The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ciri-ciri, struktur tubuh dan reproduksi jamur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ddlofadee2, 2022-09-28 03:14:48

Ciri-ciri, struktur tubuh dan reproduksi jamur

Ciri-ciri, struktur tubuh dan reproduksi jamur

E-Modul
BIologi - Kelas X

Wah ??
Ternyata

itu Jamur


!!!

Anita Chandra Devy, S.Pd

KD 3.7 Mengelompokkan jamur berdasarkan ciri-ciri, cara

IPK reproduksi, dan mengaitkan peranannya dalam


kehidupan

3.7.1 Menelaah ciri-ciri umum dari kingdong fungi
3.7.2 Menganalisis struktur tubuh jamur dari setiap divisio
3.7.3 Menyimpulkan perbedaan reproduksi setiap divisio dari

kingdom Fungi

4.7 Menyajikan laporan hasiL investigasi tentang
KD
keanekaragaman jamur dan peranannya dalam
IPK
kehidupan

4.7.1 Menyajikan laporan hasil pengamatan

keanekaragaman jamur yang ada di dalam kehidupan

berdasarkan ciri-ciri dan cara reproduksinya

Tujuan Pembelajaran

1.Melalui kegiatan identifikasi dan literasi tentang karakteristik

kingdom fungi, peserta didik dapat menelaah ciri-ciri umum dari

kingdong fungi dengan tepat.
2.Memalui kegiatan diskusi kelompok, menyimak video dan studi

literasi dari beberapa sumber belajar, peserta didik dapat

menganalisis struktur tubuh jamur dari setiap divisio dengan tepat.
3.Melalui kegiatan diskusi kelompok, studi literasi dari berbagai

sumber belajar dan pengisian LKPD, peserta didik dapat

menyimpulkan perbedaan reproduksi setiap divisio dari kingdom

fungi dengan tepat.
4.Melalui kegiatan presentasi, peserta didik mampu menyajikan

laporan hasil pengamatan keanekaragaman jamur yang ada di dalam

kehidupan berdasarkan ciri dan cara reproduksinya dengan tepat

dan percaya diri.

Petunjuk Penggunaan Modul

Supaya anda berhasil mencapai kompetensi maka
ikuti petunjuk langkah-langkah yang harus anda
lakukan selama mempelajari modulini :

Baca dan pahami kompetensi yang akan dipelajari
dalam modul ini, cermati pula tujuan
pembelajaran dari masing-masing kegiatan belajar
Baca dan pahami materi yang ada dalam modul ini
dengan baik, jika menemukan kesulitan, kalian
dapat mendiskusikannya dengan ,apabila belum
terpecahkan, sebaiknyatanyakan kepada guru.
Untuk mengeksplore informasi, pengetahuan dan
wawasan, carilah referensi yang menunjang kalian
dalam menyelesaikan kegiatan belajar dan tugas
dari berbagai macam sumber yang relevan.
Untuk keberhasilan belajar kalian, dalam
mempelajari modul ini,urutan kegiatan harus
diikuti dengan benar.

Motivasi

Siapa di antara kamu suka makan
jamur? Kamu tentunya sudah tidak
asing dengan jenis-jenis jamur yang
bisa dimakan. Misalnya, jamur
enoki, jamur shitake, atau bahkan
jamur truffle yang harganya sangat
mahal itu. Ternyata, jamur-jamur
tersebut bukan termasuk jenis
tumbuhan, lho. Semua jenis jamur
yang ada di dunia ini masuk dalam
klasifikasi kingdom fungi.

Peta Konsep

Kingdom Fungi

Fungi atau jamur adalah jenis organisme eukariotik yang masuk
dalam Kingdom Fungi. Mereka ditemukan hampir pada semua habitat
di dunia tetapi kebanyakan hidup di darat, terutama di tanah atau
pada makhluk hidup lain di laut atau air tawar. Anggota dari Kingdom
ini memiliki peran besar sebagai dekomposer (pengurai) dan siklus
karbon. Meski begitu, beberapa jamur hidup sebagai parasit pada
tanaman, hewan bahkan manusia dan bisa menyebabkan penyakit.
Jamur (fungi) ini hidupnya ditempat- tempat yang berlembap, air laut,
air tawar, ditempat yang asam dan bersimbosis dengan ganggang
yang membentuk lumut (lichenes)

Jamur bereproduksi dengan secara aseksual yang menghasilkan
spora, kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan dengan secara seksual
dengan zigospora, askospora, dan basidiospora. Kingdom fungi
diklasifikasikan ke dalam empat divisi berdasarkan metode reproduksi
seksualnya yaitu Zygomycota (jamur roti), Ascomycota (ragi dan jamur
kantung), Basidiomycota (jamur payung), dan Deuteromycota (jamur
tak sempurna).

Fungi (jamur) merupakan organisme Ciri-ciri Jamur
eukariot, kebanyakan multiseluler,
beberapa uniseluler, tidak berklorofil,
dinding selnya mengandung kitin dan
glukan. Jamur bersifat heterotrof yaitu
sebagai saprofit, parasit, dan hidup
bersimbiosis dengan organisme lain.
Jamur banyak terdapat dilingkungan,
bentuknya macam- macam, ada yang
seperti bola, gada, payung, dan
sebagainya. Jamur berhabitat ditempat
lembab, kurang cahaya, dan mengandung
sisa- sisa organik, pada kayu yang lapuk
dan tempat buangan sampah.

Alasannya karena jamur berbeda dengan Fakta
tumbuhan pada berbagai aspek, berikut ini Penting !!
adalah beberapa tanda yang membedakan
antara jamur dengan tumbuhan: tJubamumkbuaurnh

an

1.Tidak memiliki klorofil, yang berarti
jamur tidak berfotosintesis.

2.Berkembangbiak dengan spora.
3.Memiliki komposisi dinding sel yang

berbeda dengan tumbuhan.
4.Tidak memiliki struktur seperti pada

tumbuhan pada umumnya yaitu akar,
batang, dan daun.
5.Tidak memiliki sistem vaskuler
(pembuluh angkut) seperti tumbuhan
pada umumnya.

Struktur Tubuh Jamur

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang
uniseluler, misalnya khamir, ada pula jamur yang multiseluler
membentuk tubuh buah besar yang ukurannyamencapai satu meter,
contohnya jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar
yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut
miselium.Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh
buah.

Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari
dinding berbentuk pipa. Dindingini menyelubungi membranplasma dan
sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintangatau septa. Septa
mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewatiribosom, mitokondria,
dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi,
adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa
senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak
diikutidengan pembelahan sitoplasma.

Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami
modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap
makanandari substrat; haustoriadapat menembus jaringansubstrat.
Pada beberapajamur, dinding hifa mengandung selulosa,tetapi pada
umumnyaterutama terdiri atas nitrogen organic,yaitu kitin.

MHdiisfaaenlium

Macam-macam hifa:
a.Aseptat, yaitu hifa yang tidak mempunyaisekat atau septum dan
biasadisebut senosit.
b.Septat uninukleus, yaitu hifa dengansel beinti tunggal, sekat
membagihifa menjadi ruang-ruang dan setiap ruang berisisatu inti.
c.Septat multinukleus, yaitu hifa dengan sel banyak.

Klasifikasi Jamur

1.Zygomycota Jamur ini dinamakan sebagai

Zygomycota karena membentuk

Struktur tubuh spora istirahat berdinding tebal

yang disebut dengan zigospora.

Zygomycota berhabitat di darat, di

tanah, atau pada sisa organisme


mati Zygomycota

merupakankelompok utama yang

dapat dikatakan penting karena

membentuk mikorisa (simbiosis


jamur dengan akar tanaman).

Anggota Zygomycota yang utama


adalah hidup sebagai saprofit.

Miselium pada Rhizopus memilikitiga tipe hifa yaitu

sebagai berikut :
a.Stolon, hifa yang membentuk jaringan pada

permukaansubstrak (misalnya roti)
b.Rizoid, hifa yang menembus substrak dan berfungsi

sebagai jangkar untuk menyerap makanan
c.Sporangiofor,hifa yang tumbuh dengan tegak pada

permukaan substrat dan memiliki sporangium globulerdi

ujungnya.

Ciri – ciri Zygomycota
a.Zygomycota habitat didarat, tanahdan hidup dengan

saprofit
b.Merupakan kelompok utama dalam membentuk mikoriza
c.Memiliki miselium yang bercabangbanyak dan juga tidak

bersekat-sekat
d.Zygomycota memiliki hifa yang bersifat senositik
e.Dinding sel terdiri dari kitin dan tidak memilikizoospora

sehingga sporamemiliki sel-sel yang berdinding
f.Bereproduksi secaraaseksual dan seksual

Reproduksi Zygomycota

Berdasarkan gambar di atas, pada reproduksi seksual, jamur ini
menghasilkan zigospora. Sedangkan reproduksi aseksualnya dengan
perkecambahan (germinasi) spora. Spora tersebut tersimpan di dalam
sporangium (kotak spora). Jika spora matang, sporangium akan pecah,
sehingga spora menyebar terbawa angin. Apabila spora tersebut jatuh di
tempat yang sesuai, maka spora akan tumbuh menjadi hifa baru.

Contoh dan Peranan Zygomycota

1.Rhizophus stolonifera, jamur ini tampak sebagai benang-benang

berwarna putih, memiliki rizoid dan stolon. Merupakan saprofit yang

hidup pada bungkil kedelai dan bermanfaat dalam pembuatan tempe.

2.Rhizophus oryzae, terdapat pada ragi tape dan digunakan untuk

pembuatan sake (minuman khas Jepang).

3.Rhizophus olygosporus, dapat membantu terbentuknya tempe, yaitu

dapat membantu menguraikan protein kedelai menjadi protein

sederhana dan asam amino, dengan bantuan enzim yang dikeluarkan.

Karena dia mampu menguraikan, sehingga mempunyai kesamaan fungsi

dengan bakteri.

4.Rhizophus nigricans, jamur ini dapat menghasilkan asam fumarat.
5.Rhizopus pylobolus yang sering ditemukan tumbuh pada kotoran

Sekilas Info

Ciri gejala keracunan

roti berjamur

TIPS mengatasi

keracunan makana


di rumah

1. Cukupi kebutuhan cairan

tubuh
2. Konsumsi makanan yang

tepat
3. Hindari penggunaan obat-

obatan tanpa resep dokte
4. Konsumsi air jahe
5. Penuhi waktu istirahat

2.Ascomycota Ascomycota adalah jamur yang

berkembang biak dengan membentuk


spora di dalam selnya yang disebut

askus. Askus berbentuk seperti kantung

kecil. Alat reproduksi aseksual berupa


hifa. Beberapa askus biasanya

mengelompok dan berkumpul

membentuk tubuh buah yang disebut

askorkarp atau askoma (kalau banyak

disebut askomata). Askomata bisa

berbentuk mangkok, botol, atau seperti

balon). Hifa dari Ascomycotina

umumnya monokariotik (uninukleat

atau memiliki inti tunggal) dan sel-sel

yang dipisahkan oleh septa sederhana.

Jamur Ascomycota mempunyai talus yang terdiri

dari miselium septat. Reproduksi seksualnya dengan

membentuk askospora di dalam askus, sedang

aseksualnya dengan membentuk konidium tunggal atau

berantai pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor.

Kumpulan askus ini akan membentuk askokarp yang

memiliki bentuk bervariasi

Ciri – ciri Ascomycota
a.Dinding selnya tersusun atas zat kitin
b.Unisel dan multiseluler
c.Hifa bersekat, membentuk badan buah yang disebut
ascokarp
d.Mengandung inti haploid
e.Memiliki keturunan diploid lebih singkat
f.Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk

konidiospora
g.Reproduksi generatifnya dengan konjugasi yang

menghasilkan askospora

Reproduksi Ascomycota

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Ascomycota ada yang bersifat
uniseluler dan multiseluler serta berkembangbiak dengan dua cara, yaitu
secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif).

1.Untuk Ascomycota tipe sel uniseluler, reproduksi aseksualnya dilakukan
dengan pembelahan sel atau pelepasan tunas (budding) dari sel induk.
Tunas yang terlepas akan menjadi sebuah sel jamur yang baru. Akan tetapi,
jika tidak terlepas maka sel tunas akan membentuk rantai pseudohifa (hifa
semu).

2.Pada Ascomycota uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan
konjugasi atau penyatuan dua sel haploid (n) yang berbeda jenis. Dari hasil
penyatuan dua sel tersebut akan menghasilkan zigot yang berkromosom
diploid (2n). Zigot tumbuh membesar menjadi askus yang diploid. Inti
(nukleus) diploid di dalam askus membelah secara miosis dengan
menghasilkan 4 inti yang berkromosom haploid (n).

3.Di sekitar empat inti tersebut, terbentuk dinding sel dengan 4 askospora di
dalam askus berkromosom haploid (n). Jika askus sudah masak, maka
selanjutnya askus akan pecah dengan mengeluarkan askospora. Askospora
akan tumbuh menjadi sel jamur baru yang haploid (n).

Struktur tubuh

Contoh dan Peranan Ascomycota

Divisi Ascomycota terdiri atas banyak jamur berwarna-warni yang tumbuh
pada makanan, merusak buah, tanaman ladang, dan tumbuhan lain. Beberapa
Ascomycota menyekresikan enzim selulase dan protease yang dapat merusak
kain katun dan kain wool, terutama di tempat yang hangat dan lembap.
Keadaan lingkungan tersebut dapat membuat jamur tumbuh dengan baik. Akan
tetapi, Ascomycota juga membawa keuntungan bagi tumbuhan melalui
hubungan mutualisme dengan akar tanaman.

1.Morchella esculenta adalah jamur yang memiliki tubuh buah dengan

mengandung banyak air. Jamur Morchella esculenta sangat enak dimakan

yang dapat ditemukan dibawah pohon buah-buahan.

2.Saccharomyces cerevisiae memiliki dinding askus yang tipis dan juga dikenal

sebagai khamir. Manfaat atau kegunaan Saccharomyces cerevisiae adalah

digunakan dalam pembuatan minuman beralkohol.

3.Trichophyton mentagrophytes adalah jenis jamur yang menyebabkan

timbulnya penyakit kulit kurap pada tubuh dan kulit kepala.

4.Neurospora crassa dan Neurospora sitophila adalah jamur oncom yang

memiliki spora dengan berwarna orange. Neurospora crassa juga digunakan

untuk penelitian genetika, karena daur hidup seksualnya hanya sebentar.

5.Candida albicans adalah hidup parasit pada jaringan epitel yang lembap,

seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan alat kelamin wanita

atau penyebab keputihan.

6.Penicillum notatum dan Penicillium chrysogenum adalah jamur yang

digunakan sebagai pembuatan antibiotik penisilin yang dilakukan dengan

cara mengekstraksi biakan cair. Kegunaan penisilin adalah untuk membasmi

bakteri, seperti bakteri Neisseria meningitidis, Streptococcus pneumoniae

dan Staphylococcus sp.

3.Basidiomycota Istilah “Basidiomycota” berasal dari
bahasa Yunani, yaitu dari kata basidium
yaitu suatu tahapan diploid dalam daur
hidup Basidiomycota yang berbentuk
seperti gada. Pada umumnya jamur ini
merupakan saproba yang penting.
Aktivitasnya adalah menguraikan polimer
lignin pada kayu dan berbagai bagian
tumbuhan yang lain.
Divisi Basidiomycota sering disebut juga
sebagai the club fungi atau yang sering
disebut jamur pada umumnya (cendawan
atau mushrooms). Jamur ini bereproduksi
secara seksual dengan membentuk
basidia yang kemudian menghasilkan
basidiospora di dalam tubuh buah yang
disebut basidioma atau basidiokarp,
perhatikan gambar berikut ini.

Basidia tersebut bisa

berkembang dalam bentuk


seperti insang, pori-pori,

seperti gigi, atau struktur lain.


Hifa dari Basiomycota

umumnya dikaryotik

(binukleat, dengan 2 inti) dan

terkadang memiliki hubungan
yang saling mengapit. Sel-sel

tersebut dipisahkan oleh

septa yang kompleks.

Anggotanya kebanyakan berupa jamur makroskopis. Kelompok ini
memiliki miselium yang bersekat dan memiliki tubuh buah
(basidiokarp) yang panjang, berupa lembaran- lembaran, yang berliku-
liku atau bulat. Jamur ini umumnya hidup saprofit dan parasit,
umumnya berkembang biak secara aseksual dengan konidium.
Jika kalian menjumpai orang memanfaatkan jamur sebagai bahan
makanan maka yang dimaksud adalah “mushroom” atau jamur
kelenthos (puffball). Keduanya termasuk Basidiomycota yang sangat
populer, di samping beberapa jenis jamur lain yang biasa dimasak
sebagai bahan makanan.

Struktur tubuh

Secara umum, tubuh buah mempunyai 4 bagian, yaitu sebagai berikut.
1.Tubuh buah (stipe) merupakan suatu massa miselium yang tumbuh
tegak.
2.Tudung (pileus) merupakan bagian yang ditopang oleh stipe. Sewaktu
muda, pileus dibungkus oleh selaput yang disebut velum universale
yang akan pecah menjelang dewasa.
3.Volva adalah sisa pembungkus yang terdapat di dasar tangkai.
4.Bilah (lamella) merupakan bagian bawah dari tudung, berbentuk
helaian, dan tersusun atas lembaran.
5.Annulus, posisinya melingkari batang berbentuk cincin.
6.Gill merupakan bagian di bawah tudung yang berupa bilah-bilah
berbentuk lembaran seperti insang tempat basidium menghasilkan
basidiospora sebagai alat reproduksi secara generatif.

Tubuh buah jamur Basidiomycota disebut basidiokarp, terdiri atas jalinan
hifa bersekat dan dikariotik (setiap sel intinya berpasangan). Pada saat
pembentukan basidiospora, ujung-ujung hifa menggembung membentuk
basidium yang di dalamnya terjadi peleburan dua inti haploid menjadi
satu inti diploid, disusul dengan pembelahan meiosis yang menghasilkan
4 inti haploid. Selanjutnya, basidium membentuk empat tonjolan
(sterigmata) yang berisi protoplasma dan keempat inti haploid tadi
masing-masing akan mengisi tiap tonjolan dan terbentuk empat buah
basidiospora haploid.

Ciri-ciri Basidiomycota

Secara umum, ciri-ciri atau karakteristik jamur
yang termasuk dalam divisi Basidiomycota antara
lain sebagai berikut.

1.Multiseluler (bersel banyak).
2.Merupakan jamur makroskopis, dapat dilihat langsung, dan

mempunyai ukuran besar.
3.Bersifat saprofit atau parasit pada organisme lain dan mikoriza.
4.Semua anggota divisi Basidiomycota berhabitat di darat.
5.Hifanya bersekat (septat), mengandung inti haploid dengan

sambungan apit (clamp connection).
6.Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri

dari bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak
adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat
terbentuknya basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.
7.Bentuk tubuh buah bervariasi, ada yang seperti payung, bola, papan,
lembaran berleku-lekuk dan sebagainya.
8.Tubuh buah disebut basidiokarp, terdiri atas jalinan hifa bersekat dan
dikariotik (setiap intinya berpasangan).
9.Warna tubuh buah beraneka ragam (bewarna-warni).
10.Sebagian besar dapat dikonsumsi, namun ada beberapa jamur dapat
pula mematikan. Beberapa anggota dari genus Amanita mengandung
racun yang sangat mematikan. Beberapa jenis Basidiomycota juga
dapat membahayakan tumbuhan, misalnya menyebabkan kematian
pada tanaman ladang. Contoh Basidiomycota lainnya, yaitu
Auricularia polytricha (jamur kuping), Volvariella volvaceae (jamur
merang), dan Ganoderma.
11.Reproduksi secara seksual dengan membentuk basidiospora dan dan
jarang melakukan reproduksi aseksual yaitu dengan fragmentasi hifa.
12.Basidiospora terbentuk di luar basidium.
13.Setiap basidium mengandung 2 atau 4 basidiospora, masing-masing
berinti satu dan haploid. Seluruh basidiospora berkumpul membentuk
tubuh buah (basidiokarp).
14.Basidiokarp sering membentuk struktur seperti batang yang disebut
stalk dan seperti payung yang disebut tudung.

Reproduksi Basidiomycota

Basidiomycota bereproduksi aseksual dengan membentuk spora di atas

sel yang disebut basidium. Reproduksi seksual dilakukan dengan

membentuk spora konidia.

Spora yang dihasilkan oleh basidium (basidiospora) bersifat
haploid dan tumbuh membentuk hifa-hifa yang bersekat, tiap
sekat berinti satu, ada yang sebagai hifa + (jantan) dan ada hifa
– (betina). Jika keduanya bertemu akan terjadi
plasmogami/percampuran plasma sel dan akan terbentuk sel
hifa yang dikariotik/dua inti. Hifa tersebut akan terus
berkembang membentuk miselium yang masih bersifat
dikariotik, sehingga akan terbentuk tubuh buah basidiokarp
yang bentuknya seperti payung. Basidiokarp ini akan
menghasilkan basidium yang terdapat pada lapisan disebut
himenium. Di tempat tersebut akan terjadi kariogami, yaitu
persatuan dua inti menjadi satu dan inti ini akan mengalami
pembelahan meiosis untuk membentuk 4 spora haploid yang
disebut dengan basidiospora, demikian seterusnya.

Contoh dan Peranan Basidiomycota

Jamur yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar
termasuk dalam kelas Basidiomycota. Saat ini telah diketahui kurang lebih 12.000
jenis Basidiomycota dan tidak ada satu pun yang menyebabkan infeksi penyakit
pada manusia. Beberapa jenis Basidiomycota enak dimakan dan aman, namun
banyak ditemukan jenis yang menghasilkan racun mikotoksin yang dapat
menyebabkan kematian jika termakan. Jamur yang dibudidayakan karena
mempunyai nilai ekonomis disebut jamur.
Contoh: Auricularia polytricha (jamurkuping), Volvariella volvaceae (jamur
merang), Puccinia graminis

Warna Waspada !!

Jamur yang beracun cenderung
Jamur Beracun
memiliki warna yang mencolok

seperti merah, kuning, hitam,
Habitat tumbuh

dan juga biru. Sedangkan jamur

yang aman untuk dikonsumsi
Tempat tinggal atau habitat

manusia (dimasak atau diolah)
tumbuh berkembang jamur

juga menentukan kondisi

kebanyakan memiliki warna

yang tidak mencolok (putih
jamur tersebut (beracun atau
Perubahan Warna
pucat, kuning keputih-putihan,
tidak). Kebanyakan jamur yang
Tumbuhan jamur cenderung

beracun tinggal di habitat
mengalami perubahan warna

dan merah muda).

yang kumuh atau kotor
seiring pertumbuhan atau

Bau misalnya di tempat sampah,
berjalannya waktu. Jamur

kandang, dekat kotoran

Berdasarkan baunya, jenis
yang beracun akan

jamur yang beracun relatif
hewan, sedangkan jamur yang
mengalami perubahan warna

aman konsumsi cenderung

menimbulkan bau yang
yang relatif cepat

dijaga habitat
dibandingkan dengan jamur

menyengat seperti bau busuk

perkembangbiakan atau
yang tidak beracun atau

ataupun bau amonia,
aman untuk dikonsumsi

pertumbuhannya. (misalnya berubah warna

sedangkan jamur yang aman
dari putih ke warna yang


lebih gelap). Selain itu racun

konsumsi tidak menimbulkan
dapat juga dideteksi dengan

cara mengiriskan pisau ke

bau yang menyengat hidung.
Cawan jamur. Jamur yang beracun

Di Eropa dan juga Amerika,
Jamur yang beracun
akan meninggalkan jejak

kebanyakan pencari jamur
kebanyakan memiliki
hitam atau biru tua pada

menggunakan babi terlatih
cincin atau sering disebut

untuk membantu mendeteksi
dengan cawan, sedangkan
pisau dan dapat

pencarian jamur yang aman
jamur aman konsumsi
menimbulkan efek berkarat

kebanyakan tidak memiliki

untuk dikonsumsi.

cawan.


pada pisau dikemudian hari.

4.Deuteromycota

Deuteromycotina beranggotakan jamur-jamur yang belum diketahuicara
reproduksi seksualnya. Oleh sebab itu, Deuteromycotina disebut juga Fungi
imperfecti atau jamur tidak sempurna. Jika suatu jamur dalam penelitian lebih
lanjut diketahui cara reproduksi seksualnya, jamur tersebut akan dimasukkan
ke dalam divisi yang sudah ada, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, atau
Basidiomycotina. Jamur Monilia merupakan contoh jamur yang sebelumnya
digolongkan ke dalam Deuteromycotina. Akan tetapi, setelah diketahui cara
reproduksi seksualnya, jamur ini kemudiandipindahkan ke dalam divisi
Ascomycotina. Namanya juga diubah menjadi Neurospora.

Ciri-ciri lain dari jamur Deuteromycotina

a.Memiliki hifa bersekat dengandinding sel dari bahan kitin
b.Multiseluler dan uniseluler
c.Reproduksi vegetatif dg membentukkonidiaspora
d.Jarang membentuk tubuh buah
e.Sebagian besar bersifat mikroskopis.
f.Hidup sebagai saprofit atau parasit

Cara Reproduksi Deuteromycota

1.Reproduksi aseksual terjadi dengan menghasilkan konidia atau
menghasilkan hifa khusus yang disebut konidiofor.

2.Meskipun tidak memiliki reproduksi seksual, tetapi rekombinasi
genetiknya masih dapat terjadi, sehingga disebut dengan
paraseksualitas. Siklus paraseksual ini merupakan proses
mengirim materi genetik tanpa melalui pembelahan meiosis dan
perkembangan dari struktur seksual.

MAIN TEKA TEKI SILANG YUK !!

DAFTAR PUSTAKA


Click to View FlipBook Version