih memerlukan identitas visual dalam bentuk logo dan kemasan agar memperkuat citra & karakter dari Kalanata, sehingga brand dan produknya dapat berkembang lebih baik lagi. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 18


Pemilik Brand Pidi Winata Desainer Michell Lorenza Universitas Bunda Mulia 19 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


JOGLO AYU TENAN LATAR BELAKANG: AYU TENAN sendiri merupakan salah satu produk jewelry yang dihasilkan dari maker space Joglo Ayu Tenan. bentuk dari hasil kerajinan jewelry ini selalu menampikan tentang kebudayaan jogja. seperti contohnya pada tahun ini Ayu Tenan mengeluarkan seri terbarunya yang mengangkat tentang gudeg jogja PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 20


Pemilik Brand Rahayu Dwiastuti Desainer Amri Nugroho Raditya Universitas Esa Unggul 21 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


MARKONAH LATAR BELAKANG: Markonah lahir karena kecintaan tim Markonah akan budaya nasional, khususnya Tanah Jawa dimana Founder dari Markonah, Ibu Aqnie Anne lahir dan berproses sampai saat ini. Markonah adalah produk fashion dengan teknik digital printing yang motifnya bercerita tentang budaya dan tradisi masyarakat Jawa dengan gaya yang fun dan modern. Markonah memberikan gaya yang baru dengan sentuhan budaya etnis dikemas kedalam bentuk ilustrasi seni yang Fun dan modern kedalam produk fashion ready to wear. Dan terus berinovasi untuk melestarikan budaya bermakna pesan melalui produk fashion yang trendy. Berbudaya tidak harus ketinggalan jaman. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 22


Pemilik Brand Yuliana Aqni esainer Ervans Lawuan Universitas Kristen Maranatha 23 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


KASTUBA LATAR BELAKANG: Kastuba didirikan oleh Herdina Rizki Damayanti dan Faridis Ing Nirwana atas dasar kecintaan mereka terhadap Wastra Nusantara dengan pewarna alam yaitu batik dan turunannya. Pemilihan penggunaan pewarna alam ini bertujuan untuk menyelaraskan pelestarian seni budaya Indonesia dengan Kelestarian Lingkungan, dimana penggunaan pewarna alam ini salah satunya juga sebagai wujud campaign Kastuba dalam green industry tekstil. Selain itu wastra yang Kastuba produksi merupakan wastra yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi. Kastuba juga menyadari minimnya rasa cinta terhadap wastra nusantara terutama pada kaula muda. Sehingga Kastuba juga bermaksud untuk memberitahu bahwa dengan menggunakan wastra nusantara, semua orang juga bisa berpenampilan modis, dengan design trend terkini yang dipadukan dengan jenis kain wastra lainnya. Sehingga kaula muda dapat terpikat untuk menggunakannya. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 24


Pemilik Brand Herdina Rizki Damayanti Desainer Hafshah Noorulhafiyya Institut Teknologi Bandung 25 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


JINGGAR LATAR BELAKANG: Rumah batik jinggar merupakan butik batik yang sudah berdiri sejak tahun 2010 dan berasal dari jogja, rumah batik jinggar banyak menjual produk batik seperti gaun, syal, dan aksesoris batik lainnya, batik jinggar memiliki gaya batik yang tradisional dan kontemporer sehingga batik jinggar bisa digunakan dan cocok untuk anak muda, salah satu tujuan dari batik jinggar sendiri ialah agar banyak anak muda di Indonesia mulai bangga menggunakan produk batik yang merupakan khas Indonesia. Kata “Jinggar” sendiri berasal dari nama anak dari Ibu vitalia Pamoengkas selaku pemilik dari batik jinggar ini, yang berartikan Keindahan dan keanekaragaman. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 26


Pemilik Brand Vitalia Noor Damaningsih Desainer Muhammad Bryanking Kusuma Universitas Multimedia Nusantara 27 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


BENANGLUSI LATAR BELAKANG: Benanglusi merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak di bidang fesyen yang memadukan tenun lurik dengan wastra Nusantara. Usaha yang telah berdiri sejak 2010, ingin melestarikan budaya Indonesia dengan memanfaatkan dan mengolah tenun lurik menjadi busana dengan tampilan yang casual, ethnical, fashionable dan nyaman. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 28


Pemilik Brand Juni Noor Hastuti Desainer Helena Calista Universitas Pelita Harapan 29 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


CITRAMATA LATAR BELAKANG: Citramata merupakan sebuah usaha mikro kecil menengah yang menawarkan produk kriya berupa kerajinan kayu lukis. Telah menjadi Juara Innovating Jogja 2019 dan Finalis Apresiasi Kreasi Indonesia 2021, Citramata semakin berkembang, namun Citramata belum memiliki packaging yang memadai. Agar brand mudah dikenal, Citramata membutuhkan packaging serta identitas visual yang menarik. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 30


Pemilik Brand Hasan Agus Wiratomo Desainer Diba Nur Hanifa Universitas Pembangunan Jaya 31 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


PRAJAN ECO LATAR BELAKANG: Prajan Eco berasal dari kata prajan dan eco. Prajan diambil dari nama dusun di nitiprayan Bantul. Dimana jemawa tumbuh dan berkembang. Sedangkan eco berarti lingkungan. Kedua kata inilah yang melahirkan Prajan Eco. PrajanEco didirikan oleh matius Indarto pada awal 2018 atas kegelisahan atas semakin banyaknya limbah yang terbuang ke bumi khususnya limbah yang berasal dari tekstil dan fashion. Mimpi utamanya adalah menciptakan produk yang berkontribusi positif terhadap lingkungan, beretika dan berkelanjutan. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 32


Pemilik Brand Matius Indarto Desainer Guntur Agung Kurniawan Universitas Telkom 33 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


OLINE CO. LATAR BELAKANG: Oline Co. merupakan brand dari sebuah usaha fashion eco print yang berada di daerah Purworejo. Produk yang dijual merupakan produk yang ramah lingkungan, karena mereka menggunakan pewarna alami seperti daun dan bunga pada kain di produknya.Untuk kemasannya sendiri menggunakan box karton sebagai tempat untuk menempatkan produknya untuk pengiriman pesanan yang sebagian besar dipesan secara online. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 34


Pemilik Brand Caroline Saweho Desainer Ni Made Adinda Gandari Sartika Institut Desain dan Bisnis Bali 35 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


MAGANI LATAR BELAKANG: Magani adalah UMKM yang bergerak di bidang fashion apparel dengan tema Ethnic Nusantara/Kebudayaan yang ada Indonesia. Sehingga dapat dibilang ingin memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat luas. Magani berasal dari Desa Candiroto, Kab. Temanggung, Jawa Tengah. Nama Magani sendiri dari Bahasa Kawi yang memiliki arti menyenangkan, sehingga diharapkan perajin maupun konsumen merasa senang ketika membuat atau mengenakan produk Magani. Saat ini Magani memiliki 19 produk dengan berbagai macam motif dan dengan beberapa dimensi yang berbeda. Masing-masing produknya memiliki berat 450 gram. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 36


Pemilik Brand Aditya Widya Pranata Desainer Stephanie Laraine Jonathan Institut Teknologi Harapan Bangsa 37 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


VIA BOUTIQUE LATAR BELAKANG: Via Boutique adalah jenis usaha fashion custome order yang dirintis oleh Oktavia sejak 27 Desember 2018. Via Boutique melayani jasa jahit by request customer. Saat awal merintis usaha, target market Via Boutique hanya anak-anak dan remaja milenial. Semakin kesini customer minta model pengantin, ibu-ibu seragam acara nikahan, jazz, dan anak-anak. Jadi target market Via Boutique sekarang di semua kalangan umur baik laki-laki maupun perempuan PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 38


Pemilik Brand Nur Oktaviyani Desainer Bayu Adi Setiawan Politeknik Harapan Bersama 39 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


KASITA LATAR BELAKANG: Boneka wisuda magelang merupakan brand produk bermacam macam aneka wisuda. Berdiri 2018, dinamakan wisuda magelang agar para konsumen mudah mencari dan langsung tertera dipencarian diatas. Perubahan nama brand boneka wisuda magelang menjadi kasita karena cenderung terlalu panjang dan kuno. Kasita berasal dari celetukan aulia (putri bungsu bu Husna) yang masih berumur 5 tahun. Kasita merupakan kepanjangan dari kado spesial untuk orang tercinta. Harapannya kasih sayang orang yang membeli dan menerima dapat tersampaikan. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 40


Pemilik Brand Siti Jamilatul Husna Desainer Alvita Nadifah Sekolah Tinggi Seni Rupa Dan Desain Visi Indonesia 41 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


TENUNKULA BY TEXTRINUM LATAR BELAKANG: Merupakan brand yang multifungsi menawarkan kerajinan tenun dengan keindahan tetapi memiliki nilai guna pada kehidupan sehari-hari . Adapun harapan dari didirikannya brand tersebut adalah untuk mengenalkan kembali teknik modern baik didesa sekitar maupun masyarakat sekarang untuk membangkitkan kembali minat masyarakat pada hasil kerajinan lokal khususnya produk hasil tenun. Tentu brand tersebut menawarkan modifikasi dan desain bergaya modern untuk menyesuaikan dan beradaptasi dengan era modern. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 42


Pemilik Brand Eka Yulia Dewi Desainer Winnie Universitas Bunda Mulia 43 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


MAVEE LATAR BELAKANG: Uti Lina mulai dari mengenal batik pada tahun 2013 . seiring berjalannya waktu, Uti Lina mulai membuat kelompok pembatik “ Sekar Jatimas” dan mengetuai kelompok tersebut. Selain mengikuti berbagai jenis kegiatan yang berkaitan produksi batik, Uti Lina mulai masuk ke dalam asosiasi batik di Sleman, Yogyakarta dengan nama “ Muktimanunggal” dan Uti berjejaring di dalamnya. Setelah tiga tahun berlalu. Uti Lina memilikik keinginan untuk bergerak secara mandiri namun tetap berintegrasi Bersama kelompok yang membesarkannya. Maka, pada November 2016. Uti Lina mulai memperkenalkan produksi batiknya sendiri dengan brand- nya. “Tradisional Batik House.” PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 44


Pemilik Brand Lina Marlina Desainer Sherly Josephine Loes Universitas Esa Unggul 45 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


MOONSEED POTTERY LATAR BELAKANG: Moonseed Pottery merupakan produk keramik yang berada di daerah Yogyakarta dan didirkan sejak tahun 2019 oleh Ibu Manda Gladies. Setiap produk keramik dibuat secara handmade dengan melewati berbagai macam proses yang panjang. Ada beragam jenis produk yang diproduksi, seperti mug, piring, dan teapot. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 46


Pemilik Brand Manda Gladies Desainer Josephine Ivena Universitas Kristen Maranatha 47 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


JUMPUT AGEMAN LATAR BELAKANG: Jumputageman adalah sebuah bisnis kreatif milik Nur Herwiyanti yang berbasis di Yogyakarta. Bisnis ini bergerak di bidang fashion dan memproduksi beragam jenis pakaian dan aksesoris dari kain jumputan, shibori, ecoprint, dan batik. Dengan target pasar wanita dan pria remaja hingga dewasa, produk ini menawarkan berbagai model pakaian yang menarik yang dapat meningkatkan rasa percaya diri sang pemakai. Corak yang unik pada tiap kainnya, dipadukan dengan ragam model pakaian yang menarik, menjadi keunggulan dari produk-produk Jumputageman. PRODUK SEBELUM: KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9 48


Pemilik Brand Nur Herwiyanti Desainer Hannie Shahia Aqiela Institut Teknologi Bandung 49 KOMPILASI KARYA BEDAKAN BATCH 9


Click to View FlipBook Version