TUGAS INDIVIDU AGENDA III ANALISISISUDAN GAGASANKREATIF MEWUJUDKANSMART GOVERNANCE LATSAR CPNS ANGKATAN IV BPSDM PROVINSI GORONTALO TAHUN 2023 NAMA :ROSDITA ISHAK,S.Kep.,Ns JABATAN : PERAWAT AHLI PERTAMA UNIT KERJA :RSUD TANI DAN NELAYAN NDH : 026
ANALISISISUDANGAGASANKREATIF MEWUJUDKANSMARTGOVERNANCE MENGGUNAKANTEKNIKCOREUSG DANANALISASWOTDIRUANG INSTALASIGAWATDARURATRSUD TANIDANNELAYAN IDENTIFIKASI TIGA ISU DI INSTANSI TAPISAN CORE ISU ANALISA CORE ISU GAGASAN PENYELESAIAN CORE ISU PIHAKYANG TERDAMPAK ISU FAKTA ISU DAMPAK ISU
FAKTAISU ·Ketersediaan APD yang terbatas: Salah satu alasan utama adalah keterbatasan pasokan APD. Permintaan yang tinggi ditiap ruangan menimbulkan ruang IGD kekurangan APD. ·Penggunaan APD yang tidak nyaman atau memiliki keterbatasan tertentu juga dapat mempengaruhi pemakaian yang optimal. ·Ketidaktersediaan ukuran yang sesuai: Tidak semua petugas kesehatan memiliki akses ke APD dengan ukuran yang sesuai untuk mereka. APD yang tidak pas atau tidak nyaman dapat mengurangi kenyamanan dan efektivitas penggunaannya, sehingga beberapa petugas kesehatan mungkin enggan atau tidak mampu menggunakannya dengan benar. ·Faktor psikologis: Penggunaan APD yang lama dan terus-menerus dapat memberikan tekanan fisik dan emosional bagi petugas kesehatan. Beberapa mungkin mengalami kelelahan, ketidaknyamanan, atau kesulitan dalam berkomunikasi saat mengenakan APD. Hal ini dapat mengurangi motivasi mereka untuk menggunakan APD dengan konsisten. ·Faktor budaya dan sosial: Budaya kerja, norma, atau persepsi sosial di lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi penggunaan APD. Beberapa petugas kesehatan mungkin merasa terhalang oleh norma budaya yang menekankan keberanian atau ketahanan fisik, sehingga menganggap penggunaan APD sebagaitanda kelemahan ·Kesulitan dalam penerapan protokol: Ruang IGD sering kali merupakan area yang sangat sibuk dengan banyak aktivitas dan pasien yang datang secara bersamaan. Hal ini dapat menyulitkan penerapan protokol penggunaan APD yang tepat. Tenaga medis terburu-buru atau terlalu sibuk untuk memastikan bahwa APD digunakan dengan benar dan secara konsisten. ·Ketidaksesuaian APD dengan risiko penularan: Beberapa APD yang tersedia tidak sepenuhnya sesuai dengan risiko penularan yang ada di ruang IGD. Misalnya, jika terdapat risiko tinggi terhadap penularan penyakit melalui udara, APD yang efektif harus meliputi masker respirator N95 atau setara, namun tidak tersedia secara memadai. ·Kurangnya pemantauan dan penegakan kepatuhan: Dalam beberapa kasus, kurangnya pemantauan dan penegakan kepatuhan terhadap penggunaan APD di ruang IGD. Ini dapat disebabkan oleh kurangnya sumber daya atau kesadaran yang memadaitentang pentingnya kepatuhan terhadap protokol APD. ANALISISISU I “BELUM OPTIMALNYA PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) OLEH PETUGAS KESEHATAN DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD TANI DAN NELAYAN
DAMPAK ISU ·Penularan dan Infeksi: Ketika petugas kesehatan tidak menggunakan APD yang sesuai, mereka berisiko tinggi terkena paparan patogen atau zat biologis dari pasien yang mereka tangani. Hal ini dapat menyebabkan penularan penyakit dari pasien ke petugas kesehatan, yang pada gilirannya dapat menginfeksi petugas kesehatan itu sendiri atau orang lain yang mereka hadapi. ·Penyebaran Penyakit: Jika petugas kesehatan tidak menggunakan APD dan terinfeksi penyakit menular, mereka dapat menjadi sumber penyebaran penyakit kepada pasien lain yang rentan. Petugas kesehatan yang terinfeksi dapat tanpa disadari menularkan penyakit kepada pasien yang sedang mereka tangani, terutama jika penyakit itu mudah menular melalui kontak langsung. ·Meningkatkan risiko petugas kesehatan terkena cedera atau paparan yang berpotensi membahayakan. Misalnya, tanpa menggunakan sarung tangan, petugas kesehatan dapat terpapar bahan kimia berbahaya atau benda tajam yang dapat melukai mereka. ·Memberikan dampak psikologis yang signifikan pada petugas kesehatan. Mereka mungkin merasa terancam, cemas, atau stres secara emosional karena risiko yang lebih tinggi terhadap infeksi atau bahaya yang dapat dihindari. ·Menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas perawatan kesehatan yang diberikan. Masyarakat dapat merasa khawatir bahwa petugas kesehatan tidak mengutamakan keamanan dan kesehatan pasien mereka, yang dapat merusak citra dan reputasi lembaga kesehatan. ·Tidak menggunakan APD oleh petugas kesehatan dapat melanggar peraturan tersebut, yang dapat berakibat pada sanksi disiplin atau konsekuensi hukum.
PIHAKYANGTERDAMPAKISU Tenaga medis: Tenaga medis yang bekerja di ruang IGD menjadi pihak yang paling terdampak. Pasien: Pasien yang datang ke ruang IGD dengan kondisi medis yang memerlukan penanganan darurat juga dapat terdampak. Pengunjung: Orang-orang yang mengunjungi pasien di ruang IGD juga berpotensi terdampak jika penggunaan APD tidak optimal. Masyarakat umum: Jika penggunaan APD di ruang IGD tidak optimal, risiko penularan penyakit dapat meningkat, termasuk risiko penyebaran penyakit menular ke masyarakat umum
FAKTA ISU ·Kurangnya waktu yang cukup untuk handover: Dalam situasi IGD yang sibuk dan padat, perawat tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan handover yang menyeluruh dan mendalam kepada perawat shift berikutnya. Ketika ada banyak pasien yang membutuhkan perhatian segera, waktu yang tersedia untuk handover bisa terbatas, sehingga informasi penting dapat terlewatkan. ·Ketidaklengkapan informasi yang disampaikan: Handover yang tidak optimal sering kali disebabkan oleh kurangnya kesempurnaan dalam menyampaikan informasi. Perawat seringkali melewatkan atau lupa untuk menyampaikan detail penting tentang kondisi pasien, riwayat pengobatan, atau instruksi khusus yang harus diikuti. Hal ini dapat mempengaruhi kelancaran perawatan pasien dan berpotensi menyebabkan misskomunikasi ·Kurangnya struktur dalam proses handover: tidak memiliki prosedur yang terstruktur untuk handover. Tanpa panduan yang jelas, perawat mengalami kesulitan dalam menyusun informasi secara sistematis dan menyampaikannya dengan efektif kepada perawat shift berikutnya. Kurangnya struktur dapat mengakibatkan ketidakefisienan handover. ·Kurangnya standar komunikasi: Kurangnya standar komunikasi yang diikuti oleh semua perawat di IGD dapat menyebabkan keragaman dalam gaya dan format handover. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahan interpretasi informasi yang disampaikan. Standar komunikasi yang jelas dan konsisten penting untuk memastikan bahwa semua perawat memahami dan menerima informasi dengan benar. ·Kurangnya pemahaman: Kurangnya pemahaman tentang teknik dan praktik handover yang efektif dapat mengurangi kualitas handover dan berpotensi meningkatkan risiko kesalahan dalam perawatan pasien. ·Kurangnya pemantauan dan evaluasi: Kurangnya pemantauan dan evaluasi terhadap proses handover di IGD dapat menghambat perbaikan dan peningkatan. Tanpa pemantauan yang sistematis, kesalahan atau kekurangan dalam handover mungkin tidak terdeteksi dan diperbaiki secara tepat waktu. ANALISIS ISU II “BELUM OPTIMALNYA HAND OVER OLEH PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD TANI DAN NELAYAN”
DAMPAKISU ·Kurangnya kelancaran perawatan pasien: Handover yang tidak optimal dapat mengakibatkan kurangnya kelancaran dalam perawatan pasien. Informasi yang penting atau instruksi khusus dapat terlewatkan atau tidak disampaikan dengan jelas, menyebabkan risiko kesalahan dalam tindakan yang dilakukan oleh perawat shift berikutnya ·Keterlambatan diagnosis dan pengobatan: Jika informasi yang relevan tentang kondisi pasien tidak disampaikan dengan baik dalam proses handover, dapat terjadi keterlambatan dalam diagnosis dan pengobatan ·Risiko kesalahan dan kebingungan: Handover yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko kesalahan dan kebingungan di antara perawat. ·Ketidakpuasan pasien dan keluarga: Ketidakoptimalan dalam handover dapat berdampak pada pengalaman pasien dan keluarga. Jika pasien atau keluarga merasa bahwa informasi tidak lengkap atau mereka tidak mendapatkan perawatan yang tepat, mereka mungkin merasa tidak puas dengan perawatan yang diberikan. Hal ini dapat memengaruhi hubungan antara pasien dan perawat serta persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan di IGD. ·Kerugian finansial: Kesalahan atau komplikasi yang terjadi akibat handover yang tidak optimal dapat berpotensi meningkatkan biaya perawatan.
PIHAKYANG TERDAMPAKISU ·Pasien: Handover yang tidak efektif dapat mengakibatkan kurangnya informasi yang diperlukan untuk perawatan pasien secara menyeluruh dan tepat. ·Perawat: Perawat merasa terbebani oleh tanggung jawab tambahan yang muncul akibat ketidakoptimalan dalam handover. ·Tim medis: Kurangnya informasi yang disampaikan dengan jelas dapat mengganggu koordinasi dan kolaborasi antara perawat, dokter, dan tenaga medis lainnya. Hal ini dapat menghambat aliran kerja, penanganan pasien yang efisien, dan koherensi dalam perencanaan perawatan. ·Keluarga pasien: Kurangnya informasi yang diterima selama handover dapat menyebabkan kebingungan dan kekhawatiran dalam keluarga pasien
ANALISIS ISU III “BELUM OPTIMALNYA HAND HYGENE OLEH PETUGAS DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD TANI DAN NELAYAN” ·Kurangnya kepatuhan terhadap prosedur cuci tangan: Masih ada Petugas di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Tani dan Nelayan belum sepenuhnya patuh terhadap prosedur cuci tangan yang direkomendasikan. ·Kurangnya kesadaran akan pentingnya hand hygiene: masih ada petugas yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya hand hygiene dalam mencegah penyebaran infeksi. ·Kurangnya fasilitas dan sumber daya yang memadai: Kurangnya fasilitas dan sumber daya yang memadai, seperti wastafel yang cukup, kelancaran sumber air, sabun, atau hand sanitizer, dapat menjadi hambatan dalam melaksanakan hand hygiene dengan baik. ·Faktor kesibukan dan tekanan kerja: Lingkungan IGD yang sibuk dan padat dapat menyebabkan petugas merasa terburu-buru atau terbebani, dan ini dapat mempengaruhi kepatuhan terhadap hand hygiene. ·Kurangnya pemantauan dan penegakan kepatuhan: Kurangnya pemantauan yang efektif terhadap praktik hand hygiene dan penegakan kepatuhan terhadap prosedur yang ditetapkan dapat menyebabkan ketidakpatuhan yang persisten. FAKTA ISU
·Penyebaran infeksi nosokomial: Hand hygiene yang tidak optimal dapat menyebabkan penyebaran infeksi nosokomial di antara pasien yang sedang dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat. ·Peningkatan angka infeksi: Ketidakpatuhan terhadap praktik hand hygiene yang baik dapat menyebabkan peningkatan angka infeksi di ruang Instalasi Gawat Darurat. ·Komplikasi kesehatan yang meningkat: Penyebaran infeksi yang disebabkan oleh ketidakoptimalan hand hygiene dapat menyebabkan peningkatan komplikasi kesehatan pada pasien. ·Ketidakpercayaan pasien dan keluarga: Isu hand hygiene yang tidak optimal dapat mempengaruhi kepercayaan pasien dan keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan di ruang Instalasi Gawat Darurat. ·Biaya tambahan dan beban finansial: Infeksi nosokomial yang disebabkan oleh ketidakoptimalan hand hygiene dapat menyebabkan peningkatan biaya perawatan dan beban finansial yang lebih besar. Perawatan tambahan yang diperlukan untuk mengatasi infeksi, pemberian antibiotik, atau perpanjangan masa tinggal di rumah sakit dapat meningkatkan biaya perawatan bagi pasien dan sistem kesehatan secara keseluruhan. ·Dampak pada reputasi rumah sakit: Isu hand hygiene yang tidak optimal dapat berdampak negatif pada reputasi rumah sakit atau lembaga kesehatan DAMPAK ISU
KELUARGA PASIEN Keluarga pasien juga terdampak oleh isu ini karena mereka merasa khawatir dan tidak yakin tentang kebersihan ruang Gawat Darurat PETUGAS KESEHATAN Kurangnya kepatuhan terhadap hand hygiene dapat menyebabkan peningkatan risiko penularan infeksi di antara petugas RUMAH SAKIT/ INSTANSI Ketika terjadi peningkatan kasus infeksi nosokomial dan penurunan kepercayaan masyarakat, reputasi rumah sakit dapat terpengaruh PIHAK YANG TERDAMPAK ISU ·Pasien yang dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat menjadi pihak yang paling terdampak. PASIEN
No. ISU/MASALAH KRITERIA USG PRIORITA S KESIMPULAN PERINGKAT 1. Belum Optimalnya Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Oleh Petugas Kesehatan di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Tani dan Nelayan 5 5 5 15 1 2. Belum Optimalnya Hand Over Oleh Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Tani dan Nelayan 5 5 4 14 2 3. Belum Optimalnya Hand Hygene Oleh Petugas di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Tani dan Nelayan 5 5 3 13 3 TEKNIK TAPISAN ISU/CORE ISSUE MENGGUNAKAN USG
ANALISA SWOT
GAGASAN PENYELESAIAN CORE ISU