MUATAN LOKAL
Batik adalah kain bergambar yang BATIK
pembuatannya secara khusus dengan
menuliskan atau menerakan malam 1
pada kain itu, kemudian
pengolahannya diproses dengan cara
tertentu yang memiliki kekhasan.
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
1.BATIK KLASIK Sejarah Dan Daerah
Batik Klasik adalah batik yang dihasilkan melalui proses Asal Batik Klasik
menghias kain atau bahan lain dengan malam atau lilin
sebagai perintang warna untuk membentuk motif atau Klasik berarti suatu karya (umumnya
ragam hias menggunakan canting. dari masa lampau) yang bernilai seni
a.Motif Batik Klasik Kawung. serta ilmiah tinggi berkadar keindahan
dan tidak luntur sepanjang masa.
b.Motif Batik Klasik Parang Pamor Seling Gendreh. Berdasarkan pengertian di atas makna
batik klasik merupakan suatu karya
c.Motif Batik Klasik Truntum seni yang bersifat kuno atau tradisi
yang memiliki kadar keindahan tinggi.
d.Motif Batik Klasik Sidomukti Batik klasik tidak luntur sepanjang
masa karena bermakna filosofis yang
berarti mengandung unsur-unsur
ajaran hidup yang banyak digunakan
khususnya oleh masyarakat
Jawa.Batik ini juga berasal dari pulau
Jawa dan Batik klasik mempunyai 2
macam keindahan yaitu keindahan
visual dan keindahan filosofi.
Keindahan visual adalah rasa indah
penglihatan panca indera yang
diperoleh dari perpaduan atau harmoni
berupa susunan bentuk dan warna.
Sedangkan keindahan filosofi atau
jiwa adalah rasa indah yang diperoleh
karena susunan arti atau lambang
yang membuat gambar sesuai dengan
paham yang dimengerti. Contoh batik
klasik adalah parang rusak, kawung,
sidomukti dan lain-lain.
Perkembangan Batik
Klasik saat ini
Jika tempo dulu batik hanya
diterapkan pada sehelai kain mori dan
primissima, namun sekarang dengan
adanya perkembangan tuntutan pasar
dan perkembangan teknologi , bahan
batik telah diterapkan pada berbagai
bahan seperti sutera, bahan kaos,
bahan jeans, bahan kulit,
kemungkinan masih banyak lagi
bahan-bahan lain dapat dibuat batik
dengan teknik yang telah disesuaikan.
2
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
2.Batik Pekalongan
Sejarah Batik Pekalongan
perkembangan signifikan setelah Perang Diponegoro (1825-1830) berakhir. Akibat perang yang disebut
juga Perang Jawa tersebut, keluarga keraton Mataram beserta pengikutnya terdesak dan meninggalkan
kerajaan.Mereka menyebar, menempati daerah-daerah baru dan mengembangkan kerajinan batik di
sana. Di Timur, Batik Solo dan Batik Yogyakarta memperkaya corak batik yang ada di Mojokerto,
Tulungagung, Gresik, Surabaya dan Madura. Di arah Barat, batik berkembang baik di Banyumas,
Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan.Migrasi keluarga keraton itulah yang menjadikan Batik
Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang. Perkembangannya sangat pesat pada
kisaran 1950-1970. Mencapai puncak kejayaan sekitar tahun Batik di daerah Pekalongan telah ada sejak
tahun 1800-an. Meski demikian, wastra tradisional ini baru mengalami 1952-1964 dimana kerajinan batik
mampu memberikan kemakmuran masyarakat Pekalongan.Perkembangan sangat baik dimulai dari
daerah pesisir, di Pekalongan kota, Buaran, Pekajangan dan Wonopringgo. Batik khas keraton berpadu
dengan budaya masyarakat pesisir yang terbuka, bebas dan sangat marjinal. Masuknya budaya Cina,
Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang turut menghiasi dinamika perbatikannya.Sebagai kota pesisir
yang mudah menerima budaya luar, Pekalongan perlahan tapi pasti menjadi sentra perkembangan batik
Nusantara. Batik tumbuh menjadi sebuah industri yang lebih berorientasi komersil ketimbang seni atau
kriya. Menjadi nafas hidup keseharian masyarakat sebagai “soko guru” ekonomi di Pekalongan.Meski
demikian, perkembangan batik di Pekalongan juga mengalami pasang surut. Menurun ketika terjadi
Perang Dunia I, kembali hidup tahun 1920-an dan merosot lagi pada masa malaise 1930. Meningkat lagi
seiring kebutuhan sandang daerah-daerah yang diduduki oleh Belanda setelah agresi militer Belanda ke-
II 1949. Masa itulah yang kemudian menjadi cikal bakal bangkitnya industri batik di kota Pekalongan.
Selanjutnya rentang tahun 1952-1964 disebut-sebut sebagai puncak kejayaan batik khas Pekalongan.
Dalam kurun waktu tersebut industri perbatikan mampu memberi kesejahteraan bagi masyarakat
Pekalongan secara luas.Meski belum sepenuhnya berdampak, kehadiran teknik printing (sablon) tahun
1960 mengisyaratkan kemunduran bagi industri batik. Lambat laun muncullah pabrik tekstil milik Cina
dan Asing dengan teknik tersebut. Batik tradisional pun hancur, banyak pengusaha pribumi yang gulung
tikar pada puncaknya tahun 1970.
3
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
Motif Batik Jlamprang Motif Batik Liong
Motif Batik Semen Motif BatikLung-
Lungan
Daerah Asal Batik Pekalongan dan Perkembangan Batik
Pekalongan saat ini
Sesuai namanya Batik Pekalongan daerah asalnya yaitu Pekalongan, Jawa Tengah, tempat dari
motif batik ini berasal. Batik Pekalongan ini juga bisa disebut dengan batik pesisir, karena letak geografis
kota Pekalongan yang berada di pesisir pantai utara pulau Jawa.Dan perkembangannya pun saat ini
sangat modern karena manggunakan alat alat yang mengikuti kemajuan teknologi yang semakin modern
dan tetap tidak meninggalkan makna aslinya .
4
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
3.Batik Monocromatik
Monokromatik berasal dari kata mono dan chrom. Mono artinya satu atau tunggal, chrom artinya
warna. Jadi monokromatik berarti memiliki warna tunggal atau satu warna. Oleh karena itu batik
monokromatik hanya mempunyai satu jenis warna. Yang termasuk batik monokromatik adalah
batik kelengan dan batik putihan.Batik monokromatik menggunakan dua atau lebih warna yang
sejenis. Misalnya biru dan biru tua, hijau muda dan hijau tua, merah muda dan merah tua.Ada 2
jenis batik monokromatik yaitu :
1. Batik dengan warna putih pada bagian motif dan warna pada bagian luar motif.
2. Batik tua dan muda yang sejenis, yaitu batik dengan warna muda pada bagian motif dan
warna tua pada bagian luar motif.Contoh motif batik Monocromatik,motif batik kalengan,motif
batik simbut dan lainnya.
5
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
Motif Batik Simbut Batik kelengan yaitu cara pembuatan
Motif Batik Kelengan batik dengan satu kali
Motif Batik Kelengan celupan warna sehingga motif yang
dihasilkan tetap putih berupa
warna mori.
Batik simbut adalah batik kuno yang
ditemukan di daerah Banten.
Menurut sejarah pembuatan batik
simbut ini tidak menggunakan
lilin malam.
Sebagai perintangnya digunakan bubur
ketan. Kemungkinan saat
batik simbut ditemukan belum dikenal
lilin malam.
Teknik ini mempunyai kelemahan
karena perintang tidak bisa
menembus kain mori.
Selain itu warna masih bisa merembes
ke kain yang dilapisi
perintang.
Pada percobaan perintangan
sederhana dengan menggunakan
bahan bubur kanji kental atau pasta
semen.
6
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
Motif Batik Monocromatik
Perkembangan Batik Monocromatik saat ini
Perkembangan motif batik Monocromatik sekarang sudah tidak terpaku pada bentuk-bentuk
motif tradisional saja, batik di era modern perkembangannya sangat luas dan bebas, mulai dari
pengembangan unsur motif klasik hingga pengolahan motif yang sangat ekspresif.
Keberagaman motif ini sangat tergantung dari pencipta atau kreator batik tersebut. Motif batik
bisa berupa pengayaan flora atau fauna secara bebas, sebuah cerita kehidupan sehari-hari
masa sekarang atau masa lampau. Pewarnaanpun batik sekarang bisa dilakukan dengan cara
pewarnaan menggunakan zat warna sintetis dibantu oleh mesin yang canggih, tidak lagi
brgantung pada zat warna alami yang prosesnya sangat lama. Teknik membatik pun
berkembang. Zaman dahulu teknik batik perintangan dengan malam dilakukan menggunakan
berbagai macam canting. Dalam perkembangannya, tidak hanya canting saja yang digunakan.
tetapi juga bisa menggunakan kuas.
7
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
4.Batik Jumputan Batik jumputan adalah salah satu
jenis batik yang menggunakan
Motif batik Ikat mawar. teknik jumputan untuk membuat
motifnya. Batik jumputan juga sering juga
Motif batik Ikat mawar berbelit. disebut dengan batik ikat celup karena proses
pembuatannya dengan mengikat dan
Motif batik Ikat mawar ganda atau donat. mencelupkan kain ke dalam pewarna.Berikut
beberapa motif batik Jumputan.
Motif batik Ikat garis.
Sejarah Batik Jumputan
Sejarahnya teknik jumputan yang berasal dari
negeri tirai bambu ini dibawa oleh para saudagar
India.Karena keragaman warna dan motif yang
indah,maka teknik ini pun berkembag di
nusantara.Di Indonesia,batik jumputan biasa
diproduksi di beberapa daerah yaitu
Yogyakarta,Solo,Palembang,Pekalongan,dan Bali
dimana masing masing motif batiknya memiliki ciri
khas tersendiri.
Perkembangan Batik
Jumputan saat ini
Dengan kemajuan dan modernisasi fashion,kini
telah banyak karya karya batik yang menarik dan
berkualitas.Batik tidak lagi menjadi busanan kuno
namun banyak dijadikan busana trendy.
Daerah asal
Batik Jumputan merupakan kerajinan
khas daerah Banjarmasin yang sangat
digemari masyarakat. Baik itu oleh masyarakat
umum, maupun pecinta batik nusantara.
Setiap corak dikerjakan menggunakan teknik
ikat celup. Berbeda dengan khas Jawa yang
ditulis menggunakan canting dan lilin malam.
8
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
5.Batik Formika
9
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
Batik formika adalah batik yang dibuat dengan cara menempelkan warna di atas permukaan
kain. Teknik yg digunakan dalam tekstil di daerah Pekalongan pada tahun 1973. Efek motif yang
ditimbulkan pada batik formika adalah motif abstrak.Batik formika adalah salah satu contoh batik
modern lainnya yang pembuatannya dengan cara menempelkan warna pada kain. Motif yang
dihasilkan adalah motif abstrak.Dalam membuat batik formika alat dan bahan yang dibutuhkan
yaitu,bak yang memiliki permukaan luas,cat minyak,terpentin(minyak pengencer cat),air bersih
dan kain mori.
10
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
6.Batik Lukis
Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.
Batik Lukis Yogyakarta
Batik lukis di Indonesia dapat menarik wisatawan mancanegara dan akan tetap dilirik, bahkan
sempat menjadi intrik dengan negara lain yang ikut merasa bahwa batik telah menjadi milik
mereka.Bagaimanapun, hasil kreasi anak bangsa Indonesia yang sudah turun-menurun serta
merupakan salah satu harta warisan yang tak ternilai harganya ini, sudah sepantasnya kita
pertahankan. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga
kadang kala suatu motif batik dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu Beberapa motif
batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik
tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Batik
merupakan warisan nenek moyang Indonesia (Jawa) yang sampai saat ini masih ada.Batik juga
pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai
batik pada Konferensi PBB.
Perkembangan Batik Lukis saat ini
Perkembangan batik lukis sudah mengalami peningkata,hal ini dibuktikan dengan banyaknya
pengrajin batik yang mengerjakan dan memproduksi batik.Cara pembuatan batik dimasa lalu
dengan sekarang sudah mangalami perubahan,jaman dulu batik diproduksi dengan alat atau
peralatan yang sangat sederhana sedangkan sekrng semakin berkembangnya teknologi maka
peralatan yang digunakanpun semakin modern
11
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
Berikut beberapa gambar motif batik Lukis
12
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4
Nama : Anisa Zahira
Kelas : X MIPA 4
13
Nama : Anisa Zahira_Kelas : X MIPA 4