NAMA : ATAZILA HUZIL AFWA
KELAS : X FARMASI
KISAH PERSAHABATAN DESI NATALIA
Hai namaku, Desi Natalia, saat aku masih duduk di bangku sekolah kelas satu SMP.Aku
mempunyai sahabat dekat yang, bernama Herlinda dan Indriyani. Hari-hariku selalu
penuh dengan suka dan duka bersama mereka, terkadang ada banyak hal yang
membuatku sangat merasa nyaman dekat dengan mereka dan pertemanan Indah ini pun
terjalin dengan erat.
Pada saat libur sekolah tiba, sahabatku mempunyai rencana pergi untuk berlibur bersama-
sama. dan kami pun sepakat dengan rencana yang telah di buat sebelumnya.Keesokan
harinya aku sudah bersiap-siap untuk pergi, bersama kedua sahabatku yaitu Herlinda dan
Indriyani. kami berangkat sejak pagi, supaya sesampainya di sana belum terlalu siang dan
masih sedikit sepi. dari rumah, kira-kira perlu waktu sekitar 30 menit perjalanan.
Kami sudah berjanji pergi ke tempat objek wisata yaitu “Jambi Paradise”saat sampai
disana kami pergi ke loket untuk membeli tiga tiket masuk.kami pun masuk ke dalam
kemudian mengelilingi tempat wisata yang ada di sana.Ketika hari sudah siang dan cukup
terik, kini waktunya kami beristirahat sejenak dan menikmati makanan dan minuman
yang telah kami siapkan. kami pun sesekali untuk bercanda dan mengobrol setelah makan
siang.
Setelah cukup banyak istirahat kami pun kembali melanjutkan keseruan lagi, sesekali aku
menjahili para sahabatku, dan mereka juga membalas kejahilanku.kami juga tidak
menyia-nyiakan waktu, untuk bisa menikmati suasana tersebut.
Hampir seharian kami berada di lokasi Jambi Paradise, kini waktunya aku bersama
sahabatku untuk kembali ke rumah masing-masing, di perjalanan pulang, aku sangat
senang rasa lelah pun seakan tidak terasakan. setibanya di rumah, aku dan para sahabatku
langsung berbagi foto melalui grup Whatsapp dan menjadikannya stories.
Liburan kali ini memberikan sebuah kenangan tersendiri,dan tidak akan terlupakan masa
dimana berkumpul bersama para sahabat dengan menghabiskan waktu bersama.Aku
berharap suatu saat dapat mengulang kembali waktu dimana, aku menghabiskan seluruh
hari-hari dengan sahabat. dan jangan pernah melewatkan kesempatan yang selalu
menghargai di setiap momen.dan tidak ada yang bisa menggantikan atau sebanding
dengan sahabat lamamu.
Sekarang waktu telah berjalan kami semua telah menemui jalan masing-masing, yang
kuharapkan kepada sahabatku janganlah berubah, tetaplah menjadi yang dulu ketika kita
bercanda bareng, janganlah lupakan persahabatan kita kenanglah selalu, kenangan kita
semua yang dulu hingga kita seperti ini, dan di suatu saat nanti aku yakin bahwa kita
semua akan bertemu kembali walaupun tidak seperti yang dulu lagi.
“Sahabat akan selalu menghapus air mata kita ketika menangis, yang selalu menopang
ketika tak mampu berdiri tegak, sahabat akan selalu tersenyum untuk kebahagiaan kita
tak akan ada yang iri, hanya sebuah rasa sayang, cinta untuk saling memberi atau
menerima satu dengan yang lain nya dan akan selalu memberikan bahunya untuk
bersandar ketika rasa lelah.”
Mereka juga akan terlibat dalam sikap perilaku yang saling tolong-menolong dalam
kesusahan, tukar pendapat, dan memberikan sebuah nasihat, inspirasi dukungan.Aku tak
perlu menjadi sahabat bagi semua orang, karena aku juga tak membutuhkan semua orang
untuk memahamiku.
Dan tidak butuh sahabat yang banyak seperti halnya, memperbanyak sahabat. karena ini
bukanlah soal perbanyak sahabat. tapi berapa banyak yang benar-benar dinamakan
(sahahat sejati).Sedikit mempunyai sabahat tapi berkualitas jauh berharga. yang selalu
ada menemani saat situasi apapun. bukan malah menghilang dan tidak paham dengan
keadaan. lebih baik mempunyai sahabat sedikit, dibandingkan mempunyai 1000 sahabat
yang hanya mementingkan dirinya sendiri.
Milikilah rasa saling percaya, terhadap sahabat tanpa kepercayaan hubungan
persahabatan tidak akan bisa berjalan dengan baik. harga dari sebuah kepercayaan tidak
bisa di perjual-belikan.karena sulit untuk mendapatkan kepercayaan itu kembali.
Ada sebuah pepatah yang mengatakan “Sahabat itu merupakan seorang makhluk yang
menemani saat sedih, senang, dan bahagia, terkadang menyebalkan namun yang sangat di
rindukan jika tidak ada.”
~The End~