The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nazwwaazizah09, 2022-01-26 00:36:49

E-BOOK Bahan Alat Batik Nazwa Nur A.N

E-BOOK Nazwa Nur A.N- xmipa 4

Keywords: Batik

E BOOK MATERI ALAT DAN
BAHAN PEMBUATAN BATIK

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

NAMA: NAZWA NUR AZIZAH NABILLAH
KELAS: X MIPA 4

DAFTAR ISI

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………2
Kata Pengantar……………………………………………………………………………….3
Pengertian Batik……………………………………………………………………………..4
Jenis-jenis Batik………………………………………………………………………………4
Alat Batik Tulis………………………………………………………………………………..5
Alat Batik Cap…………………………………………………………………………………12
Daftar Pustaka……………………………………………………………………………….18

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan
hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat
waktu.
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Muatan
Lokal. Selain itu, bertujuan menambah wawasan tentang materi alat
dan bahan pembatikan.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Anita selaku guru Mata
Pelajaran Muatan Lokal. Ucapan terima kasih juga disampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu diselesaikannya tugas ini.
Saya menyadari tugas ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu,
saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan
makalah ini.

Bontang, 26 Januari 2022

Pengertian Batik

Ditinjau dari asal bahasanya kata batik sebenarnya berasal dari bahasa Jawa "amba"
(menulis) dan "nitik" (membuat titik). Sedangkan dari sudut pandang definisi batik adalah
teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam sebagai perintang warna. Tujuan
digunakannya malam sebagai perintang yakni agar warna tidak masuk dalam kain (wax-
resist dyeing).

Jenis-Jenis Batik Indonesia

Berdasarkan teknik pembuatannya jenis batik yang berkembang di Indonesia sendiri dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa macam varian yakni berupa batik tulis, batik cap,
kombinasi batik tulis dan batik cap.

1. Batik Tulis

Batik tulis merupakan merupakan satu-satunya jenis batik Indonesia yang diperoleh dari
hasil proses produksi batik yang dibuat menggunakan canting tulis sebagai alat untuk
menggoreskan lilin atau malam pada kain. Motif yang ditampilkan pada batik tulis sangat
eksklusif.

2. Batik Cap

Batik cap merupakan salah satu jenis hasil proses produksi batik yang dibuat menggunakan
canting cap. Canting cap di sini bentuknya mirip seperti stempel, hanya saja bahannya
terbuat dan dimensinya lebih besar. Batik cap biasanya memiliki motif yang berulang dan
lebih simpel dibanding dengan batik tulis.

3. Batik Kombinasi

Batik kombinasi merupakan jenis batik Indonesia yang diperoleh dari perpaduan antara
batik tulis dan batik cap. Batik kombinasi ini umumnya dibuat untuk mengurangi
kelemahan-kelemahan pada produk batik cap, seperti motif yang ukurannya cukup besar
dan seni coretan tangan.

Alat-Alat Untuk Membuat Batik Tulis

Untuk menciptakan kain batik tulis yang cantik dan memiliki ciri khas tersendiri dibutuhkan
sejumlah alat dan bahan yang dapat menunjang kelancaran proses mambatik.

1. Gawangan

Gawangan merupakan sebuah alat berbahan dasar kayu atau bambu yang umumnya dipakai
untuk menyangkutkan dan membentangkan kain saat dibatik. Desain gawangan biasanya
dibuat sangat simpel, ringan dan kuat supaya lebih mudah untuk dipindahkan sesuka
kebutuhan penggunannya

2. Bandul

Bandul merupakan alat yang biasa difungsikan untuk menahan kain yang sedang dibatik
agar tidak mudah tergesar tertiup angin, atau karena tarikan si pembatik secara tidak
sengaja. Bandul ini ada yang dibuat dari timah, kayu, bahkan dibungkus dengan sebuah
kantung.

3. Wajan

Wajan merupakan alat berbahan logam. baja, maupun tanah liat yang berguna untuk
mencairkan malam. Untuk memudahkan para pengrajin batik. wajan sebaiknya dilengkapi
dengan tangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan
alat lain.

4. Kompor

Dalam proses pembuatan batik tulis kompor diperlukan untuk memanaskan lilin malam agar
tetap cair dan tidak menggumpal. Kompor yang digunakan untuk membatik ini bisa berupa
kompor berbahan bakar minyak, kompor listrik atau kompor gas khusus untuk membatik.

5. Taplak

Taplak merupakan selembar kain yang dibutuhkan untuk menutupi paha si pembatik supaya
tidak kena tetesan malam panas sewaktu membatik. Selain menggunakan taplak bisa juga
menggunakan koran.

6. Saringan Malam

Saringan malam adalah alat untuk menyaring malam panas yang banyak kotorannya. Jika
malam disaring, maka kotoran dapat dibuang sehingga tidak mengganggu jalannya malam
pada cucuk canting sewaktu dipergunakan untuk membatik.

7. Canting

Canting batik adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan malam
panas ke atas kain batik. Seperti layaknya sebuah pena, canting ini dipakai untuk menuliskan
pola batik dengan cairan lilin. Berdasarkan desain dasarnya, canting tulis yang biasa
digunakan untuk membatik itu secara keseluruhan memiliki tiga bagian utama berupa
cucuk, nyamplung dan gagang.
a. Cucuk atau carat merupakan bagian dari canting tulis yang berbentuk seperti pipa
melengkung. Bagian ini menjadi jalan keluarnya cairan malam dari nyamplung ketika dipakai
untuk melukis lilin malam.
b. Nyamplung merupakan bagian dari canting tulis yang berfungsi sebagai tempat untuk
menampung malam. Bagian ini umumnya berbentuk oval dan cenderung agak pipih,
biasanya terbuat dari tembaga.
c. Gagang merupakan bagian pegangan canting yang ditancapkan pada nyamplung. Gagang
untuk canting tulis umumnya harus dibuat dari bahan yang tahan panas, kebanyakan dibuat
dari kayu atau bambu.

Sebagai salah satu alat penting dalam pembuatan batik, canting tulis sebenarnya masih
dapat dibedakan menjadi beberapa macam variasi, yakni:

• Jenis canting menurut fungsinya.
• Jenis canting menurut besar kecilnya cucuk.
• Jenis canting menurut banyaknya cucuk atau carat.

8. Kain Mori

Kain mori merupakan sejenis kain berwarna putih polos yang memiliki ketebalan, kehalusan,
dan kerapatan yang sempurna sehingga sangat sesuail jika digunakan untuk membatik.
Seperti halnya kain katun, kain mori batik ini pada dasarnya juga memiliki beberapa
tingkatan kualitas.

Jenis mori yang banyak dipakai untuk membuat batik tulis diantaranya berupa kain mori
primissima, kain mori prima, kain mori biru, kain mori voilissima, serta kain mori
berkolissima.

a. Kain mori primissima termasuk kedalam jenis memiliki konstruksi benang Ne 50-56,
dengan kepadatan (tetel) benang lusi yaitu antara 105-125 per inch (42 50 cm), serta
kerapatan untuk benang pakan antara 100-120 per inch (42-50 cm). Kain mori ini dapat
ditemukan dengan merek dagang Kereta Kencana, Crown, Bendera.

b. Kain mori prima merupakan jenis bahan batik kualitas sedang. Susunan atau konstruksi
pada jenis mori prima menggunakan benang Ne 36-46. dengan kandungan kanji kurang
lebih 100 %. Kain mori prima dapat dijumpai dengan merek dagang Bendera. Gong, Kupu,
Ayam Mas, Menjangan.

c. Kain mori biru merupakan jenis kain mori kualitas rendah dengan spesifikasi nomor
benang. tebal benang dan pegangan kain yang lebih kasar. Mori biru memiliki susunan atau
konstruksi benang Ne 28-36 untuk benang lusi dan Ne 26-34 untuk benang pakan. Kain ini
dapat dijumpai dengan merek dagang Cendrawasih, Nanas, Garuda Dunia.

d. Kain mori berkolissima merupakan produk pilihan untuk kebutuhan batik tulis ataupun
jenis batik lainnya seperti cap atau printing. Kain ini dibuat dengan benang katun carded
dengan komposisi CD40 x CD40 dan konstruksi kain 130 x70. Selain itu kain ini juga melalui
proses finishing Mercerized Sanforized. merek dagang Cendrawasih, Nanas, Garuda Dunia.

e. Kain mori voilissima merupakan jenis bahan batik yang memiliki kualitas sama dengan
mori primissima namun cenderung bertekstur tipis. Kain ini dibuat dengan benang katun
combed dengan komposisi CM50 x CM50 dan konstruksi kain 88 x70. Kain mori batik
voilissima ini juga melalui proses finishing mercerized- sanforized

9. Lilin (Malam batik)

Malam atau lilin batik berfungsi untuk menutup bidang kain mori, agar motif batik dapat
terbentuk ketika pewarnaan berlangsung. Malam yang dipergunakan untuk membatik tidak
akan habis (hilang) karena dapat diambil kembali usai proses pembuatan batik berakhir.
Berdasarkan jenis dan kegunaannya lilin atau malam batik sendiri dapat di bagi menjadi
beberapa varian, diantaranya malam klowong. malam tembokan, dan juga malam biron.
Malam klowong berfungsi untuk untuk nglowongi atau pelekatan pertama pada motif yang
sudah dibuat (mempertegas pola). Lilin dengan jenis klowong ini memiliki sifat mudah sekali
encer dan membeku.
Malam tembokan atau popokan berfungsi untuk mengisi bidang yang luas pada sebuah pola
agar kain yang bergambar motif dapat dirintangi. Lilin jenis tembokan ini memiliki daya lekat
yang kuat dan tidak mudah remuk.
Malam biron atau malam tutupan berfungsi untuk menutupi warna motif tertentu yang
dipertahankan pada kain setelah dicelup atau dicolet. Lilin ini memiliki sifat seperti lilin
klowong, mudah cair dan membeku.

10. Pola Batik

Pola batik merupakan suatu contoh motif dalam ukuran tertentu yang digunakan sebagai
acuan dalam membuat bentuk motif batik pada kain. Pada proses pembuatan batik tulis
pola bisa dibuat langsung pada kain dan bisa juga menyalin dari pola yang sudah ada.

11. Pewarna Batik

Pewarna batik adalah zat warna tekstil yang dapat memberi warna pada batik. Berdasarkan
bahan dasarnya, pewarna untuk batik ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni pewarna
alami dan bahan pewarna sintetis.
• Zat warna sintetis yang dipakai untuk membuat batik Indonesia biasanya berupa napthol,
indigosol, procion, direk dan lain sebagainya.
• Zat warna alami yang dipakai untuk membuat batik Indonesia biasanya berupa kulit kayu
tingi, kulit kayu tegeran, kayu nangka, daun alpukat dan lain sebagainya.

12. Sarung Tangan

Sarung tangan adalah sejenis pakaian yang menutupi tangan baik secara sebagian ataupun
secara keseluruhan. Saat membuat batik sarung tangan digunakan untuk membungkus
tangan saat proses pewarnaan.

Alat-Alat Untuk Membuat Batik Cap

Hampir sama dengan batik tulis, untuk membuat batik cap pada prinsipnya dibutuhkan pula
kain mori sebagai bahan utama kain batik dan malam sebagai perintang warna, selebihnya
alat yang dipakai untuk membuat batik cap sebagian besar berbeda dengan alat untuk
membatik tulis.
1. Meja Cap
Meja cap dibutuhkan sebagai media untuk mengecap kain mori. Meja cap ini umumnya
dibuat dari kayu dengan ukuran panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran kain mori
sementara ukuran tinggi meja dibuat sedemikian rupa supaya orang yang mencap dapat
bekerja dengan nyaman.

Sebelum digunakan untuk mengecap kain mori permukaan meja cap hendaknya dilapisi
dengan kasur/busa setebal kurang lebih 10 cm yang dibuat rata, dan dilengkapi pula dengan
kain blacu dan kain serak tipis yang selalu dalam keadaan lembab (diseka dengan larutan
soda abu).

2. Loyang
Jika pada proses pembuatan batik tulis terdapat wajan untuk melelehkan malam, maka
dalam proses pembuatan batik cap dibutuhkan loyang dari bahan tembaga sebagai tempat
memanaskan malamnya. Loyang untuk membatik cap ini umumnya berbentuk lingkaran
dengan diameter kurang lebih 40 sampai 50 cm dengan tinggi kurang lebih 4.5 cm. Berat
loyang tersebut ada yang 3½ kg dan 5 kg.

3. Kompor
Kompor diperlukan untuk memanaskan lilin malam agar tetap cair dan tidak menggumpal.
Kompor yang dipakai untuk memanaskan lilin ini bisa berupa kompor minyak, kompor listrik
atau kompor gas. Untuk memudahkan pengrajin dalam melakukan pengecapan malam,
posisi kompor harus dibuat agak tinggi sehingga perlu dibuatkan tempat khusus kompor.

4. Malam Batik

Sama halnya dengan proses pembuatan batik tulis, dalam proses pembuatan batik cap
malam juga diperlukan sebagai perintang warna agar motif batik dapat terbentuk ketika
pewarnaan berlangsung. Perbandingan campuran bahan malamnya berbeda dengan malam
untuk batik tulis. Karena proses pembuatan batik cap relatif singkat, malam yang digunakan
pun tidak perlu malam yang kualitasnya bagus.

6. Kain Mori
Kain mori dapat dikategorikan ke dalam jenis kain tenun berwarna putih yang digunakan
untuk bahan untuk membuat batik. Bahan baku pembuatan mori ini umumnya berasal dari
bahan katun. polyester. rayon dan juga sutra. Jenis mori yang paling banyak dipakai untuk
batik cap biasanya berupa kain mori prima dan kain mori biru, tetapi untuk batik cap yang
halus kebanyakan memakai kain mori primissima.

7. Pewarna Batik
Pewarna batik merupakan bahan yang dibutuhkan untuk memberi warna pada batik, bisa
berupa zat warna alami bisa juga menggunakan zat warna sintetis. Dibandingkan zat
pewarna alami, zat pewarna sintetis umumnya cenderung lebih mudah diperoleh di
pasaran, ketersediaan warnanya terjamin dan lebih praktis dalam penggunaannya.

8. Alat Bantu
Selain mengandalkan sejumlah alat yang sudah disebutkan di atas, dalam proses pembuatan
batik cap sendiri sebenarnya dibutuhkan juga beberapa alat-alat pembantu yang terdiri dari
gunting. waskom atau leregan, alat kemplong. sarung tangan karet dan celemek.
Alat-Alat Untuk Membuat Batik Kombinasi Menggabungkan teknik cap dan teknik tulis, alat
alat yang dipakai untuk membuat batik kombinasi kurang lebih sama dengan alat umtuk
membuat batik batik cap dan batik tulis. Yakni sama-sama memanfaatkan kain mori sebagai
bahan utama batik, menggunakan malam sebagai perintang warna, membutuhkan canting
tulis dan canting cap untuk memindahkan malam ke atas kain, serta berbagai peralatan
penting lain. Karena dibuat dengan dua teknik maka proses pembuatan batik kombinasi bisa
dikatakan cukup rumit, terutama pada saat penggabungan antara motif yang ditulis dan motif

yang di cap. Dengan tingkat kesukarannya hampir sama dengan batik tulis nilai seni dari
produk batik kombinasi ini justru sering disamakan dengan batik cap.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.kemejingnet.com/2016/12/cara
-memilih-kain-batik-yang-berkualitas-
tinggi_1.html?m=1

https://fitinline.com/article/read/daftar-
lengkap-alat-dan-bahan-membatik-untuk-
membuat-3-jenis-batik-tulis-cap-dan-
kombinasi/


Click to View FlipBook Version