Domisili
14%
86%
Jabodetabek Luar Jabodetabek
Gambar 4. 2 Diagram Lingkaran Domisili Responden
Berdasarkan pada Gambar 4.2 menjelaskan bahwa domisili pengguna
aplikasi mobile RCTI+ yang berlokasi di daerah Jabodetabek berjumlah 97
responden (86%) dan pengguna yang berlokasi di luar daerah Jabodetabek
berjumlah 16 responden (14%).
87
Umur
4%
9%
29%
58%
18-25 Tahun 26-30 Tahun 31-40 Tahun >40 Tahun
Gambar 4. 3 Diagram Lingkaran Usia Responden
Berdasarkan pada Gambar 4.3 bahwa usia pengguna aplikasi mobile RCTI+
didominasi oleh pengguna berusia 18-25 tahun, yaitu sebanyak 58% atau 66 orang.
Kemudian pengguna dengan kelompok usia 26-30 tahun, yaitu sebanyak 29% atau
33 orang. Untuk jumlah pengguna dengan kelompok usia 31-40 tahun, yaitu
sebanyak 9% atau 10 orang. Sedangkan jumlah terkecil adalah pengguna dengan
kelompok usia >40 tahun, yaitu sebanyak 4% atau 4 orang.
88
Jenis Kelamin
46%
54%
Laki-laki Perempuan
Gambar 4. 4 Diagram Lingkaran Jenis Kelamin Responden
Berdasarkan pada Gambar 4.4 bahwa jumlah pengguna aplikasi mobile
RCTI+ dari data responden didominasi oleh jenis kelamin perempuan sebesar 54%
atau sebanyak 61 responden dan sisanya berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebesar
46% atau sebanyak 52 responden.
89
Pekerjaan
27%
53%
16%
Pelajar/Mahasiswa 4% Wiraswasta Pegawai Swasta
Instansi Pemerintah
Gambar 4. 5 Diagram Lingkaran Pekerjaan Responden
Berdasarkan pada Gambar 4.5 menjelaskan bahwa status pekerjaan
pengguna aplikasi mobile RCTI+ sebagai Pelajar/ Mahasiswa adalah 60 responden
(53%). Jumlah pengguna dengan pekerjaan sebagai Pegawai Swasta adalah 30
responden (27%). Kemudian pengguna dengan pekerjaan sebagai Wirausahawa n
adalah 18 responden (16%). Pekerjaan sebagai Instansi Pemerinta ha n
(PNS/TNI/POLRI) adalah 5 responden (4%).
90
Pendidikan
0%
15%
20%
65%
SMA/Sederajat D3 S1 S2 S3
Gambar 4. 6 Diagram Lingkaran Pendidikan Responden
Berdasarkan pada Gambar 4.6 menjelaskan bahwa pendidikan terakhir
pengguna aplikasi mobile RCTI+ yaitu SMA/SMK/Sederajat berjumlah 17
responden (15%). Pendidikan terakhir Diploma berjumlah 23 responden (20%).
Pendidikan terakhir S1 berjumlah 73 responden (65%).
91
Penghasilan per bulan
9%
24%
26%
11%
30%
< Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 - Rp 3.000.000
Rp 3.000.000 - Rp 5.000.000 Rp 5.000.000 - Rp 7.000.000
> Rp 7.000.000
Gambar 4. 7 Diagram Lingkaran Penghasilan per-bulan
Berdasarkan pada Gambar 4.7 dapat diketahui bahwa penghasilan/uang saku
pengguna aplikasi mobile RCTI+ per-bulan nya mempunyai pendapatan
<Rp.1.000.000 sebanyak 27 responden (24%). Penghasilan dengan jumla h
Rp.1.000.000 s.d Rp.3.000.000 sebanyak 13 responden (11%). Penghasilan dengan
jumlah Rp.3.000.000 s.d Rp.5.000.000 sebanyak 34 responden (30%). Penghasila n
dengan jumlah Rp.5.000.000 s.d Rp.7.000.000 sebanyak 29 responden (26%). Dan
penghasilan dengan jumlah >Rp.7.000.000 sebanyak 10 responden (9%).
92
Lama menggunakan internet
0% 6%
< 1 Tahun 94% 4-7 Tahun > 7 Tahun
1-3 Tahun
Gambar 4. 8 Diagram Lingkaran Pengalaman Responden Dalam Menggunakan
Internet
Berdasarkan pada Gambar 4.8 dapat diketahui berdasarkan lamanya
penggunaan internet, diketahui bahwa responden dengan penggunaan internet
dengan rentang penggunaan 4-7 Tahun yaitu sebanyak 7 responden (6%) dan
pengguna internet dengan rentang penggunaan >7 Tahun yaitu sebanyak 106
responden (94%).
93
Lama memakai aplikasi
4% 0%
< 1 Tahun 96% > 3 Tahun
1-3 Tahun
Gambar 4. 9 Diagram Lingkaran Pengalaman Responden Menggunakan Aplikasi
mobile RCTI+.
Berdasarkan pada Gambar 4.9 dapat diketahui 108 responden (96%) dari
pengguna aplikasi mobile RCTI+ menggunakan aplikasi selama <1 tahun.
Kemudian 5 responden (4%) dari pengguna aplikasi mobile RCTI+ sudah
menggunakan aplikasi selama 1 s.d 3 tahun.
94
Frekuensi penggunaan aplikasi
8% 1%
24%
67%
1-3 kali 4-6 kali 7-10 kali >10 kali
Gambar 4. 10 Diagram Lingkaran Frekuensi Penggunaan Aplikasi
Mobile RCTI+
Berdasarkan pada Gambar 4.10 dapat diketahui 76 responden (67%) dari
pengguna aplikasi mobile RCTI+ menggunakan aplikasi dengan frekuensi 1-3 kali.
Kemudian 27 responden (24%) dari pengguna aplikasi mobile RCTI+
menggunakan aplikasi dengan frekuensi 4-6 kali. Berikutnya 9 responden (8%)
dari pengguna aplikasi mobile RCTI+ menggunakan aplikasi dengan frekuensi 7-
10 dan 1 (1%) pengguna menggunakan aplikasi dengan frekuensi >10 kali.
4.2.2 Hasil Analisis Struktural Model
Pada tahap analisis struktural model dilakukan dengan enam tahap pengujia n,
yaitu terdiri dari path coefficient (β), coefficient of determination (R2), t-test dengan
95
menggunakan bootstrapping, effect size (f2), predictive relevance (Q2), dan relative
impact (q2). Berikut penjelasan dari hasil analisis struktural model:
1. Path Coefficient (β)
Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai ambang batas pada jalur
(path). Nilai ambang batas yaitu di atas 0.1, dimana bahwa jalur (path)
tersebut memiliki pengaruh dalam model penelitian jika hasil uji path
coefficient berada di atas 0.1.
Tabel 4. 3 Hasil Pengujian Path Coefficient
HIPOTESIS JALUR (β) KETERANGAN
0.185 Sign
H1 ATT --> US 0.343 Sign
H2 0.396 Sign
H3 P --> US 0.030 In s ig n
H4 E --> US 0.344 Sign
H5 D --> US 0.465 Sign
H6 S --> US 0.771 Sign
H7 N --> US
US --> CI
96
Pada tabel 4.3 hasil nilai uji path coefficient dari 7 jalur yang ada di dalam
model penelitian, satu jalur yaitu D --> US dengan nilai 0.040 menunjukka n
pengaruh yang tidak signifikan.
2. Coefficient of Determination (R2)
Pengujian ini dilakukan guna menjelaskan varian dari tiap target variabel
endogen (variabel yang dianggap dipengaruhi oleh variabel lain dalam model)
dengan standar pengukuran yang digunakan adalah 0,67 dinyatakan kuat, 0,33
dinyatakan moderat dan 0,19 atau di bawahnya menunjukkan tingkat varian
yang lemah.
Tabel 4. 4 Coefficient of Determination (R2)
Variable R2
Continuance 0.594
Intention
Customer 0.263
Satisfaction
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui hasil pengujian Coefficient of
Determination, yang mana R2 dari CI memiliki nilai 0.594 dan R2 dari CS
memiliki nilai 0.263. Maka dapat diartikan bahwa variabel eksogen yaitu
ATT,P,E,D,S,N menjelaskan secara moderat (59%) varian dari CS. Sementara,
variabel CS menjelaskan secara lemah (26%) varian dari CI.
97
3. T-test
Pengujian pada t-test dilakukan dengan menggunakan metode
bootstrapping. Nilai yang dapat diterima pada pengujian t-test ini adalah di
atas 1,96. Pada tabel 4.5 dapat dilihat hasil pengujian t-test bahwa 5
hipotesis sudah di atas 1,96 dan 2 hipotesis di bawah 1,96 sehingga
dinyatakan bahwa pada penelitian ini 5 hipotesis dapat diterima dan 2
hipotesis ditolak.
Tabel 4. 5 Hasil Perhitungan T-test
HIPOTESIS JALUR T-Test KETERANGAN
H1 ATT --> US 1.319 Ditolak
H2 P --> US 0.200 Ditolak
H3 E --> US 2.148 Diterima
H4 D --> US 2.705 Diterima
H5 S --> US 1.909 Diterima
H6 N --> US 1.887 Diterima
H7 US --> CI 15.727 Diterima
4. Effect Size (f2)
Pengujian tahap ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel tertentu
terhadap variabel lainnya dalam struktur model dengan nilai ambang batas
yaitu 0,02 untuk pengaruh kecil, 0,15 untuk menengah, dan 0,35 untuk
pengaruh besar. Pada tabel 4.6 menunjukkan hasil pengujian f2 terhadap 5
98
jalur yang ada di dalam penelitian ini. Hasilnya 5 jalur memiliki pengaruh
yang kecil, 1 jalur memiliki pengaruh yang besar, dan 1 jalur tidak
berpengaruh.
Tabel 4. 6 Hasil Perhitungan Effect Size (f2)
Hipotesis f2
Analisis f2
H Jalur R2-in R2-ex SigmaR2
H1 ATT --> US 0.263 0.250 0.0162 kecil
H2 P --> US 0.263 0.231 0.0434 kecil
H3 E --> US 0.263 0.222 0.0556 kecil
H4 D --> US 0.263 0.263 0 tidak berpengaruh
H5 S --> US 0.263 0.214 0.0664 kecil
H6 N --> US 0.263 0.191 0.097 kecil
H7 US --> CI 0.594 0.215 0.931 besar
5. Predictive Relevance (Q2)
Pengujian ini dilakukan menggunakan metode blindfolding untuk memberika n
bukti bahwa variabel tertentu memiliki keterkaitan prediktif (predictive
relevance) dengan variabel lainnya. Nilai ambang batas yang digunakan
pengukuran adalah di atas nol (0). Pada tabel 4.7 menunjukkan bahwa semua
variabel memiliki keterkaitan prediktif dengan nilai di atas nol.
99
Tabel 4. 7 Hasil Perhitungan Predictive Relevance (Q2)
Variabel Q2
Continuance 0.480
Intention
Customer 0.135
Satisfaction
6. Relative Impact (q2)
Pengujian tahap ini dilakukan dengan metode blindfolding untuk menguk ur
relative pengaruh sebuah keterkaitan prediktif sebuah variabel tertentu dengan
variabel lainnya dengan nilai ambang batas yaitu 0,02 untuk pengaruh kecil,
0,15 untuk menengah, dan 0,35 untuk pengaruh besar. Pada tabel 4.8
menunjukkan hasil pengujian q2 terhadap 5 jalur yang ada di dalam penelitia n
ini. Hasilnya 6 jalur yang ada dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang kecil
dan 1 jalur tidak berpengaruh.
Tabel 4. 8 Hasil Perhitungan Relative Impact (q2)
Hipotesis q2 Analisis q2
H Jalur Q2-in Q2-ex Sigma q2
H1 ATT --> US 0.135 0.129 0.0069 kecil
H2 P --> US 0.135 0.120 0.0173 kecil
H3 E --> US 0.135 0.117 0.0208 kecil
100
H4 D --> US 0.135 0.136 -0,0011 tidak
berpengaruh
H5 S --> US 0.135 0.101 0.0393 kecil
H6 N --> US 0.135 0.094 0.0473 kecil
H7 US --> CI 0.480 0.140 0.0653 kecil
101
Tabel 4. 9 Hasil Kese
Hipotesis ( ) t-test f2 f2
H Jalur 1.319 R2
H1 ATT --> US 0.185
R2-in R2-ex
0.263 0.263 0.250 0.0162
H2 P --> US 0.343 0.200 0.263 0.263 0.231 0.0434
H3 E --> US 0.396 2.148 0.263 0.263 0.222 0.0556
H4 D --> US 0.030 2.705 0.263 0.263 0.263 0
H5 S --> US 0.344 1.909 0.263 0.263 0.214 0.0664
H6 N --> US 0.465 1.887 0.263 0.263 0.191 0.097
H7 US --> CI 0.771 15.727 0.594 0.594 0.215 0.931
Keterangan: β : Path Coefficie
Sign : Signifikan R² : Coefficient of
Insign : Insignifikan f² : Effect Size
mod : moderat q² : Relative Impa
k : kecil b : besar
m : menengah PR : Predictive Rel
tb : tidak berpengaruh
10
eluruhan Analisis Inner Model
q2 Analisis
Q2-in Q2-ex q2 ( ) t-test R2 f2 Q2 q2
0.135 0.129 0.0069 Ditolak
Sign kk
k PR
0.135 0.120 0.0173 Sign Ditolak k kk
PR
0.135 0.117 0.0208 Sign Diterima k kk
PR
0.135 0.136 -0,0011 Insign Diterima k tb tb
PR
0.135 0.101 0.0393 Sign Diterima k kk
PR
0.135 0.094 0.0473 Sign Diterima k kk
PR
0.480 0.140 0.0653 Sign Diterima Mod b PR k
ent
Determination
act
levance
02
4.3 Interpretasi dan Hasil Diskusi
4.3.1 Interpretasi dan Diskusi Hasil Analisis Data Demografis
Dari hasil analisis demografis yang telah dilakukan oleh peneliti
berupa profil responden, maka peneliti akan melakukan interpretasi dan
pembahasan terkait hasil analisis tersebut sebagai berikut.
1. Jenis Kelamin.
Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada Gambar 4.4 bahwa
jumlah pengguna aplikasi mobile RCTI+ dari data responden
didominasi oleh jenis kelamin perempuan sebesar 54% atau
sebanyak 61 responden dan sisanya berjenis kelamin laki-laki,
yaitu sebesar 46% atau sebanyak 52 responden.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa antusiasme responden yang
bersedia untuk mengisi kuesioner lebih banyak berasal dari
perempuan ketimbang laki-laki. Selain itu, peneliti berpendapat
bahwa perempuan lebih gemar menonton film atau serial tv
dibandingkan dengan laki-laki.
2. Usia
Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada Gambar 4.3 bahwa usia
pengguna aplikasi mobile RCTI+ didominasi oleh pengguna berusia
18-25 tahun, yaitu sebanyak 58% atau 66 orang. Kemudian pengguna
dengan kelompok usia 26-30 tahun, yaitu sebanyak 29% atau 33
orang. Untuk jumlah pengguna dengan kelompok usia 31-40 tahun,
yaitu sebanyak 9% atau 10 orang. Sedangkan jumlah terkecil adalah
103
pengguna dengan kelompok usia >40 tahun, yaitu sebanyak 3.53%
atau 4 orang.
Peneliti beranggapan bahwa banyaknya responden yang berusia 18-
25 tahun dikarenakan generasi Z lebih banyak menggunaka n
smartphone atau gadget dan juga dapat disebabkan oleh relasi peneliti
yang lebih banyak berusia di antara 21 hingga 25 tahun.
3. Pekerjaan
Berdasarkan Gambar 4.5 menjelaskan bahwa status pekerjaan
pengguna aplikasi mobile RCTI+ sebagai Pelajar/ Mahasiswa
adalah 60 responden (53%). Jumlah pengguna dengan pekerjaan
sebagai Pegawai Swasta adalah 30 responden (27%). Kemudian
pengguna dengan pekerjaan sebagai Wirausahawan adalah 18
responden (16%). Pekerjaan sebagai Instansi Pemerinta ha n
(PNS/TNI/POLRI) adalah 5 responden (4%).
4. Pendidikan
Pada Gambar 4.6 menampilkan bahwa pendidikan terakhir
pengguna aplikasi mobile RCTI+ yaitu SMA/SMK/Sederajat
berjumlah 43 responden (35,2%). Pendidikan terakhir Diploma
berjumlah 14 responden (11,5%). Pendidikan terakhir S1
berjumlah 60 responden (49,2%). Dan pendidikan terakhir S2
berjumlah 5 responden (4,1%).
104
Peneliti berpendapat bahwa hal ini terjadi dikarenakan pada saat
penyebaran kuesioner peneliti lebih banyak berinteraksi dan memilik i
relasi dalam penyebaran kuesioner di lingkungan dengan pekerja dan
mahasiswa dan hal tersebut berkaitan dengan kategori usia yang
didominasi pada 20-29 tahun.
5. Domisili
Berdasarkan pada Gambar 4.2 menjelaskan bahwa domisili
pengguna aplikasi mobile RCTI+ yang berlokasi di daerah
Jabodetabek berjumlah 97 responden (86%) dan pengguna yang
berlokasi di luar daerah Jabodetabek berjumlah 16 responden
(14%). Peneliti beranggapan bahwa dikarenakan lokasi peneliti
yang juga berdomisili di Jabodetabek berpengaruh terhadap
jumlah responden yang berlokasi di Jabodetabek lebih banyak
dibanding dengan daerah lainnya.
6. Penghasilan per-bulan
Berdasarkan pada Gambar 4.8 dapat diketahui bahwa
penghasilan/uang saku pengguna aplikasi mobile RCTI+ per-
bulan nya mempunyai pendapatan <Rp.1.000.000 sebanyak 27
responden (24%). Penghasilan dengan jumlah Rp.1.000.000 s.d
Rp.3.000.000 sebanyak 13 responden (11%). Penghasilan dengan
jumlah Rp.3.000.000 s.d Rp.5.000.000 sebanyak 34 responden
(30%). Penghasilan dengan jumlah Rp.5.000.000 s.d
105
Rp.7.000.000 sebanyak 29 responden (26%). Dan penghasila n
dengan jumlah >Rp.7.000.000 sebanyak 10 responden (9%).
7. Pengalaman penggunaan internet
Berdasarkan pada Gambar 4.9 dapat diketahui berdasarkan
lamanya penggunaan internet, diketahui bahwa responden dengan
penggunaan internet dengan rentang penggunaan 4-7 Tahun yaitu
sebanyak 7 responden (6%) dan pengguna internet dengan rentang
penggunaan >7 Tahun yaitu sebanyak 106 responden (94%).
8. Pengalaman Menggunakan Aplikasi
Pada Gambar 4.10 dijelaskan bahwa 108 responden (96%) dari
pengguna aplikasi mobile RCTI+ menggunakan aplikasi selama
<1 tahun. Kemudian 5 responden (4%) dari pengguna aplikasi
mobile RCTI+ sudah menggunakan aplikasi selama 1 s.d 3 tahun.
Hal tersebut membuktikan bahwa mayoritas responden belum
lama ini menggunakan aplikasi RCTI+ dimana aplikasi tersebut
dirilis ke dalam smartphone sejak tahun 2018. Hal tersebut juga
dapat disebabkan karena pandemic COVID-19 yang
mengakibatkan layanan video-on-demand lebih banyak
digunakan dan meningkat.
9. Frekuensi penggunaan aplikasi
Pada Gambar 4.11 dapat diketahui 76 responden (67%) dari pengguna
aplikasi mobile RCTI+ menggunakan aplikasi dengan frekuensi 1-3
106
kali. Kemudian 27 responden (24%) dari pengguna aplikasi mobile
RCTI+ menggunakan aplikasi dengan frekuensi 4-6 kali. Berikutnya
9 responden (8%) dari pengguna aplikasi mobile RCTI+
menggunakan aplikasi dengan frekuensi 7-10 dan 1 (1%) pengguna
menggunakan aplikasi dengan frekuensi >10 kali. Peneliti
beranggapan bahwa frekuensi penggunaan aplikasi mobile Domino’s
Pizza Indonesia dikatakan sudah cukup baik.
4.3.2 Interpretasi dan Diskusi Hasil Analisis Measurement Model (Oute r
Model)
Berdasarkan hasil dari analisis model pengukuran menunjukkan bahwa
pengukuran model pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sudah memenuhi
syarat dan memiliki karakteristik yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari keempat
tahapan model pengukuran yang telah sesuai dengan kriteria dan melewati ambang
batas syarat masing-masing pengujiannya, yang menjelaskan bahwa analisis model
pengukuran dapat dilanjutkan ke analisis model struktural.
4.3.3 Interpretasi dan Diskusi Hasil Analisis Structural Model (Inner Model)
Setelah melakukan analisis model struktural (inner model), maka pada sub
bab ini akan dipaparkan mengenai interpretasi dan diskusi yang didasarkan pada
hasil melalui enam tahapan analisis struktur model yang telah dilakukan. Hasil
berdasarkan pengujian path coefficient (), coefficient of determination (R2), t-test
dengan metode bootstrapping, effect size (f2), predictive relevance (Q2), serta
107
relative impact (q2) yang dilakukan dengan metode blindfolding akan dibahas
sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan pada bab sebelumnya. Berikut
adalah pemaparan berdasarkan hipotesis yang sudah dirumuskan berdasarkan hasil
dari analisis yang telah dilakukan oleh peneliti.
H1 Apakah Attractiveness (ATT) berpengaruh secara signifikan terhadap User
Satisfaction (US)?
Berdasarkan hasil analisis struktur model pada pengujian t-test diperoleh
nilai sebesar 1.319 menunjukkan bahwa H1 ditolak. Hubungan variabel
Attractiveness (ATT) terhadap variabel User Satisfaction (US) memiliki nilai path
coefficient () sebesar 0.185 yang artinya hipotesis ATT US memiliki pengaruh
yang signifikan secara positif. Kemudian berdasarkan hasil f2 diperoleh nilai 0.0162
maka pengaruh ATT terhadap US adalah kecil, serta berdasarkan pengujian q2
diperoleh nilai 0.0069 maka pengaruh U terhadap PEV adalah kecil atau tidak
terlalu berpengaruh.
Hasil hipotesis ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh beberapa
peneliti (Martins & Riyanto, 2020; Yuwono et al., 2019) akan tetapi hasil
hipotesis pada penelitian ini sesuai dengan penelitian (Damanik et al., 2022;
Irsa Rezaldy et al., 2019; Rohmah & Ary, 2021). Hal ini menunjukkan bahwa
daya tarik atau impresi keseluruhan yang dirasakan pengguna terhadap aplikasi
tidak mempengaruhi kepuasan pengguna, dikarenakan buruk atau jeleknya
daya tarik yang dirasakan pengguna aplikasi dan penggunapun merasaka n
aplikasi tidak atraktif.
108
H2 Apakah Perspicuity (P) berpengaruh secara signifikan terhadap User
Satisfaction (US)?
Berdasarkan hasil analisis struktur model pada pengujian t-test
diperoleh nilai sebesar 0.200 menunjukkan bahwa H2 ditolak. Hubungan
variabel Perspicuity (P) terhadap variabel User Satisfaction (US) memiliki nilai
path coefficient () sebesar 0.343 yang artinya hipotesis P US memilik i
pengaruh yang signifikan secara positif. Kemudian berdasarkan hasil f2
diperoleh nilai 0.0434 maka pengaruh P terhadap US adalah lemah, serta
berdasarkan pengujian q2 diperoleh nilai 0.0173 maka pengaruh P terhadap US
adalah kecil atau tidak terlalu berpengaruh.
Hasil hipotesis ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
beberapa peneliti (Martins & Riyanto, 2020; Yuwono et al., 2019) akan tetapi
hasil hipotesis pada penelitian ini sesuai dengan penelitian (Damanik et al.,
2022; Irsa Rezaldy et al., 2019; Rohmah & Ary, 2021). Hal ini menunjukka n
bahwa kemudahan yang dirasakan saat menggunakan aplikasi oleh pengguna
dirasa sulit dipahami oleh karena itu menyebabkan pengguna aplikasi merasa
tidak puas.
H3. Apakah Efficiency (E) berpengaruh secara signifikan terhadap User
Satisfaction (US)?
Berdasarkan hasil analisis struktur model pada pengujian t-test diperoleh
nilai sebesar 2.148 menunjukkan bahwa H3 diterima. Hubungan variabel Efficiency
(E) terhadap variabel User Satisfaction (US) memiliki nilai path coefficient ( )
sebesar 0.396 yang artinya hipotesis E US memiliki pengaruh yang signifika n.
109
Kemudian berdasarkan hasil f2 diperoleh nilai 0.0556 maka pengaruh E terhadap
US adalah kecil, serta berdasarkan pengujian q2 diperoleh nilai 0.0208 maka
pengaruh E terhadap US adalah kecil.
Hasil hipotesis ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
beberapa peneliti (Martins & Riyanto, 2020; Irsa Rezaldy et al., 2019; Rohmah
& Ary, 2021; Yuwono et al., 2019). Hal ini menunjukkan bahwa interaksi antar
pengguna dan produk yang dilakukan dengan cepat dan efisien mempengar uhi
kepuasan pengguna seperti pengguna merasa cepat dan praktis dalam
menggunakan aplikasi. Oleh karena itu semakin tinggi efisiensi yang dihasilka n
oleh aplikasi maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang diperoleh
pengguna aplikasi.
H4. Apakah Dependability (D) berpengaruh secara signifikan terhadap User
Satisfaction (US)?
Berdasarkan hasil analisis struktur model pada pengujian t-test
diperoleh nilai sebesar 2.705 menunjukkan bahwa H4 diterima. Hubungan
variabel Dependability (D) terhadap variabel User Satisfaction (US) memilik i
nilai path coefficient ( ) sebesar 0.030 yang artinya hipotesis T PEV
memiliki pengaruh yang tidak signifikan. Kemudian berdasarkan hasil f2
diperoleh nilai 0 maka pengaruh T terhadap PEV adalah tidak berpengaruh,
serta berdasarkan pengujian q2 diperoleh nilai -0,0011 maka pengaruh T
terhadap PEV adalah tidak memiliki pengaruh.
Hasil hipotesis ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
beberapa peneliti (Martins & Riyanto, 2020; Rohmah & Ary, 2021; Yuwono et
110
al., 2019). Hal ini menunjukkan bahwa perasaan pengguna dalam kendali pada
saat menggunakan aplikasi dapat mempengaruhi kepuasan pengguna aplikasi.
Hal tersebut dapat dibuktikan dengan dapatkah perilaku sebuah sistem dapat
diprediksi oleh pengguna. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa apabila
ketepatan pada saat menggunakan aplikasi dapat diprediksi dan mendukung
maka pengguna akan semakin puas dalam menggunakan aplikasi.
H5. Apakah Stimulation (S) berpengaruh secara signifikan terhadap User
Satisfaction (US)?
Berdasarkan hasil analisis struktur model pada pengujian t-test
diperoleh nilai sebesar 1.909 menunjukkan bahwa H5 diterima. Hubungan
variabel Stimulation (S) terhadap variabel User Satisfaction (US) memiliki nilai
path coefficient () sebesar 0.344 yang artinya hipotesis S US memilik i
pengaruh yang signifikan secara positif. Kemudian berdasarkan hasil f2
diperoleh nilai 0.0664 maka pengaruh S terhadap US adalah kecil, serta
berdasarkan pengujian q2 diperoleh nilai 0.0393 maka pengaruh SQ terhadap S
adalah kecil.
Hasil hipotesis ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh beberapa
peneliti (Martins & Riyanto, 2020; Rohmah & Ary, 2021; Yuwono et al., 2019).
Hal ini menunjukkan bahwa kesenangan dan motivasi yang didapatkan saat
menggunakan aplikasi dapat mempengaruhi kepuasan pengguna aplikasi.
Semakin tinggi manfaat yang dihasilkan aplikasi maka akan semakin tinggi
111
tingkat kepuasan yang diperoleh oleh pengguna. Hal tersebut dapat diketahui
bahwa aplikasi yang digunakan dirasa menarik oleh pengguna.
H6. Apakah Novelty (N) berpengaruh secara signifikan terhadap User
Satisfaction (US)?
Berdasarkan hasil analisis struktur model pada pengujian t-test
diperoleh nilai sebesar 1.887 menunjukkan bahwa H6 diterima. Hubungan
variabel Novelty (N) terhadap variabel User Satisfaction (US) memiliki nilai
path coefficient () sebesar 0.465 yang artinya hipotesis N US memilik i
pengaruh yang signifikan secara positif. Kemudian berdasarkan hasil f2
diperoleh nilai 0.097 maka pengaruh N terhadap US adalah menengah, serta
berdasarkan pengujian q2 diperoleh nilai 0.0473 maka pengaruh N terhadap US
adalah kecil
Hasil hipotesis ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
beberapa peneliti (Martins & Riyanto, 2020; Rohmah & Ary, 2021; Yuwono et
al., 2019). Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas atau inovasi pada aplikasi
mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna aplikasi.
Semakin kreatif dan inovatif sebuah aplikasi maka pengguna akan semakin
merasa puas pada saat menggunakan aplikasi.
H7. Apakah User Satisfaction (US) berpengaruh secara signifikan
terhadap Continuance Intention (CI)?
112
Berdasarkan hasil analisis struktur model pada pengujian t-test
diperoleh nilai sebesar 15.727 menunjukkan bahwa H7 diterima. Hubungan
variabel User Satisfaction (US) terhadap variabel Continuance Intention (CI)
memiliki nilai path coefficient () sebesar 0.771 yang artinya hipotesis US
CI memiliki pengaruh yang signifikan secara positif. Kemudian berdasarkan
hasil f2 diperoleh nilai 0.931 maka pengaruh US terhadap CI adalah besar, serta
berdasarkan pengujian q2 diperoleh nilai 0.0653 maka pengaruh US terhadap
CI adalah kecil.
Hasil hipotesis ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
beberapa peneliti yang menyimpulkan bahwa User Satisfaction (US)
memberikan pengaruh terhadap variabel Continuance Intention (CI) (Damanik
et al., 2022; Kumala, 2015; Liébana-Cabanillas et al., 2016). Hal ini
menunjukkan bahwa kepuasan merupakan perasaan kumulatif yang telah
dikembangkan oleh konsumen selama interaksi berulang dengan layanan,
dimana ketika pengguna puas dengan layanan maka pengguna mungkin
memiliki sikap yang baik terhadap penyedia layanan dan cenderung
menunjukkan perilaku yang sering.
4.4 Implikasi Hasil
Berdasarkan hasil interpretasi demografis, model pengukuran, dan
model struktural maka implikasi dari penelitian ini yaitu:
1. Hasil analisis data demografis pada penelitian ini diperoleh bahwa dari
114 yang sudah pernah menggunakan aplikasi mobile RCTI+ lebih
113
berjumlah 61 orang didominasi oleh jenis kelamin perempuan, dengan
rentang usia 18-25 Tahun mendominasi kelompok usia. Untuk
pendidikan dominan dengan jenjang pendidikan yaitu S1 dengan 60
responden. Untuk domisili didominasi oleh warga daerah Jabodetabek
dengan 97 responden. Berdasarkan penggunaan aplikasi mobile RCTI+
didominasi oleh pengguna yang sudah menggunakan aplikasi selama
kurang dari 1 tahun, dengan frekuensi penggunaan aplikasi kadang-
kadang.
2. Hasil analisis structural yang terdapat pada model yang terdiri dari uji
coefficient of determination (R2), path coefficient, dan t-test dengan
metode bootstrapping, maka didapatkan hasil dengan penambahan
variabel berpengaruh terhadap loyalitas pengguna aplikasi mobile
RCTI+. Terdapat 5 hipotesis yang signifikan dan diterima, yaitu:
a) Efficiency (E) berpengaruh positif terhadap User Satisfaction
(US), E memberikan pengaruh terhadap US yang menunjukka n
bahwa efisiensi suatu sistem atau aplikasi dapat mempengar uhi
kepuasan pengguna.
b) Dependability (D) bepengaruh positif terhadap User Satisfaction
(US), D memberikan pengaruh terhadap US yang menunjukka n
bahwa kebergantungan pada sistem atau aplikasi mempengar uhi
kepuasan pengguna.
c) Stimulation (S) berpengaruh positif terhadap User Satisfaction
(US), S memberikan pengaruh terhadap PEV yang menunjukka n
114
bahwa stimulasi yang dialami pada saat menggunakan sistem atau
aplikasi mempengaruhi kepuasan pengguna.
d) Novelty (N) berpengaruh positif terhadap User Satisfaction (US),
N memberikan pengaruh terhadap US yang menunjukkan bahwa
kebaruan layanan yang diperoleh pengguna sistem
mempengaruhi kepuasan pengguna.
e) User Satisfaction (US) berpengaruh positif terhadap Continuance
Intention (CI), US memberikan pengaruh terhadap CI yang
menunjukkan bahwa kepuasan yang dirasakan oleh pengguna
sistem dapat mempengaruhi keberlanjutan penggunaan.
115
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Sesuai dengan hasil pembahasan analisis tentang pengaruh kualitas layanan
terhadap kepuasan dan keberlanjutan penggunaan aplikasi mobile RCTI+, maka
dapat disimpulkan bahwa:
1. Variabel efficiency, dependability, stimulation, novelty dapat berpengaruh
terhadap user satisfaction pada aplikasi mobile RCTI+. Hal ini menjelaska n
bahwa faktor-faktor user experience yaitu efisiensi, kebergantunga n,
stimulasi dan juga kebaruan dapat mempengaruhi kepuasan pengguna yang
kemudian akan berdampak terhadap niat berkelanjutan pengguna aplikas i
mobile RCTI+. Variabel novelty atau kebaruan paling mempengaruhi user
satisfaction (kepuasan) oleh pengguna dengan nilai path coefficient sebesar
(0,465) dan t-test sebesar (1,887).
2. Pada penelitian ini pengaruh terbesar adalah user satisfaction dengan
continuance intention. Hal ini menunjukkan jika pengguna akan merasa ingin
melanjutkan penggunaan apabila mereka merasa puas terhadap pengguna a n
aplikasi.
Berdasarkan perhitungan pada penelitian ini faktor-faktor user
experience yang mempengaruhi kepuasan pengguna dan keberlanjuta n
penggunaan aplikasi mobile RCTI+ adalah efficiency, dependability,
116
stimulation, dan novelty. Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa
kepuasan pengguna sangat mempengaruhi keberlanjutan penggunaan.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, analisis hubungan antar
variabel dengan menggunakan model User Experience Questionnaire (UEQ)
terhadap kepuasan pengguna aplikasi mobile RCTI+, peneliti memiliki beberapa
saran yang sekiranya dapat dipertimbangkan baik untuk penelitian selanjutnya
maupun untuk instansi terkait, yaitu sebagai berikut:
1. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mempertimbangkan beberapa hal
berikut.
a) Model penelitian ini dapat dikembangkan kembali yaitu dengan
melakukan penambahan variabel seperti loyalitas yang dapat
mempengaruhi kepuasan pengguna dan keberlanjutan penggunaan.
b) Penyebaran kuesioner akan lebih baik dilakukan secara langsung
(offline) agar responden mendapatkan penjelasan terkait pertanyaan
yang ada pada kuesioner sehingga dapat meminimalis ir
ketidakpahaman responden terhadap pertanyaan yang mengakibatka n
kesalahan pengisian kuesioner.
2. Bagi pihak PT. RCTI+ Indonesia diharapkan untuk bisa terus meningkatk a n
pengalaman pengguna dalam menggunakan aplikasi RCTI+ Indonesia karena
berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor pengalaman pengguna yaitu
efisiensi, kebergantungan, stimulasi dan juga kebaruan dapat mempengar uhi
kepuasan pengguna dan keberlanjutan penggunaan sistem secara signifik a n.
117
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pada faktor-faktor pengalama n
pengguna yang mempengaruhi kepuasan pengguna yaitu efisiens i,
kebergantungan, stimulasi dan juga kebaruan.
118
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, W., & Mustakini, J. H. (2015). Partial Least Square (PLS) Alternatif
Structural Equation Modeling (SEM) dalam Penelitian Bisnis. Andi Offset.
Amalina, N., & Helni Mutiarsih Jumhur, S. H. (2018). The Influence of User
Experience towards User Satisfaction of E-Government Service: a Case Study
of GAMPIL Application. International Journal of Scientific and Research
Publications (IJSRP), 8(3), 254–259.
Amin, M., Rezaei, S., & Abolghasemi, M. (2014). User satisfaction with mobile
websites: the impact of perceived usefulness (PU), perceived ease of use
(PEOU) and trust. Nankai Business Review International.
https://doi.org/10.1108/NBRI-01-2014-0005
Amirin, T. M. (2011). POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN
SAMPEL RUMUS SLOVIN.
Anggraeni, E. Y., & Irviani, R. (2017). Pengantar Sistem Informasi. Andi Offset.
Austerberry, D. (2020). Introduction to streaming media. In The Technology of
Video and Audio Streaming. https://doi.org/10.4324/9780080481319-14
Badran, O., & Al-Haddad, S. (2018). The impact of software user experience on
customer satisfaction. Journal of Management Information and Decision
Science.
Bhattacherjee, A. (2001). Understanding Information System Continuance: An
119
Expectation-Confirmation Model. MIS Quarterly: Management Information
Systems, 25(3), 351–370.
Burch, J. G., & Grudnitski, G. (1989). Information System Theory and Practice, 5th
edition. John Wiley & Sons.
Cammish, J. (2016). What Are SVOD, TVOD, AVOD. Imagenevp. Com [Online],
28, 2016.
Cerejo, L. (2012). The Elements Of The Mobile User Experience. Smashing
Magazine.
Courage, C., & Baxter, K. (2005). Understanding Your Users. In Understanding
Your Users. https://doi.org/10.1016/B978-1-55860-935-8.X5029-5
Damanik, M., Fauzi, A., & Situmorang, S. (2022). Pengaruh Perceived Usefulness
, Perceived Enjoyment dan Kepercayaan Terhadap Continuance Intention
Melalui Kepuasan Pada Generasi Millenial Pengguna E-Wallet di Kota
Medan. 3(4), 827–834. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v3i4.1475
De Oliveira, R., Cherubini, M., & Oliver, N. (2012). Influence of Usability on
Customer Satisfaction: A Case Study on Mobile Phone Services. I-UxSED,
14–19.
Deng, L., Turner, D. E., Gehling, R., & Prince, B. (2010). User experience,
satisfaction, and continual usage intention of IT. European Journal of
Information Systems. https://doi.org/10.1057/ejis.2009.50
Garrett, J. J. (2002). The Elements of User Experience: User-Centered Design for
the Web. In Elements.
Ghozali, I., & Latan, H. (2015). Konsep, Teknik Dan Aplikasi Menggunaka n
120
Program Smart PLS 3.0. In Universitas Diponegoro. Semarang.
Hayduk, G., Kwasnowski, P., & Mikoś, Z. (2016). Building management system
architecture for large building automation systems. Proceedings of the 2016
17th International Carpathian Control Conference, ICCC 2016.
https://doi.org/10.1109/CarpathianCC.2016.7501100
Husein, U. (2010). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis Edisi 11. PT
Raja Grafindo Persada.
Hussein, A. S. (2015a). Penelitian Bisnis dan Manajemen Menggunakan Partial
Least Squares dengan SmartPLS 3.0. Universitas Brawijaya, 1, 1–19.
https://doi.org/10.1023/A:1023202519395
Hussein, A. S. (2015b). Penelitian Bisnis dan Manajemen Menggunakan PLS
(smart-PLS 3.0). 25.
Hutahaean, J. (2014). Konsep Sistem Informasi. Deepublish.
Inukollu, V. N., Keshamoni, D. D., & Kang, T. (2014). F ACTORS I
NFLUENCING Q UALITY O F M OBILE A PPS : R OLE O F M OBILE A PP
D EVELOPMENT. 5(5).
Jeong, S. C., Byun, J. S., & Jeong, Y. J. (2016). The effect of user experience and
perceived similarity of smartphone on acceptance intention for smartwatch.
10, 1613–1619.
Jogiyanto, H. M. (2010). Analisis dan Desain (Sistem Informasi Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis). Andi Offset.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2019). Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Bumi Aksara.
121
Konradt, U., Lückel, L., & Ellwart, T. (2012). The role of usability in business-to-
business e-commerce systems: Predictors and its impact on users strain and
commercial transactions. Advances in Human-Computer Interaction.
https://doi.org/10.1155/2012/948693
Kotler, P. (2012). Marketing management/Philip Kotler, Kevin Lane Keller.
Pearson Education International.
Kumala, R. (2015). THE IMPACT OF INFORMATION QUALITY AND
SYSTEM QUALITY ON USER SATISFACTION IN WEB-BASED
INFORMATION SYSTEM (Study on the Employees of Bank Rakyat
Indonesia Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 19(2), 85587.
Kurniawan, F. (2016). The Use of Audio Visual Media in Teaching Speaking.
English Education Jurnal Universitas Syiah Kuala, 7(2).
Lestariningati, S., Zarman, W., & Perdana, D. (2011). Perancangan dan
Implementasi Video On Demand pada Jaringan Lokal. Majalah Ilmiah
UNIKOM, 9, 11.
Liébana-Cabanillas, F., Muñoz-Leiva, F., Sánchez-Fernández, J., & Viedma- del
Jesús, M. I. (2016). The moderating effect of user experience on satisfact io n
with electronic banking: empirical evidence from the Spanish case.
Information Systems and E-Business Management, 14(1), 141–165.
https://doi.org/10.1007/s10257-015-0277-4
Liu, C.-Y., & Lai, J.-Y. (2015). Improving customers satisfaction to the
development of user interface design for mobile shopping through QFD. Proc.
Asian Conf. Psychol. Behav. Sci. Off. Conf., 277–297.
122
Maith, H. A. (2013). Analisis Laporan Keuangan Dalam Mengukur Kinerja
Keuangan Pada Pt. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Jurnal Riset Ekonomi,
Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi. https://doi.org/10.35794/emba.v1i3.2130
Martins, M. A. J., & Riyanto, S. (2020). The Effect of User Experience on Customer
Satisfaction on Netflix Streaming Services in Indonesia. International Journal
of Innovative Science and Research Technology.
https://doi.org/10.38124/ijisrt20jul545
Mulyanto, A. (2009). Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Pustaka Pelajar.
Nikoloski, K. (2015). Charismatic leadership and power: Using the power of
charisma for better leadership in the enterprises. Journal of Process
Management – New Technologies, International.
Nugiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi.
Pramana, H. W. (2005). Kunci sukses : aplikasi manajemen. PT.Elex Media
Komputindo.
Prihadi, B. (2019). Semantic Differential Sebagai Alat Ukur Respons Estetik Siswa.
Statistika.
Priyambudi, H. O., Hadi P, S., & Ambarwati, R. (2013). Performansi Video on
Demand (VoD) pada Virtual Private Network (VPN) Menggunaka n
OpenVPN. Jurnal Mahasiswa TEUB.
Priyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Zifatama Publishing.
Rauschenberger, M., Schrepp, M., Perez-Cota, M., Olschner, S., &
Thomaschewski, J. (2013). Efficient Measurement of the User Experience of
Interactive Products. How to use the User Experience Questionna ire
123
(UEQ).Example: Spanish Language Version. International Journal of
Interactive Multimedia and Artificial Intelligence.
https://doi.org/10.9781/ijimai.2013.215
Rezaldy, Irsa, Trianasari, N., Si, S., & Stat, M. (2019). Pengaruh User Experience
Terhadap Customer Satisfaction Pada Pengguna Aplikasi Iflix Effect of User
Experience on Customer Satisfaction in Iflix Application Users. 6(1), 491.
Rezaldy, Irza, & Trianasari, N. (2019). Effect of User Experience on Customer
Satisfaction in iflix Application Users. E-Proceeding of Management, 6(No.1
April 2019), 491.
https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/files/148878/jurnal_eproc/
pengaruh-user-experience-terhadap-customer-satisfaction-pada-pengguna-
aplikasi- iflix-the-effect-of-user-experience-on-customer-satisfaction- in- iflix-
application-users.pdf
Rohmah, S., & Ary, M. (2021). Analisis Pengalaman Pengguna Aplikasi Pinjaman
Online Menggunakan Metode Usability Testing Dan User Experience
Questionnaire (Studi kasus pada Akulaku …. JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-
Journal), 5(6), 2118–2124.
Rosenzweig, E. (2015). Successful user experience: Strategies and roadmaps. In
Successful User Experience: Strategies and Roadmaps.
https://doi.org/10.1016/c2013-0-19353-1
Salim, & Haidir. (2019). Penelitian Pendidikan : Metode,Pendekatan,dan Jenis
Edisi Pertama. Kencana.
Sang-Rae, J., & Hyun-Shik, S. (2012). 스마트폰의 사용자 경험이 만족에 미치는
124
영향 연구 TT - The effect of the user experience of smart phone on
satisfaction. 한국전자통신학회논문지, 7(5), 1087–1093.
https://doi.org/10.13067/JKIECS.2012.7.5.1087
Sangadji, E. M., & Sopiah. (2013). Prilaku Konsumen: Pendekatan Praktis.
Disertai:Himpunan Jurnal Penelitian. Andi Offset.
Santoso, H. B., Schrepp, M., Yugo Kartono Isal, R., Utomo, A. Y., & Priyogi, B.
(2016). Measuring user experience of the student-centered E-learning
environment. Journal of Educators Online.
Sarwono, J. (2017). Structural Equation Modeling (SEM) Berbasis Kovarian
dengan LISREL dan AMOS untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Salemba
Empat.
Schrepp, M., Hinderks, A., & Thomaschewski, J. (2017). Design and Evaluation of
a Short Version of the User Experience Questionnaire (UEQ-S). International
Journal of Interactive Multimedia and Artificial Intelligence.
https://doi.org/10.9781/ijimai.2017.09.001
Seddon, P. B., Kiew, M.-Y., & Patry, M. (1994). A Partial Test and Developme nt
of the DeLone and McLean Model of IS Success. ICIS 1994 Proceedings.
Slovin, M. J. (1960). Sampling. Simon and Schuster Inc.
Soegaard, M., & Dam, R. F. (2018). The Basics of User Experience Design. The
Basics of User Experience Design.
Stairs, R. M., & Reynolds, G. W. (2012). Fundamentals of Information Systems (C.
Learning (ed.)).
125
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sutabri, T. (2012). Konsep Sistem Informasi. Andi Offset.
Sutarman. (2012). Buku Pengantar Teknologi Informasi. Bumi Aksara.
Turban, E., King, D., Lee, J., Liang, T.-P., & Turban, D. (2012). Electronic
Commerce : Managerial and Social Networks Perspectives, 7th Edition.
Pearson.
Wesolko, D. (2016). Peter Morville’s User Experience Honeycomb - Dane
Wesolko. Medium.
Yamin, S, & Kurniawan, H. (2011). Generasi Baru Mengelola Data Penelitian
dengan Partial Least Square Path Modeling: Aplikasi dengan Software
XLSTAT, SmartPLS, dan Visual PLS. (Edisi 1). Salemba Infotek.
Yamin, Sofyan, & Kurniawan, H. (2011). Generasi Baru Mengolah Data
Penelitian Dengan Partial Least Square Path Modeling. Salemba Infotek.
Yuwono, R., Wibowo, A., Wijoyo, S. H., & Rokhmawati, R. I. (2019). Analis is
Pengalaman Pengguna Pada Aplikasi Mobile Banking di Indonesia Dengan
Menggunakan Usability a dan User Experience Questionnaire (UEQ) (Studi
pada JakOne Mobile dan BCA Mobile). Jurnal Pengembangan Teknologi
Informasi Dan Ilmu Komputer, 3(6), 5666–5673.
126
LAMPIRAN
127
128
129
Domisili Jenis Usia Pekerjaan Pendidikan
Kelamin
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
SM A/Sederajat
Jabodetabek Laki-laki 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
D3
Jabodetabek Peremp uan 18-25 Tahun Wiraswasta S1
Peremp uan 26-30 Tahun Pegawai Swasta SM A/Sederajat
Jabodetabek Laki-laki 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa SM A/Sederajat
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
S1
Luar Laki-laki 26-30 Tahun Pegawai Swasta SM A/Sederajat
Jabodetabek SM A/Sederajat
Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa SM A/Sederajat
Jabodetabek S1
Laki-laki 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
Jabodetabek Laki-laki 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
Luar Laki-laki 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Peremp uan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Jabodetabek
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Luar
Jabodetabek
Luar
Jabodetabek
Jabodetabek
130
Penghasilan Sudah berapa Sudah berapa Seberapa sering
(Per Bulan) lama Anda lama Anda Anda menggunakan
menggunakan menggunakan mobile apps RCTI+
Rp 3.000.000 - mobile apps dalam satu bulan?
Rp 5.000.000 internet RCTI+?
Rp 3.000.000 - 4-6 kali
Rp 5.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun
Rp 1.000.000 -
Rp 3.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
Rp 5.000.000 -
Rp 7.000.000 > 7 Tahun 1-3 Tahun 7-10 kali
> Rp 7.000.000
Rp 1.000.000 - > 7 Tahun 1-3 Tahun >10 kali
Rp 3.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
Rp 1.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000
Rp 5.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 7.000.000
Rp 3.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 5.000.000
Rp 1.000.000 - > 7 Tahun 1-3 Tahun 7-10 kali
Rp 3.000.000
< Rp 1.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
< Rp 1.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
Rp 1.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000
Rp 1.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
< Rp 1.000.000
Jabodetabek Laki-laki 26-30 Tahun Pegawai Swasta S1
Jabodetabek Peremp uan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
Jabodetabek Peremp uan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa SM A/Sederajat
Jabodetabek S1
Jabodetabek Perempuan 26-30 Tahun Pegawai Swasta S1
Jabodetabek S1
Jabodetabek Laki-laki 26-30 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
Jabodetabek Peremp uan 26-30 Tahun Instansi S1
Jabodetabek SM A/Sederajat
Jabodetabek Peremp uan 26-30 Tahun Pemerintah S1
Jabodetabek Peremp uan 26-30 Tahun Wiraswasta D3
Jabodetabek Peremp uan 18-25 Tahun S1
Jabodetabek Wiraswasta S1
Jabodetabek SM A/Sederajat
Jabodetabek Pelajar/M ahasiswa S1
Jabodetabek D3
Jabodetabek Laki-laki 26-30 Tahun Pegawai Swasta S1
Jabodetabek S1
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Wiraswasta S1
Perempuan 26-30 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Laki-laki 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Peremp uan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Peremp uan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Laki-laki 31-40 Tahun Wiraswasta
Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Laki-laki 26-30 Tahun Pegawai Swasta
Perempuan 26-30 Tahun Wiraswasta
131
Rp 1.000.000 - 4-7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
Rp 3.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
< Rp 1.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
Rp 5.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 5.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 7.000.000 > 7 Tahun 1-3 Tahun 4-6 kali
Rp 3.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 5.000.000 > 7 Tahun 1-3 Tahun 4-6 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> Rp 7.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 5.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 7.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> Rp 7.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 1.000.000 -
Rp 3.000.000
Rp 5.000.000 -
Rp 7.000.000
Rp 3.000.000 -
Rp 5.000.000
Rp 3.000.000 -
Rp 5.000.000
Rp 1.000.000 -
Rp 3.000.000
< Rp 1.000.000
Rp 1.000.000 -
Rp 3.000.000
Rp 3.000.000 -
Rp 5.000.000
Rp 1.000.000 -
Rp 3.000.000
Rp 5.000.000 -
Rp 7.000.000
Rp 5.000.000 -
Rp 7.000.000
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
Luar D3
Perempuan 18-25 Tahun Pegawai Swasta S1
Jabodetabek
Luar Laki-laki 31-40 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
S1
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa D3
Jabodetabek S1
Laki-laki 18-25 Tahun Pegawai Swasta S1
Jabodetabek S1
Laki-laki 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
Jabodetabek Peremp uan 18-25 Tahun Instansi
Laki-laki 18-25 Tahun D3
Jabodetabek Peremp uan 18-25 Tahun Pemerintah S1
Wiraswasta SM A/Sederajat
Jabodetabek D3
Jabodetabek Wiraswasta S1
S1
Jabodetabek Perempuan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa S1
Luar D3
Laki-laki 26-30 Tahun Pegawai Swasta S1
Jabodetabek S1
Jabodetabek Laki-laki 18-25 Tahun Wiraswasta
Jabodetabek Peremp uan 18-25 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Jabodetabek Laki-laki 26-30 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Jabodetabek Laki-laki 31-40 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Jabodetabek Perempuan 26-30 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Jabodetabek Laki-laki 26-30 Tahun Wiraswasta
Jabodetabek Laki-laki
26-30 Tahun Pelajar/M ahasiswa
Jabodetabek
Laki-laki 18-25 Tahun Pegawai Swasta
Jabodetabek
Laki-laki 18-25 Tahun Wiraswasta
132
Rp 1.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000 4-7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 5.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 7-10 kali
Rp 7.000.000
Rp 3.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
Rp 5.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
Rp 5.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 1.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
< Rp 1.000.000
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 5.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
Rp 7.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 4-6 kali
> Rp 7.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> Rp 7.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
> 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000 - > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 5.000.000 > 7 Tahun < 1 Tahun 1-3 kali
Rp 3.000.000 -
Rp 5.000.000
> Rp 7.000.000
< Rp 1.000.000
< Rp 1.000.000
Rp 3.000.000 -
Rp 5.000.000
Rp 3.000.000 -
Rp 5.000.000
> Rp 7.000.000
< Rp 1.000.000
Rp 5.000.000 -
Rp 7.000.000
Rp 3.000.000 -
Rp 5.000.000