The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tRieee 12, 2020-09-17 19:51:22

E-MODUL SENI BUDAYA KELAS 9

E-MODUL SENI BUDAYA KELAS 9

Keywords: SB9

MATERI LATIHAN PENGEMBANGAN ORNAMENTASI
LAGU POPULER SECARA GRUP VOKAL

ORNAMENTASI adalah Hiasan.

MELODIS adalah suara (Nyayian)

Melodis dapat juga dikatakan sebagai susunan nada
atau urutan nada

Jadi,,, pengertian ornamentasi melodis adalah dekorasi
dalam suatu musik atau nyanyian

TEKNIK PENGEMBANGAN
ORNAMENTASI

Teknik pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk vokal dapat
dilakukan terhadap lagu dalam bentuk solo ataupun lagi dalam bentuk kelompok
vokal.Teknik mengembangkan lagu dalam bentuk solo atau tunggal dilakukan dengan
menentukan tema lagu, menetukan birama, membuat ritmik lagu, melodi lagu serta lirik lagu.
Adapun teknik mengembangkan lagu dalam bentuk kelompok vokal dilakukan dengan
menentukan lagu yang akan dikembangkan serta mengaransemen lagu menjadi konsep
kelompok vokal.

Dalam melakukan pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk
vokal, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah aransemen. Aransemen sendiri
merupakan penyesuaian komposisi musik dengan warna suara penyanyi atau instrumen
musik yang didasarkan atas sebuah komposisi yang telah ada hingga esensi musiknya tidak
berubah. Aransemen terdiri atas aransemen vokal, aransemen instrumen serta campuran
antara aransemen vokal dan aransemen instrumen (aransemen campuran).

a. Pembagian Empat Suara
Pembagian suara dalam vocal group cukup dibagi menjadi suara 1, suara 2,
dan suara 3 lalu selanjutnya disesuaikan dengan kemampuan juga kecocokan s
uara penyanyi masing-masing.

Berikut penjelasan tentang pembagian empat suara tersebut
1. Suara 1

Suara 1 bertugas memainkan melodi utama dalam sebuah lagu.suara 1
biasanya adalah suara tertinggi dalam format empat suara.
2. Suara 2
Yaitu bertugas memainkan melodi kedua yang berbedandengan melodi utama
3. Suara 3
Fungsi dari suara ke 3 pada dasarnya adalah untuk melengkapi harmoni akor
yang terdapat dalam sebuah lagu
4. Suara 4
Suara empat adalah suara bass dari sebuah lagu, setiap ada pergerakan akor
tersebut. Suara 4 merupakan suara terendah dalam format 4 suara.

Pembagian suaranya Jika di Vokal Grup suara dibagi menjadi suara Alto, Mezzo-
sopran, Sopran, Tenor, Baritone, dan Bass sesuai kemampuan dan kecocokan suara masing-
masing; di Paduan Suara, suaranya dibagi menjadi 4 suara berdasarkan
frekuensi suara penyanyi yaitu Sopran, Alto, Tenor,dan Bass atau dengan satu suara.

Dalam format 4 suara biasanya pembagian suara yang digunakan adalah sebagai berikut.

1. Suara 1 = sopran
2. Suara 2 = alto
3. Suara 3 = tenor
4. Suara 4= bass

1. Mencari melodi utama atau pokok dari lagu yang telah dipilih.
2. Mencari akor atau harmoni.
3. Memecah suara.
4. Memberi nada untuk setiap suara yaitu memberikan not pada setiap suara.
5. 5.Mengemas sajian vokal grup lebih menarik,yaitu dengan membuat variasi nada pada

melodi lagu.

Variasi melodi adalah sebuah gerakan atau paduan dalam suatu musik yang dimana
mencangkup berbagai tekhnik dalam bernyanyi seperti artikulasi, variaton, dan non-chordhal
tone. Pengembangan melodi di luar melodi utama dapat dilakukan dengan menambahkan
melodi pendek sebagai pengisi kekosongan (filler) dan obligato yang berfungsi sebagai
melodi kedua.

Variasi melodi dapat dibuat apabila melodi utama dirasa kurang sesuai dengan
aransemenyang direncanakan. Variasi dapat berupa variasi ritme melodi utama dan variasi
nada. Pada variasi ritme, kita dapat melakukannya dengan mendahului (antisipasi) ritme yang
seharusnya atau menundanya.
Ada dua jenis pengembangan melodi, yaitu
(1) pengembangan melodi asli atau melodi utama dan
(2) pengembangan melodi di luar melodi utama. Pengembangan melodi utama dapat kita
lakukan dengan variasi. Pengembangan melodi di luar melodi utama bisa kita lakukan dengan
menambahkan melodi pendek sebagai pengisi kekosongan (filler) dan obligato yang
berfungsi sebagai melodi kedua.
Memecah suara dalam lagu merupakan hal yang pertama kali harus dicapai jika lagu tersebut
ingin dinyanyikan oleh kelompok paduan suara atau kelompok vocal group.
Memang ada beberapa teknik untuk memecah suara tersebut, selain memerlukan sedikit
pengetahuan tentang akor, juga sebetulnya perlu belajar ilmu harmoni, tapi ini bukan syarat
mutlak jika lagu akan digunakan oleh kelompok sendiri.

Bagaimana langkah-langkah atau cara membuat aransemen (arrangement) untuk paduan

suara SATB atau vocal group, atau untuk aransemen suara yang lain, semisal SSA, TTBB

atau untuk kelompok anak-anak ? Atau juga jika kelompok vocal group yang dimiliki hanya

punya anggota terbatas yang tidak bisa mewakili suara yang model mixed-choir (SATB) ?

Berikut ini adalah contoh langkah atau cara membuat aransemen untuk paduan suara atau

vocal group sehingga menghasilkan partitur yang mudah dibaca atau dinyanyikan oleh semua

anggota penyanyi.

1. Mencari melodi pokok ( cantus firmus ) dari lagu tersebut. Sumber lagu bisa dari
mp3, atau dari buku lagu atau sheet music yang didownload dari internet yang hanya
terdiri satu suara saja.

2. Mencari akor atau harmoni . Langkah selanjutnya adalah memberi akor, bisa dengan
mencari satu persatu dari mp3 atau jika sudah ada akornya, langsung ke langkah
berikutnya.

3. Memecah suara. Langkah ini mengandalkan sedikit pengetahuan tentang akor.
Misalnya, untuk nada dasar do=C, maka akor F terdiri dari nada 4 6 1 (fa la do), akor
Am = 6 1 3 (la do mi), dan seterusnya. Jika belum hapal akor, bisa ditulis untuk setiap
akornya dengan menyusun not angkanya seperti contoh F (4 6 1), G (5 7 2). Dan
harus diingat nada dasarnya, karena untuk nada dasar do=Bes, maka akor F, terdiri
dari nada 5 7 2 (sol si re) dan akor G = 6 #1 3 (la di mi).

4. Memberi nada untuk setiap suara. Dengan pengetahuan akor di atas, maka tinggal
memberi nada kepada suara yang ada. Ada 3 nada untuk setiap akor, maka sudah
cukup jika ingin membuat aransemen untuk 3 suara (SSA, TTB, koor anak, vocal
group dengan anggot terbatas). Misalnya jika nada melodi pokok ditaruh pada suara
sopran, nadanya adalah 5 (sol), nada dasar do=C, dan akornya adalah C yang terdiri
dari nada 1 3 5 (do mi sol), maka untuk suara lain bisa diberi nada yang lain.
Misalnya, alto nadanya 3 (mi), Tenor bernada 1 (do tinggi) dan Bas nadanya 1 (do
natural). Jika suara yang dipecah
terdiri dari 4 suara, maka ada nada yang didobel (dipakai bersama), pada contoh diata
s adalah nada 1 (do).

5. Melengkapi semua suara dengan akor yang sudah ada . Tahap akhir adalah

melengkapi semua suara dengan teknik seperti pada nomor 4. Kreatifitas dan

pengembangan nada masing-masing suara bisa dilakukan, dengan syarat ada 1 atau 2

suara yang dijaga untuk tetap memakai nada

dalam akor, sedangkan suara yang lain bisa diganti nadanya.


Click to View FlipBook Version