1
KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT atas selesainya bahan ajar digital
“Teks Cerita Sejarah” untuk peserta didik kelas XII semester 1 untuk program MIPA, IPS, dan
Bahasa edisi yang pertama. Buku ini disusun untuk membantu siswa menguasai materi “Teks
Cerita Sejarah” sesuai dengan kompetensi dasar pelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan
Kurikulum 2013 (Edisi Revisi).
Buku ini diawali dengan tujuan pembelajaran diikuti dengan uraian materi dengan
contoh. Kemudian disajikan rangkuman diakhiri latihan/soal pendalaman materi berdasarkan
kompetensi dasar yang ingin dicapai. Dengan struktur yang sistematis, materi yang lengkap
kami berharap bahan ajar digital ini dapat membantu proses pembelajaran. Dengan demikian
buku ini bisa menjadi pendamping belajar supaya siswa lebih bersemangat belajar Bahasa
Indonesia.
Penulis berharap semoga buku ini dapat bermanfaat bagi peserta didik, khususnya
siswa SMA/MA yang sederajat. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, dengan senang hati Penulis menerima segala saran dan kritik pembaca untuk
memperbaiki buku kami berikutnya.
Akhir kata, Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh intruktur/ dosen
pembimbing pada “Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Digital” dan semua pihak yang telah
membantu hingga terselesaikannya tugas akhir bahan ajar digital.
Cilegon, Agustus 2020
Penulis
2
DAFTAR ISI
Halaman Judul ...........................................................................................................................1
Kata Pengantar.......................................................................................................................... 2
Daftar Isi ................................................................................................................................... 3
BAB I ...................................................................................................................................... 4
Tujuan Pembelajaran ................................................................................................................ 4
Pengertian Teks Cerita Sejarah ................................................................................................ 4
Struktur Teks cerita Sejarah …………………………………................................................ 5
Kaidah Kebahasaan .................................................................................................................. 5
Jenis Teks Cerita Sejarah ......................................................................................................... 6
Contoh Teks Cerita Sejarah ………………………………………………………………….. 7
Soal/ latihan ............................................................................................................................ 12
Daftar Pustaka......................................................................................................................... 14
Data Diri Penulis .................................................................................................................... 15
3
BAB I
MENGONSTRUKSI INFORMASI DALAM TEKS CERITA SEJARAH
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan peserta didik kelas XII MIPA, IPS, dan Bahasa
mampu:
1. Mendefinisikan teks cerita sejarah
2. Membedakan jenis teks cerita sejarah
3. Menganalisis struktur teks cerita sejarah
4. Menganalisis kaidah kebahasaan teks cerita sejarah
3.1 Pengertian Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan
kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai
sejarah. atau definisi lainnya yaitu teks cerita yang berdasarkan catatan-catatan peristiwa
masa lampau dikembangkan berdasarkan bukti bukti yang ditemukan yang nantinya
menjadi teks kenyataan sejarah.
Selain mengandung rekaman peristiwa masa lalu, teks sejarah didahului oelh pengenalan
tentang peristiwa yang akan diceritakan. Teks sejarah ditutup dengan suatu akibat,
simpulan, atau penilaian terkait dengan rekaman peristiwa yang diuraikan sebelumnya
(Kosasih, 2018:69).
1.2 Ciri – Ciri Teks Cerita Sejarah
Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh teks sejarah, diantaranya:
1. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
2. Bentuk teks cerita ulang (recount)
3. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
4. Sering menggunakan konjungsi temporal.
5. Isi berupa fakta.
4
1.3 Struktur Teks Cerita Sejarah
Harus terdapat 3 struktur berikut ini untuk membuat teks sejarah yang baik yaitu :
1. Orientasi
Pada bagian ini berisi tentang pengenalan atau pembukaan dari teks cerita sejarah.
Biasanya berisi mengenai penjelasan singkat dari suatu peristiwa yang diceritakan.
2. Insiden atau Urutan Kejadian
Pada bagian ini berisi mengenai rekaman peristiwa sejarah yang terjadi yang
disampaikan menurut urutan kejadian atau waktu dari awal kejadian hingga sampai
pada akhir kejadian tersebut. Bagian ini merupakan bagian pokok dari teks cerita
sejarah yang biasanya dituliskan secara rinci dan mendetail sehingga para pembaca
akan lebih memahami hal apa sebenarnya yang terjadi pada masa lalu.
3. Reorientasi
Merupakan bagian akhir dari teks tersebut. Biasanya pada bagian ini berisi mengenai
komentar pribadi dari si penulis itu sendiri mengenai kejadian yang ditulisnya. Namun
ada juga beberapa teks cerita sejarah yang tidak menambahkan bagian penutup ini. Itu
sah-sah saja karena bagian ini hanya sebagai opsi atau pilihan saja.
1.4 Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Ciri kebahasaan teks cerita sejarah ditandai dengan adanya pronomina atau kata ganti,
kata-kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, adanya kata kerja (verba) material,
dan konjungsi (kata penghubung) temporal. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat dibawah
ini.
Pronomina (kata ganti)
merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau
sesuatu secara tidak langsung.
1. kata ganti orang pertama tunggal, misalnya : saya, aku, beta, sahaya ;
2. kata ganti orang pertama jamak, misalnya : kami, kita ;
3. kata ganti orang kedua tunggal, misalnya : kamu,engkau, kau, anda, dikau ;
4. kata ganti orang kedua jamak, misalnya : kalian
5. kata ganti orang ketiga tunggal, misalnya : dia, ia, beliau, -nya
6. kata ganti orang ketiga jamak, misalnya : mereka
5
Frasa adverbial
merupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
Verba material
adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu aktivitas yang menggunakan fisik
dalam melakukannya, misalnya membaca, melempar, mendorong, dan lainnya.
Konjungsi Temporal (kata sambung waktu)
berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah
banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal. Contohnya yaitu
“kemudian”, “setelah”, “lalu” dan lainnya.
Kalimat Majemuk
kalimat yang terdiri atas dua kalimat atau lebih yang digabungkan menjadi satu kalimat
Contoh kalimat :
Pada akhirnya, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dalam konverensi
Ket. S P O ket.
yang diadakan di Den Haag.
Ket.
1.5 Jenis – Jenis Teks Sejarah
Sejarah Fiksi
Novel adalah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, umumnya dalam bentuk cerita.
Penulisnya disebut novelis
Cerpen adalah cerita pendek berbentuk prosa naratif fiktif. Cenderung padat dan langsung
pada tujuan nya dibandingkan dengan karya fiksi lainnya yang umumnya lumayan
panjang.
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu
yang benar-benar terjadi.
Roman adalah jenis karya sastra berbentuk prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya
menurut watak dan jiwa masing-masing. Roman bisa juga disebut kisah percintaan.
Sejarah Non-Fiksi
Biografi adalah keterangan kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Autobiografi adalah kisah atau keterangan hidup yang ditulis oleh orang itu sendiri.
Cerita Perjalanan adalah teks yang menceritakan tentang perjalanan.
6
Catatan Sejarah adalah teks yang menceritakan fakta atau kejadian masa lalu yang
menjadi latar belakang sesuatu mempunyai nilai sejarah.
1.6 Contoh Teks Cerita Sejarah dan Strukturnya
TSUNAMI ACEH
Orientasi
Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan
Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa
melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra
Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur
lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan
secara masal.
Urutan Peristiwa
Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316°
N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini
berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat
dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung
Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.
7
Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi,
yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan
menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan
amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga
memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.
Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara.
Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah.
Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.
Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005
dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center
telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan
magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.
Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan
panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara
(hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.
Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang
sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB
memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya,
sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang
terisolir.
Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera
Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut
kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan
korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total
luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.
Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan
1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983
tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.
Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung
hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda
Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban
disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.
8
Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh,
kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca
menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala
Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai
barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta
panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.
Reorientasi
Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak
memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali
di negri kita yang tercinta ini.
Sejarah Singkat Bahasa Indonesia
9
Orientasi
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional negara Indonesia, Bahasa Indonesia diresmikan
penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya,
bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Bahasa Indonesia pada dasarnya berasal dari
bahasa melayu, pada zaman dahulu lebih tepatnya pada zaman kerajaan sriwijaya bahasa
melayu banyak digunakan sebagai bahasa penghubung antar suku di plosok nusantara.
Urutan Peristiwa
Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke 7. Buktinya ditemukan
prasati di kedukan bukit karangka tahun 683 M (palembang), talang tuwo berangka ahun 684
M (Palembang), kota kapur berangka tahun 686 M (Bukit Barat) Karang birahi berangka tahun
688 M (Jambi) prasasti-prasasti itu bertuliskan hurus pranagari berbahasa melayu kuno.
Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai “Bahasa Persatuan Bangsa” pada sumpah
pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Sesuai dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu
“Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin dalam
pidatonya pada Kongres Nasional Kedua di Jakarta.
Pada tahun 2008 dicanangkan sebagai tahun bahasa 2008. Oleh karena itu, sepanjang tahun
2008 telah diadakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan.
Untuk peringatan 80 Tahun sumpah pemuda, diadakan kongres IX Bahasa Indonesia pada
tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2008 di Jakarta. Kongres tersebut akan membahas
lima hal utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, penggunaan bahasa asing, pengajaran
bahasa dan sastra, serta bahasa media massa.
Reorientasi
Pada peristiwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945,
telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai
bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik
ditingkat daerah maupun pusat.
https://www.gurupendidikan.co.id/teks-cerita-sejarah/
10
Pembelajaran mengenai teks sejarah dapat dijadikan media untuk menanamkan pendidikan
karakter, terutama menumbuhkan jiwa nasionalisme pada diri siswa. Penanaman jiwa
nasionalisme ini sangat penting mengingat generasi milenial sangat dimungkinkan terputus
dari sejarah sehingga kecintaan terhadap bangsa dan negaranya menjadi luntur.
http://unibba.ac.id/ejournal/index.php/metamorfosis/article/view/225
Rangkuman:
1. Teks cerita sejarah merupakan teks yang menjelaskan tentang sesuatu hal yang berkaitan
dengan fakta masa lalu dan memiliki nilai sejarah.
2. Perbedaan Sejarah Fiksi dan Non-Fiksi
Sejarah Fiksi :
Jalan cerita disusun berdasarkan dunia nyata.
Gambaran kehidupan batin seorang tokoh lebih dalam.
Pengembangan karakter tokoh tidak sepenuhnya terungkap.
Menyajikan kehidupan sesuai pandangan pengarang.
Sejarah Non-Fiksi :
Tersusun oleh fakta yang objektif.
Gambaran kehidupan tokoh ditulis lebih lengkap berdasarkan fakta.
Menyajikan kehidupan sesuai data dan fakta.
3. Struktur teks cerita sejarah
a. Orientasi
b. Urutan peristiwa
c. Reorientasi
4. Analisis kebahasaan teks cerita sejarah, meliputi:
a. Pronominal (kata ganti)
b. Frase adverbial
c. Kalimat majemuk
d. Konjungsi temporal
e. Verba material
11
Latihan Soal:
1. Bacalah teks cerita sejarah yang berjudul “Kerajaan Sunda”!
2. Jelaskan perbedaan jenis teks cerita sejarah 1 dan 2!
3. Analisislah kedua struktur teks cerita sejarah tersebut!
4. Analisislah kebahasaan kedua teks cerita sejarah tersebut!
Kerajaan Sunda
Kerajaan Sunda terletak di daerah Jawa Barat sekarang.Tak dapat dipastikan dimana pusat
kerajaan ini sesungguhnya.Berdasarkan sumber sejarah berupa prasasti dan naskah-naskah
berbahasa Sunda Kuno dikatakan bahwa pusat kerajaan Sunda telah mengalami beberapa
perpindahan.
Menurut Kitab arita Parahyangan, Ibukota kerajaan Sunda mula-mula di Galuh, kemudian
menurut Prasasti Sanghyang Tapak yang ditemukan di tepi sungai Cicatih, Cibadak Sukabumi,
Isi dari prasasti itu tentang pembuatan daerah terlarang di sungai itu yang ditandai dengan batu
besar di bagian hulu dan hilirnya.
Oleh Raja Sri Jayabhupati penguasa kerajaan Sunda.Di daerah larangan itu orang tidak boleh
menangkap ikan dan hewan yang hidup di sungai itu. Tujuannya mungkin untuk menjaga
kelestarian lingkungan (agar ikan dan lain-lainnya tidak punah) siapa yang berani melanggar
larangan itu, ia akan dikutuk oleh dewa-dewa.
Kerajaan Sunda beribu kota di Parahyangan Sunda. Sementara itu menurut prasasti Astana
Gede (Kawali – Ciamis) ibu kota kerajaan Sunda berada di Pakwan Pajajaran. Mengenai
perpindahan kerajaan ini tak diketahui alasannya. Akan tetapi, hal-hal yang bersifat ekonomi,
keamanan, politik, atau bencana alam lazim menjadi alasan perpindahan pusat ibu kota suatu
kerajaan.
Kerjaan Sunda menguasai daerah Jawa Barat untuk waktu yang lama, diantara rajanya, yang
terkenal adalah Jaya Bhupati dan Sri Baduga Maharaja.
https://www.dosenpendidikan.co.id/contoh-teks-cerita-sejarah/
Indonesia Merdeka
Namaku Sanusi, saat itu umurku masih sekitar 14 tahun. Tepat di tanggal 17 Agustus 1945,
saat itu juga bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga aku, ayah dan adikku keluar rumah
tidak sarapan karena kami sedang menjalankan ibadah puasa. Kami keluar rumah pukul 09.00
pagi, namun tidak seperti biasanya jalan-jalan di sekitar rumahku sepi dari lalu lalang warga.
Sebenarnya aku merasa heran, namun aku diam saja dan terus berjalan mengikuti ayahku dan
ternyata ayahku membawa aku dan adikku ke sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur nomor
56. Dari jauh saja sudah terlihat bahwa di sekeliling rumah bercat putih dengan sebuah tiang
bendera dari bambu itu sudah ramai dipenuhi banyak orang.
12
Melihat banyak orang berkumpul seperti itu tentu saja semakin menambah rasa penasaran
dalam diriku. Ada banyak pemuda yang berbaris rapi, serta banyak pula tampaknya tamu
undangan yang duduk dengan rapi di deretan kursi yang telah disediakan. Sementara itu, pada
bagian luar rumah sudah berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan.
Hampir semua masyarakat yang berkumpul di sekitar rumah tersebut membawa bambu
runcing, batu, sekop, parang, golok dan berbagai barang yang bisa dijadikan sebagai senjata.
Segala benda yang dibawa oleh mereka seakan menggambarkan tekad mereka untuk berani
mati demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Saat aku, ayah dan adikku semakin berjalan mendekat ke area rumah itu, semakin terdengar
seruan masyarakat yang berteriak-teriak “Sekarang, Bung, Sekarang!, Segera nyatakan
sekarang”. Masyarakat tampaknya memang sudah tidak sabar menunggu dan tentu saja seruan
itu juga menunjukkan kekhawatiran mereka terhadap tentara Jepang yang akan menghalangi
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Tak seberapa lama kami menunggu, akhirnya dari dalam rumah tersebut keluar dua orang
berkemeja putih. Salah satu diantara orang yang keluar itu membawa selembar kertas dan
dengan tegas, beliau membacakan isi dari kertas yang berisi pernyataan Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia.
Mendengar teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu aku sangat terharu. Aku tidak
menyangka di usiaku yang baru 14 tahun waktu itu, aku menyaksikan sebuah peristiwa besar
dalam perjalanan Indonesia. Aku sangat bangga dapat menjadi bagian dari kemerdekaan
bangsaku yang tercinta ini.
Aku berharap semoga rakyat Indonesia bisa terus bersatu seperti saat masa-masa perjuangan
Indonesia melawan penjajah. Semoga satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia akan
terus bertahan selamanya. Setelah Proklamasi dibacakan itu, aku, ayah dan adikku pulang
dengan rasa bahagia dan bangga sebab Indonesia sudah merdeka.
https://sekolahnesia.com/contoh-teks-cerita-sejarah-fiksi/
13
DAFTAR PUSTAKA
Kosasih, Engkos. 2018. Cerdas Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Gurupendidikan. 2017. “Teks Cerita Sejarah”. Diakses (22 Agustus 2020). Tersedia dari
https://www.gurupendidikan.co.id/teks-cerita-sejarah/
Kusmayadi, Ismail. 2019. Pembelajaran Teks Cerita Sejarah Melalui Pendekatan
Kontekstual Sebagai Upaya Meningkatkan Jiwa Nasionalisme Siswa .
METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya, 12(2), 17 -
25. Diakses dari http://unibba.ac.id/ejournal/index.php/metamorfosis/article/view/225
Dosenpendidikan.co.id. 2018. “Contoh Teks Cerita Sejarah”. Diakses (22 Agustus 2020).
Tersedia dari https://www.dosenpendidikan.co.id/contoh-teks-cerita-sejarah/
sekolahnesia.com. 2018. “4 Contoh Teks Cerita Sejarah Fiksi Beserta Strukturnya”. Diakses
(22 Agustus 2020). Tersedia dari https://sekolahnesia.com/contoh-teks-cerita-sejarah-
fiksi/
14
SEKILAS PERKENALAN
Wiwin Hastuti terlahir di “Kota Kembang”, 28 Juni 1979. Ia pernah
menimba ilmu keguruan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) dan mendapar gelar Sarjana pada tahun 2002.
Masih di tahun yang sama, Ia mencoba melangkahkan kaki dengan tekad
kuat dan mengerahkan kemampuannya untuk mengabdi di SMA Negeri
2 Krakatau Steel Cilegon sampai sekarang sebagai guru Bahasa
Indonesia.
Pada tahun 2010, Ia mencoba kembali “mengepakkan sayap” untuk
menambah ilmu yang sudah dimilikinya dengan mengampu pendidikan Strata-2 di Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa Cilegon, Banten jurusan Bahasa Indonesia dan berhasil mendapat gelar
Magister tahun 2012.
Pada tahun 2016, Ia pernah mencoba mengerahkan kemampuannya sebagai pendidik yang
kompeten dengan mengikuti ajang “Guru Berprestasi” tingkat kota Cilegon dan mendapat juara
kedua. Ia memiliki prinsip bahwa hal-hal baru yang dianggap sulit itu harus dicoba dan
dikuasai, salah satunya dengan mencoba membuat buku bahan ajar digital ini.
15