The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUS DIGITAL PGRIKEPIL, 2023-01-19 00:58:10

Lamang Persaudaraan

Lamang Persaudaraan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, ementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi iset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Laveta Pamela Rianas Robby Hardian Diadaptasi dari buku Lamang Tapai, Penganan Purba Minangkabau (Dian Arsya, 2018) Untuk Pembaca Lancar (10—12 Tahun) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur


MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Lamang Persaudaraan Laveta Pamela Rianas Robby Hardian Diadaptasi dari buku Lamang Tapai, Penganan Purba Minangkabau (Dian Arsya, 2018)


PB 306.409 598 13 RIA l Katalog Dalam Terbitan (KDT) Rianas, Laveta Pamela Lamang Persaudaraan: Diadaptasi dari buku Lamang Tapai Panganan Purba Minangkabau (Dian Arsa, 2018)/Laveta Pamela Rianas; Penyunting: Kity Karenisa. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2020. iv; 24 hlm.; 29,7 cm. ISBN 978-623-307-043-0 1. KEBUDAYAAN MINGKABAU 2. KOMIK Lamang Tapai Penulis Skenario: Laveta Pamela Rianas 'HVDLQ*UDÀV 6XU\D(YHQGL Ilustrator : Robby Hardian Penata Letak : Rulnaidi Penyunting : Kity Karenisa Diterbitkan pada tahun 2020 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta Timur Cetakan pertama, 2021 Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah.


iii KATA PENGANTAR MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BUKU LITERASI BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA Literasi tidak dapat dipisahkan dari sejarah kelahiran serta perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Perjuangan dalam menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan sampai akhimya dibacakan oleh Bung Kamo merupakan bukti bahwa negara ini terlahir dari kata-kata. Bergerak menuju abad ke-21 saat ini, literasi menjadi kecakapan hidup yang harus dimiliki semua orang. Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas. Sebagaimana kemampuan literasi telah menjadi faktor penentu kualitas hidup manusia dan pertumbuhan negara, upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia harus terus digencarkan. Berkenaan dengan hal tersebut, pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menginisiasi sebuah gerakan yang ditujukan untuk meningkatkan budaya literasi di Indonesia, yakni Gerakan Literasi Nasional. Gerakan tersebut hadir untuk mendorong masyarakat Indonesia terus aktif meningkatkan kemampuan literasi guna mewujudkan cita-cita Merdeka Belajar, yakni terciptanya pendidikan yang memerdekakan dan mencerdaskan. Sebagai salah satu unit utama di lingkungan Kemendikbudristek, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berperan aktif dalam upaya peningkatan kemampuan literasi dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembaca. Bahan bacaan ini merupakan sumber pustaka pengayaan kegiatan literasi yang diharapkan akan menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia untuk terus melatih dan mengembangkan keterampilan literasi. Mengingat pentingnya kehadiran buku ini, ucapan terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta para penulis bahan bacaan literasi ini. Saya berharap buku ini akan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia, para penggerak literasi, pelaku perbukuan, serta masyarakat luas. Mari, bergotong royong mencerdaskan bangsa Indonesia dengan meningkatkan kemampuan literasi serta bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar.


iv Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena mengangkat cerita mengenai keragaman budaya yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah tradisi malamang di Kampung Mande, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat pada saat menyambut hari raya ,GXOÀWUL0HODOXLSHQJDODPDQWRNRKQ\DSHPEDFDDNDQGLDMDNXQWXNPHPDKDPLDNDQ arti kebersamaan, kekompakan, dan rasa tolong-menolong. 2OHKVHEDELWXSHQXOLVWHUWDULNPHPLOLKEXNX\DQJEHUMXGXOLamang Tapai, Penganan Purba Minangkabau karya Dian Arsya ini untuk dialihwahanakan ke dalam bentuk komik agar pembaca mendapat pengalaman baru dalam bentuk visual. Jakarta, 23 Agustus 2020 Laveta Pamela Rianas Robby Hardian Sekapur Sirih


1 Wah… sebentar lagi mereka datang! Bangun tidur kuterus mandi ƈƉ tidak lupa menggosok gigi ƈƉ Ha…, sudah bersih! Kibi, ayo, bangun! Banguuun, Kibi! Oh, Kibi…! ??? Huft! Sebentar lagi mereka datang lo. Ayo, Kibi, cepat bangun dan mandi! zzz... Eh? Huh! PLUK TOK TOK iya! TAP TAP TAP TOK..


2 Masih jauh ya, Yah? Sabar, ya, Ivi. Di balik bukit itulah tujuan kita. Namanya, Kampung Mandeh. Wow! Pemandangannya indah sekali, Yah! Ya. Itulah sebabnya presiden meresmikan tempat ini menjadi objek wisata. Oh iya, dalam bahasa Minangkabau, mandehDUWLQ\D¶LEX· Benar ‘kan, Yah? Ah, Uda Usen, jangan rekam Ivi. Ayo, hapus video tadi, Udaaa! Hah…? Berarti, Kampung Mandeh itu kampung punya Nenek, ya? ‘Kan Ayah memanggil Nenek itu mandeh? Tapi, bu...bu...bukan itu maksudnya! Uh, Udaaa! Ivi sok tahu. Uda rekam, ah, biar viral. Hai, guys, kami berlebaran di kampung. Pasti seru deh! Ikuti kegiatanku, ya, guys. HA HA HA Iya. HA Halo, guys, Ivi jago sekali melucu lo. Jadi, Dia bilang kalau ...


3 Apa kabar, Mul? Bagaimana perjalanan dari Papua? Alhamdulillah, sehat, Uda. Biasalah, Uda. Dua kali naik pesawat dan dua jam digoyanggoyangkan mobil memang cukup melelahkan. Kibi dan Uyung di mana, Uda? Asalamualaikum, Apak, Etek, Usen, dan Ivi? Wa alaikum salam. Wah, sudah tiga tahun kita tak berjumpa. Ternyata, kalian tumbuh dengan cepat. Kibi semakin tinggi, ya? Iya, Etek. Hore! Akhirnya, Usen bisa /HEDUDQ,GXOÀWUL di kampung. Huppp! Ah, Uda Uyung, nanti kameranya jatuh. Ups! Maaf, Usen. Hahaha... Kita sudah sampai, guys! KRAK Selamat datang, Apak. Usen udah gede, Uda.


4 Setelah meletakkan barang di kamar, kita mandi di sungai, yuk, Usen. Wah, asyik! Huft! Celaka ! He, yang ta... tadi itu apa, Yah? Hahaha. Tidak apaapa. Memangnya, Papua itu jauh ya, Usen? Jauh, Uda. Letaknya di ujung timur Indonesia. Anak-anak, Papua itu berada di salah satu pulau Indonesia. Pulau itu seperti kepala burung. Jarak dari sini, hmmm, kira-kira 6.682 km. Wooow. Ooo. Hmmm. Hah? Apa? Tidak boleh! Biarkan Usen istirahat, Yung! Kamu pikir Papua itu dekat? Usen bisa sakit kalau diajak mandi di sungai!


5 Mungkin hari ini kita santai di rumah saja, ya, Usen! Oh ya, Uda Uyung sudah pernah melautkah? Pernah dong. Uda suka menangkap ikan. Apalagi, menangkap ikan yang kakinya ada di kepala. Ayo, coba tebak itu ikan apa? Aha! Itu pasti cumi-cumi, benar ‘kan? Hmmm, itu kepiting, ya? Ayo, Usen, sedikit lagi. Bukan, kalau yang ini ikannya bisa dimakan! Hmmm, ubur-ubur, ya? Waaah, Usen hebat, bisa menjawab tekatekinya Uda! Lalu, bagaimana cara menangkapnya, Uda? Kami membawa lampu sorot yang banyak. Untuk apa? Untuk menerangi permukaan laut. Di Kamar Uyung. Cekrek Cekrek Baiklah! Hore!


6 Nah, cumi-cumi akan muncul ke permukaan laut jika melihat cahaya. Tiba-tiba, air laut di sekeliling kapal kami menjadi biru seperti lampu neon. Untuk menarik tangguk dari dalam laut tidaklah mudah. Kita harus punya tenaga yang kuat. Benarkah? Lalu? Karena cumi-cumi itu suka melompat, jadi kita harus gesit saat memasukkan cumi-cumi ke dalam tong. Mau kemana kamu? HAH Tuing Aduuuh! Memangnya Uda tidak takut? Di laut ‘kan banyak hantunya. Hiii! Lihat nih otot Uda. Keras ‘kan? Idih! Gitu aja pamer. Usen juga punya! Mana? Coba buktikan! Jangan iri, ya. Ini dia! Hmmm, rasa takut itu harus ditinggalkan di rumah. Laki-laki harus berani dan kuat biar bisa menangkap ikan. Jangan biarkan cumi-cumi itu jatuh ke dalam dek karena bisa melompat lagi ke laut. Kita harus cepat menangguknya. Untuk menghindar dari musuhnya, cumi-cumi akan mengeluarkan tinta. Hantu di laut itu paling takut sama Uda. Masa?


7 Setelah salat Tarawih ... Wah, bagus! Uda jadi teringat pada nelayan yang terkenal di kampung kita ini. Ada apa dengan dia, Uda? Ada dua nelayan yang sudah 3 hari memancing ikan di tengah lautan. Namun, tak ada satu pun ikan yang mereka dapatkan. Pada akhirnya, Wuaaa! Bbbrrr. Saya menyerah, Pak. Bekal saya sudah menipis. Ikan tak jua didapat. Saya pulang ya, Pak. Baiklah, Buyung, hatihati di jalan! Si bapak tua tetap berdoa dan yakin, suatu saat umpannya akan dimakan ikan. Sejak saat itu, si bapak menjadi sangat terkenal dan disegani oleh warga kampung karena ketangguhan dan keberaniannya. Uda kagum dengan bapak itu. Usen bagaimana? Yaaah, dia ngorok. Kkkrrr. Kkkrrr. Nah, coba lihat. Bagus sekali gambarnya ‘kan, Uda? Begini ceritanya. Hufff! Tuing! Cluk … Cluk … Cluk … Doa itu dikabulkan oleh Allah. Bapak itu berhasil menangkap ikan marlin.


Ha...? 8 6HKDULPHQMHODQJ+DUL5D\D,GXOÀWUL Hari ini, kita akan membantu Ibu membuat makanan paling spesial untuk menyambut /HEDUDQ,GXOÀWUL Kita akan masak lamang, ya, Yah? Benar. Akan ada dua tim. Tim perempuan membantu Ibu mencari daun pisang. Tim laki-laki ikut Ayah mencari bambu. Horeee, baik, Pak Uwo! Bambunya akan kita makan ya, Pak Uwo? Iya! Bambunya akan dimakan oleh Uda Usen biar Uda berubah seperti panda, hahaha...! Bukan begitu, Ivi. Bambu itu untuk tempat memasak lamang. Istilahnya kabung. Jadi, tim laki-laki bertugas mencari enam buah kabung, ya? Nah, sebelum pukul 10 kita sudah berada di rumah, ya! Siap, laksanakan! Ayo, siapkan perlengkapan kita, Anak-Anak! Nah, semua perlengkapan kita sudah lengkap. Ayo, kalian ikut Apak! Ke mana kita akan mencari bambunya, Yah? Ke pinggir sungai di dekat Bukit Tambak, Yung. Nah. Guys, hari ini kita membuat lamang? Itu artinya? Hahaha.


Sssttt! 9 Tap … Tap … Drap… Drap… Drap… Tap … Wow, batang pala ini besar sekali, guys, rantingnya bercabang-cabang, dan rimbun. Tempat ini agak gelap. Usen, cepat! Masih jauh, Pak Uwo Kita akan mengambil bambunya di sana. Di sini tidak ada buaya ‘kan, Pak Uwo? Insyaallah, tidak ada. Kapan-kapan kita ajak Usen memancing, ya, Ayah. Usen, mau? Mau banget, Pak! Bukan, lumpai itu mirip belut. Susah sekali. Lumpai itu seperti ikan arwana, ya? Di sini banyak sekali lumpai. Tenang saja, air sungainya tidak tinggi karena saat ini sedang musim kemarau. Pelan-pelan, Usen, pilih batu yang kokoh kalau tidak kamu bisa terjatuh. Asyik!


10 Apa itu bambunya ya, Yah? Bukan. Itu bambu kuning atau buluh gading. Biasanya itu digunakan untuk hiasan rumah dan menyembuhkan penyakit pada hati. Oh, Begitu! Jadi, guys, kalau kita sebal dan sakit hati kepada seseorang, kita minum ramuan bambu ini saja. Usen, sok tahu. Itu bukan sakit hati karena disakiti orang. Iya ‘kan, Yah? Iya, maksudnya itu, sakit lever. Wow, lihat bambu itu besar sekali. Apa itu bisa dijadikan kabung, Pak Uwo? Nah, tidak salah lagi. Oh, itu namanya bambu betung. Biasanya bambu itu dijadikan bahan baku membuat meja, kursi, tiang rumah, dan jembatan. Nah, ini adalah bambu cina. Asalnya dari Cina Selatan. Biasanya bambu ini dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kertas dan pagar rumah. Jadi, bambu yang cocok dijadikan kabung itu seperti apa dong, Yah? Pastilah bambu betung. Bambunya ‘kan besar. Jadi, lamangnya juga besar. Hahaha…. Bambu betung itu memiliki kulit yang tebal. Lamang akan lebih lama matangnya. Ayo, kita cari lagi. Bambu itu yang punya penampang lurus. Ukuran pangkal dan ujungnya sama. Serta, kulitnya pun tidak terlalu tebal. Inilah bambu talang yang kita cari.


11 Pertama, bambu talang yang kita pilih tidak boleh tua dan terlalu muda agar tidak mudah pecah dan kisut jika dipanggang. Selanjutnya, kita akan potong bambunya. Harus ada ruas yang tertutup dan terbuka. Kita harus mengamplasnya supaya miangnya hilang. Srekset… KRAK KRAK Wew. Hup.. Hup.. Srekset… Setop! Jangan digaruk! Miang itu bisa melukai tangan Usen. Ayo, gosok tangan Usen ke rambut secara searah. Arghhh. Kenapa tidak bisa? Ya sudah, coba di sini saja! Apa boleh buat. Syukurlah. Hore, ilang, Pak Uwo. OOOW Hap.. ?? GATAL!


12 Tim Perempuan Hmmm. Mak Uwo, sebaiknya kita ambil daun pisang yang mana? Daun yang masih muda dan letaknya di pucuk. Sedikit lagi, Mak Uwo! Baiklah. Hah, ketemu itu daunnya. Ayo, kita ambil! SRAK SRAK BUG BUG SREEET Ayooo. SREEET Nah, selanjutnya kita harus berhati-hati agar daun tidak robek. ... 7, 8, 9, 10 … Wah, banyak sekali. Semuanya akan kita pakai, Bu? Ya! Daunnya lebih baik berlebih daripada kurang. Nah, Anak-Anak, mari, kita pulang. Banyak sekali daun pisang di sini. Wow, Mak Uwo keren!


13 CLING CLING Dengar, Anak-Anak. Sekarang kita akan membagi tugas kedua. Tim laki-laki membuat tungku dan membersihkan kabung. Sementara itu, tim perempuan membantu Ibu di dapur. Ternyata, tim laki-laki sudah sampai duluan. Baik! Siap! Cara membersihkan di bagian luarnya dengan sabut kelapa, tapi bagaimana cara membersihkan bagian dalam kabung ini? Aha? Apa kita pakai gundar gigi saja? Gundar gigi ‘kan gagangnya pendek! Pakai tongkat pembersih bambu ini! Uyung mau buat itu Yah. Usen juga. Oke, sudah bersih. Uyung kasih ke Ibu ya, Yah? Ah, siaaap! Tongkat ini terbuat dari sabut kelapa dan ruas bambu yang sudah di bulatkan. Ya, Uyung. Usen, ayo ikut Pak Uwo. Kita akan buat tungku untuk lamang!


14 Nah, sudah lengkap bahannya. Berasnya ada dua gantang. Oh iya, 1 gantang itu berapa kilo, Bu? Oh, 1 gantang setara 3,125 kg, Kibi. Pertama, beras ketan dicuci dengan bersih dan dikeringkan. Lalu, kita beri garam pada santannya. Srek Srek.. Wow, kenapa banyak sekali, Mak Uwo? Tenang saja, rasanya akan pas saat santan ini meresap ke dalam beras ketan. Nah, ini rahasianya agar lamang semakin enak dan tidak cepat basi. Bisa tahan lebih dari 3 hari, ya Bu? Ini bisa bertahan sampai 5 hari. Wah, Mak Uwo hebat. Saatnya melapisi kabung dengan daun pisang. Perhatikan ini, ya. Ibu akan memutarnya? Set… ???.. Oh, begitu, ya. Iya, Ivi. Ditambah jeruk nipis, ya? Set…


15 Lalu, kita masukkan daun ini dengan cara memutarnya secara searah agar tetap tergulung hingga masuk ke dalam kabung. Pertama, kita jepit daunnya dengan menggunakan pelepah pisang. Masukkan daun ke dalam kabung! Kita isi dengan beras ketan dengan perlahan-lahan. Baik, Mak Uwo! Nah, sekarang kita masukkan beras ketannya. Wah, ini gampang sekali! Hup! Hup! Yup! Sudah jadi! Ini, Mak Uwo. Ivi sudah mengisinya sampai penuh. Cepat, bukan? Ups! Seharusnya, beras ketan diisi hanya ¾ bagian dan ¼ lagi akan diisi santan, Ivi. Maaf, ya, Ivi. Baik, Mak Uwo. Eh? ???


16 Kita seperti membuat jemuran, ya? Tinggal digantungkan saja bajunya, hahaha! Pastikan jangan terlalu tinggi agar bisa menopang kabung. Setelah ini, ambil kayu bakarnya, ya. Hanya orang kuat yang bisa mengangkat kayu ini. Nah, sabut kelapa ini berfungsi untuk memancing api menjadi besar. Oh, baiklah! Sepertinya, angkat sabut kelapa ini amat menyenangkan. Baik, Yah! SREEET UHUK UHUK Wow, pemanggangannya sudah siap, guys! Jemur baju lebaran Usen di sini saja? Bagai mana? Di pondok sebelah rumah ...


17 Lihat, santan ini dimasukkan sampai beras ketan terendam. Kemudian, kita sodok-sodok kabung ini. Pelan-pelan, Mak Uwo. Tepat sekali! WUUUZZZ TAP TAP Kabung ini disodok supaya santan dan beras ketan tercampur ya, Bu? Bu, tempat pemanggangannya sudah siap. Ayo cepat, nanti apinya padam! Ayo! Baiklah, ayo kita letakkan kabung ini di pemanggangan. BBBRRR


18 Wow, panas dan banyak asap! Lihat, guys, lamangnya disusun rapi! Nah, sekarang waktunya! Kenapa kabung-nya dihentakkan ke tanah, Mak Uwo? Agar lamangnya menjadi padat, Ivi. Lima belas menit kemudian ... Mak Uwo tidak menambahkan kayu lagi? Lihat, kayunya sudah hampir habis. Tidak. Apinya memang harus kecil karena hampir matang. Kalau tidak, kabungnya bisa jadi arang. Akhirnya, lamangnya matang juga. Iya, Uda. Oh iya, Uda lupa. Perlu waktu satu jam lebih untuk memasak lamangnya, ya, guys. Tak sabar mau mencoba, guys. Ayo, ketahuan Uda tidak puasa!


19 Itu apa, Bu? Uwhaaa! Sesaat setelah lamang matang ... Oh, ini tapai ketan, cocok dimakan bersama lamang. Enak, tidak, Bu? Hmmm... Aromanya enak. Kalian pasti suka! Kapan Ibu buat? Bagaimana cara membuatnya, Mak Uwo? Dua hari yang lalu. Kalian mau tahu cara membuatnya? Mauuu! Lalu, ketan dimasak dengan sedikit air hingga setengah matang. Caranya mudah. Ketan kitam dicuci. Tunggu sampai dingin, lalu masukkan ketan selapis demi selapis ke dalam stoples. Setiap lapisan ketan diberi ragi. Kemudian, kita masukkan resep rahasianya, yaitu beri taburan gula dan cabai merah di atasnya agar tapai menjadi lebih enak. Mak Uwo hebat! Pantas masakan Mak Uwo enak-enak. Nanti Ivi praktik di Papua, ah! Tak sabar Ivi mau mencobanya. Jangan lupa cerita, ya, Ivi, bagaimana nanti rasanya. Iya, Ivi. Kita coba besok, ya.


20 Lamang tapainya enak, guys. Ini lamang ketiga, ya, guys. Maknyus, guys! Sreeettt… Pluk… pluk…. Hmmm, enak. Kamu mau lamang tapai ini, guys? Datang ke Kampung Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ya, guys. Eh, sudah dulu, ya, guys. Kami mau minta uang Lebaran dulu, ya, guys. Mohon maaf lahir dan batin, ya, guys. Dadaaah. 20 6HODPDW,GXOÀWULguys. Habis salat ,GXOÀWULNDPLEHUVDODPDQGDQEHUPDDI maafan, guys. Guys, kami berkumpul di sini mau mencoba lamang kemarin.


21 Biodata Penulis Skenario Laveta Pamela Rianas lahir di Pariaman, Sumatera Barat. Pamela tumbuh besar di Aceh dan Sumatera Barat. Lulusan MXUXVDQ %DKDVD GDQ 6DVWUD ,QGRQHVLD 8QLYHUVLWDV 1HJHUL 3DGDQJ LQL SHUQDK EHNHUMD GL .DQRU %DKDVD %HQJNXOX VHEDJDL 3HQJNDML%DKDVDGDQ6DVWUD'LDPHQJNDMLFHULWDUDN\DW%HQJNXOX GDQ PHPEXNXNDQ EDKDVD 5HMDQJ NH GDODP .DPXV 'ZLEDKDVD ,QGRQHVLD!5HMDQJ6HNDUDQJGLDEHNHUMDGL3XVDW3HPELQDDQ Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan mulai mengasah kemampuannya dalam menulis FHULWDDQDN6DODKVDWXFHULWDWHUVHEXWEHUMXGXO$QDN'DUR.HWHN yang diterbitkan oleh The Asia Foundation-Let’s Read. Ilustrator Robby Hardian Lahir di Tegal, 6 September 1984 dan bermukim QRPDGHQ 7HJDO-DNDUWD 6HMDN NHFLO PHQ\XNDL JDPEDU GDQ DQLPDVL 6HPSDW VDODK MXUXVDQ GHQJDQ PHQJDPELO 6 ,OPX 3HPHULQWDKDQ 8QLYHUVLWDV 'LSRQHJRUR 6HPDUDQJ SDGD WDKXQ GDQNHPEDOLNHMDODQ\DQJEHQDUGHQJDQPHQHUXVNDQNXOLDK 0DJLVWHU'HVDLQGL,7%SDGDWDKXQ3HUQDKPHQMDGL-XUL /RPED'HVDLQ.DUWX3RV+DUL$QDNWLQJNDW1DVLRQDO-XULORPED Komik SMA se-Jateng dan DIY, Juri lomba Animasi, Juri Lomba Logo, Juri Lomba Poster dan turut aktif dalam dunia animasi GHQJDQ PHQMDGL LQVWUXNWXU GLNODW DQLPDVL GL %DWDP -DNDUWD Tegal dan Pemalang serta sebagai asesor animasi. Sekarang PDVLK DNWLI VHEDJDL SHQJDMDU GL 3ROLWHNQLN +DUDSDQ %HUVDPD Tegal dan mentor Hellomotion Academy serta Belantara Studio Jakarta.


“Kemampuan untuk melakukan manajemen pengetahuan dan kemampuan untuk belajar terus-menerus. Literasi informasi merupakan kemampuan untuk menyadari kebutuhan ĚĹčŃŠķÒŧĚôÒĹŧÒÒŰĚĹčŃŠķÒŧĚôĚŝúŠĮŸīÒĹȢķúĹĎĚôúĹŰĚƥīÒŧĚôÒĹ menemukan lokasi informasi yang diperlukan, mengevaluasi informasi secara kritis, mengorganisasikan dan mengintegrasikan informasi ke dalam pengetahuan yang sudah ada, memanfaatkan serta mengkomunikasikannya secara efektif, legal, dan etis.” (sebagaimana dirilis dalam www.unesco.org, dikutip dari Panduan Gerakan Literasi Sekolah, Kemdikbud 2019) Literasi Informasi 22


Tahukah Kamu Kamu bisa membaca buku literasi lainnya di laman buku digital Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu www.budi.kemdikbud.go.id. Mari, selangkah lebih dekat dengan buku melalui Budi! Baca buku bisa di mana saja dan kapan saja. 23


24


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Ivi dan Usen sudah lama tidak pulang kampung. Mereka harus menempuh beribu kilo meter untuk sampai kampungnya. Mereka sudah tak sabar berjumpa dengan sepupu mereka. Apakah pengalaman mereka berlebaran di kampung itu akan berkesan? Yuk, kita cari tahu dengan membaca buku ini. Buku nonteks pelajaran ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 001/P/2022 Tanggal 19 Januari 2022 tentang Buku Nonteks Pelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan sebagai Buku Pengayaan dalam Mendukung Proses Pembelajaran. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur


Click to View FlipBook Version