The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Anisa Rahim, 2024-06-13 23:43:47

T1 AKSI NYATA PORTOPOLIO (CT)

T1 AKSI NYATA PORTOPOLIO (CT)

Nama : Annisa Rahim NIM : 248690410003 MK : Computional Thinking Topik 1 : Aksi Nyata Portopolio 1. Hasil diskusi pada bagian Ruang Kolaborasi (dapat berupa slide presentasi/laporan). Nama/No. Kelompok: Kelompok kecil UPTD SD Negeri 3 Kuala No. Induk / Nama Mahasiswa : 1. 248690410003 / Annisa Rahim 2. 248690410064 / Rozatul Jannah Hasil Diskusi secara umum : Computational thinking adalah suatu cara berpikir yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada kehidupan sehari hari, dengan memecahkannya melalui proses dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan pemikiran algoritmik. Dengan pendekatan ini, kita dapat mencapai solusi masalah yang efektif, efisien, dan optimal. Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1. Kue Ulang Tahun 2. Membuat Kopi (silakan dilanjutkan)


Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari. A. Jawaban yang sudah tepat 1. Cara membuat Kue Ulang Tahun a) Dekomposisi: Pada tahap ini, kita memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Dalam pembuatan kue ulang tahun, dekomposisi berarti memecah proses menjadi serangkaian langkah-langkah yang lebih terinci. Misalnya: • Persiapan bahan: Mengidentifikasi bahan-bahan yang diperlukan, seperti tepung, gula, telur, dan bahan-bahan tambahan lainnya. • Pembuatan adonan: Langkah-langkah untuk mencampur dan mengocok bahanbahan menggunakan mixer sesuai dengan resep yang ditentukan. • Proses memanggang: Mengatur suhu oven, menyiapkan loyang, dan memanggang adonan hingga matang. • Dekorasi: Membuat frosting, menghias kue dengan menggunakan spuit, dan menambahkan dekorasi tambahan. b) Pengenalan Pola: Pengenalan pola dalam pembuatan kue ulang tahun dapat melibatkan identifikasi pola umum dalam resep atau proses pembuatan kue. Misalnya, meskipun variasi resep dan dekorasi kue dapat bervariasi, tetapi ada pola dasar yang sering muncul, seperti langkah-langkah dalam pembuatan adonan dasar atau jenis hiasan yang umum digunakan. c) Abstraksi: Abstraksi melibatkan penyederhanaan masalah dengan mengabaikan detail yang tidak relevan. Dalam pembuatan kue ulang tahun, abstraksi berarti fokus pada elemen-elemen kunci dari proses pembuatan kue, sementara detail-detail kecil diabaikan. Misalnya, saat mengikuti resep, kita fokus pada langkah-langkah inti


seperti pengukuran bahan dan tahapan memasak, tanpa perlu terlalu memperhatikan detail kecil seperti bentuk bulatan adonan. d) Algoritma: Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah terstruktur untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan. Dalam pembuatan kue ulang tahun, algoritma digunakan untuk mengatur urutan langkah-langkah yang harus diikuti untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan. Misalnya, algoritma untuk membuat adonan kue bisa melibatkan langkah-langkah seperti pengukuran bahan, pencampuran dengan urutan tertentu, dan proses memanggang dengan suhu dan waktu yang ditentukan 2. Membuat Kopi Algoritma adalah urutan langkah-langkah yang ditentukan dengan jelas yang menggambarkan suatu proses untuk mengikuti serangkaian instruksi yang tidak ambigu dengan titik awal dan akhir yang jelas. Adapun algoritma berpikir untuk kasus membuat kopi yaitu: 1) Ambil cangkir atau gelas yang akan digunakan. 2) Siapkan bubuk kopi. 3) Pastikan dispenser air panas berfungsi dan memiliki air panas yang cukup 4) Masukkan satu atau dua sendok teh bubuk kopi ke dalam cangkir, sesuai dengan kekuatan rasa yang dinginkan. 5) Tuangkan air panas dari dispenser ke dalam cangkir yang sudah berisi kopi instan. Biasanya, satu cangkir penuh air (sekitar 200-250 ml) sudah cukup. 6) Aduk kopi dan air panas hingga tercampur rata. Pastikan semua bubuk kopi larut sepenuhnya dalam air. 7) Jika Anda suka kopi dengan gula, tambahkan gula sesuai selera dan aduk hingga tercampur rata. 8) Kopisiap dinikmati. Anda bisa langsung meminumnya atau menunggu beberapa saat hingga suhu kopi sedikit turun. B. Jawaban yang kurang tepat Tidak ada 2. Feedback yang diberikan kelompok lain pada saat Demonstrasi Kontekstual. Nama/No. Kelompok: UPTD SD Negeri 3 Kuala No. Induk / Nama Mahasiswa: 1. 248690410064/Rozatul Jannah 2. 248690410003/Annisa Rahim


Tanggapan/solusi: Adapun Kesimpulan yang dapat saya ambil dari Computational Thinking (CT) adalah cara berpikir mengikuti alur kerja computer berbeda dengan Scientific Method (Metode Ilmiah) dimana berpikir mengikuti cara kerja bagaimana ilmuwan berpikir untuk melakukan penyelesaian masalah dimana menggunakan 5 langkah Langkah yaitu, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, menyimpulkan dan melaporkan hasil. Sedangkan Computational Thinking atau CT dalam penyelesaian masalah menggunakan 4 pondasi CT, yaitu Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi dan Algoritma. Tetapi dalam proses penerapan nya dalam kegiatan sehari hari, tidak perlu memaksakan untuk menerapkan semua pondasi CT pada satu kegiatan yang akan kita lakukan. boleh menerapkan hanya salah satu fondasi CT saja. Contohnya saat Kegiatan Mencuci piring, tidak perlu memaksakan semua pondasi ada pada kegiatan tersebut. Jika mencuci piring bisa diterapkan melalui pondasi CT Dekamposisi, maka kita bisa menerapkan di pondasi dekamposisi saja, Misalnya saat mencuci piring yang harus kita lakukan pertama kali adalah memisahkan gelas, piring, sendok dan kuali. Hal pertama yang kita cuci tentu saja bagian yang kecil terlebih dahulu, agar pekerjaan lebih mudah terselesaikan. Jika mencuci dari pola yang salah, seperti mencuci kuali terlebih dahulu, maka piring dan gelas yang belum di cuci akan hitam dan kotor akibat bekas cucian kuali. Sehinga langkah memilah-memilah dalam urutan mencuci adalah salah satu bentuk kegiatan CT dari pondasi dekamposisi. Begitu juga kegiatan lainnya yang sering kita lakukan sehari hari, seperti mencuci baju, memasak nasi dll. Sehingga ke empat pondasi ini tidak boleh dipaksakan untuk diterapkan dalam satu kegiatan. Boleh hanya salah satu nya saja. 3. Hasil refleksi yang diisikan pada Aksi Nyata. 1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini? Harapan saya dalam mengikuti mata kuliah ini adalah : • Memiliki pemahaman yang kuat terhadap konsep Computational Thinking (CT). • Mampu mengembangkan ide dan memiliki keterampilan komputasional yang diperlukan. • Mampu menyelesaikan berbagai masalah, termasuk yang sederhana maupun kompleks. • Mampu mengintegrasikan CT sebagai bagian integral dari literasi berpikir abad ke-21.


• Bersiap untuk menerapkan konsep Computational Thinking kepada peserta didik. • Menjadi seorang pendidik yang bijaksana dalam menangani berbagai tantangan di dunia pendidikan dengan menggunakan prinsip-prinsip Computational Thinking (CT). 2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT? Pemahaman baru yang saya dapatkan adalah bahwa dalam menyelesaikan masalah, terdapat banyak alternatif pendekatan yang dapat digunakan. Salah satu pendekatan yang menarik adalah pola pikir computational thinking, di mana pendekatan ini membantu kita dalam menemukan solusi yang lebih optimal dan terarah. Meskipun kita mungkin sudah sering menggunakan pola pikir ini tanpa menyadarinya, dengan menyadari dan memahami konsep computational thinking yang telah kita terapkan sebelumnya, kita dapat mengoptimalkan proses penyelesaian masalah di masa depan. Selain itu, saya juga memperoleh pemahaman baru mengenai fondasi-fondasi dari computational thinking dalam penyelesaian masalah. Fondasi-fondasi ini termasuk: • Dekomposisi: Memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk memudahkan pemecahan. • Pengenalan pola: Mengidentifikasi pola yang ada dalam masalah untuk mengaplikasikan solusi yang telah dikenali sebelumnya. • Abstraksi: Menghilangkan detail yang tidak relevan dari masalah untuk fokus pada inti permasalahan. • Algoritma: Menggunakan langkah-langkah sistematis untuk menyusun solusi secara efisien. 3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda? Keberadaan pola pikir computational thinking dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu pendekatan yang kita gunakan secara alami untuk menyelesaikan masalah. Banyak dari permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung menerapkan konsep-konsep dari computational thinking. Dengan kata lain, pola pikir computational thinking sangatlah relevan dan diperlukan dalam berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari, meskipun seringkali kita tidak menyadari penggunaannya secara langsung. 4. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT? Perasaan saya setelah mempelajari tentang Computational Thinking (CT) sangatlah positif, saya merasa senang dan tertarik untuk mengeksplorasi konsep ini lebih dalam. Tujuan pembelajaran ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik, yang membuat saya merasa tertantang untuk terus belajar lebih banyak tentang CT. Hal ini bertujuan agar saya dapat mengimplementasikan dan mengajarkan konsep ini kepada peserta didik dengan tepat dan efektif. 5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?


Potensi kendala yang mungkin akan saya alami selama mengikuti kuliah yaitu munculnya istilah-istilah baru yang ada pada materi selanjutnya. Materi dalam mata kuliah CT ini sangat baru bagi saya, jadi saya juga harus mempelajarinya dari awal dan memaksimalkan diri untuk menggali lebih dalam tentang semua hal yang berkaitan dengan CT.


Click to View FlipBook Version